Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Warga Rentan terhadap Perubahan

Kamis, 2 Juli 2009 | 04:56 WIB

Jakarta, Kompas - Warga Ibu Kota, terutama dari kelompok miskin, ternyata amat rentan terhadap perubahan harga sembilan bahan pokok atau sembako. Kestabilan harga sembako sangat signifikan terhadap perubahan angka kemiskinan karena 64 persen penghasilan warga Jakarta untuk membeli makanan, sisanya untuk kebutuhan lain, seperti papan dan sandang.

Kondisi ini tampak dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada periode Januari-Juni tahun 2009 yang diumumkan Rabu (1/7) di Jakarta.

Menurut Ketua BPS DKI Jakarta Agus Suherman, jumlah penduduk miskin atau di bawah garis kemiskinan di DKI Jakarta pada Maret 2009 turun sebesar 3,62 persen. Sebagai gambaran, dari 379.600 pada tahun 2008 menjadi 323.170 orang pada Maret 2009.

Faktor-faktor penyebabnya karena tingkat harga sembako relatif stabil, tingkat ketepatan pembagian beras miskin kepada rumah tangga miskin meningkat. Selain itu, sepanjang Januari hingga Maret 2009 terjadi deflasi sebesar 0,13 persen dan ada kenaikan upah minimum pokok dari Rp 976.645 per bulan menjadi Rp 1.069.865.

”Pada awal tahun 2009 tak terjadi kenaikan berarti pada harga sembako yang meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan lainnya,” tuturnya.

Kestabilan harga terjadi karena pasokan di pasaran cukup. ”Tahun ini tak ada banjir besar sehingga pasokan beras dari daerah lancar dan kondisi ini berpengaruh kepada harga,” papar Agus.

Faktor lain yang juga memengaruhi daya beli warga miskin adalah ketepatan penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) dan bantuan langsung tunai (BLT).

Melihat kondisi tersebut, Agus berharap pemerintah akan lebih memerhatikan ketepatan penyaluran raskin dan bantuan semacam BLT dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).

Dari laporan BPS DKI Jakarta, tampak situasi perekonomian di Jakarta secara umum tak terlalu buruk. Angka inflasi pada Juni 2009 besarnya 0,13 persen dan pertumbuhan ekonomi turun 1,09 persen dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode sama tahun 2008.

”Penyebabnya karena banyak proyek belum mulai dibangun, pertumbuhan jasa keuangan belum maksimal, dan perdagangan sedang lesu,” kata Kepala BPS DKI Jakarta.

Namun, ia optimistis, seusai pemilu kondisi perekonomian akan lebih baik karena siapa pun presiden terpilih akan menunjukkan upaya menggerakkan ekonomi. Adapun penyebab inflasi terutama karena kenaikan harga tiket pesawat pada musim liburan sebesar 0,141 persen.

Lima kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,86 persen. Kelompok sandang naik 0,54 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,08 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,02 persen.

Sementara kabar menggembirakan datang dari sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan asing atau wisman pada Mei 2009 naik 124.928 orang atau meningkat 22.3 persen dibandingkan kunjungan wisman pada sebulan sebelumnya.

Urutan asal negara para turis berturut-turut, Malaysia (24.940 kunjungan), Singapura (10.950 kunjungan), China (10.004 kunjungan), Amerika Serikat (5.047 kunjungan), serta Jepang (5.031 kunjungan).

Bidang perhotelan ikut menikmati kenaikan kunjungan wisman. Data BPS DKI Jakarta menunjukkan, tingkat hunian hotel berbintang pada Mei 2009 mencapai 52,83 persen, naik 3,1 poin dibandingkan dengan April yang mencapai 49,73 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang bulan Mei 2009 adalah 2,26 hari. Lama hunian ini sama dengan yang terjadi pada sebulan sebelumnya.

Agus Suherman menduga, para wisman, terutama asal Malaysia, datang untuk berniaga garmen. (TRI)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/02/0456050/warga.rentan.terhadap.perubahan
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts