Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

10 Raksasa Bisnis India Bakal Masuk Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2009, 17:46 WIB

VIVAnews - Perusahaan raksasa asal India tertarik untuk investasi di sektor mesin tekstil dan turbin di Indonesia.

Demikian disampaikan delegasi dari India yang dipimpin oleh Rajive Kaul dari NICCO Corporation Ltd. saat bertemu dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantor Departemen Perindustrian, Jl Gatot Subroto Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2009.

Delegasi dari India terdiri dari 10 perusahaan kakap, antara lain NICCO Corporation, Tata International Ltd., Jetline Group Companies, Confederation of Indian Industry, ICS Group, Kirloskar Electric Company Ltd., Tata Consultancy Services, Titan Industries Ltd., WS Industries Ltd., dan Futirelinks International Pte Ltd.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang alat angkut, peralatan dan perlengkapan elektronik, software, konstruksi, jam tangan, kimia, hydro power, pengembangan infrastruktur skala kecil dan menengah.

Rencananya besok, Menteri Perindustrian akan menerima kunjungan Menteri Perdagangan dan Industri India Jyotiraditya Scindia.

"Mereka tertarik untuk investasi mesin tekstil, sementara kapasitas untuk membuat mesin tekstil di Indonesia belum ada. Dulu ada, Texmaco. Sekarang tidak ada lagi," kata Fahmi.

Menurutnya, nanti akan diatur pertemuan dengan grup pabrik mesin-mesin tekstil India. "Mereka akan datang ke sini dalam waktu dekat," ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Anshari Bukhari.

"Sebulan lagi mereka akan kembali untuk membicarakan lebih lanjut karena ini baru pembicaraan awal," kata Anshari.

Konsep restrukturisasi permesinan tekstil yang dilakukan Indonesia, menurutnya, mengadopsi dari konsep yang sama di India. Menurutnya, India kemungkinan besar tidak hanya berminat menjual mesin tekstil di Indonesia tapi juga investasi pabrik.

Salah satu yang tertarik untuk investasi mesin tekstil yakni Lakshmi Machine Works Ltd dari India.

Selain di sektor permesinan tekstil, India juga tertarik untuk investasi pada pembuatan turbin untuk proyek pembangkit 10 ribu megawatt.

"Mereka tertarik untuk joint venture pembangunan turbin karena prospek ke depan di Indonesia sangat bagus," ujarnya.

Anshari menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Menteri Perindustrian menawarkan prospek yang bagus atas investasi pembangunan turbin mengingat Indonesia sedang gencar dengan proyek 10 ribu megawatt 1 dan 2, termasuk rencana untuk proyek serupa pada tahun 2015.

"Kita belum bisa buat dan tidak mudah mendapatkan turbin untuk proyek ini," ujarnya. Pasalnya, dalam proyek ini diperlukan turbin dengan kapasitas 7 megawatt ke atas, sementara Indonesia baru bisa memproduksi turbin dengan kapasitas 2 megawatt oleh PT Dirgantara Indonesia.

Fahmi menjelaskan, pada tahun 2015 kebutuhan untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt akan membutuhkan turbin dengan kapasitas 20 ribu megawatt.

"Perusahaan swasta dan BUMN akan ambil bagian dalam penguatan manufaktur di bidang power plant, khususnya di turbin," ujarnya.
• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/80871-10_raksasa_bisnis_india_bakal_masuk_indonesia
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts