01 Agustus 2009 12:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
VEGETARIAN pernah dinyatakan oleh para ilmuwan berisiko lebih kecil menderita kanker. Bagi sekelompok kecil masyarakat yang menjalani gaya hidup vegetarian, tentunya ini merpakan berita bagus. Tapi, apakah pola hidup bebas daging selalu menjadi pilihan yang terbaik? Berikut uraian dari Peta Bee, pakar nutrisi sekaligus penulis buku kesehatan dan fitnes, mengenai beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan diet. Dengan begitu, Anda bisa melihat pola diet mana yang lebih berisiko.
Radang sendi
Paling berisiko: pemakan daging
Radang sendi disebabkan oleh serangan sistem imun terhadap lapisan persendian. Serangan ini menimbulkan rasa sakit dan kaku. Dan mengonsumsi daging merah dalam porsi besar (5 porsi atau lebih seminggu) dikenal sebagai salah satu faktor risiko. Sebuah studi yang didanai oleh Arthritis Research Campaign menemukan, mereka yang makan daging setiap hari bersiko 2 kali lebih besar menderita radang sendi dibandingkan mereka yang makan lebih sedikit daging (mungkin 2 kali seminggu).
Studi yang mempelajari pola diet pada 25.000 orang ini menemukan, kandungan kolagen pada daging memicu respon sistem imun. Selain itu, terang peneliti, kandungan besi yang tinggi dalam daging juga turut berpengaruh. Besi ini akan terakumulasi di persendian dan memicu kerusakan jaringan.
Ketidaksuburan
Paling berisiko: vegetarian
Bukti ilmiah menunjukkan, mereka yang menerapkan diet vegetarian lebih rentan menderita ketidaksuburan. Studi-studi telah menunjukkan, konsumsi kedelai dalam jumlah besar (kedelai sangat populer di kalangan vegetarian sebagai sumber protein) bisa mempengaruhi kesuburan perempuan.
Komponen genistein dalam kedelai, terang para peneliti dari King's College London, bisa merusak sperma saat berenang menuju indung telur. Genistein ini, terang peneliti, terdapat pada semua produk kedelai. Untuk itu, peneliti menganjurkan agar perempuan menghindari kedelai pada masa-masa paling subur dalam sebulan. Cara ini,terang mereka, bisa membantu proses pembuahan.
Batu empedu
Paling berisiko: pemakan daging
Batu empedu terbentuk dari cairan empedu yang membatu. Kondisi ini biasanya menimbulkan rasa sakit, sulit ditangani dan seringkali pasien harus menjalani pengangkatan kandung empedu.
Menurut peneliti, salah satu faktor penyebab adalah kelebihan lemak jenuh dalam diet. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 45.000 laki-laki menemukan, mereka yang makan daging berisiko 18% lebih besar menderita batu empedu dibandingkan mereka yang lebih banyak makan sayur dan lemak tidak jenuh.
Diet yang kaya lemak tidak jenuh, menurut peneliti, akan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini akan mencegah pebentukan batu empedu.
Erosi gigi
Paling berisiko: vegetarian
Erosi gigi disebabkan oleh kontak antara asam dengan gigi. Buah-buahan serta sayuran pada umumnya mengandung asam. Studi-studi telah menunjukkan kalau vegetarian lebih berisiko. Para dokter gigi dari University of Dundee, seperti yang dikutip situs dailymail, menemukan bahwa perbedaan pola memasak juga bisa meningkatkan kadar keasaman pada diet vegetarian. Makanan yang terpapar dengan suhu tinggi misalnya, terang mereka, akan mengalami perubahan kimia sehingga kadar asam semakin terkonsentrasi. Kondisi ini tentunya akan semakin merusak gigi. (0L-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/08/01/1468/5/Benarkah-Vegetarian-Luput-dari-Risiko-Penyakit

Post a Comment