01/08/2009 12:25
Liputan6.com, Temanggung: Warga Desa Gentan, Krangan, Temanggung, Jawa Tengah, sudah satu setengah bulan terakhir kesulitan mendapat air bersih karena kekeringan, termasuk sumur sumber air. Mereka terpaksa berjalan kaki naik turun bukit sejauh tiga kilometer untuk mendapatkan air bersih. Menurut kepala dusun setempat, Budiyanto, Sabtu (1/8), akibat bencana kekeringan ini warga terpaksa mengonsumsi air sisa tadah hujan.
Sebenarnya air tadah hujan tersebut tak layak untuk dikonsumsi. Selain warnanya menguning, air tersebut pun bau. Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono, menjelaskan, saat ini di Temanggung tercatat 37 desa mengalami kekeringan. Desa yang paling parah mengalami kekeringan adalah Desa Gentan. Untuk membantu warga, Pemkab Temanggung setiap harinya membagikan air bersih secara gratis yang diambil dari sumber mata air ikatan.
Solusi menjadikan air hujan untuk dikonsumsi tadi hampir senada dengan yang pernah dilakukan warga Rembang, juga di wilayah Jateng. Di tengah musim kekeringan yang berkepanjangan, penduduk setempat juga terpaksa menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau terkadang, air itu amat kotor dan sudah bercampur sampah [baca: Sumur Mengering, Air Sungai Jadi Andalan].(IAN)
http://berita.liputan6.com/daerah/200908/239034/Warga.Temanggung.Terpaksa.Konsumsi.Air.Hujan

Post a Comment