Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Dinkes Tapteng Akan Razia Toko

Friday, 31 July 2009

TAPANULI TENGAH (SI) – Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) akan mengintensifkan pengawasan terhadap makanan dan obat-obatan kedaluwarsa atau yang tidak memenuhi standar kesehatan di seluruh pasar dan toko di wilayah tersebut.

Sebagai langkah awal, bidang farmasi dan sarana kesehatan Tapteng dalam waktu dekat akan turun merazia seluruh kosmetik, makanan, dan obat-obatan di sejumlah pekan atau pasar serta toko di wilayah Kecamatan Barus dan Pandan. Kepala Bidang Farmasi dan Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan Tapteng Sempakata Kaban menyatakan, sebenarnya pihaknya sejauh ini belum ada menemukan makanan dan obat kedaluwarsa serta produk-produk yang dilarang beredar di pasaran oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebab, pihak kesehatan Tapteng serta kecamatan selalu rutin mengawasi dan menyosialisasikan seluruh produk-produk tersebut. ”Meski begitu,untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan, kami akan intensif melakukan pengawasan sampai Lebaran mendatang di seluruh pekan yang ada di daerah ini,”ungkapnya. Pada kesempatan itu, Sempakata mengimbau kepada seluruh pedagang dan konsumen agar berhati- hati dan selalu memeriksa setiap membeli atau memanfaatkan makanan dan obat-obatan,apakah sudah kedaluwarsa atau tidak memenuhi standar kesehatan.

“Jika menemukannya segera melapor ke petugas kesehatan di puskesmas atau ke Dinas Kesehatan Tapteng,” ujarnya. Kepala Seksi Pengawasan Makanan dan Obat Dinkes Tapteng Julianti br Manullang membenarkan rencana razia tersebut, sembari mengakui bahwa sejauh ini peredaran makanan dan obat-obatan berbahaya di wilayah Tapteng masih aman. Bahkan, belum ada ditemukan seorang pun masyarakat yang mengonsumsi produk makanan dan obat-obatan kedaluwarsa dan berbahaya.

“Soalnya,setiap kami turun,kami selalu sampaikan kepada masyarakat mana produk yang bisa dimanfaatkan dan tidak.Hal ini juga dilaksanakan setiap petugas kita yang ada di seluruh puskesmas di Kecamatan- kecamatan,” pungkasnya.

Adapun rincian beberapa merek obat tradisional dan suplemen makanan yang ditarik dari pasar, yakni Blue Moon produksi PT Pacific Healthcare Indonesia, Caligula Kapsul PJ Air Madu (Magelang), “Cobra-X Kapsul”PJ Ragil Sentosa (Cilacal),Hwang Di Shen Dan Ruifeng Pharmaceutical/PT Multi Usaha Sentosa,Kuat Tahan Lama Serbuk PD Jamu Moro Sehat (Banjarnegara).

Lak Gao 69 PJ Jaya Sakti Mandiri (Semarang), Lavaria PT Rama Farma (Jakarta),Maca Gold PT Paramitra Media Perkasa (Jakarta), Manovel PT Sari Sehat (Magelang), Okura PT Herbalindo Sukses Makmur (Tangerang),Otot Madu PT Rama Farma (Jakarta), Rama Stamin PT Rama Farma (Jakarta), Sanomale PT Pyridam Farma (Cianjur), Sari Madu Kapsul PJ Sari Madu Murni,Stanson PT Rajawali Sukses (Jakarta).

Selanjutnya,Sunny Zang Wang Xiong Ying Dan Pil dan kapsul PT Cahaya Bioteknologi Farmasi (Jakarta), Teraza PT Rama Farma (Jakarta), Top One Kapsul PJ Paladipa (Solo),Urat Perkasa Kapsul PJ SM Jaya (Cilacap),dan Zu-Mex CV Mega Maju Mekar (Jakarta),Tripoten, produksi PT Dexa Medica Palembang, Yin Chiao tablet, Zhongganling Pian tablet,Pegal Linu Cap Putri Sakti, Salurat Putri Sakti Cairan Obat Dalam, Pamong Raga Pegel Linu,dan Gatal Eksim serbuk. (jonny simatupang)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/259070/37/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts