Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

IDI Minta Pemerintah Buat Aturan Iklan Kesehatan Asing

Senin, 27 April 2009 16:57 WIB

Jakarta, (tvOne) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendesak pemerintah membuat peraturan iklan layanan kesehatan asing yang menawarkan layanan berobat ke luar negeri guna melindungi dan meningkatkan kepercayaan konsumen pada pengobatan di dalam negeri.

"Promosi dari luar ngeri itu luar biasa," ujar Ketua Umum IDI Fachmi Idris, di Jakarta, Senin, pada pemaparan rencana pemberian penghargaan "IDI Award" kepada tokoh nasional yang mempercayakan pelayanan kesehatannya di dalam negeri.

Ia mengatakan, selama ini Indonesia belum memiliki aturan yang ketat mengenai iklan pelayanan kesehatan. Padahal negara lain, seperti Singapura -- yang selama ini menjadi tujuan pengobatan banyak warga Indonesia -- memiliki peraturan khusus pelayanan kesehatan, antara lain tidak boleh ada iklan layanan klinik atau rumah sakit dari luar negeri.

"Kenapa kita tidak membuat atau mengadopsi aturan tersebut. Kami sudah meminta otoritas kesehatan membuat aturan tersebut demi perlindungan konsumen," ujar Fachmi.

Ia mengatakan, banyak iklan layanan kesehatan dari luar negeri yang belum tentu kebenarannya. Apalagi, kata dia, seharusnya iklan layanan kesehatan yang menggunakan kesaksian penyembuhan pasien dilarang, karena tidak bisa disamaratakan hasilnya bagi setiap pasien.

Fachmi mengasumsikan setiap tahun triliunan rupiah uang warga Indonesia mengalir ke luar negeri untuk pengobatan. Ia menghitung misalnya ada sekitar Rp40 triliun devisa Indonesia yang mengalir ke luar negeri.

Perkiraan itu itu berdasarkan asumsi ada 10 persen dari penduduk Indonesia, yaitu sekitar 20 juta orang berobat ke luar negeri dengan biaya minimal Rp20 juta per orang. "Itu jauh di atas anggaran sektor kesehatan," ujarnya

Ia mempertanyakan institusi pelayanan kesehatan asing yang mematuhi aturan ketat di negara mereka justru berbuat sebebasnya di Indonesia. "Istilahnya mereka buang air kecil di negara sendiri diatur, tapi mengapa mereka sembarangan di negara orang lain," katanya.

Diakuinya, konsumen tidak bisa dibatasi haknya untuk berobat ke mana pun. Oleh karena itu, Fachmi juga mengakui pelayanan kesehatan rumah sakit dan klinik di Indonesia perlu ditingkatkan.

Selain itu, ia menyebut pentingnya pembenahan sistem pelayanan kesehatan, seperti sistem rujukan.

"Sampai saat ini banyak dokter spesialis yang menangani masalah yang bisa ditangani dokter umum. Seharusnya orang ke dokter spesialis setelah ada rujukan dokter umum," ujarnya.

Sementara itu, pengusaha nasional Irwan Hidayat percaya bila dokter di Indonesia mencintai pasiennya dan meningkatkan profesionalisme mereka maka konsumen akan semakin percaya pada kemampuan layanan kesehatan di dalam negeri.

"Sekitar 87 persen saya mempercayakan pelayanan kesehatan di dalam negeri," kata Presdir PT Sido Muncul yang mengaku memiliki dokter keluarga di dalam negeri yang selama 30 tahun menangani masalah kesehatannya.

"IDI Award"

Terkait dengan upaya mendorong masyarakat menggunakan jasa layanan kesehatan di dalam negeri, sekaligus mendorong institusi kesehatan meningkatkan layanan mereka, IDI bekerjasama dengan Sido Muncul akan memberikan penghargaan kepada tokoh nasional, baik pejabat, politikus, dan pengusaha, yang selama tiga tahun mempercayakan layanan kesehatannya di dalam negeri.

"Ini kami selenggarakan untuk menemukan model panutan yang selama ini percaya pada pengobatan di Indonesia," ujar Fahmi.

Tahap investigasi April sampai akhir Mei 2009, kemudian pada akhir Mei penyelenggara melakukan nominasi, dan pada 12 Juni 2009 IDI akan memberikan penghargaan kepada tokoh tersebut.

ed

http://www.tvone.co.id/berita/view/12612/2009/04/27/idi_minta_pemerintah_buat_aturan_iklan_kesehatan_asing
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts