27-07-2009 13:41
Membuat pelajar sadar pentingnya makanan yang sehat dan aman memang tidak mudah, perlu kerja sama semua pihak agar siswa di Jakarta aman dari jajanan berbahaya. Seperti yang akan dilakukan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat (Sudinkes Jakpus) yang akan memonitor jajanan di seluruh sekolah. Langkah ini terkait dengan lomba kantin sekolah sehat se-Jakpus yang penilaiannya akan berlangsung Agustus-Desember 2009.
Untuk memonitor jajanan sekolah, Sudinkes Jakpus akan bekerja sama dengan sejumlah puskesmas di setiap kecamatan dan kelurahan untuk mengawasi setiap kantin sekolah. Kantin akan dimonitor dengan ketat, jajanan apa saja yang dijual. Jika terdapat jajanan yang mengandung zat pewarna atau berbahaya lainnya, tim kesehatan ini akan merekomendasikan agar jajanan tersebut ditarik.
Kasudin Kesehatan Jakpus, Hakim Siregar mengatakan, tim kesehatan lingkungan puskesmas akan memonitor dan memeriksa jenis makanan yang dijajakan di seluruh kantin sekolah mulai SD-SMA. "Kita upayakan agar makanan yang dijajakan sehat dan bebas dari zat pengawet, zat pewarna, dan zat berbahaya lainnya," ujar Hakim Siregar, Senin (27/7).
Nantinya, lanjut Hakim, jika tim menemukan zat berbahaya terkandung dalam jajanan maka direkomendasikan agar kantin tersebut menarik makanan tersebut. "Dalam hal ini, kita lebih kepada tindakan preventif dalam pemonitorannya," sambungnya.
Kepala Sudin Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakpus, Ratiyono, mengatakan, selain untuk membudayakan hidup bersih dan sehat, kegiatan ini dimaksudkan agar jangan sampai anak didik terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya. Pengawasan sendiri, nantinya akan dilaksanakan minimal satu kali dalam satu bulan. "Jika bisa lebih dari satu kali tentu lebih baik," kata Ratiyono.
Rationo menjelaskan, teknis lomba kantin sehat sendiri nantinya dimulai dengan tahapan Sosialisasi dan dilanjutkan dengan penyeleksian serta penilaian di tingkat kecamatan. Seleksi akan berlangsung Agustus-November. "Tentunya dipotong bulan puasa, karena saat puasa kami tidak melakukan kegiatan monitoring," tutur Ratiyono.
Setelah melalui seleksi di tingkat kecamatan, diharapkan para pemenang akan diseleksi kembali pada Desember, sekaligus akan diumumkan sebagai pemenang kantin sekolah sehat se-Jakarta Pusat. "Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh sekolah," tegas Ratiyono.
Reporter: erik
http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=34497

Post a Comment