Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Minyak Tanah Ungu Mulai di Pasarkan di Boyolali

Labels: ,
Sabtu, 01 Agustus 2009 | 18:30 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali - Pertamina mulai memasarkan minyak tanah tanpa subsidi di Boyolali dan Tegal, Jawa Tengah, mulai awal Agustus ini. Harga minyak tanah yang diberi warna ungu tersebut akan mengikuti harga minyak dunia. Sedangkan pemerintah daerah dihimbau untuk segera mengeluarkan peraturan daerah yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji ukuran tiga kilogram. “Program konversi di kedua kota tersebut telah selesai,” kata Pejabat Humas PT Pertamina Pemasaran Jawa Tengah dan Yogyakarta, Endang Susilowati. Pihaknya telah selesai membagikan 285.430 paket tabung gas ukuran 3 kilogram di Boyolali, baik untuk rumah tangga maupun pengusaha kecil. Sedangkan di Tegal, sebanyak 366.651 paket juga telah selesai di bagikan.

Dengan selesainya pembagian paket tabung gas tersebut, pihaknya saat ini juga telah menarik minyak tanah bersubsidi di kedua daerah tersebut. “Kita gantikan dengan minyak tanah tanpa subsidi,” katanya. Menurutnya, saat ini sudah ada 18 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang telah selesai melakukan konversi. Sedangkan yang lain saat ini baru dalam proses, baik tahap sosialisasi, distribusi maupun penarikan minyak tanah bersubsidi secara bertahap.

Endang menambahkan, hingga saat ini hampir seluruh agen dan pangkalan minyak tanah juga telah mulai ikut mendistribusikan tabung gas ukuran tiga kilogram. Untuk itu, Pertamina bersama Himpunan Swasta Niaga Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) mulai mengatur tata niaga komoditas tersebut. “Mulai Agustus ini kita mulai melakukan pengaturan dengan sistem rayonisasi,” kata Endang. Dengan sistem tersebut, agen maupun pangkalan hanya boleh menjual elpiji di daerahnya masing-masing. Sedangkan untuk harga eceran tertinggi di masing-masing daerah, Pertamina tidak akan ikut campur. “Itu merupakan kewenangan pemerintah daerah,” katanya. Dirinya meminta pemerintah daerah segera membuat peraturan mengenai harga eceran tertinggi gas elpiji ukuran tiga kilogram.

Terpisah, Kepala Bidang Minyak Tanah dan Elipiji 3 kg Bersubsidi Hiswana Migas Surakarta, Aryo Putro Kusumo membenarkan jika tata niaga gas elpiji tiga kilogram saat ini sudah mulai diatur. ”Agar tidak semrawut seperti sebelumnya,” kata Aryo. Sebelumnya, seringkali dijumpai agen dari luar kota ikut memasarkan elpiji ukuran tiga kilogram ke Kota Surakarta. ”Persaingan sangat ketat,” katanya.

AHMAD RAFIQ

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/08/01/brk,20090801-190213,id.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts