Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Perbaikan Listrik Sumut Masih Hampa

Wednesday, 23 December 2009 02:51

MEDAN - Penandatanganan kontrak antara PT Pertamina EP tentang perjanjian jual beli gas senilai 377,5 juta dolar AS atau sebesar 65,65 MMSCFD per hari ke Perusahaan Listrik Negara Sumatera Utara mulai Juli 2009 sepertinya belum berdampak terhadap perbaikan listrik di Sumatera Utara malah sebaliknya.

Mesin pembangkit yang telah dioperasikan dengan bahan bakar minyak solar tidak seyogianya mampu untuk dilakukan perubahan memakai gas, akibatnya salah satu mesin pembangkit atau GT 22 mengalami kerusakan. Padahal mesin pembangkit itu didesain memakai gas sebagai bahan bakar operasionalnya.

Asisten Manajer Operasi PLN Sektor Belawan, Rahmat Riadi, didampingi deputi Komunikasi PT PLN Pembangkitan Sumatera Utara, Marodjahan Batubara, tadi malam, menyatakan gas yang masuk diindikasi mengandung air yang cukup tinggi hal ini menyebabkan kerusakan mesin pembangkit di sektor Belawan.

"Tidak tahu persis mengapa hal tersebut terjadi, yang pasti PT PLN, dan PT Pertamina sedang melakukan investigasi penyebab mengapa gas yang sampai di sektor pembangkitan Belawan mengandung kadar air yang cukup tinggi," ujarnya.

Namun, untuk mengurangi jumlah kerugian yang lebih besar kembali, lanjutnya, perusahaan listrik negara telah melakukan upaya penyaluran gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PTLU). "Untuk sementara hal itu yang dapat kita lakukan, dan saat ini kita sedang memperbaiki kerusakan di mesin pembangkit akibat pergantian bahan bakar minyak (BBM) tersebut," ujarnya.

Marodjahan mengakui dengan pergantian bahan bakar minyak ke gas hal ini dapat menghemat biaya enam sampai dengan delapan kali dari sebelumnya. Sehingga ke depannya, hal ini menjadi pengurangan biaya operasional PT PLN untuk pembelian bahan bakar.

"Sebelumnya kita membeli atau membuat mesin gas turbin (GT) dikarenakan Sumatera Utara diperkirakan banyak memproduksi gas bumi, sehingga perkiraan GT memerlukan 40 MMSCFD per hari atau dengan empat mesin GT sebesar 160 MMSCFD dapat terpenuhi. Kenyataannya, PT Pertamina hanya mampu memberikan 11 MMSCFD hal ini yang membuat perubahan besar bagi mesin tersebut dengan pergantian bahan bakar dengan memakai solar," ujarnya.

Tentunya, dengan pergantian bahan bakar minyak tersebut tidak saja menambah beban operasional biaya bahan bakar melainkan rentannya terjadi kerusakan di mesin pembangkit tersebut. "Ibaratnya kalau masyarakat Sumut bahan makanan pokoknya adalah nasi, namun diberi roti, atau lainnya, hal ini mempengaruhi perut atau lainnya, begitupula mesin-mesin pembangkit kita," lanjutnya.

Ikuti keadaan sosial
Selain kerusakan akibat pergantian bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan pemadaman bergilir di tengah masyarakat, juga akibat adanya faktor penyesuaian perbaikan atau perawatan mesin dengan kondisi sosial masyarakat.

Dimana yang seharusnya mesin tersebut dilakukan perawatan pada tiga bulan atau enam bulan sekali karena jatuh tempo, namun berkenaan dengan hari besar keagamaan, atau pesta demokrasi menyebabkan hal itu diurungkan. Hal ini juga mempengaruhi kondisi mesin pembangkit yang memungkinkan tidak saja dilakukan pemeliharaan namun mengarah ke perbaikan.

Asisten Manager Operasi PLN Sektor Belawan, Rahmat Riadi menyatakan mesin-mesin pembangkit seharusnya dilakukan perawatan jika telah beroperasi selama 4000 jam, 8000 jam, dan 50.000 jam dengan model perawatan berbeda-beda mulai dari inspection, minor inspection, dan major overhaul dengan waktu yang berbeda-beda pula.

"Ada yang cukup dengan 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 60 hari sesuai dengan kondisi mesinnya, apalagi saat ini mesin-mesin tersebut sudah di atas 11 tahun atau telah beroperasi lebih dari 100.000 jam sehingga hal ini perlu dilakukan perawatan atau pemeliharaan yang ekstra," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat Sumatera Utara melakukan penghematan listrik, hal ini untuk mengurangi beban puncak sehingga tidak terjadi pemadaman.
(dat04/waspada)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=76020:perbaikan-listrik-sumut-masih-hampa&catid=77:fokusutama&Itemid=131
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts