Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Pasca Terjangan Puting Beliung Empat Kecamatan Gelap Gulita

Jumat, 22 Januari 2010

PARIGI - Sampai hari kedua pasca hantaman angin puting beliung di empat kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, kerusakan rumah yang berhasil didata secara akurat ratusan buah. Rusak ringan sebanyak 350 buah dan rusak ringan sebanyak 100 buah. Kebanyakan kerusakan adalah terbangnya atap-atap. Jaringan listrik mulai dari Kecamatan Kasimbar sampai Kecamatan Palasa, terputus. Ribuan rumah kegelapan.
Kerusakan juga dialami 11 buah sekolah; tujuh SMP, 3 Sekolah dasar dan 1 SMA. Kerusakan paling parah adalah SD Dongkalan Kecamatan Palasa. Hampir seluruh bagian atapnya terbang dan tercebur ke laut. Kerusakan juga terjadi di Polsek Tinombo Selatan, hampir seluruh atapnya terbang.
Wakil Bupati Parigi Moutong Syamsurizal Tombolotutu mengatakan selain kerusakan pada rumah warga, juga terjadi pada sejumlah fasilitas lainnya, yakni jaringan listrik dan jaringan telepon terputus total. ''Jaringan listrik terputus mulai dari Desa Sidoan Kecamatan Tinombo Selatan sampai Kecamatan Palasa. Sedangkan untuk jaringan telepon rusak di Kota Tinombo,'' kata Wabup.
Rumah-rumah yang mengalami kerusakan, sampai siang kemarin sudah mulai diperbaiki oleh pemiliknya sendiri. Namun masih ada juga yang sama sekali belum diperbaiki atau dibongkar pada atap yang rusak.
Untuk bantuan, pemerintah kabupaten Parigi Moutong sudah memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Saat ini, warga yang rumahnya rusak parah kebanyakan masih bertahan di rumah-rumah tetangga atau kerabatnya.
Hingga Rabu malam dilaporkan tiga warga ditemukan, sementara seorang korban bernama Hartono, warga Desa Tinombo, telah kembali ke rumahnya. Hartono tenggelam setelah perahunya terbalik diterjang angin puting beliung. Hartono mengaku sempat bertahan sampai pukul 01:00 dinihari tanpa makan sedikitpun.
''Saya berusaha tetap bertahan. Sampai tengah malam saya berusaha membalikkan perahu dengan sisa tenaga yang ada. Sekitar pukul 01:00 dinihari perahu berhasil saya putarbalik dan kembali ke rumah,'' ujar Hartono.
Hingga Rabu siang, tiga korban hilang di Desa Sidoan yakni Rahman, Papa Ferdi dan satu lagi belum diketahui identitasnya, hingga hari kedua pasca terjangan angin puting beliung belum juga ditemukan. Meski tim pencari korban sudah dikerahkan dengan menggunakan speed boat dan sejumlah nelayan lainnya. (PATARUDDIN)

http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5437&Itemid=1
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts