Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

72 Produk Makanan di Makassar Mengandung Kimia Berbahaya

Senin, 1 Februari 2010 | 23:17 WITA

Laporan: moehammad david aritanto. tribuntimurcom@yahoo.com

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 72 jenis makanan hasil produksi industri rumah tangga dinyatakan positif mengandung zat kimia berbahaya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Kota Makassar, melansir sejumlah nama produk industri rumah tangga yang berbahaya itu seperti Rodhamin B atau zat pewarna pakaian, Boraks, dan Formalin.

Kepala Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Makassar, Maringan Silitonga yang diwakili oleh Kepala Bidang Serlik, Adilah Pababbari pada jumpa pers yang gelar siang tadi mengatakan, hasil sampling tahun 2009, sejak bulan Februari lalu lewat pengujian laboratorium yang dilakukan oleh Balai POM Makassar terhadap 800 jenis produk pangan yang beredar di Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat, 72 di antaranya mengandung zat yang sangat berbahaya.

Produk tersebut adalah hasil produk home industri dan produk curah.

Bahan kimia yang selalu disalahgunakan menurut BPOM pada produk pangan ini, antaranya Rhodamin B, Boraks, Formalin, Kuning Metanil atau Metanil Yellow.

Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai pewarna kertas maupun tekstil dan tinta.

Zat kimia yang dapat menimbulkan kanker dan kerusakan hati ini. Ditemukan diantara produk krupuk hasil industri rumahtangga dan terasi, es dan minuman jenis pangan jajanan yang berwarna merah mencolok, seperti es bandung.

Sementara penyalahgunaan Boraks pada produk pangan, telah ditemukan pada produk mie basah, bakso, krupuk dan pangan jajanan lainnya. Boraks dapat menyebabkan mual, nyeri perut bagian atas, diare, mengantuk, demam, sakit kepala, iritasi saluran pencernaan kerusakan ginjal dan lain-lain.

Menurut Adilah menambah tahun 2010 ini, kita mulai sampling lagi, dan mengenai pendagang jajanan didepan sekolah-sekolah, juga pernah didapati, produknya mengandung zat kimia yang berbahaya. Adilah menghimbau perlunya masyarakat ekstra hati-hati, jangan ngiler dengan kecantikan warna pada jajanan. (*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/74659
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts