Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Kenaikan Setoran Haji Tidak Tepat

KAMIS, 04 FEBRUARI 2010 | 09:38 WITA

JAKARTA -- Sejumlah kebijakan pelayanan haji yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini, menuai kontroversi. Rencana pemerintah menaikkan setoran awal haji menjadi Rp 25 juta dan penggunaan seragam batik bagi jemaah dinilai tidak signifikan.

Hal itu mengingat sejumlah hal vital terkait pelayanan di tanah suci belum menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji 2010. "Terutama soal kenaikan setoran haji. Harusnya ada kajian yang mendalam karena tak semua CJH itu kalangan berduit dan naik Rp 5 juta itu bisa menyulitkan," ujar ketua Forum Reformasi Haji (For Haji) Ade Marfuddin kepada Fajar di Jakarta, Rabu 3 Februari.

Ade mengatakan, Kemenag tanpa sengaja telah melalaikan salah satu kebijakan vital di sektor haji terkait amanat Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji. Terutama, karena Kemenag tidak segera melaksanakan amanat UU 13 dan membentuk Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) dan Badan Pengelola Dana Abadi Umat (DAU).

"Sesuai aturan bahwa UU itu harus dipatuhi enam bulan sampai setahun setelah ditetapkan. Tapi hingga kini rasanya dua badan independent itu tak segera dibentuk dan hanya rencana," ujar Ade. Aktivis LSM itu menilai bahwa seharusnya pemerintah mematangkan rencana pemisahan kementerian Haji dan Wakaf dari Kementerian Agama.

Karena, menurut dia, dengan sebuah menteri teknis maka dipastikan kinerja lembaga terpisah itu untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji kian matang. "Ini demi umat, tanpa bermaksud mengecilkan peran Menteri Agama tapi bagaimanapun saya rasa pemerintah perlu melihat opsi itu," ujarnya.

Secara terpisah, Menag Suryadharma Ali tampak tidak terpengaruh dengan kritikan itu. Dia mengatakan, bahwa kinerja Kemenag sudah cukup baik dan itu terbukti dengan suksesnya penyelenggaraan haji 1430 H/2009 M. Itu ditandai dengan dengan semakin baiknya layanan pondokan, katering, transportasi, dan kesehatan serta perlindungan dan keamanan jemaah haji.

"Indikator utamanya seluruh jemaah haji dapat berangkat ke Arab Saudi menjalankan kewajiban haji, ziarah di Medinah dan kembali ke tanah air. Seluruh jemaah memperoleh layanan transportasi, akomodasi, konsmsi, kesehatan dan keamanan sesuai dengan standar pelayanan minimum," ujarnya.

Menag menyatakan, tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan haji adalah tingkat kepuasan dan harapan masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Karena itu dia optimis bahwa untuk penyelenggaraan haji mendatang pihaknya akan membuktikan dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap jemaah haji.

Bentuknya dengan mengupayakan jarak pemondokan haji di Makkah maksimal 4.000 meter dari Masjidilharam, dan di Medinah 95 persen berada di wilayah Markaziah. "Juga Mmeningkatkan kualitas dan kuantitas bimbingan jemaah sebanyak 15 kali," tambah Menag.

Terkait kenaikan setoran haji, menurut dia kebijakan itu dilakukan murni untuk mengatasi penjangnya waiting list. Menurut dia kenaikan itu akan dapat membantu CJH untuk mempersingkat antrean menuju ke Tanah Suci. (jpnn)

http://metronews.fajar.co.id/read/81164/10/kenaikan-setoran-haji-tidak-tepat
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts