Enterobacter sakazakii mungkin bisa disebut bakteri yang melakukan "tebang pilih". Meski bakteri yang kadang berakibat maut ini ditemukan di sejumlah makanan, hanya bayi yang mengkonsumsi susu formula yang bisa menjadi korban.
Bakteri ini, menurut Dr. drh. Sri Estuningsih dari Institut pertanian Bogor,ternyata ada di lima dari 22 susu formula di Indonesia yang diteliti.
Dari Mana Asalnya
Target Bakteri
E. sakazakii tumbuh sangat cepat pada suhu 37-44 derajat Celsius dan bisa bertahan sampai suhu 60 derajat Celsius. Itu sebabnya, jangan menyimpan susu yang sudah disiapkan terlalu lama.
Yang Diserang Entero
Sumber: Koran Tempo, 26 Februari 2008
Bakteri ini, menurut Dr. drh. Sri Estuningsih dari Institut pertanian Bogor,ternyata ada di lima dari 22 susu formula di Indonesia yang diteliti.
Dari Mana Asalnya
- Susu mentah sumber bahan baku. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), sebagian kontaminasi berasal dari susu mentah.
- Terkontaminasi zat-zat tambahan setelah pasteurisasi. Pasteurisasi--memanaskan sampai suhu sekitar 70 derajat Celsius--sudah mengurangi tingkat mikroorganisme sehingga tidak lagi berbahaya.
- Terkontaminasi saat susu disimpan atau disiapkan sebelum diminum. Dalam sejumlah kasus terkait dengan E. sakazakii, ditemukan bahwa peralatan penyiapan susu terkontaminasi bakteri ini.
Target Bakteri
E. sakazakii tumbuh sangat cepat pada suhu 37-44 derajat Celsius dan bisa bertahan sampai suhu 60 derajat Celsius. Itu sebabnya, jangan menyimpan susu yang sudah disiapkan terlalu lama.
- Pengguna susu formula
- Bayi lahir dengan berat badan di bawah normal.
- Berusia empat minggu pertama.
- Risiko masih muncul sebelum ulang tahun pertama.
- Ibu mengidap HIV.
- Jeda antara penyiapan susu dan konsumsi terlalu lama.
- Susu yang sudah disiapkan tidak disimpan dalam lemari pendingin.
Yang Diserang Entero
- pembuluh darah
- selaput otak dan saraf tulang belakang
- limpa
- usus
Sumber: Koran Tempo, 26 Februari 2008

Post a Comment