Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Konsumen Luar Negeri Makin Rewel Dengan Ikan Indonesia

Senin, 02 Juni 2008 12:34

Kapanlagi.com - Konsumen produksi perikanan di luar negeri belakangan ini semakin rewel dalam menerima kiriman ikan yang datang dari Indonesia.

"Konsumen luar negeri menerapkan persyaratan mutu yang begitu ketat atas ikan yang kita ekspor belakangan ini," kata Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Ir Ali Supardan, di Sanur Denpasar, Senin (2/6).

Di sela-sela kegiatan Semiloka Revitalisasi Perikanan Tuna, Dirjen menyebutkan, semakin rewelnya negara konsumen dalam menerima kiriman ikan, telah membuat produsen atau nelayan harus berjuang dengan lebih keras.

"Para nelayan harus mampu menghasilkan ikan yang lebih bermutu seperti yang konsumen asing persyaratkan. Bila tidak, kiriman ikan akan ditolak," ucapnya.

Sementara dalam semiloka yang diprakarsai Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) itu, terungkap bahwa para konsumen ikan di sejumlah negara sasaran ekspor, kini dengan lebih tegas menolak kiriman hasil perikanan Indonesia yang terbukti mengandung antibiotik.

Tidak saja kandungan antibiotik, konsumen terutama di Eropa dan Jepang juga tidak bersedia menerima produksi aneka hasil laut lainnya yang mengandung unsur logam berat.

Dirjen mengakui bahwa produksi perikanan Indonesia yang tidak sesuai dengan standar mutu yang diminta konsumen asing, tidak akan pernah bisa masuk ke luar negeri.

"Mereka sangat rewel soal standarisasi mutu tersebut, yang poinnya tidak hanya masalah kandungan antibiotik dan logam berat, tetapi juga macam-macam," ucapnya.

Terkait itu, lanjut Dirjen, jajaran DKP telah melakukan berbagai upaya untuk dapat memenuhi permintaan konsumen akan standarisasi produk perikanan Indonesia.

"Pendeknya yang bisa kita lakukan, tentu akan kita penuhi, sementara yang belum, perlu dilakukan pembicaraan lebih lanjut dengan negara-negara konsumen," ucapnya.

Upaya peningkatan kualitas produksi perikanan Indonesia ke arah pencapaian standar yang diminta konsumen, antara lain telah dilakukan melalui beberapa langkah, terutama untuk produksi perikanan budidaya.

Budidaya ikan dan udang dalam tambak, misalnya, kini telah dilakukan upaya filterisasi baku air yang masuk ke dalam areal tambak tersebut.

Melalui filterisasi tersebut senantiasa dapat disaring beberapa unsur kimia dan kotoran lainnya yang tidak bermanfaat baik bagi kesehatan udang maupun standardisasi mutu yang ditetapkan, katanya.

Semiloka sehari tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari jajaran instansi pemerintah dan pihak swasta yang bergerak di bidang penangkapan ikan dari berbagai daerah di Indonesia. (*/lin)

http://www.kapanlagi.com/h/0000231255.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts