Minggu, 02 Agustus 2009 pukul 17:22:00
CIANJUR—Puluhan warga dari dua desa di Kecamatan Pasir Kuda, Kabupaten Cianjur terserang penyakit muntaber sejak Sabtu (1/8) malam. Bahkan satu orang warga, Sukinah (52 tahun) warga Kampung Rawalawe, Desa Girijaya, Kecamatan Pasir Kuda diduga meninggal akibat penyakit tersebut.
Dari data yang dihimpun menyebutkan sebanyak 58 orang warga terkena muntaber dengan ciri-ciri mengalami muntah-muntah dan mengakibatkan gejala dehidrasi atau kekurangan cairan. Mereka rata-rata tersebar dari dua desa yang berbeda yaitu Girijaya dan Girimukti.
Satu orang warga Girijaya yang jadi korban pertama, Sakinah meninggal dunia pada Ahad (2/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya Sakinah sempat mendapatkan perawatan intensif dari dokter namun akhirnya meninggal dunia karena mengalami dehidrasi.
Sementara itu, puluhan warga lainnya yang terserang muntaber saat ini dirawat di Balai Desa Girijaya dengan sarana kesehatan seadanya. Sedangkan warga lainnya masih berung mendapatkan perawatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Girijaya, Kecamatan Pasir Kuda dan Rumah Sakit (RS) Pagelaran, Kabupaten Cianjur.
Kepala Desa (Kades) Girijaya, Adang Ruswandi kepada wartawan menjelaskan kejadian tersebut menyerang warganya dalam waktu yang hampir bersamaan pada hari Sabtu (1/8) lalu tepatnya sekitar pukul 18.30 WIB. Bahkan lanjut dia warga yang terserang penyakit tersebut ternyata tidak hanya dari desanya saja melainkan dari desa sebelahnya.
Adang mengungkapkan berdasarkan data terakhir yang dihimpunnya jumlah warga yang terserang muntaber mencapai 58 orang. Rinciannya jelas dia sebanyak 51 orang berasal dari Desa Girijaya sedang sisanya sebanyak tujuh orang berasal dari Desa Girimukti.
’Hingga kini kami belum bisa memastikan penyebab penyakit tersebut karena masih menunggu petugas medis,’’tandas Adang. Namun sambung dia dari analisis sementara pihaknya menilai ada sejumlah faktor penyebab penyebaran wabah muntaber di wilayahnya tersebut.
Diantaranya kata Adang adalah bisa berasal dari air sungai yang biasa dipakai sehari-hari oleh warga dua desa. Pasalnya aliran air sungai yang seringkali dipakai warga lanjut dia seperti Sungai Cigombong, Cimampar dan Cibingbin diduga menjadi perantara penyebaran wabah muntaber.
Selain itu lanjut Adang penyebaran penyakit tersebut bisa terjadi akibat faktor perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. ’’Mungkin juga penyebaran penyakit berasal dari tanaman sayuran milik warga desa yang biasa dimakan sehari-hari,’’ujar dia.
Namun tegas Adang pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis terkait penyebab wabah muntaber tersebut. Saat ini kata dia pihak desa memprioritaskan penanganan terhadap para korban muntaber yang dirawat di sejumlah tempat.
Adang menduga warga yang terkena muntaber di desanya akan makin bertambah banyak. Fenomena tersebut sambung dia harus bisa diantisipasi supaya tidak ada korban jiwa berikutnya.
Para warga jelas Adang ada yang dirawat di Pustu Girijaya dan RS Pagelaran. ’’Warga lainnya untuk sementara waktu ditampung dan dirawat di Pustu Girijaya dan Balai Desa Girijaya,’’cetus dia.
Warga yang dilarikan ke RS Pagelaran jumlahnya kini mencapai 15 orang. Untuk melakukan rujukan pihaknya menemui kendala terbatasanya sarana mobil ambulance dan tim medis yang merawat warga.
Padahal ungkap Adang keberadaan mobil ambulance tersebut sangat penting untuk membawa para warga yang terkena muntaber. Saat ini mobil ambulans yang membawa para warga hanya sebanyak satu unit.
Selain terkendala mobil ambulance Adang menambahkan penanganan para warga juga terkendala oleh terbatasanya jumlah dokter yang merawat pasien. Ia berharap permasalahan tersebut dapat segera diatasi sehingga warga bisa dirawat dengan baik.
Sementara itu Pemkab Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur belum memberikan keterangan terkait peristiwa yang menggemparkan warga dua desa di Kecamatan Pasir Kuda, Kabupaten Cianjur tersebut. rig/pur
http://www.republika.co.id/berita/66427/Puluhan_Warga_Cianjur_Terserang_Muntaber_Satu_Tewas

Post a Comment