Jumat, 09 Oktober 2009 17:54 WIB
Penulis : Marlan Rainhard Silaen
PANDEGLANG-–MI: Kabupaten Pandeglang kehabisan sejumlah jenis obat bagi penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kondisi itu sudah disampaikan ke Departemen Kesehatan di Jakarta sejak beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ditanggapi. Ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Iskandar, kepada Media Indonesia, Jumat (9/10).
Bukan menipis, imbuhnya, tapi habis. Sedangkan permintaan obat dari pihaknya kepada Departemen Kesehatan hingga kini belum dipenuhi. "Stok obat yang habis di antaranya obat diare, ISPA atau gangguan pernapasan, dan berbagai jenis cairan infus. Kondisi ini berbahaya. Sebab, jika wabah diare terulang seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, maka kami pasti kelimpungan karena korban bisa lambat tertangani," ujar Iskandar.
Kabupaten Pandeglang dikenal rawan terhadap wabah diare. Beberapa waktu lalu, wabah diare di wilayah ini sempat menewaskan empat orang dan mengakibatkan banyak warga lainnya dirawat. Menurutnya, kondisi itu lah yang membuat persedian obat di instansinya habis.
Selain menunggu datangnya kiriman obat, pihaknya terpaksa membeli obat dari pihak swasta dengan menggunakan dana bencana alam dari anggaran tidak terduga APBD tahun ini. "Jumlahnya sangat terbatas. Semoga tak ada lagi wabah atau kejadian luar biasa terjadi hingga akhir tahun ini. Jika tidak, maka saat musibah itu terjadi, kami takkan bisa berbuat banyak," keluh Iskandar. (RM/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/10/99383/123/101/Kabupaten-Pandeglang-Kehabisan-Obat-Diare

Post a Comment