Oktober 9, 2009 - 19:14
BOGOR (Pos Kota) - Pemohon KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jumat pagi diwarnai kericuhan.
Ratusan pemohon yang antre berjam-jam berdesakan dan saling dorong di depan loket. Para petugas kewalahan melayani ratusan pemohon. Apalagi, Disdukcapil hanya membuka satu loket.
Warga kesal dan memaki-maki pemerintah akibat sistem layanan kependudukan yang berbelit-belit dan lama. “Kalau begini caranya, lebih baik tidak urus KTP,” kata pemohon KTP Rita Azhar.
Sementara warga lainnya yang terdorong nyaris baku hantam, tapi berhasil diredam pemohon lainnya. “Pemerintahnya yang goblok atau rakyatnya. Bikin KTP saja sampai mau adu jotos,” kata Usup penohon lainnya.
Kondisi ini mendapat perhatian Komisi A DPRD Kota Bogor. “Pembuatan KTP di Disdukcapil merupakan amanat UU. Jadi, tidak bisa dihindari, tapi sistem pelayanannya diperbaiki,” ujar Wakil Ketua Komisi A Ani Sumarni. Dia berharap pemerintah harus mencarikan solusi terbaik agar layanan pembuatan KTP tidak berdesak-desakan dan tidak lama.
Dia menawarkan solusi mengatasi persoalan ini dengan memindahkan Kantor Disdukcapil ke eks rumah potong hewan (RPH) di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanahsareal.
Kantor Disdukcapil saat ini tidak representatif untuk melayani ratusan pemohon. Selain kecil, tempat parkir juga sempit, SDM kurang dan anggaran belum memadai. “Disdukcapil melaksanakan beban dinas, tapi anggarannya masih kategori kantor,” terangnya. (iwan/dms)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/10/09/ricuh-urus-ktp-di-kota-bogor

Post a Comment