Senin, 26 Oktober 2009 | 13:26 WIB
Berisiko Infeksi Saluran Kemih dan Batu Ginjal
Tidak sedikit orang yang menganggap remeh minum air. Malahan ada yang mengaku sengaja mengurangi minum air dengan alasan takut gemuk, atau sekadar menghindari bolak-balik ke toilet. Yang lebih parah, banyak orang tidak menyadari telah mengalami kekurangan cairan tubuh alias dehidrasi.
Saya pernah tiba-tiba berkunang-kunang dan jatuh pingsan di tengah meliput satu acara. Saya sampai dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Tenaga medis yang menangani memberi tahu bahwa saya mengalami dehidrasi, parah banget," tutur Rila (25), seorang wartawati majalah wanita.
Menurut Rila, hampir sepanjang siang hari itu dirinya memang kurang mengonsumsi air minum. Kesibukan dan suasana lingkungan kerja dengan ruangan berpendingin udara membuatnya tak terlalu merasakan haus, karena tidak ada keringat yang keluar. Padahal yang terjadi sebenarnya, tubuh tetap mengeluarkan cairan melalui proses penyesuaian suhu tubuh dan kemih.
"Itu pengalaman yang membuat saya sadar pentingnya minum air dalam jumlah cukup. Bayangkan, kalau saya pingsan saat sedang di jalan bagaimana?" ujarnya.
Apa yang dialami Rila bisa saja terjadi pada siapa saja, walaupun dalam skala yang bervariasi. Coba saja periksa, pernahkah Anda merasakan haus, mulut dan tenggorokan kering saat sedang melakukan kegiatan di tempat terbuka? Nah, itu sebenarnya gejala tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi ringan.
Prof Dr Ir Hardinsyah, ahli gizi dan pangan dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan bahwa dehidrasi terjadi akibat tidak seimbangnya antara cairan tubuh yang keluar dan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa penyebabnya antara lain kurang minum, keringat berlebihan, pengaruh suhu atau iklim, terjadinya perdarahan, dan gangguan penyakit.
"Namun bisa juga terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang air minum, tidak adanya akses terhadap air minum, serta lingkungan fisik dan sosial yang tidak mendukung," ujar Hardinsyah saat memberikan penjelasan pers tentang Efek Dehidrasi terhadap Kesehatan, Kamis (22/10).
Dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja. Remaja, orang dewasa, dan terlebih anak-anak serta orang berusia lanjut merupakan kelompok paling rentan. Kekurangan air juga bisa terjadi di mana saja, di lingkungan bersuhu panas maupun bersuhu dingin, sepanjang asupan dan pengeluaran air seseorang tidak seimbang.
Berbahaya
Banyak yang bertanya-tanya: berbahayakah dehidrasi? Jawabannya, ya. Dehidrasi skala ringan dengan penurunan sekitar 1-2 persen dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh, rasa lelah, dan peningkatan suhu tubuh. Dehidrasi skala sedang, penurunan air tubuh 7 persen, dapat menyebabkan halusinasi dan hilangnya kesadaran, sedangkan dehidrasi berat dengan penurunan 10 persen air tubuh dapat menyebabkan kematian.
"Itu terjadi akibat gagalnya seluruh fungsi organ tubuh, karena darah menjadi terlalu kental sehingga asupan nutrisi ke seluruh tubuh terganggu, termasuk ke jantung dan otak," ujar Hardinsyah.
Penelitian juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kemampuan kognitif dan kandungan cairan tubuhnya, seperti yang ditemukan Harris R Lieberman, PhD tahun 2007, mengenai pengaruh hidrasi dan kognisi. Dan, itu bisa terjadi hanya karena kekurangan cairan 1 persen saja.
Dehidrasi juga berdampak pada performa kerja seseorang, seperti diungkap dalam penelitian Robert W Kenefick, tahun 2007. Kekurangan air tubuh terbukti memengaruhi produktivitas, keamanan, dan moralitas kerja seseorang. Itu sebabnya pemerintah Kanada merekomendasikan perusahaan untuk menyediakan air minum secara berkala (250 mililiter atau sekitar 2 gelas setiap 20 menit) bagi pekerja yang berada di tengah udara terbuka (hangat).
Dampak dehidrasi tak hanya muncul dalam jangka pendek namun juga jangka panjang. Dr Parlindungan Siregar, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi dari Departemen Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo mengungkapkan, tubuh yang selalu mengalami dehidrasi berisiko mengalami infeksi saluran kemih, dan batu ginjal.
"Meski belum diketahui secara pasti penyebab batu ginjal, namun kemungkinannya adalah urine yang terlalu pekat dan zat-zat yang ada dalam urine membentuk kristal batu," katanya.
Kebiasaan mengonsumsi tablet yang mengandung kalsium dosis tinggi juga dianggap sebagai penyebab munculnya batu ginjal, selain konsumsi jus apel dan jus anggur. Adapun infeksi saluran kemih biasanya terjadi akibat malas berkemih yang banyak dialami kaum perempuan.
"Jalan keluarnya supaya tidak terkena infeksi saluran kemih dan batu ginjal, ya minum air yang cukup dan jangan malas kencing," ujar Parlindungan.
Penanganan dini terhadap gangguan saluran kemih dan ginjal sangat penting untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi ginjal. Pada saat itu, Anda akan selalu dilanda haus, karena asupan air ke tubuh justru sangat dibatasi.
Gejala
Nah, tentu saja Anda jangan menunggu sampai kondisi kesehatan menjadi begitu buruk baru mengubah kebiasaan. Untuk itu, alangkah baiknya jika mengenali gejala munculnya dehidrasi sejak awal. "Mudah mengenali kondisi tubuh yang mempunyai hidrasi baik, yaitu jika air seninya cukup banyak, lancar, dan berwarna kuning jernih seperti air lemon," ujar Parlindungan.
Warna air seni itu menunjukkan tingkat kepekatan cairan tubuh serta kadar mineral yang larut. Pada kondisi dehidrasi, air seni seseorang biasanya berwarna keruh, kuning kecokelatan, dan jumlahnya hanya sedikit.
Sebenarnya rasa haus sudah menjadi gejala paling awal bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi ringan. Sudah terlambat jika kita hanya minum saat terasa haus. Seharusnya, minum sebelum haus.
Sakit kepala, dan suhu tubuh yang meningkat juga merupakan gejala dehidrasi ringan, ketika tubuh kekurangan sekitar 1-2 persen dari total berat tubuhnya. Pada tingkat dehidrasi sedang, Anda akan mulai mengalami pening, tubuh terasa lemah, dan denyut nadi menjadi lebih cepat akibat jantung bekerja lebih berat.
Langkah terbaik tentu saja tidak harus menunggu munculnya gejala dehidrasi untuk minum air. Biasakanlah minum secara berkala, segelas air setiap satu jam, atau setiap setengah jam jika berada di udara panas. Dan, yang juga penting jangan sering menahan kemih. (Ika Chandra V)
http://www.wartakota.co.id/read/seksnseksi/15027

Post a Comment