Sabtu, 26-12-09 | 18:23
WATANSOPPENG -- Pil keluarga berencana (KB) gratis banyak diperjualbelikan di pasar tradisional Kabupaten Soppeng. Padahal alat kontrasepsi itu seharusnya dibagi gratis ke peserta KB.
Kasi Penyuluhan dan Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perinsdustrian dan Pedagangan (Koperidag) Soppeng, Hj Nurwasi di kantornya, Kamis 24 Desember mengatakan, alat kontrasepsi KB yang diperjualbelikan itu ditemukan tim terpadu pengawasan barang dalam razianya di pasar tradisional, toko dan kios.
Menurut dia, pil KB gratis yang berhasil diamankan tim perpadu sebanyak 300 papan atau tiga dos.
"Pil KB itu langsung kita sita dari penjualnya agar tidak dapat lagi diperjualbelikan ke warga. Ini juga bertujuan memberikan efek jera pada para penjual. Selanjutnya pil tersebut dimusnahkan," kata Nurwasi.
Pengakuan penjualnya kata Nurwasi, pil yang diperjualbelikan diperoleh dari seorang pedagang dari luar Soppeng. Oknum pedagang itu menyuplai menggunakan mobil kampas. Selain mengamankan pil KB gratis, tim terpadu juga berhasil menemukan barang kedaluwarsa, seperti pasta campuran kue, buah kaleng, susu kaleng, dan barang kosmetik serta obat berlabel merah yang seharusnya tidak bisa dijual bebas di pasaran.
"Barang kedaluwarsa itu kita juga langsung sita. Namun andaikan masih ada barang kedaluwarsa tidak sempat kami pantau (temukan), kita minta pedagang melaporkan (mengembalikan) atau tidak menjualnya lagi," harap Nurwasi. (asr)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=77107

Post a Comment