Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

3.700 Jiwa Terisolasi

2010-01-23

Longsor di Mojokerto

Sejumlah rumah di Dusun Wonoaji tampak berada di bawah lokasi tebing longsor di kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Setieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (22/1). Pemerintah setempat berencana merelokasi warga dari dusun tersebut ke tempat permukiman yang lebih aman.

[MOJOKERTO] Sekitar 500 keluarga yang terdiri dari 3.700 jiwa di Dusun Balekambang, Desa Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih terisolasi karena tanah longsor, hingga Sabtu (23/1) pagi. Kabel listrik milik PLN di desa tersebut, putus. Ini disebabkan akses keluar masuk dusun satu-satunya itu belum dapat dilalui kendaraan, kecuali dengan berjalan kaki.

"Kami masih mengupayakan peralatan untuk membongkar longsoran tebing dengan menggunakan peralatan berat. Mudah-mudahan kami bekerja lembur dan dapat membuka isolasi," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Mojokerto, Mustain yang dikonfirmasi SP, di Mojokerto, Sabtu (23/1) pagi.

Sebagaimana terjadi, akses jalan satu-satunya keluar masuk dari dan ke Dusun Balekambang lewat Dusun Biting, keduanya masuk wilayah Desa Jolotundo tersebut tertutup longsoran tebing di lereng Gunung Penanggungan. Longsor itu menutup ruas jalan sepanjang 25 meter, Selasa (19/1) malam. Ketinggian longsoran yang mencapai enam meter sulit disingkirkan karena bercampur bebatuan besar.

"Sebenarnya, mulai Kamis (21/1) sebagian tanah sudah berhasil disingkirkan. Namun, karena hujan terus mengguyur, petugas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Mojokerto menghentikan pembersihan, khawatir terjadi longsoran susulan yang jauh lebih besar," katanya.

Dikatakan, perbaikan kabel listrik PLN belum dapat dilakukan karena akses jalan untuk membawa kabel dan tiang pengganti yang roboh belum dapat masuk ke dusun tersebut.

Sementara itu, satu-satunya akses jalan raya utama Lumajang-Probolinggo-Jember pergi-pulang (pp), terputus, akibat Jembatan Grobogan di Desa Grobongan, Kecamatan Kedungjajang, rusak berat, Jumat (22/1) malam. Selain bagian aspal jalan retak-retak, besi konstruksi menyembul ke permukaan, dan tiang pancang kaki jembatan ambles. Semua kendaraan mobil harus melalui jalur alternatif, Probolinggo-Klalah-Randuagung-Jatiroto-Lumajang atau Jatiroto-Sumberbaru-Tanggul-Jember.

"Semua kendaraan roda empat dilarang lewat, karena membahayakan keselamatan jiwa. Yang boleh, hanya kendaraan roda dua. Itu pun harus ekstra hati-hati," ujar Kepala Satuan lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Lumajang AKP Yuliat.

Sejak sabtu tadi, Yuliat mengawasi anggotanya mengatur arus lalu lintas di Jembatan Grobongan yang padat kendaraan, karena baik dari Probolinggo maupun Lumajang harus berputar balik melalui jalur alternatif.


Jalur Sempit

Kendaraan dari Probolinggo yang menuju Lumajang dan Jember harus melalui jalur alternatif simpang tiga di Kecamatan Klakah ke arah timur. Dari Jember, bisa lewat jalur Kecamatan Tanggul dan Jatiroto, baru kemudian belok kiri ke Randuagung. Namun, jalur altenatif tersebut relatif sempit dan banyak yang rusak, sehingga harus berhati-hati, katanya.

Petugas Pekerjaan Umum (PU) dari Pemkab Lumajang didampingi staf dari PU Provinsi Jatim sedang melakukan penelitian. Disimpulkan, kondisi jembatan yang cukup parah berada di bagian utara, karena sambungan jembatan bergeser 25 sentimeter (cm) ke arah timur. Badan jembatan ambles sedalam 30 cm akibat dasar sungai tergerus banjir.

"Kalau jembatan utama jalan raya Provinsi Jatim ini tidak segera diperbaiki, kita khawatirkan kondisi perekonomian di Lumajang, Probolinggo, dan Jember bisa terganggu. Ini memang satu-satunya jalan raya utama urat nadi perekonomian Jatim bagian tenggara," katanya.

Gelombang besar membuat perahu layar motor (PLM) tidak bisa masuk dari pulau Jawa ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi ini mempengaruhi harga sembilan bahan pokok (sembako) melambung tinggi.

Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Sopian Hadi mengatakan, pihaknya, Jumat (22/1) melakukan inspeksi mendadak di pusat perbelanjaan Mentaya dan pasar ikan Mentaya. Dalam dialog dengan para pedagang, kenaikan harga sembako akibat modal mereka beli juga tinggi. [070/136/WMO/ 080/106/152/149/148/155/120/142/146/151/141]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13249
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts