Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Jelang Februari, Waspada Puncak Demam Berdarah

Selasa, 26 Januari 2010, 15:30 WIB

Anjuran 3M untuk cegah penyebaran demam berdarah yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur

MALANG--Menjelang bulan Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang meminta warga mewaspadai ancaman datangnya wabah penyakit Demam Berdarah (DB). Pasalnya, selain curah hujan yang cukup tinggi, setiap tahun hampir dipastikan jumlah penderita DB meningkat tajam pada bulan tersebut.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursidah, mengakui bulan Februari adalah momok menakutkan bagi wabah penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aides Aigypti ini. "Ini karena setiap Februari selalu ada kenaikan jumlah penderita. Untuk mengantisipasi hal itu, kami menghimbau agar masyarakat lebih waspada," ujarnya, mengingatkan.

Menurut Mursidah, kenaikan wabah DB biasanya terjadi pada Bulan September sampai Maret. Puncak ledakannya, dipastikan akan terjadi selama Februari. Ini karena pada bulan Januari-Februari curah hujan yang tinggi, membuat endemik dari nyamuk tersebut berkembang biak lebih banyak lagi.

Dikatakan dia, jumlah penderita DB pada bulan Februari selalu ada lonjakan. Hal itu secara simultan sudah dipantau Dinkes sejak tiga tahun lalu. Pada Januari tahun ini, jumlah penderita DB sudah seratus lebih yang dirawat di Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen. "Jumlah penderita itu, akan bertambah banyak saat memasuki awal bulan Februari nanti," katanya.

Dari total penderita DB di Kabupaten Malang, tercatat berjumlah 1073 untuk tahun 2009 lalu. Lonjakan signifikan terjadi pada bulan Februari yang menembus angka 109 penderita. Dari angka 1073 itu, 17 penderita DB meninggal dunia. "Tahun 2008 lalu jumlah penderita DB hanya 700 orang. Kami memprediksi akan terjadi peningkatan kasus DB pada tahun ini," tuturnya.

Cegah dengan 3M

Guna mengatasi ancaman wabah DB ini, Mursidah mengaku sudah menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk di rumah warga dengan mengintensifkan program 3 M. yakni, membersihkan, menguras dan mengubur barang-barang yang bisa menampung endapan air dari jentik nyamuk," papar Mursidah.

Sebab, kata dia, tanpa kesadaran yang tinggi dari masyarakat, mustahil wabah DB bisa dicegah. "Nyamuk aides aegypti itu tak bisa hanya disemprot menggunakan fogging atau pengasapan. Percuma saja. Karena yang mati cuma induknya. Sedang jentiknya, tak akan mempan disemprot," paparnya.

Menurut mantan kepala pengawasan makanan dan obat-obatan dinkes tersebut, melaksanakan 3 M adalah jalan terbaik untuk menangkal wabah DB. Terlebih, jentik-jentik nyamuk mematikan itu, tak bisa dibunuh hanya menggunakan fogging saja. Tapi harus dilakukan pembersihan langsung kepada sarang-sarang nyamuk dengan cara membersihkan, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa dijadikan sarang nyamuk tersebut.

"DB bisa dilawan dengan rutin membersihkan, menguras dan mengubur barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi. Dengan rutin melakukan pembersihan itu, dijamin wabah gigitan nyamuk bisa dikurangi," terangnya.

Red: ririn
Reporter: ghufron

http://www.republika.co.id/berita/102350/jelang_februari_waspada_puncak_demam_berdarah
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts