Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Mengenal Baik Buruknya Keju

Labels: ,
Sabtu, 23 Januari 2010 | 13:19 WIB

KOMPAS.com — Keju merupakan asupan yang sangat kaya akan kandungan kalsium, fosfor, zink, vitamin A, riboflavin, dan vitamin B12. Oleh sebab itu, tidak heran kalau makanan yang awalnya diproduksi oleh bangsa Mesir itu kini dijadikan menu sarapan favorit di berbagai negara di dunia.

Sebut saja keju cheddar. Ternyata, satu porsi atau sekitar 30 gr keju cheddar saja sudah mengandung 200 gr kalsium atau setara dengan kandungan kalsium yang terdapat pada susu murni berukuran sedang.

Rasakan pula manfaat lain dari si kuning dengan mengonsumsi keju jenis blue cheese yang sudah dipercaya mampu mengurangi risko terjadinya kerapuhan pada gigi kita. Para peneliti dari British Cheese Board juga menyampaikan kandungan tryptophan dalam keju mampu membantu meredakan stres dan membuat kita dapat tidur lebih nyenyak.

Meskipun keju memiliki banyak khasiat bagi kesehatan kita, tapi bagi sebagian kelompok orang tertentu, keju dan beberapa produk olasan susu lainnya bisa berubah menjadi menu yang harus "diharamkan". Misalnya, kandungan kasein dalam keju dapat memperburuk kondisi para penderita autis. Sedangkan laktosa pada keju "muda" atau keju cheedar berbahaya bagi penderita intolerasi laktosa.

Tingkat kewaspadaan juga harus ditingkatkan pada raw cheese atau keju yang diproses secara minimal. Mengapa? Keju jenis ini mengandung bakteri yang mampu meningkatkan risiko terjadinya berbagai infeksi, seperti listeriosis dengan gejala mual dan kram perut.

"Perhatian khusus" itu bukan berarti kita harus berhenti menjadi pencinta keju. Yang perlu dilakukan adalah membiasakan diri memilih keju yang terbuat dari susu kambing atau biri-biri. Karena keju jenis ini mengandung conjugated linoleic acid (CLA) yang akan membantu kita mengurangi peradangan dan penumpukan plak pada pembuluh darah.

Hindari mengonsumsi keju yang rasanya terlalu asin agar jantung dan tekanan darah kita tetap terjaga. Selain itu, kita juga bisa memilih keju rendah lemak yang kini sudah banyak dijual di swalayan. (Prevention/Lily Turangan/Astrid Anastasia)

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/23/13190065/Mengenal.Baik.Buruknya.Keju
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts