Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Bijak dan Aman dengan Pemanis Buatan

Labels: ,
Senin, 01 Februari 2010 14:30 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

PENGGUNAAN pemanis buatan dalam diet sehari-hari terus meningkat. Hal ini untuk menekan efek penambahan berat badan akibat tumpukan kalori dari gula biasa.

Dengan adanya gula pengganti atau pemanis rendah kalori ini, Anda bisa menikmati makanan manis favorit tanpa menimbun terlalu banyak kalori. Tapi, apakah pemanis ini sepenuhnya aman? Berikut uraiannya untuk Anda.

Apa itu pemanis buatan? Pemanis buatan merupakan zat kimia atau komponen alami yang menawarkan rasa manis gula dengan jumlah kalori yang lebih sedikit. Pemanis ini jauh lebih manis dibandingkan gula. Karena itu, jumlah yang diperlukan juga lebih sedikit. Produk-produk yang dibuat dengan pemanis buatan mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan produk yang dibuat dengan gula. Karena itu, pemanis buatan seringkali digunakan sebagai bagian dari diet untuk menurunkan atau mengontrol berat badan.

Pengidap diabetes juga bisa menggunakan jenis pemanis ini karena bisa memaniskan makanan tanpa menaikkan kadar gula darah. Tapi, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi makanan sesuka hati. Beberapa produk yang mengandung pemanis buatan, seperti yogurt bebas gula, masih bisa mempengaruhi kadar gula karena kandungan karbohidrat dan protein di dalamnya.

Beberapa makanan dengan label 'bebas gula', kemungkinan mengandung pemanis (seperti sorbitol dan mannitol) yang mengandung kalori dan bisa mempengaruhi kadar gula darah. Beberapa produk bebas gula juga kemungkinan mengandung tepung, yang juga bisa meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, makanan yang mengandung pemanis buatan kemungkinan mengandung kalori yang bisa melemahkan kemampuan Anda menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah.

Pilihan pemanis

Berikut beberapa pemanis buatan yang telah diterima oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika (Food and Drug Administration/FDA). FDA juga telah membuat batas asupan harian (acceptable daily intake/ADI) untuk masing-masing pemanis. Batas yang dibuat merupakan jumlah asupan maksimum yang dinyatakan masih aman.

Aspartame
ADI: 50 miligram (mg) per kilogram berat badan. Jenis pemanis tidak aman digunakan untuk masakan.

Saccharin
ADI: 5 mg per kilogram berat badan. Jenis pemanis ini bisa digunakan untuk masakan.

Acesulfame K
ADI: 15 mg per kilogram berat badan. Aman digunakan untuk masakan.

Sucralose
ADI: 5 mg per kilogram berat badan. Aman digunakan untuk masakan.

Amankah? Pemanis buatan seringkali dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker. Akan tetapi, menurut National Cancer Institute, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pemanis buatan yang telah diterima ini bisa menyebabkan kanker. Sejumlah studi juga menyatakan bahwa pemanis buatan aman untuk populasi umum.

Akan tetapi, penggunaan Aspartame sebaiknya lebih diperhatikan. Pemanis satu ini tidak aman bagi mereka yang memiliki penyakit genetik phenylketonuria (PKU).

Kalori kosong

Menghilangkan gula dari kue dan cokelat bukan jaminan bahwa makanan tersebut rendah kalori dan lemak. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, jumlah asupan kalorinya tetap akan melebihi asupan yang Anda perlukan. Selain itu, kemungkinan Anda tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Berbeda dengan buah-buahan, sayuran dan whole grain, beberapa bahan makanan dan minuman seperti minuman ringan, permen atau makanan penutup yang bebas gula biasanya hanya mengandung sedikit nutrisi. (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/02/01/2075/3/Bijak-dan-Aman-dengan-Pemanis-Buatan
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts