Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

DBD Meningkat, KGC Gagal

Senin, 1 Februari 2010 | 12:26 WITA

KUPANG, POS KUPANG, Com -- Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang mengindikasikan program Kupang green and clean (KGC) belum berhasil.

"Kasus DBD terus meningkat. Kalau seperti ini maka menurut saya, KGC itu hanya seremoni saja. Saya merasa ironi sekali karena di depan mata kita kasus DBD semakin meningkat, sementara pemerintah dan dinkes mengatakan sudah optimal upaya mengatasi DBD," kritik anggota DPRD Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, saat ditemui, Sabtu (30/1/2010).

Menurut Lilijawa, jika KGC semakin gencar maka kasus atau penyakit yang berhubungan dengan lingkungan misalnya DBD dan malaria itu juga berkurang.

"Harusnya, ada korelasi terbalik antara KGC dan DBD. Bukannya KGC makin gencar, DBD juga makin meningkat. Ini namanya korelasi garis lurus," katanya.

Sekretaris Komisi B ini mengatakan, harus ada indikator yang jelas sehingga KGC disebut berhasil. Dia mencontohkan, lomba gapura. "Apa relevansinya untuk masyarakat," tanyanya.

Seharusnya, pemerintah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dari dalam bukan kesadaran yang dibangun karena ada kegiatan KGC.
Caranya, pemerintah melakukan sosialisasi lebih gencar lagi dengan melibatkan semua RT dan RW.

"Bukan hanya datang ke kelurahan satu dua jam lalu pulang karena pemahaman orang di kota ini masih berbeda-beda, apalagi kelurahan yang di pinggiran," katanya.

Lilijawa mengatakan, intervensi itu bukan hanya ekternal tetapi yang paling penting adalah membangun kesadaran. Tidak sekedar bagi-bagi kelambu dan abate.
Lebih lanjut, Lilijawa mengatakan, dia bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Dominggus Sarambu dan dijelaskan bahwa angka kematian anak pada tahun 2009 sebanyak 110 kasus.

"Angka kematian ini sangat tinggi. Tetapi dari pemerintah mengatakan bahwa yang masih kurang adalah kesadaran masyarakat. Kalau seperti itu, maka seharusnya kader posyandu itu lebih diberdayakan. Beri pengetahuan dan pemahaman yang lebih lagi sehingga mereka bisa meyakinkan masyarakat lebih baik, bukan hanya diberi tugas untuk membagi kelambu dan abate saja," katanya. (ira)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/42673/dbd-meningkat-kgc-gagal
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts