Showing posts with label Family Planning. Show all posts
Untung Rugi Vasektomi untuk Pria
10:49:00 AM
Jumat, 29/01/2010 14:30 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Lelaki yang melakukan vasektomi secara permanen tidak bisa menghamili perempuan sehingga kerap dicurigai mudah berselingkuh.
Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar. Operasi ini biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma.
Namun karena operasi kontrasepsi ini bersifat permanen, maka pria yang ingin melakukannya harus sudah benar-benar yakin tidak ingin memiliki anak lagi dan tidak akan berubah pikiran.
Pria yang sudah melakukan vasektomi masih terus memproduksi sel benih yang diproduksi buah zakar. Hanya saja karena salurannya diputus tidak bisa keluar bersama ejakulasi. Sel-sel benih itu akan diserap lagi oleh tubuh dan tidak membahayakan kesehatan. Vasektomi juga tidak mempengaruhi hormon testosteron.
Seperti dikutip dari Contraception, Jumat (29/1/2010), ada beberapa keuntungan dan kerugian dari kontrasepsi vasektomi yaitu:
Keuntungan
1. Vasektomi adalah operasi kecil yang aman, sangat efektif dan bersifat permanen.
2. Baik dilakukan pada laki-laki yang memang sudah tidak ingin memiliki anak.
3. Vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan sterilisasi tuba.
4. Pria memiliki kesempatan untuk gantian KB dengan istrinya.
5. Tidak mempengaruhi kemampuan seorang pria dalam menikmati hubungan seksual.
Kerugian
1. Beberapa laki-laki takut vasektomi ini akan mempengaruhi kemampuannya berhubungan intim atau menyebabkan gangguan ereksi.
2. Ada sedikit rasa sakit dan ketidaknyaman beberapa hari setelah operasi, rasa sakit ini biasanya bisa hilang dengan konsumsi obat ringan.
3. Seringkali harus melakukan kompres dengan es selama 4 jam untuk mengurangi pembengkakan, pendarahan dan rasa tak nyaman serta harus memakai celana yang dapat mendukung skrotum selama 2 hari.
4. Operasi tidak efektif dengan segera. Pasien diharuskan memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi.
5. Vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi seksual menular termasuk HIV.
6. Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika laki-laki masih berusia di bawah 25 tahun, terjadi perceraian atau ada anaknya yang meninggal.
7. Dibutuhkan waktu 1-3 tahun untuk benar-benar memastikan apakah vasektomi bisa bekerja efektif 100 persen atau tidak.
Saat ini pria yang ingin membuka vasektomi bisa dilakukan yakni dengan cara menyambung kembali saluran spermanya, namun peluang keberhasilannya kecil.(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/29/143003/1289053/764/untung-rugi-vasektomi-untuk-pria
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Lelaki yang melakukan vasektomi secara permanen tidak bisa menghamili perempuan sehingga kerap dicurigai mudah berselingkuh.
Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar. Operasi ini biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma.
Namun karena operasi kontrasepsi ini bersifat permanen, maka pria yang ingin melakukannya harus sudah benar-benar yakin tidak ingin memiliki anak lagi dan tidak akan berubah pikiran.
Pria yang sudah melakukan vasektomi masih terus memproduksi sel benih yang diproduksi buah zakar. Hanya saja karena salurannya diputus tidak bisa keluar bersama ejakulasi. Sel-sel benih itu akan diserap lagi oleh tubuh dan tidak membahayakan kesehatan. Vasektomi juga tidak mempengaruhi hormon testosteron.
Seperti dikutip dari Contraception, Jumat (29/1/2010), ada beberapa keuntungan dan kerugian dari kontrasepsi vasektomi yaitu:
Keuntungan
1. Vasektomi adalah operasi kecil yang aman, sangat efektif dan bersifat permanen.
2. Baik dilakukan pada laki-laki yang memang sudah tidak ingin memiliki anak.
3. Vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan sterilisasi tuba.
4. Pria memiliki kesempatan untuk gantian KB dengan istrinya.
5. Tidak mempengaruhi kemampuan seorang pria dalam menikmati hubungan seksual.
Kerugian
1. Beberapa laki-laki takut vasektomi ini akan mempengaruhi kemampuannya berhubungan intim atau menyebabkan gangguan ereksi.
2. Ada sedikit rasa sakit dan ketidaknyaman beberapa hari setelah operasi, rasa sakit ini biasanya bisa hilang dengan konsumsi obat ringan.
3. Seringkali harus melakukan kompres dengan es selama 4 jam untuk mengurangi pembengkakan, pendarahan dan rasa tak nyaman serta harus memakai celana yang dapat mendukung skrotum selama 2 hari.
4. Operasi tidak efektif dengan segera. Pasien diharuskan memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi.
5. Vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi seksual menular termasuk HIV.
6. Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika laki-laki masih berusia di bawah 25 tahun, terjadi perceraian atau ada anaknya yang meninggal.
7. Dibutuhkan waktu 1-3 tahun untuk benar-benar memastikan apakah vasektomi bisa bekerja efektif 100 persen atau tidak.
Saat ini pria yang ingin membuka vasektomi bisa dilakukan yakni dengan cara menyambung kembali saluran spermanya, namun peluang keberhasilannya kecil.(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/29/143003/1289053/764/untung-rugi-vasektomi-untuk-pria
Program KB di Masa Orba Lebih Diakui
10:30:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 18:31 WIB
Pontianak (ANTARA News) - Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat Sugiri Syarief mengatakan komitmen politik yang kuat di masa Orde Baru membuat program keluarga berencana di Indonesia dianggap berhasil dan diakui hingga tingkat internasional.
"Mulai dari atas sampai tingkat RT dan RW, karena mendapat dukungan politik yang kuat waktu itu," kata Sugiri Syarief disela kunjungan kerja ke Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat.
Jumlah penduduk Indonesia di tahun 1800 sebanyak 18 juta jiwa dan bertambah menjadi 40 juta jiwa pada tahun 1900. Namun, di tahun 2000, jumlahnya naik lima kali lipat menjadi 205 juta jiwa.
Meski terjadi kenaikan cukup tinggi, angka tersebut lebih rendah dibanding prediksi para ahli bahwa penduduk Indonesia akan mencapai 285 juta jiwa di tahun 2000.
Menurut dia, hal itu menunjukkan peran dari program keluarga berencana di bidang kependudukan. "Sebanyak 80 juta kelahiran tercegah di tahun 2000. Dan meningkat menjadi 100 juta kelahiran di tahun 2009," kata dia.
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia juga turun dari 2,32 persen menjadi 1,3 persen. Namun, lanjut dia, meski terjadi penurunan tetap saja pertambahan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa setiap tahun.
"Setiap tahun ada sekira tiga juta sampai 3,5 juta jiwa penambahan penduduk Indonesia. Ini setara dengan satu Singapura," katanya.
Ia memperkirakan jumlah penduduk akan dua kali lipat setiap 50 tahun dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 persen per tahunnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga berencana dalam indeks pembangunan manusia karena diantaranya menyangkut gizi anak, partisipasi sekolah, pendidikan yang lebih tinggi dan mutu tenaga kerja.
Selain politik, program keluarga berencana juga didukung anggaran yang besar serta tenaga lapangan yang sangat memadai.
"Jumlah petugas lapangan keluarga berencana pernah mencapai 35 ribu orang," kata Sugiri Syarief. Di masa reformasi, jumlahnya menurun menjadi 19 ribu orang karena banyak yang pindah ke instansi lain.
Saat ini jumlah petugas lapangan keluarga berencana mulai membaik yakni sekira 24.500 orang. "Idealnya tiap desa mempunyai dua petugas lapangan keluarga berencana," katanya.
Sugiri Syarief mengatakan, program keluarga berencana mengalami pelemahan di masa otonomi daerah karena adanya euforia bahwa hal-hal yang berbau orde baru harus ditinggalkan.
Undang-Undang No 22 Tahun 1999 juga tidak mengatur posisi yang jelas dari keluarga berencana. Bukan termasuk lima instansi yang masih vertikal, bukan juga institusi daerah yang wajib dibentuk.
Pembangunan sosial dasar seperti keluarga berencana kurang diperhatikan karena pemerintah daerah memetingkan pembangunan fisik.
Sebanyak 30 persen pemerintah daerah yang membentuk instansi untuk menangani permasalahan keluarga berencana.
"Sekarang kondisinya sudah mulai membaik," kata Sugiri Syarief. Sebanyak 93 persen dari 504 kabupaten/kota sudah membentuk kelembagaan yang mengelola keluarga berencana.
Dukungan anggaran untuk BKKBN Pusat juga bertambah sejak tahun 2006. "dari Rp700 miliar, menjadi Rp1,6 triliun di tahun 2009. Angka ini masih dibawah kebutuhan sekira Rp3 triliun sampai Rp3,5 triliun," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak tahun 2006 telah mencanangkan revitalisasi program keluarga berencana.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1264764683/program-kb-di-masa-orba-lebih-diakui
Pontianak (ANTARA News) - Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat Sugiri Syarief mengatakan komitmen politik yang kuat di masa Orde Baru membuat program keluarga berencana di Indonesia dianggap berhasil dan diakui hingga tingkat internasional.
"Mulai dari atas sampai tingkat RT dan RW, karena mendapat dukungan politik yang kuat waktu itu," kata Sugiri Syarief disela kunjungan kerja ke Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat.
Jumlah penduduk Indonesia di tahun 1800 sebanyak 18 juta jiwa dan bertambah menjadi 40 juta jiwa pada tahun 1900. Namun, di tahun 2000, jumlahnya naik lima kali lipat menjadi 205 juta jiwa.
Meski terjadi kenaikan cukup tinggi, angka tersebut lebih rendah dibanding prediksi para ahli bahwa penduduk Indonesia akan mencapai 285 juta jiwa di tahun 2000.
Menurut dia, hal itu menunjukkan peran dari program keluarga berencana di bidang kependudukan. "Sebanyak 80 juta kelahiran tercegah di tahun 2000. Dan meningkat menjadi 100 juta kelahiran di tahun 2009," kata dia.
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia juga turun dari 2,32 persen menjadi 1,3 persen. Namun, lanjut dia, meski terjadi penurunan tetap saja pertambahan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa setiap tahun.
"Setiap tahun ada sekira tiga juta sampai 3,5 juta jiwa penambahan penduduk Indonesia. Ini setara dengan satu Singapura," katanya.
Ia memperkirakan jumlah penduduk akan dua kali lipat setiap 50 tahun dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 persen per tahunnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga berencana dalam indeks pembangunan manusia karena diantaranya menyangkut gizi anak, partisipasi sekolah, pendidikan yang lebih tinggi dan mutu tenaga kerja.
Selain politik, program keluarga berencana juga didukung anggaran yang besar serta tenaga lapangan yang sangat memadai.
"Jumlah petugas lapangan keluarga berencana pernah mencapai 35 ribu orang," kata Sugiri Syarief. Di masa reformasi, jumlahnya menurun menjadi 19 ribu orang karena banyak yang pindah ke instansi lain.
Saat ini jumlah petugas lapangan keluarga berencana mulai membaik yakni sekira 24.500 orang. "Idealnya tiap desa mempunyai dua petugas lapangan keluarga berencana," katanya.
Sugiri Syarief mengatakan, program keluarga berencana mengalami pelemahan di masa otonomi daerah karena adanya euforia bahwa hal-hal yang berbau orde baru harus ditinggalkan.
Undang-Undang No 22 Tahun 1999 juga tidak mengatur posisi yang jelas dari keluarga berencana. Bukan termasuk lima instansi yang masih vertikal, bukan juga institusi daerah yang wajib dibentuk.
Pembangunan sosial dasar seperti keluarga berencana kurang diperhatikan karena pemerintah daerah memetingkan pembangunan fisik.
Sebanyak 30 persen pemerintah daerah yang membentuk instansi untuk menangani permasalahan keluarga berencana.
"Sekarang kondisinya sudah mulai membaik," kata Sugiri Syarief. Sebanyak 93 persen dari 504 kabupaten/kota sudah membentuk kelembagaan yang mengelola keluarga berencana.
Dukungan anggaran untuk BKKBN Pusat juga bertambah sejak tahun 2006. "dari Rp700 miliar, menjadi Rp1,6 triliun di tahun 2009. Angka ini masih dibawah kebutuhan sekira Rp3 triliun sampai Rp3,5 triliun," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak tahun 2006 telah mencanangkan revitalisasi program keluarga berencana.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1264764683/program-kb-di-masa-orba-lebih-diakui
Besarnya Angka Pertumbuhan Penduduk Miskin Jadi Beban
11:08:00 AM
2010-01-16
[JAKARTA] Angka pertumbuhan penduduk yang besar, tetap akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara, apalagi jika penduduk yang bertambah itu adalah kategori miskin. Apabila penduduk miskin bertambah, daya beli akan semakin rendah, kualitas manusianya pun rendah, beban negara akan makin berat dan secara global miskin.
Pernyataan itu dilontarkan mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Soemarjati Arjoso yang kini anggota Komisi IX DPR Bidang Kesehatan termasuk masalah KB kepada SP di Jakarta, Sabtu (16/1) menanggapi disertasi doktor dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Wilson Rajagukguk. Dalam disertasi berjudul Pertumbuhan Penduduk Sebagai Faktor Endogen dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia itu, Wilson mengatakan, pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi (SP, 14/1).
Menurut Soemarjati, argumen yang disampaikan Wilson dengan mengambil contoh negara Singapura, Thailand, dan Jepang itu, mungkin hanya melihat secara makro. Kalau penduduknya besar, berarti pasarnya besar, sehingga pasarnya besar pertumbuhan ekonomi besar, tetapi itu bergantung daya beli, dan kualitas manusianya.
"Untuk Indonesia, saya tidak sependapat dengan Wilson, karena daya beli, dan kualitas manusia Indonesia masih rendah. Bayangkan, kalau penduduknya besar dengan kondisi miskin, lalu tingkat pertumbuhannya tinggi, akan melahirkan lebih banyak penduduk miskin, sehingga pasti daya beli dan kualitas manusianya pun makin rendah, lalu beban negara pun makin berat," tegas politisi Partai Gerindra ini.
Jangan Dianggap Beban
Sebaliknya, Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia Arianto Patunru di tempat terpisah menegaskan, pertumbuhan penduduk jangan dianggap sebagai beban, tetapi sebagai modal pembangunan. Namun, pertumbuhan penduduk itu harus dibarengi dengan perbaikan pendidikan dan kesehatan, sehingga menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Pada tahun 2020-2030, yakni melimpahnya jumlah penduduk produktif usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 60 persen atau mencapai 160-180 juta jiwa pada 2020, Arianto mengatakan, pemerintah harus menyiapkan pasar kerja yang fleksibel, melengkapi infrastruktur industri manufaktur yang mempekerjakan tenaga kerja, serta membuat kebijakan-kebijakan yang membuat pemberi kerja tidak takut untuk mempekerjakan banyak orang.
Sebelumnya, dosen Sekolah Tinggi Teologia (STT) Baptis Jakarta, Wilson Rajagukguk dalam disertasinya mengungkapkan, anak selama ini hanya dipandang dan dijadikan beban. Padahal, kalau anak diberi pendidikan dan kesehatan bagus, itu merupakan investasi yang luar biasa besar bagi keluarga dan bangsa.
Dia menjelaskan, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi tidak langsung muncul. Tetapi, dalam jangka panjang harus dilakukan. Karena jika tidak, Indonesia akan kehabisan sumber potensi SDM-nya.
Dia mencontohkan, negara-negara seperti Jepang, Singapura, Prancis, Tiongkok yang sebelumnya menerapkan kebijakan sedikit anak, saat ini mulai menghadapi persoalan, yakni kekurangan pasokan tenaga kerja produktifnya. Mereka sekarang malah merangsang warganya untuk memiliki anak lebih dari satu. Sebab, angka kelahiran di negara itu kini sangat sedikit dibandingkan angka penduduk yang mati. [M-17/M-15]
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13099
[JAKARTA] Angka pertumbuhan penduduk yang besar, tetap akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara, apalagi jika penduduk yang bertambah itu adalah kategori miskin. Apabila penduduk miskin bertambah, daya beli akan semakin rendah, kualitas manusianya pun rendah, beban negara akan makin berat dan secara global miskin.
Pernyataan itu dilontarkan mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Soemarjati Arjoso yang kini anggota Komisi IX DPR Bidang Kesehatan termasuk masalah KB kepada SP di Jakarta, Sabtu (16/1) menanggapi disertasi doktor dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Wilson Rajagukguk. Dalam disertasi berjudul Pertumbuhan Penduduk Sebagai Faktor Endogen dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia itu, Wilson mengatakan, pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi (SP, 14/1).
Menurut Soemarjati, argumen yang disampaikan Wilson dengan mengambil contoh negara Singapura, Thailand, dan Jepang itu, mungkin hanya melihat secara makro. Kalau penduduknya besar, berarti pasarnya besar, sehingga pasarnya besar pertumbuhan ekonomi besar, tetapi itu bergantung daya beli, dan kualitas manusianya.
"Untuk Indonesia, saya tidak sependapat dengan Wilson, karena daya beli, dan kualitas manusia Indonesia masih rendah. Bayangkan, kalau penduduknya besar dengan kondisi miskin, lalu tingkat pertumbuhannya tinggi, akan melahirkan lebih banyak penduduk miskin, sehingga pasti daya beli dan kualitas manusianya pun makin rendah, lalu beban negara pun makin berat," tegas politisi Partai Gerindra ini.
Jangan Dianggap Beban
Sebaliknya, Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia Arianto Patunru di tempat terpisah menegaskan, pertumbuhan penduduk jangan dianggap sebagai beban, tetapi sebagai modal pembangunan. Namun, pertumbuhan penduduk itu harus dibarengi dengan perbaikan pendidikan dan kesehatan, sehingga menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Pada tahun 2020-2030, yakni melimpahnya jumlah penduduk produktif usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 60 persen atau mencapai 160-180 juta jiwa pada 2020, Arianto mengatakan, pemerintah harus menyiapkan pasar kerja yang fleksibel, melengkapi infrastruktur industri manufaktur yang mempekerjakan tenaga kerja, serta membuat kebijakan-kebijakan yang membuat pemberi kerja tidak takut untuk mempekerjakan banyak orang.
Sebelumnya, dosen Sekolah Tinggi Teologia (STT) Baptis Jakarta, Wilson Rajagukguk dalam disertasinya mengungkapkan, anak selama ini hanya dipandang dan dijadikan beban. Padahal, kalau anak diberi pendidikan dan kesehatan bagus, itu merupakan investasi yang luar biasa besar bagi keluarga dan bangsa.
Dia menjelaskan, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi tidak langsung muncul. Tetapi, dalam jangka panjang harus dilakukan. Karena jika tidak, Indonesia akan kehabisan sumber potensi SDM-nya.
Dia mencontohkan, negara-negara seperti Jepang, Singapura, Prancis, Tiongkok yang sebelumnya menerapkan kebijakan sedikit anak, saat ini mulai menghadapi persoalan, yakni kekurangan pasokan tenaga kerja produktifnya. Mereka sekarang malah merangsang warganya untuk memiliki anak lebih dari satu. Sebab, angka kelahiran di negara itu kini sangat sedikit dibandingkan angka penduduk yang mati. [M-17/M-15]
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13099
Efek Samping Pil KB
1:14:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009, 08:51 WIB
Kondisi ini biasanya muncul pada saat awal Anda mengonsumsinya.
Petti Lubis
VIVAnews- Banyak wanita tidak mengalami masalah berarti dengan pil KB. Namun, mencegah kehamilan dengan pil kontrasepsi memang ada efek sampingnya. Menurut Feminist Women’s Health Center dalam www.health.invillage.com, efek samping itu muncul terutama ketika tubuh masih beradaptasi dengan perubahan hormon pada saat-saat awal mengonsumsinya.
Efek samping yang biasa menyertai konsumsi pil KB meliputi:
• Perdarahan atau timbul bercak-bercak darah di pertengahan periode menstruasi
• Meriang
• Payudara melunak
• Peningkatan berat badan karena air
• Bercak-bercak hitam di kulit
• Suasana hati kurang stabil (moody)
Namun, biasanya gejala tersebut akan lenyap dalam dua atau tiga siklus haid. Jika tidak hilang juga, segera periksakan ke dokter. Mungkin Anda perlu mengganti alat kontrasepsi yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.
• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/117092-efek_samping_pil_kb
Kondisi ini biasanya muncul pada saat awal Anda mengonsumsinya.
Petti Lubis
VIVAnews- Banyak wanita tidak mengalami masalah berarti dengan pil KB. Namun, mencegah kehamilan dengan pil kontrasepsi memang ada efek sampingnya. Menurut Feminist Women’s Health Center dalam www.health.invillage.com, efek samping itu muncul terutama ketika tubuh masih beradaptasi dengan perubahan hormon pada saat-saat awal mengonsumsinya.
Efek samping yang biasa menyertai konsumsi pil KB meliputi:
• Perdarahan atau timbul bercak-bercak darah di pertengahan periode menstruasi
• Meriang
• Payudara melunak
• Peningkatan berat badan karena air
• Bercak-bercak hitam di kulit
• Suasana hati kurang stabil (moody)
Namun, biasanya gejala tersebut akan lenyap dalam dua atau tiga siklus haid. Jika tidak hilang juga, segera periksakan ke dokter. Mungkin Anda perlu mengganti alat kontrasepsi yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.
• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/117092-efek_samping_pil_kb
Pentingnya Menjalani Cek Kesehatan Pranikah
12:53:00 PM
Rabu, 30/12/2009 | 10:21 WIB
Bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan.
KOMPAS.com - Menikah adalah momen penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, banyak yang perlu dipersiapkan, termasuk soal pemeriksaan kesehatan. Apa sajakah yang harus diperiksakan?
Menurut dr Ekarini, SpOG, dokter spesialis kandungan RS St. Carolus, penting atau tidaknya menjalani tes pranikah tergantung kondisi dan kebutuhan Anda dan pasangan. Sebetulnya, bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan. Namun, bila mewarisi penyakit keturunan yang mungkin berbahaya, ada baiknya tes tersebut dijalani untuk memutuskan tindakan penanggulangannya.
Cek darah
Ini tes kesehatan pranikah yang paling penting. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya kelainan-kelainan yang berpotensi buruk, seperti:
* Perbedaan rhesus
Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tiadanya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D. Umumnya, bangsa Asia memiliki rhesus positif, sedangkan masyarakat Eropa ber-rhesus negatif.
Terkadang, suami istri tidak tahu rhesus darah pasangannya, padahal perbedaan rhesus bisa memengaruhi kualitas keturunan. Jika seorang perempuan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, bayi pertama mereka memiliki kemungkinan ber-rhesus negatif atau positif. Jika bayi memiliki rhesus negatif, tidak bermasalah. Tetapi, bila buah hati ber-rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata pada kehamilan kedua janin yang dikandung ber-rhesus positif, hal ini bisa membahayakan. Antibodi anti-rhesus ibu dapat memasuki sel darah merah janin dan mengakibatkan kematian janin. Sebaliknya, tidak masalah jika sang ibu ber-rhesus positif dan si ayah negatif.
* Penyakit keturunan
Tes kesehatan pranikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetis kepada anak, seperti talasemia (kelainan darah yang disebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah), hemofilia (kelainan darah yang membuat darah sulit membeku), dan albino (kekurangan pigmen kulit sehingga warna kulit menjadi putih pucat).
Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia mayor dan minor. Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang disebabkan "sifat" darah yang dibawa kedua orang tua. Penyakit ini membuat seseorang menjadi tergantung pada transfusi darah dan kesempatan hidupnya terbatas. Di sisi lain, talasemia minor tidak menyebabkan gejala berat dan penderitanya dapat hidup normal, tapi is tetap membawa "sifat" penyakit talasemia dalam tubuhnya.
Jika kedua orang tua mengidap talasemia minor, 25 persen kemungkinan anaknya akan mengidap talasemia mayor, 50 persen akan mengidap talasemia minor, dan 25 persen akan normal. Jika hanya salah satu orang tua mengidap talasemia minor, 50 persen kemungkinan si anak akan mengidap talasemia minor dan 50 persen is akan normal.
Rumus penurunan talasemia berlaku juga pada penyakit hemofilia dan albino. Dengan pengecekan darah, kita dapat memprediksi kemungkinan yang akan muncul dan mencegah hal yang tidak kita inginkan.
* Infeksi saluran reproduksi atau infeksi menular seksual (ISR/IMS)
Tes darah juga dapat memeriksa apakah Anda dan pasangan menderita penyakit hepatitis B. Melalui pemeriksaan ini, Anda dapat menghindari adanya penularan penyakit yang ditimbulkan akibat hubungan seksual, seperti sifilis (penyakit raja singa), gonore (gonorrhea, kencing nanah), Human Immunodeficiency Virus (HIV, penyebab AIDS), dan penyakit hepatitis.
Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah ia harus berobat dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Caranya adalah dengan mendapatkan imunisasi hepatitis B.
Tes kesehatan pranikah lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah tes yang berkaitan dengan kesuburan seperti analisis sperma dan kondisi indung telur. Namun dr Ekarini mengatakan tes kesuburan sebaiknya dilakukan pascanikah, lebih tepatnya lagi ketika Anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak.
Selain melakukan rangkaian tes kesehatan, calon pasangan suami istri haruslah menjaga kesehatan masing-masing sebelum menikah. Terkadang pasangan terlalu sibuk menyiapkan acara pernikahan hingga melupakan kesehatan atau bahkan jatuh sakit. Stres yang timbul dalam proses persiapan pernikahan juga bisa memicu berbagai penyakit yang tidak diinginkan, Iho. Jadi, kalau Anda atau orang terdekat seclang mempersiapkan hari bahagia itu, jangan lupa jaga kesehatan, ya.
(Emy Agustia/Majalah Sekar)
http://female.kompas.com/read/xml/2009/12/30/10212398/pentingnya.menjalani.cek.kesehatan.pranikah
Bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan.
KOMPAS.com - Menikah adalah momen penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, banyak yang perlu dipersiapkan, termasuk soal pemeriksaan kesehatan. Apa sajakah yang harus diperiksakan?
Menurut dr Ekarini, SpOG, dokter spesialis kandungan RS St. Carolus, penting atau tidaknya menjalani tes pranikah tergantung kondisi dan kebutuhan Anda dan pasangan. Sebetulnya, bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan. Namun, bila mewarisi penyakit keturunan yang mungkin berbahaya, ada baiknya tes tersebut dijalani untuk memutuskan tindakan penanggulangannya.
Cek darah
Ini tes kesehatan pranikah yang paling penting. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya kelainan-kelainan yang berpotensi buruk, seperti:
* Perbedaan rhesus
Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tiadanya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D. Umumnya, bangsa Asia memiliki rhesus positif, sedangkan masyarakat Eropa ber-rhesus negatif.
Terkadang, suami istri tidak tahu rhesus darah pasangannya, padahal perbedaan rhesus bisa memengaruhi kualitas keturunan. Jika seorang perempuan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, bayi pertama mereka memiliki kemungkinan ber-rhesus negatif atau positif. Jika bayi memiliki rhesus negatif, tidak bermasalah. Tetapi, bila buah hati ber-rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata pada kehamilan kedua janin yang dikandung ber-rhesus positif, hal ini bisa membahayakan. Antibodi anti-rhesus ibu dapat memasuki sel darah merah janin dan mengakibatkan kematian janin. Sebaliknya, tidak masalah jika sang ibu ber-rhesus positif dan si ayah negatif.
* Penyakit keturunan
Tes kesehatan pranikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetis kepada anak, seperti talasemia (kelainan darah yang disebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah), hemofilia (kelainan darah yang membuat darah sulit membeku), dan albino (kekurangan pigmen kulit sehingga warna kulit menjadi putih pucat).
Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia mayor dan minor. Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang disebabkan "sifat" darah yang dibawa kedua orang tua. Penyakit ini membuat seseorang menjadi tergantung pada transfusi darah dan kesempatan hidupnya terbatas. Di sisi lain, talasemia minor tidak menyebabkan gejala berat dan penderitanya dapat hidup normal, tapi is tetap membawa "sifat" penyakit talasemia dalam tubuhnya.
Jika kedua orang tua mengidap talasemia minor, 25 persen kemungkinan anaknya akan mengidap talasemia mayor, 50 persen akan mengidap talasemia minor, dan 25 persen akan normal. Jika hanya salah satu orang tua mengidap talasemia minor, 50 persen kemungkinan si anak akan mengidap talasemia minor dan 50 persen is akan normal.
Rumus penurunan talasemia berlaku juga pada penyakit hemofilia dan albino. Dengan pengecekan darah, kita dapat memprediksi kemungkinan yang akan muncul dan mencegah hal yang tidak kita inginkan.
* Infeksi saluran reproduksi atau infeksi menular seksual (ISR/IMS)
Tes darah juga dapat memeriksa apakah Anda dan pasangan menderita penyakit hepatitis B. Melalui pemeriksaan ini, Anda dapat menghindari adanya penularan penyakit yang ditimbulkan akibat hubungan seksual, seperti sifilis (penyakit raja singa), gonore (gonorrhea, kencing nanah), Human Immunodeficiency Virus (HIV, penyebab AIDS), dan penyakit hepatitis.
Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah ia harus berobat dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Caranya adalah dengan mendapatkan imunisasi hepatitis B.
Tes kesehatan pranikah lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah tes yang berkaitan dengan kesuburan seperti analisis sperma dan kondisi indung telur. Namun dr Ekarini mengatakan tes kesuburan sebaiknya dilakukan pascanikah, lebih tepatnya lagi ketika Anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak.
Selain melakukan rangkaian tes kesehatan, calon pasangan suami istri haruslah menjaga kesehatan masing-masing sebelum menikah. Terkadang pasangan terlalu sibuk menyiapkan acara pernikahan hingga melupakan kesehatan atau bahkan jatuh sakit. Stres yang timbul dalam proses persiapan pernikahan juga bisa memicu berbagai penyakit yang tidak diinginkan, Iho. Jadi, kalau Anda atau orang terdekat seclang mempersiapkan hari bahagia itu, jangan lupa jaga kesehatan, ya.
(Emy Agustia/Majalah Sekar)
http://female.kompas.com/read/xml/2009/12/30/10212398/pentingnya.menjalani.cek.kesehatan.pranikah
Pil KB Gratis Diperjualbelikan
11:07:00 AM
Sabtu, 26-12-09 | 18:23
WATANSOPPENG -- Pil keluarga berencana (KB) gratis banyak diperjualbelikan di pasar tradisional Kabupaten Soppeng. Padahal alat kontrasepsi itu seharusnya dibagi gratis ke peserta KB.
Kasi Penyuluhan dan Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perinsdustrian dan Pedagangan (Koperidag) Soppeng, Hj Nurwasi di kantornya, Kamis 24 Desember mengatakan, alat kontrasepsi KB yang diperjualbelikan itu ditemukan tim terpadu pengawasan barang dalam razianya di pasar tradisional, toko dan kios.
Menurut dia, pil KB gratis yang berhasil diamankan tim perpadu sebanyak 300 papan atau tiga dos.
"Pil KB itu langsung kita sita dari penjualnya agar tidak dapat lagi diperjualbelikan ke warga. Ini juga bertujuan memberikan efek jera pada para penjual. Selanjutnya pil tersebut dimusnahkan," kata Nurwasi.
Pengakuan penjualnya kata Nurwasi, pil yang diperjualbelikan diperoleh dari seorang pedagang dari luar Soppeng. Oknum pedagang itu menyuplai menggunakan mobil kampas. Selain mengamankan pil KB gratis, tim terpadu juga berhasil menemukan barang kedaluwarsa, seperti pasta campuran kue, buah kaleng, susu kaleng, dan barang kosmetik serta obat berlabel merah yang seharusnya tidak bisa dijual bebas di pasaran.
"Barang kedaluwarsa itu kita juga langsung sita. Namun andaikan masih ada barang kedaluwarsa tidak sempat kami pantau (temukan), kita minta pedagang melaporkan (mengembalikan) atau tidak menjualnya lagi," harap Nurwasi. (asr)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=77107
WATANSOPPENG -- Pil keluarga berencana (KB) gratis banyak diperjualbelikan di pasar tradisional Kabupaten Soppeng. Padahal alat kontrasepsi itu seharusnya dibagi gratis ke peserta KB.
Kasi Penyuluhan dan Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perinsdustrian dan Pedagangan (Koperidag) Soppeng, Hj Nurwasi di kantornya, Kamis 24 Desember mengatakan, alat kontrasepsi KB yang diperjualbelikan itu ditemukan tim terpadu pengawasan barang dalam razianya di pasar tradisional, toko dan kios.
Menurut dia, pil KB gratis yang berhasil diamankan tim perpadu sebanyak 300 papan atau tiga dos.
"Pil KB itu langsung kita sita dari penjualnya agar tidak dapat lagi diperjualbelikan ke warga. Ini juga bertujuan memberikan efek jera pada para penjual. Selanjutnya pil tersebut dimusnahkan," kata Nurwasi.
Pengakuan penjualnya kata Nurwasi, pil yang diperjualbelikan diperoleh dari seorang pedagang dari luar Soppeng. Oknum pedagang itu menyuplai menggunakan mobil kampas. Selain mengamankan pil KB gratis, tim terpadu juga berhasil menemukan barang kedaluwarsa, seperti pasta campuran kue, buah kaleng, susu kaleng, dan barang kosmetik serta obat berlabel merah yang seharusnya tidak bisa dijual bebas di pasaran.
"Barang kedaluwarsa itu kita juga langsung sita. Namun andaikan masih ada barang kedaluwarsa tidak sempat kami pantau (temukan), kita minta pedagang melaporkan (mengembalikan) atau tidak menjualnya lagi," harap Nurwasi. (asr)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=77107
Atasi Asma dengan Kontrasepsi Oral
3:20:00 PM
Minggu, 08 2009 09:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
PENGGUNAAN kontrasepsi oral bermanfaat positif bagi perempuan penderita asma, bahkan jika gejala-gejala asma mereka tidak berkaitan dengan siklus menstruasi bulanan mereka. Hal ini dikuatkan oleh temuan para peneliti dari University of Alberta. Hasil studi, terang peneliti, menunjukkan kalau kadar hormon seks estrogen dan progesteron yang berubah-ubah berdampak langsung terhadap penanda peradangan saluran pernafasan.
Kontrasepsi oral, terang peneliti, telah digunakan sebagai pengobatan pelengkap dalam menangani asma. Sudah lama kontrasepsi jenis ini digunakan untuk membantu perempuan dengan gejala-gejala asma yang sangat berkaitan dengan siklus menstruasi mereka. Sedang studi terbaru ini, lanjut peneliti, mengindikasikan kalau kontrasepsi oral juga bermanfaat bagi perempuan penderita asma yang tidak dipicu oleh sikus menstruasi.
"Sebelumnya kita tidak mempunyai data yang menunjukkan kalau estrogen dan progesteron mempengaruhi asma," tutur peneliti Piush J. Mandhane, MD, PhD, seperti dikutip situs webmd."Sekarang kita memiliki data dan data tersebut membuka area baru yang diperlukan dalam mengontrol asma pada perempuan."
Siklus Menstruasi
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Chest ini, para peneliti melibatkan 17 perempuan pramenopause dengan gejala-gejala asma tingkat sedang hingga kronis. Mereka bertemu dengan para peneliti setiap hari sepanjang satu siklus menstruasi lengkap (sekitar 36 hari).
Peneliti mengukur kadar estrogen dan progesteron mereka setiap kali kunjungan. Selain itu, gejala-gejala asma dan penanda peradangan saluran pernafasan yang mereka alami juga dimonitor setiap hari.
"Karena perempuan pengguna kontrasepsi oral tidak mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron yang signifikan selama siklus, kami tidak berharap melihat perubahan pada penanda asma sepanjang siklus tersebut," terang Mandhane."Perempuan yang tidak menggunakan oral kontrasepsi seharusnya mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron dan sebagai akibatnya mereka seharusnya mengalami perubahan penanda asma. Dan ternyata itulah yang kami temukan." (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/08/1811/2/Atasi-Asma-dengan-Kontrasepsi-Oral
Penulis : Ikarowina Tarigan
PENGGUNAAN kontrasepsi oral bermanfaat positif bagi perempuan penderita asma, bahkan jika gejala-gejala asma mereka tidak berkaitan dengan siklus menstruasi bulanan mereka. Hal ini dikuatkan oleh temuan para peneliti dari University of Alberta. Hasil studi, terang peneliti, menunjukkan kalau kadar hormon seks estrogen dan progesteron yang berubah-ubah berdampak langsung terhadap penanda peradangan saluran pernafasan.
Kontrasepsi oral, terang peneliti, telah digunakan sebagai pengobatan pelengkap dalam menangani asma. Sudah lama kontrasepsi jenis ini digunakan untuk membantu perempuan dengan gejala-gejala asma yang sangat berkaitan dengan siklus menstruasi mereka. Sedang studi terbaru ini, lanjut peneliti, mengindikasikan kalau kontrasepsi oral juga bermanfaat bagi perempuan penderita asma yang tidak dipicu oleh sikus menstruasi.
"Sebelumnya kita tidak mempunyai data yang menunjukkan kalau estrogen dan progesteron mempengaruhi asma," tutur peneliti Piush J. Mandhane, MD, PhD, seperti dikutip situs webmd."Sekarang kita memiliki data dan data tersebut membuka area baru yang diperlukan dalam mengontrol asma pada perempuan."
Siklus Menstruasi
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Chest ini, para peneliti melibatkan 17 perempuan pramenopause dengan gejala-gejala asma tingkat sedang hingga kronis. Mereka bertemu dengan para peneliti setiap hari sepanjang satu siklus menstruasi lengkap (sekitar 36 hari).
Peneliti mengukur kadar estrogen dan progesteron mereka setiap kali kunjungan. Selain itu, gejala-gejala asma dan penanda peradangan saluran pernafasan yang mereka alami juga dimonitor setiap hari.
"Karena perempuan pengguna kontrasepsi oral tidak mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron yang signifikan selama siklus, kami tidak berharap melihat perubahan pada penanda asma sepanjang siklus tersebut," terang Mandhane."Perempuan yang tidak menggunakan oral kontrasepsi seharusnya mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron dan sebagai akibatnya mereka seharusnya mengalami perubahan penanda asma. Dan ternyata itulah yang kami temukan." (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/08/1811/2/Atasi-Asma-dengan-Kontrasepsi-Oral
Mitos-mitos Salah Kontrasepsi
5:31:00 PM
Tuesday, 27 October 2009 16:08
Telah lama orang mengenal dan melakukan berbagai macam cara untuk mencegah kehamilan, mulai dari menggunakan madu, benih, testikel berang-berang hingga meramu berbagai jenis tanaman.
Meskipun zaman sekarang sudah banyak metode kontrasepsi yang ditemukan mulai dari pil, kondom, spon, dan diafragma, namun tidak sedikit orang yang terlampau kreatif dan masih menggantungkan harapan pada sejumlah mitos keliru berikut ini sebagai metode pencegah kehamilan:
Minuman bersoda
Salah satu mitos yang berkembang luas di masyarakat adalah bahwa minuman soda bisa menjadi alat kontrasepsi yang efektif. Gagasan menjadikan minuman ringan tersebut sebagai cara mencegah kehamilan berasal dari sebuah studi yang dilakukan tim dari sekolah kedokteran Harvard yang memenangkan penghargaan IgNobel.
Para peneliti mengklaim bahwa tingkat keasaman minuman bersoda dalam hal ini coca-cola bisa bekerja sebagai spermisida (pembunuh sperma), sementara bentuk botolnya bisa digunakan sebagai aplikator untuk douching.
Akan tetapi, Deborah Anderson, seorang profesor kebidanan dan kandungan di Boston University dan Harvard membongkar kesalahpahaman ini. Berdasarkan studinya, coca-cola tidak efektif untuk membunuh sperma, dan sperma mencapai sel telur lebih cepat daripada coca-cola. Di samping itu, minuman ringan tersebut juga dapat membahayakan jaringan vagina, dan membuat perempuan lebih rentan terhadap penyakit menular seksual serta infeksi.
Jus lemon
Selama berabad-abad, perempuan menggunakan asam sebagai solusi untuk mencegah kehamilan, seperti jus lemon atau asam cuka. Seperti kepercayaan umum, sperma tidak mampu bertahan dalam lingkungan asam, dan sebuah studi yang dilakukan beberapa tahun lalu menunjukkan banwa jus lemon dapat digunakan sebagai mikrobisida yang melindungi dari infeksi HIV.
Meskipun demikian, tidak ada cukup bukti mengenai tingkat keamanan dan keampuhan jus lemon sebagai alternatif kontrasepsi, dan metode ini berpotensi membahayakan kesehatan perempuan. Sebuah penelitian yang dilakukan Carol Lackman-Smith dari Southern Research Institute menunjukkan, cairan jus lemon murni atau 50% jus lemon bisa membahayakan jaringan vagina. Selain itu, studi tersebut juga menemukan bahwa jus lemon tidak mampu mencegah penularan penyakit seksual.
Pelumas
Banyak pasangan menggunakan pelumas selama berhubungan intim untuk mengatasi masalah kekeringan vagina atau untuk meningkatkan kenikmatan seksual. Ketika pasangan tersebut berniat untuk memiliki bayi, maka mereka disarankan untuk tidak menggunakan pelumas saat bercinta karena dapat menghambat pergerakan sperma.
Akan tetapi, bukan berarti pelumas bisa menjadi metode kontrasepsi yang efektif. Perlu ditegaskan, pelumas tidak menyediakan perlindungan terhadap kehamilan yang tidak direncanakan dan juga penularan penyakit menular seksual.
Hot tub
Seperti diketahui, paparan suhu tinggi bisa merusak tingkat kesuburan lelaki secara signifikan. Meskipun demikian, berendam di dalam bak berisi air panas (hot tub) selama lebih dari 30 menit tidak akan menjadi metode kontrasepsi yang efektif. Faktanya, jumlah sperma yang sedikit tidak menjamin seorang laki-laki tidak mampu menjadi seorang ayah. Sebab, hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi telur.
(red06/mp)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=62016:mitos-mitos-salah-kontrasepsi-&catid=28:kesehatan&Itemid=48
Telah lama orang mengenal dan melakukan berbagai macam cara untuk mencegah kehamilan, mulai dari menggunakan madu, benih, testikel berang-berang hingga meramu berbagai jenis tanaman.
Meskipun zaman sekarang sudah banyak metode kontrasepsi yang ditemukan mulai dari pil, kondom, spon, dan diafragma, namun tidak sedikit orang yang terlampau kreatif dan masih menggantungkan harapan pada sejumlah mitos keliru berikut ini sebagai metode pencegah kehamilan:
Minuman bersoda
Salah satu mitos yang berkembang luas di masyarakat adalah bahwa minuman soda bisa menjadi alat kontrasepsi yang efektif. Gagasan menjadikan minuman ringan tersebut sebagai cara mencegah kehamilan berasal dari sebuah studi yang dilakukan tim dari sekolah kedokteran Harvard yang memenangkan penghargaan IgNobel.
Para peneliti mengklaim bahwa tingkat keasaman minuman bersoda dalam hal ini coca-cola bisa bekerja sebagai spermisida (pembunuh sperma), sementara bentuk botolnya bisa digunakan sebagai aplikator untuk douching.
Akan tetapi, Deborah Anderson, seorang profesor kebidanan dan kandungan di Boston University dan Harvard membongkar kesalahpahaman ini. Berdasarkan studinya, coca-cola tidak efektif untuk membunuh sperma, dan sperma mencapai sel telur lebih cepat daripada coca-cola. Di samping itu, minuman ringan tersebut juga dapat membahayakan jaringan vagina, dan membuat perempuan lebih rentan terhadap penyakit menular seksual serta infeksi.
Jus lemon
Selama berabad-abad, perempuan menggunakan asam sebagai solusi untuk mencegah kehamilan, seperti jus lemon atau asam cuka. Seperti kepercayaan umum, sperma tidak mampu bertahan dalam lingkungan asam, dan sebuah studi yang dilakukan beberapa tahun lalu menunjukkan banwa jus lemon dapat digunakan sebagai mikrobisida yang melindungi dari infeksi HIV.
Meskipun demikian, tidak ada cukup bukti mengenai tingkat keamanan dan keampuhan jus lemon sebagai alternatif kontrasepsi, dan metode ini berpotensi membahayakan kesehatan perempuan. Sebuah penelitian yang dilakukan Carol Lackman-Smith dari Southern Research Institute menunjukkan, cairan jus lemon murni atau 50% jus lemon bisa membahayakan jaringan vagina. Selain itu, studi tersebut juga menemukan bahwa jus lemon tidak mampu mencegah penularan penyakit seksual.
Pelumas
Banyak pasangan menggunakan pelumas selama berhubungan intim untuk mengatasi masalah kekeringan vagina atau untuk meningkatkan kenikmatan seksual. Ketika pasangan tersebut berniat untuk memiliki bayi, maka mereka disarankan untuk tidak menggunakan pelumas saat bercinta karena dapat menghambat pergerakan sperma.
Akan tetapi, bukan berarti pelumas bisa menjadi metode kontrasepsi yang efektif. Perlu ditegaskan, pelumas tidak menyediakan perlindungan terhadap kehamilan yang tidak direncanakan dan juga penularan penyakit menular seksual.
Hot tub
Seperti diketahui, paparan suhu tinggi bisa merusak tingkat kesuburan lelaki secara signifikan. Meskipun demikian, berendam di dalam bak berisi air panas (hot tub) selama lebih dari 30 menit tidak akan menjadi metode kontrasepsi yang efektif. Faktanya, jumlah sperma yang sedikit tidak menjamin seorang laki-laki tidak mampu menjadi seorang ayah. Sebab, hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi telur.
(red06/mp)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=62016:mitos-mitos-salah-kontrasepsi-&catid=28:kesehatan&Itemid=48
Sepuluh Fakta Seputar "Pil Ajaib"
6:01:00 PM
28/09/2009 16:18
Naomi Siregar
Liputan6.com, London: Para lelaki yang sulit memuaskan pasangannya di ranjang kerap menjadikan viagra sebagai dewa penolong yang paling ampuh. Viagra memiliki kandungan zat sildenafil yang dapat meningkatkan daya seksualitas kaum pria. Prestasi tersebut membuat viagra lebih dikenal sebagai pil ajaib.
Namun mengonsumsi viagra terlalu sering dapat berefek samping pada kesehatan. Untuk orang berpenyakit jantung, yang biasanya juga mengonsumsi obat mengandung nitrat, dapat menyebabkan penurunan tensi darah secara drastis sehingga mengancam nyawa.
Terkejut dengan dampak negatif viagra? Berikut beberapa fakta yang dilansir The Sun, belum lama ini, terkait dengan pil penolong "si buyung" lemas.
Tidak Langsung Membuat Ereksi
Seorang pengguna viagra yang menegak pil tersebut mengaku tidak dapat merasakan langsung efek kuatnya. Sebelum "bermain", pria itu menonton pertandingan sepakbola di televisi sembari menunggu penisnya menegang. Namun hingga pertandingan usai, tak ada reaksi yang berarti. Ternyata, viagra baru bisa bekerja dengan baik jika didahului dengan foreplay alias pemanasan.
Harus Dikonsumsi dengan Dosis yang Tepat
Menurut data National Health Service di Inggris, tidak banyak pria yang mengikuti anjuran penggunaan viagra. Itu dapat menyebabkan masalah bagi penderita penyakit komplikasi, seperti pengidap diabetes ataupun sclerosis. Departemen Kesehatan Inggris mengatakan, kebanyakan pria "lemah" yang mengonsumsi satu pil viagra untuk sepekan memperoleh hasil memuaskan.
Tidak Meningkatkan Gairah Seks
Memang, viagra dapat membantu "Mr. P" mengembang seperti balon. Namun tidak menjadikan pesta ranjang serta merta meriah. Tentunya, jika gairah seksual menurun, solusinya adalah berkonsultasi dokter Anda.
Bisa Bereaksi pada Wanita
Mungkin saja bisa menimbulkan efek serupa jika yang mengonsumsinya adalah kaum hawa. Namun penelitian terhadap dampak pil ajaib masih terus berjalan. Jadi masih belum bisa dipastikan saat ini.
Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Anggur
Buah mungil ini akan bereaksi negatif bila bercampur dengan viagra. Meski demikian, mengonsumsi viagra dengan berbagai jenis makanan juga dapat menimbulkan efek yang sama. Ini bisa dijadikan perhatian bagi pasangan yang berniat ke ranjang sehabis makan malam.
Kata "Viagra" Tidak Ada Artinya
Kebanyakan orang percaya viagra adalah kombinasi kata "vitality", yang berarti tenaga. Serta "Niagara" yang merujuk pada kekuatan air yang mengalir deras. Faktanya ini hanya mitos masyarakat. Sebenarnya kata "viagra" tidak memiliki makna apa pun.
Menyebabkan Blue Vision
Efek terhadap saraf mata ada di viagra. Sebab, reseptor mata rupanya ikut menangkap reaksi kimia sildenafil pada reseptor penis. Akibatnya, pandangan mata bisa menjadi kebiruan meskipun hanya sesaat. Efek lainnya, sakit kepala, iritasi, dan beberapa penyakit ringan.
Kerap Difungsikan sebagai Obat Jantung
Viagra diyakini bisa mengurangi efek stres hormonal pada jantung sebesar 50 persen sekaligus memperbaiki fungsi organ vital tersebut. Viagra juga digunakan untuk pengobatan hipertensi paru-paru. Sayangnya, banyak penderita yang menganggap viagra sebagai salah satu obat jantung.
Awas, Banyak Viagra Palsu
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendapati sebagian situs penjualan viagra memasarkan produk palsu. Tak mengherankan, bila harganya menjadi murah ketimbang beli di toko.
Selain Penis, Kebun pun Perlu Viagra
Kandungan sildenafil dalam viagra, yang dapat meningkatkan daya seksualitas kaum pria, ternyata dapat memperpanjang kesegaran bunga. Efek serupa terjadi pada batang bambu sehingga tidak cepat layu.(OMI/ANS)
http://kesehatan.liputan6.com/info/200909/245636/Sepuluh.Fakta.Seputar.Pil.Ajaib.
Naomi Siregar
Liputan6.com, London: Para lelaki yang sulit memuaskan pasangannya di ranjang kerap menjadikan viagra sebagai dewa penolong yang paling ampuh. Viagra memiliki kandungan zat sildenafil yang dapat meningkatkan daya seksualitas kaum pria. Prestasi tersebut membuat viagra lebih dikenal sebagai pil ajaib.
Namun mengonsumsi viagra terlalu sering dapat berefek samping pada kesehatan. Untuk orang berpenyakit jantung, yang biasanya juga mengonsumsi obat mengandung nitrat, dapat menyebabkan penurunan tensi darah secara drastis sehingga mengancam nyawa.
Terkejut dengan dampak negatif viagra? Berikut beberapa fakta yang dilansir The Sun, belum lama ini, terkait dengan pil penolong "si buyung" lemas.
Tidak Langsung Membuat Ereksi
Seorang pengguna viagra yang menegak pil tersebut mengaku tidak dapat merasakan langsung efek kuatnya. Sebelum "bermain", pria itu menonton pertandingan sepakbola di televisi sembari menunggu penisnya menegang. Namun hingga pertandingan usai, tak ada reaksi yang berarti. Ternyata, viagra baru bisa bekerja dengan baik jika didahului dengan foreplay alias pemanasan.
Harus Dikonsumsi dengan Dosis yang Tepat
Menurut data National Health Service di Inggris, tidak banyak pria yang mengikuti anjuran penggunaan viagra. Itu dapat menyebabkan masalah bagi penderita penyakit komplikasi, seperti pengidap diabetes ataupun sclerosis. Departemen Kesehatan Inggris mengatakan, kebanyakan pria "lemah" yang mengonsumsi satu pil viagra untuk sepekan memperoleh hasil memuaskan.
Tidak Meningkatkan Gairah Seks
Memang, viagra dapat membantu "Mr. P" mengembang seperti balon. Namun tidak menjadikan pesta ranjang serta merta meriah. Tentunya, jika gairah seksual menurun, solusinya adalah berkonsultasi dokter Anda.
Bisa Bereaksi pada Wanita
Mungkin saja bisa menimbulkan efek serupa jika yang mengonsumsinya adalah kaum hawa. Namun penelitian terhadap dampak pil ajaib masih terus berjalan. Jadi masih belum bisa dipastikan saat ini.
Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Anggur
Buah mungil ini akan bereaksi negatif bila bercampur dengan viagra. Meski demikian, mengonsumsi viagra dengan berbagai jenis makanan juga dapat menimbulkan efek yang sama. Ini bisa dijadikan perhatian bagi pasangan yang berniat ke ranjang sehabis makan malam.
Kata "Viagra" Tidak Ada Artinya
Kebanyakan orang percaya viagra adalah kombinasi kata "vitality", yang berarti tenaga. Serta "Niagara" yang merujuk pada kekuatan air yang mengalir deras. Faktanya ini hanya mitos masyarakat. Sebenarnya kata "viagra" tidak memiliki makna apa pun.
Menyebabkan Blue Vision
Efek terhadap saraf mata ada di viagra. Sebab, reseptor mata rupanya ikut menangkap reaksi kimia sildenafil pada reseptor penis. Akibatnya, pandangan mata bisa menjadi kebiruan meskipun hanya sesaat. Efek lainnya, sakit kepala, iritasi, dan beberapa penyakit ringan.
Kerap Difungsikan sebagai Obat Jantung
Viagra diyakini bisa mengurangi efek stres hormonal pada jantung sebesar 50 persen sekaligus memperbaiki fungsi organ vital tersebut. Viagra juga digunakan untuk pengobatan hipertensi paru-paru. Sayangnya, banyak penderita yang menganggap viagra sebagai salah satu obat jantung.
Awas, Banyak Viagra Palsu
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendapati sebagian situs penjualan viagra memasarkan produk palsu. Tak mengherankan, bila harganya menjadi murah ketimbang beli di toko.
Selain Penis, Kebun pun Perlu Viagra
Kandungan sildenafil dalam viagra, yang dapat meningkatkan daya seksualitas kaum pria, ternyata dapat memperpanjang kesegaran bunga. Efek serupa terjadi pada batang bambu sehingga tidak cepat layu.(OMI/ANS)
http://kesehatan.liputan6.com/info/200909/245636/Sepuluh.Fakta.Seputar.Pil.Ajaib.
Pil Kontrasepsi Tingkatkan Risiko Pengentalan Darah
8:30:00 PM
Senin, 24 Agustus 2009 17:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
PIL kontrasepsi merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan dari sekian banyak pilihan yang banyak digunakan oleh pasanganyang telah menikah. Namun, apakah penggunaan pil ini sepenuhnya aman? Studi-studi terbaru dari Denmark dan Belanda menemukan, beberapa jenis pil meningkatkan risiko deep vein thrombosis (pengentalan darah di pembuluh darah yang jauh dari permukaan tubuh).
Untuk menambah pemahaman Anda mengenai pil kontrasepsi, berikut uraian dari Dr Ellie Cannon, penulis kesehatan di mailonline.
Ada berapa banyak jenis pil dan bagaimana cara kerjanya? Menurut Cannon, tersedia berbagai jenis pil kontrasepsi. Sebagian besar dari pil ini mengandung hormon estrogen dan progesteron. Pil yang mengandung hormon kombinasi ini berkerja dengan menghambat hormon normal dan mencegah ovulasi. Kadang-kadang, terang Cannon, perempuan hanya diberikan pil yang mengandung progesteron. Pil jenis ini bekerja dengan menghambat penanaman telur yang sudah dibuahi.
Bagaimana cara menemukan jenis yang tepat? Jika Anda sedang menyusui, merokok, menderita migrain atau hipertensi, terang Cannon, kemungkinan Anda tidak akan diresepkan pil kombinasi."Anda hanya akan diberikan pil yang mengandung progesteron saja," tutur Cannon.
Bisakah menggunakan pil ini selain untuk tujuan kontrasepsi? Menurut Cannon, Anda juga bisa menggunakan pil untuk mengontrol siklus menstruasi, tentunya jika sangat banyak atau menimbulkan rasa sakit berat.
Apa saja efek sampingnya? Menurut Cannon, sebagian besar perempuan tidak mengalami efek samping. Tetapi ada juga yang mengalami penambahan berat badan, pengenduran payudara, mual, sakit kepala, dan pre-menstrual syndrome (PMS).
Apa saja risikonya? Pil kontrasepsi bisa meningkatkan risiko pengentalan darah. Selain itu, ada juga sedikit peningkatan risiko kanker payudara dan penyakit jantung."Akan tetapi, pil ini juga bisa menurunkan risiko kanker ovarium, rahim dan kanker usus."
Apakah pil tertentu lebih berisiko dibandingkan yang lain? Untuk sebagian besar perempuan, terang Cannon, manfaat pil ini masih lebih besar dibandingkan efek negatif yang ditimbulkan. Pil-pil yang berisiko memicu pengentalan darah, terang dia lagi, adalah pil-pil yang mengandung estrogen atau kombinasi progesteron dosis tinggi. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/08/24/1545/9/Pil-Kontrasepsi-Tingkatkan-Risiko-Pengentalan-Darah
Penulis : Ikarowina Tarigan
PIL kontrasepsi merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan dari sekian banyak pilihan yang banyak digunakan oleh pasanganyang telah menikah. Namun, apakah penggunaan pil ini sepenuhnya aman? Studi-studi terbaru dari Denmark dan Belanda menemukan, beberapa jenis pil meningkatkan risiko deep vein thrombosis (pengentalan darah di pembuluh darah yang jauh dari permukaan tubuh).
Untuk menambah pemahaman Anda mengenai pil kontrasepsi, berikut uraian dari Dr Ellie Cannon, penulis kesehatan di mailonline.
Ada berapa banyak jenis pil dan bagaimana cara kerjanya? Menurut Cannon, tersedia berbagai jenis pil kontrasepsi. Sebagian besar dari pil ini mengandung hormon estrogen dan progesteron. Pil yang mengandung hormon kombinasi ini berkerja dengan menghambat hormon normal dan mencegah ovulasi. Kadang-kadang, terang Cannon, perempuan hanya diberikan pil yang mengandung progesteron. Pil jenis ini bekerja dengan menghambat penanaman telur yang sudah dibuahi.
Bagaimana cara menemukan jenis yang tepat? Jika Anda sedang menyusui, merokok, menderita migrain atau hipertensi, terang Cannon, kemungkinan Anda tidak akan diresepkan pil kombinasi."Anda hanya akan diberikan pil yang mengandung progesteron saja," tutur Cannon.
Bisakah menggunakan pil ini selain untuk tujuan kontrasepsi? Menurut Cannon, Anda juga bisa menggunakan pil untuk mengontrol siklus menstruasi, tentunya jika sangat banyak atau menimbulkan rasa sakit berat.
Apa saja efek sampingnya? Menurut Cannon, sebagian besar perempuan tidak mengalami efek samping. Tetapi ada juga yang mengalami penambahan berat badan, pengenduran payudara, mual, sakit kepala, dan pre-menstrual syndrome (PMS).
Apa saja risikonya? Pil kontrasepsi bisa meningkatkan risiko pengentalan darah. Selain itu, ada juga sedikit peningkatan risiko kanker payudara dan penyakit jantung."Akan tetapi, pil ini juga bisa menurunkan risiko kanker ovarium, rahim dan kanker usus."
Apakah pil tertentu lebih berisiko dibandingkan yang lain? Untuk sebagian besar perempuan, terang Cannon, manfaat pil ini masih lebih besar dibandingkan efek negatif yang ditimbulkan. Pil-pil yang berisiko memicu pengentalan darah, terang dia lagi, adalah pil-pil yang mengandung estrogen atau kombinasi progesteron dosis tinggi. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/08/24/1545/9/Pil-Kontrasepsi-Tingkatkan-Risiko-Pengentalan-Darah
Nikah Usia Muda Penyebab Kanker Serviks
10:49:00 PM
Kamis, 6 Agustus 2009 | 21:47 WITA
Bekasi, POS KUPANG.Com - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, menyarankan kaum muda untuk menghindari pernikahan usia dini guna menghindari kemungkinan terjadinya kanker leher rahim (serviks).
Pernyatan itu disampaikan Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA dalam kegiatan program KB Nasional di Hotel Horizon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2009).
"Menikah terlalu muda bisa menjadi pemicu timbulnya kanker leher rahim, yang menjadi urutan pertama penyebab kematian diantara jenis-jenis kanker yang ada," katanya.
Menurut Syarief, Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan kanker leher rahim berjalan seirama. Program KB memiliki tujuan untuk membatasi jumlah anak sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi.
"Masyarakat disarankan memberi jarak kehamilan untuk memiliki anak. Selain itu juga penting untuk kaum ibu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi reproduksinya," katanya.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kata dia, Penyebab kanker leher rahim 90 persen karena virus yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab diantaranya, menikah muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti, dan perempuan perokok.
BKKBN, kata Sugiri Syarief, saat ini tengah menggalakkan program KB pada pasangan usia subur, utamanya yang baru menikah agar mengetahui apa fungsi keluarga. Sehingga, program KB tidak hanya bersifat konsultasi mengenai alat kontrasepsi, dan kegiatan reproduksi tetapi lebih bersifat penanaman budaya untuk generasi muda tentang betapa pentingnya keluarga dan manfaat KB.
"Kami telah melakukan kerjasama dengan Departemen Agama untuk menyiapkan buku panduan pranikah. Semua materi substansi yang berkaitan dengan pembangunan keluarga akan dimasukan di buku panduan tersebut. Isi buku panduan diajarkan kepada calon pasangan pengantin sewaktu belum nikah," ujar Sugiri Syarief.
Ditambahkan Sugiri Syarif, selama tahun 2009, pihaknya telah menjalankan sejumlah program kesehatan reproduksi remaja diantaranya, pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR).
"Program PIK-KRR merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap, dan prilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, serta meningkatkan drajat reproduksinya. Ke depan kami berharap seluruh Kecamatan di Indonesia akan memiliki program tersebut," katanya. (ANTARA)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/32519/nikah-usia-muda-penyebab-kanker-serviks
Bekasi, POS KUPANG.Com - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, menyarankan kaum muda untuk menghindari pernikahan usia dini guna menghindari kemungkinan terjadinya kanker leher rahim (serviks).
Pernyatan itu disampaikan Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA dalam kegiatan program KB Nasional di Hotel Horizon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2009).
"Menikah terlalu muda bisa menjadi pemicu timbulnya kanker leher rahim, yang menjadi urutan pertama penyebab kematian diantara jenis-jenis kanker yang ada," katanya.
Menurut Syarief, Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan kanker leher rahim berjalan seirama. Program KB memiliki tujuan untuk membatasi jumlah anak sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi.
"Masyarakat disarankan memberi jarak kehamilan untuk memiliki anak. Selain itu juga penting untuk kaum ibu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi reproduksinya," katanya.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kata dia, Penyebab kanker leher rahim 90 persen karena virus yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab diantaranya, menikah muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti, dan perempuan perokok.
BKKBN, kata Sugiri Syarief, saat ini tengah menggalakkan program KB pada pasangan usia subur, utamanya yang baru menikah agar mengetahui apa fungsi keluarga. Sehingga, program KB tidak hanya bersifat konsultasi mengenai alat kontrasepsi, dan kegiatan reproduksi tetapi lebih bersifat penanaman budaya untuk generasi muda tentang betapa pentingnya keluarga dan manfaat KB.
"Kami telah melakukan kerjasama dengan Departemen Agama untuk menyiapkan buku panduan pranikah. Semua materi substansi yang berkaitan dengan pembangunan keluarga akan dimasukan di buku panduan tersebut. Isi buku panduan diajarkan kepada calon pasangan pengantin sewaktu belum nikah," ujar Sugiri Syarief.
Ditambahkan Sugiri Syarif, selama tahun 2009, pihaknya telah menjalankan sejumlah program kesehatan reproduksi remaja diantaranya, pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR).
"Program PIK-KRR merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap, dan prilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, serta meningkatkan drajat reproduksinya. Ke depan kami berharap seluruh Kecamatan di Indonesia akan memiliki program tersebut," katanya. (ANTARA)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/32519/nikah-usia-muda-penyebab-kanker-serviks
Perempuan China Buta Alat KB, Setahun 13 Juta Janin Diaborsi
10:50:00 AM
Jumat, 31 Juli 2009 | 8:09 WIB
BEIJING-SURYA
Gara-gara pasangan yang tidak mengerti kontrasepsi, rumah sakit di seluruh China melakukan 13 juta pengguguran janin per tahun, sebagian besar oleh perempuan lajang.
Mengutip keterangan Wu Shangchun, pejabat Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana, China Daily, Kamis (30/7), melaporkan bahwa angka sebenarnya lebih besar, karena laporan itu hanya menggambarkan jumlah aborsi di rumah sakit resmi. Diyakini masih banyak aborsi yang dilakukan di klinik liar yang tersebar di seluruh kawasan pedesaan.
“Hampir separuh perempuan yang aborsi itu tidak mengenal kontrasepsi,” kata Wu. Padahal, pemerintah China gencar mengampanyekan berbagai bentuk kontrasepsi untuk menyukseskan program 1 anak yang selama ini ketat dijalankan sejak 1970. China Daily juga melaporkan bahwa 10 juta butir pil aborsi terjual tiap tahun di negara berpenduduk lebih dari 1 miliar jiwa itu.
Laporan yang disampaikan Wu itu menyebutkan bahwa 62 persen perempuan yang menggugurkan kandungannya adalah lajang dengan usia antara 20-29 tahun. Wu tidak menyebutkan angka aborsi dari tahun ke tahun, kecuali menyebut meluasnya aborsi itu sebagai kondisi yang tidak menyedihkan. “Mengurangi angka aborsi merupakan tantangan berat bagi negara ini,” kata Wu.
Dalam pernyataan bersama, antara WHO dan Guttmacher Institute, angka aborsi di Chian tertinggi di dunia, yaitu 24 aborsi di antara 1.000 perempuan usia antara 15-44 tahun. Berdasarkan sensus 2003, jumlah aborsi di China mencapai 9 juta dari 42 juta kasus sedunia. Sebagai perbandingan, di AS yang berpenduduk 300 juta jiwa, angka aborsi ‘hanya’ 1,3 juta pertahun.
Profesor Li Ying dari Beijing University mengatakan pendidikan seks justru diperlukan di tingkat universitas, sedangkan para orangtua juga didesak mengajarkan seks lebih banyak kepada anak-anak mereka.
Menurut ginekolog setempat, Yu Dongyan, seks bukan lagi hal tabu bagi anak muda China. ”Mereka yakin bisa mendapatkan apa saja lewat internet. Tetapi bukan berarti mereka mengembangkan pemahaman dan perilaku yang memadai terkait soal itu,” katanya.ap/sas
http://www.surya.co.id/2009/07/31/perempuan-china-buta-alat-kb-setahun-13-juta-janin-diaborsi.html
BEIJING-SURYA
Gara-gara pasangan yang tidak mengerti kontrasepsi, rumah sakit di seluruh China melakukan 13 juta pengguguran janin per tahun, sebagian besar oleh perempuan lajang.
Mengutip keterangan Wu Shangchun, pejabat Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana, China Daily, Kamis (30/7), melaporkan bahwa angka sebenarnya lebih besar, karena laporan itu hanya menggambarkan jumlah aborsi di rumah sakit resmi. Diyakini masih banyak aborsi yang dilakukan di klinik liar yang tersebar di seluruh kawasan pedesaan.
“Hampir separuh perempuan yang aborsi itu tidak mengenal kontrasepsi,” kata Wu. Padahal, pemerintah China gencar mengampanyekan berbagai bentuk kontrasepsi untuk menyukseskan program 1 anak yang selama ini ketat dijalankan sejak 1970. China Daily juga melaporkan bahwa 10 juta butir pil aborsi terjual tiap tahun di negara berpenduduk lebih dari 1 miliar jiwa itu.
Laporan yang disampaikan Wu itu menyebutkan bahwa 62 persen perempuan yang menggugurkan kandungannya adalah lajang dengan usia antara 20-29 tahun. Wu tidak menyebutkan angka aborsi dari tahun ke tahun, kecuali menyebut meluasnya aborsi itu sebagai kondisi yang tidak menyedihkan. “Mengurangi angka aborsi merupakan tantangan berat bagi negara ini,” kata Wu.
Dalam pernyataan bersama, antara WHO dan Guttmacher Institute, angka aborsi di Chian tertinggi di dunia, yaitu 24 aborsi di antara 1.000 perempuan usia antara 15-44 tahun. Berdasarkan sensus 2003, jumlah aborsi di China mencapai 9 juta dari 42 juta kasus sedunia. Sebagai perbandingan, di AS yang berpenduduk 300 juta jiwa, angka aborsi ‘hanya’ 1,3 juta pertahun.
Profesor Li Ying dari Beijing University mengatakan pendidikan seks justru diperlukan di tingkat universitas, sedangkan para orangtua juga didesak mengajarkan seks lebih banyak kepada anak-anak mereka.
Menurut ginekolog setempat, Yu Dongyan, seks bukan lagi hal tabu bagi anak muda China. ”Mereka yakin bisa mendapatkan apa saja lewat internet. Tetapi bukan berarti mereka mengembangkan pemahaman dan perilaku yang memadai terkait soal itu,” katanya.ap/sas
http://www.surya.co.id/2009/07/31/perempuan-china-buta-alat-kb-setahun-13-juta-janin-diaborsi.html
Sulbar Urutan Pertama Penggunaan Kondom
1:01:00 PM
Senin, 27-07-09 | 20:39
MAMUJU -- Pencapaian target peserta keluarga berencana (KB) di Sulbar semester satu tahun ini, 21.704 pasangan atau 61,83 persen tidak tercapai. Sebelumnya pemenuhan permintaan masyarakat peserta KB Baru (PPM-PB) ditargetkan 31.553 pasangan.
Khusus pencapaian peserta KB pria (MOP) sebanyak 45 pasangan atau 132,35 persen. Dari data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar disebutkan, tercatat juga pengguna kondom sebanyak 6.374 pasangan atau 65,12 persen.
Pencapaian itu ternyata melebihi provinsi lain di tanah air. "Hasil ini menempatkan Sulbar sebagai peringkat pertama nasional," ujar Kepala BKKBN Sulbar, Rostiawati Arhus di Aula Srikandi Mamuju, Sabtu 25 Juli.
Khusus peserta KB aktif, pencapaiannya sudah melampaui target yakni 115.687 atau sebesar 111,57 persen. Kemudian dari permintaan masyarakat sebesar 103.690. Dia menyampaikan, secara umum pencapaian pada semester I sudah cukup memuaskan. "Namun hal itu akan terus ditingkatkan sampai mencapai target maksimal," janjinya.
Berdasarkan hasil rapat evaluasi yang menghadirkan utusan kabupaten, pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tenaga penyuluh, dan bidan lalu diperoleh bahan serta masukan untuk disampaikan di dalam rapat nasional mendatang.
Menurut dia, saat ini total fertelity rate (TFR) di Sulbar masih cukup tinggi, mencapai angka 3,5 persen dan melebihi TFR nasional yang hanya berkisar 2,6 persen. Demikian pula dengan angka unmeet need yang mencapai 17,4 persen.
Penyebab utama tingginya angka TFR menurut dia, karena belum maksimalnya pelayanan dan berkesinambungan ke seluruh pasangan usia subur (PUS). "Untuk menurunkan angka itu, diperlukan pemberdayaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan keluarga berencana, baik pemerintah maupun swasta," jelasnya. (nur)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=65193
MAMUJU -- Pencapaian target peserta keluarga berencana (KB) di Sulbar semester satu tahun ini, 21.704 pasangan atau 61,83 persen tidak tercapai. Sebelumnya pemenuhan permintaan masyarakat peserta KB Baru (PPM-PB) ditargetkan 31.553 pasangan.
Khusus pencapaian peserta KB pria (MOP) sebanyak 45 pasangan atau 132,35 persen. Dari data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar disebutkan, tercatat juga pengguna kondom sebanyak 6.374 pasangan atau 65,12 persen.
Pencapaian itu ternyata melebihi provinsi lain di tanah air. "Hasil ini menempatkan Sulbar sebagai peringkat pertama nasional," ujar Kepala BKKBN Sulbar, Rostiawati Arhus di Aula Srikandi Mamuju, Sabtu 25 Juli.
Khusus peserta KB aktif, pencapaiannya sudah melampaui target yakni 115.687 atau sebesar 111,57 persen. Kemudian dari permintaan masyarakat sebesar 103.690. Dia menyampaikan, secara umum pencapaian pada semester I sudah cukup memuaskan. "Namun hal itu akan terus ditingkatkan sampai mencapai target maksimal," janjinya.
Berdasarkan hasil rapat evaluasi yang menghadirkan utusan kabupaten, pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tenaga penyuluh, dan bidan lalu diperoleh bahan serta masukan untuk disampaikan di dalam rapat nasional mendatang.
Menurut dia, saat ini total fertelity rate (TFR) di Sulbar masih cukup tinggi, mencapai angka 3,5 persen dan melebihi TFR nasional yang hanya berkisar 2,6 persen. Demikian pula dengan angka unmeet need yang mencapai 17,4 persen.
Penyebab utama tingginya angka TFR menurut dia, karena belum maksimalnya pelayanan dan berkesinambungan ke seluruh pasangan usia subur (PUS). "Untuk menurunkan angka itu, diperlukan pemberdayaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan keluarga berencana, baik pemerintah maupun swasta," jelasnya. (nur)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=65193
