Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke
Showing posts with label Banking. Show all posts

Banyak Bank Islam Langgar Aturan Syariah

11:29:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 15:58 WIB

Kurangnya sumber daya manusia pelaku perbankan Islam yang benar-benar memahami hukum syariah, jadi penyebab terjadinya pelanggaran oleh bank Islam.
Sebagian lembaga keuangan Islam tidak mematuhi hukum syariah. Mereka menggunakan standar yang rendah dalam pemberian kredit, sehingga menaikan jumlah kredit macet. Demikian kata seorang pakar keuangan syariah.

Hal tersebut terungkap, setelah diketahui lembaga keuangan Islam seperti Abu Dhabi Islamic Bank dan Dubai Islamic Bank menyisihkan milyaran dirham untuk menutupi kerugian akibat kredit macet.

“Lembaga (keuangan) Islam tidak menerapkan prinsip-prinsip syariah,” kata Muhammad Daud Bakar, seorang pakar keuangan syariah yang juga Managing Director Amanie Islamic Finance Consultancy.

“Dalam beberapa hal mereka tidak melakukannya dengan baik, sehingga menyebabkan terjadi kredit buruk dalam jumlah besar atau hal lainnya.”

Beberapa tahun terakhir, kredit perumahan sangat populer di kalangan investor properti di Uni Emirat Arab. Sebut saja Amlak dan Tamweel, dua lembaga keuangan terbesar, limapuluh persen kreditnya dikucurkan untuk bidang properti.

Mereka menawarkan kredit perumahan dengan uang muka 5 persen saja, sementara debt-service ratio-nya hingga 50%, kira-kira separuh dari gaji peminjam.

Amlak dan Tamweel menolak berkomentar tentang hal itu kepada harian The National yang menurunkan laporannya (17/2/2010).

Ketentuan kredit yang mudah dan murah, memicu pembelian properti semata-mata untuk spekulasi. Demikian menurut para analis.

“Produk-produk kredit perumahan Islam, dari strukturnya, menyebabkan spekulasi di pasar. Karena pembeli tidak perlu membayar pinjaman, kecuali jika rumah mereka sudah dibangun,” kata Khalid Howladar dari bagian kredit Moody’s Investors Service.

“Banyak spekulartor ‘murni’ tidak akan memilih kredit perumahan Islam, jika mereka diwajibkan untuk membayar pinjaman sejak hari pertama (akad kredit).”

Penerapan angsuran tetap oleh para developer tanpa memeriksa dengan baik kemampuan si peminjam untuk mencicil pinjamannya, juga mendukung terjadinya spekulasi.

Pelanggaran lain yang dilakukan lembaga keuangan Islam adalah, di antara mereka ada yang memberlakukan security cheque, yang jelas tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Namun dikatakan oleh Hussain Hamid Hassan, seorang pakar keuangan terkemuka yang memegang jabatan di banyak institusi keuangan, “Pelanggaran yang semacam ini bukan pelanggaran terkait produk bank yang (sudah) sesuai hukum syariah, melainkan pelanggaran pada kebijakan kredit bank.”

Jawad Ali, seorang praktisi dan pemilik firma hukum King and Spalding, berpendapat bahwa pelanggaran juga terjadi karena faktor budaya. Contohnya pada pinjam-meminjam ijarah (sewa-beli).

“Bukan instrumennya saja yang memungkinkan terjadinya pelanggaran. Ada budaya selama ini yang memperbolehkan pihak pembeli pertama mengeruk untung dengan cara menjual kontrak kredit mereka kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuan pemberi kredit,” kata Ali.

“Menurut aturan syariah yang ketat, jika (perjanjian sewa-beli) ijarah sudah dikeluarkan, maka properti tersebut hanya boleh dimanfaatkan oleh si penyewa (debitur). Menurut hukum syariah, si pemberi pinjaman (dalam hal ini bank) menyewakan sesuatu kepada Anda, yang tidak boleh dipindahtangankan tanpa sepengetahuan bank.”

Para pakar syariah mengatakan, pelanggaran terjadi karena salah menerapkan prinsip-prinsip syariah.

“Tugas kami adalah merancang produk-produk (perbankan) ini; tentang bagaimana produk itu ditawarkan kepada pasar, maka itu terserah pihak kreditur,” kata Hussain Hamid Hassan yang juga petinggi di Dubai Islamic Bank dan Dubai Financial Market.

Hassan yakin dan bersikukuh, produk-produk keuangan yang ada sudah sesuai dengan ketentuan syariah. Tapi masalahnya, para bankir yang menjual produk itu banyak yang memiliki latar belakang perbankan konvensional. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang perbankan syariah.

“Kita tidak memiliki sumber daya manusia yang tepat untuk melaksanakannya,” ujar Hassan.

“Industri keuangan Islam masih muda dan masih dalam proses menata prinsip, kebijakan dan pedoman pelaksanaan. Masalahnya adalah orang yang mengimplementasikan dan melaksanakan seringkali cara berpikirnya seperti lembaga keuangan konvensional,” tegas Hassan.

Apa yang dikatakan oleh Hassan mengenai sumber daya manusia lembaga keuangan Islam, terjadi pula di Indonesia. Dalam beberapa kesempatan berbincang dengan pihak perbankan syariah, pihaknya pernah bertanya mengenai latar belakang para pegawai lembaga keuangan mereka. Semuanya mengakui, hanya segelintir pegawai lembaga keuangan Islam yang benar-benar memiliki pengetahuan tentang perbankan syariah. Ironis. [di/tnae/www.hidayatullah.com]

http://www.surya.co.id/2010/02/20/banyak-bank-islam-langgar-aturan-syariah.html
Read On 0 comments

Kelengkapan Alat Pembobol ATM Bisa Dibeli di Toko

10:49:00 AM
[ Rabu, 10 Februari 2010 ]

SEBAGIAN kelengkapan alat penyadap data kartu ATM bisa didapat dengan mudah di toko-toko sekitar kita. Untuk membeli, harganya tak terlalu mahal. Malah peralatan pembajak data itu bisa dirangkai dan dirakit sendiri.

Sindikat pembobol ATM yang beroperasi di Bali dan berbagai kota lain di tanah air hanya mengeluarkan dana Rp 7 juta untuk membelinya. ''(Peralatan itu) dibeli di Sim Lin, Singapura, seharga 1.000 dolar Singapura (sekitar Rp 6,6 juta) satu buahnya,'' jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang di PTIK, Jakarta, kemarin (9/2). Sim Lin merupakan pasar elektronik murah di Rochor Road, Singapura.

Edward menuturkan, informasi itu didapat dari Gunawan alias Yulius Ardan alias Hasan Gunawan, yang ditangkap petugas Bareskrim Polri Senin (8/2) pukul 23.10 di Perumahan Graha Tirta Bromelia Nomor 5, Waru, Sidoarjo.

Ketika Jawa Pos berkunjung ke Sim Lin akhir Januari lalu, pasar elektronik itu menyediakan aneka barang, seperti pusat perbelanjaan Glodok, Jakarta. Di Sim Lin, juga dijual berbagai produk elektronik Tiongkok dengan kualitas baik.

Harga-harga produk di Sim Lin juga sangat murah. Misalnya, BlackBerry 8320 baru di Indonesia dijual seharga Rp 2,5 jutaan, tetapi di Sim Lin hanya Rp 1,2 juta. Tawar-menawar secara ekstrem hingga separo harga juga lazim dilakukan di pasar tersebut. Barang yang dijual bebas pajak Singapura. Jadi, bisa gampang dibawa ke luar negeri.

Bagaimana di Indonesia? ''Kami belum tahu apa di sini (peralatan penyadap data kartu ATM) sudah ada. Tapi, dari informasi tersangka, diperolehnya di Singapura,'' kata Edward.

Selain skimmer (alat pengganda data kartu ATM), pembajakan data ATM perlu kamera pengintai. Itu dimaksudkan untuk mengetahui nomor PIN atau personal identification number kartu tersebut. Jadi, skimmer berfungsi menduplikasi kartu, sedangkan kamera pengintai mendeteksi nomor PIN.

Kamera itu biasanya diletakkan tidak jauh dari tombol keyboard mesin ATM. Biasanya, kamera tersebut disamarkan dalam kotak brosur atau ruang kosong di bodi mesin ATM. Cukup mudah menyamarkan kamera. Sebab, ukuran kamera pengintai itu sangat kecil. Mulai seukuran kotak korek api, kancing baju, hingga lubang jarum.

Teknologi kamera tersebut juga cukup sederhana. Kamera itu sebenarnya CCTV alias closed circuit television. Setiap dipasang, kamera itu selalu on (hidup). Semua gambar yang melintas di depan kamera direkam dan dikirim ke dalam data storage. Kamera dan data storage disambungkan oleh kabel. Namun, kalau teknologinya canggih, kamera itu tak perlu dihubungkan kabel. Data visual yang didapat kamera langsung dikirimkan ke data storage yang berada jauh dari mesin ATM.

Cukup mudah mendapatkan kamera CCTV itu karena dijual bebas. Berdasar penelusuran Jawa Pos, di kawasan Harco, Glodok, ada banyak pilihan kamera supermungil. Yang seukuran kancing dijual Rp 850 ribu, tetapi masih pakai kabel. Yang jenis wireless (nirkabel) bisa di atas Rp 1,5 juta.

Kalau dana cekak, bisa juga digunakan kamera seukuran korek api. Harganya relatif murah, yakni Rp 125 ribu. Hanya, resolusinya rendah. Gambar yang dihasilkan tidak terlalu detail. Selain itu, bisa digunakan kamera CCTV berbentuk bolpoin. Kamera tersebut dijual Rp 850 ribu hingga Rp 1 juta per unit.

Polisi belum melarang penjualan kamera kecil itu meski dilakukan secara terbuka. ''Kalau tidak untuk kejahatan, tentu tidak ada masalah,'' ujar Edward Aritonang.

Jika barang itu digunakan untuk tindak pidana, polisi pasti bertindak. ''Seperti pisau, kalau untuk mengupas mangga, ya tidak apa-apa. Tapi, kalau dipakai untuk membunuh, itu menjadi barang bukti kejahatan,'' jelasnya. (aga/zul/rdl/dwi)

http://www.jawapos.com/
Read On 0 comments

Pintar Hindari Jebakan Kartu Kredit

10:19:00 AM
Rabu, 10 Februari 2010 19:08 WIB

KARTU kredit sudah menjadi alat pembayaran yang lazim digunakan orang saat ini karena kemudahan dan kepraktisannya. Akan tetapi, jika kurang bijak dan berhati-hati menggunakannya uang plastik tersebut justru bisa menjerat dan menenggelamkan Anda dalam kekacauan finansial.

Nah, berikut ini adalah lima jebakan kartu kredit yang sebaiknya Anda hindari menurut Susan McCarthy, penasihat finansial sekaligus penulis buku The Value of Money:

1. Pembayaran minimal
Jangan hanya membayar pembayaran minimal kartu kredit setiap bulannya. Sebab, kebiasaan itu akan memperpanjang masa pembayaran dan bunga kartu kredit akan menambah besar utang secara keseluruhan.

2. Jumlah kartu kredit
Hindari memiliki banyak kartu kredit karena mempertinggi risiko Anda terjerumus ke dalam belitan utang. Selain itu, beberapa kartu kredit yang dimiliki akan menyulitkan Anda untuk melacak pengeluaran. Memiliki banyak kartu kredit sebenarnya tidak masalah asalkan Anda tidak menyalahgunakannya. Sebaiknya, batasi kepemilikan kartu kredit maksimal dua buah.

3. Tanggal jatuh tempo
Jangan pernah melewatkan tanggal jatuh tempo pembayaran kartu kredit. Anda bukan hanya akan terkena denda akibat keterlambatan pembayaran, melainkan juga tingkat suku bunga yang jadi melompat. Daftarkan diri Anda untuk fasilitas online banking guna mempermudah pembayaran tagihan kartu kredit.

4. Penarikan tunai
Jangan memilih fasilitas penarikan uang tunai lewat kartu kredit Anda. Sebab, fasilitas tersebut biasanya disertai dengan tingkat suku bunga yang tinggi serta tambahan biaya layanan. Sungguh cara yang terlalu mahal untuk menarik uang tunai!

5. Iuran tahunan
Jika memiliki kartu kredit, perhitungkanlah juga iuran tahunan yang mesti Anda bayarkan dan ingatlah kapan harus dibayar. Meskipun relatif rendah, namun jika Anda memiliki banyak kartu artinya akan banyak pengeluaran yang tidak penting juga. (ICH)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/10/10536/Pintar-Hindari-Jebakan-Kartu-Kredit-/882
Read On 0 comments

Warga Solo Buru Rumah di Bawah Tipe 70

10:52:00 AM
Kamis, 04 Februari 2010 09:17 WIB

Penulis : Ferdinand

SOLO--MI: Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) oleh bank umum di wilayah eks Kerisidenan Surakarta mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang 2009.

Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua tipe KPR dan KPA dengan total kredit tersalurkan mencapai Rp1,332 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding 2008 yakni Rp 1,244 triliun. Selain bertumbuh signifikan, penyaluran KPR dan KPA sepanjang 2009 juga mengalami pergeseran tren, yakni didominasi tipe 70 ke bawah. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya selalu didominasi tipe 70 ke atas.

"Tahun 2009, KPR dan KPA tipe 70 ke bawah memiliki persentase 43,35% dan tipe 70 41,86%. Ini sebuah tren baru," kata pemimpin Bank Indonesia Solo Dewi Setyowati, Kamis (4/2). Pergeseran tren ini telah mulai terjadi sejak 2008. Pada saat itu, KPR dan KPA tipe 70 meningkat 12,76%.

Pertumbuhan itu jauh lebih tinggi dibanding tipe 70 ke bawah yang hanya 1,79%. Peningkatan jumlah debitur dari 18.489 rekening pada 2008 menjadi 19.037 rekening pada 2009. Di sisi lain, kredit properti bank umum yang diberikan kepada pengembang juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 11,50% dari sebesar Rp83,68 miliar pada 2008 menjadi sebesar Rp93,30 miliar pada 2009.

Kredit properti bank umum kepada pengembang ini didominasi oleh kredit modal kerja mencapai 55,91% dan kredit investasi mencapai 44,09%. Secara keseluruhan, total kredit properti yang disalurkan kepada pengembang sebesar 5,97% dari total kredit properti. "Untuk 2010 prospek kredit properti khususnya KPR dan KPA kami perkirakan masih akan meningkat," kata Dewi. (FR/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/04/121123/124/101/Warga-Solo-Buru-Rumah-di-Bawah-Tipe-70-
Read On 0 comments

Pejabat BCA Terlibat Bobol Bank

10:49:00 AM
Kamis, 4 Februari 2010 | 8:45 WIB

Jakarta - surya- Pengungkapan kasus pembobolan dana nasabah lewat ATM (Automatic Teller Machine) terus menunjukkan kemajuan. Setelah sehari sebelumnya menyebut ada oknum pejabat bank terlibat pembobolan dana nasabah, kemarin Mabes Polri mengungkapkan bank mana yang dimaksud.

Tersangka berasal dari Bank Central Asia (BCA) dengan inisial AS. Oknum tersebut sebetulnya telah ditangkap pada, Sabtu (30/1) lalu, dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif pihak kepolisian.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, oknum BCA itu adalah salah-satu dari 37 tersangka pelaku pembobolan dana nasabah yang telah ditangkap. Meski demikian, Edward menyebutkan, oknum tersebut tidak terkait dengan pembobolan ATM yang baru-baru ini banyak terjadi di sejumlah bank di Bali.

“Saya membenarkan ada tersangka dari pihak BCA. Tetapi, sementara ini dalam kasus yang berbeda dari apa yang kita kembangkan di Bali,” kata Edward kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, Rabu (3/2).

Edward menjelaskan, polisi masih mendalami keterlibatan oknum BCA itu dalam pembobolan ATM di Bali. Namun, oknum itu ditangkap karena diduga sebagai pelaku pembobolan dana nasabah dengan modus lain.

“Apakah itu masih link (kaitan, Red) dengan kasus di Bali, nanti tentu kita selidiki. Masih sangat prematur kita simpulkan. Tapi, memang benar ada tersangka dari pihak BCA. Namun, ini masih belum terkait dengan yang di Bali melainkan dalam kasus lain seperti data-data kartu kredit dan sebagainya,” jelas dia.

Secara terpisah, pihak BCA mengakui memang ada salah satu karyawannya yang ditahan di Mabes Polri terkait kasus penyelidikan pembobolan ATM. Wakil Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, oknum BCA yang disebut-sebut sebagai pejabat sebuah bank ternama itu bekerja di BCA sebagai supervisor di Bandung.

“Setelah kami teliti lebih lanjut, ada satu karyawan kartu kredit berpangkat supervisor di Bandung yang ditahan oleh pihak kepolisian atau Mabes Polri,” ujarnya melalui pesan singkatnya, Rabu ( 3/2 ) malam.

Diterangkan, oknum itu ditahan karena melakukan penggandaan kartu dan pengintipan PIN dengan korban berjumlah empat orang nasabah. Meski demikian, menurutnya, hingga kini oknum tersebut masih diselidiki pihak kepolisian apakah mempunyai keterkaitan dengan jaringan pembobol rekening ATM di Bali.

“Sejauh info yang kami dapat, pelaku ini belum dapat dikatakan tersangkut dengan kasus ATM Bali yang heboh itu, karena penyidikan polisi masih sedang berjalan,” jelasnya.

Jahja megakui, sejauh ini pihak kepolisian telah banyak membantu perseroan untuk mengungkap kasus pembobolan ATM. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ito Sumardi dan Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang terkait kasus dan penangkapan oknum tersebut.

Disebutkan Mabes Polri, oknum tersebut dibekuk setelah polisi mendapat informasi dari beberapa tersangka pembobolan ATM yang ditangkap sebelumnya. Mabes Polri berharap, dari hasil penyelidikan terhadap pejabat bank tersebut bisa diperoleh informasi baru lainnya.

Seperti banyak diberitakan sebelumnya, kasus pembobolan dana nasabah lewat ATM mencuat pada akhir Januari lalu. Secara massal, kasus ini pertama kali ditemukan di Bali. Namun, kemudian muncul laporan dari berbagai daerah tentang kasus yang sama. Sejauh ini, kerugian terkait kasus pembobolan dana lewat ATM itu mencapai sekitar Rp 17,4 miliar.

Ada berbagai dugaan modus yang dilakukan pelaku untuk membobol dana nasabah lewat ATM. Di antaranya dengan memasang skimmer (alat perekam data magnetik yang terdapat pada kartu ATM, Red) di mesin-mesin ATM.

Polisi menduga kuat ada keterlibatan pihak outsourcing (lembaga luar) yang bekerja sama dengan pejabat bank tersebut. Pasalnya, penempatan peralatan skimmer tidak mungkin dikerjakan oleh orang-orang biasa.

Sampai saat ini pihak Mabes Polri tengah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Interpol untuk melacak dua pelaku pembobolan ATM asal Kanada dan Australia. Kedua warga asing ini terendus setelah Polda Metro Jaya menangkap komplotan Alex Rusli alias Jie Giat alias Edwin Sanjaya Joe, 39.

Alex Cs terlibat dalam kasus pembobolan ATM BCA dengan modus menggunakan alat skimmer. Peristiwanya terjadi Agustus 2009 lalu. Modus yang diperagakan komplotan Alex Rusli ini sangat mirip dengan peristiwa pembobolan ATM di Bali. Kini Alex dan delapan anak buahnya sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dari pengakuan Alex, dia bekerja sama dengan Ming-Ming dan Edward di Australia dan Val yang ada di Kanada.

Hari Panen

Kata Edward, hingga kemarin sore, kepolisian telah menangkap 37 orang terkait pembobolan dana lewat ATM di sejumlah wilayah di Indonesia. Empat pelaku di antaranya baru ditangkap polisi, Selasa (2/2) malam. Salah seorang pelaku adalah warga Surabaya dan diduga sebagai otak atau aktor intelektual dalam salah-satu sindikat pembobolan itu.

Edward menjelaskan, dari 37 pelaku itu, tujuh di antaranya merupakan pelaku pembobolan di Bali. Di antara 37 pelaku, ada yang saling berkaitan atau berada dalam jaringan yang sama. Mereka bekerja dengan berbagai modus untuk mencuri data digital kartu ATM nasabah.

“Tangkapan tadi malam (Selasa malam, Red) termasuk tersangka yang sangat signifikan perannya dalam jaringan ini. Yang bersangkutan berperan sebagai penghubung, pengambil uang, dan penghimpun hasil kejahatan,” papar Edward.

Dari pemeriksaan terungkap, para pelaku melancarkan aksinya pada waktu-waktu tertentu. Mereka beraksi pada waktu yang mereka sebut “hari panen”, yaitu hari-hari ketika para nasabah menyimpan banyak uang di tabungan.

“Mereka (pelaku) menggunakan istilah hari panen,” ucap Edward.

Edward menjelaskan, hal itu diketahui dari barang bukti laptop yang disita dari para pelaku. Mereka telah membuat perencanaan waktu-waktu untuk beraksi. Mereka menandai waktu-waktu dengan hari panen. “Di situlah mereka biasanya bergerak,” ucapnya.

Hari panen itu biasanya adalah tatkala nasabah banyak menyimpan uang untuk keperluan berlibur, hari besar, weekend, dan sebagainya, tambah Edward.

Pada laptop, kata dia, polisi juga menemukan data-data korban selanjutnya. “Data-data ini masih dikembangkan untuk mengetahui sejauh mana sasaran berikutnya atau daftar korban yang mereka bobol rekeningnya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Perbanas (Perhimpunan Bank Swasta Nasional) Jatim, Herman Halim mengatakan, terkuaknya aktor di balik pembobolan dana nasabah bank yang ternyata ‘orang dalam’ bank membuktikan bahwa selama ini sistem kerja teknologi ATM sebetulnya tidak ada masalah.

“Kalau ternyata penyebabnya melibatkan orang internal, berarti yang bermasalah adalah SDM-nya, sedangkan sistem tidak bermasalah apa-apa,” kata Herman yang juga Direktur Utama Bank Maspion saat dihubungi Surya, Rabu (3/2) malam

Ia menganjurkan, nasabah tidak perlu panik meskipun memiliki simpanan dalam bank yang karyawannya diduga tersangkut pembobolan dana nasabah. lewat ATM.

“Saya pikir, dari sisi internal mereka sebetulnya sudah berulang-ulang melakukan koreksi itu. Sejak puluhan tahun BCA berdiri, buktinya berapa banyak sih kasus yang merugikan nasabah?” jelasnya.nwarkot/kompas.com/ant/ ame

http://www.surya.co.id/2010/02/04/pejabat-bca-terlibat-bobol-bank.html
Read On 0 comments

Inilah 33 Lokasi ATM di Bali yang Pernah Dipasang Skimmer

8:44:00 AM
Selasa, 2 Februari 2010 | 06:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, meminta kepada seluruh nasabah bank agar tetap berhati-hati melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM). Nasabah diminta tidak mudah percaya kepada siapa pun disekitar ATM agar pembobolan dana nasabah tidak terus terjadi.

"Kami imbau agar masyarakat waspada," ucap dia saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin ( 1/2/2010 ).

Dalam kesempatan itu, polisi mengungkapkan lokasi-lokasi ATM di Bali yang pernah dipasang skimmer atau alat penyalin data digital kartu ATM nasabah oleh para pelaku. Berikut ini beberapa lokasi yang terlacak :

1. Bali Wisata Tour Travel lokasi Jl. Teuku Umar 186 , Denpasar

2. Glony Restaurant lokasi Jl. Legian No. 445 , Legian

3. Bal Puri Niaga

4. Bali Padma Hotel 1 lokasi Jl. Padma Utara Legian, No. 1, Kuta

5. Hayam Wuruk Plaza 2 Denpasar lokasi Jl. Hayam Wuruk No. 98, Denpasar

6. Okie's Hause, Kuta lokasi Jl. Popies Lane II, Kuta Bali

7. Kartika Plaza 1 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta

8. Kartika Plaza 2 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta

9. Waterbom Park Spa lokasi Jl. Kartika Plaza, Kuta

10. Ubud 2 lokasi Jl. Raya Ubud 10, Ubud

11. UD Ron Ron lokasi Kuta

12. Galael Dewata Swalayan lokasi Jl. Raya Kuta No. 165 , Kuta

13. Visi Reality lokasi Jl. Teuku Umar, Denpasar

14. Mai Mai Restaurant lokasi Jl. Hanoman, Padang-Tegal-Ubud

15. Kuta Suci Arcade lokasi Jl. Pantai Kuta, Kuta

16. Pepito Supermarket lokasi Jl. Kediri No. 36 A, Tuban

17. Siliwangi 1 lokasi Jl. Jenderal Sudirman 120-121 , Semarang

18. Gosha lokasi Jl. Dhyana Pura, Seminyak

19. Puri Naga lokasi Kuta

20. Bali Bagus Abadi Cargo lokasi Jl. Pura Bagus Taruna, Kuta

21. Waterboom Park Spa 2 lokasi Jl. Kartika Plaza, Kuta

22. Griya Kopo Permai lokasi Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar

23. Super Ekonomi Marlboro lokasi Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar

24. Gazebo Beach Hotel lokasi Jl. Danau Tamblingan No. 35, Sanur

25. Mitra 10 Denpasar lokasi Jl Gatot Subroto No. 659-660 , Denpasar

26. Hotel Taman Suci lokasi Jl. Imam Bonjol, Denpasar

27. Discovery Shopping Mall 1 lokasi Kuta

28. SPBU Dewi Sri lokasi Jl. Dewi Sri, Kuta

29. SPBU Kunti lokasi Jl. Kunti Seminyak, Kuta

30. Kois K Sweta Lombar Jl. Sandubaya, Sweta, NTB

31. Kios K Kartika Plaza 1 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta

32. Kios K Kartika Plaza 2 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta

33. Kios K Visi Reality lokasi Jl. Teuku Umar, Denpasar

http://regional.kompas.com/read/2010/02/02/06220571/Inilah.33.Lokasi.ATM.di.Bali.yang.Pernah.Dipasang.Skimmer
Read On 0 comments

Tanujaya: Pemerintah Harus Demokan Pembobolan ATM

11:48:00 AM
Selasa, 26 Januari 2010 11:22

Jakarta (SuaraMedia News) - Alfons Tanujaya, analis anti virus dan keamanan komputer dari Vaksincom, menyambut baik demonstrasi kelemahan keamanan ATM yang disiarkan di televisi seperti yang dilakukan ahli digital forensic Ruby Alamsyah. Bahkan, ia berharap pemerintah atau Bank Indonesia ikut mendorong hal ini.

"Saya bukan setuju kalau dipertontonkan saja, melainkan pemerintah lewat Bank Indonesia harus encourage (mendorong/mendukung-red) hal ini.

Menurut Alfons, untuk setiap insiden sekuriti pada sistem perbankan harus dikomunikasikan ke publik. Hal ini agar nasabah tidak terbuai oleh rasa keamanan yang palsu.

"Selama ini bank-bank berusaha menutupi insiden dan memberikan kesan yang salah bahwa kartu ATM-nya aman. Padahal teknologi yang dipergunakan oleh mesin ATM saat ini adalah teknologi kartu magnetik. Itu mah teknologi dari zaman kuda gigit besi," Alfons melanjutkan.

Alfons pun menganjurkan perbankan untuk beralih ke kartu ATM berbasis Chip. Ia mengibaratkan, kartu ATM magnetik yang sekarang digunakan adalah 'kartu bugil', sehingga data di dalamnya bisa dilihat dengan mata telanjang oleh pelaku.

Sedangkan kartu chip, lanjut Alfons, ibaratnya sudah memakai baju dan celana. Data dalam kartu dengan chip, lanjut Alfons, memiliki enkripsi yang menyulitkan pelaku kejahatan.

"Tapi pengguna hardware keuangan selalu harus sadar bahwa security is a process. Jadi jangan sudah pakai satu teknologi maunya untung terus, nggak mau ikuti perkembangan bahwa teknologi yang digunakannya sudah kuno dan harus diganti," ia menambahkan.

Bahkan, Alfons meramalkan, bencana besar bisa terjadi jika perbankan di Indonesia masih ngotot dengan kartu magnetik. "Tinggal tunggu waktu, makin lama pembobolan akan makin banyak dan lama-kelamaan malah orang nggak percaya lagi sama kartu ATM," tandasnya.

Serangan' Roy Suryo terhadap pakar forensik digital Ruby Alamsyah ditanggapi oleh blogger Bandung. Menurut mereka, munculnya Ruby justru bagus karena dapat membuka mata masyarakat bahwa banyak pakar TI di Indonesia yang siap bersuara di dunia nyata.

"​Justru bersyukur dengan munculnya Ruby, kita (masyarakat) jadi tahu bahwa pakar TI di Indonesia itu banyak," ujar Ihwanul Iman, Bandung Blog Village (BBV) Representative saat berbincang dengan detik.com ,Senin (25/1/2010).

Ditambahkan oleh Ihwan, demikian dia akrab dipanggil, profil Ruby sangat kompeten untuk membahas masalah pembobolan ATM. Aksinya di TV tersebut membuat masyarakat bisa berhati-hati lagi dalam melakukan transaksi di ATM.

"Kalau baca profilnya, dia sangat kompeten untuk membahas masalah yang sekarang ini menjadi buah bibir masyarakat," tuturnya.

Serangan Roy ini diduga akibat aksi Ruby Alamsyah di stasiun TV swasta. Dalam tayangan tersebut, Ruby dengan gamblang mempraktekkan cara membobol ATM.

Roy pun gerah. Dia lantas mengirimkan pesan singkat ke kolega serta masyarakat tentang dampak negatif dari penayangan tersebut. Menurutnya, aksi Ruby bisa memancing masyarakat untuk berbuat serupa.

‎​"Saya kira tidak perlu menyerang seperti itu, bahkan dengan menyebar SMS ke sejumlah pihak," pungkasnya.(detik.com)

http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/teknologi/16442-tanujaya-pemerintah-harus-demokan-pembobolan-atm.html
Read On 0 comments

Waspadai Kamera Pembobol ATM

10:09:00 AM
2010-01-28

Media cetak dan elektronik, beberapa hari belakangan ini, ramai memberitakan kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandidi atau ATM. Sebagaimana diberitakan Suara Pembaruan edisi Kamis (21/1), seorang pejabat Bank Indonesia menyebutkan, hasil penyelidikan awal terjadinya skimming/tapping data, yaitu telah terjadi pencurian data nasabah yang tersimpan di dalam kartu dan pengintipan nomor identitas personal (PIN) di mesin ATM.

Pada hari berikutnya, dilaporkan juga bahwa pembobolan ini terjadi di berbagai bank di beberapa kota (diperkirakan lebih dari 200 nasabah), dengan total kerugian lebih Rp 5 miliar. Tentu sebagai pemegang kartu ATM dan terbiasa dengan gaya hidup yang bergantung pada keberadaan mesin ATM, kita sangat cemas dengan berita-berita ini. Apakah transaksi ATM yang sedang kita lakukan aman? Apakah data kita sedang tidak disadap oleh orang lain? Adakah kamera tersembunyi yang sedang mengintip aktivitas saat memasukkan nomor PIN ke mesin ATM?

Kamera CCTV tersembunyi (atau sering dikenal sebagai kamera mata-mata) adalah salah satu alat yang dituding telah turut membantu kegiatan para pembobol ATM, sehingga mereka berhasil merampok sejumlah uang. Tetapi, bagaimana kerja kamera ini?

CCTV di ATM

Kamera CCTV adalah peralatan elektronik yang membutuhkan lensa dan sumber daya (power supply) untuk dapat bekerja. Dengan bantuan lensa ini, kamera dapat menangkap objek (informasi lebih lengkap tentang CCTV dapat dilihat di tulisan yang dibuat penulis di harian Suara Pembaruan edisi 10 Juli 2009). Akan tetapi, kemampuan menangkap kamera ini bergantung pada kemampuan teknis lensa yang digunakan.

Kemampuan teknis lensa, yang sering disebut adalah panjang fokus lensa (focal length, dinyatakan dalam mm) dan bukaan lensa (diafragma lensa, dinyatakan dengan bilangan f). Panjang fokus lensa menentukan lebar bidang gambar yang dapat dilihat oleh kamera (cobalah mainkan W(ide) dan T(ele) pada kamera poket Anda, inilah yang dimaksud panjang fokus lensa). Sedangkan bukaan lensa, menentukan seberapa banyak cahaya yang dapat dikumpulkan oleh lensa, supaya kamera dapat menghasilkan gambar yang baik.

Setiap kamera CCTV membutuhkan cahaya untuk membantu kamera melihat objek dengan baik. Kecukupan cahaya akan menghasilkan gambar yang terang, atau gelap sama sekali kalau cahaya tidak ada.

Di mesin ATM, kamera yang dipasang oleh pihak bank dihubungkan dengan alat perekam (dikenal sebagai digital video recorder/DVR) yang ditempatkan di suatu tempat aman, yang tersembunyi. Sebagai perekam, DVR menerima sinyal listrik dari kamera ATM untuk disimpan datanya. Data yang disimpan adalah data rekaman gambar yang diambil oleh kamera ATM (atau dapat juga sejumlah kamera ATM) yang terhubung dengan DVR ini. DVR dapat merekam satu atau lebih kamera secara bersamaan. Periode simpan data oleh DVR bergantung pada kapasitas hard disk dari DVR yang digunakan.

CCTV yang dipasang oleh bank di mesin-mesin dan/atau lokasi-lokasi ATM, dimaksudkan untuk membantu bank dalam menganalisis data untuk kelancaran tugas operasional mereka. Karena itu, pihak bank biasanya mengarahkan kamera menghadap badan/wajah nasabahnya dan diletakkan di sebelah atas dan sedikit di belakang mesin ATM. Juga, kebanyakan bank memasang kamera yang dapat dilihat keberadaannya oleh nasabahnya. Setahu penulis, pihak bank tidak pernah memasang kamera ATM untuk keperluan mengintip PIN dari para nasabahnya.

Lain halnya dengan para pembobol ATM. Mereka memasang kamera untuk keperluan mengintip PIN dari setiap orang yang melakukan transaksi di mesin ATM, yang sudah mereka pasangi kamera pengintip dan alat-alat lainnya. Karena keperluannya untuk mengintip PIN, maka kamera diposisikan mengarah ke tombol-tombol angka yang ada di mesin ATM, panjang fokus lensanya tertentu, supaya sebagian besar tombol terlihat. Mereka dapat meletakkan kamera di posisi mana saja, sepanjang tombol angka terlihat dengan jelas oleh kamera. Karena itulah, kamera ini dinamakan spy cam, karena digunakan untuk memata-matai.

Karena berfungsi mengintip, maka kamera ini cukup kecil, agar kehadirannya tidak disadari oleh mereka yang melakukan transaksi. Kamera jenis ini biasanya memiliki dimensi yang kecil. Bahkan, ada yang sekecil ujung jari telunjuk orang dewasa. Dan karena dimensinya yang kecil serta keperluannya yang sangat spesifik untuk memata-matai, kamera ini dapat saja ditempelkan di kacamata, kartu identitas karyawan (badge), pulpen, ikat pinggang, jam tangan, pemantik api, dan sebagainya.

Reiner Francis, Praktisi CCTV, tinggal di Jakarta

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13349
Read On 0 comments

Ratusan Mahasiswa Unpad Terlantar

10:06:00 AM
Jumat, 29/01/2010 18:39 WIB

Sistem Pembayaran SPP Kacau

Tendi Mahadi - detikBandung

Bandung - Akibat kacaunya sistem pembayaran SPP untuk semester genap tahun ajaran 2009-2010, ratusan mahasiswa terlantar di ruang pembantu rektor III Unpad (bagian keuangan dan administrasi), Jl. Dipati Ukur no 35 Bandung. Mereka berniat membayar SPP secara manual karena nama dan nomor rekening mereka tidak tercantum di daftar mahasiswa yang ada di BNI (Bank Nasional Indonesia).

Namun banyaknya mahasiswa yang berniat membayar secara manual tidak dibarengi dengan jumlah petugas yang memadai. Akhirnya petugas kewalahan dan mahasiswa hanya bisa menunggu lama. Antrian sendiri sudah dimulai dari sekitar pukul 9.00 WIB pagi dan masih terjadi hingga saat ini, dengan penjagaan dari petugas keamanan kampus.

"Saya dari habis Sholat Jumat, tapi ada yang ngantri dari pagi sampai sekarang belum dipanggil," ujar Ivan Hermawan (22) Mahasiswa Fikom Unpad yang akan membayar SPP untuk semester 8 yang ditemui detikbandung di Kampus Unpad Jumat (29/1/2010).

Ivan mengungkapkan bahwa kekurangan petugas dibarengi dengan kurangnya koordinasi. Sehingga mahasiswa sering dioper ke ruang lain namun tanpa kejelasan dan hasil. "Ya bingung jadinya," tambahnya.

Ivan mengakui baru mengetahui namanya tidak tercantum di daftar mahasiswa yang ada di BNI kemarin (28/1/2010). Padahal pembayaran SPP untuk semester genap dijadwalkan berakhir pada hari ini.

(dip/dip)

http://bandung.detik.com/read/2010/01/29/183938/1289273/486/ratusan-mahasiswa-unpad-terlantar
Read On 0 comments

Informasi Kasus ATM Dibatasi

9:42:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 | 03:23 WIB

Jakarta, Kompas - Pembobolan dana nasabah bank yang diduga kuat telah terjadi bertahun-tahun ke belakang diperkirakan telah meluas. Polisi masih menelusuri dugaan keterlibatan oknum perbankan. Namun, belakangan, kepolisian mulai membatasi pemberian informasi kepada media massa soal gambaran kasus tersebut.

”Karena itu, kami imbau korban melapor kepada polisi. Dulu, kan, hanya diupayakan diselesaikan dengan banknya saja,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang, Selasa (26/1).

Menurut Edward, pembatasan pemberian informasi kepada media dilakukan agar tidak mengganggu kerja penyidik di lapangan. Edward menyangkal hal itu atas permintaan perbankan. Ketika ditanya seberapa meluasnya pembobolan itu, Edward berkomentar, ”Sementara kita stop dulu masalah itu agar keinginan masyarakat untuk kasus ini lekas terungkap,” ujarnya.

Informasi di kepolisian, sejauh ini polisi baru menangkap 10 tersangka di Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan DIY Yogyakarta. Tersangka di Jakarta adalah Fransiscus alias Frans; tujuh tersangka di Kaltim adalah Syamsir Alamsyah, Syamsudin (kasir Hotel GV), Ihsan (manager Hotel GV), Riduan (supervisor hotel), Susanto (karyawan hotel), Ajeng (kasir hotel), dan Irma (kasir hotel). Adapun tersangka yang ditangkap di Kalbar adalah Supriyanto, sedangkan yang ditangkap di Yogyakarta adalah Joko Eko Budi Prasetyo.

Sementara buron yang masih diburu Polda Kalbar adalah Yus dan Pakter. Selain itu, Badan Reserse Kriminal Polri masih memburu Yudha.

Barang bukti yang disita dari para tersangka di antaranya adalah CPU komputer, monitor LCD View Sonic VA 702b, mesin pencetak Canon tipe 1475D, modem Speed Up 3G, telepon seluler, sejumlah kartu ATM bank (BCA, Bukopin, Mandiri, dan lain-lain), dan buku rekening bank (BCA, Mandiri, NISP, dan lain-lain).

Rentang waktu

Rentang waktu pembobolan dana nasabah via ATM yang sejauh ini terdata di kepolisian adalah sejak Agustus 2009 hingga Januari 2010. Rentang waktu itu merujuk pada 14 korban di sejumlah daerah yang resmi membuat laporan polisi. Nilai kerugian yang tercatat sekitar Rp 6 miliar. Tidak tertutup kemungkinan rentang waktu itu juga meluas seiring bertambahnya korban yang melapor kepada polisi.

Dari penelusuran data surat pembaca yang masuk ke Redaksi Kompas lima tahun ke belakang, keluhan nasabah soal saldo yang tiba-tiba berkurang sudah kerap terjadi. Jumlahnya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Salah satu nasabah yang merasa kehilangan uang di rekeningnya adalah Sudarti, nasabah BRI. Kemarin, Sudarti melapor ke Polres Jakarta Pusat karena pernah kehilangan uang Rp 6 juta pada Agustus 2009.

”Saldo semula Rp 9 juta. Kemudian, waktu saya hendak mengambil uang di ATM, ternyata rekening sudah diblokir lantaran sudah nyaris kosong,” ucap Sudarti.

Saat itu, kepada Sudarti, pihak bank menyatakan bahwa transaksi yang dilakukan itu sah karena menggunakan ATM dan PIN yang benar. (SF/ART)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/27/03233947/informasi.kasus.atm.dibatasi.
Read On 0 comments

Polisi Sebarkan Tips Aman Bertransaksi di ATM

1:39:00 PM
Sabtu, 23/01/2010 19:50 WIB

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Surabaya - Selain mengadakan pemeriksaan mesin ATM, polisi juga menyebar imbauan berupa tips agar aman dalam bertransaksi menggunakan ATM. Imbauan tersebut ditempel di sejumlah mesin ATM.

"Ini adalah antisipasi agar masyarakat terhindar dari pembobolan ATM," ujar Kapolsek Simokerto, AKP Aditya Puji, kepada wartawan di ATM BCA, Jalan Kenjeran, Sabtu (23/1/2010).

Isi tips itu adalah agar pengguna ATM melindungi kerahasiaan pin dengan mengganti pin secara berkala, menutup dengan tangan saat memasukkan pin dan tidak memberikan pin ke orang lain.

Selain itu pengguna ATM agar memperhatikan kondisi fisik ATM, jika mencurigakan jangan melakukan transaksi dan berpindah ke ATM yang aman, melihat alat telan kartu (EDC) mencurigakan atau tidak, blokirlah ATM bila menemukan kejanggalan transaksi, carilah ATM yang dijaga satpam dan jangan percaya dengan bantuan orang lain saat bertransaksi.

"Himbauan tersebut kami tempel di kaca bilik ATM agar pengguna ATM mudah
membacanya," tambah Akpol lulusan 1998 itu.

Selain ATM, toko emas di kawasan Kapasan juga menjadi sasaran himbauan Polsek
Simokerto. Imbauan itu berisi pesan kepada pemilik toko emas agar pertama, harus memiliki rasa curiga baik terhadap pelanggan yang membeli maupun menggadaikan emas. Kedua, harus awas jika ada pembeli atau penggadai yang sering mondar-mandir. Dan yang ketiga, segeralah menghubungi pihak berwajib terdekat jika melihat sesuatu yang mencurigakan.

"Toko emas adalah sasaran yang banyak diincar pelaku kejahatan," lanjut Aditya.

Selain itu Aditya, juga menyebar brosur berisi nomor-nomor penting baik kepolisian, rumah sakit, PLN dan PMK yang bisa dihubungi.

(bdh/bdh)

http://surabaya.detik.com/read/2010/01/23/195046/1284627/466/polisi-sebarkan-tips-aman-bertransaksi-di-atm
Read On 0 comments

Pelajaran dari Penggangsir ATM

1:08:00 PM
Sabtu, 23 Januari 2010 | 00:02 WIB

Kasus pencurian uang nasabah bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM) harus diusut tuntas. Pada saat yang sama, bank harus meningkatkan sistem keamanan transaksi "kartu uang" itu. Semua langkah ini penting demi mencegah terjadinya krisis kepercayaan terhadap perbankan yang bisa mengganggu perekonomian nasional.

Jumlah nasabah yang uangnya digangsir memang hanya ratusan dengan nilai cuma beberapa miliar rupiah. Ini juga bukan pertama kalinya terjadi pembobolan terhadap kartu kredit maupun kartu debit. Tapi pencurian kali ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di ATM. Dapat menggangsir anjungan uang milik enam bank besar milik pemerintah dan swasta, jelas sekali pelakunya sangat lihai.

Kesediaan bank untuk mengganti uang nasabah yang raib patut diapresiasi. Tapi ini tidak cukup. Kejahatan ini harus diusut tuntas: modus operandinya harus diketahui, pelakunya harus ditangkap. Bila pencurian ini dilakukan dari luar negeri dan pelakunya warga negara lain, minta bantuan Interpol untuk menangkap mereka. Upaya ini harus ditempuh dengan segala daya agar pencurian serupa di anjungan bank tidak terjadi lagi di masa depan.

Bank juga harus bergegas meningkatkan sistem keamanan transaksi di anjungannya. Dalam soal ini, kita jauh ketinggalan. Di Malaysia, misalnya, setiap kartu kredit dan debit sudah memakai teknologi smart card, yang jauh lebih aman. Di Indonesia, baru kartu kredit yang memakai cip itu, sedangkan kartu debit yang menjadi korban penggangsiran belakangan ini masih memakai teknologi penyimpan magnetik. Padahal, sejak 2009, Bank Indonesia mewajibkan seluruh kartu pembayaran menggunakan cip smart card.

Memang ada kendala untuk menerapkan kewajiban itu. Dari sisi perangkat, konversi kartu magnetik menjadi kartu cip membutuhkan penggantian seluruh perangkat transaksi: dari penggantian kartu, alat pembacanya di mesin ATM, hingga perubahan sistem operasional di bank. Biayanya jelas mahal karena harga satu unit mesin ATM cip saja mencapai US$ 9.000-11.000 dan harga satu kartu antara US$ 1 dan US$ 2. Dua tahun lalu saja, total biaya untuk konversi ini ditaksir mencapai Rp 2 triliun.

Kendala lainnya adalah waktu. Di Malaysia saja, yang infrastruktur teknologinya lebih bagus dan wilayahnya tak seluas Indonesia, konversi itu mencapai 4 tahun.

Tapi ini bukan alasan bagi bank untuk tidak mengonversi kartu debit magnetik ke kartu cip. Soalnya, sudah menjadi kewajiban setiap bank untuk mengamankan uang nasabahnya. Jumlah pemilik kartu debit juga jauh lebih banyak dibanding kartu kredit, dan di masa depan kartu-kartu sejenis ini diperkirakan bakal mengambil alih fungsi uang.

Sembari menunggu konversi ke kartu cip itu selesai, ada beberapa hal yang bisa dilakukan bank demi mengurangi kasus kejahatan ini. Misalnya bank mengkampanyekan cara-cara penggunaan kartu yang benar kepada nasabahnya. Bank juga harus menambah sistem keamanan konvensional di anjungannya, seperti dengan memasang kamera pengintai dan menambah petugas untuk mengawasinya.

http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2010/01/23/krn.20100123.188742.id.html
Read On 0 comments

KPR Subsidi Terhambat, BTN Pilih Komersil

12:41:00 PM
Minggu, 24 Januari 2010, 08:03 WIB

"Kita selalu mendukung program pemerintah dalam penyediaan rumah murah bagi MBR."

VIVAnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan mendukung skema pembiayaan baru yang akan digelontorkan Kementerian Perumahan Rakyat dalam mensukseskan program pemerintah dalam penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kita selalu mendukung program pemerintah dalam penyediaan rumah murah bagi MBR atau masyarakat menengah bawah," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam diskusi mengenai Masa Depan Industri Perumahan Nasional di Bogor, Sabtu, 23 Januari 2010.

Namun, dia mengakui, bila skema yang saat ini sedang disiapkan pemerintah untuk mengganti pola subsidi selisih suku bunga dan uang muka yang selama ini diberlakukan belum rampung dan membuat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terhambat atau tidak bergulir, perseroan akan memilih menerapkan KPR non subsidi.

Iqbal menuturkan, hal tersebut akan dipilih Bank Tabungan Negara, karena selain sebagai bank pemerintah, perseroan juga sudah menjadi bank milik publik (melalui IPO). Tentunya, roda bisnis perusahaan akan diutamakan.

"Jadi, kami tetap memberikan KPR kepada masyarakat menengah bawah untuk memiliki hunian. Tetapi, bila dana subsidi yang diberikan pemerintah terhenti digulirkan, tentunya BTN akan mengganti KPR subsidi menjadi non subsidi atau komersil," tutur Iqbal.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Teguh Satria berharap sebelum pola subsidi yang baru betul-betul diterapkan sebaiknya ada masa transisi dengan menggunakan pola subsidi yang lama.

Hal itu, kata dia, bertujuan agar tidak terjadi kevakuman dalam pembiayaan KPR bersubsidi yang dapat berakibat timbulnya kepanikan masyarakat maupun pengembang. "Jadi, jalan dulu dengan pola subsidi yang sudah ada, sebelum menggunakan yang baru," ujar Teguh.

Seperti diketahui, pemerintah akan membentuk lembaga pembiayaan baru sejenis special purpose vehicle (SPV) untuk mendukung suksesnya program pengadaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Dalam waktu dekat, kami akan menghadap Menkeu (Menteri Keuangan) untuk melaporkan," kata Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Manoarfa di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Suharso, dengan adanya lembaga baru tersebut akan mengubah mekanisme subsidi bagi konsumen dan menekan suku bunga KPR yang tinggi. "Jadi, nantinya suku bunga kredit akan tetap selama tenor berjalan," ujarnya.

antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/123820-kpr_subsidi_terhambat__btn_pilih_komersil
Read On 0 comments

Awas! Penipuan Berkedok Undian Berhadiah

11:04:00 AM
Sabtu, 23 Januari 2010 - 00:01 wib

BOGOR – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bogor Eli Nurbaini. (52), ditipu oleh seoarang pria yang mengaku karyawan Telkom, akibatnya korban menderita Rp15 juta.
Kejadian yang menimpa warga Jalan Palem Putri II No 27 Taman Yasmin Rt 01/09 Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ini, berawal saat korban mendapat telepon dari pelaku karyawan PT Telkom gadungan yang mengaku bernama Andi.

Lewat telepon pelaku bercerita bahwa korban mendapat hadiah sebagai pemenang kuis berhadiah Mandiri Fiesta. Tergiur keuntungan ratusan juta seperti yang diutarakan pelaku, korban yang kini memasuki masa pensiun menuruti kemauan pelaku dengan mendatangi Bank Mandiri di sektor Taman Yasmin, Tanah Sareal untuk membuka rekeningnya.

Saat itulah pelaku menuntun korban, agar memasukan nomor rekening dan nomor PIN ATM miliknya. Korban oleh pelaku diminta untuk menunggu sebentar, karena sedang proses pengiriman uang kuis berhadiah.

Setelah satu jam berlalu dan pelaku tidak menghubunginya, uang Rp 15 juta dalam rekening di bobol pelaku. "Saya pasrah Mas, uang diambil orang," ujar Eli saat melapor ke Mapolresta Bogor, Jumat (22/1/2010). Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polresta Bogor.
(Endang Gunawan/Global/ram)

http://news.okezone.com/index.php/read/2010/01/22/338/296883/awas-penipuan-berkedok-undian-berhadiah
Read On 0 comments

Perbankan Sayangkan Tayangan Cara Membobol ATM

10:31:00 AM
Jumat, 22 Januari 2010 | 19:11 WITA

JAKARTA, POS KUPANG. com -- Kalangan perbankan menyayangkan beberapa stasiun televisi yang menayangkan secara detail cara-cara membobol ATM.

Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan tayangan ini laiknya mendidik para penjahat untuk membobol ATM. Dikhawatirkan, tayangan ini justru menciptakan lebih banyak penjahat lagi yang melakukan kejahatan perbankan. "Jangan mendidik lebih banyak penjahat. Lebih banyak yang tidak aman nanti. Dari kepentingan komersial mungkin menguntungkan. Namun, dari kepentingan masyarakat banyak ini kurang menguntungkan," tegasnya, saat jmpa pers, di Kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat ( 22/1/2010). Dia mengatakan kasus ini tidak mempengaruhi operasional perbankan secara keseluruhan. Pasalnya, total kerugian yang dialami oleh bank terbilang kecil bila dibandingkan dengan total transaksi harian perbankan nasional. Dia menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan percaya menyimpan uangnya di bank. "Lebih aman kalau uangnya ditaruh di bank, kan kalau hilang kita ganti. Daripada di taruh di bawah bantal kan hilang ya hilang saja, tidak ada yang mengganti," tandasnya. (kompas.com)

http://pos-kupang.com/read/artikel/42191/perbankan-sayangkan-tayangan-cara-membobol-atm
Read On 0 comments

Laporkan Setiap Pembobolan ATM

10:08:00 AM
Sabtu, 23 Januari 2010, 06:19 WIB

Kabareskrim Kirim Telegram ke Seluruh Polda

JAKARTA--Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengirim surat telegram terkait pembobolan dana nasabah bank melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda di seluruh Indonesia.
Kepala Bareskrim, Komisaris Jenderal Polisi Ito Sumardi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, mengatakan telegram itu berisi agar seluruh Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda melaporkan setiap kejadian yang menyangkut pembobolan ATM.

Ito menuturkan pihaknya sudah menunjuk Direktur II Ekonomi Khusus, Brigjen Pol Radja Erizman sebagai ketua tim penyelidikan kasus pembobolan ATM di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kabareskrim menyatakan polisi masih mengumpulkan semua petunjuk awal sebagai barang bukti untuk menyelidiki modus operandi secara detail, termasuk mempelajarinya jika ada laporan dari seluruh Ditreskrim Polda. "Kita akan kumpulkan semua untuk dipelajari bersama," ujar Ito.

Selanjutnya polisi juga akan menelusuri sindikat pelaku pembobolan nasabah melalui mesin ATM pada sejumlah bank nasional tersebut. Hingga saat ini, tim Mabes Polri sudah menetapkan satu tersangka berinisial F yang diduga terlibat sindikat pembobolan ATM di Denpasar, Bali, beserta barang bukti berupa uang tunai Rp23 juta, komputer, beberapa jenis kartu ATM dan alat "penyerap" kode nomor rahasia (PIN) atau "skimmer".

Sebelumnya, sejumlah nasabah dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BII, BCA dan Bank Permata melapor kehilangan uang pada tabungannya kepada Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Denpasar, Bali.

Red: krisman
Sumber Berita: ant

http://www.republika.co.id/berita/102065/laporkan_setiap_pembobolan_atm
Read On 0 comments

Pemerintah Siapkan Subsidi Atasi Lonjakan Harga

10:00:00 AM
Selasa, 19 Januari 2010 | 20:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan menyiapkan berbagai instrumen fiskal untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas tahun ini. Potensi lonjakan inflasi memang sangat besar berasal dari komoditas global. Oleh sebab itu, pemerintah akan melakukan langkah-langkah antisipasi pengamanan.

Salah satunya, merujuk pengalaman dua tahun terakhir, ketika pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan subsidi sementara seperti pada pangan. "Itu semua kita lakukan supaya kalau ada tekanan yang sifatnya drastis, bisa diminimalkan," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam kunjungan ke Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/1).

Tahun ini, menurut Sri Mulyani, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010 cukup bisa menampung instrumen atau berbagai kebijakan serupa. "Saya rasa potensi itu bisa dilakukan," ujarnya. Meski demikian, dia berharap semua pihak tak perlu khawatir dengan potensi tekanan inflasi tahun ini.

Pasalnya, tak seperti 2007 dan 2008, tingkat inflasi akibat barang-barang impor (imported inflation) masih terkontrol. Apalagi, pada periode dua tahun lalu, nilai tukar rupiah melemah sehingga ikut mendorong lonjakan harga komoditas dan menyebabkan inflasi melampaui 10 persen. "Sekarang situasinya sangat berbeda, meski komoditas naik tapi nilai tukar kita cukup solid dan stabil," ujarnya.

Selain menyiapkan instrumen fiskal, Sri Mulyani menilai faktor pasokan barang juga perlu diperhatikan. "Kalau enggak ada suplainya akan menimbulkan volatilitas." Oleh sebab itu, menurut dia, komoditas seperti beras, gula, tepung terigu, kedelai, dan minyak goreng adalah lima komodtas yang selama ini pemerintah akan pantau dengan sangat detail.

Menteri Sri Mulyani optimistis inflasi tahun ini terkendali di kisaran 5 plus-minus 1 persen. Meski, pemerintah akan menggunakan target 5,5 persen, berubah dari asumsi awal APBN 2010 sebesar 5 persen. "Itu lebih karena potensi yang terjadi dari sisi harga komoditas," katanya. Untuk alasan itu pula, target SBI tiga bulanan juga diubah menjadi 6,8 persen dari sebelumnya 6,5 persen.

AGOENG WIJAYA

http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2010/01/19/brk,20100119-220176,id.html
Read On 0 comments

Kemungkinan Pelaku Sindikat Pencuri ATM

9:20:00 AM
Rabu, 20/01/2010 07:34 WIB

Uang Nasabah BCA Raib

Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Hingga kini belum ada kejelasan tentang raibnya sejumlah uang nasabah BCA di Bali. Namun, berdasarkan pengalaman dan hasil analisis kasus sebelumnya, aksi ini diduga dilakukan oleh sebuah sindikat pencuri ATM.

"Menurut saya masih social crime. Pencurian di mesin ATM," kata Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Ahmad Deni Daruri saat berbincang lewat telepon, Selasa (19/1/2010) malam.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengintip PIN para pengguna ATM sebelumnya. Tidak hanya itu, kadang pelaku juga menyimpan alat untuk mengkopi kartu ATM para nasabah.

"Saya juga pernah kejadian, ada orang di belakang kita mengikuti kita, mengintip pin. Pagi-pagi tahu keluar transaksi aneh," jelasnya.

Untuk itu, para nasabah diimbau lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi di ATM. Terutama saat menekan nomor PIN. "Sebelum masukin kartu, cek dulu apakah ada alat mengkopi di dalamnya," tambahnya.

Lalu bagaimana kejadiannya bisa serempak?

"Bisa jadi sebuah sindikat, di ATM sana atau ATM sini. Pernah kejadian juga ada grup kejahatan itu. Polisi pernah menemukan," tutupnya.

Para nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kuta dan Denpasar mengadu ke polisi. Uang di rekening mereka berkurang padahal mereka tidak pernah bertransaksi sebelumnya.

Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara serentak, hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.

Pihak BCA saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengecekan pada unit yang menangani kasus ini. Belum ada penjelasan lebih lanjut dari kepolisian.
(mad/lia)

http://www.detiknews.com/read/2010/01/20/073444/1282015/10/kemungkinan-pelaku-sindikat-pencuri-atm?991102605
Read On 0 comments

Hati-hati dengan Bank "Syariah"

9:57:00 AM
Rabu, 06 Januari 2010 11:37 WIB

Perkenankan saya berbagi pengalaman yang menyedihkan atas layanan perbankan syariah. Tahun 2006, saya mendapat pinjaman komersial untuk jangka waktu 10 tahun. Dalam akad perjanjian disebutkan margin 10%, akan tetapi pada saat akan dilakukan pelunasan lebih awal, baru diketahui penetapan margin efektif sebesar 15.86% tanpa pemberitahuan dan penjelasan kepada nasabah? Oleh karena itu, saya mengingatkan kepada saudara-saudaraku sesama muslim agar lebih berhati-hati (waspada) apabila ingin melakukan transaksi kredit dengan Bank Syariah?

Karena faktanya, lebih menjerat dengan bunga yang lebih tinggi dari bank konvesional. Mohon pengawasan efektif dari MUI dengan melakukan survey dan analisis sampel dari beberapa contoh transaksi yang telah dilakukan oleh perbankan syariah.

Karena menurut hemat kami yang dilakukan adalah kegiatan bank hanya berkedok "syariah", dimana dalam prakteknya menerapkan instrumen bunga bank yang lebih besar dari bank-bank konvensional? Dan perilakunya sangat jauh dari etika syariah dalam rangka pemberdayaan (menolong) umat?

CHAIRUL IHSAN - Wiraswasta, Bogor

http://www.mediaindonesia.com/welcome/sp_all
Read On 0 comments

Harga Cicilan Rumah Akan Turun

9:28:00 PM
Rabu, 06 Januari 2010 | 19:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah mentargetkan harga cicilan rumah akan turun tahun depan. Menurut Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, pihaknya akan mengusulkan skema baru subsidi perumahan agar cicilan harga rumah turun.

Ketika berkunjung ke kantor majalah Tempo, sore tadi, ia menilai selama ini skema subsidi perumahan tak cocok dengan suku bunga yang tinggi. Pemerintah, kata dia, punya subsisi Rp 3 triliun untuk perumahan rakyat. Selama ini subsidi ini dimasukkan dalam bunga cicilan. "Namun harga rumah tetap tinggi karena tingkat suku bunga yang tinggi," kata dia. Untuk itu, pihaknya menyediakan liquiditas untuk kredit perumahan dalam skema baru ini.

Skema lama, kata Suharso, sumber bantuan diambil dari APBN dan Bank. Sifatnya, dana APBN dianggarkan terus-menerus tiap tahun dan habis. Sedangkan dalam skema baru yang ditawarkannya itu, dana dihimpun dari bank, APBN yang ditempatkan dan dana jangka panjang.

Dalam skema yag diusulkannya, Suharso menyatakan, akan menggandeng BUMN yang punya duit nganggur untuk patungan sebagai dana jangka panjang untuk membangun perumahan tersebut. Dana jangka panjang itu dikelola oleh SPV (special purpose vehicle). SPV akan membentuk sebuah PT (perseroan terbatas), yang posisinya dibawah Menteri Keuangan. Dana akan diserahkan kepada bank pelaksana yang menyediakan dana dengan jumlah yang sama dengan dana jangka panjang milik pemerintah. "Biayanya fifty-fifty," kata dia. Karena dananya patungan, maka bunga kreditnya dibagi dua. "Sehingga lebih murah," kata Suharso.

Dalam skema baru ini, tak dikenal bunga pasar dan bunga subsidi seperti dalam skema lama. Hanya ada satu bunga patokan. Suharso menyontohkan, untuk rumah sederhana seharga Rp 144 juta, dengan bunga dipatok, besarakan cicilan per bulan untuk tenor 20 tahun, mencapai Rp 1,08 juta. Rumah dengan harga dan tenor yang sama dengan skema lama cicilannya berkisar Rp 1,22 hingga Rp 1,45 juta. Jika cicilan sudah lunas, dana jangka panjang itu diputar lagi. "Dan akan bergulir terus," kata dia.

Suharso menyatakan sudah membicarakan dengan BUMN yang memiliki dana nganggur seperti Jamsostek, Taspen dan Bapertarum. Targetnya, usulan ini bisa direalisasikan tahun ini. Suharso menghitung, jika dengan dana jangka panjang Rp 6 triliun hingga Rp 12 triliun targetnya terbangun 180 ribu rumah. "Targetnya dana jangka panjang mencapai Rp 30 triliun," kata dia.

NUR ROCHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/01/06/brk,20100106-217642,id.html
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts