Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke
Showing posts with label Water. Show all posts

Dua Perusahaan Buang Limbah ke Kali Surabaya

5:33:00 PM
Rabu, 26 Mei 2010 15:20 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim Gabungan Patroli air Kali Surabaya, Jawa Timur, menemukan indikasi dua perusahaan melakukan pelanggaran karena membuang limbah ke Kali Surabaya.

Kedua perusahaan itu adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya yang berada di kawasan Karang Pilang dan UD Sumber Agung (SA) yang berlokasi di Jalan Ngelom Megare, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

''Dari hasil sidak yang kita lakukan, keduanya membuang limbah ke sungai,'' kata Koordinator Tim Gabungan Patroli Air Imam Rochani di Surabaya, Rabu (26/5).

Limbah yang dibuang PDAM Kota Surabaya ke kali Surabaya adalah sisa lumpur keruh berwarna putih. Sedangkan UD Sumber Agung membuang limbah cair berwarna hijau.

Menurut Imam, seharusnya PDAM tidak membuang sisa lumpur langsung ke sungai, tapi bisa diolah terlebih dahulu sampai memenuhi baku mutu. "Sedangkan Sumber Agung yang termasuk industri penyelupan warna benang membuang limbah cair berwarna hijau. Keduanya tetap membuang ke Kali Surabaya,'' katanya.

Pada 30 Oktober 2009 UD Sumber Agung pernah terjaring oleh tim patroli, karena tindakan yang sama. "Ini bukan pertama kalinya pelanggaran dilakukan oleh UD Sumber Agung. Bahkan, pada 2009 perusahaan itu telah mendapatkan surat peringatan kedua (SP 2) dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur. Sedangkan untuk PDAM akan diberikan SP 1,'' katanya.

Selain menggelar sidak, tim juga melakukan evaluasi hasil sidak pada November 2008 sampai Desember 2009. Adapun industri yang terbukti mencemari kali yang melintasi tiga wilayah, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, selama patroli berlangsung terdapat sebanyak 21 perusahaan.

Industri yang telah terkena sanksi pidana karena membuang limbah ke Kali Surabaya tercatat 12 perusahaani. Empat di antaranya terjaring pada 2008, yakni PT Wings Surya, PT Suparma, PT Platinum Ceramics Ind, dan UD Triningsih.

Delapan lainnya dijatuhi sanksi pada 2009, yakni PT Titani Alam Semesta, PT Surabaya Agung Kertas, PT Sinar Sosro, PT Gloria Bisco, PT Unimos, PT Spindo, Pabrik Tahu Jambangan, dan RPH Kedurus. (MI/ICH)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/05/26/18808/Dua-Perusahaan-Buang-Limbah-ke-Kali-Surabaya-/
Read On 0 comments

Hayo..Seafood Harus Ramah Lingkungan Lho..

11:21:00 AM
Ahad, 28 Februari 2010, 14:59 WIB

JAKARTA--LSM WWF Singapura meluncurkan panduan makanan laut (seafood) yang ramah lingkungan untuk membantu menyelamatkan Segitiga Karang Dunia (Coral Reef Triangle).
Panduan Seafood Singapura buatan WWF itu membantu menambah informasi bagi penikmat makanan laut dan perusahaan seafood serta memberi pilihan konsumsi seafood yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Ekosistem laut yang rentan dari Segitiga Karang Dunia sedang dalam tekanan dari meningkatnya penangkapan ikan yang lebih cepat dibandingkan yang tersedia," kata Program Coral Triangle WWF, Geoffrey Muldoon dalam siaran pers WWF yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.

Dengan rata-rata 100.000 ton konsumsi seafood setiap tahun, Singapura menjadi salah satu pengkonsumsi seafood terbesar di Asia Pasifik. Singapura juga menjadi pusat perdagangan seafood dan hampir semua ikan impor yang diperdagangkan tersebut berasal dari Coral Triangle -- kawasan laut paling tinggi tingkat keanekaragaman hayatinya.

"Di masa lampau, hampir semua orang tidak peduli dari mana ikan yang tersaji di piringnya berasal atau ikan yang mereka makan telah 'overfishing' atau ditangkap dengan cara yang merusak ekosistem laut," kata Direktur Pelaksana WWF Singapura, Amy Ho. Amy mengatakan hampir semua seafood yang terlihat di Singapura berasal dari kawasan yang telah mengalami "overfishing" selama bertahun-tahun.

Dalam sebuah jajak pendapat di Singapura yang dilakukan WWF, 80 persen responden mengatakan ingin berhenti atau mengurangi memakan seafood jika mereka diberitahu bahwa seafood tersebut ditangkap secara tidak ramah lingkungan. Panduan Seafood WWF dengan ukuran kantong yang mudah dibawa ketika berbelanja atau makan di restoran seafood, menyajikan pilihan ikan yang ditangkap atau dipanen secara bertanggung jawab.

Panduan tersebut menerangkan jenis ikan seperti lampu hijau untuk seafood yang direkomendasikan untuk dimakan, kuning untuk seafood yang sesekali bisa dimakan dan merah untuk seafood yang perlu dihindari. Panduan Seafood Singapura menjadi salah satu elemen luas dan lebar yang menjangkau konservasi laut dari jaringan WWF untuk mempromosikan seafood berkelanjutan yang bekerja menyeluruh dari perubahan kebiasaan dari laut ke piring makanan.

Di Singapura, WWF tidak hanya bekerja bersama dengan konsumen tetapi juga dengan ritel, hotel, restoran, dan pedagang untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan dan perikanan laut yang bertanggung jawab. "Di masa mendatang, kami menunggu kerjasama untuk kampanye Seafood Singapura untuk meningkatkan kepedulian yang lebih besar dari para pengunjung mengenai pentingnya menjadi ramah lingkungan dengan pilihan makanan yang tepat," kata Manajer Fairmont Singapura, Ian Wilson.

Ian menambahkan pihaknya segera memulai program panduan Seafood WWF dalam daftar menu mereka. Panduan Seafood Singapura dapat diunduh gratis di laman WWF Singapura dan akan didistribusikan gratis di beberapa tempat di Singapura.

Red: krisman
Sumber Berita: ant

http://www.republika.co.id/berita/105169/hayoseafood-harus-ramah-lingkungan-lho
Read On 0 comments

Pelanggan Tak Bisa Nikmati Air Bersih

11:10:00 AM
Sunday, 28 February 2010 22:11

LHOKSEUMAWE – Bocornya jaringan pipa utama milik PDAM Tirta Mon Pase di Jalan Medan-Banda Aceh sejak sepekan, membuat sekitar lima ribu lebih pelanggan di pusat kota Lhokseumawe dan desa Panggoi, kecamatan Muara Satu tidak bisa menikmati air bersih.

“Sudah beberapa hari ini kami harus mandi air lumpur dari sumur, karena air PDAM mati,” ungkap seorang warga kampung Keuramat Lhoksuemawe, Azhari, malam ini.

Sementara, direktur utama PDAM Tirta Mon Pase, Zulfikar Rasyid, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, berdasarkan hasil konfirmasi dengan warga sekitar, kebocoran pipa itu telah terjadi beberapa bulan lalu, saat alat berat dari perusahaan Abad Jaya selaku rekanan pembuat jalan dua jalur itu bekerja.

“Saat bocor para pekerja dari Abad Jaya malah mengikatnya dengan karet setelah itu dicor pakai semen, tanpa ada pemberitahuan kepada kami secara resmi,” ungkapnya.

Sehingga tidak lama setelah kejadian itu, sekitar satu pekan lalu, menurutnya, tekanan air yang begitu kuat dari pipa utama itu telah menghancurkan semen yang dicor tersebut hingga meluap keluar.

Untung warga sekitar cepat melapor tentang kebocoran ini, sehingga tidak sampai terjadi banjir di sekitar lokasi. “Makanya, akibat kebocoran itu kami harus hentikan distribusi air sementara,” ungkapnya.

Diakui, pihaknya sangat kecewa atas kelakuan dari rekanan tersebut tanpa melakukan koordinasi dengan pihaknya saat kejadian tersebut, sehingga efeknya sekarang sangat banyak merugikan PDAM.

Ditambah lagi, setelah kebocoran ini, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan pembuat jalan itu agar mau membantu penggalian dan perbaikan pipa tersebut.

“Tapi, sekian lama ditunggu tetap tidak ada respon. Jadi, terpaksa kami harus sewa beko sendiri untuk melakukan penggalian. Dan, intinya dari kebocoran ini PDAM rugi puluhan juta rupiah,” tegasnya.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat07/ser)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=93391:pelanggan-tak-bisa-nikmati-air-bersih&catid=13:aceh&Itemid=26
Read On 0 comments

10 Alasan Air Penting untuk Tubuh

11:39:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 08:12 WIB

KOMPAS.com - Air merupakan mineral yang sangat vital bagi tubuh manusia. Apa saja fungsi air bagi tubuh? Berikut 10 fungsi penting air menurut dr.Tan Shot, Yen, M.Hum, medical doctor dan penulis buku.

- Air mencegah kerusakan DNA dan membuat perbaikannya lebih efisien.

- Air meningkatkan efisiensi sistem kekebalan di sumsum tulang, termasuk menghadapi kanker.

- Air adalah pelarut utama semua makanan, vitamin, dan mineral; dipergunakan untuk memecah bahan-bahan tersebut dan metabolismenya serta asimilasinya.

- Air memberikan energi kepada makanan, sehingga partikel makanan dapat menyediakan energi selama proses pencernaan.

- Air dipergunakan sebagai penghantar semua zat dalam tubuh.

- Air meningkatkan efisiensi sel darah merah menangkap oksigen di paru-paru.

- Air membersihkan buangan racun dari berbagai bagian tubuh dan membawanya ke hati dan ginjal untuk dibuang.

- Air adalah pelumas utama di sel sendi dan membantu mencegah rematik dan sakit pinggang.

- Air penting untuk sistem pendinginan tubuh (melalui keringat) dan pemanasan tubuh (elektrikal).

- Air membantu menurunkan stres, kegelisahan, dan depresi.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/20/08123911/10.Alasan.Air.Penting.untuk.Tubuh
Read On 0 comments

Tanggul Jebol PSDA Baru Kirim Surat

10:59:00 AM
Thursday, Feb 11th 04:26:00 PM GMT

MAJALENGKA-Jebolnya tangul penahan banjir dan senderan penahan erosi di sepanjang bantaran sungai Cikeruh di Desa dan kecamatan Sukahaji menurut Kepala Dinas Penangulangan Sumber Daya air (PSDA) Kabupaten Majalengka Drs H Anso Hartono Msi di luar tangung jawab pihaknya.
Kewenangan perbaikan maupun pengawasan dan pengelolaan irigasi Cikeruh serta tanggul bendungan penahan banjir tersebut kata dia, merupakan kewenangan PSDA pusat. Meski demikian, sambung mantan Kadis Kimpraswil ini, pihaknya sudah berupaya mengajukan permohonan perbaikan kepada pihak PSDA pusat.
“Tangung jawab perbaikan maupun pengawasan tanggul penahan banjir di sungai Cikeruh bukan kewenangan PSDA kabupaten melainkan PSDA pusat. Jadi, saya tidak bisa melakukan langkah perbaikan karena menyalahi aturan. Namun demikian, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan akibat jebolnya tanggul penahan banjir tersebut saya sudah mengirimkan surat pengajuan perbaikan ke pihak PSDA pusat,” jelasnya kepada Radar, kemarin (10/2) di kantornya usai mengikuti kunjungan bupati ke Sindangwangi.
Lebih lanjut secara umum kondisi 205 saluran dan irigasi yang ada di Kabupaten Majalengka saat ini masih cukup bagus dan berfungsi secara baik meski beberapa di antaranya mengalami kerusakan namun pada umumnya tingkatnya sangat kecil.(pai)

http://www.radarcirebon.com/metropolis/majalengka/2975-tanggul-jebol-psda-baru-kirim-surat.html
Read On 0 comments

Air Sumur di Ondorea Barat Tercemar

10:46:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010 | 09:50 WITA

ENDE, POS KUPANG.Com -- Sejumlah sumur air milik warga di Desa Ondorea Barat saat ini tercemar lumpur dan sampah. Kondisi ini setelah desa itu dan Desa Watumite, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende diterjang banjir akibat meluapnya Kali Nangaboa (bukan Nangaba), pada Senin (8/2/2010) malam.

Selain air sumur tercemar, beberapa warga di desa itu kini terserang penyakit malaria, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan gatal-gatal pada kulit.

Hal itu disampaikan Mariana dan Fransiskus A Kako, keduanya warga Desa Ondorea Barat, yang ditemui Pos Kupang di desa itu, Rabu (10/2/2010). Keduanya mengatakan, sumur-sumur yang tercemar sampah dan lumpur itu praktis tidak bisa digunakan oleh warga. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengambil air dari tetangga yang sumurnya tidak tercemar.

"Mungkin selama satu bulan kami tidak bisa pakai air dari sumur. Kami terpaksa ambil air dari tetangga yang ada di depan rumah karena rumah mereka tidak terkena banjir," kata Mariana.

Frans mengatakan, ia sudah membersihkan lumpur di dalam sumur, namun air sumur belum bisa digunakan karena endapan lumpur masih ada. Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak mereka mengambil air dari sumur warga yang tidak tercemar.

Berdasarkan petunjuk dari petugas Puskesmas Nangapanda, demikian Frans, air sumur di Desa Ondorea untuk sementara tidak boleh digunakan karena masih banyak kotoran dan rentan penyakit apabila dipakai untuk memasak dan minum. Menurut petugas itu, lanjut Frans, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan air sumur bisa digunakan lagi.

Sanitarian Puskesmas Nangapanda,Tadeus Dhegho yang ditemui di Desa Ondorea Barat mengatakan, ia telah melakukan langkah antisipasi pembersihan sumur warga yang tercemar dengan memberikan kaporit. Langkah lain, demikian Tadeus, bersama warga membersihkan sumur-sumur yang tercemar kotoran saat banjir.

Tadeus meminta warga setempat untuk sementara tidak boleh mengonsumi air dari sumur karena sumur yang ada telah tercemar kotoran dan rentan terserang penyakit apabila dipaksakan untuk minum atau memasak. "Warga jangan dulu menggunakan air dari sumur karena tercemar. Tunggu sekitar satu bulan setelah dipastikan aman melalui hasil pemeriksaan laboratorium baru bisa dipakai," katanya.

Tadeus mengatakan, untuk mengobati warga yang terserang penyakit pasca banjir, Puskesmas Nangapanda telah membuka pos pelayanan kesehatan di Desa Ondorea Barat dan Desa Watumite.

Kepala Puskesmas Nangapanda, Karolina Sona, yang ditemui di Desa Ondorea Barat mengatakan, pada Rabu (10/2/2010), ia telah membuka pos pelayanan kesehatan bagi warga korban banjir. Pelayanan kesehatan, lanjutnya, dilakukan di Desa Ondorea Barat dan Desa Watumite.

Menurut Karolina, penyakit yang rentan akibat banjir adalah malaria, ISPA dan gatal-gatal. Untuk itu, kata Karolina, pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang menderita penyakit tersebut.

Ditanya tentang perseidaan obat-obatan, Karolina mengatakan, obat-obatan mencukupi karena ada bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende.

Kepala Desa Ondorea Barat, Rudolfus Ndate mengatakan, untuk mencegah agar banjir tidak lagi meluap ke Desa Ondorea Barat, maka Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT harus turun tangan. Sebab, lanjut Ndate, air yang meluap ke Desa Ondorea Barat dan sejumlah desa di Kabupaten Nagekeo disinyalir karena lemahnya sistem pembangunan tanggul penahan banjir di Kali Nangaboa.

"Kalau tanggul dibangun di wilayah Ende, air akan merendam desa-desa yang ada di wilayah Nagekeo, demikian sebaliknya. Karena itu, Pemprop NTT harus turun tangan membangun tanggul, dan tidak membiarkan dua kabupaten itu membangun tanggul sendiri-sendiri," kata Ndate.

Ndate mengatakan, Kali Nangaboa berada di perbatasan Kabupaten Ende dan Nagekeo. Banjir yang terjadi pada malam Senin (8/2/2010), demikian Ndate, selain merendam dua desa di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. (rom)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/43061/air-sumur-di-ondorea-barat-tercemar
Read On 0 comments

Hutan Rusak, Puluhan Sumber Air di Ngawi Mati

12:31:00 PM
Jumat, 22 Januari 2010 | 21:45 WIB

NGAWI | SURYA Online - 29 mata air dari 256 mata air di Kabupaten Ngawi mati. Matinya sumber-sumber air ini disebabkan rusaknya hutan yang berada di sekitar mata air.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, Jumat (22/1/2010), mata air yang mati ini tersebar di lima wilayah di Kabupaten Ngawi, yaitu di wilayah Kendal, Ngrambe, Kedunggalar, Walikukun, dan Dero. Dari kelima wilayah ini yang mata airnya paling banyak mati berada di Kedunggalar, yaitu sebanyak 15 mata air.

Kepala Bidang Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ngawi Djarwanto mengatakan, pencurian hutan secara besar-besaran yang terjadi antara tahun 1998 sampai tahun 1999 telah berimbas pada banyaknya mata air di Kabupaten Ngawi yang mati.

“Tidak ada lagi pohon membuat air tanah menyusut drastis bahkan beberapa mata air mati. Selain itu yang parah lagi menimbulkan erosi bantaran Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun (anak Sungai Bengawan Solo) di Ngawi yang berdampak pada semakin dangkalnya sungai,” tambahnya.

apa/kcm

http://www.surya.co.id/2010/01/22/hutan-rusak-puluhan-sumber-air-di-ngawi-mati.html
Read On 0 comments

2010, Masalah Air di Kota Banda Aceh Selesai

10:20:00 AM
Wednesday, 20 January 2010 07:11

BANDA ACEH - Permasalahan air bersih untuk kebutuhan masyarakat Kota Banda Aceh diharapkan selesai pada 2010. Termasuk rencana PDAM Tirta Daroy yang akan mengambil air baku baru di Sara, kecamatan Leupung, Aceh Besar, dan program itu telah diajukan ke Departemen PU Direktorat Sumber Daya Air.

"Persoalan air bersih kita harapkan selesai tahun 2010, dan yang penting kualitas airnya siap minum seperti di WTP PDAM Tirta Daroy di Lambaro, Aceh Besar," ujar walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, tadi malam.

Dikatakan, air bersih yang diproses di WTP PDAM Tirta Daroy siap diminum. Ditambahkan, sistem perpipaan yang masih bercampur antara pipa lama dengan pipa pemasangan baru dan terkoneksi masih ada yang bocor sehingga air tersebut tidak sama kualitasnya. "Jadi itu akan kita perbaiki pelan-pelan," sebutnya.

Soal pelanggan, katanya, ditargetkan mencapai 42 ribu atau 80 persen dari 52 ribu rumah tangga yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh. "Target itu tahun ini selesai karena sambungan sekarang sudah 34 ribu ruma tangga, cuma belum terkoneksi dan ada sambungan yang dikerjakan tidak baik," tandasnya.

Soal tunggakan, kata walikota, sudah menurun dan pendapatan PDAM Tirta Daroy itu sudah menguntungkan. Hanya saja, masih ada persoalan yang sebelum bencana tsunami dan pasca tsunami pelanggan yang tidak mendapatkan air tetapi masih terbebani dengan biaya beban. Serta ada juga pelanggan yang sebelum tsunami tidak pernah mendapatkan air bersih.

"Itu masih kita coba bicarakan dengan DPRK Banda Aceh supaya tunggakan rekening lama tersebut bisa diputuhkan. Karena banyak pelanggan yang keberatan, sebab mereka ada yang tiga empat tahun tidak bayar mencapai enam jutaan rupiah. Mereka sangat keberatan membayar tetapi untuk selanjutnya para pelanggan ini jika air bersih tersedia akan membayar sesuai meteran," tuturnya.

Namun untuk mengahapus itu semua, katanya, harus ada persetujuan DPRK dan sudah dibicarakan dengan pihak DPRK. Pengajuan resminya sedang direkap semua, berapa yang diajukan dan kriteria mana yang dihapus. Karena semua mengatakan saya tidak mendapatkan air sejak 2001-2004 tetapi tetangganya dapat," katanya.

Soal sumber air baku baru yang rencana akan diambil dari Sara, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, katanya, dilakukan agar tidak hanya mengandalkan Krueng Aceh. Karena kalau DAS-nya tidak dipelihara dengan baik makin lama kualitas airnya makin menurun. Jika musim kemarau akan terjadi percampuran dengan air laut meski sedikit.
(dat08/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=82984:2010-masalah-air-di-kota-banda-aceh-selesai&catid=13:aceh&Itemid=26
Read On 0 comments

Pipa Bonleu Putus

9:51:00 AM
Rabu, 20 Januari 2010 | 09:40 WITA

HUJAN yang terus mengguyur berdampak serius pada suplai air bersih di SoE dan sekitarnya. Jaringan perpipaan utama milik PDAM TTS dari Mata Air Bonleu di kaki Gunung Mutis yang menyuplai kebutuhan air bersih ke SoE dan sekitarnya, putus karena diterjang longsor.

"Pipa putus di Kilometer 24, tepatnya di Desa Tuaneke, Kecamatan Tobu, Minggu (17/1/2010). Akibat pipa putus, pelayanan bagi 2000-an pelanggan PDAM di SoE dan sekitarnya menjadi terganggu," ujar Kepala PDAM TTS, Didi Edi Haryadi kepada Pos Kupang di SoE, Selasa (19/1/2010).

Didi menuturkan, putusnya pipa itu terjadi setelah tiga hari hujan berturut-turut mengguyur. Ia menduga pipa putus lantaran tanah yang dilewati jaringan perpipaan labil dan longsor.

Untuk menyambung pipa yang putus, lanjut Didi, petugas harus menutup aliran air dari sumber mata air dan itu membutuhkan waktu paling cepat dua hari, bahkan lebih lama, tergantung kondisi medan di titik pipa yang putus.

Pipa yang putus itu berdiameter 10 inchi. Panjang jaringan dari mata air ke SoE sekitar 64 kilometer. Dari segi mutu, pipa itu bisa diandalkan selama puluhan tahun.

"Saat ini persoalannya hanya masalah topografi saja dan kondisi tanah yang labil. Kami mengupayakan agar tanah yang dilewati jaringan perpipaan ditanami pepohonan yang dapat mengikat tanah sehingga tidak labil. Tahun lalu kami sudah tanam 1.000 pohon di wilayah Bonleu. Dan hasilnya pipa di wilayah itu yang menjadi langganan putus tidak putus lagi," kata Didi.

Untuk mengatasi gangguan distribusi air ke SoE dan sekitarnya, PDAM setempat mengandalkan dua sumur bor di Nifuhuki, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan. Namun kemampuan dua sumur itu hanya dapat dipompa selama empat jam saja. Sementara sumber mata air lain seperti di Oenasi hanya bisa dipompa selama dua jam.

"Untuk mengatasi kekurangan air bersih, kami juga menggunakan dua mobil tangki air yang sudah tua milik PDAM TTS. Terus terang saja untuk melayani para pelanggan yang terkena dampak putusnya pipa Bonleu, dua truk tangki air saja tidak cukup. Beberapa waktu lalu kami sudah bersurat kepada Bupati TTS agar mobil tangki air milik Dinas Permukiman TTS yang nganggur dipinjamkan ke PDAM TTS," katanya. (yon/aly)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/42027/pipa-bonleu-putus
Read On 0 comments

Peternakan Segera Direlokasi

8:41:00 PM
Senin, 11 Januari 2010 , 07:52:00

Soal DAS Manggar yang Tercemar

BALIKPAPAN - Badan Lingkungan Hidup (BLH) menyangkal jika disebut penanganan pencemaran daerah aliran sungai (DAS) Manggar lambat. Ini seperti yang dikatakan oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Mukhlis yang menyebut, pemkot terkesan lamban dalam menanganai pencemaran DAS Manggar oleh peternakan, khususnya ternak babi. Mukhlis menilai, masalah pencemaran ini sebenarnya sudah mencuat sejak 2007, tapi belum ada langkah konkret yang diambil pihak eksekutif.

Kepada harian ini Kepala BLH Syahrumsyah kemarin mengatakan, semua pihak yang menyorot masalah pencemaran DAS Manggar harus melihat dari segi persepsi dan prosedur sehingga tidak simpang siur. Pihaknya, kata dia, sudah melakukan dua upaya agar DAS Manggar bisa steril dari peternakan. Yakni, pemkot telah membebaskan lahan di satu kawasan pinggiran kota untuk lokasi pemindahan. Tapi, nyatanya warga setempat menolak kehadiran peternak-peternak tersebut alasannya dapat mengganggu permukiman karena bau dan limbahnya. “Karena adanya penolakan ini, rencana kita jadi terhambat lagi,” katanya kemarin (10/1).

Upaya lain yang juga sudah dilakukan adalah kerja sama dengan salahsatu kabupaten untuk menyediakan lokasi pemindahan. Tapi sayangnya, upaya ini juga gagal. Meski demikian, dia optimistis dalam waktu dekat lokasi peternakan bisa segera dipindahkan. “Mereka (peternak, red) mendukung saja dipindahkan asal ada lokasi,” terangnya. (*/ede)

http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=49437
Read On 0 comments

Berapa Banyak Air yang Harus Kita Minum Setiap Harinya?

8:18:00 PM
Oktober 18th, 2008

Air sangat penting untuk kesehatan, dan tiap individu membutuhkan dalam jumlah yang berbeda. Panduan ini dapat membantu memastikan bahwa Anda telah mencukupi asupan air yang dibutuhkan.

Berapa banyak air yang diminum setiap hari? Sebuah pertanyaan mudah dengan jawaban yang sulit. Studi telah menghasilkan berbagai rekomendasi selama beberapa tahun belakangan ini, tetapi sebenarnya, kebutuhan air tiap orang sangat berbeda tergantung dari banyak faktor, termasuk kesehatan, seberapa aktif dan dimana Anda tinggal.

Meskipun tak ada satu konsep yang cocok untuk semua orang, tau lebih jauh tentang ketubuhan air dari tubuh kita sangat membantu untuk mengira-ira berapa banyak air yang perlu diminum tiap harinya.

Keuntungan air bagi kesehatan

Air merupakan komponen utama dari tubuh, rata-rata tiap orang memiliki 60% air dari berat tubuhnya. Semua sistem didalam tubuh tergantung oleh air. Sebagai contoh, air akan membilas racun dari organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh dan menghasilkan kelembapan bagi jaringan telinga, hidung dan tenggorokan.

Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Berapa banyak air yang dibutuhkan?

Setiap saat Anda akan kehilangan air melalui pernafasan, keringat, urin dan pergerakan usus. Agar tubuh berfungsi normal, maka air yang hilang harus digantikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung air.

Dua pendekatan untuk kebutuhan air rata-rata pada orang dewasa:

Pendekatan pengganti. Rata-rata keluaran urin orang dewasa 1,5 L sehari. Air juga dapt keluar melalui pernafasan, keringat dan pergerakan usus. Makanan biasanya menyumbangkan 20% dari jumlah total yang diperlukan, jadi bila mengkonsumsi 2 L air atau minuman lainnya dalam sehari (kurang lebih 8 gelas), maka cairan yang hilang akan tergantikan.

Rekomendasi harian. Institute of Medicine menyarankan pria untuk mengkonsumsi 3 L (13 gelas) dan perempuan mengkonsumsi 2,2 L(9 gelas) dari total minuman dalam sehari.

Cara lain untuk mengetahui bahwa anda telah minum dalam jumlah yang cukup adalah bila anda jarang merasa haus dan memproduksi satu hingga dua liter urin yang tidak berwarna atau agak kuning.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan air

Banyaknya keperluan air yang dibutuhkan tubuh tergantung dari keaktifan, cuaca, kesehatan, dan bila hamil atau menyusui.

Olah raga. Semakin banyak berolahraga, maka akan semakin banyak air yang dibutuhkan tubuh. Tambahan 1-2 gelas air, biasanya cukup untuk olahraga yang singkat, tetapi bila olahraga lama maka perlu jumlah tambahan. Berapa banyak cairan tambahan yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya keringat selama olah raga, biasanya 2-3 gelas dalam sejam sudah cukup, kecuali udara sangat panas. Lebih baik bila menggantikan air dengan cairan elektrolit sehingga elektrolit tubuh yang hilang (natrium) bersama keringat dapat tergantikan.

Lingkungan.Udara yang panas dan lembab dapat membuat berkeringat sehingga membutuhkan tambahan air. Udara dalam ruangan yang panas juga dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya. Ketinggian lebih dari 2500 meter (8200 kaki) dapat menyebabkan peningkatan urinasi dan bernafas menjadi lebih cepat, sehingga lebih banyak cairan yang terbuang.

Keadaan kesehatan dan Penyakit. Tanda penyakit seperti demam, muntah dan diare, dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Bila terjadi, maka Anda harus minum air lebih banyak dan lebih baik bila dapat menggantikan elektrolit yang keluar juga. Kondisi tertentu seperti infeksi kandung kemih serta adanya batu di saluran kemih juga membutuhkan cairan lebih banyak. Kondisi lainnya seperti kelainan jantung dan beberapa tipe penyakit ginjal, hati atau penyakit adrenal dapat mengganggu ekskresi air oleh sebab itu asupan air perlu dibatasi.

Hamil dan menyusui. Wanita yang sedang hamil atau menyusui membutuhkan cairan untuk tetap terhidrasi. Sejumlah besar cairan hilang saat menyusui. Institute of Medicine merekomendasikan pada wanita hamil untuk minum 2,4 liter (10 gelas) air sedangkan bila menyusui disarankan untuk minum 3,0 liter air (12,5 gelas) setiap harinya.

Dehidrasi dan Komplikasi

Kurangnya asupan air yang dibutuhkan tubuh dapat menyebqabkan dehidrasi. Dehidarasi sedang (hilangnya 1-2% dari berat badan) dapat menurunkan energi dan membuat lelah. Penyebab umum yang dapat menimbulkan dehidrasi adalah aktifitas yang banyak, keringat yang berlebih, muntah dan diare.

Tanda dan gejala dari dehidrasi termasuk: rasa haus, lelah, sakit kepala, mulut kering, tidak atau kurang urinasi, lemah otot dan pusing.

Kepala terasa ringan

Dehidrasi sedang jarang menimbulkan komplikasi selama cairan yang hilang cepat digantikan. Kasus lainnya dapat mengancam jiwa, terutama pada individu yang masih sangat muda atau sudah tua. Pada keadaan yang gawat, cairan atau elektrolit dapat diberikan secara intravena.

Tidak baik untuk menjadikan rasa haus sebagai indikator untuk minum. Saat terasa haus, kemungkinan telah terjadi dehiddrasi. Lebih jauh lagi, saat usia bertambah, maka tubuh akan lebih tidak sensitif terhadap tanda dehidrasi. Rasa haus yang berlebihan serta bertambahnya urinasi dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius oleh sebab itu bicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Untuk memastikan bahwa kebutuhan air tubuh telah terpenuhi, maka perlu dipertimbangkan langkah berikut:

Minum segelas air saat makan dan antara waktu makan.

Minum sebelum, selama dan setelah olah raga.

Ganti minuman beralkohol

Bila anda minum air dari botol, pastikan bahwa botol selalu bersih dan ganti botol lebih sering. Gunakan botol yang memang dibuat untuk digunakan lagi.

Meski tidak umum, sangat mungkin untuk minum terlalu banyak. Bila ginjal tidak mampu mengekskresikan kelebihan air, mineral dalam darah menjadi terencerkan, sehingga menghasilkan suatu kondisi yang disebut hiponatremia (rendahnya kadar natrium dalam darah). Atlet yang perlu ketahanan, seperti atlit marathon yang mengkonsumsi sejumlah besar air beresiko besar terkena hiponatremia.

http://zoel.blogdetik.com/index.php/2008/10/18/berapa-banyak-air-yang-harus-kita-minum-setiap-harinya/
Read On 0 comments

Air Menjadi Kendala Serius Petani Metro

7:41:00 PM
Senin, 11 Januari 2010

METRO (Lampost): Kekurangan air menjadi kendala serius bagi petani di Metro. Sejumlah petani mengakui keterbatasan air berpengaruh terhadap produksi pertanian mereka, di mana dalam setahun seharusnya bisa tiga kali panen, kini hanya satu kali penen. Sementara, jatah air irigasi di Metro dilakukan secara bergilir guna memenuhi kebutuhan petani.

"Banyaknya penebang liar mengakibatkan terjadinya penyusutan debit air di Metro. Untuk itu, perlu dicarikan solusinya," kata Wali Kota Metro Lukman Hakim di sela-sela acara pelantikan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di aula Pemkot Metro, Jumat (8-1).

Lukman juga membenarkan petani harus digilir mendapatkan air untuk lahan pertaniannya. Padahal, kata dia, di daerahnya pertanian masih menjadi amat penting lantaran 51,2 persen merupakan areal sawah teknis.

Artinya, mayoritas masyarakat masih mengandalkan hidup dari sektor pertanian.

Lukman juga mengakui saat ini air menjadi permasalahan krusial bagi petani di daerahnya. Pemerintah Metro kini masih berupaya mencarikan solusinya. Menurut dia, perlu adanya sumber air baru.

"Kami perlu mengadakan sumur bor untuk mengatasinya. Namun, harus dikaji lebih dulu," ujar dia.

Selama ini, untuk air irigasi di Metro masih mengandalkan air dari Sekampung. Kendala air bagi petani juga diakui Ketua HKTI Lampung Faisol Djausal. Dia meminta insan pers di Lampung membantu menekan maraknya pembalakan liar.

Dia mengatakan penyusutan air terjadi akibat maraknya penebangan hutan. Sementara untuk membantu menambah penghasilan petani, Faisol berharap para petani di Metro berekspansi ke bidang usaha produktif lain, seperti beternak sapi. "Jadi, sambil bertani juga usaha ternak," ujar dia.

Dia mengatakan beternak sapi potensial dijadikan penghasilan tambahan.

Saat ini, Indonesia masih impor daging dari luar negeri. Sementara, peluang untuk ternak sapi di Lampung amat terbuka. Sebab, potensi bahan pangannya di samping mudah didapat juga masih murah.

Menurut Faisol, masalah para petani yang kini harus menjadi perhatian, selain air ialah modal dan keterbatasan ilmu pengetahuan pertanian. Petani butuh modal untuk membeli pupuk, bibit unggul, dan kebutuhan usaha taninya. Petani juga butuh ilmu pengetahuan untuk menghasilkan produksi hasil pertaniannya yang optimal.

Selain itu, pasar juga menjadi masalah. "Jangan sampai ketika harga anjlok Bulog tidak beli," ujar dia. n CAN/D-3

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010011103361013
Read On 0 comments

Bahaya Dehidrasi Bagi si Kecil

7:24:00 PM
Minggu, 10/01/2010 15:16 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja baik orang dewasa ataupun anak-anak. Jika anak yang terkena dehidrasi tidak segera ditangani bisa menimbulkan komplikasi yang serius.

Dehidrasi terjadi karena kurangnya asupan cairan ke tubuh atau kehilangan cairan berlebihan akibat muntah, diare, berkeringat atau sering buang air kecil.

Anak-anak yang masih kecil memiliki risiko terkena dehidrasi lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Ini karena anak lebih berisiko terkena infeksi yang menyebabkan muntah atau diare.

Besarnya asupan cairan yang diberikan ke anak-anak masih tergantung pada orang lain. Karena itu jika orangtua tidak terlalu memperhatikan berapa jumlah cairan yang sudah masuk ke tubuh si anak, maka anak bisa mengalami dehidrasi yang lebih cepat.

Tahap awal seorang anak mengalami dehidrasi adalah anak akan mengeluh kehausan yang ekstrim dan anak akan lebih mudah marah.

Tanda-tanda dehidrasi lain akan timbul seperti bibir pecah-pecah, mulut kering, gelisah dan mata kering biasanya anak akan menangis tapi tidak mengeluarkan air mata.

Sementara tanda-tanda dehidrasi pada bayi adalah denyut nadi yang lemah, napasnya pendek, ada tanda biru di kulit bayi serta terasa dingin jika disentuh.

Jika dehidrasi sudah sangat parah, maka anak akan mengalami peningkatan kelemahan dan kelesuan yang mengakibatkan hilangnya dorongan untuk minum.

Cara untuk menentukan apakah gejala yang muncul menandakan anak mengalami dehidrasi atau tidak adalah dengan mencubit lembut ke arah atas kulit yang ada dibagian samping perut.

Saat orangtua melepaskan cubitan tersebut, kondisinya akan kembali normal pada anak yang normal. Tapi jika anak mengalami dehidrasi, maka lipatan kulit tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali normal.

Seperti dikutip dari Health24, Minggu (10/1/2010), pertolongan pertama untuk anak yang mengalami dehidrasi adalah dengan memberikan asupan cairan melalui mulut.

Selain air putih, orangtua juga bisa memberikan cairan yang terdiri dari setengah sendok teh garam dan 8 sendok teh gula ke dalam satu liter air matang. Cairan ini sangat cocok untuk mengatasi dehidrasi ringan.

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa mengakibatkan komplikasi medis yang serius, seperti kerusakan pada organ hati, ginjal atau otak.

Apabila setelah diberikan cairan belum menunjukkan adanya perbaikan maka segera bawa ke rumah sakit untuk dikonsultasikan dengan dokter.

Anak harus dibawa ke rumah sakit jika kondisinya terasa dingin saat disentuh, pusing yang disertai dengan disorientasi, bibir pecah-pecah, mulut kering, tekanan darah rendah dan anak sudah tidak sadarkan diri.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/10/151634/1275246/764/bahaya-dehidrasi-bagi-si-kecil
Read On 0 comments

Apa Isi Air Minum Anda?

10:45:00 AM
Selasa, 5 Januari 2010 | 15:56 WIB

KOMPAS.com - Idealnya, air yang kita minum haruslah jernih, tak berasa, tak berbau, serta mengandung mineral. Air yang layak konsumsi juga harus bebas dari zat-zat berbahaya, seperti logam berat, nitrat, bakteri, atau agen virus penyebab infeksi.

Air yang berasal dari perut bumi pada umumnya layak untuk dipakai. Namun naiknya permukaan air laut serta polusi menyebabkan air tanah pun tak lagi masuk dalam kategori layak konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan air, kini air yang kita konsumsi sehari-hari dibuat dari air sungai atau danau yang diolah sedemikian rupa sehingga bebas dari bahan berbahaya sebelum akhirnya dialirkan ke rumah penduduk.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), ada beberapa jenis polutan yang mungkin terbawa dalam air, yakni:

- Mikroorganiseme, seperti bakteri, parasit, dan virus. Kebanyakan bakteri dan parasit bisa mati oleh klorin yang terdapat dalam proses pengolahan air bersih. Sayangnya virus lebih kebal dan sulit disingkirkan.

- Mineral racun, seperti alumunium, arsenik, asbestos, florine, nitrat, atau merkuri, bisa terdapat dalam air ledeng. Biasanya jumlahnya relatif kecil, meski begitu polusi yang berasal dari industri dan pertambangan bisa membuat jumlah mineral racun ini meningkat.

- Senyawa organik, seperti sisa-sisa hewan, pestisida, minyak, cat, atau bahan pewarna.

- Bahan radioaktif, seperti uranium atau gas radiokatif dalam jumlah kecil sangat mungkin ditemukan dalam air bersih.

- Sisa-sisa bahan kimia yang dipakai untuk mengolah air sungai menjadi air bersih.

- Kontaminasi mikroba yang berasal dari pipa distribusi air dan tanpa sengaja terbawa air.

Air yang terkontaminasi bahan-bahan berbahaya bisa menjadi media penularan penyakit, seperti kolera, tifus, atau hepatitis A. Oleh sebab itu pastikan air yang dikonsumsi bersih dan sudah dimasak hingga matang.

Author: AN
Editor: acandra

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/05/15560412/Apa.Isi.Air.Minum.Anda
Read On 0 comments

Pipa PDAM Masih Banyak yang Bocor

10:21:00 AM
7 Januari 2010, 08:10

BIREUEN – Hingga kini belasan titik pipa PDAM Tirta Mon Peusangan Bireuen yang rusak belum diperbaiki. Akibatnya, distribusi air ke beberapa daerah terganggu. Seperti diketahui, jaringan PDAM itu dibangun BRR tiga tahun lalu. Kondisi itu diakui Direktur PDAM Tirta Mon Peusangan, Isfadli Yahya.

Walaupun telah diperbaiki, namun sampai sekarang masih ada titik yang belum diperbaiki. Bahkan, pada titik tertentu, pipa bocor menyebabkan ruas jalan kabupaten rusak,” kata Jumadi, warga Buket Teukueh kepada Serambi, Rabu (6/1). Didampingi sejumlah warga lainnya, ia mengatakan, distribusi air secara umum memang tak ada masalah karena hanya di waktu tertentu yang tak lancar. Tapi, pipa yang bocor itu memuncratkan air yang menyebabkan ruas jalan rusak. “Bila dibiarkan begitu saja tingkat kerusakan jalan semakin parah,” katanya.

Amatan Serambi, kemarin, selain di kawasan Buket Teukueh juga ada kerusakan di ruas jalan negara seperti di kawasan Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan. Beberapa petugas PDAM sedang memperbaiki jaringan itu. Direktur PDAM Mon Peusangan, Isfadli Yahya, yang sedang memantau perbaikan jaringan pipa itu, kemarin, kepada Serambi, mengakui masih ada beberapa titik kebocoran pipa yang belum berhasil diperbaiki. “Sudah banyak yang diperbaiki, kemudian muncul lagi kerusakan pada lokasi lain,” kata Isfadli seraya mengatakan untuk satu titik kerusakan pipa ukuran besar membutuhkan dana perbaikan minimal Rp 7 juta. Karena itu, Isfadli minta pelanggan bersabar dan memberitahukan titik yang bocor untuk segera diperbaiki. “Sekarang beberapa petugas lapangan terus memperbaiki titik yang rusak. Selesai satu titik, petugas mencari jaringan lain yang bocor,” pungkas Isfadli.(yus)

http://www.serambinews.com/news/view/21189/pipa-pdam-masih-banyak-yang-bocor
Read On 0 comments

Kekeruhan Air PDAM Meningkat

8:10:00 PM
Rabu, 06-01-10 | 18:54

SUNGGUMINASA -- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa melansir tingkat kekeruhan air beberapa pekan terakhir. Bahkan, tingkat kekeruhan tersebut pernah mencapai angka 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit) atau satuan kekeruhan air.

"Pernah kekeruhan mencapai 500 NTU, tapi hanya sehari saja. Sekarang sudah kembali normal atau 300 NTU," kata Direktur Utama PDAM Gowa, Hasanuddin Kamal, Selasa, 5 Januari.

Hasanuddin menambahkan, akibat meningkatnya tingkat kekeruhan tersebut, pihak PDAM harus menggunakan bahan kimia untuk menjernihkan air. Peningkatan bahan kimia tersebut naik satu sampai dua persen dari kondisi normal.

"Dengan meningkatnya kekeruhan itu, maka terjadi peningkatan penggunaan bahan kimia," ucapnya.
Dia menjamin tidak akan ada gangguan suplai air kepada pelanggan selama pergerakan lumpur masih aman. Hasanuddin mengatakan, PDAM sampai saat ini masih berusaha menjaga kondisi mesin dan suplai tetap normal.

Hasanuddin menjelaskan, bahan kimia yang digunakan tersebut adalah Magnafloc LT 525. Bahan ini berfungsi untuk mereduksi lumpur dari air yang akan disuplai ke pelanggan tersebut. (eka)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=78077
Read On 0 comments

Warga Perumnas III Bekasi Desak Perbaikan Saluran Air

10:42:00 AM
Senin, 4 Januari 2010 03:51 WIB

Bekasi (ANTARA News) - Warga di Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendesak pemerintah setempat untuk memperbaiki drainase guna mengantisipasi persoalan banjir.

"Setiap hujan turun lebih dari tiga jam, perumahan kami pasti tergenang air setinggi betis orang dewasa," ujar Dimas Prayoga, warga jalan Bali RT01 RW04 Perumnas III kepada ANTARA, di Bekasi, Minggu.

Banjir yang melanda kawasan perumnas III itu, terjadi di sepanjang jalan Bali, dan Nusantara. Diperumahan itu, terdapat sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK).

"Penyebabnya, selain saluran air mampet akibat tertimbun lonsoran tanah dan rusak, lebar saluran hanya sekitar 30 sentimeter dengan kedalaman 25 sentimeter, sehingga tidak mampu menampung air hujan," katanya.

Saluran air di perumnas III ini banyak yang rusak dan tertimbun lonsoran tanah, sehingga arus air tidak lancar ketika hujan deras.

Kerusakan drainase di perumahan tersebut, kata dia, sudah berlangsung selama empat tahun terakhir, bahkan warga telah melayangkan surat ke pejabat instansi terkait untuk memperbaiki saluran air tersebut, tetapi belum mendapat tanggapan.

"Sekarang ini, hampir tiap hari Bekasi diguyur hujan deras sehingga ratusan warga menjadi khawatir, karena pekan lalu kawasan ini juga dilanda banjir dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter dan merusak perabotan rumah tangga," katanya.

Menanggapi hal itu, kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Kota Bekasi, Agus Syofyan mengatakan perbaikan drainase di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010.

"Termasuk yang di Perumnas III. Kami akan mencoba untuk menganggarkannya," kata Agus.

Agus mengatakan, pada 2010 dari dana APBD sebesar Rp 200 miliar, senilai Rp 140 miliar akan digunakan untuk Bina Marga dan sebagian dari jumlah itu akan digunakan untuk perbaikan drainase. (*)

http://www.antaranews.com/berita/1262551862/warga-perumnas-iii-bekasi-desak-perbaikan-saluran-air
Read On 0 comments

Prokasih di Bekasi Butuh Dana Besar

10:35:00 AM
Senin, 04 Januari 2010 08:18 WIB

BEKASI--MI: Program kali bersih (Prokasih) di Kota Bekasi membutuhkan dana besar mengingat banyaknya volume sampah dan sedimentasi yang memerlukan pengerukan agar fungsinya sebagai penampung air hujan dan buangan warga bisa berjalan optimal.

"Dibutuhkan dana miliaran rupiah setiap tahunnya agar sampah-sampah yang banyak mengotori dan menghambat aliran air jadi bersih serta pendangkalan di beberapa titik bisa diatasi secara bertahap," kata Yurisal, Kepala bidang tata air Dinas Bina Marga dan Tata Air di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (3/1).

Sampai saat ini masih sering ditemukan masyarakat membuang sampah ke kali menggunakan kantong bahkan karung, belum lagi sampah rumah tangga yang dialirkan hingga terjadi penumpukan sampah di bantaran sungai.

Dana untuk membersihkan kali itu diharapkan bisa datang dari bantuan asing maupun APBN, provinsi dan kota, namun disayangkan untuk kegiatan pembersihan kali pada 2010 belum ada dana yang dialokasikan.

Saat ini saja setidaknya ada 50 kubik sampah di Kali Bekasi dan sampah-sampah tersebut mengganggu arus air hingga air jadi mudah meluap saat terjadi hujan deras. Ia mengatakan, selama ini program Prokasih hanya mengandalkan dana APBD Kota Bekasi serta peran serta masyarakat dan pihak swasta, padahal kegiatannya perlu lebih diperluas.

"Pada saat musim hujan beberapa titik di Kota Bekasi jadi mudah terkena banjir akibat luapan Kali Bekasi," ujarnya.

Kepala badan pengelolaan lingkungan hidup Kota Bekasi Dudy Setyabudhi menyatakan, diperlukan dana asing agar Prokasi bisa lebih cepat berhasil selain peran serta masyarakat. "Dana diperlukan untuk melaksanakan aksi nyata dilapangan serta peningkatan kesadaran warga untuk ikut bersama-sama menjaga kebersihan sungai," katanya.

Ia mengatakan, selama ini program Prokasih di Kota Bekasi belum tersentuh dana asing, sementara banyak institusi asing yang peduli dengan menjaga kebersihan sungai serta mempertahankan ekologi habitat di dalamnya.

Dengan sosialisasi yang bisa ditingkatkan melalui penyuluhan nantinya masyarakat akan bisa berperan serta dalam membersihkan kali di sekitar wilayah tempat tinggalnya sedangkan industri-industri dan pabrik akan dipantau termasuk oleh warga pembuangan limbahnya.

Kali Bekasi kini juga tercemar bahan bahaya beracun (B3) disinyalir berasal dari pembuangan limbah pabrik, industri, rumah sakit, dan industri rumah tangga. Untuk Kalimalang yang merupakan sumber air baku PDAM kota Bekasi, menurut Dudi relatif tidak tercemar dan limbah juga tidak diperkenankan dibuang ke sana.

Beberapa waktu lalu telah dilakukan kegiatan pembersihan sampah sepanjang Kali Bekasi dengan wilayah sepanjang 10 Km diikuti dengan pembersihan sampah. Kegiatan bersih sampah di Kali Bekasi tersebut diikuti 900 peserta dari mahasiswa pecinta alam, LSM lingkungan, warga masyarakat, serta pejabat dari Pemprov Jawa Barat dan kota Bekasi melibatkan 40 perahu dan kegiatan pembersihan dilakukan selama empat jam. (Ant/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/04/115021/37/5/Prokasih-di-Bekasi-Butuh-Dana-Besar
Read On 0 comments

Pengelolaan Air yang Baik, Kunci Menghadapai Perubahan Iklim di NTT

10:28:00 AM
Senin, 4 Januari 2010 | 10:05 WITA

APAKAH ada hubungannya antara terjadinya pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim dengan air dari segi ketersediaan maupun keberlimpahan (baca: banjir)? Secara umum sulit mendeteksi perubahan pada ketersediaan air yang diakibatkan ooleh perubahan iklim atau karena sebab lainnya.

Di pegunungan tinggi, seperti di Bhutan atau Tibet, yang sumber air bersihnya berasal dari gletser atau es yang mencair perlahan-lahan, sangat jelas bisa dikaitkan dengan perubahan iklim. Karena udara semakin panas es/gletser di di Pegunungan Himalaya mencair lebih dahulu, air hujan di musim dingin tidak menjadi es/gletser cadangan suplai air tetapi langsung mengalir ke sungai-sungai sampai ke India dan Bangladesh.

Berarti saat musim panas, air sungai berkurang karena es/gletser yang ada berkurang. Padahal pada musim panas kebutuhan air meningkat dibandingkan musim dingin.
Selain di kawasan Himalaya, Peru, salah satu negara di Amerika Selatan, misalnya kawasan tutupan gletsernya berkurang 25 persen dalam tiga dekade terakhir ini.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah lembaga yang dibentuk untuk mempelajari dan mencari dasar pertimbangan ilmiah dari pemanasan global dan perubahan iklim, memperkirakan pada pertengahan abad ke-21, aliran sungai dan ketersediaan air tahunan diproyeksikan akan meningkat di wilayah tropis yang basah dan kawasan dataran tinggi, dan menurun di wilayah kering di tropis.

Wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, yang cenderung kering, akan mengalami perubahan pola hujan. Hujan akan lebih lebat tetapi waktunya pendek. Akibatnya, lebih banyak air yang mengalir ke sungai dalam waktu singkat. Dampak selanjutnya pada musim kemarau, ketersediaan air akan berkurang karena tidak cukup waktu untuk mengisi saat musim hujan meskipun jumlah air hujannya banyak.

Prediksi ini bukan mitos atau akal-akalan negara maju, seperti biasanya reaksi dari para aktivis organisasi non-pemerintah yang dengan mudahnya menyalahkan negara maju. Kalau pun sekarang berlum dirasakan karena memang proses perubahan iklim itu proses yang perlahan.

Proses perubahan iklim tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih pada musim kering, ketika air yang terganggu, maka akan ada dampak lanjutan yang akan diterima manusia. Pengelolaan air yang buruk akan menambah persoalan air ini.

IPCC dalam laporannya menyampaikan pengelolaan air yang ada sekarang ini tidak cukup baik untuk bisa menghadapi dampak perubahan iklim pada suplai air. Pengelolaan air yang ada bahkan tidak mampu mengatasi persoalan air yang disebabkan oleh persoalan lokal.

Apakah di Kupang pengelolaan air sudah bisa menghadapi persoalan lokal? Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini bisa sedikit mengungkapnya. Apakah PDAM sudah bisa menyediakan air bersih yang layak dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari? Apakah ada program yang matang bagaimana caranya menghadapi kemarau?

Apakah ada program penyadaran pada masyarakat akan pentingnya mengkonservasi air? Apakah ada data inventori debit air sepanjang tahun? Apakah ada hitungan berapa pertumbuhan kebutuhan air di Kupang? Bagaimana mengantisipasi kenaikan penduduk yang berarti meningkatkan kebutuhan air? Apakah Kupang memiliki program atau rencana adaptasi perubahan iklim, terutama terkait dengan air?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas bisa menggambarkan apakah Pemda Kota Kupang (dan mungkin Pemda Provinsi NTT) siap menghadapi terjadinya perubahan iklim.
Pengelolaan Air
Kesiapan pengelolaan air di Kupang akan berdampak juga pada banyak kebijakan di bidang lainnya seperti energi, kesehatan, kedaulatan pangan, dan pelestarian alam. Ketika pendudukan bertambah, maka kebutuhan air bersih akan bertambah. Pengelolaan air harusnya sudah mempertimbangkan peningkatan kebutuhan air bersih sejalan dengan naiknya jumlah penduduk.

Jika pengelolaan air gagal mengantisipasi pertambahan penduduk yang akan meningkatkan permintaan air, persoalan akan melebar ke masalah kesehatan. Kelompok masyarakat miskin yang paling rentan lebih dahulu menderita. Mereka yang akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk air bersih. Mereka yang akan lebih dahulu merasakan sakit karena mengonsumsi air yang tidak layak.

Pengelolaan air tidak hanya mempertimbangkan air untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga mempertimbangkan konsumsi untuk pertanian. Pertumbuhan kebutuhan air, selain memasukkan pertimbangan pertumbuhan pendudu, juga harus mempertimbangkan kebutuhan pertanian. Jika pengelolaan air buruk, akan berdampak pada pasokan pangan.
Penelitian menunjukkan perubahan iklim akan berdampak produksi pangan 2,5 persen sampai 10 persen pada tahun 2020. Wilayah NTT berisiko menghadapi gagal panen, berkurangnya lahan yang layak ditanami, dan ujungnya warga NTT akan selalu tergantung dari provinsi lain untuk suplai makanan.

Air adalah sumber kehidupan di bumi ini dan sumber daya akan akan memberikan dampak pada lingkungan alam, sosial, dan ekonsistem. Air sangat mendasar sebagai jembatan antara perubahan iklim, masyarakat, dan lingkungan.

Perubahan iklim bukan lagi bualan negara maju, seperti banyak masyarakat yang skeptis dan tidak percaya sedang terjadi perubahan iklim, bukan juga bualan ilmiah. Perubahan iklim sesuatu yang nyata dan saat ini sedang terjadi.

Meskipun tidak ada perubahan iklim, pemerintahan di wilayah kering seperti NTT ini, membutuhkan pengelolaan air yang baik. Pengelolaan air yang baik bukan sekedari pemerintah daerah memiliki peraturan, bukan sekedar memiliki perencanaan atau program, tetapi bagaimana melaksanakan aksi atau program yang nyata.

Menunda-nunda bertindak nyata, seperti yang terjadi saat ini di Copenhagen para kepala negara menunda bertindak, berarti kehilangan kesempatan dan waktu. Harusnya persoalan air, yang akan semakin memburuk karena perubahan iklim, menjadi persoalan seluruh lapisan masyarakat termasuk penduduk. Bagaimana penduduk bisa lebih menghargai air dan menyiapkan diri untuk keadaan terburuk. (*)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/41205/pengelolaan-air-yang-baik-kunci-menghadapai-perubahan-iklim-di-ntt
Read On 0 comments

Hujan Terus-Menerus, Waduk Bilibili Tetap Aman

9:32:00 AM
Senin, 04-01-10 | 20:50

SUNGGUMINASA -- Waduk Bilibili bakal jebol jika hujan terus-menerus tak perlu dirisaukan. Sebab, kondisi waduk Bilibili masih dalam keadaan normal dan tetap aman dengan perkiraan 75 juta meter kubik sedimen yang tertampung sejak longsor 26 Maret 2004 hingga saat ini.

Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penanganan Sedimen Gunung Bawakaraeng, Ir Haeruddin MT MSi. Haeruddin bekerja di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS PJ).

"Selama ini, sedimen masuk ke waduk secara tidak bersamaan karena ada kantong-kantong pasir (sand pocket) yang telah dibangun sepanjang lintasan waduk dan Sungai Jeneberang," jelas Haeruddin, Minggu, 3 Januari.

Bangunan pengendali sedimen seperti sabo dam dan sand pocket telah tertampung 70-90 juta meter kubik dari 140 juta meter kubik sedimen yang mengalir dari hulu. Sedimen yang mengalir tersebut terbagi, ada yang ke sungai dan ada pula yang tertampung di waduk.

Dikatakan Haeruddin, waduk Bilibili punya tampungan mati sedimen kurang lebih 29 juta meter kubik dan tampungan yang berada di bawah waduk ini memang harus terisi. Kini baru 60 persen terisi.

"Meski sudah setiap hari hujan turun deras, kondisi waduk Bilibili masih dinyatakan dalam keadaan normal. Ketinggian air masih berada di bawah elevasi 90 meter. Elevasi ini masih normal," kata Haeruddin.

Kendati kemungkinan air waduk naik pada garis elevasi 99,5 meter, namun itu juga tidak bermasalah karena air akan keluar sedikit demi sedikit. "Selain itu, sekarang air yang tertampung di waduk baru berkisar 200 jutaan meter kubik," jelasnya. (rhd)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=77923
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts