Showing posts with label Teenager. Show all posts
Akibat Rokok, Penyakit Jantung Makin Menyerang Orang Muda
5:40:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 07:10 WIB
TEMPO Interaktif, Penyakit jantung koroner kini menjangkiti pada usia makin muda. Dr Taufik Pohan, SpJP, pernah menangani penderita jantung koroner berusia 26-29 tahun. "Padahal dulu usia sekitar 40 tahunan baru kena," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pondok Indah ini.
Dokter spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, Dr Aulia Sani, SpJP, bahkan pernah menangani pasien jantung koroner pemuda usia 22 tahun. "Dia merokok sejak usia 9 tahun," kata Sani. Pembuluh darah koroner pemuda itu terpaksa dipasangi cincin (stent).
Faktor utama penyakit jantung koroner, kata Aulia, memang rokok. Penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor wahid. Data WHO menyebutkan, pada 2005 rokok diperkirakan menyebabkan 400 ribu kematian atau 23,7 persen dari 1,7 juta kematian.
Masalahnya, tidak mudah bagi perokok untuk berhenti merokok. Menurut Dr Tribowo T. Ginting, SpKJ, dari RS Persahabatan, 70 persen perokok ingin berhenti. "Tapi hanya 5-10 persen yang bisa berhenti tanpa bantuan," ujarnya. Mereka yang bisa berhenti biasanya perokok yang belum kecanduan. Dengan susahnya berhenti merokok, jumlah perokok selalu naik.
Di Indonesia, menurut data WHO, tren jumlah konsumsi rokok dan jumlah perokok muda kian besar. Dari 1960 hingga 2004, konsumsi rokok naik 6,2 kali lipat, dari 35 miliar batang menjadi 217 miliar batang per tahun. Jumlah anak yang memulai merokok sebelum umur 19 tahun juga naik 10 persen dari 2001 hingga 2004. Pada 2001-2004, perokok usia 15 tahun ke atas jumlahnya naik 2,9 persen.
Survei Global Tembakau Pemuda-Indonesia pada 2006 menyebutkan, satu dari tiga anak (37,3 persen) pernah merokok. Mereka yang pertama kali merokok sebelum genap 10 tahun sebanyak 30,9 persen. Anak muda yang tetap merokok 12,6 persen dan 3,2 persen di antaranya dilaporkan kecanduan. Jika kecanduan, susah berhenti.
Jumlah perokok pasif juga naik. Aulia Sani memaparkan, dari rokok yang disulut, 20 persen asapnya diisap perokok. Sebanyak 5-10 persen tersangkut di filter rokok. Sisanya beredar di udara. Akibatnya, perokok pasif bisa terserang batuk dan bronkitis. "Begitu tua, perokok pasif bisa kena jantung koroner," kata Aulia.
Perokok pasif, ujarnya, memiliki risiko terkena kanker paru dan jantung koroner hingga 20-30 persen dibanding yang tak terpapar asap rokok. Ruang khusus merokok, kata dia, tiada guna.
Ini senada dengan hasil pengukuran Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dengan Swisscontact Foundation Indonesia. Kedua lembaga itu menemukan, nikotin yang banyak beredar di udara berukuran 2,5 mikrometer (PM 2.5) di kawasan dilarang merokok total kurun waktu Agustus-September 2009.
Di sekolah, 32 persen lokasi udaranya terkontaminasi nikotin. Di rumah sakit, ditemukan 68 persen wilayah udara tercemar nikotin. Paling parah adalah di tempat hiburan, di antaranya restoran. Di restoran ditemukan 86 persen lokasi hiburan yang udaranya tercemar nikotin. "Di restoran, kadar PM 2.5 mendekati 2.000 mikrogram/m3," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD Ridwan Panjaitan.
Padahal kadar maksimal yang ditoleransi menurut WHO adalah 25 mikrogram/m3. Menurut Direktur Eksekutif Swisscontact Foundation Indonesia Dollaris Riauaty Suhadi, ukuran PM 2.5 merupakan partikel yang sangat kecil dan bisa masuk ke paru-paru. "Tak ada teknologi yang bisa menyaringnya."
Sementara itu, menurut Aulia Sani, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengerem laju penyakit jantung koroner usia muda ini. Pertama, mencegah lahirnya perokok baru dan, kedua, menyembuhkan pecandu rokok. Pencegahan perokok dini dilakukan dengan melakukan edukasi terhadap anak yang belum pernah merokok. "Kampanye dilakukan sejak anak-anak masih kecil," kata dia.
Untuk itu, perlu dilakukan kampanye antitembakau di sekolah-sekolah sejak taman kanak-kanak. Sedangkan bagi yang telanjur merokok dan belum kecanduan, bisa dilakukan terapi perilaku. Yang telanjur kecanduan pun masih bisa diobati, salah satunya dengan obat generik Varenicline Tartrate.
Obat itu menyuplai pengganti nikotin. "Varenicline Tartrate mengganti nikotin tapi tak membuat kecanduan," kata dia. Menurut Sani, Varenicline Tartrate akan memancing pelepasan dopamine dan endorphin.
NUR ROCHMI
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/05/31/brk,20100531-251368,id.html
TEMPO Interaktif, Penyakit jantung koroner kini menjangkiti pada usia makin muda. Dr Taufik Pohan, SpJP, pernah menangani penderita jantung koroner berusia 26-29 tahun. "Padahal dulu usia sekitar 40 tahunan baru kena," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pondok Indah ini.
Dokter spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, Dr Aulia Sani, SpJP, bahkan pernah menangani pasien jantung koroner pemuda usia 22 tahun. "Dia merokok sejak usia 9 tahun," kata Sani. Pembuluh darah koroner pemuda itu terpaksa dipasangi cincin (stent).
Faktor utama penyakit jantung koroner, kata Aulia, memang rokok. Penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor wahid. Data WHO menyebutkan, pada 2005 rokok diperkirakan menyebabkan 400 ribu kematian atau 23,7 persen dari 1,7 juta kematian.
Masalahnya, tidak mudah bagi perokok untuk berhenti merokok. Menurut Dr Tribowo T. Ginting, SpKJ, dari RS Persahabatan, 70 persen perokok ingin berhenti. "Tapi hanya 5-10 persen yang bisa berhenti tanpa bantuan," ujarnya. Mereka yang bisa berhenti biasanya perokok yang belum kecanduan. Dengan susahnya berhenti merokok, jumlah perokok selalu naik.
Di Indonesia, menurut data WHO, tren jumlah konsumsi rokok dan jumlah perokok muda kian besar. Dari 1960 hingga 2004, konsumsi rokok naik 6,2 kali lipat, dari 35 miliar batang menjadi 217 miliar batang per tahun. Jumlah anak yang memulai merokok sebelum umur 19 tahun juga naik 10 persen dari 2001 hingga 2004. Pada 2001-2004, perokok usia 15 tahun ke atas jumlahnya naik 2,9 persen.
Survei Global Tembakau Pemuda-Indonesia pada 2006 menyebutkan, satu dari tiga anak (37,3 persen) pernah merokok. Mereka yang pertama kali merokok sebelum genap 10 tahun sebanyak 30,9 persen. Anak muda yang tetap merokok 12,6 persen dan 3,2 persen di antaranya dilaporkan kecanduan. Jika kecanduan, susah berhenti.
Jumlah perokok pasif juga naik. Aulia Sani memaparkan, dari rokok yang disulut, 20 persen asapnya diisap perokok. Sebanyak 5-10 persen tersangkut di filter rokok. Sisanya beredar di udara. Akibatnya, perokok pasif bisa terserang batuk dan bronkitis. "Begitu tua, perokok pasif bisa kena jantung koroner," kata Aulia.
Perokok pasif, ujarnya, memiliki risiko terkena kanker paru dan jantung koroner hingga 20-30 persen dibanding yang tak terpapar asap rokok. Ruang khusus merokok, kata dia, tiada guna.
Ini senada dengan hasil pengukuran Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dengan Swisscontact Foundation Indonesia. Kedua lembaga itu menemukan, nikotin yang banyak beredar di udara berukuran 2,5 mikrometer (PM 2.5) di kawasan dilarang merokok total kurun waktu Agustus-September 2009.
Di sekolah, 32 persen lokasi udaranya terkontaminasi nikotin. Di rumah sakit, ditemukan 68 persen wilayah udara tercemar nikotin. Paling parah adalah di tempat hiburan, di antaranya restoran. Di restoran ditemukan 86 persen lokasi hiburan yang udaranya tercemar nikotin. "Di restoran, kadar PM 2.5 mendekati 2.000 mikrogram/m3," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD Ridwan Panjaitan.
Padahal kadar maksimal yang ditoleransi menurut WHO adalah 25 mikrogram/m3. Menurut Direktur Eksekutif Swisscontact Foundation Indonesia Dollaris Riauaty Suhadi, ukuran PM 2.5 merupakan partikel yang sangat kecil dan bisa masuk ke paru-paru. "Tak ada teknologi yang bisa menyaringnya."
Sementara itu, menurut Aulia Sani, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengerem laju penyakit jantung koroner usia muda ini. Pertama, mencegah lahirnya perokok baru dan, kedua, menyembuhkan pecandu rokok. Pencegahan perokok dini dilakukan dengan melakukan edukasi terhadap anak yang belum pernah merokok. "Kampanye dilakukan sejak anak-anak masih kecil," kata dia.
Untuk itu, perlu dilakukan kampanye antitembakau di sekolah-sekolah sejak taman kanak-kanak. Sedangkan bagi yang telanjur merokok dan belum kecanduan, bisa dilakukan terapi perilaku. Yang telanjur kecanduan pun masih bisa diobati, salah satunya dengan obat generik Varenicline Tartrate.
Obat itu menyuplai pengganti nikotin. "Varenicline Tartrate mengganti nikotin tapi tak membuat kecanduan," kata dia. Menurut Sani, Varenicline Tartrate akan memancing pelepasan dopamine dan endorphin.
NUR ROCHMI
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/05/31/brk,20100531-251368,id.html
62% Siswa SMA Sukabumi Tak Melanjutkan
10:33:00 AM
07/01/2010 08:50
Liputan6.com, Sukabumi: Sebanyak 62 persen pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pasalnya, mereka berasal dari kalangan tidak mampu. Data ini diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. "Pelajar yang melanjutkan jenjang pendidikannya ke PT hanya 38 persen, sementara sisanya tidak melanjutkan. Mereka kebanyakan langsung bekerja atau menganggur," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zainal Mutaqin, di Sukabumi, seperti dilansir ANTARA.
Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan. "Mereka tidak melanjutkan ke PT karena faktor ekonomi karena untuk melanjutkan pendidikan ke PT memerlukan biaya yang cukup besar, sementara kondisi keuangan keluarga tidak mendukung," kata Iwan.
Ia menyebutkan jumlah lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikannya mencapai sekitar 70 persen. Menanggapi hal ini, dilakukan upaya meningkatkan jumlah pelajar yang meneruskan pendidikan ke PT dengan cara memberikan informasi beasiswa pendidikan PT.
Namun menurutnya, ada sejumlah program beasiswa prestasi yang diberikan oleh Provinsi Jawa Barat, tetapi jumlah penerima beasiswa itu terbatas dan tidak bisa menjangkau semua lulusan SMA.
"Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan kerjasama semua pihak. Para lulusan SMA tersebut bisa langsung diserap oleh dunia kerja yang ada di Kabupaten Sukabumi," kata Iwan lagi.
Karena itu, pihaknya meminta pihak perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja dari daerah Kabupaten Sukabumi untuk mengatasi masalah lulusan SMA yang menganggur akibat tidak melanjutkan pendidikan.(YUS)
http://berita.liputan6.com/sosbud/201001/257797/62%.Siswa.SMA.Sukabumi.Tak.Melanjutkan
Liputan6.com, Sukabumi: Sebanyak 62 persen pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pasalnya, mereka berasal dari kalangan tidak mampu. Data ini diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. "Pelajar yang melanjutkan jenjang pendidikannya ke PT hanya 38 persen, sementara sisanya tidak melanjutkan. Mereka kebanyakan langsung bekerja atau menganggur," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zainal Mutaqin, di Sukabumi, seperti dilansir ANTARA.
Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan. "Mereka tidak melanjutkan ke PT karena faktor ekonomi karena untuk melanjutkan pendidikan ke PT memerlukan biaya yang cukup besar, sementara kondisi keuangan keluarga tidak mendukung," kata Iwan.
Ia menyebutkan jumlah lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikannya mencapai sekitar 70 persen. Menanggapi hal ini, dilakukan upaya meningkatkan jumlah pelajar yang meneruskan pendidikan ke PT dengan cara memberikan informasi beasiswa pendidikan PT.
Namun menurutnya, ada sejumlah program beasiswa prestasi yang diberikan oleh Provinsi Jawa Barat, tetapi jumlah penerima beasiswa itu terbatas dan tidak bisa menjangkau semua lulusan SMA.
"Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan kerjasama semua pihak. Para lulusan SMA tersebut bisa langsung diserap oleh dunia kerja yang ada di Kabupaten Sukabumi," kata Iwan lagi.
Karena itu, pihaknya meminta pihak perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja dari daerah Kabupaten Sukabumi untuk mengatasi masalah lulusan SMA yang menganggur akibat tidak melanjutkan pendidikan.(YUS)
http://berita.liputan6.com/sosbud/201001/257797/62%.Siswa.SMA.Sukabumi.Tak.Melanjutkan
Game Online Sebabkan Kehamilan Remaja
11:42:00 AM
25/12/2009 - 15:37
INILAH.COM, Jakarta - Saluran berita resmi pemerintah China menyalahkan game online yang sangat popular, sebagai penyebab kecanduan obat, kehamilan remaja dan bahkan pembunuhan.
Dalam sebuah acara TV berjudul "Pengakuan seorang Pembunuh - Fokus tentang Pornografi dan Kekerasan dalam Online Games (Bagian Dua)," China Central Television (CCTV) pada hari Kamis menayangkan penjara remaja Beijing di mana satu orang harus menjalani hukuman seumur hidup akibat tindakan pembunuhan karena berebut peralatan virtual yang ada di game online.
Sampai dengan 80 persen penjahat di penjara itu melakukan tindakan kejahatan karena game online, kata laporan itu.
"Dia sendiri menewaskan lima orang, dan alasan dia mengambil jalan kejahatan karena kekerasan yang diakibatkan kecanduan game online," katanya.
Acara itu mengikuti laporan CCTV lain bulan ini, yang menyalahkan penyakit sosial yang ada di game online, menyuarakan orang tua yang khawatir karena banyaknya waktu yang digunakan untuk bermain game dan situs jaringan sosial yang mengganggu sekolah anak-anak mereka.
Media pemerintah Cina telah lama mengkritik game online. Serangkaian acara terakhir CCTV menceritakan kisah gadis berusia 14 tahun yang konon dipengaruhi oleh game menari online untuk memulai hubungan seks dengan orang-orang yang ditemuinya secara online.
Game yang berjudul "Audition" itu mendorong kencan satu malam dan gadis itu telah melakukan dua kali aborsi.
CCTV bulan ini juga menayangkan laporan tentang remaja yang kecanduan obat batuk dan obat-obatan metamfetamin sebagai cara untuk menjaga energi mereka agar bisa terjaga siang malam melakukan game secara maraton.
Anak-anak itu menghabiskan waktu di kafe internet yang sering penuh dengan perokok laki-laki muda menggunakan program pesan instan dan bermain game online.[ito]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/12/25/242601/game-online-sebabkan-kehamilan-remaja/
INILAH.COM, Jakarta - Saluran berita resmi pemerintah China menyalahkan game online yang sangat popular, sebagai penyebab kecanduan obat, kehamilan remaja dan bahkan pembunuhan.
Dalam sebuah acara TV berjudul "Pengakuan seorang Pembunuh - Fokus tentang Pornografi dan Kekerasan dalam Online Games (Bagian Dua)," China Central Television (CCTV) pada hari Kamis menayangkan penjara remaja Beijing di mana satu orang harus menjalani hukuman seumur hidup akibat tindakan pembunuhan karena berebut peralatan virtual yang ada di game online.
Sampai dengan 80 persen penjahat di penjara itu melakukan tindakan kejahatan karena game online, kata laporan itu.
"Dia sendiri menewaskan lima orang, dan alasan dia mengambil jalan kejahatan karena kekerasan yang diakibatkan kecanduan game online," katanya.
Acara itu mengikuti laporan CCTV lain bulan ini, yang menyalahkan penyakit sosial yang ada di game online, menyuarakan orang tua yang khawatir karena banyaknya waktu yang digunakan untuk bermain game dan situs jaringan sosial yang mengganggu sekolah anak-anak mereka.
Media pemerintah Cina telah lama mengkritik game online. Serangkaian acara terakhir CCTV menceritakan kisah gadis berusia 14 tahun yang konon dipengaruhi oleh game menari online untuk memulai hubungan seks dengan orang-orang yang ditemuinya secara online.
Game yang berjudul "Audition" itu mendorong kencan satu malam dan gadis itu telah melakukan dua kali aborsi.
CCTV bulan ini juga menayangkan laporan tentang remaja yang kecanduan obat batuk dan obat-obatan metamfetamin sebagai cara untuk menjaga energi mereka agar bisa terjaga siang malam melakukan game secara maraton.
Anak-anak itu menghabiskan waktu di kafe internet yang sering penuh dengan perokok laki-laki muda menggunakan program pesan instan dan bermain game online.[ito]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/12/25/242601/game-online-sebabkan-kehamilan-remaja/
Saatnya Berlakukan Rok Panjang untuk Siswa
12:27:00 PM
Rabu, 16 Desember 2009 | 01:20 WIB
SUKABUMI, KOMPAS.com - Komisi III DPRD Kota Sukabumi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menerapkan penggunaan rok panjang pada seragam sekolah siswi SMP untuk meminimalisasi kasus kenakalan remaja.
"Kami minta Disdik segera menerapkan penggunaan rok panjang pada seragam siswi SMP," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Yayan Suryana, di Sukabumi, Selasa.
Permintaan dewan tersebut terkait permasalahan banyaknya pelajar Sukabumi yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK). Data dari Gerakan Narkoba dan AIDS (GPNA) Kota Sukabumi, menyebutkan, 25 persen dari 239 PSK langsung di Kota Sukabumi, Jawa Barat, berasal dari kaum pelajar yang disebabkan oleh keinginan hidup mewah.
Menurut Yayan, dengan adanya penggunaan pakaian yang menutupi aurat kaum wanita remaja ini paling tidak bisa meminimalisasi kasus kenakalan remaja di Kota Sukabumi. "Ini hal kecil, namun secara perlahan akan mempengaruhi moral siswa nantinya," tuturnya.
Selain itu, pembenahan akidah pelajar baik di sekolah maupun di rumah harus terus diperbaiki, baik oleh orangtua maupun guru. Sementara itu, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sukabumi juga mendukung agar semua siswi, baik SMP maupun SMA di Kota Sukabumi menggunakan rok panjang.
"Pakaian yang menutupi aurat paling tidak dapat menimalisir kenakalan remaja," kata wakil Ketua GOW, Hj Juliana.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi remaja saat ini, dimana mereka bebas bergaul dengan bebas menggunakan pakaian seenaknya."Disdik harus segera menerapkan penggunaan rok panjang agar permasalahan kenakalan remaja ini bisa diatasi. Guru dan orangtua juga harus menanamkan anaknya soal agama, sehingga akidahnya kuat," ucapnya.
Editor: tof
Sumber : ANT
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/12/16/01200797/saatnya.berlakukan.rok.panjang.untuk.siswa
SUKABUMI, KOMPAS.com - Komisi III DPRD Kota Sukabumi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menerapkan penggunaan rok panjang pada seragam sekolah siswi SMP untuk meminimalisasi kasus kenakalan remaja.
"Kami minta Disdik segera menerapkan penggunaan rok panjang pada seragam siswi SMP," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Yayan Suryana, di Sukabumi, Selasa.
Permintaan dewan tersebut terkait permasalahan banyaknya pelajar Sukabumi yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK). Data dari Gerakan Narkoba dan AIDS (GPNA) Kota Sukabumi, menyebutkan, 25 persen dari 239 PSK langsung di Kota Sukabumi, Jawa Barat, berasal dari kaum pelajar yang disebabkan oleh keinginan hidup mewah.
Menurut Yayan, dengan adanya penggunaan pakaian yang menutupi aurat kaum wanita remaja ini paling tidak bisa meminimalisasi kasus kenakalan remaja di Kota Sukabumi. "Ini hal kecil, namun secara perlahan akan mempengaruhi moral siswa nantinya," tuturnya.
Selain itu, pembenahan akidah pelajar baik di sekolah maupun di rumah harus terus diperbaiki, baik oleh orangtua maupun guru. Sementara itu, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sukabumi juga mendukung agar semua siswi, baik SMP maupun SMA di Kota Sukabumi menggunakan rok panjang.
"Pakaian yang menutupi aurat paling tidak dapat menimalisir kenakalan remaja," kata wakil Ketua GOW, Hj Juliana.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi remaja saat ini, dimana mereka bebas bergaul dengan bebas menggunakan pakaian seenaknya."Disdik harus segera menerapkan penggunaan rok panjang agar permasalahan kenakalan remaja ini bisa diatasi. Guru dan orangtua juga harus menanamkan anaknya soal agama, sehingga akidahnya kuat," ucapnya.
Editor: tof
Sumber : ANT
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/12/16/01200797/saatnya.berlakukan.rok.panjang.untuk.siswa
Bahaya Kecanduan Internet
10:00:00 PM
Sabtu, 5 Desember 2009
Remaja yang kecanduan internet ternyata lebih berpeluang menyakiti diri sendiri. Hal itu diungkapkan tim peneliti asal China.
Tim itu menggelar survei terhadap 1.618 remaja berusia antara 13 hingga 18 tahun asal Provinsi Guangdong. Mereka ditanyai mengenai kebiasaan-kebiasaan menyakiti diri sendiri, seperti memukuli diri, mencabuti rambut sendiri, serta mengiris kulit sendiri. Mereka diuji tingkat kecanduan terhadap internet.
Hasilnya, 10% dari responden kecanduan internet. Bahkan 1% di antaranya kecanduan parah. Mereka yang mengalami kecanduan parah terhadap internet, 2,4 kali lebih besar berpeluang menyakiti diri sendiri.
"Dalam beberapa tahun terakhir seiring semakin meluasnya jangkauan internet di negara-negara Asia, kecanduan internet sudah menjadi gangguan mental terparah di kalangan remaja," ujar Dr. Lawrence Lam dari Sun Yat-Sen University, Guangzhou. Kecanduan internet telah diklasifikasi sebagai gangguan mental sejak pertengahan 1990-an. n MI/U-1
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009120501125914
Remaja yang kecanduan internet ternyata lebih berpeluang menyakiti diri sendiri. Hal itu diungkapkan tim peneliti asal China.
Tim itu menggelar survei terhadap 1.618 remaja berusia antara 13 hingga 18 tahun asal Provinsi Guangdong. Mereka ditanyai mengenai kebiasaan-kebiasaan menyakiti diri sendiri, seperti memukuli diri, mencabuti rambut sendiri, serta mengiris kulit sendiri. Mereka diuji tingkat kecanduan terhadap internet.
Hasilnya, 10% dari responden kecanduan internet. Bahkan 1% di antaranya kecanduan parah. Mereka yang mengalami kecanduan parah terhadap internet, 2,4 kali lebih besar berpeluang menyakiti diri sendiri.
"Dalam beberapa tahun terakhir seiring semakin meluasnya jangkauan internet di negara-negara Asia, kecanduan internet sudah menjadi gangguan mental terparah di kalangan remaja," ujar Dr. Lawrence Lam dari Sun Yat-Sen University, Guangzhou. Kecanduan internet telah diklasifikasi sebagai gangguan mental sejak pertengahan 1990-an. n MI/U-1
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009120501125914
Gangguan Jiwa Bipolar Serang Remaja
7:07:00 PM
Sabtu, 7 November 2009 | 13:59 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com — Penyakit gangguan jiwa bernama bipolar saat ini mulai menyerang remaja Surabaya. Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dr Hendro Riyanto Sp KJ MM, di Surabaya, Sabtu (7/11), mengatakan, penyakit gangguan jiwa tersebut bukan disebabkan tekanan psikologis, melainkan karena terjadinya gangguan keseimbangan pada otak.
"Bipolar terjadi secara biologis berupa gangguan di neurotransmitter otak yang berfungsi mengatur keseimbangan," katanya. Penyakit tersebut saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri.
"Di Surabaya pun saat ini sudah mulai muncul, terutama pada usia 16 tahun ke atas," katanya. Penyakit bipolar merupakan sebuah penyakit gangguan jiwa yang ditandai dengan kecenderungan untuk melakukan dua aktivitas yang berbeda.
"Jika dia sedang mencapai klimaks maka dia akan cenderung untuk melakukan semua aktivitas dan tidak pernah berada di rumah," katanya. "Namun, suatu saat ketika dia sedang mencapai tahap titik antiklimaks (penurunan) maka dia cenderung untuk selalu berdiam diri di rumah."
Penyakit bipolar bisa disembuhkan dengan menggunakan obat dan terapi. "Bipolar bisa sembuh melalui farmakoterapi dan psikoterapi," katanya. Kedua penyembuhan tersebut juga harus bersinergi atau tidak cukup hanya diobati, tetapi juga harus ada terapi.
ABI
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/07/13590189/gangguan.jiwa.bipolar.serang.remaja
SURABAYA, KOMPAS.com — Penyakit gangguan jiwa bernama bipolar saat ini mulai menyerang remaja Surabaya. Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dr Hendro Riyanto Sp KJ MM, di Surabaya, Sabtu (7/11), mengatakan, penyakit gangguan jiwa tersebut bukan disebabkan tekanan psikologis, melainkan karena terjadinya gangguan keseimbangan pada otak.
"Bipolar terjadi secara biologis berupa gangguan di neurotransmitter otak yang berfungsi mengatur keseimbangan," katanya. Penyakit tersebut saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri.
"Di Surabaya pun saat ini sudah mulai muncul, terutama pada usia 16 tahun ke atas," katanya. Penyakit bipolar merupakan sebuah penyakit gangguan jiwa yang ditandai dengan kecenderungan untuk melakukan dua aktivitas yang berbeda.
"Jika dia sedang mencapai klimaks maka dia akan cenderung untuk melakukan semua aktivitas dan tidak pernah berada di rumah," katanya. "Namun, suatu saat ketika dia sedang mencapai tahap titik antiklimaks (penurunan) maka dia cenderung untuk selalu berdiam diri di rumah."
Penyakit bipolar bisa disembuhkan dengan menggunakan obat dan terapi. "Bipolar bisa sembuh melalui farmakoterapi dan psikoterapi," katanya. Kedua penyembuhan tersebut juga harus bersinergi atau tidak cukup hanya diobati, tetapi juga harus ada terapi.
ABI
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/07/13590189/gangguan.jiwa.bipolar.serang.remaja
Puluhan PSK di Timika Positif Terinfeksi HIV
9:14:00 AM
Rabu, 4 November 2009 06:24 WIB
Timika (ANTARA News) - Puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi prostitusi Kilometer 10, Timika, Papua dinyatakan positif terinfeksi HIV.
Sesuai data yang diterima ANTARA dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika,di Timika, Rabu, sekitar 10 persen dari PSK Kilo 10 yang berjumlah sekitar 294 orang sudah terinfeksi HIV.
"Sekitar 20-25 orang PSK Kilo 10 yang positif HIV sampai saat ini masih bekerja aktif. Hal ini dikhawatirkan akan menambah jumlah kasus HIV di Mimika," kata Sekretaris KPA Mimika, Reynold Ubra.
Reynold menyarankan warga Timika agar ekstra waspada saat mengunjungi lokalisasi Kilo 10 dan jika "terpaksa" maka harus menggunakan alat pengaman alias kondom saat melakukan hubungan seks.
Sejak beberapa tahun lalu KPA Mimika bersama Department Public Health & Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia menyediakan kondom secara gratis di lokalisasi Kilo 10.
Bahkan KPA Mimika merekrut dua orang petugas yang selalu stand by setiap saat memonitoring penggunaan kondom pada para PSK.
"Bagi PSK yang terkena infeksi menular seksual (IMS) kita berikan saksi tegas dan harus istirahat sampai sembuh baru bisa membuka praktek lagi," jelas Reynold.
Menurut Reynold, para PSK di Kilo 10 setiap dua kali seminggu mendapat layanan kesehatan oleh petugas kesehatan dari PHMC PT Freeport.
Namun tidak demikian halnya dengan para PSK liar yang berkedok sebagai tukang pijat, pelayan di bar dan lain-lain karena keberadaan mereka sulit dijangkau petugas.
Salah satu PSK Kilo 10 bernama Yanti saat ini terlibat aktif sebagai relawan HIV/AIDS sekaligus pendamping ODHA.
Yanti bahkan dikirim mengikuti pertemuan nasional pekerja seks seluruh Indonesia di Jakarta sejak 2-4 November dengan biaya seluruhnya ditanggung KPA Mimika.
Kerjasama LPMAK
Dalam upaya menekan laju kasus HIV/AIDS di Mimika, KPA setempat juga menjalin kerjasama dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) untuk penyuluhan masalah HIV/AIDS di empat area prioritas yaitu Kokonao, Ayuka, Banti dan Kwamki Lama.
Guna menunjang kegiatan operasional KPA Mimika, Pemkab setempat mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar dalam APBD 2009.
Dukungan dana untuk penanggulangan HIV/AIDS di Mimika juga berasal dari Global Fund dan Pemerintah Pusat melalui program "Save Papua".
Hingga akhir Juni 2009, jumlah kasus HIV/AIDS di Mimika telah mencapai 2.005 kasus dan merupakan jumlah kasus yang tertinggi di Provinsi Papua bahkan di seluruh Indonesia.
Sejak Januari-Juni 2009, terjadi penambahan 111 kasus HIV baru dan 101 kasus AIDS baru dengan jumlah penderita yang meninggal mencapai lebih dari 30 orang dengan gejala AIDS.
Dari 111 kasus HIV baru tersebut, tiga diantaranya menimpa remaja yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). ***4***
http://www.antaranews.com/berita/1257290647/puluhan-psk-di-timika-positif-terinfeksi-hiv
Timika (ANTARA News) - Puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi prostitusi Kilometer 10, Timika, Papua dinyatakan positif terinfeksi HIV.
Sesuai data yang diterima ANTARA dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika,di Timika, Rabu, sekitar 10 persen dari PSK Kilo 10 yang berjumlah sekitar 294 orang sudah terinfeksi HIV.
"Sekitar 20-25 orang PSK Kilo 10 yang positif HIV sampai saat ini masih bekerja aktif. Hal ini dikhawatirkan akan menambah jumlah kasus HIV di Mimika," kata Sekretaris KPA Mimika, Reynold Ubra.
Reynold menyarankan warga Timika agar ekstra waspada saat mengunjungi lokalisasi Kilo 10 dan jika "terpaksa" maka harus menggunakan alat pengaman alias kondom saat melakukan hubungan seks.
Sejak beberapa tahun lalu KPA Mimika bersama Department Public Health & Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia menyediakan kondom secara gratis di lokalisasi Kilo 10.
Bahkan KPA Mimika merekrut dua orang petugas yang selalu stand by setiap saat memonitoring penggunaan kondom pada para PSK.
"Bagi PSK yang terkena infeksi menular seksual (IMS) kita berikan saksi tegas dan harus istirahat sampai sembuh baru bisa membuka praktek lagi," jelas Reynold.
Menurut Reynold, para PSK di Kilo 10 setiap dua kali seminggu mendapat layanan kesehatan oleh petugas kesehatan dari PHMC PT Freeport.
Namun tidak demikian halnya dengan para PSK liar yang berkedok sebagai tukang pijat, pelayan di bar dan lain-lain karena keberadaan mereka sulit dijangkau petugas.
Salah satu PSK Kilo 10 bernama Yanti saat ini terlibat aktif sebagai relawan HIV/AIDS sekaligus pendamping ODHA.
Yanti bahkan dikirim mengikuti pertemuan nasional pekerja seks seluruh Indonesia di Jakarta sejak 2-4 November dengan biaya seluruhnya ditanggung KPA Mimika.
Kerjasama LPMAK
Dalam upaya menekan laju kasus HIV/AIDS di Mimika, KPA setempat juga menjalin kerjasama dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) untuk penyuluhan masalah HIV/AIDS di empat area prioritas yaitu Kokonao, Ayuka, Banti dan Kwamki Lama.
Guna menunjang kegiatan operasional KPA Mimika, Pemkab setempat mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar dalam APBD 2009.
Dukungan dana untuk penanggulangan HIV/AIDS di Mimika juga berasal dari Global Fund dan Pemerintah Pusat melalui program "Save Papua".
Hingga akhir Juni 2009, jumlah kasus HIV/AIDS di Mimika telah mencapai 2.005 kasus dan merupakan jumlah kasus yang tertinggi di Provinsi Papua bahkan di seluruh Indonesia.
Sejak Januari-Juni 2009, terjadi penambahan 111 kasus HIV baru dan 101 kasus AIDS baru dengan jumlah penderita yang meninggal mencapai lebih dari 30 orang dengan gejala AIDS.
Dari 111 kasus HIV baru tersebut, tiga diantaranya menimpa remaja yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). ***4***
http://www.antaranews.com/berita/1257290647/puluhan-psk-di-timika-positif-terinfeksi-hiv
Duh.. Banyak Film Berpotensi Pengaruhi Anak Merokok
9:44:00 PM
Jumat, 4 September 2009 | 16:56 WIB
JAKARTA,KOMPAS.com - Gencarnya film-film indonesia yang disponsori industri rokok, disinyalir berpotensi besar mempengaruhi anak untuk merokok. Hingga saat ini, rokok merupakan salah satu sponsor dan penyumbang dana terbesar dalam industri perfilman Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan merangsang kenginan anak untuk merokok.
Demikian diungkap Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak Muhammad Joni dalam paparannya mengenai bahaya iklan rokok dalam film terhadap anak, di Kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (4/9).
"Penggunaan film sebagai media iklan merupakan industri terselubung industri rokok. Tak bisa dipungkiri, dalam sebuah film tentu melibatkan banyak public figure. Dan jika ada sponsor rokok maupun adegan merokok, maka hal ini akan ditiru para penggemarnya. Termasuk anak dan remaja," terang Joni.
Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak, tercatat masih banyak film nasional maupun kegiatan perfilman yang disponsori oleh industri rokok, termasuk film untuk anak dan remaja.
Pada 2007 tercatat sembilan buah judul film yang disponsori rokok, yakni D'bijis, Love is Cinta, Tiga Hari Untuk Selamanya, Bukan Bintang Biasa, Kamulah Satu-Satunya, Merah Itu cinta, dan Get Married.
Tahun 2008 ada tiga judul film dan kegiatan perfilman, yakni Si Jago Merah, Barbie, dan International Fantastic Film Festival (IFFF) 2008 .
Sementara pada 2009 tercatat lima fil dan kegiatan perfilman yang disponsori rokok, yaitu Rasa, Benci Disko, Wakil Rakyat, King, dan kegiatan film Djarum Super on Art-Under The Tree.
Tingginya angka ini, menurut Joni semakin memperkuat bukti jika film merupakan sarana vital dan media yang digemari oleh industri rokok untuk menjaring anak dan remaja menjadi perokok pemula. Pengaruh tersebut bahkan mampu mempengaruhi peningkatan kebiasaan merokok pada remaja putri.
Ia mencontohkan, dari data Yayasan Lebaga Konsumen Indonesia (YLKI), sepanjang 2001 hingga 2004 , di seluruh Indonesia telah terjadi peningkatan jumlah perokok remaja putri dari 0,1 persen jadi 1,9 persen.
"Ironisnya, pemerintah justru memperkuat industri rokok dengan membuat Road Map Industri Rokok 2007-2020 yang mematok peningkatan target produksi rokok hingga 2020 sebanyak 260 miliar batang," tandasnya.
C11-09
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/04/16562662/duh...banyak.film.berpotensi.pengaruhi.anak.merokok
JAKARTA,KOMPAS.com - Gencarnya film-film indonesia yang disponsori industri rokok, disinyalir berpotensi besar mempengaruhi anak untuk merokok. Hingga saat ini, rokok merupakan salah satu sponsor dan penyumbang dana terbesar dalam industri perfilman Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan merangsang kenginan anak untuk merokok.
Demikian diungkap Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak Muhammad Joni dalam paparannya mengenai bahaya iklan rokok dalam film terhadap anak, di Kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (4/9).
"Penggunaan film sebagai media iklan merupakan industri terselubung industri rokok. Tak bisa dipungkiri, dalam sebuah film tentu melibatkan banyak public figure. Dan jika ada sponsor rokok maupun adegan merokok, maka hal ini akan ditiru para penggemarnya. Termasuk anak dan remaja," terang Joni.
Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak, tercatat masih banyak film nasional maupun kegiatan perfilman yang disponsori oleh industri rokok, termasuk film untuk anak dan remaja.
Pada 2007 tercatat sembilan buah judul film yang disponsori rokok, yakni D'bijis, Love is Cinta, Tiga Hari Untuk Selamanya, Bukan Bintang Biasa, Kamulah Satu-Satunya, Merah Itu cinta, dan Get Married.
Tahun 2008 ada tiga judul film dan kegiatan perfilman, yakni Si Jago Merah, Barbie, dan International Fantastic Film Festival (IFFF) 2008 .
Sementara pada 2009 tercatat lima fil dan kegiatan perfilman yang disponsori rokok, yaitu Rasa, Benci Disko, Wakil Rakyat, King, dan kegiatan film Djarum Super on Art-Under The Tree.
Tingginya angka ini, menurut Joni semakin memperkuat bukti jika film merupakan sarana vital dan media yang digemari oleh industri rokok untuk menjaring anak dan remaja menjadi perokok pemula. Pengaruh tersebut bahkan mampu mempengaruhi peningkatan kebiasaan merokok pada remaja putri.
Ia mencontohkan, dari data Yayasan Lebaga Konsumen Indonesia (YLKI), sepanjang 2001 hingga 2004 , di seluruh Indonesia telah terjadi peningkatan jumlah perokok remaja putri dari 0,1 persen jadi 1,9 persen.
"Ironisnya, pemerintah justru memperkuat industri rokok dengan membuat Road Map Industri Rokok 2007-2020 yang mematok peningkatan target produksi rokok hingga 2020 sebanyak 260 miliar batang," tandasnya.
C11-09
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/04/16562662/duh...banyak.film.berpotensi.pengaruhi.anak.merokok
Pola Makan ala Barat Buruk untuk Remaja
10:02:00 PM
27/08/2009 09:19
Liputan6.com, Perth: Sebuah penelitian membuktikan bahwa pola makan ala Barat bisa berpengaruh negatif terhadap kesehatan mental remaja. Demikian diberitakan situs The Times of India, Rabu (26/8). Penelitian terhadap 1.600 orang remaja usia 14 tahun ini dilakukan oleh Telethon Institute for Child Health Research (TICHR) di Subiaco, Perth, Australia bagian barat.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti yang diketuai Dr Wendy Oddy mengidentifikasi dua jenis pola makan yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Di antaranya pola makan ala Barat dengan menu seperti hamburger, kentang goreng, kue pie, sosis, daging merah, gandum olahan, makanan olahan dari susu lemak tinggi, dan beraneka saus. Sedangkan pola makan sehat contohnya sayur-sayuran berwarna, buah-buahan segar, kacang polong, gandum, dan ikan.
Kemudian, Oddy dan timnya mencocokkan pola makan ini dengan hal-hal terkait perkembangan emosi dan perilaku seseorang. Misalnya seperti peranan seseorang dalam keluarga, penghasilan, ibu tunggal, ayah yang meninggalkan keluarganya, orang tua yang merokok, dan pendidikan orang tua.
Mereka menemukan bahwa pola makan ala Barat tersebut membuat seseorang cenderung bersikap menarik diri, mudah gelisah, agresif, dan jahat. Menurut Oddy, meski sudah cukup mendapatkan makanan sehat, tapi para remaja tersebut justru lebih banyak mendapat asupan makanan yang tak sehat. Pasalnya, kudapan dan minuman ringan tak sehat tersebut sudah terlalu banyak dijual di pasaran dan terbiasa dikonsumsi sehari-hari.(LUC)
http://kesehatan.liputan6.com/berita/200908/242035/Pola.Makan.ala.Barat.Buruk.untuk.Remaja
Liputan6.com, Perth: Sebuah penelitian membuktikan bahwa pola makan ala Barat bisa berpengaruh negatif terhadap kesehatan mental remaja. Demikian diberitakan situs The Times of India, Rabu (26/8). Penelitian terhadap 1.600 orang remaja usia 14 tahun ini dilakukan oleh Telethon Institute for Child Health Research (TICHR) di Subiaco, Perth, Australia bagian barat.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti yang diketuai Dr Wendy Oddy mengidentifikasi dua jenis pola makan yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Di antaranya pola makan ala Barat dengan menu seperti hamburger, kentang goreng, kue pie, sosis, daging merah, gandum olahan, makanan olahan dari susu lemak tinggi, dan beraneka saus. Sedangkan pola makan sehat contohnya sayur-sayuran berwarna, buah-buahan segar, kacang polong, gandum, dan ikan.
Kemudian, Oddy dan timnya mencocokkan pola makan ini dengan hal-hal terkait perkembangan emosi dan perilaku seseorang. Misalnya seperti peranan seseorang dalam keluarga, penghasilan, ibu tunggal, ayah yang meninggalkan keluarganya, orang tua yang merokok, dan pendidikan orang tua.
Mereka menemukan bahwa pola makan ala Barat tersebut membuat seseorang cenderung bersikap menarik diri, mudah gelisah, agresif, dan jahat. Menurut Oddy, meski sudah cukup mendapatkan makanan sehat, tapi para remaja tersebut justru lebih banyak mendapat asupan makanan yang tak sehat. Pasalnya, kudapan dan minuman ringan tak sehat tersebut sudah terlalu banyak dijual di pasaran dan terbiasa dikonsumsi sehari-hari.(LUC)
http://kesehatan.liputan6.com/berita/200908/242035/Pola.Makan.ala.Barat.Buruk.untuk.Remaja
Awas, Kaum Muda Rentan Terinfeksi HIV!
10:55:00 AM
Jumat, 7 Agustus 2009 | 20:30 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati
SANUR, KOMPAS.com - Partisipasi kaum muda dalam menanggulangi HIV dan menghapus diskriminasi harus ditingkatkan. Sebab, mereka adalah kelompok yang rentan terinfeksi virus itu dan akan memengaruhi kualitas hidup di masa mendatang, terutama pada masa usia produktif.
Badan Dunia Penanggulangan AIDS (UNAIDS) tahun 2008 melaporkan, sekitar 6.000 orang muda terinfeksi HIV setiap hari. Mereka yang terinfeksi virus itu kerap mengalami stigma dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari serta kesulitan mengakses terapi antiretroviral.
Atas dasar itu, partisipasi orang muda dalam proses pengambilan keputus yang secara langsung memengaruhi kehidupan mereka perlu ditingkatkan. Sejumlah studi menyebutkan, pelayanan terintegrasi antara HIV dan kesehatan reproduksi dapat berkontribusi dalam menurunkan tingkat prevalensi HIV maupun memperbaiki kondisi kesehatan reproduksi di kalangan kaum muda.
Hal ini terungkap dalam Forum Komunitas yang diselenggarakan pada Jumat (7/8), di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali. Acara yang dihadiri para anggota komunitas orang muda dan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) itu merupakan rangkaian acara Kon gres Internasional Asia Pasifik (ICAAP) ke-9.
Kelompok usia muda mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan stigmatisasi, kata Igor G Mocorro dari Youth AIDS Filipinas Alliance (YAFA). Stigma terkait dengan HIV sering berdasarkan hubungan HIV dan A IDS dengan kelompok marjinal dan perilaku yang mendapat stigmatisasi misalnya pekerja seks, penggunaan narkoba, perilaku seksual transgender dan homoseksual.
Hal ini memengaruhi mereka yang hidup dengan HIV, pasangan seksual mereka, maupun anak-anak dan anggota keluarga mereka, kata Igor. B eberapa diskriminasi yang dialami kaum muda antara lain kekerasan terhadap perempuan, perdagangan perempuan, dan berbagai bentuk diskriminasi lain yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak terpenuhinya hak kesehatan reproduksi dan seksual pada kaum muda disebabkan beberapa faktor antara lain, kurang informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual, hambatan kultural dalam mempromosikan normal sosial, agama dan nilai budaya. Partisipasi kaum muda dalam pengambilan keputusan di lembaga pemerintahan juga sangat minim, kata Yulius Wijaya dari Independent Youth Alliance.
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/07/20301692/awas..kaum.muda.rentan.terinfeksi.hiv
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati
SANUR, KOMPAS.com - Partisipasi kaum muda dalam menanggulangi HIV dan menghapus diskriminasi harus ditingkatkan. Sebab, mereka adalah kelompok yang rentan terinfeksi virus itu dan akan memengaruhi kualitas hidup di masa mendatang, terutama pada masa usia produktif.
Badan Dunia Penanggulangan AIDS (UNAIDS) tahun 2008 melaporkan, sekitar 6.000 orang muda terinfeksi HIV setiap hari. Mereka yang terinfeksi virus itu kerap mengalami stigma dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari serta kesulitan mengakses terapi antiretroviral.
Atas dasar itu, partisipasi orang muda dalam proses pengambilan keputus yang secara langsung memengaruhi kehidupan mereka perlu ditingkatkan. Sejumlah studi menyebutkan, pelayanan terintegrasi antara HIV dan kesehatan reproduksi dapat berkontribusi dalam menurunkan tingkat prevalensi HIV maupun memperbaiki kondisi kesehatan reproduksi di kalangan kaum muda.
Hal ini terungkap dalam Forum Komunitas yang diselenggarakan pada Jumat (7/8), di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali. Acara yang dihadiri para anggota komunitas orang muda dan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) itu merupakan rangkaian acara Kon gres Internasional Asia Pasifik (ICAAP) ke-9.
Kelompok usia muda mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan stigmatisasi, kata Igor G Mocorro dari Youth AIDS Filipinas Alliance (YAFA). Stigma terkait dengan HIV sering berdasarkan hubungan HIV dan A IDS dengan kelompok marjinal dan perilaku yang mendapat stigmatisasi misalnya pekerja seks, penggunaan narkoba, perilaku seksual transgender dan homoseksual.
Hal ini memengaruhi mereka yang hidup dengan HIV, pasangan seksual mereka, maupun anak-anak dan anggota keluarga mereka, kata Igor. B eberapa diskriminasi yang dialami kaum muda antara lain kekerasan terhadap perempuan, perdagangan perempuan, dan berbagai bentuk diskriminasi lain yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak terpenuhinya hak kesehatan reproduksi dan seksual pada kaum muda disebabkan beberapa faktor antara lain, kurang informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual, hambatan kultural dalam mempromosikan normal sosial, agama dan nilai budaya. Partisipasi kaum muda dalam pengambilan keputusan di lembaga pemerintahan juga sangat minim, kata Yulius Wijaya dari Independent Youth Alliance.
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/07/20301692/awas..kaum.muda.rentan.terinfeksi.hiv
Nikah Usia Muda Penyebab Kanker Serviks
10:49:00 PM
Kamis, 6 Agustus 2009 | 21:47 WITA
Bekasi, POS KUPANG.Com - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, menyarankan kaum muda untuk menghindari pernikahan usia dini guna menghindari kemungkinan terjadinya kanker leher rahim (serviks).
Pernyatan itu disampaikan Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA dalam kegiatan program KB Nasional di Hotel Horizon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2009).
"Menikah terlalu muda bisa menjadi pemicu timbulnya kanker leher rahim, yang menjadi urutan pertama penyebab kematian diantara jenis-jenis kanker yang ada," katanya.
Menurut Syarief, Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan kanker leher rahim berjalan seirama. Program KB memiliki tujuan untuk membatasi jumlah anak sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi.
"Masyarakat disarankan memberi jarak kehamilan untuk memiliki anak. Selain itu juga penting untuk kaum ibu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi reproduksinya," katanya.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kata dia, Penyebab kanker leher rahim 90 persen karena virus yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab diantaranya, menikah muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti, dan perempuan perokok.
BKKBN, kata Sugiri Syarief, saat ini tengah menggalakkan program KB pada pasangan usia subur, utamanya yang baru menikah agar mengetahui apa fungsi keluarga. Sehingga, program KB tidak hanya bersifat konsultasi mengenai alat kontrasepsi, dan kegiatan reproduksi tetapi lebih bersifat penanaman budaya untuk generasi muda tentang betapa pentingnya keluarga dan manfaat KB.
"Kami telah melakukan kerjasama dengan Departemen Agama untuk menyiapkan buku panduan pranikah. Semua materi substansi yang berkaitan dengan pembangunan keluarga akan dimasukan di buku panduan tersebut. Isi buku panduan diajarkan kepada calon pasangan pengantin sewaktu belum nikah," ujar Sugiri Syarief.
Ditambahkan Sugiri Syarif, selama tahun 2009, pihaknya telah menjalankan sejumlah program kesehatan reproduksi remaja diantaranya, pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR).
"Program PIK-KRR merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap, dan prilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, serta meningkatkan drajat reproduksinya. Ke depan kami berharap seluruh Kecamatan di Indonesia akan memiliki program tersebut," katanya. (ANTARA)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/32519/nikah-usia-muda-penyebab-kanker-serviks
Bekasi, POS KUPANG.Com - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, menyarankan kaum muda untuk menghindari pernikahan usia dini guna menghindari kemungkinan terjadinya kanker leher rahim (serviks).
Pernyatan itu disampaikan Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA dalam kegiatan program KB Nasional di Hotel Horizon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2009).
"Menikah terlalu muda bisa menjadi pemicu timbulnya kanker leher rahim, yang menjadi urutan pertama penyebab kematian diantara jenis-jenis kanker yang ada," katanya.
Menurut Syarief, Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan kanker leher rahim berjalan seirama. Program KB memiliki tujuan untuk membatasi jumlah anak sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi.
"Masyarakat disarankan memberi jarak kehamilan untuk memiliki anak. Selain itu juga penting untuk kaum ibu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi reproduksinya," katanya.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kata dia, Penyebab kanker leher rahim 90 persen karena virus yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab diantaranya, menikah muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti, dan perempuan perokok.
BKKBN, kata Sugiri Syarief, saat ini tengah menggalakkan program KB pada pasangan usia subur, utamanya yang baru menikah agar mengetahui apa fungsi keluarga. Sehingga, program KB tidak hanya bersifat konsultasi mengenai alat kontrasepsi, dan kegiatan reproduksi tetapi lebih bersifat penanaman budaya untuk generasi muda tentang betapa pentingnya keluarga dan manfaat KB.
"Kami telah melakukan kerjasama dengan Departemen Agama untuk menyiapkan buku panduan pranikah. Semua materi substansi yang berkaitan dengan pembangunan keluarga akan dimasukan di buku panduan tersebut. Isi buku panduan diajarkan kepada calon pasangan pengantin sewaktu belum nikah," ujar Sugiri Syarief.
Ditambahkan Sugiri Syarif, selama tahun 2009, pihaknya telah menjalankan sejumlah program kesehatan reproduksi remaja diantaranya, pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR).
"Program PIK-KRR merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap, dan prilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, serta meningkatkan drajat reproduksinya. Ke depan kami berharap seluruh Kecamatan di Indonesia akan memiliki program tersebut," katanya. (ANTARA)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/32519/nikah-usia-muda-penyebab-kanker-serviks
BKKBN Sosialisasi Melalui Pola Pendekatan kepada Remaja
11:19:00 PM
Selasa, 14 Juli 2009 20:41 WIB
Penulis : Rudi Kurniawansyah
PEKANBARU--MI: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengeluarkan pendekatan baru untuk mensosialisasikan program keluarga berencana dengan melakukan pendekatan langsung kepada remaja.
Menurut Direktur Public Relation BKKBN Pusat Yunus Patriawan Noya, pendekatan dilakukan melalui kegiatan konseling yang lebih dinamis dan bersahabat.
Pola pendekatan yang dikenal dengan program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIKKRR) ditujukan untuk memangkas pola sosialisasi berjarak dari anak ke orang tua. Selain itu, juga untuk mengatasi kekurangan tenaga konselor keluarga berencana (KB) di seluruh Indonesia.
"Pola ini berhasil mengenalkan KB kepada remaja. Lebih frendly dan tepat mengena ke sasaran kita," ujar Yunus kepada Media Indonesia seusai mengikuti diskusi bersama PIKKRR Akademi Bidan Sempena Negeri Pekanbaru, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, program PIKKRR merupakan terobosan dari BKKBN dalam mengenalkan KB terutama mengenai pendidikan seks dan sistem reproduksi manusia. Kegiatan yang dilakukan justru lebih inovatif, seperti diskusi, sharing informasi, konsultasi masalah remaja, dan penyadaran arti penting reproduksi.
"Ternyata kegiatan itu tumbuh semakin kreatif dan berpengaruh terhadap turunnya persentase kenakalan remaja," jelasnya. (RK/OL-01)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85292/71/14/BKKBN-Sosialisasi-Melalui-Pola-Pendekatan-kepada-Remaja
Penulis : Rudi Kurniawansyah
PEKANBARU--MI: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengeluarkan pendekatan baru untuk mensosialisasikan program keluarga berencana dengan melakukan pendekatan langsung kepada remaja.
Menurut Direktur Public Relation BKKBN Pusat Yunus Patriawan Noya, pendekatan dilakukan melalui kegiatan konseling yang lebih dinamis dan bersahabat.
Pola pendekatan yang dikenal dengan program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIKKRR) ditujukan untuk memangkas pola sosialisasi berjarak dari anak ke orang tua. Selain itu, juga untuk mengatasi kekurangan tenaga konselor keluarga berencana (KB) di seluruh Indonesia.
"Pola ini berhasil mengenalkan KB kepada remaja. Lebih frendly dan tepat mengena ke sasaran kita," ujar Yunus kepada Media Indonesia seusai mengikuti diskusi bersama PIKKRR Akademi Bidan Sempena Negeri Pekanbaru, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, program PIKKRR merupakan terobosan dari BKKBN dalam mengenalkan KB terutama mengenai pendidikan seks dan sistem reproduksi manusia. Kegiatan yang dilakukan justru lebih inovatif, seperti diskusi, sharing informasi, konsultasi masalah remaja, dan penyadaran arti penting reproduksi.
"Ternyata kegiatan itu tumbuh semakin kreatif dan berpengaruh terhadap turunnya persentase kenakalan remaja," jelasnya. (RK/OL-01)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85292/71/14/BKKBN-Sosialisasi-Melalui-Pola-Pendekatan-kepada-Remaja
Kualitas Penerimaan Siswa Baru "Online" Dikeluhkan
11:13:00 AM
Friday, 03 July 2009 05:13
BANDUNG "-"Tidak jauh berbeda dari tahun lalu, dalam penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini masyarakat kembali mengeluhkan kualitas layanan online. Data yang tidak lengkap dan tidak mutakhir menyulitkan masyarakat mengambil keputusan menentukan sekolah bagi anak-anak mereka. Padahal, sistem online diadakan untuk membantu masyarakat secara lebih nyaman menentukan pilihan. Susilowati, orang tua siswa yang ditemui di SMPN 2 Bandung, mengaku kecewa dengan macetnya layanan online di situs web www.psbkotabandung.info tersebut. "Karena tidak bisa diandalkan, sejak hari pertama PSB saya keliling dari satu sekolah ke sekolah lain, memantau nilai-nilai yang masuk," ujarnya. Menurut Susilowati, tampilan situs web menyebutkan, belum ada satu pun pendaftar di SMPN 2. Padahal, di meja panitia telah tercatat sekitar lima puluh berkas pendaftaran. Selain Susilowati, ada Agi Firmansyah yang mengajak putranya Fahri (12) memantau PSB beberapa SMPN kluster satu. Hingga hari keempat, baik Susilowati maupun Fahri belum berani mendaftarkan putra-putri mereka ke salah satu sekolah.
Seandainya layanan online bisa jalan dan akurat, nanti sore kan kami bisa mempelajari kondisi terakhir di tiap-tiap sekolah," kata Susilowati. Dewan Pendidikan Kota Bandung (DPKB) dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), dua lembaga yang mendirikan posko pengaduan PSB, juga mengungkapkan bahwa sebagian besar keluhan yang mereka terima menyangkut buruknya kualitas layanan online. Sejumlah Sekolah mengaku sudah rajin mengirimkan data terbaru, sedangkan petugas layanan online yang ditunjuk Disdik Kota Bandung, Bandung Cyber Community (BCC) berpendapat bahwa banyak data dari sekolah yang bermasalah sehingga menyulitkan pemutakhiran data. Wakasek Bidang Kesiswaaan SMPN 2 Dikdik Setia Munardi mengatakan, pihaknya selalu mengirimkan data terbaru secara kontinu. "Karena itulah, saya heran juga kenapa data yang ada di layanan online tidak sesuai," ujarnya. Hal sama diungkapkan Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 5 Rudiono.
Ditemui di SMKN 4 Bandung, staf pelaksana BCC Tono Abdurahman mengatakan, persoalan pemutakhiran data justru bersumber dari kesalahan teknis yang kerap dilakukan petugas di sekolah. "Kekeliruan kecil, seperti penulisan tahun atau pencantuman tanda petik, akan membuat seluruh data yang terkirim tidak bisa diunggah (upload)," katanya. Menurut Tono, tidak ada masalah dengan infrastruktur dan SDM yang ada di BCC. Dengan kapasitas bandwith tak terbatas (unlimited), diharapkan tidak akan terjadi kemacetan layanan akibat meningkatnya volume lalu lintas (traffic) penggunaan. Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji menyadari adanya situasi yang tidak jauh berbeda dari tahun lalu, soal layanan online yang dikeluhkan masyarakat. Dia menjanjikan perbaikan sesegera mungkin, mengingat PSB telah memasuki masa-masa krusial menjelang penutupannya, Sabtu.
(rri.co.id/DD)
http://www.rri-online.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2055:kualitas-penerimaan-siswa-baru-qonlineq-dikeluhkan&catid=84:bandung
BANDUNG "-"Tidak jauh berbeda dari tahun lalu, dalam penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini masyarakat kembali mengeluhkan kualitas layanan online. Data yang tidak lengkap dan tidak mutakhir menyulitkan masyarakat mengambil keputusan menentukan sekolah bagi anak-anak mereka. Padahal, sistem online diadakan untuk membantu masyarakat secara lebih nyaman menentukan pilihan. Susilowati, orang tua siswa yang ditemui di SMPN 2 Bandung, mengaku kecewa dengan macetnya layanan online di situs web www.psbkotabandung.info tersebut. "Karena tidak bisa diandalkan, sejak hari pertama PSB saya keliling dari satu sekolah ke sekolah lain, memantau nilai-nilai yang masuk," ujarnya. Menurut Susilowati, tampilan situs web menyebutkan, belum ada satu pun pendaftar di SMPN 2. Padahal, di meja panitia telah tercatat sekitar lima puluh berkas pendaftaran. Selain Susilowati, ada Agi Firmansyah yang mengajak putranya Fahri (12) memantau PSB beberapa SMPN kluster satu. Hingga hari keempat, baik Susilowati maupun Fahri belum berani mendaftarkan putra-putri mereka ke salah satu sekolah.
Seandainya layanan online bisa jalan dan akurat, nanti sore kan kami bisa mempelajari kondisi terakhir di tiap-tiap sekolah," kata Susilowati. Dewan Pendidikan Kota Bandung (DPKB) dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), dua lembaga yang mendirikan posko pengaduan PSB, juga mengungkapkan bahwa sebagian besar keluhan yang mereka terima menyangkut buruknya kualitas layanan online. Sejumlah Sekolah mengaku sudah rajin mengirimkan data terbaru, sedangkan petugas layanan online yang ditunjuk Disdik Kota Bandung, Bandung Cyber Community (BCC) berpendapat bahwa banyak data dari sekolah yang bermasalah sehingga menyulitkan pemutakhiran data. Wakasek Bidang Kesiswaaan SMPN 2 Dikdik Setia Munardi mengatakan, pihaknya selalu mengirimkan data terbaru secara kontinu. "Karena itulah, saya heran juga kenapa data yang ada di layanan online tidak sesuai," ujarnya. Hal sama diungkapkan Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 5 Rudiono.
Ditemui di SMKN 4 Bandung, staf pelaksana BCC Tono Abdurahman mengatakan, persoalan pemutakhiran data justru bersumber dari kesalahan teknis yang kerap dilakukan petugas di sekolah. "Kekeliruan kecil, seperti penulisan tahun atau pencantuman tanda petik, akan membuat seluruh data yang terkirim tidak bisa diunggah (upload)," katanya. Menurut Tono, tidak ada masalah dengan infrastruktur dan SDM yang ada di BCC. Dengan kapasitas bandwith tak terbatas (unlimited), diharapkan tidak akan terjadi kemacetan layanan akibat meningkatnya volume lalu lintas (traffic) penggunaan. Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji menyadari adanya situasi yang tidak jauh berbeda dari tahun lalu, soal layanan online yang dikeluhkan masyarakat. Dia menjanjikan perbaikan sesegera mungkin, mengingat PSB telah memasuki masa-masa krusial menjelang penutupannya, Sabtu.
(rri.co.id/DD)
http://www.rri-online.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2055:kualitas-penerimaan-siswa-baru-qonlineq-dikeluhkan&catid=84:bandung
Masuk SMAN di Depok Rp 8 Juta
10:36:00 AM
2009-07-02
Orangtua Menjerit
[DEPOK] Biaya pendaftaran siswa baru (PSB) sejumlah sekolah menengah negeri atas Depok, Jawa Barat mencapai Rp 8 juta per siswa. Pihak sekolah beralasan, biaya tersebut untuk pembangunan dan standar internasional. Orangtua siswa bahkan diminta membayar uang sekolah sebesar Rp 450.000 per bulan.
SMA negeri yang memungut biaya mahal tersebut adalah SMA Negeri 1 di Jalan Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas dan SMA Negeri 2 di Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok.
Nurlinda Siahaan (36), warga RT 007 RW 05 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, salah satu orangtua mengatakan, ia terpaksa membatalkan pendaftaran sekolah anaknya, Sinta (15), di SMAN 1. Hal itu dilakukannya, karena tidak sanggup bila harus membayar uang pembangunan Rp 8 juta dan uang sekolah Rp 450 ribu per bulan.
"Saya tidak sanggup bila harus membayar uang pembangunan sebesar itu, kendati nilai rata-rata anak saya melampaui syarat minimal nilai rata-rata untuk masuk ke SMA itu, yaitu sebesar 7. Sementara itu, Nilai Ebtanas Murni (NEM) anak saya sebesar 33,60. Adapun nilai rata-ratanya mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 SMP sebesar 8," ujarnya di Depok, Rabu (1/7).
Nurlinda berharap anaknya masuk ke SMA Negeri 1 karena letaknya relatif dekat dengan rumah daripada didaftarkan ke SMA negeri lainnya. Dia pun mendengar SMA Negeri 1 merupakan sekolah berstandar internasional. Namun, Nurlinda kecewa setelah memenuhi undangan wawancara pihak sekolah. Dia diminta membayar uang pembangunan Rp 8 juta. Jika kemampuan ekonomi orangtua kurang memadai, pihak sekolah hanya menetapkan uang pembangunan sebesar Rp 6 juta. Sementara uang sekolah setiap bulannya Rp 450.000
Memutus Harapan
Sesungguhnya, Nurlinda berharap di SMA Negeri 1 Kota Depok tersedia kelas reguler. Tapi, pihak sekolah menerangkan bahwa SMA Negeri 1 merupakan sekolah yang mulai dipersiapkan sebagai sekolah berstandar internasional. Ia menyayangkan kebijakan ini, karena menghalangi harapan anaknya untuk bersekolah di situ.
"Semestinya di sekolah itu, tersedia kelas reguler yang biayanya lebih ringan. Saya sangat kecewa tidak bisa menyekolahkan anak ke SMA Negeri 1. Dari sisi kepandaian, saya yakin anak saya mampu bersekolah di situ. Tapi, apa daya kondisi ekonomi orangtuanya jauh dari mampu," ujar Nurlinda yang akhirnya mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 4 Kota Depok.
Keluhan serupa dilontarkan Mira Hardina (39), warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Cimanggis. Anaknya berharap melanjutkan ke SMA Negeri 2 Kota Depok. Tapi, karena sekolah itu merupakan sekolah berstandar internasional, pihak sekolah meminta uang pembangunan sebesar Rp 8 juta.
"Ya, terpaksa saya carikan ke SMA negeri lainnya yang bukan berstandar internasional. Selain biayanya lebih ringan, sesuai kondisi ekonomi orangtuanya, yang terpenting anak saya tetap bersekolah," ucap Mira, yang ditemui terpisah.
Penerimaan siswa baru ke SMP negeri dan SMA negeri di Kota Depok, saat ini, memasuki hari ketiga. Pengumuman penerimaan juga bisa dilihat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok. Pengamatan di sana, kemarin, banyak orangtua kebingungan karena nama anak mereka tidak muncul di salah satu sekolah yang dipilih.
"Pak, nama anak saya kok belum muncul di salah satu SMA yang dipilih," ujar orangtua siswa bernama Nurcahyo lulusan SMP Tugu, ke petugas di Dinas Pendidikan. Orangtua Nurcahyo salah satu dari sekian banyak orangtua yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan.
Nurcahyo didaftarkan ke SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 Kota Depok. Ibunya telah memantau pengumuman penerimaan ke SMA itu sejak Selasa (30/6). Dari hasil pemantauannya hari itu, nama Nurcahyo belum muncul. Petugas setempat menerangkan kemungkinan nama anaknya muncul pada hari Rabu (1/7). Tapi, ketika dia kembali lagi pada Rabu siang, di lembar pengumuman siswa yang diterima di SMAN 4 dan SMAN 5 tidak juga didapati nama Nurcahyo.
"Saya bingung karena yang diterima justru NEM-nya di bawah anak saya. Sedangkan, NEM Nurcahyo sebesar 3," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Ety Suryahati mengatakan, besarnya uang pembangunan sekolah bertaraf internasional merupakan kebijakan dari Departemen Pendidikan Nasional. [W-5]
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=8944
Orangtua Menjerit
[DEPOK] Biaya pendaftaran siswa baru (PSB) sejumlah sekolah menengah negeri atas Depok, Jawa Barat mencapai Rp 8 juta per siswa. Pihak sekolah beralasan, biaya tersebut untuk pembangunan dan standar internasional. Orangtua siswa bahkan diminta membayar uang sekolah sebesar Rp 450.000 per bulan.
SMA negeri yang memungut biaya mahal tersebut adalah SMA Negeri 1 di Jalan Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas dan SMA Negeri 2 di Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok.
Nurlinda Siahaan (36), warga RT 007 RW 05 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, salah satu orangtua mengatakan, ia terpaksa membatalkan pendaftaran sekolah anaknya, Sinta (15), di SMAN 1. Hal itu dilakukannya, karena tidak sanggup bila harus membayar uang pembangunan Rp 8 juta dan uang sekolah Rp 450 ribu per bulan.
"Saya tidak sanggup bila harus membayar uang pembangunan sebesar itu, kendati nilai rata-rata anak saya melampaui syarat minimal nilai rata-rata untuk masuk ke SMA itu, yaitu sebesar 7. Sementara itu, Nilai Ebtanas Murni (NEM) anak saya sebesar 33,60. Adapun nilai rata-ratanya mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 SMP sebesar 8," ujarnya di Depok, Rabu (1/7).
Nurlinda berharap anaknya masuk ke SMA Negeri 1 karena letaknya relatif dekat dengan rumah daripada didaftarkan ke SMA negeri lainnya. Dia pun mendengar SMA Negeri 1 merupakan sekolah berstandar internasional. Namun, Nurlinda kecewa setelah memenuhi undangan wawancara pihak sekolah. Dia diminta membayar uang pembangunan Rp 8 juta. Jika kemampuan ekonomi orangtua kurang memadai, pihak sekolah hanya menetapkan uang pembangunan sebesar Rp 6 juta. Sementara uang sekolah setiap bulannya Rp 450.000
Memutus Harapan
Sesungguhnya, Nurlinda berharap di SMA Negeri 1 Kota Depok tersedia kelas reguler. Tapi, pihak sekolah menerangkan bahwa SMA Negeri 1 merupakan sekolah yang mulai dipersiapkan sebagai sekolah berstandar internasional. Ia menyayangkan kebijakan ini, karena menghalangi harapan anaknya untuk bersekolah di situ.
"Semestinya di sekolah itu, tersedia kelas reguler yang biayanya lebih ringan. Saya sangat kecewa tidak bisa menyekolahkan anak ke SMA Negeri 1. Dari sisi kepandaian, saya yakin anak saya mampu bersekolah di situ. Tapi, apa daya kondisi ekonomi orangtuanya jauh dari mampu," ujar Nurlinda yang akhirnya mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 4 Kota Depok.
Keluhan serupa dilontarkan Mira Hardina (39), warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Cimanggis. Anaknya berharap melanjutkan ke SMA Negeri 2 Kota Depok. Tapi, karena sekolah itu merupakan sekolah berstandar internasional, pihak sekolah meminta uang pembangunan sebesar Rp 8 juta.
"Ya, terpaksa saya carikan ke SMA negeri lainnya yang bukan berstandar internasional. Selain biayanya lebih ringan, sesuai kondisi ekonomi orangtuanya, yang terpenting anak saya tetap bersekolah," ucap Mira, yang ditemui terpisah.
Penerimaan siswa baru ke SMP negeri dan SMA negeri di Kota Depok, saat ini, memasuki hari ketiga. Pengumuman penerimaan juga bisa dilihat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok. Pengamatan di sana, kemarin, banyak orangtua kebingungan karena nama anak mereka tidak muncul di salah satu sekolah yang dipilih.
"Pak, nama anak saya kok belum muncul di salah satu SMA yang dipilih," ujar orangtua siswa bernama Nurcahyo lulusan SMP Tugu, ke petugas di Dinas Pendidikan. Orangtua Nurcahyo salah satu dari sekian banyak orangtua yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan.
Nurcahyo didaftarkan ke SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 Kota Depok. Ibunya telah memantau pengumuman penerimaan ke SMA itu sejak Selasa (30/6). Dari hasil pemantauannya hari itu, nama Nurcahyo belum muncul. Petugas setempat menerangkan kemungkinan nama anaknya muncul pada hari Rabu (1/7). Tapi, ketika dia kembali lagi pada Rabu siang, di lembar pengumuman siswa yang diterima di SMAN 4 dan SMAN 5 tidak juga didapati nama Nurcahyo.
"Saya bingung karena yang diterima justru NEM-nya di bawah anak saya. Sedangkan, NEM Nurcahyo sebesar 3," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Ety Suryahati mengatakan, besarnya uang pembangunan sekolah bertaraf internasional merupakan kebijakan dari Departemen Pendidikan Nasional. [W-5]
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=8944
Perintah Wajib Pasang Filter Porno Ditunda
10:12:00 AM
Kamis, 2 Juli 2009 | 03:29 WIB
Beijing, Rabu - Para pengguna internet China memenuhi sebuah kafe pada Rabu (1/7). Mereka merayakan keputusan Pemerintah China untuk menunda perintah pemasangan perangkat lunak filter. Penundaan membuat para pengguna internet di negara komunis dapat bebas berekspresi.
Dengan mengenakan kaus hijau, sekitar 200 warga Beijing telah tiba sebelum waktu makan pagi dan mempersiapkan pesta sepanjang hari. Mereka telah merencanakan boikot internet jika pemerintah jadi melaksanakan rencana sensornya.
Sebelumnya, Pemerintah China merencanakan, mulai 1 Juli kemarin meluncurkan filter dan memaksa generasi yang sudah kecanduan internet itu untuk offline selama 24 jam. Semua komputer yang dijual di China harus mengunduh program sensor tersebut. Akan tetapi, pemerintah kemudian mencabut rencana tersebut. Para pengguna internet di Beijing sangat gembira menyambut kemenangan atas sensor pemerintah itu.
”Ini merupakan contoh yang sangat jarang, pemerintah mencabut keputusan pentingnya hanya beberapa saat sebelum diberlakukan,” ujar artis Ai Weiwei yang mengorganisasi boikot dan pesta itu.
Kementerian Industri dan Informasi Teknologi menyatakan, peluncuran perangkat lunak filter itu ditunda hingga batas waktu yang tidak jelas. Para pejabat mengatakan, perangkat lunak itu bertujuan untuk mencegah pornografi pada internet. Akan tetapi, hal itu ditentang aktivis, industriwan, dan para pejabat asing karena tidak adil secara politik, teknik, dan komersial.
Di sebuah mal yang khusus menjual komputer dan perangkat lunak, para penjual menyambut berita tersebut.
”Sebenarnya perangkat lunak ini sama seperti yang lainnya, dapat dikeluarkan jika tidak diinginkan. Ini bukan masalah besar,” ujar Liu Xiaoyuan yang berada di depan sederetan laptop buatan China di Beijing.
Akan tetapi, seorang pengacara mengatakan terlalu dini untuk merasa menang atas keputusan penundaan tersebut. ”Rencana itu belum dibatalkan, tetapi hanya ditunda. Tidak tertutup kemungkinan pemerintah suatu ketika mengeluarkan perintah itu lagi,” ujar Liu Xiaoyuan.
(Reuters/JOE)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/02/03291085/perintah.wajib.pasang.filter.porno.ditunda
Beijing, Rabu - Para pengguna internet China memenuhi sebuah kafe pada Rabu (1/7). Mereka merayakan keputusan Pemerintah China untuk menunda perintah pemasangan perangkat lunak filter. Penundaan membuat para pengguna internet di negara komunis dapat bebas berekspresi.
Dengan mengenakan kaus hijau, sekitar 200 warga Beijing telah tiba sebelum waktu makan pagi dan mempersiapkan pesta sepanjang hari. Mereka telah merencanakan boikot internet jika pemerintah jadi melaksanakan rencana sensornya.
Sebelumnya, Pemerintah China merencanakan, mulai 1 Juli kemarin meluncurkan filter dan memaksa generasi yang sudah kecanduan internet itu untuk offline selama 24 jam. Semua komputer yang dijual di China harus mengunduh program sensor tersebut. Akan tetapi, pemerintah kemudian mencabut rencana tersebut. Para pengguna internet di Beijing sangat gembira menyambut kemenangan atas sensor pemerintah itu.
”Ini merupakan contoh yang sangat jarang, pemerintah mencabut keputusan pentingnya hanya beberapa saat sebelum diberlakukan,” ujar artis Ai Weiwei yang mengorganisasi boikot dan pesta itu.
Kementerian Industri dan Informasi Teknologi menyatakan, peluncuran perangkat lunak filter itu ditunda hingga batas waktu yang tidak jelas. Para pejabat mengatakan, perangkat lunak itu bertujuan untuk mencegah pornografi pada internet. Akan tetapi, hal itu ditentang aktivis, industriwan, dan para pejabat asing karena tidak adil secara politik, teknik, dan komersial.
Di sebuah mal yang khusus menjual komputer dan perangkat lunak, para penjual menyambut berita tersebut.
”Sebenarnya perangkat lunak ini sama seperti yang lainnya, dapat dikeluarkan jika tidak diinginkan. Ini bukan masalah besar,” ujar Liu Xiaoyuan yang berada di depan sederetan laptop buatan China di Beijing.
Akan tetapi, seorang pengacara mengatakan terlalu dini untuk merasa menang atas keputusan penundaan tersebut. ”Rencana itu belum dibatalkan, tetapi hanya ditunda. Tidak tertutup kemungkinan pemerintah suatu ketika mengeluarkan perintah itu lagi,” ujar Liu Xiaoyuan.
(Reuters/JOE)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/02/03291085/perintah.wajib.pasang.filter.porno.ditunda
Dalam Tiga Tahun, Lebih dari 450 Remaja Inggris Melakukan Aborsi
10:11:00 AM
Minggu, 28 Juni 2009 | 11:47 WIB
TEMPO Interaktif , London - Lebih dari 450 remaja putri di bawah usia 14 tahun telah menghentikan kehamilannya, alias aborsi. Aksi ini tercatat sepanjang tahun 2005 sampai 2008, termasuk 23 anak perempuan berusia 12 tahun, di Inggris dan Wales.
Statistik dari Departemen Kesehatan Inggris mengungkapkan pada periode yang sama, ada 52 remaja putri telah melakukan aborsi empat atau lebih kehamilan mereka sebelum merayakan ulang tahun ke-18. Ini merupakan rekor tertinggi aborsi di Inggris dan Wales.
Andrew Lansley, kesehatan sekretaris Departemen Kesehatan Inggris, menjelaskan bahwa statistik itu sebagai bukti bahwa kebijakan pada kehamilan remaja telah gagal. "Ketika anda melihat kasus-kasus remaja putri yang aborsi berulang kali, hal ini tidak hanya tragis dan mengganggu, tetapi total tidak diperlukan," katanya.
Dia mengatakan Tories akan memperkenalkan kebijakan untuk meningkatkan dukungan kepada remaja, sementara advokasi lebih ditujukan kepada penggunaan kontrasepsi jangka panjang berupa suntikan untuk remaja yang telah melakukan aborsi.
Data pemerintah mengungkap bahwa ada 64.715 pengulangan aborsi dilaksanakan di semua kelompok umur, tahun lalu. Data ini merupakan tertinggi dan meningkat 22 persen dalam satu dekade ini. Mereka termasuk 46 perempuan yang telah melaukan aborsi sedikitnya dalam delapan kehamilan.
Usulan untuk mengurangi batas hukum untuk penghentian aborsi dari 24 minggu terakhir kalah tahun lalu. Hal ini menyusul perdebatan sengit parlemen dan bentuk baru dan angka yang meningkat tajam dalam 26 pekan terakhir.
Juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan pemerintah telah menginvestasikan hampir 50 juta pound sterling atau Rp 25,3 miliar dalam upaya untuk mencegah kehamilan remaja dan tingkat aborsi untuk remaja, yang secara keseluruhan merosot 4,5 persen dalam satu tahun terakhir.
TELEGRAPH| NUR HARYANTO
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/06/28/brk,20090628-184151,id.html
TEMPO Interaktif , London - Lebih dari 450 remaja putri di bawah usia 14 tahun telah menghentikan kehamilannya, alias aborsi. Aksi ini tercatat sepanjang tahun 2005 sampai 2008, termasuk 23 anak perempuan berusia 12 tahun, di Inggris dan Wales.
Statistik dari Departemen Kesehatan Inggris mengungkapkan pada periode yang sama, ada 52 remaja putri telah melakukan aborsi empat atau lebih kehamilan mereka sebelum merayakan ulang tahun ke-18. Ini merupakan rekor tertinggi aborsi di Inggris dan Wales.
Andrew Lansley, kesehatan sekretaris Departemen Kesehatan Inggris, menjelaskan bahwa statistik itu sebagai bukti bahwa kebijakan pada kehamilan remaja telah gagal. "Ketika anda melihat kasus-kasus remaja putri yang aborsi berulang kali, hal ini tidak hanya tragis dan mengganggu, tetapi total tidak diperlukan," katanya.
Dia mengatakan Tories akan memperkenalkan kebijakan untuk meningkatkan dukungan kepada remaja, sementara advokasi lebih ditujukan kepada penggunaan kontrasepsi jangka panjang berupa suntikan untuk remaja yang telah melakukan aborsi.
Data pemerintah mengungkap bahwa ada 64.715 pengulangan aborsi dilaksanakan di semua kelompok umur, tahun lalu. Data ini merupakan tertinggi dan meningkat 22 persen dalam satu dekade ini. Mereka termasuk 46 perempuan yang telah melaukan aborsi sedikitnya dalam delapan kehamilan.
Usulan untuk mengurangi batas hukum untuk penghentian aborsi dari 24 minggu terakhir kalah tahun lalu. Hal ini menyusul perdebatan sengit parlemen dan bentuk baru dan angka yang meningkat tajam dalam 26 pekan terakhir.
Juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan pemerintah telah menginvestasikan hampir 50 juta pound sterling atau Rp 25,3 miliar dalam upaya untuk mencegah kehamilan remaja dan tingkat aborsi untuk remaja, yang secara keseluruhan merosot 4,5 persen dalam satu tahun terakhir.
TELEGRAPH| NUR HARYANTO
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/06/28/brk,20090628-184151,id.html
Waduh, Minat Pendaftar SNMPTN Terus Turun!
9:07:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 17:31 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
BANDUNG, KOMPAS.com - Minat pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Bandung dan sekitarnya terus menurun dari tahun ke tahun. Hampir tiap tahunnnya, formulir selalu tersisa.
Tahun 2009 ini, formulir di Panitia Lokal (Panlok) Bandung masih tersisa hingga 1.386 buah. Hingga hari penutupan pendaftaran jumlah formulir yang terbeli di Panlok SNMPTN Bandung sebanyak 26.411 buah.
Jumlah tersebut sudah termasuk 95 orang yang membeli secara manual di hari itu. Adapun formulir tersedia sebanyak 27.797 buah.
Pun, dari jumlah formulir terbeli itu tidak seluruhnya didaftarkan. Yang mendaftar hanya mencapai 25.378.
"Ada yang tidak mendaftar mungkin karena mereka sudah diterima di seleksi jalur mandiri sementara telanjur beli formulir," ujar Asep Gana Suganda, Sekretaris SNMPTN Panlok Bandung.
Asep mengakui, pendaftar SNMPTN di wilayahnya terus turun. Tahun lalu, formulir yang disediakan 30.500 buah, namun yang terjual hanya 28. 204. Pada 2007 lalu, kondisinya tidak jauh berbeda, pendaftarnya hanya mencapai 28.246 orang. Untuk itu, lanjut Asep, formulir yang disediakan tahun ini dikurangi.
Menurutnya, tren penurunan pendaftar SNMPTN di Bandung ini terjadi karena sejumlah hal. Pertama, dibukanya panlok-panlok SNMPTN lain di Jawa Barat. Kedua, karena para calon peserta kebanyakan sudah diterima di jalur mandiri yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"Siswa mungkin lebih realistis memilih masuk ke PTN melalui jalur khusus, kesempatan diterimanya lebih besar," ucap Bambang Hermanto, Bendahara SNMPTN Panlok Bandung.
Ditolak
Sementara itu, sebanyak 15 siswa yang telah mendaftar di Panlok Bandung tidak dapat mengikuti SNMPTN yang akan diadakan pada 1-2 Juli mendatang. Hal itu terjadi karena ketidaklengkapan berkas.
"Mereka ini tidak bisa menunjukkan bukti kelulusan UN," ucap Asep Gana.
Kelulusan UN, meskipun dari program kesetaraan Paket C, adalah syarat utama pendaftaran SNMPTN. Para siswa tersebut mayoritas berasal dari sekolah-sekolah yang tidak mengikuti UN, terutama Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Enam siswa sekolah ini bermasalah dalam pendaftaran.
"Tiap tahun siswa di sekolah ini bermasalah saat mendaftar, itu karena sekolah ini memang tidak ikut UN," ujar Jan Alex, Penanggung Jawab Bagian Pendaftaran SNMPTN Panlok Bandung.
Sumber : KOMPAS
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/29/17315068/waduh.minat.pendaftar.snmptn.terus.turun.
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
BANDUNG, KOMPAS.com - Minat pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Bandung dan sekitarnya terus menurun dari tahun ke tahun. Hampir tiap tahunnnya, formulir selalu tersisa.
Tahun 2009 ini, formulir di Panitia Lokal (Panlok) Bandung masih tersisa hingga 1.386 buah. Hingga hari penutupan pendaftaran jumlah formulir yang terbeli di Panlok SNMPTN Bandung sebanyak 26.411 buah.
Jumlah tersebut sudah termasuk 95 orang yang membeli secara manual di hari itu. Adapun formulir tersedia sebanyak 27.797 buah.
Pun, dari jumlah formulir terbeli itu tidak seluruhnya didaftarkan. Yang mendaftar hanya mencapai 25.378.
"Ada yang tidak mendaftar mungkin karena mereka sudah diterima di seleksi jalur mandiri sementara telanjur beli formulir," ujar Asep Gana Suganda, Sekretaris SNMPTN Panlok Bandung.
Asep mengakui, pendaftar SNMPTN di wilayahnya terus turun. Tahun lalu, formulir yang disediakan 30.500 buah, namun yang terjual hanya 28. 204. Pada 2007 lalu, kondisinya tidak jauh berbeda, pendaftarnya hanya mencapai 28.246 orang. Untuk itu, lanjut Asep, formulir yang disediakan tahun ini dikurangi.
Menurutnya, tren penurunan pendaftar SNMPTN di Bandung ini terjadi karena sejumlah hal. Pertama, dibukanya panlok-panlok SNMPTN lain di Jawa Barat. Kedua, karena para calon peserta kebanyakan sudah diterima di jalur mandiri yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"Siswa mungkin lebih realistis memilih masuk ke PTN melalui jalur khusus, kesempatan diterimanya lebih besar," ucap Bambang Hermanto, Bendahara SNMPTN Panlok Bandung.
Ditolak
Sementara itu, sebanyak 15 siswa yang telah mendaftar di Panlok Bandung tidak dapat mengikuti SNMPTN yang akan diadakan pada 1-2 Juli mendatang. Hal itu terjadi karena ketidaklengkapan berkas.
"Mereka ini tidak bisa menunjukkan bukti kelulusan UN," ucap Asep Gana.
Kelulusan UN, meskipun dari program kesetaraan Paket C, adalah syarat utama pendaftaran SNMPTN. Para siswa tersebut mayoritas berasal dari sekolah-sekolah yang tidak mengikuti UN, terutama Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Enam siswa sekolah ini bermasalah dalam pendaftaran.
"Tiap tahun siswa di sekolah ini bermasalah saat mendaftar, itu karena sekolah ini memang tidak ikut UN," ujar Jan Alex, Penanggung Jawab Bagian Pendaftaran SNMPTN Panlok Bandung.
Sumber : KOMPAS
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/29/17315068/waduh.minat.pendaftar.snmptn.terus.turun.
Awas, Pendaftar Iseng Kacaukan Ranking di PSB Online!
1:11:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 12:02 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Kekacauan berlanjut, pagu siswa yang lolos jalur rekomendasi di situs PSB online berbeda, demikian pula nilai terendah di masing-masing jenjang pendidikan yang lebih kecil dari data nilai terendah pada hari terakhir pendaftaran PSB online rekomendasi.
Pagu jalur rekomendasi SMP hanya 601 dan nilai terendah 25,35. Padahal sebelumnya, saat hari pendaftaran terakhir, Jumat (26/6), tercatat pagu 602 dan nilai terendah 26,05.
Di tingkat SMA, peringkat jalur rekomendasi tertulis pagunya 293 dan nilai terendah 37,2. Padahal sebelumnya, disebut pagu SMA adalah 294 dan pendaftar nilai terendahnya 37,30.
Sementara itu, di tingkat SMK jumlah kuota justru meningkat. Pagu rekomendasi SMK 1.053 kursi dengan nilai terendah 35,1 yang sudah pasti lolos 169 siswa. Padahal nilai terendah sampai dengan Jumat (26/6) adalah 35,20.
Hari, orangtua siswa dari SDN Wadung Asri, heran melihat hasil pemeringkatan terakhir jalur rekomendasi SMP yang menampilkan nilai terendah 25,35. Dia semula tak banyak berharap anaknya bisa lolos karena nilai terendah sudah 26.
Tetapi, sesaat kemudian Hari terhibur ketika pengumuman akhir menunjukkan nilai terendah 25,35. Meskipun akhirnya, kenyataan berkata lain. Anaknya yang memiliki nilai 25,75 tetap tidak masuk daftar.
Menanggapi kondisi itu, Koordinator Tim Teknis PSB Online, Yudhi Purwananto, menyatakan banyak pendaftar iseng. "Banyak yang tidak ada data verifikasinya, itu yang kami buang,” terang Yudhi. Sistem itu akan menyusun peringkat peserta secara otomatis.
“Sampai batas mana peserta dinyatakan masuk, Dindik yang menentukan,” tambah Yudhi. (Rey)
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/29/12025421/Awas..Pendaftar.Iseng.Kacaukan.Ranking.di.PSB.Online..
SURABAYA, KOMPAS.com - Kekacauan berlanjut, pagu siswa yang lolos jalur rekomendasi di situs PSB online berbeda, demikian pula nilai terendah di masing-masing jenjang pendidikan yang lebih kecil dari data nilai terendah pada hari terakhir pendaftaran PSB online rekomendasi.
Pagu jalur rekomendasi SMP hanya 601 dan nilai terendah 25,35. Padahal sebelumnya, saat hari pendaftaran terakhir, Jumat (26/6), tercatat pagu 602 dan nilai terendah 26,05.
Di tingkat SMA, peringkat jalur rekomendasi tertulis pagunya 293 dan nilai terendah 37,2. Padahal sebelumnya, disebut pagu SMA adalah 294 dan pendaftar nilai terendahnya 37,30.
Sementara itu, di tingkat SMK jumlah kuota justru meningkat. Pagu rekomendasi SMK 1.053 kursi dengan nilai terendah 35,1 yang sudah pasti lolos 169 siswa. Padahal nilai terendah sampai dengan Jumat (26/6) adalah 35,20.
Hari, orangtua siswa dari SDN Wadung Asri, heran melihat hasil pemeringkatan terakhir jalur rekomendasi SMP yang menampilkan nilai terendah 25,35. Dia semula tak banyak berharap anaknya bisa lolos karena nilai terendah sudah 26.
Tetapi, sesaat kemudian Hari terhibur ketika pengumuman akhir menunjukkan nilai terendah 25,35. Meskipun akhirnya, kenyataan berkata lain. Anaknya yang memiliki nilai 25,75 tetap tidak masuk daftar.
Menanggapi kondisi itu, Koordinator Tim Teknis PSB Online, Yudhi Purwananto, menyatakan banyak pendaftar iseng. "Banyak yang tidak ada data verifikasinya, itu yang kami buang,” terang Yudhi. Sistem itu akan menyusun peringkat peserta secara otomatis.
“Sampai batas mana peserta dinyatakan masuk, Dindik yang menentukan,” tambah Yudhi. (Rey)
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/29/12025421/Awas..Pendaftar.Iseng.Kacaukan.Ranking.di.PSB.Online..
Permen Karet dan Remaja
9:17:00 PM
30 Mei 2009 00:01 WIB
DOKTER Second University of Naples dan Rumah Sakit Monaldi di Prancis menemukan bahwa permen karet mengandung kafein tinggi yang berbahaya bagi remaja. Hal itu terungkap dari kasus yang terjadi pada anak berusia 13 tahun di Prancis yang sering mengunyah permen karet.
Anak laki-laki itu mengonsumsi permen karet sebanyak dua bungkus yang berisi 320 miligram kafein selama empat jam. Karena itu, ia sakit perut, sering buang air kecil, dan rasa sakit pada kakinya. Napasnya juga terengah-engah dan menderita tekanan darah tinggi. Detak jantungnya pun melebihi normal, 147 detak per menit.
Setelah tim kedokteran Rumah Sakit Monaldi meneliti, ternyata permen karet menghasilkan kafein tinggi. Diungkapkan pula bahwa anak-anak sensitif terhadap kafein dosis tinggi. Selain itu, tubuh mereka tidak dapat menerima kafein yang tinggi dalam permen karet.(AFP/*/X-5)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/77126/78/22/Permen_Karet_dan_Remaja
DOKTER Second University of Naples dan Rumah Sakit Monaldi di Prancis menemukan bahwa permen karet mengandung kafein tinggi yang berbahaya bagi remaja. Hal itu terungkap dari kasus yang terjadi pada anak berusia 13 tahun di Prancis yang sering mengunyah permen karet.
Anak laki-laki itu mengonsumsi permen karet sebanyak dua bungkus yang berisi 320 miligram kafein selama empat jam. Karena itu, ia sakit perut, sering buang air kecil, dan rasa sakit pada kakinya. Napasnya juga terengah-engah dan menderita tekanan darah tinggi. Detak jantungnya pun melebihi normal, 147 detak per menit.
Setelah tim kedokteran Rumah Sakit Monaldi meneliti, ternyata permen karet menghasilkan kafein tinggi. Diungkapkan pula bahwa anak-anak sensitif terhadap kafein dosis tinggi. Selain itu, tubuh mereka tidak dapat menerima kafein yang tinggi dalam permen karet.(AFP/*/X-5)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/77126/78/22/Permen_Karet_dan_Remaja
Jangan Banyak Pake Produk Kemasan Plastik
1:35:00 PM*Selamatkan Lingkungan dengan Cara Sederhana
SEJAK beberapa tahun terakhir, Youngsters pasti kerap melihat berita di berbagai media massa tentang bencana alam yang silih berganti menggempur berbagai belahan bumi. Baik itu banjir, tanah longsor, kekeringan, badai, dan sebagainya.
Selain pengaruh perubahan iklim, kekerasan yang dilakukan manusia terhadap alam baik itu penggundulan hutan, pencemaran laut dan sungai, ataupun polusi udara juga memberikan andil terhadap kerusakan bumi.
Sebagai generasi muda, Youngsters pastinya nggak mau kan hanya berpangku tangan menyikapi kerusakan bumi serta perubahan iklim yang terjadi belakangan ini? Karena sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk ikut menahan perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini.
Misalnya aja dengan ikut mencegah kenaikan suhu permukaan bumi akibat efek rumah kaca. Yakni dengan mengurangi carbon foot-print masing-masing pribadi. Sebut aja dengan hemat air, hemat listrik, mengurangi konsumsi makanan yang pake kemasan plastik dan sebagainya.
Selain itu, Youngsters bisa juga menjadi konsumen hijau dengan selalu menerapkan prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
"Urutan prinsip konsumen hijau ini nggak bisa diubah. Urutan pertama harus reduce, kemudian reuse, baru terakhir recycle. Prinsip ini bakal dipake saat konsumen mengonsumsi apa pun. Nah, bagi Youngsters yang emang peduli ama lingkungan bisa menerapkan prinsip konsumen hijau ini," jelas Mas Harry Surjadi dari Knight International Journalism Fellow.
Setiap saat, manusia mengonsumsi banyak produk. Orang, sehari tiga kali harus makan dan diselingi camilan. Selain makanan, kita juga butuh sepatu, baju, tas, dan banyak barang-barang lainnya setiap waktu.
Persoalan terbesar yang dihadapi konsumen hijau adalah kemasan plastik. Misalnya tas kresek, kemasan botol air, kemasan mi instan, pembungkus makanan, dan sebagainya. Walau lumayan praktis, tapi plastik ternyata memberikan dampak lingkungan yang luar biasa.
Itu karena, waktu udah jadi sampah, kemasan plastik nggak bisa membusuk bahkan hingga ratusan tahun. Artinya, kemasan plastik lebih banyak merugikan dibandingkan manfaatnya. Sehingga, penggunaan kemasan plastik harus dikurangi.
Kalaupun terpaksa harus mengonsumsi produk yang menghasilkan sampah terutama plastik, sebisa mungkin mengimbanginya dengan menerapkan reuse atau menggunakan kembali. Misalnya aja dengan menggunakan produk model isi ulang.
Dan kalo nggak bisa dipake ulang, barulah Youngsters harus menerapkan sistem recycle alias mendaur ulang. Itu artinya, produk yang dibeli haruslah dengan bahan yang bisa didaur ulang.
"Jika semua orang termasuk Youngsters mau menjalankan prinsip konsumen hijau dalam kehidupan sehari-hari, itu berarti kamu-kamu udah memberikan sumbangan yang besar bagi lingkungan. Tentunya termasuk menerapkan prinsip efisien dalam penggunaan energi," jelasnya. (*)
Lebih Baik Naik Angkot atau Sepeda
ADA banyak hal yang bisa kita lakukan untuk turut menyematkan bumi dari kerusakan. Sebab, ada banyak hal kecil yang kadang kita sepelekan, ternyata punya kontribusi besar terhadap kerusakan bumi. Padahal, hal kecil itu dilakukan banyak orang.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menyematkan bumi? Ini dia beberapa di antaranya:
Kenali Keamanan Plastik dari Simbolnya
DALAM kehidupan sehari-hari, Youngsters pasti sering bersentuhan dengan plastik. Baik itu botol air mineral, botol jus, tempat makanan, dan banyak lagi. Plastik bukan saja menjadi masalah lingkungan karena sulitnya diurai oleh mikroorganisme, tapi juga bisa membahayakan kesehatan lho.
Itulah kenapa setiap orang harus selalu meneliti jenis plastik atau bahan yang dipake khususnya jika dipake sebagai wadah makanan atau minuman. Yakni lewat simbol yang tertera pada wadah plastik.
Nah, biar Youngsters nggak salah pilih bahan plastik, gimana kalo kita mengenali simbol plastik berikut tingkat keamanannya?
Manfaatkan Situs sebagai Sumber Informasi
UNTUK bisa memberikan kontribusi terhadap kelestarian lingkungan, pastinya Youngsters butuh pengetahuan sebagai pendukung. Sebab, berbekal pengetahuan yang cukup, seseorang biasanya akan bisa lebih banyak melakukan hal positif dibandingkan orang dengan pengetahuan terbatas.
Lalu, gimana dong caranya kita mendapatkan banyak pengetahuan tentang lingkungan hidup? Tenang, kali ini Tribun akan membagi sejumlah situs yang menawarkan berbagai informasi tentang lingkungan. Ini dia situs yang bisa jadi referensi informasi kamu:
Source: http://neisha-diva.blogspot.com/
11 Juni 2008
SEJAK beberapa tahun terakhir, Youngsters pasti kerap melihat berita di berbagai media massa tentang bencana alam yang silih berganti menggempur berbagai belahan bumi. Baik itu banjir, tanah longsor, kekeringan, badai, dan sebagainya.
Selain pengaruh perubahan iklim, kekerasan yang dilakukan manusia terhadap alam baik itu penggundulan hutan, pencemaran laut dan sungai, ataupun polusi udara juga memberikan andil terhadap kerusakan bumi.
Sebagai generasi muda, Youngsters pastinya nggak mau kan hanya berpangku tangan menyikapi kerusakan bumi serta perubahan iklim yang terjadi belakangan ini? Karena sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk ikut menahan perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini.
Misalnya aja dengan ikut mencegah kenaikan suhu permukaan bumi akibat efek rumah kaca. Yakni dengan mengurangi carbon foot-print masing-masing pribadi. Sebut aja dengan hemat air, hemat listrik, mengurangi konsumsi makanan yang pake kemasan plastik dan sebagainya.
Selain itu, Youngsters bisa juga menjadi konsumen hijau dengan selalu menerapkan prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
"Urutan prinsip konsumen hijau ini nggak bisa diubah. Urutan pertama harus reduce, kemudian reuse, baru terakhir recycle. Prinsip ini bakal dipake saat konsumen mengonsumsi apa pun. Nah, bagi Youngsters yang emang peduli ama lingkungan bisa menerapkan prinsip konsumen hijau ini," jelas Mas Harry Surjadi dari Knight International Journalism Fellow.
Setiap saat, manusia mengonsumsi banyak produk. Orang, sehari tiga kali harus makan dan diselingi camilan. Selain makanan, kita juga butuh sepatu, baju, tas, dan banyak barang-barang lainnya setiap waktu.
Persoalan terbesar yang dihadapi konsumen hijau adalah kemasan plastik. Misalnya tas kresek, kemasan botol air, kemasan mi instan, pembungkus makanan, dan sebagainya. Walau lumayan praktis, tapi plastik ternyata memberikan dampak lingkungan yang luar biasa.
Itu karena, waktu udah jadi sampah, kemasan plastik nggak bisa membusuk bahkan hingga ratusan tahun. Artinya, kemasan plastik lebih banyak merugikan dibandingkan manfaatnya. Sehingga, penggunaan kemasan plastik harus dikurangi.
Kalaupun terpaksa harus mengonsumsi produk yang menghasilkan sampah terutama plastik, sebisa mungkin mengimbanginya dengan menerapkan reuse atau menggunakan kembali. Misalnya aja dengan menggunakan produk model isi ulang.
Dan kalo nggak bisa dipake ulang, barulah Youngsters harus menerapkan sistem recycle alias mendaur ulang. Itu artinya, produk yang dibeli haruslah dengan bahan yang bisa didaur ulang.
"Jika semua orang termasuk Youngsters mau menjalankan prinsip konsumen hijau dalam kehidupan sehari-hari, itu berarti kamu-kamu udah memberikan sumbangan yang besar bagi lingkungan. Tentunya termasuk menerapkan prinsip efisien dalam penggunaan energi," jelasnya. (*)
Lebih Baik Naik Angkot atau Sepeda
ADA banyak hal yang bisa kita lakukan untuk turut menyematkan bumi dari kerusakan. Sebab, ada banyak hal kecil yang kadang kita sepelekan, ternyata punya kontribusi besar terhadap kerusakan bumi. Padahal, hal kecil itu dilakukan banyak orang.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menyematkan bumi? Ini dia beberapa di antaranya:
- Kurangi penggunaan alat listrik yang pake freon seperti AC dan kulkas. Freon bisa menipiskan lapisan ozon yang berfungsi menahan paparan sinar matahari. Pilih juga alat rumah tangga yang ramah lingkungan dan hemat energi. Matikan alat listrik saat nggak dipake.
- Budayakan hemat listrik dan air. Semakin banyak listrik dan air yang dipake, semakin besar juga energi yang dibutuhkan sehingga semakin memperbanyak gas rumah kaca yang diemisikan. Hemat juga pemakaian tisu, kertas atau produk lain yang butuh banyak sumber daya alam dalam produksinya. Pake lagi, belakang kertas yang udah dipake.
- Jangan buang sampah sembarangan dan budayakan hidup bersih dan peduli lingkungan sekitar. Habiskan selalu makanan biar nggak menumpuk dan jadi sampah.
- Kurangi kebiasaan pake kendaraan pribadi saat pergi sekolah. Kalo pake kendaraan pribadi, ajak temen-temen satu jalur untuk berangkat bareng. Bisa juga naik angkutan umum atau mobil antar jemput sekolah. Kalo jarak sekolah dekat, bisa naik sepeda atau bahkan jalan kaki. Nggak cuma hemat, juga bebas polusi kan?
- Kurangi jajan makanan atau minuman dengan kemasan plastik. Secara, plastik punya andil besar terhadap kerusakan lingkungan karena nggak bisa didaur ulang dan susah diurai mikroorganisme.
- Jadilah konsumen hijau. Melalui konsep reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang).
- Perluas wawasan tentang lingkungan dengan terlibat langsung dengan organisasi lingkungan hidup. Seperti WALHI, WWF, GreenPeace, dan sebagainya. Bekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan.
Kenali Keamanan Plastik dari Simbolnya
DALAM kehidupan sehari-hari, Youngsters pasti sering bersentuhan dengan plastik. Baik itu botol air mineral, botol jus, tempat makanan, dan banyak lagi. Plastik bukan saja menjadi masalah lingkungan karena sulitnya diurai oleh mikroorganisme, tapi juga bisa membahayakan kesehatan lho.
Itulah kenapa setiap orang harus selalu meneliti jenis plastik atau bahan yang dipake khususnya jika dipake sebagai wadah makanan atau minuman. Yakni lewat simbol yang tertera pada wadah plastik.
Nah, biar Youngsters nggak salah pilih bahan plastik, gimana kalo kita mengenali simbol plastik berikut tingkat keamanannya?
- Simbol PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih atau transparan atau tembus pandang. Misalnya aja, botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan PETE atau PET sebenarnya hanya boleh sekali pake aja. Terlebih kalo tampilan botol ini sudah baret-baret dan punya "umur" yang udah lama. Kalo udah kayak gini, mendingan botol dibuang aja. O ya, jangan pernah menggunakan botol ini untuk tempat air hangat atau bahkan air panas.
- Simbol HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu berwarna putih susu. Sama seperti plastik dengan simbol PETE atau PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pake.
- V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit didaur ulang. Misalnya plastik pada pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA pada plastik pembungkus bisa bocor dan masuk ke makanan berminyak saat dipanaskan. Kalo udah gitu, bakal membahayakan kesehatan ginjal dan hati lho. Serem banget kan?
- LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makanan dan botol-botol lembek. Barang-barang dengan kode ini bisa didaur ulang. Atau bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tapi tetap oke untuk jadi tempat makanan.
- PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama yang berhubungan ama makanan dan minuman. Misalnya aja sebagai tempat menyimpan makanan, sebagai botol minum dan paling penting botol minum bayi alias dot. Bahan dengan simbol ini biasanya transparan yang tidak jernih atau berawan. Nah, kalo kamu pengen beli barang berbahan plastik, pastikan ada simbol yang satu ini.
- PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lainnya. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan bersentuhan dengan wadah ini. Dan ngerinya, bahan Styrine berbahaya untuk kesehatan otak dan sistem syaraf. Karena berbahaya, bahan ini harus dihindari pemakaiannya. Bahkan, banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk China. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Nah loh!
- Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Jadi, hindari bahan plastik Polycarbonate ya.
Manfaatkan Situs sebagai Sumber Informasi
UNTUK bisa memberikan kontribusi terhadap kelestarian lingkungan, pastinya Youngsters butuh pengetahuan sebagai pendukung. Sebab, berbekal pengetahuan yang cukup, seseorang biasanya akan bisa lebih banyak melakukan hal positif dibandingkan orang dengan pengetahuan terbatas.
Lalu, gimana dong caranya kita mendapatkan banyak pengetahuan tentang lingkungan hidup? Tenang, kali ini Tribun akan membagi sejumlah situs yang menawarkan berbagai informasi tentang lingkungan. Ini dia situs yang bisa jadi referensi informasi kamu:
- Ecokids: http://www.ecokids.ca/pub/index.cfm
- http://www.care2.com/channels/ecoinfo/kids
- http://www.youngreporters.org/
- http://www.enviroliteracy.org/article.php?id=221
- http://www.silverlf.com/barrick/kidsgarden.htm
- http://earthday.wilderness.org/
- http://www.sierraclub.bc.ca/education/ed_students/
- http://www.enfo.ie/kidslinkpage1.htm
- http://kids.niehs.nih.gov/home.htm
- http//www.walhi.or.id
- http//www.akuinginhijau.wordpress.com
- http//www.foei.org.
Source: http://neisha-diva.blogspot.com/
11 Juni 2008
