Showing posts with label Plant. Show all posts
Manfaat Daun Sirih Untuk Kesehatan Tubuh
10:53:00 AM
Bagi anda yang pada saat ini ingin mengetahui berbagai manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh, maka tentunya informasi tersebut sudah bisa anda dapatkan dengan mudah melalui berbagai media offline dan juga online. Banyak orang yang mungkin hanya mengetahui bahwa daun sirih tersebut hanya memiliki beberapa manfaat untuk permasalahan tertentu saja, namun sebenarnya daun sirih sendiri memiliki banyak sekali manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh kita.
Daun sirih sendiri merupakan daun yang tumbuh pada batang kecil yang biasanya merambat atau bersandar pada batang tanaman lain yang lebih besar, dan tanaman tersebut juga memang merupakan salah satu tanaman herbal yang memang asli berasal dari negara kita Indonesia.
Dan jika berbicara mengenai kandungan pada daun sirih, di dalam daun sirih tersebut memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung fenol serta antiseptik yang lima kali lebih tinggi jika dibandignkan dengan antiseptik lainnya. Maka dari itulah daun sirih tersebut juga kerap digunakan sebagai antibakteri karena kandungan yang dimilikinya terebut,
Dan di bawah ini adalah beberapa manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh yang dapat kita ketahui bersama
Manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh yang pertama adalah dapat digunakan untuk mengatasi mata yang gatal dan juga merah karena iritasi, hal tersebut tentu saja karena daun sirih tersebut memang mengandung antiseptik dan antibakteri yang tinggi sehingga dapat membantu mengatasi iritasi yang terjadi pada mata. Caranya sendiri adalah dengan merebus sekitar 6 lembar daun sirih yang masih segar dengan 1 gelas air, rebus hingga mendidih dan air rebusan berubah warna lalu angkat dan tiriskan. Gunakan air rebusan tersebut selagi hangat untuk membasuh mata hingga 3 kali dalam sehari.
Manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh lainnya yang dapat diketahui adalah dapat membantu mengtasi permasalahan bau badan karena keringat berlebih yang bercampur dengan berbagai bakteri di tubuh. Caranya sendiri sangatlah mudah, yaitu dengan menyiapkan 3 lembar daun sirih segar kemudian cuci hingga bersih, setelah itu didihkan air terlebih dahulu kemudian tuangkan pada sebuah gelas berukuran sedang dan masukan daun sirih tersebut beserta ½ sendok teh gula pasir. Aduk hingga gula larut dan biarkan hingga air tersebut hangat kuku, angkat daun sirih danminumlah ramuan tersebut.
read more http://thenoeleven.blogspot.com/2014...tan-tubuh.html
RS Berikan Jamu sebagai Rujukan Obat
4:08:00 PM
Senin, 24 Mei 2010 | 09:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS - Tradisi minum jamu untuk kesehatan sudah lama dilakukan sebagian masyarakat. Kini, di setiap rumah sakit umum direkomendasikan untuk menyediakan klinik obat tradisional. Sekarang sudah ada 17 rumah sakit pendidikan yang memberikan pelayanan jamu sebagai rujukan proses pengobatan.
Untuk meningkatkan jumlah dan jenis obat tradisional yang memenuhi persyaratan efikasi dan keamanan, kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian harus diintensifkan.
Demikian terungkap dalam seminar ”Prospek Pengembangan Jamu Menuju Indonesia yang Sehat dan Mandiri: Harapan dan Tantangannya”, Sabtu (22/5) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta. Tampil sebagai pembicara Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, dari Pusat Studi Obat Bahan Alam FMIPA UI; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Agus Purwadianto; dan Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat. Pembicara kunci adalah Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menkes mengatakan, ”Pasca- pencanangan kebangkitan jamu nasional dua tahun lalu, pemerintah sudah menyiapkan rambu-rambu dan juga sudah menempatkan studi mengenai jamu tradisional di universitas. Sudah ada Program Studi Herbal di Pascasarjana UI,” katanya.
Agus Purwadianto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan semua lini agar ada landasan ilmiah bagi jamu sebagai salah satu sarana pengobatan di samping pengobatan farmasi yang sudah ada. (NAL)
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/24/09014364/RS.Berikan.Jamu.sebagai.Rujukan.Obat
JAKARTA, KOMPAS - Tradisi minum jamu untuk kesehatan sudah lama dilakukan sebagian masyarakat. Kini, di setiap rumah sakit umum direkomendasikan untuk menyediakan klinik obat tradisional. Sekarang sudah ada 17 rumah sakit pendidikan yang memberikan pelayanan jamu sebagai rujukan proses pengobatan.
Untuk meningkatkan jumlah dan jenis obat tradisional yang memenuhi persyaratan efikasi dan keamanan, kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian harus diintensifkan.
Demikian terungkap dalam seminar ”Prospek Pengembangan Jamu Menuju Indonesia yang Sehat dan Mandiri: Harapan dan Tantangannya”, Sabtu (22/5) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta. Tampil sebagai pembicara Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, dari Pusat Studi Obat Bahan Alam FMIPA UI; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Agus Purwadianto; dan Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat. Pembicara kunci adalah Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menkes mengatakan, ”Pasca- pencanangan kebangkitan jamu nasional dua tahun lalu, pemerintah sudah menyiapkan rambu-rambu dan juga sudah menempatkan studi mengenai jamu tradisional di universitas. Sudah ada Program Studi Herbal di Pascasarjana UI,” katanya.
Agus Purwadianto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan semua lini agar ada landasan ilmiah bagi jamu sebagai salah satu sarana pengobatan di samping pengobatan farmasi yang sudah ada. (NAL)
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/24/09014364/RS.Berikan.Jamu.sebagai.Rujukan.Obat
Tumbuhan Alami Ampuh Usir Nyamuk
12:24:00 PM
Sabtu, 27 Februari 2010 13:30
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu.
Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)
Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)
Akar wangi. (foto: itrademarket.co)
Akar wangi. (foto: itrademarket.co)
Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)
Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)
Bunga geranium. (foto: google)
Bunga geranium. (foto: google)
* Sebelumnya
* 1 of 5
* Berikutnya
Meskipun bentuknya kecil, nyamuk adalah serangga yang juga mematikan. Penyebaran virus dan penyakit mudah sekali dibawa oleh nyamuk. Hanya dengan hinggap di bagian kulit kita ataupun menggigitnya, kita bisa terkena kuman yang dibawa nyamuk. Demam berdarah contohnya. Penyakit ini penyebarannya dibawa oleh nyamuk yang bernama Aedes Aegypti. Beberapa jenis obat pengusir nyamuk telah dikeluarkan untuk mengurangi tumbuh dan berkembang biaknya serangga itu.
Obat penyemprot nyamuk yang terbuat dari bahan-bahan kimiawi DEET sebenarnya tak baik untuk tubuh manusia. Disebutkan oleh situs Intent, beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide) pada obat penyemprot terkait dengan kerusakan pada otak. Nah, daripada menggunakan zat berbahaya di rumah, lebih baik pilih yang alami, kan?
Berikut adalah beberapa zat alami yang mampu mengusir nyamuk-nyamuk membandel.
Citronella
Ini adalah salah satu yang paling terkenal mampu mengusir nyamuk. Untuk dioleskan, pilih minyak esensial citronella murni, jangan minyak pewangi ruangan (fragrance oil). Minyak pewangi yang digunakan untuk membakar tidak cukup untuk dioleskan dan menghalau nyamuk.
Minyak kedelai
The New England Journal of Medicine melaporkan, bahwa minyak kedelai juga sama efektifnya dengan obat nyamuk DEET. Harga minyak kedelai pun lumayan terjangkau, plus baik sebagai pelembap kulit. Riset lain mengatakan, bahwa kandungan dalam kedelai bisa memperlambat pertumbuhan rambut pada tubuh ketika dioleskan.
Catnip
Sejenis tumbuhan harum bernama catnip ditengarai memiliki efektivitas 10 kali lebih baik dibanding DEET dalam menghalau nyamuk.
Minyak biji neem
Yang diekstrak dari tanaman yang tumbuh di India dikabarkan lebih efektif ketimbang DEET. Riset ini dikeluarkan oleh Institut Malaria di India.
Lavender
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu. Minyak lavender juga memiliki wangi yang harum dan memiliki efek menenangkan, baik untuk mengusir nyamuk. Carilah minyak esensial lavender untuk dibalurkan pada tubuh. Atau, sabun beraroma lavender.
Bawang putih
Nyamuk tak tahan bau bawang putih. Jika Anda benar-benar terganggu dengan nyamuk, coba makan banyak bawang putih, aromanya akan keluar lewat kulit Anda. Tentu jika Anda tak masalah dengan memiliki bau badan ini.
Akar Wangi
Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau ngengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan untuk nyamuk jenis itu.
Suren
Jika anda memiliki lahan pekarangan luas dan dipenuhi dengan pepohonan, ada bagusnya anda menanam tumbuhan suren. Tanaman ini terbukti sangat ampuh mengusir nyamuk. Tumbuhan yang bentuknya pohon berukuran 20 m ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam. Para petani kerap menanam suren di ladang-ladang pesawahan mereka, suren dipercaya juga dapat mengusir hama serangga tanaman.
Zodia
Tanaman Zodia adalah tumbuhan yang paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tak disukai serangga. Zat tersebut menghasilkan aroma yang tajam, jika tertiup angin aroma itu mudah sekali tersebar ke seluruh ruangan. Ada baiknya anda menanam zodia dalam pot dan meletakkannya di salah satu sudut ruangan anda. Ruangan anda bebas nyamuk deh.
Geranium
Tanaman jenis perdu ini memiliki aroma yang cukup harum namun tidak disukai serangga. Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan zat geraniol dan sitronelol ini bersifat antiseptik. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, tanaman ini bisa menjadi penghijau ruangan anda. Bentuknya yang indah bisa menjadikan tanaman ini sebagai media relaksasi mata.
Selasih
Yang terakhir adalah tanaman selasih. Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda.
Sederhana dan sangat cinta alam bukan? Kapan anda akan mulai mencobanya?. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/17932-tumbuhan-alami-ampuh-usir-nyamuk.html
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu.
Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)
Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)
Akar wangi. (foto: itrademarket.co)
Akar wangi. (foto: itrademarket.co)
Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)
Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)
Bunga geranium. (foto: google)
Bunga geranium. (foto: google)
* Sebelumnya
* 1 of 5
* Berikutnya
Meskipun bentuknya kecil, nyamuk adalah serangga yang juga mematikan. Penyebaran virus dan penyakit mudah sekali dibawa oleh nyamuk. Hanya dengan hinggap di bagian kulit kita ataupun menggigitnya, kita bisa terkena kuman yang dibawa nyamuk. Demam berdarah contohnya. Penyakit ini penyebarannya dibawa oleh nyamuk yang bernama Aedes Aegypti. Beberapa jenis obat pengusir nyamuk telah dikeluarkan untuk mengurangi tumbuh dan berkembang biaknya serangga itu.
Obat penyemprot nyamuk yang terbuat dari bahan-bahan kimiawi DEET sebenarnya tak baik untuk tubuh manusia. Disebutkan oleh situs Intent, beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide) pada obat penyemprot terkait dengan kerusakan pada otak. Nah, daripada menggunakan zat berbahaya di rumah, lebih baik pilih yang alami, kan?
Berikut adalah beberapa zat alami yang mampu mengusir nyamuk-nyamuk membandel.
Citronella
Ini adalah salah satu yang paling terkenal mampu mengusir nyamuk. Untuk dioleskan, pilih minyak esensial citronella murni, jangan minyak pewangi ruangan (fragrance oil). Minyak pewangi yang digunakan untuk membakar tidak cukup untuk dioleskan dan menghalau nyamuk.
Minyak kedelai
The New England Journal of Medicine melaporkan, bahwa minyak kedelai juga sama efektifnya dengan obat nyamuk DEET. Harga minyak kedelai pun lumayan terjangkau, plus baik sebagai pelembap kulit. Riset lain mengatakan, bahwa kandungan dalam kedelai bisa memperlambat pertumbuhan rambut pada tubuh ketika dioleskan.
Catnip
Sejenis tumbuhan harum bernama catnip ditengarai memiliki efektivitas 10 kali lebih baik dibanding DEET dalam menghalau nyamuk.
Minyak biji neem
Yang diekstrak dari tanaman yang tumbuh di India dikabarkan lebih efektif ketimbang DEET. Riset ini dikeluarkan oleh Institut Malaria di India.
Lavender
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu. Minyak lavender juga memiliki wangi yang harum dan memiliki efek menenangkan, baik untuk mengusir nyamuk. Carilah minyak esensial lavender untuk dibalurkan pada tubuh. Atau, sabun beraroma lavender.
Bawang putih
Nyamuk tak tahan bau bawang putih. Jika Anda benar-benar terganggu dengan nyamuk, coba makan banyak bawang putih, aromanya akan keluar lewat kulit Anda. Tentu jika Anda tak masalah dengan memiliki bau badan ini.
Akar Wangi
Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau ngengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan untuk nyamuk jenis itu.
Suren
Jika anda memiliki lahan pekarangan luas dan dipenuhi dengan pepohonan, ada bagusnya anda menanam tumbuhan suren. Tanaman ini terbukti sangat ampuh mengusir nyamuk. Tumbuhan yang bentuknya pohon berukuran 20 m ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam. Para petani kerap menanam suren di ladang-ladang pesawahan mereka, suren dipercaya juga dapat mengusir hama serangga tanaman.
Zodia
Tanaman Zodia adalah tumbuhan yang paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tak disukai serangga. Zat tersebut menghasilkan aroma yang tajam, jika tertiup angin aroma itu mudah sekali tersebar ke seluruh ruangan. Ada baiknya anda menanam zodia dalam pot dan meletakkannya di salah satu sudut ruangan anda. Ruangan anda bebas nyamuk deh.
Geranium
Tanaman jenis perdu ini memiliki aroma yang cukup harum namun tidak disukai serangga. Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan zat geraniol dan sitronelol ini bersifat antiseptik. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, tanaman ini bisa menjadi penghijau ruangan anda. Bentuknya yang indah bisa menjadikan tanaman ini sebagai media relaksasi mata.
Selasih
Yang terakhir adalah tanaman selasih. Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda.
Sederhana dan sangat cinta alam bukan? Kapan anda akan mulai mencobanya?. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/17932-tumbuhan-alami-ampuh-usir-nyamuk.html
Obat Tradisional yang Mulai Dilirik
12:10:00 PM
Jumat, 19 Februari 2010 | 15:44 WIB
KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.
1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.
Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.
2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.
Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.
3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.
Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.
4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.
Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.
5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.
Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.
1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.
Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.
2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.
Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.
3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.
Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.
4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.
Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.
5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.
Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
Kunyit Bikin Kulit Jadi Cantik
10:24:00 AM
Sabtu, 6 Februari 2010 18:18 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Kunyit atau sering disebut kunir, memiliki nama latin Curcuma longa merupakan tanaman rempah yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Selain dimanfaatkan untuk bumbu penyedap dalam masakan, kunyit juga bermanfaat dalam dunia kesehatan dan kecantikan. Bicara soal dunia kecantikan, pada jaman dahulu para putri keraton menggunakan khasiat kunyit ini untuk merawat kehalusan dan kelembutan kulitnya dengan mengenakannya sebagai lulur atau masker.
Tak heran jika putri-putri jaman dulu selalu wangi dan terlihat cantik bukan?
Seiring dengan perkembangan teknologi, kunyit kemudian memang digunakan sebagai bahan kosmetika, baik untuk lulur, tabir surya, dan masker. Disebutkan bahwa senyawa THCs tetrahydrocurcuminoids pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit.
Manfaat lain yang pastinya didambakan oleh semua wanita adalah membuat kulit menjadi halus dan lembut. Penasaran bagaimana caranya? Berikut ramuannya.
Kunyit: Membuat kulit lebih bersinar
Campurkan bubuk kunyit dengan jeruk nipis, dan beberapa tetes minyak zaitun. Maskerkan di wajah dan biarkan selama kurang lebih 15-20 menit. Basuh dengan air dingin, dan lakukan setiap hari. Niscaya wajah Anda akan lebih bersinar dan cerah hanya dalam waktu 20 - 30 hari.(Kpl/****)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/06/10262/Kunyit-Bikin-Kulit-Jadi-Cantik
Metrotvnews.com, Jakarta: Kunyit atau sering disebut kunir, memiliki nama latin Curcuma longa merupakan tanaman rempah yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Selain dimanfaatkan untuk bumbu penyedap dalam masakan, kunyit juga bermanfaat dalam dunia kesehatan dan kecantikan. Bicara soal dunia kecantikan, pada jaman dahulu para putri keraton menggunakan khasiat kunyit ini untuk merawat kehalusan dan kelembutan kulitnya dengan mengenakannya sebagai lulur atau masker.
Tak heran jika putri-putri jaman dulu selalu wangi dan terlihat cantik bukan?
Seiring dengan perkembangan teknologi, kunyit kemudian memang digunakan sebagai bahan kosmetika, baik untuk lulur, tabir surya, dan masker. Disebutkan bahwa senyawa THCs tetrahydrocurcuminoids pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit.
Manfaat lain yang pastinya didambakan oleh semua wanita adalah membuat kulit menjadi halus dan lembut. Penasaran bagaimana caranya? Berikut ramuannya.
Kunyit: Membuat kulit lebih bersinar
Campurkan bubuk kunyit dengan jeruk nipis, dan beberapa tetes minyak zaitun. Maskerkan di wajah dan biarkan selama kurang lebih 15-20 menit. Basuh dengan air dingin, dan lakukan setiap hari. Niscaya wajah Anda akan lebih bersinar dan cerah hanya dalam waktu 20 - 30 hari.(Kpl/****)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/06/10262/Kunyit-Bikin-Kulit-Jadi-Cantik
Tiga Herbal Alami nan Ampuh
10:09:00 AM
Selasa, 19 Januari 2010 14:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
ILMU farmasi modern terus berkembang selama beberapa abad terakhir. Akan tetapi, menurut ahli farmasi dari Massachusetts General Hospital Catherine Ulbricht, PharmD, kita tidak bisa sepenuhnya beralih dari pengobatan tradisional yang juga terbukti efektif. Pada faktanya, terang Ulbricht, obat-obatan modern juga banyak bergantung dari tumbuh-tumbuhan.
"Pada praktiknya, sebagian besar obat yang digunakan mengandung komponen herbal," terang Ulbricht, seperti dikutip situs prevention. Sejumlah obat yang dijual di apotek seperti aspirin merupakan versi sintetis dari komponen yang terkandung di dalam pohon willow. Banyak statin berbahan dasar jamur, dan tamiflu berasal dari herbal China bunga lawang.
Berikut tiga herbal alami yang terbukti efektif berdasarkan studi ilmiah. Akan tetapi, pastikan berkonsultasi dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat kimia. Pasalnya beberapa obat herbal bisa berinteraksi dengan obat-obatan lainnya.
Lemon balm
Fakta tradisional. Tanaman herbal dari keluarga mint beraroma lemon ini telah lama digunakan untuk menghilangkan kecemasan, meningkatkan memori, membantu tidur dan pencernaan."Tanaman ini bagus mengatasi gigitan binatang berbisa, menenangkan jantung, dan mengikis perasaan melankolis dan sedih," tulis pakar herbal zaman Elizabeth John Gerard pada 1597.
Bukti ilmiah. Sebuah artikel yang dipublikasikan pada 2003 di Neuropsychopharmacology menyatakan bahwa teh lemon balm membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan menjaga agar Anda tetap tenang dan fokus. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini juga efektif pada situasi ekstrim. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002 di Journal of Clinical Psychiatry menyebutkan bahwa aromaterapi lemon balm selama empat minggu bisa mengurangi kegelisahan pada pasien yang menderita demensia atau kepikunan kronis.
Penggunaan. Untuk mendapatkan efek menenangkan dari lemon balm, cobalah setiap hari minum teh yang dibuat dengan meneteskan setengah/satu tetes cairan atau satu hingga dua sendok teh herbal kering ke dalam satu cangkir air panas. Biarkan selama lima hingga sepuluh menit sebelum diminum.
Bawang merah
Fakta tradisional. Bawang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Dalam sistem pengobatan tradisional Timur Tengah, herbal satu ini digunakan untuk mengobati diabetes. Selama permulaan abad 20 di Amerika Serikat, bawang dianjurkan untuk mengatasi gangguan pernafasan dan pencernaan. Karena diyakini meningkatkan performa atlet, peserta olimpiade Yunani mengonsumsi herbal ini dalam bentuk jus atau mengggosokkan ke tubuh mereka sebelum kompetisi dimulai.
Bukti ilmiah. Beberapa studi telah membenarkan manfaat tradisional bawang. Kandungan thiosulfinates di dalamnya bekerja mengurangi gejala diabetes dan melindungi dari penyakit jantung. Quercetin, flavonoid yang terkandung dalam bawang mencegah peradangan yang berkaitan dengan alergi dan juga melindungi dari serangan pernanahan lambung, kanker kerongkongan dan kanker payudara.
Penggunaan. Michael Havey, PhD dari University of Wisconsin menganjurkan Anda untuk memilih bawang yang berwarna pekat. Selain itu, ada baiknya mengonsumsi bawang dalam kedaan mentah atau dimasak sebentar. Hal ini, untuk mencegah hilangnya thiosulfinates akibat panas.
Cabai merah
Fakta tradisional. Bumbu tradisional ini banyak digunakan untuk memasak dan mengatasi berbagai gangguan, mulai dari rasa sakit hingga sebagai afrodisiak (merangsang hasrat seks).
Bukti ilmiah.Capsaicin, kandungan penyebab panas pada cabai, dinyatakan efektif meerdakan rasa sakit pada otot, rasa tidak nyaman setelah operasi, dan radang sendi. Studi-studi menunjukkan bahwa komponen ini menekan zat kimia pengantar pesan yang menyampaikan rasa sakit ke otak. Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition juga melaporkan bahwa komponen capsaicin juga membantu menghilangkan lemak perut.
Selain itu, cabai juga dinyatakan bisa mengontrol kadar gula darah. Studi yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition melaporkan, partisian yang mengonsumsi makan siang yang banyak mengandung capsaicin memiliki kadar hormon pengatur gula darah yang lebih tinggi dan kadar ghrelin (hormon lapar) yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan biasa. (IK/OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/19/2057/11/Tiga-Herbal-Alami-nan-Ampuh
Penulis : Ikarowina Tarigan
ILMU farmasi modern terus berkembang selama beberapa abad terakhir. Akan tetapi, menurut ahli farmasi dari Massachusetts General Hospital Catherine Ulbricht, PharmD, kita tidak bisa sepenuhnya beralih dari pengobatan tradisional yang juga terbukti efektif. Pada faktanya, terang Ulbricht, obat-obatan modern juga banyak bergantung dari tumbuh-tumbuhan.
"Pada praktiknya, sebagian besar obat yang digunakan mengandung komponen herbal," terang Ulbricht, seperti dikutip situs prevention. Sejumlah obat yang dijual di apotek seperti aspirin merupakan versi sintetis dari komponen yang terkandung di dalam pohon willow. Banyak statin berbahan dasar jamur, dan tamiflu berasal dari herbal China bunga lawang.
Berikut tiga herbal alami yang terbukti efektif berdasarkan studi ilmiah. Akan tetapi, pastikan berkonsultasi dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat kimia. Pasalnya beberapa obat herbal bisa berinteraksi dengan obat-obatan lainnya.
Lemon balm
Fakta tradisional. Tanaman herbal dari keluarga mint beraroma lemon ini telah lama digunakan untuk menghilangkan kecemasan, meningkatkan memori, membantu tidur dan pencernaan."Tanaman ini bagus mengatasi gigitan binatang berbisa, menenangkan jantung, dan mengikis perasaan melankolis dan sedih," tulis pakar herbal zaman Elizabeth John Gerard pada 1597.
Bukti ilmiah. Sebuah artikel yang dipublikasikan pada 2003 di Neuropsychopharmacology menyatakan bahwa teh lemon balm membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan menjaga agar Anda tetap tenang dan fokus. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini juga efektif pada situasi ekstrim. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002 di Journal of Clinical Psychiatry menyebutkan bahwa aromaterapi lemon balm selama empat minggu bisa mengurangi kegelisahan pada pasien yang menderita demensia atau kepikunan kronis.
Penggunaan. Untuk mendapatkan efek menenangkan dari lemon balm, cobalah setiap hari minum teh yang dibuat dengan meneteskan setengah/satu tetes cairan atau satu hingga dua sendok teh herbal kering ke dalam satu cangkir air panas. Biarkan selama lima hingga sepuluh menit sebelum diminum.
Bawang merah
Fakta tradisional. Bawang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Dalam sistem pengobatan tradisional Timur Tengah, herbal satu ini digunakan untuk mengobati diabetes. Selama permulaan abad 20 di Amerika Serikat, bawang dianjurkan untuk mengatasi gangguan pernafasan dan pencernaan. Karena diyakini meningkatkan performa atlet, peserta olimpiade Yunani mengonsumsi herbal ini dalam bentuk jus atau mengggosokkan ke tubuh mereka sebelum kompetisi dimulai.
Bukti ilmiah. Beberapa studi telah membenarkan manfaat tradisional bawang. Kandungan thiosulfinates di dalamnya bekerja mengurangi gejala diabetes dan melindungi dari penyakit jantung. Quercetin, flavonoid yang terkandung dalam bawang mencegah peradangan yang berkaitan dengan alergi dan juga melindungi dari serangan pernanahan lambung, kanker kerongkongan dan kanker payudara.
Penggunaan. Michael Havey, PhD dari University of Wisconsin menganjurkan Anda untuk memilih bawang yang berwarna pekat. Selain itu, ada baiknya mengonsumsi bawang dalam kedaan mentah atau dimasak sebentar. Hal ini, untuk mencegah hilangnya thiosulfinates akibat panas.
Cabai merah
Fakta tradisional. Bumbu tradisional ini banyak digunakan untuk memasak dan mengatasi berbagai gangguan, mulai dari rasa sakit hingga sebagai afrodisiak (merangsang hasrat seks).
Bukti ilmiah.Capsaicin, kandungan penyebab panas pada cabai, dinyatakan efektif meerdakan rasa sakit pada otot, rasa tidak nyaman setelah operasi, dan radang sendi. Studi-studi menunjukkan bahwa komponen ini menekan zat kimia pengantar pesan yang menyampaikan rasa sakit ke otak. Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition juga melaporkan bahwa komponen capsaicin juga membantu menghilangkan lemak perut.
Selain itu, cabai juga dinyatakan bisa mengontrol kadar gula darah. Studi yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition melaporkan, partisian yang mengonsumsi makan siang yang banyak mengandung capsaicin memiliki kadar hormon pengatur gula darah yang lebih tinggi dan kadar ghrelin (hormon lapar) yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan biasa. (IK/OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/19/2057/11/Tiga-Herbal-Alami-nan-Ampuh
Perusahaan Sawit Malaysia Abaikan Hukum Indonesia
10:25:00 AM
Rabu, 20 Januari 2010 09:17 WIB
Penulis : Denny Susanto
BANJARMASIN--MI: Grup perusahaan kelapa sawit milik Malaysia, Kumpulan Guthrie Berhad diduga mengabaikan hukum Indonesia, terkait pembayaran fee atas transaksi lahan perkebunan sawit dengan PT Holdiko Perkasa (Salim Group) pada 2000.
Kuasa hukum PT Adhiyasa Saranamas, Robert Sirait, Selasa (19/1), mengatakan kasus
itu bermula ketika kliennya memberikan jasa konsultan keuangan dan penasihat investasi dalam transaksi jual beli lahan perkebunan kelapa sawit antara Kumpulan Guthrie Berhad dengan PT Holdiko Perkasa pada 2000. Aset tersebut saat itu dikuasai Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Nilai konsultan fee seharusnya diterima kliennya sebesar 7% dari jumlah transaksi sebesar US$368 juta untuk jual beli lahan kelapa sawit seluas 280 ribu hektare (ha) di kawasan Sumatra dan Kalimantan itu setara US$25,760 juta. Sayangnya, pemberian fee tersebut diabaikan.
"Tindakan perusahaan Malaysia itu bukan saja merugikan finansial klien saya, tapi juga terhinanya rasa kebangsaan. Jasa tidak dibayar, sama saja kerja rodi. Perbuatan itu tidak bisa dibiarkan dan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku di negeri ini," papar Robert.
Kasus berujung pada dilayangkannya gugatan wanprestasi oleh pihak konsultan terhadap
Kumpulan Guthrie Berhad berikut enam perusahaan kelapa sawit lokal yang dijadikan turut tergugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Termasuk, sita jaminan lahan kelapa sawit seluas 48.424,5 ha di Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah milik perusahaan Malaysia itu.
Lahan yang disita jaminkan itu di antaranya perkebunan kelapa sawit seluas 5.909 ha di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 14.779,920 ha dan 16.601,657 ha di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, serta 11.134 ha di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Hasil persidangan di tingkat pertama (PN Jaksel) hingga putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI No.410 PK/PDT/2007 tertanggal 22 Januari 2008 memenangkan PT Adhiyasa Saranamas. Dalam vonis disebutkan perusahaan Malaysia itu harus melunasi
kewajiban membayar konsultan fee keuangan dan penasehat investasi sebesar
US$25,760 juta ditambah bunga 6% per tahun.
PN Jaksel kemudian menetapkan eksekusi lelang terhadap perkebunan kelapa sawit seluas 48.424,577 ha tersebut. Selanjutnya meminta bantuan PNi Kotabaru untuk bertindak selaku eksekutor terhadap lahan seluas 5.909 ha di Kabupaten Tanah Bumbu, serta PN Sampit untuk dua perkebunan seluas 31.380,5 ha di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Lahan yang disita jaminkan itu awalnya adalah milik empat perusahaan kelapa sawit lokal, yaitu PT Ladangrumpun Suburabadi, PT Kridatama Lancar, PT Teguh Sampurna dan PT Aneka Intipersada, yang kini kepemilikannya jatuh pada Kumpulan Guthrie Berhad.
Sejauh ini upaya eksekusi oleh PN Kotabaru dan PN Sampit masih terkendala, menyusul adanya perlawanan dari turut tergugat (PT Ladangrumpun Suburabadi dan PT Teguh Sampurna). "Ini merupakan pelecehan hukum di Indonesia, karena kasus ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap," ujar Robert. (DY/OL-01)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/20/118064/127/101/Perusahaan-Sawit-Malaysia-Abaikan-Hukum-Indonesia
Penulis : Denny Susanto
BANJARMASIN--MI: Grup perusahaan kelapa sawit milik Malaysia, Kumpulan Guthrie Berhad diduga mengabaikan hukum Indonesia, terkait pembayaran fee atas transaksi lahan perkebunan sawit dengan PT Holdiko Perkasa (Salim Group) pada 2000.
Kuasa hukum PT Adhiyasa Saranamas, Robert Sirait, Selasa (19/1), mengatakan kasus
itu bermula ketika kliennya memberikan jasa konsultan keuangan dan penasihat investasi dalam transaksi jual beli lahan perkebunan kelapa sawit antara Kumpulan Guthrie Berhad dengan PT Holdiko Perkasa pada 2000. Aset tersebut saat itu dikuasai Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Nilai konsultan fee seharusnya diterima kliennya sebesar 7% dari jumlah transaksi sebesar US$368 juta untuk jual beli lahan kelapa sawit seluas 280 ribu hektare (ha) di kawasan Sumatra dan Kalimantan itu setara US$25,760 juta. Sayangnya, pemberian fee tersebut diabaikan.
"Tindakan perusahaan Malaysia itu bukan saja merugikan finansial klien saya, tapi juga terhinanya rasa kebangsaan. Jasa tidak dibayar, sama saja kerja rodi. Perbuatan itu tidak bisa dibiarkan dan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku di negeri ini," papar Robert.
Kasus berujung pada dilayangkannya gugatan wanprestasi oleh pihak konsultan terhadap
Kumpulan Guthrie Berhad berikut enam perusahaan kelapa sawit lokal yang dijadikan turut tergugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Termasuk, sita jaminan lahan kelapa sawit seluas 48.424,5 ha di Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah milik perusahaan Malaysia itu.
Lahan yang disita jaminkan itu di antaranya perkebunan kelapa sawit seluas 5.909 ha di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 14.779,920 ha dan 16.601,657 ha di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, serta 11.134 ha di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Hasil persidangan di tingkat pertama (PN Jaksel) hingga putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI No.410 PK/PDT/2007 tertanggal 22 Januari 2008 memenangkan PT Adhiyasa Saranamas. Dalam vonis disebutkan perusahaan Malaysia itu harus melunasi
kewajiban membayar konsultan fee keuangan dan penasehat investasi sebesar
US$25,760 juta ditambah bunga 6% per tahun.
PN Jaksel kemudian menetapkan eksekusi lelang terhadap perkebunan kelapa sawit seluas 48.424,577 ha tersebut. Selanjutnya meminta bantuan PNi Kotabaru untuk bertindak selaku eksekutor terhadap lahan seluas 5.909 ha di Kabupaten Tanah Bumbu, serta PN Sampit untuk dua perkebunan seluas 31.380,5 ha di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Lahan yang disita jaminkan itu awalnya adalah milik empat perusahaan kelapa sawit lokal, yaitu PT Ladangrumpun Suburabadi, PT Kridatama Lancar, PT Teguh Sampurna dan PT Aneka Intipersada, yang kini kepemilikannya jatuh pada Kumpulan Guthrie Berhad.
Sejauh ini upaya eksekusi oleh PN Kotabaru dan PN Sampit masih terkendala, menyusul adanya perlawanan dari turut tergugat (PT Ladangrumpun Suburabadi dan PT Teguh Sampurna). "Ini merupakan pelecehan hukum di Indonesia, karena kasus ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap," ujar Robert. (DY/OL-01)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/20/118064/127/101/Perusahaan-Sawit-Malaysia-Abaikan-Hukum-Indonesia
Kunyit Putih Bantu Proses Penyembuhan Kanker
9:15:00 PM
Kamis, 14/01/2010 18:00 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Pengobatan herbal menjadi alternatif banyak orang untuk penyembuhan penyakit. Salah satu pengobatan herbal yang banyak diminati adalah kunyit putih yang bisa digunakan untuk membantu penyembuhan kanker.
"Kunyit putih bisa membantu proses penyembuhan dari kanker karena mengandung senyawa turunan (derivat) flavonoid dan kurkumin yang bertindak sebagai antioksidan," ujar Dr Maksum Radji, MBiomed, Apt, Ketua Perhimpunan Penelitian Bahan Alam saat dihubungi detikHealth, Kamis (14/1/2010).
Dr Maksum menjelaskan khasiat kunyit putih dalam melawan sel kanker masih sebatas penelitian in vitro (laboratorium) dan belum mencapai uji klinis. Namun kunyit putih sudah banyak dipakai sebagai obat alternatif untuk penyakit kanker.
Penelitian secara in vitro dilakukan dengan uji bioaktivasi. Sel kanker dikembangbiakkan dalam laboratorium dan setelah diberikan konsentrasi tertentu dari kunyit putih sel kanker tersebut menjadi mati. Selain itu didapatkan pula bahwa aktivitas kunyit putih dalam mematikan sel kanker lebih baik dibandingkan dengan tanaman Mahkota Dewa.
Pada tahun lalu sempat dilakukan penelitian terhadap pasien kanker di salah satu RS Kanker di Indonesia, sekitar 30-40 persen pasien kanker diberikan pengobatan herbal dengan kunyit putih yang digabung dengan pengobatan medis seperti kemoterapi atau pengobatan kanker lainnya.
Setelah diberikan terapi gabungan ini, banyak pasien yang menuturkan bahwa dirinya merasakan ada perbaikan pada kondisi kesehatannya. Tahap pengujian ini termasuk dalam testimoni klinis.
"Secara teoritis waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian mengenai obat kanker sekitar 10-15 tahun. Tentunya dengan melewati beberapa tahapan seperti pengujian secara in vitro, uji praklinis, pengujian ke manusia yang sehat, pengujian ke pasien yang sakit dan terakhir diujicobakan ke sentra medis di beberapa negara," ujar dosen dari Farmasi UI ini.
Hambatan paling besar dari penelitian mengenai kanker ini adalah besarnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian. Selain itu perhitungan dari dosis yang dibutuhkan (pencarian formula) untuk manusia juga bukan hal yang mudah.
Sementara itu, American Institute of Cancer melaporkan kunyit putih bisa digunakan untuk mencegah kanker. Antioksidan yang terkandung dalam kunyit putih bisa memiliki fungsi untuk mencegah asam deoksiribonukleat (DNA) dari kerusakan. Kerusakan gen ini merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya kanker. Selain iu, diketahui juga bahwa senyawa yang terkandung dalam kunyit putih bisa bertindak sebagai obat anti peradangan.
Beberapa penelitian lain pun menyebutkan ada kandungan Ribosome in Activating Protein (R.I.P) dalam kunyit putih. Senyawa ini diduga dapat menghambat penyebaran sel kanker dan mencegah kerusakan sel. Tapi penelitian ini baru menggunakan sel kanker yang dibiakkan dalam laboratorium dan belum diujicobakan ke pasien atau manusia.
Penelitian bahan alam untuk penyembuhan penyakit kanker yang sudah terbukti secara klinis adalah ekstrak dari pohon cemara (pinus Taxus brevifolia) yaitu paclitaxel.
"Bagi pasien kanker yang mau mengonsumsi bahan alam atau menggunakan pengobatan herbal seperti kunyit putih silakan saja, baik yang sudah dalam bentuk bubuk atau bikin sendiri. Tapi sebaiknya tetap dibawah pengawasan dokter mengenai dosisnya," ujar dosen ahli mikrobiologi dan biologi molekuler.
(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/14/180057/1278690/766/kunyit-putih-bantu-proses-penyembuhan-kanker
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Pengobatan herbal menjadi alternatif banyak orang untuk penyembuhan penyakit. Salah satu pengobatan herbal yang banyak diminati adalah kunyit putih yang bisa digunakan untuk membantu penyembuhan kanker.
"Kunyit putih bisa membantu proses penyembuhan dari kanker karena mengandung senyawa turunan (derivat) flavonoid dan kurkumin yang bertindak sebagai antioksidan," ujar Dr Maksum Radji, MBiomed, Apt, Ketua Perhimpunan Penelitian Bahan Alam saat dihubungi detikHealth, Kamis (14/1/2010).
Dr Maksum menjelaskan khasiat kunyit putih dalam melawan sel kanker masih sebatas penelitian in vitro (laboratorium) dan belum mencapai uji klinis. Namun kunyit putih sudah banyak dipakai sebagai obat alternatif untuk penyakit kanker.
Penelitian secara in vitro dilakukan dengan uji bioaktivasi. Sel kanker dikembangbiakkan dalam laboratorium dan setelah diberikan konsentrasi tertentu dari kunyit putih sel kanker tersebut menjadi mati. Selain itu didapatkan pula bahwa aktivitas kunyit putih dalam mematikan sel kanker lebih baik dibandingkan dengan tanaman Mahkota Dewa.
Pada tahun lalu sempat dilakukan penelitian terhadap pasien kanker di salah satu RS Kanker di Indonesia, sekitar 30-40 persen pasien kanker diberikan pengobatan herbal dengan kunyit putih yang digabung dengan pengobatan medis seperti kemoterapi atau pengobatan kanker lainnya.
Setelah diberikan terapi gabungan ini, banyak pasien yang menuturkan bahwa dirinya merasakan ada perbaikan pada kondisi kesehatannya. Tahap pengujian ini termasuk dalam testimoni klinis.
"Secara teoritis waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian mengenai obat kanker sekitar 10-15 tahun. Tentunya dengan melewati beberapa tahapan seperti pengujian secara in vitro, uji praklinis, pengujian ke manusia yang sehat, pengujian ke pasien yang sakit dan terakhir diujicobakan ke sentra medis di beberapa negara," ujar dosen dari Farmasi UI ini.
Hambatan paling besar dari penelitian mengenai kanker ini adalah besarnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian. Selain itu perhitungan dari dosis yang dibutuhkan (pencarian formula) untuk manusia juga bukan hal yang mudah.
Sementara itu, American Institute of Cancer melaporkan kunyit putih bisa digunakan untuk mencegah kanker. Antioksidan yang terkandung dalam kunyit putih bisa memiliki fungsi untuk mencegah asam deoksiribonukleat (DNA) dari kerusakan. Kerusakan gen ini merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya kanker. Selain iu, diketahui juga bahwa senyawa yang terkandung dalam kunyit putih bisa bertindak sebagai obat anti peradangan.
Beberapa penelitian lain pun menyebutkan ada kandungan Ribosome in Activating Protein (R.I.P) dalam kunyit putih. Senyawa ini diduga dapat menghambat penyebaran sel kanker dan mencegah kerusakan sel. Tapi penelitian ini baru menggunakan sel kanker yang dibiakkan dalam laboratorium dan belum diujicobakan ke pasien atau manusia.
Penelitian bahan alam untuk penyembuhan penyakit kanker yang sudah terbukti secara klinis adalah ekstrak dari pohon cemara (pinus Taxus brevifolia) yaitu paclitaxel.
"Bagi pasien kanker yang mau mengonsumsi bahan alam atau menggunakan pengobatan herbal seperti kunyit putih silakan saja, baik yang sudah dalam bentuk bubuk atau bikin sendiri. Tapi sebaiknya tetap dibawah pengawasan dokter mengenai dosisnya," ujar dosen ahli mikrobiologi dan biologi molekuler.
(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/14/180057/1278690/766/kunyit-putih-bantu-proses-penyembuhan-kanker
Ginkgo Tak Berpengaruh pada Otak
7:25:00 PM
Minggu, 10 Januari 2010 17:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
GINKGO telah digunakan oleh ribuan orang untuk mencegah efek penuaan. Namun sebuah studi yang berlangsung selama 6 tahun dengan 3000 partisipan mengungkap bahwa ginkgo ternyata tidak membantu.
Obat tradisional China yang telah digunakan selama lebih dari 5,000 tahun ini diyakini membantu orang lanjut usia mengatasi penyimpangan memori dengan cara meningkatkan sirkulasi darah, khususnya ke sel-sel otak. Tapi, temuan terbaru yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association menentang klaim tersebut.
Studi dari The Pittsburgh University ini melibatkan 3,000 partisipan berusia antara 72 dan 96. Mereka diminta menggunakan tablet ginkgo atau pil placebo (tidak mengandung ginkgo) 2 kali sehari.
Semua partisipan memunyai fungsi otak normal atau gangguan kognitif ringan dan rata-rata diuji selama 6 tahun.
Peneliti menemukan ginkgo tidak memperlambat penurunan fungsi kognitif dan tidak mempunyai pengaruh terhadap ingatan, bahasa, perhatian dan fungsi otak lainnya.
"Ginkgo biloba dipasarkan secara luas dan digunakan dengan harapan meningkatkan, mencegah atau menunda gangguan kognitif berkaitan dengan penuaan atau gangguan penurunan fungsi saraf seperti kepikunan. Tapi kami tidak menemukan bukti bahwa ginkgo biloba memperlambat penurunan kognitif pada lansia." terang pemipin studi Dr Beth Snitz, seperti dikutip situs dailymail.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa substansi ginkgolides mencegah penyempitan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah dan mengurangi pengentalan darah. Selain itu, aktivitas antioksidan ginkgo juga diyakini mengurangi jumlah zat kimia berbahaya di daam tubuh.
Ginkgo biloba diekstrak dari daun pohon ginkgo. Suplemen herbal ini diresepkan secara luas di Jerman dan Prancis untuk mengatasi gejala yang disebabkan oleh cerebral insufficiency (suplai darah yang buruk ke otak dan anggota tubuh). Gangguan suplai darah ini bisa memicu penyimpangan memori dan gangguan sirkulasi darah di tangan, kaki dan telapak kaki. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/10/2012/9/Ginkgo-Tak-Berpengaruh-pada-Otak
Penulis : Ikarowina Tarigan
GINKGO telah digunakan oleh ribuan orang untuk mencegah efek penuaan. Namun sebuah studi yang berlangsung selama 6 tahun dengan 3000 partisipan mengungkap bahwa ginkgo ternyata tidak membantu.
Obat tradisional China yang telah digunakan selama lebih dari 5,000 tahun ini diyakini membantu orang lanjut usia mengatasi penyimpangan memori dengan cara meningkatkan sirkulasi darah, khususnya ke sel-sel otak. Tapi, temuan terbaru yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association menentang klaim tersebut.
Studi dari The Pittsburgh University ini melibatkan 3,000 partisipan berusia antara 72 dan 96. Mereka diminta menggunakan tablet ginkgo atau pil placebo (tidak mengandung ginkgo) 2 kali sehari.
Semua partisipan memunyai fungsi otak normal atau gangguan kognitif ringan dan rata-rata diuji selama 6 tahun.
Peneliti menemukan ginkgo tidak memperlambat penurunan fungsi kognitif dan tidak mempunyai pengaruh terhadap ingatan, bahasa, perhatian dan fungsi otak lainnya.
"Ginkgo biloba dipasarkan secara luas dan digunakan dengan harapan meningkatkan, mencegah atau menunda gangguan kognitif berkaitan dengan penuaan atau gangguan penurunan fungsi saraf seperti kepikunan. Tapi kami tidak menemukan bukti bahwa ginkgo biloba memperlambat penurunan kognitif pada lansia." terang pemipin studi Dr Beth Snitz, seperti dikutip situs dailymail.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa substansi ginkgolides mencegah penyempitan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah dan mengurangi pengentalan darah. Selain itu, aktivitas antioksidan ginkgo juga diyakini mengurangi jumlah zat kimia berbahaya di daam tubuh.
Ginkgo biloba diekstrak dari daun pohon ginkgo. Suplemen herbal ini diresepkan secara luas di Jerman dan Prancis untuk mengatasi gejala yang disebabkan oleh cerebral insufficiency (suplai darah yang buruk ke otak dan anggota tubuh). Gangguan suplai darah ini bisa memicu penyimpangan memori dan gangguan sirkulasi darah di tangan, kaki dan telapak kaki. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/10/2012/9/Ginkgo-Tak-Berpengaruh-pada-Otak
242 Pohon Pelindung Mati Diracun
9:51:00 AM
Kamis, 7 Januari 2010 06:40 WIB
Malang (ANTARA News) - Selama kurun waktu satu tahun 2009 sebanyak 242 pohon pelindung di sepanjang jalan protokol di Kota Malang, Jawa Timur, mati mendadak akibat diracun oleh oknum-oknum yang terganggu dengan keberadaan pohon itu.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto, Kamis, mengakui, permasalahan pohon mati diracun tersebut tidak pernah tuntas meski sudah ada oknum pelaku yang tertangkap tangan dan diserahkan pada aparat kepolisian.
Menurut dia, ratusan pohon pelindung yang mati di sepanjang jalan protokol itu sebenarnya sudah diganti dengan pohon yang baru, namun juga tidak bisa bertahan lama, sebab setelah tumbuh dan mulai besar secara perlahan daun dan dahannya tiba-tiba mengering.
"Kami sudah mengganti pohon-pohon yang mati itu dengan jumlah yang lebih banyak, namun masih ada saja tangan jahil dan berusaha mematikannya terutama di jalan-jalan protokol yang dijadikan kawasan perdagangan," katanya.
Sesuai peraturan daerah (perda) No 3 tahun 2003 tentang pengelolaan pertamanan, setiap pengelola kawasan perdagangan diwajibkan ikut mengawasi dan merawat pohon-pohon pelindung yang ada disekitarnya, namun kenyataannya justru pohon pelindung yang berada di kawasan perdagangan itu banyak yang mati.
Pohon pelindung yang ditanam disepanjang jalan protokol seperti Jln. Semeru, Jln. Basuki Rachmad, Jln. Kahuripan, Jln. Tugu, Jln. Jaksa Agung Suprapto dan Jln. A.Yani sebagian besar adalah jenis pohon Angsana, Sonokembang, Flamboyan dan Sepatudea serta Soga.
Selain tetap mempertahankan pohon-pohon pelindung di sepanjang jalan protokol, katanya, pihaknya juga mulai memperbanyak areal taman kota, penanaman pohon di kawasan perumahan serta kawasan terbuka yang berada dilingkup kecamatan maupun kelurahan.
"Upaya penanaman pohon dengan memanfaatkan areal terbuka ini merupakan salah satu upaya untuk menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lahan penyerapan yang ada di daerah ini agar Kota Malang bisa kembali memiliki udara sejuk," katanya menambahkan.
Pada tahun 2009 pohon yang di tanam sebanyak 10.000 batang dan yang dipotong karena sudah berusia tua sebanyak 25 batang. Pada tahun 2010 DKP setempat menargetkan mampu menanam pohon lebih dari 100 ribu batang termasuk di kawasan daerah aliran sungai (DAS).(*)
http://www.antaranews.com/berita/1262821213/242-pohon-pelindung-mati-diracun
Malang (ANTARA News) - Selama kurun waktu satu tahun 2009 sebanyak 242 pohon pelindung di sepanjang jalan protokol di Kota Malang, Jawa Timur, mati mendadak akibat diracun oleh oknum-oknum yang terganggu dengan keberadaan pohon itu.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto, Kamis, mengakui, permasalahan pohon mati diracun tersebut tidak pernah tuntas meski sudah ada oknum pelaku yang tertangkap tangan dan diserahkan pada aparat kepolisian.
Menurut dia, ratusan pohon pelindung yang mati di sepanjang jalan protokol itu sebenarnya sudah diganti dengan pohon yang baru, namun juga tidak bisa bertahan lama, sebab setelah tumbuh dan mulai besar secara perlahan daun dan dahannya tiba-tiba mengering.
"Kami sudah mengganti pohon-pohon yang mati itu dengan jumlah yang lebih banyak, namun masih ada saja tangan jahil dan berusaha mematikannya terutama di jalan-jalan protokol yang dijadikan kawasan perdagangan," katanya.
Sesuai peraturan daerah (perda) No 3 tahun 2003 tentang pengelolaan pertamanan, setiap pengelola kawasan perdagangan diwajibkan ikut mengawasi dan merawat pohon-pohon pelindung yang ada disekitarnya, namun kenyataannya justru pohon pelindung yang berada di kawasan perdagangan itu banyak yang mati.
Pohon pelindung yang ditanam disepanjang jalan protokol seperti Jln. Semeru, Jln. Basuki Rachmad, Jln. Kahuripan, Jln. Tugu, Jln. Jaksa Agung Suprapto dan Jln. A.Yani sebagian besar adalah jenis pohon Angsana, Sonokembang, Flamboyan dan Sepatudea serta Soga.
Selain tetap mempertahankan pohon-pohon pelindung di sepanjang jalan protokol, katanya, pihaknya juga mulai memperbanyak areal taman kota, penanaman pohon di kawasan perumahan serta kawasan terbuka yang berada dilingkup kecamatan maupun kelurahan.
"Upaya penanaman pohon dengan memanfaatkan areal terbuka ini merupakan salah satu upaya untuk menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lahan penyerapan yang ada di daerah ini agar Kota Malang bisa kembali memiliki udara sejuk," katanya menambahkan.
Pada tahun 2009 pohon yang di tanam sebanyak 10.000 batang dan yang dipotong karena sudah berusia tua sebanyak 25 batang. Pada tahun 2010 DKP setempat menargetkan mampu menanam pohon lebih dari 100 ribu batang termasuk di kawasan daerah aliran sungai (DAS).(*)
http://www.antaranews.com/berita/1262821213/242-pohon-pelindung-mati-diracun
Jamu Gendong Masih Jadi Ramuan Yang Diburu Warga Kota
10:36:00 PM
Senin, 04 Januari 2010 18:32
Saat ini kebanyakan masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. (SuaraMedia News)
Jamu telah lama dikenal dan banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat, baik itu kalangan bawah, tengah, maupun kalangan atas. Cara pemakaian sendiri tetap sama dengan budaya jamu dari jaman dulu, yaitu diminum maupun dipergunakan/ dioleskan. Meskipun kini jamu bisa dibeli jadi berupa bubuk dalam bungkusan, pil, kapsul, minuman ataupun berupa krem atau salep. Namun, di beberapa wilayah masih banyak ditemui penjual jamu gendong yang menjajakan dagangannya. Ciri khas dari penjual jamu gendong sendiri tetap dipertahankan, yaitu perempuan membawa bakul yang di dalamnya berisi botol jamu dengan cara digendong, sementara tangan kiri memegang ember untuk mencuci gelas setelah dipakai untuk minum jamu.
Berdasarkan sejarahnya, jamu gendong termasuk melegenda di Indonesia sebagai negara yang punya tumbuhan obat terlengkap nomor dua di dunia. Berdasarkan sejarahnya, obat tradisonal yang terabuat dari akar, daun, maupun umbi-umbian tersebut muncul pertama kali dalam tradisi keraton Jawa. Setelah itu jamu diajarkan ke masyarakat dan dipasarkan dengan cara dipikul maupun digendong.
Saat ini kebanyakan masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. Walaupun secara umum sudah diketahui manfaat jamu gendong, namun secara tertulis belum banyak yang mengidentifisikasi khasiat dan manfaat dari sudut pandang penjualnya. Di samping itu, diperkirakan resep jamu gendong bervariasi, sedangkan pencatatan atau dokumentasi tentang resep jamu gendong tidak banyak dilakukan sehingga sulit diperoleh gambaran secara pasti.
Masyarakat luas sudah banyak mengenal produk-produk yang biasa dijual oleh penjual jamu gendong beserta khasiatnya. Jamu-jamu tradisonal yang selama ini populer di kalangan masyarakat antara lain:
Jamu Beras Kencur, Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Kunir Asam, Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘adem-ademan atau seger-segeran’ yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Cabe Puyang, Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘pegal linu’. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan jamu kunir asam.
Jamu Pahitan, Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk ‘cuci darah’, kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
Untuk Pengolahan jamu sendiri secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/ memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan ‘kendil’ yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.
Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.
Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.(buk) www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/usaha-kecil-dan-menengah/15683-jamu-gendong-masih-jadi-ramuan-yang-diburu-warga-kota.html
Saat ini kebanyakan masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. (SuaraMedia News)
Jamu telah lama dikenal dan banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat, baik itu kalangan bawah, tengah, maupun kalangan atas. Cara pemakaian sendiri tetap sama dengan budaya jamu dari jaman dulu, yaitu diminum maupun dipergunakan/ dioleskan. Meskipun kini jamu bisa dibeli jadi berupa bubuk dalam bungkusan, pil, kapsul, minuman ataupun berupa krem atau salep. Namun, di beberapa wilayah masih banyak ditemui penjual jamu gendong yang menjajakan dagangannya. Ciri khas dari penjual jamu gendong sendiri tetap dipertahankan, yaitu perempuan membawa bakul yang di dalamnya berisi botol jamu dengan cara digendong, sementara tangan kiri memegang ember untuk mencuci gelas setelah dipakai untuk minum jamu.
Berdasarkan sejarahnya, jamu gendong termasuk melegenda di Indonesia sebagai negara yang punya tumbuhan obat terlengkap nomor dua di dunia. Berdasarkan sejarahnya, obat tradisonal yang terabuat dari akar, daun, maupun umbi-umbian tersebut muncul pertama kali dalam tradisi keraton Jawa. Setelah itu jamu diajarkan ke masyarakat dan dipasarkan dengan cara dipikul maupun digendong.
Saat ini kebanyakan masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. Walaupun secara umum sudah diketahui manfaat jamu gendong, namun secara tertulis belum banyak yang mengidentifisikasi khasiat dan manfaat dari sudut pandang penjualnya. Di samping itu, diperkirakan resep jamu gendong bervariasi, sedangkan pencatatan atau dokumentasi tentang resep jamu gendong tidak banyak dilakukan sehingga sulit diperoleh gambaran secara pasti.
Masyarakat luas sudah banyak mengenal produk-produk yang biasa dijual oleh penjual jamu gendong beserta khasiatnya. Jamu-jamu tradisonal yang selama ini populer di kalangan masyarakat antara lain:
Jamu Beras Kencur, Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Kunir Asam, Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘adem-ademan atau seger-segeran’ yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Cabe Puyang, Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘pegal linu’. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan jamu kunir asam.
Jamu Pahitan, Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk ‘cuci darah’, kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
Untuk Pengolahan jamu sendiri secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/ memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan ‘kendil’ yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.
Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.
Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.(buk) www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/usaha-kecil-dan-menengah/15683-jamu-gendong-masih-jadi-ramuan-yang-diburu-warga-kota.html
Alga Merah Paling Ampuh Tangkal Radikal Bebas
8:09:00 PM
Jumat, 11 Desember 2009 22:59 WIB
Surabaya (ANTARA News) - Alga (ganggang) merah atau red algae dipandang paling ampuh menangkal radikal bebas, kata Kepala Poli Obat Tradisional Indonesia RSUD Dr.Soetomo Surabaya, dr.Arijanto Jonosewojo, SpPD, di Surabaya, Jumat.
Dia mengatakan, suplemen dan multivitamin kimia yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama, dikhawatirkan menyebabkan penumpukan prooksidan atau radikal bebas yang bisa memicu terjadinya kanker dan diabetes melitus.
Asta Xanthine, zat aktif yang terdapat pada alga merah mempunyai kandungan anti oksidan 6000 kali lebih banyak dibandingkan vitamin C dan 1.000 kali vitamin E.
Karena itu, selain mempunyai kemampuan menangkal radikal bebas secara alami, alga merah juga berfungsi sebagai anti aging atau mencegah penuaan.
"Alga merah juga bisa digunakan untuk memperlancar sirkulasi darah, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan memproduksi insulin dalam darah," katanya.
Untuk menghasilkan zat Hematococcus Pluviallis yang terdapat pada Asta Xanthine, alga merah perlu proses yang panjang.
Awalnya alga merah tidak bewarna merah, namun hijau.
Alga merah yang awalnya bewarna hijau dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Karena mendapat sinar matahari yang cukup, tumbuhan berklorofil tersebut berubah warna menjadi merah.
"Pengembangbiakan alga merah saat ini masih dilakukan di Hawaii, meskipun aslinya berasal dari Jepang," katanya.
Sementara di Indonesia sendiri, produksi alga merah belum banyak diproduksi secara massal, karena belum ada yang mengembangbiakkannya.
"Kalaupun ada, pasti harganya sangat mahal, karena harus diimpor dari luar negeri," katanya. (*)
http://www.antaranews.com/berita/1260547155/alga-merah-paling-ampuh-tangkal-radikal-bebas
Surabaya (ANTARA News) - Alga (ganggang) merah atau red algae dipandang paling ampuh menangkal radikal bebas, kata Kepala Poli Obat Tradisional Indonesia RSUD Dr.Soetomo Surabaya, dr.Arijanto Jonosewojo, SpPD, di Surabaya, Jumat.
Dia mengatakan, suplemen dan multivitamin kimia yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama, dikhawatirkan menyebabkan penumpukan prooksidan atau radikal bebas yang bisa memicu terjadinya kanker dan diabetes melitus.
Asta Xanthine, zat aktif yang terdapat pada alga merah mempunyai kandungan anti oksidan 6000 kali lebih banyak dibandingkan vitamin C dan 1.000 kali vitamin E.
Karena itu, selain mempunyai kemampuan menangkal radikal bebas secara alami, alga merah juga berfungsi sebagai anti aging atau mencegah penuaan.
"Alga merah juga bisa digunakan untuk memperlancar sirkulasi darah, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan memproduksi insulin dalam darah," katanya.
Untuk menghasilkan zat Hematococcus Pluviallis yang terdapat pada Asta Xanthine, alga merah perlu proses yang panjang.
Awalnya alga merah tidak bewarna merah, namun hijau.
Alga merah yang awalnya bewarna hijau dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Karena mendapat sinar matahari yang cukup, tumbuhan berklorofil tersebut berubah warna menjadi merah.
"Pengembangbiakan alga merah saat ini masih dilakukan di Hawaii, meskipun aslinya berasal dari Jepang," katanya.
Sementara di Indonesia sendiri, produksi alga merah belum banyak diproduksi secara massal, karena belum ada yang mengembangbiakkannya.
"Kalaupun ada, pasti harganya sangat mahal, karena harus diimpor dari luar negeri," katanya. (*)
http://www.antaranews.com/berita/1260547155/alga-merah-paling-ampuh-tangkal-radikal-bebas
Tembakau Solusi Krisis Energi dan Lingkungan
10:13:00 AM
01/01/2010 - 18:52
Syamsudin Prasetyo
INILAH.COM, Jakarta – Peneliti Amerika menggunakan tembakau sebagai bahan bakar alternatif. Bahan kimia tembakau potensial menunjang industri dan kendaraan selain sebagai bahan baku rokok yang berbahaya bagi lingkungan.
Kelompok peneliti di Philadelphia Amerika mempunyai rencana radikal untuk bahan bakar alternatif dari tanaman. Ide baru yang ditawarkan untuk kendaraan masa depan tidak hanya datang dari alkohol, bunga matahari atau alga. Ilmuwan mengajukan bahwa mereka akan mengembangkan bahan bakar dari tembakau.
“Tembakau adalah bahan bakar bio yang sangat menarik karena selain digunakan untuk produksi bahan makanan ternyata bisa untuk tenaga pendorong kendaraan,” ujar Dr Vyacheslav Andianov dari Universitas Thomas Jefferson.
“Kami telah menemukan cara secara kimiawi genetika memproses tanaman tersebut agar daun tembakau dapat menghasilkan banyak minyak. Pada beberapa percobaan, tanaman modifikasi memproduksi 20 kali lebih banyak minyak pada bagian daunnya,” tambah Thomas.
Menurut penelitian daun tembakau secara umum mengandung 1,7% hingga 4% proporsi minyak dalam keadaan kering. Satu gen modifikasi yang diuji coba Andrianov dan koleganya mampu menghasilkan 6,8% minyak dalam berat kering.
Minyak bibit tembakau telah diujicoba juga di mesin diesel, tetapi ternyata bibit tembakau tidak terlalu produktif, hanya 1500kg per hektar. Meskipun ternyata akhirnya dari keseluruhan bahan tanaman, daun adalah yang terbaik.
“Berdasarkan data ini, tembakau merepresentasikan hasil menarik dan menjanjikan bagi ide tanaman energi dan dapat digunakan sebagai model utilisasi tanaman bahan bakar lainnya,” ujar Andrianov yang makalahnya diterbitkan dalam jurnal bioteknologi tanaman.
Tanaman bahan bakar biasanya membutuhkan lahan pertanian yang luas untuk menyuplai industri modern dan akan sama hal degan tembakau. Makanan tidak akan terganggu secara langsung ketika ada tanaman bahan bakar sebagaimana yang terjadi pada alkohol jagung.
Ide bahan bakar dari tembakau ini akan menuntun peralihan fungsi tembakau dari bahan makanan termasuk industri rokok kepada bahan bakar yang nilai jualnya lebih tinggi. Inilah mengapa banyak orang yang melihat bahan bakar alternatif sukses.
Petani tembakau tentunya akan berpikir banyak untuk energi alternatif ini jika memang benar-benar potensial di pasar bahan bakar. Apalagi dengan pengetatan aturan merokok dan akibat yang ditimbulkan nikotin.
Penggunaan tembakau sebagai bahan bakar industri akan menjadi pilihan tersendiri tentunya jika juga asap industri pengguna bahan bakar tembakau ramah lingkungan. [mdr]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2010/01/01/255142/tembakau-solusi-krisis-energi-dan-lingkungan/
Syamsudin Prasetyo
INILAH.COM, Jakarta – Peneliti Amerika menggunakan tembakau sebagai bahan bakar alternatif. Bahan kimia tembakau potensial menunjang industri dan kendaraan selain sebagai bahan baku rokok yang berbahaya bagi lingkungan.
Kelompok peneliti di Philadelphia Amerika mempunyai rencana radikal untuk bahan bakar alternatif dari tanaman. Ide baru yang ditawarkan untuk kendaraan masa depan tidak hanya datang dari alkohol, bunga matahari atau alga. Ilmuwan mengajukan bahwa mereka akan mengembangkan bahan bakar dari tembakau.
“Tembakau adalah bahan bakar bio yang sangat menarik karena selain digunakan untuk produksi bahan makanan ternyata bisa untuk tenaga pendorong kendaraan,” ujar Dr Vyacheslav Andianov dari Universitas Thomas Jefferson.
“Kami telah menemukan cara secara kimiawi genetika memproses tanaman tersebut agar daun tembakau dapat menghasilkan banyak minyak. Pada beberapa percobaan, tanaman modifikasi memproduksi 20 kali lebih banyak minyak pada bagian daunnya,” tambah Thomas.
Menurut penelitian daun tembakau secara umum mengandung 1,7% hingga 4% proporsi minyak dalam keadaan kering. Satu gen modifikasi yang diuji coba Andrianov dan koleganya mampu menghasilkan 6,8% minyak dalam berat kering.
Minyak bibit tembakau telah diujicoba juga di mesin diesel, tetapi ternyata bibit tembakau tidak terlalu produktif, hanya 1500kg per hektar. Meskipun ternyata akhirnya dari keseluruhan bahan tanaman, daun adalah yang terbaik.
“Berdasarkan data ini, tembakau merepresentasikan hasil menarik dan menjanjikan bagi ide tanaman energi dan dapat digunakan sebagai model utilisasi tanaman bahan bakar lainnya,” ujar Andrianov yang makalahnya diterbitkan dalam jurnal bioteknologi tanaman.
Tanaman bahan bakar biasanya membutuhkan lahan pertanian yang luas untuk menyuplai industri modern dan akan sama hal degan tembakau. Makanan tidak akan terganggu secara langsung ketika ada tanaman bahan bakar sebagaimana yang terjadi pada alkohol jagung.
Ide bahan bakar dari tembakau ini akan menuntun peralihan fungsi tembakau dari bahan makanan termasuk industri rokok kepada bahan bakar yang nilai jualnya lebih tinggi. Inilah mengapa banyak orang yang melihat bahan bakar alternatif sukses.
Petani tembakau tentunya akan berpikir banyak untuk energi alternatif ini jika memang benar-benar potensial di pasar bahan bakar. Apalagi dengan pengetatan aturan merokok dan akibat yang ditimbulkan nikotin.
Penggunaan tembakau sebagai bahan bakar industri akan menjadi pilihan tersendiri tentunya jika juga asap industri pengguna bahan bakar tembakau ramah lingkungan. [mdr]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2010/01/01/255142/tembakau-solusi-krisis-energi-dan-lingkungan/
Kemangi Cegah Radikal Bebas
1:20:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 10:40 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
KEMANGI tentunya bukan herbal yang asing bagi Anda. Bumbu dapur satu ini banyak digunakan untuk menguatkan aroma makanan. Selain ditambahkan pada berbagai menu masakan, tumbuhan bernutrisi ini juga baik bagi kesehatan.
Kemangi mengandung sederetan flavonid yang membantu melindungi sel-sel dan kromosom dari kerusakan. Studi-studi telah menunjukkan bahwa dua dari flavonoid ini (orientin dan vicenin) berguna dalam melindungi struktur sel dan kromosom dari kerusakan akibat radiasi dan oksigen.
Selain itu, minyak esensial dari kemangi terbukti menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri termasuk bakteri yang kebal antibiotik. Minyak kemangi telah terbukti menghambat pertumbuhan dan penyebaran staphylococcus, enterococcus, pseudomonas, bakteri e. coli dan jenis lainnya.
Eugenol, yang terkandung dalam minyak kemangi, mempunyai efek antiperadangan dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase. Aspirin dan ibuprofen juga bekerja dengan menghambat hormon ini. Jadi, kemangi mempunyai manfaat penyembuh dan bisa meredakan gejala-gejala gangguan peradangan, seperti radang sendi dan peradangan usus.
Kemangi juga kaya vitamin A, yang membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang mengoksidasi kolesterol di aliran darah (sehingga mencegah penumpukan kolesterol di pembuluh darah).
Selain vitamin A, kemangi juga mengandung magnesium. Mineral esensial ini membantu merilekskan jantung dan pembuluh darah, sehingga memperlancar aliran darah. Nutrisi lain yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi kemangi adalah besi, kalsium, kalium, dan vitamin C.
Bagaimana cara menggunakannya? Anda bisa mengonsumsi kemangi sebagai salad atau lalapan segar. Anda juga bisa mencobanya sebagai bahan sup. Gunakan kemangi segar utuh atau yang telah dipotong-potong untuk menambah rasa makan malam Anda. Jika menggunakan kemangi dalam menu masakan, tambahkan di penghujung memasak, sehingga kandungan minyak di dalamnya tidak menguap akibat panas. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/12/30/1990/9/Kemangi-Cegah-Radikal-Bebas
Penulis : Ikarowina Tarigan
KEMANGI tentunya bukan herbal yang asing bagi Anda. Bumbu dapur satu ini banyak digunakan untuk menguatkan aroma makanan. Selain ditambahkan pada berbagai menu masakan, tumbuhan bernutrisi ini juga baik bagi kesehatan.
Kemangi mengandung sederetan flavonid yang membantu melindungi sel-sel dan kromosom dari kerusakan. Studi-studi telah menunjukkan bahwa dua dari flavonoid ini (orientin dan vicenin) berguna dalam melindungi struktur sel dan kromosom dari kerusakan akibat radiasi dan oksigen.
Selain itu, minyak esensial dari kemangi terbukti menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri termasuk bakteri yang kebal antibiotik. Minyak kemangi telah terbukti menghambat pertumbuhan dan penyebaran staphylococcus, enterococcus, pseudomonas, bakteri e. coli dan jenis lainnya.
Eugenol, yang terkandung dalam minyak kemangi, mempunyai efek antiperadangan dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase. Aspirin dan ibuprofen juga bekerja dengan menghambat hormon ini. Jadi, kemangi mempunyai manfaat penyembuh dan bisa meredakan gejala-gejala gangguan peradangan, seperti radang sendi dan peradangan usus.
Kemangi juga kaya vitamin A, yang membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang mengoksidasi kolesterol di aliran darah (sehingga mencegah penumpukan kolesterol di pembuluh darah).
Selain vitamin A, kemangi juga mengandung magnesium. Mineral esensial ini membantu merilekskan jantung dan pembuluh darah, sehingga memperlancar aliran darah. Nutrisi lain yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi kemangi adalah besi, kalsium, kalium, dan vitamin C.
Bagaimana cara menggunakannya? Anda bisa mengonsumsi kemangi sebagai salad atau lalapan segar. Anda juga bisa mencobanya sebagai bahan sup. Gunakan kemangi segar utuh atau yang telah dipotong-potong untuk menambah rasa makan malam Anda. Jika menggunakan kemangi dalam menu masakan, tambahkan di penghujung memasak, sehingga kandungan minyak di dalamnya tidak menguap akibat panas. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/12/30/1990/9/Kemangi-Cegah-Radikal-Bebas
Kulit Delima Obati Infeksi
1:15:00 PM
Selasa, 29 Desember 2009 - 17:41 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Tak hanya buahnya saja yang dapat kita manfaatkan, kulit buah delima pun rupanya dapat digunakan untuk memerangi infeksi termasuk yang disebabkan bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Seperti yang dilansir dari Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kingston, di Inggris, menyatakan bahwa kemampuan kulit buah delima melawan infeksi semakin meningkat apabila dicampur dengan vitamin C dan garam logam.
Peneliti telah menciptakan salep oles untuk menangani infeksi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang terkandung dalam kulit buah delima.
“Kami sudah mengembangkan salep oles yang berhasil menyerang mikroba-mikroba tahan obat. Ini sebuah terobosan dan sebuah contoh keefektifan dari menambahkan komponen lain untuk menciptakan produk yang lebih aktif,” jelas ketua penelitian, Profesor Declan Naughton.
Eksperimen Naughton dkk, menemukan percampuran antara kulit buah delima dan garam logam adalah kombinasi paling ampuh untuk mengatasi MRSA.
Bahkan jika kedua bahan itu ditambah vitamin C, akan menghasilkan obat yang efektif untuk melawan jenis-jenis infeksi lainnya.
Naughton berharap bahwa penemuan produk alami ini akan mengurangi efek samping dari pengunaan obat kimia berlebih yang digunakan untuk melawan infeksi. (mega/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/29/kulit-delima-obati-infeksi
JAKARTA (Pos Kota) – Tak hanya buahnya saja yang dapat kita manfaatkan, kulit buah delima pun rupanya dapat digunakan untuk memerangi infeksi termasuk yang disebabkan bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Seperti yang dilansir dari Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kingston, di Inggris, menyatakan bahwa kemampuan kulit buah delima melawan infeksi semakin meningkat apabila dicampur dengan vitamin C dan garam logam.
Peneliti telah menciptakan salep oles untuk menangani infeksi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang terkandung dalam kulit buah delima.
“Kami sudah mengembangkan salep oles yang berhasil menyerang mikroba-mikroba tahan obat. Ini sebuah terobosan dan sebuah contoh keefektifan dari menambahkan komponen lain untuk menciptakan produk yang lebih aktif,” jelas ketua penelitian, Profesor Declan Naughton.
Eksperimen Naughton dkk, menemukan percampuran antara kulit buah delima dan garam logam adalah kombinasi paling ampuh untuk mengatasi MRSA.
Bahkan jika kedua bahan itu ditambah vitamin C, akan menghasilkan obat yang efektif untuk melawan jenis-jenis infeksi lainnya.
Naughton berharap bahwa penemuan produk alami ini akan mengurangi efek samping dari pengunaan obat kimia berlebih yang digunakan untuk melawan infeksi. (mega/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/29/kulit-delima-obati-infeksi
Obati Wasir dengan Lima Bahan Alami
1:09:00 PM
Selasa, 17 November 2009 15:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
WASIR atau ambeien penyakit yang ditandai dengan munculnya gumpalan atau pembengkakan di sekitar anus yang memicu rasa sakit bisa disembuhkan secara alami.
Penyakit wasir, biasanya diserati dengan gejala-gejala perdarahan di penghujung buang air, perasaan penuh dan rasa ingin buang air meskipun tidak ada kotoran, rasa sakit akut, gatal, serta iritasi di sekitar anus. Kondisi ini seringkali membuat penderita kesulitan duduk dan berjongkok. Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan obat yang diresepkan dokter. Selain itu, Anda juga bisa mempercepat penyembuhan dengan mencoba beberapa pengobatan alami berikut.
Serat. Serat menunjukkan efek positif yang konsisten dalam meredakan gejala-gejala wasir dan perdarahan. Serat bisa melembutkan kotoran dan meningkatkan volumenya, sehingga membantu mengurangi regangan. Tujuh percobaan dengan total 378 partisipan menemukan bahwa serat memperbaiki berbagai gejala termasuk gatal, ketidaknyamanan, dan rasa sakit.
Bagaimana cara mendapatkan serat? Anda bisa mencoba berbagai cara. Mulailah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti whole grain dan sayur-sayuran. Selain itu, Anda juga bisa mencoba psyllium (suplemen tepung serat). Caranya, larutkan 1 sendok teh tepung psyllium ke dalam segelas air, minum dan selanjutnya diikuti dengan segelas air putih lagi.
Pilihan lainnya adalah dengan mengonsumsi biji rami yang telah dihaluskan. Tapi, apa pun sumber serat yang Anda gunakan, pastikan minum air yang cukup. Minum serat dalam keadaan kurang air justru akan memperburuk masalah konstipasi.
Bioflavonoids. Bioflavonoid merupakan jenis komponen tumbuhan yang diyakini bekerja menstabilkan dan menguatkan dinding pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Komponen ini terbukti bisa mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada anus, serta mengurangi pengeluaran kotoran selama serangan wasir akut. Selain itu, efek samping penggunaan zat tumbuhan ini tergolong ringan dan jarang, sehingga cocok digunakan untuk mengatasi wasir pada kehamilan. Bioflavonoid ini bisa ditemukan pada buah sitrus.
Lidah buaya. Oleskan gel lidah buaya langsung ke anus. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit dan meredakan sensasi terbakar.
Oleskan salep kemenyan atau salep kayu ek. Cara ini juga dinyatakan efektif meredakan rasa sakit pada wasir.
Peterseli dan daun anggur merah. Untuk meredakan wasir, cobalah menggunakan kedua tanaman alami ini, baik dalam bentuk teh atau dikonsumsi dalam bentuk kapsul. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/17/1834/11/Obati-Wasir-dengan-Lima-Bahan-Alami
Penulis : Ikarowina Tarigan
WASIR atau ambeien penyakit yang ditandai dengan munculnya gumpalan atau pembengkakan di sekitar anus yang memicu rasa sakit bisa disembuhkan secara alami.
Penyakit wasir, biasanya diserati dengan gejala-gejala perdarahan di penghujung buang air, perasaan penuh dan rasa ingin buang air meskipun tidak ada kotoran, rasa sakit akut, gatal, serta iritasi di sekitar anus. Kondisi ini seringkali membuat penderita kesulitan duduk dan berjongkok. Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan obat yang diresepkan dokter. Selain itu, Anda juga bisa mempercepat penyembuhan dengan mencoba beberapa pengobatan alami berikut.
Serat. Serat menunjukkan efek positif yang konsisten dalam meredakan gejala-gejala wasir dan perdarahan. Serat bisa melembutkan kotoran dan meningkatkan volumenya, sehingga membantu mengurangi regangan. Tujuh percobaan dengan total 378 partisipan menemukan bahwa serat memperbaiki berbagai gejala termasuk gatal, ketidaknyamanan, dan rasa sakit.
Bagaimana cara mendapatkan serat? Anda bisa mencoba berbagai cara. Mulailah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti whole grain dan sayur-sayuran. Selain itu, Anda juga bisa mencoba psyllium (suplemen tepung serat). Caranya, larutkan 1 sendok teh tepung psyllium ke dalam segelas air, minum dan selanjutnya diikuti dengan segelas air putih lagi.
Pilihan lainnya adalah dengan mengonsumsi biji rami yang telah dihaluskan. Tapi, apa pun sumber serat yang Anda gunakan, pastikan minum air yang cukup. Minum serat dalam keadaan kurang air justru akan memperburuk masalah konstipasi.
Bioflavonoids. Bioflavonoid merupakan jenis komponen tumbuhan yang diyakini bekerja menstabilkan dan menguatkan dinding pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Komponen ini terbukti bisa mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada anus, serta mengurangi pengeluaran kotoran selama serangan wasir akut. Selain itu, efek samping penggunaan zat tumbuhan ini tergolong ringan dan jarang, sehingga cocok digunakan untuk mengatasi wasir pada kehamilan. Bioflavonoid ini bisa ditemukan pada buah sitrus.
Lidah buaya. Oleskan gel lidah buaya langsung ke anus. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit dan meredakan sensasi terbakar.
Oleskan salep kemenyan atau salep kayu ek. Cara ini juga dinyatakan efektif meredakan rasa sakit pada wasir.
Peterseli dan daun anggur merah. Untuk meredakan wasir, cobalah menggunakan kedua tanaman alami ini, baik dalam bentuk teh atau dikonsumsi dalam bentuk kapsul. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/17/1834/11/Obati-Wasir-dengan-Lima-Bahan-Alami
Wortel Bersihkan Racun di Tubuh
11:56:00 AM
Wednesday, 30 December 2009 11:18
Cocok Juga untuk Diet Sehat
Jangan biarkan racun dari polusi dan pengawet makanan mengendap lama dalam tubuh.
Setiap hari Anda pasti terpapar racun baik dari polusi udara, makanan yang tidak sehat, ataupun kosmetik. Tentunya Anda tidak ingin membiarkan racun-racun tersebut mengendap dalam tubuh pada waktu yang lama.
Untuk itu, segera keluarkan racun tersebut dengan mengonsumsi wortel. Wortel memiliki kandungan antioksidan betakaroten yang sangat tinggi. Antioksidan ini berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang bisa memicu penyakit. Wortel merupakan sumber betakaroten yang paling baik dibandingkan sayuran lainnya.
Tubuh membutuhkan 80 gram betakaroten setiap harinya. Antioksidan betakaroten pada wortel inilah yang akan menjadi vitamin A yang membuat kulit lebih bersinar dan kondisi tubuh menjadi lebih baik. Hal itu karena, fungsi vitamin A tidak hanya meningkatkan sistem imunitas pada tubuh tetapi juga merangsang pertumbuhan sel-sel baru, yang membuat kulit menjadi lebih sehat bersinar.
Nutrisi dari dari wortel juga menjaga fungsi sel agar tetap maksimal, dan memperlancar sistem pencernaan serta pembuangan urin. Sehingga, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi yang berbahaya.
Kandungan serat pada wortel juga cukup tinggi. Serat bisa membuat rasa kenyang lebih cepat dan bertahan lama. Anda bisa membuat jus wortel dengan campuran sedikit gula dan perasan jeruk lemon. Sebanyak 80 gram wortel mengandung 2 gram serat dan hanya mengandung 24 kalori. Sangat pas bagi Anda yang ingin menjaga berat badan agar tetap stabil. Selain itu, wortel juga bisa menstabilkan kadar gula dalam darah sehingga bisa mencegah diabetes.(vvc)
http://www.mdopost.com/
Cocok Juga untuk Diet Sehat
Jangan biarkan racun dari polusi dan pengawet makanan mengendap lama dalam tubuh.
Setiap hari Anda pasti terpapar racun baik dari polusi udara, makanan yang tidak sehat, ataupun kosmetik. Tentunya Anda tidak ingin membiarkan racun-racun tersebut mengendap dalam tubuh pada waktu yang lama.
Untuk itu, segera keluarkan racun tersebut dengan mengonsumsi wortel. Wortel memiliki kandungan antioksidan betakaroten yang sangat tinggi. Antioksidan ini berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang bisa memicu penyakit. Wortel merupakan sumber betakaroten yang paling baik dibandingkan sayuran lainnya.
Tubuh membutuhkan 80 gram betakaroten setiap harinya. Antioksidan betakaroten pada wortel inilah yang akan menjadi vitamin A yang membuat kulit lebih bersinar dan kondisi tubuh menjadi lebih baik. Hal itu karena, fungsi vitamin A tidak hanya meningkatkan sistem imunitas pada tubuh tetapi juga merangsang pertumbuhan sel-sel baru, yang membuat kulit menjadi lebih sehat bersinar.
Nutrisi dari dari wortel juga menjaga fungsi sel agar tetap maksimal, dan memperlancar sistem pencernaan serta pembuangan urin. Sehingga, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi yang berbahaya.
Kandungan serat pada wortel juga cukup tinggi. Serat bisa membuat rasa kenyang lebih cepat dan bertahan lama. Anda bisa membuat jus wortel dengan campuran sedikit gula dan perasan jeruk lemon. Sebanyak 80 gram wortel mengandung 2 gram serat dan hanya mengandung 24 kalori. Sangat pas bagi Anda yang ingin menjaga berat badan agar tetap stabil. Selain itu, wortel juga bisa menstabilkan kadar gula dalam darah sehingga bisa mencegah diabetes.(vvc)
http://www.mdopost.com/
Pohon Buah Rimba di Pedalaman Kalteng Berkurang
12:43:00 PM
Sabtu, 26 Desember 2009 10:11 WIB
PALANGKARAYA-MI: Populasi pohon buah rimba (sebutan buah yang hidup di hutan) di wilalayah pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng) belakangan ini mulai berkurang setelah banyaknya pohon buah-buahan tersebut ditebang untuk berbagai kepertuan.
Uji,35, warga Desa Batu Putih, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim), di Palangkaraya, Sabtu (26/12), mengakui kian berkurangnya jumlah pohon buah-buahan rimba tersebut. Menurut Uji, banyak pohon buah rimba ditebang lantaran kayunya diolah kayu gergajian, seperti papan, atau dijual ke berbagai perusahaan kayu lapis.
Banyaknya pohon itu ditebang lantaran pula masih banyak peladang berpindah, sehingga pohon tersebut ditebang untuk perladangan, disamping berkurang karena sering terjadi kasus kebakaran hutan dan penebangan kayu secara liar di wilayah tersebut.
Padahal buah rimba tersebut merupakan aset wilayah Pedalaman Kalteng yang sulit ditemui di daerah lain, tetapi karena banyak warga kurang mengerti manfaat keberadaan buah rimba itu, maka oleh pemiliknya pohon tersebut ditebang untuk memperoleh kayu lalu dibuat bahan bangunan.
Apalagi beberapa jenis buah rimba memiliki pohon yang relatif besar dibandingkan jenis pohon lainnya, sehingga bila diolah bahan bangunan maka jumlahnya besar.
Sebagai contoh saja, pohon buah layung atau lahung, buah sejenis durian ini pohonnnya besar hingga kalau dibuat papan maka banyak sekali lembaran papannya. Begitu juga pohon karatongan, pohon kasturi, pohon maritam, hambawang pulasan, pampakin, mahrawin, ramania yang kesemuanya pohon buah itu besar-besar yang memancing warga menebang untuk diolah papan.
Walau banyak yang ditebang tetapi pohon itu masih banyak terdapat di wilayah tersebut, dan pada musim buah tahun ini berproduksi cukup banyak pula, sebagai contoh saja untuk buah kasturi dan ramania sampai-sampai tak laku dijual, walau harganya hanya Rp5.000,- per kilogram, demikian Uji.
Berdasarkan sebuah penelitian Universitas Palangkaraya (Unpar) Kalteng, buah rimba wilayah ini banyak keunggulannya. Keunggulan buah rimba tersebut di samping memiliki rasanya yang khas dan enak, juga memiliki tampilan yang menarik.
"Hampir semua jenis buah-buahan rimba Kalimantan tersebut juga mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, dan ada beberapa buah-buahan rimba ini dikonsumsi sebagai obat tradisional," katanya.
Melihat kekhasan plasma nutfah rimba Kalimantan itulah maka pihak Unpar bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Palangkaraya, Kalteng mengembangkan buah rimba Kalimantan.
Pengembangan buah rimba Kalimantan tersebut sebagai upaya pelestarian buah khas hutan tersebut melalui program taman dan hutan kota Palangkaraya.
Tujuan lain untuk mengenalkan buah-buahan pedalaman Kalimantan tersebut kepada masyarakat luas terutama pada generasi mendatang, sekaligus sebagai objek wisata dan lokasi penelitian dan pendidikan.
Pihak Pemkot Palangkaraya sudah menyediakan sejumlah lahan untuk pengembangan buah-buahan tersebut, sementara pihak Unpar sebagai tenaga tehnisnya sudah mngumpulkan sedikitnya 50 jenis tanaman khas rimba Kalimantan tersebut untuk segera ditanam sebagai pelestarian.
Latar belakang pengembangan buah tersebut setelah buah-buahan tersebut setiap tahun terus menyusut produksinya, bahkan ada beberapa diantaranya yang sudah jarang terlihat apalagi bisa dinikmati, padahal buah tersebut memiliki keunggulan.
Untuk menghindari kepunahan keberadaan buah rimba tersebut, sangat perlu diusahakan dan diupayakan tindakan budidaya dalam pelestariannya melalui program taman dan hutan kota Palangkaraya. (Ant/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/26/113603/127/101/Pohon-Buah-Rimba-di-Pedalaman-Kalteng-Berkurang
PALANGKARAYA-MI: Populasi pohon buah rimba (sebutan buah yang hidup di hutan) di wilalayah pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng) belakangan ini mulai berkurang setelah banyaknya pohon buah-buahan tersebut ditebang untuk berbagai kepertuan.
Uji,35, warga Desa Batu Putih, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim), di Palangkaraya, Sabtu (26/12), mengakui kian berkurangnya jumlah pohon buah-buahan rimba tersebut. Menurut Uji, banyak pohon buah rimba ditebang lantaran kayunya diolah kayu gergajian, seperti papan, atau dijual ke berbagai perusahaan kayu lapis.
Banyaknya pohon itu ditebang lantaran pula masih banyak peladang berpindah, sehingga pohon tersebut ditebang untuk perladangan, disamping berkurang karena sering terjadi kasus kebakaran hutan dan penebangan kayu secara liar di wilayah tersebut.
Padahal buah rimba tersebut merupakan aset wilayah Pedalaman Kalteng yang sulit ditemui di daerah lain, tetapi karena banyak warga kurang mengerti manfaat keberadaan buah rimba itu, maka oleh pemiliknya pohon tersebut ditebang untuk memperoleh kayu lalu dibuat bahan bangunan.
Apalagi beberapa jenis buah rimba memiliki pohon yang relatif besar dibandingkan jenis pohon lainnya, sehingga bila diolah bahan bangunan maka jumlahnya besar.
Sebagai contoh saja, pohon buah layung atau lahung, buah sejenis durian ini pohonnnya besar hingga kalau dibuat papan maka banyak sekali lembaran papannya. Begitu juga pohon karatongan, pohon kasturi, pohon maritam, hambawang pulasan, pampakin, mahrawin, ramania yang kesemuanya pohon buah itu besar-besar yang memancing warga menebang untuk diolah papan.
Walau banyak yang ditebang tetapi pohon itu masih banyak terdapat di wilayah tersebut, dan pada musim buah tahun ini berproduksi cukup banyak pula, sebagai contoh saja untuk buah kasturi dan ramania sampai-sampai tak laku dijual, walau harganya hanya Rp5.000,- per kilogram, demikian Uji.
Berdasarkan sebuah penelitian Universitas Palangkaraya (Unpar) Kalteng, buah rimba wilayah ini banyak keunggulannya. Keunggulan buah rimba tersebut di samping memiliki rasanya yang khas dan enak, juga memiliki tampilan yang menarik.
"Hampir semua jenis buah-buahan rimba Kalimantan tersebut juga mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, dan ada beberapa buah-buahan rimba ini dikonsumsi sebagai obat tradisional," katanya.
Melihat kekhasan plasma nutfah rimba Kalimantan itulah maka pihak Unpar bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Palangkaraya, Kalteng mengembangkan buah rimba Kalimantan.
Pengembangan buah rimba Kalimantan tersebut sebagai upaya pelestarian buah khas hutan tersebut melalui program taman dan hutan kota Palangkaraya.
Tujuan lain untuk mengenalkan buah-buahan pedalaman Kalimantan tersebut kepada masyarakat luas terutama pada generasi mendatang, sekaligus sebagai objek wisata dan lokasi penelitian dan pendidikan.
Pihak Pemkot Palangkaraya sudah menyediakan sejumlah lahan untuk pengembangan buah-buahan tersebut, sementara pihak Unpar sebagai tenaga tehnisnya sudah mngumpulkan sedikitnya 50 jenis tanaman khas rimba Kalimantan tersebut untuk segera ditanam sebagai pelestarian.
Latar belakang pengembangan buah tersebut setelah buah-buahan tersebut setiap tahun terus menyusut produksinya, bahkan ada beberapa diantaranya yang sudah jarang terlihat apalagi bisa dinikmati, padahal buah tersebut memiliki keunggulan.
Untuk menghindari kepunahan keberadaan buah rimba tersebut, sangat perlu diusahakan dan diupayakan tindakan budidaya dalam pelestariannya melalui program taman dan hutan kota Palangkaraya. (Ant/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/26/113603/127/101/Pohon-Buah-Rimba-di-Pedalaman-Kalteng-Berkurang
Ramuan Pengusir Maag Lambung
12:13:00 PM
Jumat, 25 Desember 2009 | 04:29 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sering kita menjumpai orang yang mengaku sudah terkena maag. Padahal kasus pada gangguan lambung tidak selalu maag. Banyak sebab atau tanda untuk mengatakan orang terkena maag. Salah satunya adalah radang lambung.
Gastritis atau radang lambung lebih dikenal dengan sebutan penyakit maag. Pada penderita radang lambung atau maag, dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka. Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari.
Serangan pada lambung sendiri dapat bersifat akut atau kronis. Radang kronis sering terjadi di kalangan orang tua dan penderita anemia fatal. Hal ini sering dapat menimbulkan peradangan di seluruh lapisan dinding lambung.
Radang lambung dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Radang lambung dapat menimbulkan pendarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi.
Pada penderita radang lambung akut, sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.
Sedangkan pada penderita radang lambung kronis mempunyai gejala yang sama atau rasa tak nyaman yang ringan. Sering kali gejala tersebut menjadi samar-samar, seperti tidak toleran terhadap makanan berlemak atau pedas. Bahkan bisa saja bila terjadi serangan ringan akan dapat diatasi dengan makan.
Namun demikian secara umum penyakit radang lambung mempunyai beberapa gejala yaitu :
* Mual dan sering muntah
* Perut terasa nyeri, pedih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati).
* Nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin.
* Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
* Sulit untuk tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut)
* Kepala terasa pusing. Dan pada radang lambung dapat terjadi pendarahan.
Pada umumnya radang lambung dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya:
# Adanya stres dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
# Adanya asam lambung dan pepsin yang berlebihan
# Mukosa (selaput lendir) lambung tak tahan terhadap asam lambung dan pepsin yang berlebihan karena menurunnya kemampuan fungsi mukosa lambung tersebut.
# Waktu makan yang tak teratur, sering terlambat makan, atau sering makan berlebihan
# Terlalu banyak makanan yang pedas, asam, minuman beralkohol, obat-obatan tertentu dengan dosis tinggi
Radang dinding kronis sendiri menurut pakar tanaman obat tradisional dan akupunturis Hembing Wijayakusuma, berhubungan dengan kondisi kembalinya empedu dan asam lain ke dalam lambung. Juga beberapa penyakit lainnya yaitu: infeksi bakteri, anemia, penyakit ginjal, diabetes, serta substansi-substansi yang mengiritasi seperti obat-obatan, alkohol, rokok dan sebagainya.
Ramuan yang Bisa Digunakan
Menurut Hembing Wijayakusuma, tumbuhan obat di bawah ini dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung. Antara lain ditujukan untuk mengurangi peradangan dan infeksi, memperkuat dinding mukosa lambung, dan mengurangi kepekaan dinding lambung, memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lambung dan pencernaan secara umum.
- 30 gram temu lawak segar + 10 gram kulit jeruk mandarin kering + 5 butir kapulaga direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat.
- 75 gram daun lidah buaya dikupas kulitnya + 10 gram adas + 5 butir bunga lawang direbus dengan 500 cc air tersisa 200 cc, airnya disaring + 1 sdm madu, diminum hangat-hangat.
- 25 gram kunyit segar + 20 gram kencur + 5 butir cengkeh direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat
- 3 batang sereh + 15 butir ketumbar + lengkuas direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, minum hangat-hangat.
Catatan:
Anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas. Lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah.
@ Suharso Rahman
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/25/04290391/ramuan.pengusir.maag.lambung.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sering kita menjumpai orang yang mengaku sudah terkena maag. Padahal kasus pada gangguan lambung tidak selalu maag. Banyak sebab atau tanda untuk mengatakan orang terkena maag. Salah satunya adalah radang lambung.
Gastritis atau radang lambung lebih dikenal dengan sebutan penyakit maag. Pada penderita radang lambung atau maag, dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka. Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari.
Serangan pada lambung sendiri dapat bersifat akut atau kronis. Radang kronis sering terjadi di kalangan orang tua dan penderita anemia fatal. Hal ini sering dapat menimbulkan peradangan di seluruh lapisan dinding lambung.
Radang lambung dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Radang lambung dapat menimbulkan pendarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi.
Pada penderita radang lambung akut, sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.
Sedangkan pada penderita radang lambung kronis mempunyai gejala yang sama atau rasa tak nyaman yang ringan. Sering kali gejala tersebut menjadi samar-samar, seperti tidak toleran terhadap makanan berlemak atau pedas. Bahkan bisa saja bila terjadi serangan ringan akan dapat diatasi dengan makan.
Namun demikian secara umum penyakit radang lambung mempunyai beberapa gejala yaitu :
* Mual dan sering muntah
* Perut terasa nyeri, pedih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati).
* Nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin.
* Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
* Sulit untuk tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut)
* Kepala terasa pusing. Dan pada radang lambung dapat terjadi pendarahan.
Pada umumnya radang lambung dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya:
# Adanya stres dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
# Adanya asam lambung dan pepsin yang berlebihan
# Mukosa (selaput lendir) lambung tak tahan terhadap asam lambung dan pepsin yang berlebihan karena menurunnya kemampuan fungsi mukosa lambung tersebut.
# Waktu makan yang tak teratur, sering terlambat makan, atau sering makan berlebihan
# Terlalu banyak makanan yang pedas, asam, minuman beralkohol, obat-obatan tertentu dengan dosis tinggi
Radang dinding kronis sendiri menurut pakar tanaman obat tradisional dan akupunturis Hembing Wijayakusuma, berhubungan dengan kondisi kembalinya empedu dan asam lain ke dalam lambung. Juga beberapa penyakit lainnya yaitu: infeksi bakteri, anemia, penyakit ginjal, diabetes, serta substansi-substansi yang mengiritasi seperti obat-obatan, alkohol, rokok dan sebagainya.
Ramuan yang Bisa Digunakan
Menurut Hembing Wijayakusuma, tumbuhan obat di bawah ini dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung. Antara lain ditujukan untuk mengurangi peradangan dan infeksi, memperkuat dinding mukosa lambung, dan mengurangi kepekaan dinding lambung, memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lambung dan pencernaan secara umum.
- 30 gram temu lawak segar + 10 gram kulit jeruk mandarin kering + 5 butir kapulaga direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat.
- 75 gram daun lidah buaya dikupas kulitnya + 10 gram adas + 5 butir bunga lawang direbus dengan 500 cc air tersisa 200 cc, airnya disaring + 1 sdm madu, diminum hangat-hangat.
- 25 gram kunyit segar + 20 gram kencur + 5 butir cengkeh direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat
- 3 batang sereh + 15 butir ketumbar + lengkuas direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, minum hangat-hangat.
Catatan:
Anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas. Lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah.
@ Suharso Rahman
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/25/04290391/ramuan.pengusir.maag.lambung.
Biofuel Kelapa Sawit Tak Banyak Memberi Manfaat untuk Rakyat
11:59:00 AM
Kamis, 24 Desember 2009 | 05:42 WIB
PALEMBANG, KOMPAS.com - Pengembangan energi alternatif biofuel yang ramah lingkungan dari bahan nabati minyak kelapa sawit dinilai tidak memberikan banyak manfaat kepada rakyat kecil. Pasalnya, hasil produk bahan bakar nabati tersebut lebih memenuhi kepentingan pengusaha, pemilik modal, dan negara-negara maju.
Hal itu terungkap dalam diskusi publik bertema ”Membedah Program Biofuel sebagai Jalan Baru Energi Alternatif” yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (23/12/2009), di Palembang.
Hadir sebagai narasumber, di antaranya, pengajar pertanian-bioteknologi dan ioteknologi yang juga Tim Penyusun Lumbung Pangan Provinsi Sumsel, Faizal Daud; Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin, dan Ketua Gerakan Perjuangan Hak Tanah Adat, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Edi Saputra.
Ahmad Safrudin menyatakan, dalam pengusahaan lahan untuk kepentingan biofuel di wilayah Provinsi Sumatera Selatan selayaknya lebih mempertimbangkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pemilik modal atau pengusaha. Pasalnya, dalam pengembangan energi bahan bakar nabati yang ramah lingkungan, tak terlepas dari kepentingan kapitalis global dari negara maju.
”Negara-negara maju harus pula menurunkan karbon rumah-rumah kaca dan oke saja kalau biofuel mau dikembangkan asalkan dengan pilihan yang tepat dan tidak salah sasaran,” kata Safrudin.
Dia mengatakan, jika saja pemerintah ataupun pengusaha pemilik modal dan kapitalis-kapitalis mau mengembangkan biofuel dari bahan nabati, minyak kelapa sawit, sepatutnya pula mempertimbangkan asas manfaat dan fungsi lahan. Pasalnya, amat sangat disayangkan jika menggunakan areal tanah rakyat ataupun lahan gambut.
”Untuk pengembangan biofuel, silakan saja menggunakan lahan kosong ataupun lahan kritis dan tidak menggusur tanah rakyat dan tidak merusak lahan gambut,” katanya.
Safrudin mempertanyakan, kenapa Pemerintah Provinsi Sumsel tidak mengembangkan energi gas bumi yang melimpah di wilayah ini, malah justru mengembangkan biofuel dari minyak kelapa sawit.
Edi Saputra mengatakan, pihaknya akan menerima pembangunan proyek biofuel jika memang untuk kepentingan rakyat. Selama ini yang terjadi malahan banyak pengusaha yang merampas tanah rakyat. ”Kalau dahulu sebelum ada perusahaan perkebunan swasta, kami hidup damai. Sekarang, satu, sering berkonflik,” ujarnya. (TIF)
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/12/24/05425740/biofuel.kelapa.sawit.tak.banyak.memberi.manfaat.untuk.rakyat
PALEMBANG, KOMPAS.com - Pengembangan energi alternatif biofuel yang ramah lingkungan dari bahan nabati minyak kelapa sawit dinilai tidak memberikan banyak manfaat kepada rakyat kecil. Pasalnya, hasil produk bahan bakar nabati tersebut lebih memenuhi kepentingan pengusaha, pemilik modal, dan negara-negara maju.
Hal itu terungkap dalam diskusi publik bertema ”Membedah Program Biofuel sebagai Jalan Baru Energi Alternatif” yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (23/12/2009), di Palembang.
Hadir sebagai narasumber, di antaranya, pengajar pertanian-bioteknologi dan ioteknologi yang juga Tim Penyusun Lumbung Pangan Provinsi Sumsel, Faizal Daud; Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin, dan Ketua Gerakan Perjuangan Hak Tanah Adat, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Edi Saputra.
Ahmad Safrudin menyatakan, dalam pengusahaan lahan untuk kepentingan biofuel di wilayah Provinsi Sumatera Selatan selayaknya lebih mempertimbangkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pemilik modal atau pengusaha. Pasalnya, dalam pengembangan energi bahan bakar nabati yang ramah lingkungan, tak terlepas dari kepentingan kapitalis global dari negara maju.
”Negara-negara maju harus pula menurunkan karbon rumah-rumah kaca dan oke saja kalau biofuel mau dikembangkan asalkan dengan pilihan yang tepat dan tidak salah sasaran,” kata Safrudin.
Dia mengatakan, jika saja pemerintah ataupun pengusaha pemilik modal dan kapitalis-kapitalis mau mengembangkan biofuel dari bahan nabati, minyak kelapa sawit, sepatutnya pula mempertimbangkan asas manfaat dan fungsi lahan. Pasalnya, amat sangat disayangkan jika menggunakan areal tanah rakyat ataupun lahan gambut.
”Untuk pengembangan biofuel, silakan saja menggunakan lahan kosong ataupun lahan kritis dan tidak menggusur tanah rakyat dan tidak merusak lahan gambut,” katanya.
Safrudin mempertanyakan, kenapa Pemerintah Provinsi Sumsel tidak mengembangkan energi gas bumi yang melimpah di wilayah ini, malah justru mengembangkan biofuel dari minyak kelapa sawit.
Edi Saputra mengatakan, pihaknya akan menerima pembangunan proyek biofuel jika memang untuk kepentingan rakyat. Selama ini yang terjadi malahan banyak pengusaha yang merampas tanah rakyat. ”Kalau dahulu sebelum ada perusahaan perkebunan swasta, kami hidup damai. Sekarang, satu, sering berkonflik,” ujarnya. (TIF)
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/12/24/05425740/biofuel.kelapa.sawit.tak.banyak.memberi.manfaat.untuk.rakyat
