Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke
Showing posts with label Train. Show all posts

Peresmian Penggunaan KRDI Bakal Molor

10:36:00 AM
Wednesday, 27 January 2010 08:07

MEDAN - Peresmian Kereta Api Rel Diesel Indonesia (KRDI) Medan – Binjai –Medan – Belawan, dan Medan - Tebing Tinggi oleh Menteri Perhubungan, Freddy Numbery, diperkirakan bakal molor.

Seyogianya KA baru untuk mengatasi kemacetat arus lalu lintas di kawasan Medan-Binjai dan Deliserdang (Mebidang) itu akan dilakukan, Rabu (27/1), bakal molor panjang.

“Saya baru siap rapat hingga hari ini belum tau pasti kapan kereta api dinantikan masyarakat Medan dan sekitarnya akan diresmikan Menteri Perhubungan,” kata kepala humas Divre I KA Sumut/Aceh, Suhendro Budi Santoso, pagi ini.

Dikatakan, dua set KRDI atau delapan rangkaian penumpang dan masing-masing rangkaian kapasitas 90 penumpang kelas ekonomi menggunakan minyak solar.

Bahkan Suhendro juga tidak membantah harga tiket untuk angkutan itu sedang dibahas bagian kapala bagian komersil PT KA Divre I Sumut. “Hingga saat ini harga tiket penumpang belum tau,” ujarnya.

Demikian juga tempat-tempat pemberhentian atau halte di kawasan persimpangan jalan KA juga masih dalam pembahasan pembangunannya. “Saat dioperasi nanti haltenya pasti akan di bangun baik pada rute Medan-Tebing Tinggi, Medan-Binjai dan Medan-Belawan PP,” katanya.

Dia juga tidak tau secara pasti kenapa peresmian penggunaan KRDI itu molor dari jadwal, padahal kereta api itu sudah tiba di Medan sejak Desember 2009 dari PT INKA Bandung dan saat ini berada di Depo KA Berayan.

Salah satu solusi menggunakan KRDI di Medan, mencegah macatnya arus lalu lintas dan mengatasi lonjakan angkutan saat Lebaran, tahun baru dan liburan sekolah.

Data dari PT KA Divre I Sumut menyebutkan, pergerakan arus kereta api mencapai lebih kurang 10,5 persen/tahun bahkan hari-hari biasa mengangkut lebih kurang 8000 penumpang dan musim liburan meningkat menjadi antara 10.000 hingga 12.000 lebih penumpang.

Salah satu keunggulan KRDI bisa maju dan mundur disetiap stasiun tanpa harus mengganti lokomotif, karena bagian depan maupun belakang terpasang lokomotif.
(dat03/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=84991:peresmian-penggunaan-krdi-bakal-molor&catid=14:medan&Itemid=27
Read On 0 comments

Dinaiki Bonek, KA Rugi Rp 269 Juta

10:22:00 AM
Senin, 25 Januari 2010 | 9:37 WIB

SURABAYA-SURYA- Tindakan anarkis yang dilakukan bonekmania - suporter Persebaya Surabaya membuat PT Kereta Api (KA) menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Hasil pendataan sementara yang dilakukan PT KA, hingga kepulangan ribuan bonek ke Surabaya Minggu (24/1) sore, setelah menyaksikan tim kesayanganya Persebaya bertanding melawan Persib di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, total kerugian yang ditanggung salah satu perusahaan BUMN ini mencapai sekitar Rp 269 juta. Kerugian sebesar itu akibat rusaknya: ratusan kaca kereta dan bingkainya, lampu dan kipas angin, jok untuk tempat duduk penumpang, dan rusaknya kran air.

“Kerugian tersebut merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir akibat ulah suporter,” ujar Manajer Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Nur Amin kepada Surya, Minggu (24/1) didampingi stafnya Herry Winarno.

Sebelumnya, ketika Jackmania - suporter Persija Jakarta menyambangi Malang untuk bertanding melawan Arema 9 Juli 2009 lalu, PT KA juga merugi jutaan rupiah menyusul pecahnya 56 kaca KA Matarmaja yang mengangkut Jackmania akibat dilempari suporter pendukung klub lain.

Khusus banyaknya kaca yang pecah, satu unit kaca (berisi dua lembar) harganya Rp 394.000.
Kerusakan paling parah dialami KA Pasundan. Empat dari sembilan gerbong kereta yang biasanya melayani penumpang jurusan Surabaya - Bandung atau sebaliknya ini kondisinya rusak parah. Sejumlah gerbong lain juga terjadi kerusakan, tapi kondisinya tidak separah empat gerbong tersebut.

Hasil pendataan petugas PT KA, kerusakan yang terjadi di KA Pasundan yang membawa sembilan gerbong, meliputi 147 kaca pecah, 15 pintu bordes rusak, 3 kipas angin rusak, 31 lampu TL hilang, 53 meja panjang hilang, 12 jok tempat duduk rusak, 35 bingkai jendela rusak, dan dua kran air rusak.

Selain itu, kondisi KA juga awut-awutan dan tercium bau tidak sedap dari hampir setiap sudut gerbong di kereta ekonomi tersebut. “Kondisi kereta benar-benar remuk redam dan baunya juga menyengat,” jelas Herry.

Seorang petugas menimpali, dia dan beberapa petugas PT KA yang melakukan pendataan, beberapa kali harus menutup hidung karena tidak kuat dengan bau menyengat dan pesing yang tercium dari dalam kereta.

Jumlah kerusakan tersebut dipastikan akan bertambah, karena petugas masih merampungkan pendataan kerusakan yang dialami KA Luar Biasa (KLB) yang mengangkut sekitar 2.000 bonekmania dan tiba di stasiun Wonokromo, Minggu (24/1) sore. Selain itu, KA Pasundan lain yang membawa rombongan kedua bonekmania juga belum tiba di Surabaya.

Khusus KA Pasundan yang mengangkut rombongan kedua suporter, pihak PT KA telah dua kali mengganti loko yang dipakai mengangkut sekitar 1.500 bonekmania tersebut akibat kaca depan loko pecah berkeping-keping. Penggantian dilakukan saat kereta di Jogjakarta dan Solo. Selain lokonya yang diganti, masinis kereta yang mengemudikan KA juga minta diganti dengan yang lain.
“Para masinis mengaku takut dan trauma dengan ulah bonek,” imbuhnya.

Karena kerugian yang ditanggung PT KA sangat besar, pihaknya, kata Nur Amin minta pemerintah setempat dan lembaga yang menaungi suporter mengganti biaya kerusakan yang terjadi.
“Penggantian itu sebagai bentuk tanggung jawab, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari,” tegasnya.

Hal senada ditegaskan Kepala Humas PT KA Pusat Adi Suryatmini. Menurutnya, harus ada lembaga atau institusi yang bertanggungjawab dengan banyaknya kerugian yang diderita PT KA akibat ulah suporter. “Jangan malah kerugian dibebankan pada kami (PT KA),” katanya.

Selain kerugian materi dengan banyaknya fasilitas dan sarana-prasarana yang rusak, sejumlah petugas PT KA, kata Adi juga mengalami luka-luka akibat ulah beringas para suporter. Selain itu, masyarakat umum juga menjadi takut dan tak berani naik moda transportasi massal tersebut, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat ulah supporter. “Itu terjadi, baik saat mereka (suporter) berangkat maupun ketika pulang,” terangnya. uji

Puluhan Bonek Alami Sesak Nafas Dirawat di Stasiun Jebres
Minggu, 24 Januari 2010 | 18:50 WIB

Surakarta - Sedikitnya 50 orang bonek sesak nafas akibat berdesakan di gerbong kereta yang akan membawa mereka ke Surabaya. Saat kereta berhenti di Stasiun Jebres, Minggu (24/1) sore, bonek yang merupakan pendukung Persebaya itu kemudian dibawa ke ruang perawatan di stasiun.
Petugas Palang Merah Indonesia Surakarta Dharito Noky mengatakan mereka sesak nafas karena kondisi gerbong kereta yang pengab dan minim udara. “Mereka juga mengaku kondisinya lemah karena sudah dua hari tidak makan,” ujarnya, Minggu (24/1) sore. Selain itu, ada pula yang luka-luka karena terkena lemparan batu dari warga. Noky menambahkan, mereka akan dirawat di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo menuturkan, bagi bonek yang masih sakit akan dirawat dulu. Setelah sembuh, baru akan dikembalikan ke tempat asalnya.
Dia juga menghimbau kepada pemerintah daerah Surabaya, pengurus dan manajemen Persebaya, untuk melakukan pembinaan kepada suporternya. “Kalau terus berlarut-larut (ada perseteruan), tidak baik bagi perkembangan olahraga,” katanya, di Surakarta. Dia juga berharap tidak ada lagi peristiwa saling lempar antara suporter dengan masyarakat.

http://www.surya.co.id/2010/01/25/dinaiki-bonek-ka-rugi-rp-269-juta.html
Read On 0 comments

Listrik KRL Jabotabek Ditawarkan ke Swasta

9:53:00 AM
Rabu, 09 Desember 2009 pukul 05:20:00

JAKARTA--Departemen Perhubungan (Dephub) mempertimbangkan untuk menawarkan suplai listrik pada sistem Kereta Rel Listrik (KRL) Jabotabek kepada swasta agar selain agar pasokannya handal, juga untuk meningkatkan pelayanan.

"Kita akan membuka peluang swasta masuk di suplai listrik KRL Jabotabek, jika memang ada yang berminat agar ada alternatif dan cadangan," kata kata Dirjen Perkeretaapian Dephub, Tundjung Inderawan menjawab pers disela peninjauan Gardu Induk Listrik Aliran Atas di Stasiun Depok, Jabar, Selasa.

Penegasan itu terkait dengan keluhan pengguna KRL Jabotabek terkait dengan makin seringnya menurunnya kualitas pasokan listrik, baik itu disebabkan oleh gangguan suplai, maupun penyebab lainnya seperti terbakarnya gardu induk listrik aliran atas di Depok pada 24 Oktober 2009.

Menurut Tundjung, sistem pasokan listrik KRL Jabotabek dibangun mulai 1995 oleh pemerintah dan tugas pemeliharaan untuk kepentingan operasional diserahkan kepada operator, PT Kereta Api.

"Namun, seiring dengan peningkatan permintaan yang antara lain ditandai dengan makin bertambahnya KRL, maka sistem yang ada kurang memadai karena itu perlu terus ditambah secara bertahap dan pemerintah sudah punya program itu," katanya.

Tundjung menyebut, total daya listrik untuk mendukung sistem KRL Jabotabek selama ini sebesar 86.174 KV dan diharapkan dengan sejumlah penambahan "sub-station" maka pada 2011 akan menjadi 110 ribu KV.

Kemudian, pada 2012 akan ditambah lagi 15 ribu KVdan di 2013 ditambah lagi menjadi 16 ribu KV sehingga total keseluruhan pada tahun itu menjadi sebesar 141 ribu KV dan pada 2014 akan ditambah lagi sehingga menjadi 153 ribu KV.

Jika program itu, bisa dilakukan hingga 2014, kata Tundjung, termasuk dukungan perbaikan sarana dan prasarana lain, maka total penumpang Jabotabek akan bisa ditingkatkan menjadi 1,2 juta penumpang per hari dari kondisi saat ini sebesar 400 ribu per hari.

Ditanya bagaimana kesanggupan PT PLN sejauh ini untuk mendukung program itu, Tundjung mengakui bahwa hal itu memang akan dikoordinasikan.

"Hari ini (8/12) ada rapat koordinasi tentang nasib pasokan listrik KRL Jabotabek dengan Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, termasuk evaluasinya dalam lima tahun terakhir," katanya. ant/ahi

http://www.republika.co.id/berita/94496/Listrik_KRL_Jabotabek_Ditawarkan_ke_Swasta
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts