Showing posts with label Medicine. Show all posts
Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Obat
10:58:00 AM
Jakarta, Untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat tradisional yang tak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu, Badan POM secara rutin melakukan pengawasan peredaran obat tradisional, termasuk kemungkinan dicampurnya Obat Tradisional dengan Bahan Kimia Obat (OT-BKO).
Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia sampai bulan Agustus 2012, ditemukan ada sebanyak 29 OT-BKO. Sebanyak 20 di antaranya merupakan produk OT tak terdaftar (ilegal) dan merupakan produk OT yang tidak sesuai dengan persetujuan pendaftaran.
Bahan Kimia Obat (BKO) yang diidentifikasi terkandung dalam obat tradisional tersebut menunjukkan tren yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada kurun waktu 2001-2007, temuan OT-BKO menunjukkan tren ke arah obat rematik dan penghilang rasa sakit, misalnya obat tradisional yang mengandung bahan obat Fenilbutason, Metampiron, Parasetamol, dan Asam Mefenamat.
Sedangkan pada periode 2008 - pertengahan 2012, temuan OT-BKO menunjukkan perubahan tren ke arah obat pelangsing dan obat penambah stamina atau aprodisiaka. Obat tradisioal tersebut mengandung bahan obat seperti Sibutramin, Sildenafil, dan Tadalafil.
Sebagai tindak lanjut terhadap temuan OT-BKO tersebut, Badan POM melakukan penarikan dan pemusnahan. Untuk obat tradisional yang telah terdaftar dan ditemukan mengandung BKO, maka nomor registrasinya akan dicabut serta dilakukan penarikan produk dan pemusnahan.
Badan POM selanjutnya menghimbau kepada siapapun untuk tidak melakukan produksi dan atau mengedarkan OT-BKO karena hal itu merupakan pelanggaran hukum. Karena temuan ini merupakan tindak pidana, maka kasusnya dibawa ke pengadilan bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya.
Selama 2 tahun terakhir, sebanyak 48 kasus diajukan ke pengadilan dengan sanksi putusan pengadilan tertinggi hukuman kurungan 8 bulan dengan masa percobaan 10 bulan sudider 2 bulan dan denda berkisar antara Rp250.000 - Rp50.000.000.
Apabila masyarakat menemukan adanya produksi dan peredaran obat tradisional secara ilegal kepada, bisa melaporkan ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI di Jakarta, dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ke ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id. Bisa juga melalui Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
Badan POM menghimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi OT-BKO ini karena dapat membahayakan kesehatan. Adapun obat tradisional dengan bahan kimia obat tersebut antara lain:
No Nama/No. Izin Edar Nama dan Alamat Produsen/Importir yang Tercantum pada Label Bahan Kimia Obat (BKO) Tahun Temuan dan Penarikan Keterangan
1. ABC Acai Berry kapsul lunak M.G.L (HK) Sibutramin Hidroklorida 2011 Tidak terdaftar
2. Pegal Linu Prono Jiwo cairan obat dalam/TR 053651401 UD Prono Jiwo, Banyuwangi Fenilbutason 2011 Terdaftar, NIE dibatalkan
3. Labaik kapsul / 688 251 265 007 8 PT Trisno Cipta Usaha, Cirebon Parasetamol, Fenilbutason, dan Metampiron 2011
Tidak terdaftar, mencantumkan No Izin Edar fiktif
4. Remasyah serbuk / TR 993298381 PJ. Remasyah, Jateng Fenilbutason dan Piroksikam 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan No Izin Edar fiktif
5. Obat Kuat dan Tahan Lama Sarang Madu / TR 082572693 PJ. Multi Sari Manjur, Jakarta Sildenafil Sitrat 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
6. Asam Urat Flu Tulang Mahkota Mas kapsul / TR 003203021 Gold Dragon Herb, Semarang Parasetamol 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
7. Raga Prima Asam Urat
Flu Tulang Pengapuran
kapsul / TR 033429702 PJ. Bayu Saputra Jaya, Tangerang Parasetamol 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
8. Daun Bidara Jamu Asam Urat, Pegal Linu Plus Sakit Gigi /
TR 025466629 PJ. Mutiara Sehat, Lampung Natrium diklofenak dan Parasetamol 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
9. Neo Rematik / TR 003766246 PJ Dita Farmasi, Kudus Parasetamol dan Prednison 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
10. Teratai Putih kapsul / TR 043230731 PJ Teratai Putih, Jateng Parasetamol dan Natrium Diklofenak 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
11. Penyehat Badan Cap
Kuda Laut / TR 013611111 CV. Kuda Laut Banyuwangi Siproheptadin Hidroklorida 2012 Tidak terdaftar, NIE dibatalkan
12. Alfa Salam Batuk Pilek /
TR 003203489 PJ. Doa Ibu Jakarta Parasetamol 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
13. Kupu–Kupu Malam serbuk / TR 001508741 PT. SM Jaya, Jateng Tadalafil 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
14. Rhemalin /
TR 003201674 PJ Tri Tanjung Piroksikam, Parasetamol dan Kafein 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
15. Jamu Pil Panatik / TR 971134621 PJ Putra Mahakam Kaltim - Indonesia Parasetamol dan fenilbutazon 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
16. Pil Ramuan Shin She Merah Delima / 066754317 PJ Mustika Alam Banten - Indonesia Parasetamol, As. Mefenamat dan Na Diklofenak 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
17. New Anrat Jamu Tradisional Jaya / TR 993 203 841 PJ. Jaya Asli, Cilacap Methampiron 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
18. Jamu As–Syifa Tumpas Plus Habbatussauda / TR 053 345 734 PT. Izza Mandiri Sukses Jakarta Indonesia Teofilin 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
19. Jamu Urat Laga Obat Kuat Tahan Lama Indonesia Parasetamol 2012 Tidak terdaftar
20. Jamu As–Syifa Izza Cikungunya / TR 053 345 531 PT. Izza Mandiri Sukses Jakarta Indonesia Fenilbutazon dan Parasetamol 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
21. Jamu As–Syifa Izza Kecethit / TR 053 345 890 PT. Izza Mandiri Sukses Jakarta Indonesia Fenilbutazon dan Parasetamol 2012 Tidak terdaftar, mencantumkan
No Izin Edar fiktif
22. Acai Berry kapsul lunak PT. Adonai Perkasa, Jakarta Sibutramin HCl 2012 Tidak terdaftar
23. Pegal Linu Asam Urat Akar Dewa / TR 043 634 311 UD Citra Alam, Jatim Piroksikam 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
24. Pegal Linu Cap Kuda Laut / TR 113 628 211 UD Citra Alam, Jatim Piroksikam 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
25. Jamu Encok Asam Urat Akar Dewa Rasa Pahit dan Rasa Manis / TR 043 634 331 UD Citra Alam, Jatim Piroksikam 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
26. Gemuk Sehat Nafsu Makan Akar Dewa / TR 063 659 371 UD Citra Alam, Jatim Siproheptadin Hidroklorida 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
27. Pegel Linu Asam Urat Akar Dewa serbuk / TR 033218101 UD Citra Alam, Jatim Piroksikam dan Asam Mefenamat 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
28. Men Li kapsul / TR 093 308 161 CV. Mega Maju Mekar, Jakarta Tadalafil 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
29. Hwang Di Dong Chong Xia Cao kapsul /TI 064320081 PT Multi Usaha Sentosa Sildenafil sitrat, Tadalafil, Vardenafil hidroklorida 2012 Terdaftar, NIE dibatalkan
(pah/ir)
50 Alasan untuk Tidak Memvaksinasi Anak-anak Anda
10:57:00 AM
Setelah terungkap fakta dari menteri kesehatan tentang kandungan obat-obatan 90% mengandung babi, yang notabene adalah haram, maka kami mulai mencari data sekaitan dengan medis. Untuk saat ini kami membahas tentang vaksinasi, Sebuah situs berbasis kesehatan endalldisease.com, mempublish sebuah artikel tentang bahaya vaksinasi. Inilah, 50 Alasan Tidak Untuk Vaksinasi Anak Anda (mohon di baca baik-baik, bila terjemahan ini kurang baik, silahkan copy link sumber di bawah untuk di translate ulang & ambil manfaat dan buang yang jeleknya.) :
1. Tidak ada studi ilmiah untuk menentukan apakah vaksin benar-benar mencegah penyakit. Sebaliknya grafik penyakit menunjukkan vaksin telah diperkenalkan pada akhir epidemi saat penyakit itu sudah dalam tahap terakhir. Dalam kasus Cacar Kecil, vaksin sebenarnya menyebabkan lonjakan besar dalam insiden penyakit sebelum kemarahan publik menyebabkan penarikan vaksin ini.
2. Tidak ada studi jangka panjang pada keamanan vaksin. Tes jangka pendek yang dianjurkan di mana studi kasus divaksinasi dan terhadap kelompok lain yang diberi vaksin lain. Secara teknis tes seharusnya dilakukan terhadap kelompok non-divaksinasi. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah prosedur yang diikuti dari industri tersebut atau berdasarkan uji coba dari sponsor industri tersebut.
3. Tidak pernah ada upaya resmi untuk membandingkan populasi vaksinasi terhadap populasi yang tidak di vaksinasi terhadap anak-anak dan masyarakat. Studi independen swasta (Belanda & Jerman dan KIGGS, Agustus 2011) penelitian yang melibatkan 7724 anak seluruh dunia) telah mengungkapkan bahwa anak-anak yang divaksinasi menderita lebih banyak daripada rekan-rekan mereka yang tidak divaksinasi.
4. Ada beberapa jenis vaksin kepada Anak. Praktis tidak ada tes untuk menentukan dampak dari beberapa vaksin.
5. Tidak ada dasar ilmiah untuk memvaksinasi bayi. Sesuai ungkapan dokter senior yang dikutip dari time of india, “Anak-anak yang menderita kurang dari 2% dari vaksin penyakit yang dapat dicegah, tetapi 98% dari vaksin ini diwajibkan untuk mereka.” Para pelopor vaksin yang telah merekomendasikan bahwa hati-hati sebelum vaksinasi penduduk dan tidak pernah menganjurkan vaksinasi secara berkala karena ancamannya sangat jelas.
6. Anak-anak yang divaksinasi hanya karena orang tua mereka takut. Vaksinasi bayi adalah bisnis yang paling menguntungkan baik bagi produsen maupun dokter. Ini membuat pembuat vaksin melobi untuk semua vaksin untuk dimasukkan dalam jadwal vaksinasi anak. Sekolah juga ikut-ikutan untuk meminta kuota mereka untuk “sepenuhnya divaksinasi”. Baru-baru ini dalam draft Kebijakan Vaksin Nasional Pemerintah India telah jatuh ke dalam perangkap dan memutuskan untuk melegitimasi semua vaksin yang tersedia di pasar selain dari rekomendasi oleh para dokter yang sangat senior dan ilmuwan medis yang mengatakan bahwa kebijakan tersebut “irasional”.
7. Bayi yang disarankan divaksinasi, yang menyusui asi sampai usia enam bulan dan seterusnya karena sistem mereka yang rapuh tidak akan mentolerir apa pun yang diberikan. 36 suntikan vaksin sangat beracun, termasuk menambah dosis, suatu tindakan yang menentang baik logika dan ilmu pengetahuan.
8. Pemerintah telah menyatakan bahwa 80% obat-obatan mengandung unsur babi.
9. Orissa Asosiasi Dokter Anak India telah mengakui dalam sebuah surat kepada Central Medicine, Orissa, bahwa klinik swasta dan rumah sakit sakit dilengkapi apotek vaksin dan memperingatkan orang tua untuk tidak memvaksinasi atas saran dari praktisi swasta dan rumah sakit. Dalam sebuah survei swasta baru-baru ini di India 94% dari dokter yang disurvei menyatakan kekhawatiran tentang pemeliharaan obat vaksin di India, 54% dari dokter mengatakan mereka takut memvaksinasi anak-anak mereka sendiri dan 88% takut bahwa vaksin tidak aman.
10. SEMUA BAHAN VAKSIN YANG SANGAT BERACUN DI ALAM.
11. Vaksin mengandung logam yang sangat beracun, zat penyebab kanker, bahan kimia beracun, rekayasa genetika, virus, bakteri dan toxoid, serum terkontaminasi mengandung virus hewan dan bahan genetik asing, dan yang sangat beracun de-kontaminan dan adjuvant, antibiotik belum teruji, tidak ada satupun yang bisa disuntikkan tanpa menyebabkan kerusakan.
12. Merkuri, aluminium dan virus hidup dalam vaksin mungkin berada di balik epidemi besar autisme (1 dalam 110 di Amerika Serikat, 1 dari 10 di seluruh dunia sebagai per dokter di Amerika Serikat, 1 dari 38 di Korea Selatan, 1 di 37 per sebuah studi pribadi oleh dokter di New Delhi), fakta bahwa (vaksin menyebabkan autisme) telah diakui oleh Pengadilan Vaksin di Amerika. Sekitar 83 kasus yang diduga vaksin menyebabkan autisme telah diberikan kompensasi.
13. CDC Amerika Serikat, pengawas vaksin, secara terbuka mengakui bahwa banyak dipublikasikan studi tahun 2003 yang menyangkal adanya hubungan antara vaksin dan autisme adalah cacat. Kepala CDC Dr Julie Gerberding (sekarang kepala Divisi Vaksin dari Merck) telah mengaku kepada media (CNN) bahwa vaksin dapat menyebabkan “autisme seperti gejala-gejalanya”. Epidemi autisme ditemukan di semua negara yang telah di vaksinasi massal.
14. Pada tahun 1999, Pemerintah AS menginstruksikan produsen vaksin di Amerika Serikat untuk menghilangkan merkuri dari vaksin “dengan segera”. Tapi merkuri masih tetap menjadi bagian dari berbagai jenis vaksin. Vaksin dengan merkuri tidak pernah digunakan lagi sampai dengan tahun 2006. Vaksin mengandung 0.05 mcg untuk 0.1 mcg merkuri, masih mampu menimbulkan bahaya bagi bayi mengingat bahwa merkuri cenderung terakumulasi dalam tubuh dan bahwa yang ada saat ini banyak sumber paparan merkuri. Sesuai Study Akademy dokter anak Amerika : “Mercury dalam segala bentuknya merupakan racun bagi janin dan anak-anak dan upaya harus dilakukan untuk mengurangi paparan sejauh mungkin untuk wanita hamil dan anak-anak serta masyarakat umum.”
15. DI INDIA TELAH DILARANG DAN MEMASTIKAN BAHWA MERCURY DAN LOGAM LAIN YANG DIHAPUS DARI VAKSIN KARENA AKAN MEMBUAT VAKSIN mahal.
16. Dalam surat balasan Presiden Sri Abdul Kalam, Departemen Kesehatan disampaikan, “merkuri diperlukan untuk membuat vaksin yang aman”. Untuk pertanyaan penulis bahwa “apakah vaksin memerlukan neurotoxin sementara zat tersebut paling berbahaya? kedua, penggunaan merkuri, untuk membuat anak-anak aman?” Tidak ada jawaban.
17. Mercury digunakan dalam vaksin kedua toksisitas hanya untuk zat radioaktif, Uranium. Mercury adalah 1000 kali lebih beracun dari timbal. Ini adalah neurotoksin yang dapat merusak seluruh sistem saraf bayi.
Menurut sebuah studi oleh Dr Teresa Binstock, lebih dari 200 gejala autism sepenuhnya dengan gejala keracunan merkuri. Penelitian ini menciptakan kehebohan dalam pembentukan politik AS dan Kongres marah menuntut larangan merkuri dalam vaksin. Pemerintah AS menanggapi dengan merekomendasikan bahwa merkuri tidak dapat digunakan dalam vaksin. Industri ini tidak mengurangi kuantum merkuri di beberapa botol penggunaan vaksin tunggal tetapi vaksin tertentu di Amerika Serikat terus memiliki merkuri dalam jumlah besar sebagai bahan. Meskipun tekanan dipasang oleh kelompok-kelompok advokasi produsen vaksin telah menolak untuk membuat vaksin yang tersedia tersedia untuk negara berkembang. Eli Lily, produsen kontroversial merkuri yang mengandung senyawa Thimerosal memiliki pengaruh yang cukup besar di kalangan politik dan banyak politisi internasional terkemuka memiliki saham di perusahaan ini.
18. Mercury terakumulasi dalam lemak. Otak yang sebagian besar terbuat dari sel-sel lemak, sebagian besar merkuri terakumulasi di sana dan mungkin berkontribusi terhadap gejala aneh dari anak-anak autis. Menariknya etil merkuri yang digunakan dalam vaksin dapat melewati penyaring darah otak dan memiliki kecenderungan lebih besar untuk menumpuk di otak. Hal ini juga kecenderungan untuk tetap di sana untuk waktu yang lama, dalam banyak kasus secara permanen. Keadaan ini menghancurkan kedua neuron dan sel-sel otak.
19. Merkuri digunakan dalam vaksin adalah etil merkuri. Menurut dokter India ini merupakan toksin industri dan 1000 kali lebih beracun daripada metil merkuri biasanya. Etil merkuri diserap ke dalam tubuh lebih cepat daripada metil merkuri dan merkuri anorganik mengkonversi menjadi yang cenderung menjadi fixture permanen di otak.
20. Aluminium juga ada dalam vaksin membuat merkuri, dalam bentuk apapun, 100 kali lebih beracun melalui proses yang disebut toksisitas sinergis. Aluminium digunakan dalam dosis yang sangat besar dalam vaksin seolah-olah untuk menyebabkan reaksi kekebalan. Menurut sebuah studi baru-baru ini yang sangat, “hal itu menyebabkan sel-sel untuk melepaskan DNA mereka”.
21. Sesuai studi aluminium dan formaldehida hadir independen dalam vaksin dapat meningkatkan toksisitas merkuri, dalam bentuk apapun, dengan 1000 kali.
22. Sesuai artikel Tehelka pada Autisme, bila kita menganggap batas WHO merkuri dalam air, mereka menerima 50.000 kali batas yang ditetapkan, kebetulan, adalah untuk orang dewasa dan tidak untuk bayi.
23. Autisme di India telah muncul sebagai epidemi yang paling berkembang pesat di kalangan anak-anak, lebih dari pertumbuhan diabetes kanak-kanak, AIDS dan kanker gabungan. Sesuai studi pribadi yang dilakukan oleh dokter di New Delhi, dari 1 dari 500 itu telah terus naik menjadi 1 dalam 37 hari. Sesuai dokter India, “Anda dapat pergi ke setiap kelas sekolah setiap hari dan menemukan anak autis.” Sonia Gandhi, Ketua Autism Society of India, memiliki pada 25 Juli 2011 mengumumkan dalam sebuah Autisme Konferensi Internasional di Dhaka, Bangladesh bahwa 8 juta anak di India menderita gangguan spektrum melemahkan ini, pertumbuhan yang telah membingungkan para ilmuwan medis.
24. Autisme adalah cacat permanen yang mempengaruhi anak secara fisik, mental dan emosional. Itu membuat kontak sosial menjadi susah bagi anak. Ini menghambat baik pertumbuhan fisik dan mental anak. Menghancurkan otak menyebabkan masalah memori dan perhatian yang parah. Hal ini juga merusak sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kerusakan yang sangat parah pada keberanian Sebagian besar gejala yang ditampilkan oleh anak-anak autis sesuai dengan gejala strain virus vaksin dan keracunan logam berat.
25. Menurut peneliti vaksin Dr Harris Coulter, vaksin menyebabkan anak-anak menjadi cabul dan tersangkut perbbuatan hukum, ditelusuri ke encephalopathy (gangguan otak) yang disebabkan oleh racun dalam vaksin. Sebagian besar penembakan di sekolah oleh anak-anak di Amerika Serikat telah dilakukan oleh anak-anak autis.
26. Anak-anak autis juga menderita gangguan usus parah. Menurut Dr Andrew Wakefield, seorang dokter pencernaan terkenal dari Inggris, hal ini disebabkan vaksin campak hidup pula virus dalam vaksin MMR. Banyak anak menjadi sepenuhnya autis setelah diberi vaksin MMR, seperti yang dilaporkan oleh orang tua dan dokter yang merawat anak-anak. Dr Wakefield menemukan virus campak strain vaksin dalam darah, nyali, jaringan dan Cerebro-Spinal Fluid (CSF) dari anak-anak autis. Temuan ini telah dikonfirmasi oleh banyak studi lain yang diterbitkan sejak itu (Dr Timothy Buie, Dr VK Singh, Kawashima et al, Dr James Walker Smith et al). Namun dalam sebuah langkah bermotif politik Dr Wakefield ditarik untuk menemukan dan dipermalukan oleh Pemerintah Inggris yang telah memperkenalkan vaksin MMR, lisensi untuk berlatih di Inggris dibatalkan dan studi kasusnya ditarik keluar dari Lancet. Dia sekarang praktek di Rumah sakit Khusus di Amerika Serikat di mana ia mengurus anak-anak autis. Menurut sebuah studi baru-baru ini vaksin MMR memiliki efek buruk pada sistem imun mukosa vital. Sangat dasar berusaha untuk mencegah anak Gondok dan Campak telah dipertanyakan dalam penelitian ini.
27. DPT juga menyebabkan kemunduran pada anak-anak sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa vaksin mengandung beberapa bakteri / toksoid / virus hidup penyebab di balik autisme. Jika tiga virus hidup dapat menyebabkan begitu banyak kerusakan, kita bisa membayangkan pada hari ini Vaksin Pentavalent, septavalent dan 10 vaksin valent akan diberikan kepada anak-anak.
28. Sebelum epidemi autisme, itu sudah diketahui bahwa vaksin menyebabkan epidemi kanker di masyarakat saat ini. Baik Cacar Kecil dan Vaksin Oral Polio yang terbuat dari serum monyet. Serum ini telah membantu banyak virus monyet untuk memasuki aliran darah manusia. Dari ini hanya meneliti virus, SV 40, telah ditemukan untuk menjadi kanker. Sesuai berita baru-baru ini virus ini terus berada di vaksin. Kehadiran SV 40 dalam berbagai kanker pada manusia telah dibuktikan. Hari ini diketahui bahwa virus sedang diteruskan kepada generasi mendatang sebagai kehadirannya dalam susu ibu dan sperma manusia telah dibentuk.
29. Hal ini juga diketahui bahwa itu kerena penggunaan serum monyet hijau dalam vaksin yang telah menyebabkan transfer Simian Immune defisiensi Virus (SIV) dari monyet ke manusia, menurut Dr Robert Gallo, penemu kekurangan Virus Human Immune, SIV dan HIV .
30. Tidak hanya AIDS, kanker darah pada bayi (akut lymphoblastic Leukemia) yang mempengaruhi anak-anak karena mungkin terutama karena sifat sangat beracun bahan vaksin yang disuntikkan langsung ke dalam aliran darah. Kekhawatiran ini telah disuarakan kepada penulis oleh seorang ahli onkologi terkenal dari sebuah rumah sakit di Mumbai yang memvaksinasi anak-anak dengan gangguan tersebut.
31. Ikterus infantil dan juga diabetes pada anak secara ilmiah dikarenakan vaksin beracun.
32. Virus polio yang digunakan dalam Vaksin Polio Oral yang telah menyebabkan Vaksin Polio dikaitkan paralitik (500 sampai 600 kasus per tahun di India) dan Acute Flaccid Paralysis (gejala dibedakan dari polio) lebih dari 1,25,000 anak ( sampai dengan tahun 2006) menurut dokter dari Medical Association India dan Jana Swasthya Abhiyan. OPV juga telah melepaskan strain baru untuk polio di India dan Afrika. OPV telah dihentikan di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Sebuah OPV monovalen eksperimental telah diberikan kepada anak-anak India dalam pelanggaran berat protokol uji klinis. Hal ini menyebabkan kasus AFP meningkat dua kali lipat di daerah di mana vaksin ini diberikan.
33. Vaksin mengandung serum bukan hanya dari simpanse dan monyet tetapi juga dari sapi, babi, ayam, telur, kuda, dan bahkan jaringan manusia (baris sel) diekstrak dari janin yang di aborsi.
34. Kematian dan cacat permanen dari vaksin adalah umum dan dikenal oleh komunitas medis. Mereka diperintahkan oleh Pemerintah untuk tetap tenang dan tidak mengasosiasikan kasus tersebut dengan vaksin seperti yang diungkapkan oleh dokter dari IMA sementara berlangsung skandal OPV. Masyarakat ingin mengetahui hanya ketika kasus yang disorot oleh media.
35. Banyak dokter menyatakan bahwa penyakit masa kanak-kanak disebabkan tubuh mengolah sistem kekebalan. Penyakit ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk tetap berkembang menyebabkan berbagai gangguan autoimun pada orang dewasa seperti diabetes dan arthritis yang telah menjadi epidemi hari ini.
36. Vaksin menekan kekebalan alami dan tubuh tidak memiliki antibodi alami lagi. Sementara ASI tidak mengandung antibodi alami dan tidak bisa lagi melindungi anak dari penyakit.
37. Dengan merangsang humoral (terkait darah) kekebalan vaksin sendiri telah menyebabkan ketidakseimbangan dalam mengatur seluruh kekebalan (disebut sebagai ketidakseimbangan TH1-TH2 dan pergeseran resultan ke TH2) yang mengarah ke peningkatan yang mengkhawatirkan dalam gangguan auto imun. Hal ini diakui oleh immunologists itu sendiri.
38. Dalam vaksin di Amerika, efek samping dicatat dan Pemerintah menawarkan kompensasi jutaan dolar untuk korban (kasus terbaru dalam Vaksinasi, Korban telah menerima lebih dari $ 200 juta dalam kerusakan). Pengadilan di Amerika Serikat telah membayar hampir $ 2 milyar untuk ganti rugi sejauh ini. Pemerintah Indonesia hanya menolak untuk mengakui bahwa vaksin dapat menyebabkan kematian dan cacat tetap, apalagi kompensasi, merawat dan merehabilitasi korban yang malang.
39. Telah terbukti secara ilmiah bahwa vaksin tidak dapat mencegah penyakit. Vaksin mencoba untuk membuat humoral (yang terkait kekebalan darah) sedangkan telah ditemukan kekebalan yang dikembangkan di berbagai tingkatan, humoral, seluler, dan spesifik organ. Kami masih tidak cukup tahu tentang sistem kekebalan tubuh manusia dan karena itu tidak boleh mengganggu itu.
40. Di Amerika Serikat orang tua diberitahu tentang vaksin setelah efek dan persetujuan mereka harus diambil sebelum vaksinasi anak-anak mereka. Orangtua di Amerika Serikat juga dapat memilih keluar dari proses vaksinasi dengan mengirimkan berbagai pembebasan forms. Di Indonesia, Pemerintah menjamin penduduk melalui kampanye iklan besar-besaran bahwa vaksin sangat aman. Orang tua menolak untuk memvaksinasi terancam oleh pemerintah.
41. TIDAK ADA SISTEM PERAWATAN UNTUK MENGOBATI PADA ANAK YANG DIVAKSIANSI. Orang tua harus lari dari satu rumah sakit ke yang lain. Pemerintah menutup mata dan menolak untuk bahkan mengakui koneksi vaksin. Upaya oleh dokter dengan kualifikasi tinggi di seluruh dunia untuk mengobati anak-anak autis melalui intervensi biomedis seperti memasok nutrisi penting, koreksi diet, terapi oksigen hiperbarik, dan membilas logam berat dan racun dari dalam tubuh dll telah disukai dan putus asa. Dokter bahkan telah dianiaya untuk mengobati anak-anak autis terutama karena dokter ini cenderung untuk menemukan bahwa vaksin telah menyebabkan kerusakan dan meningkatkan suara mereka terhadap mereka.
42. Dokter senior India dan ilmuwan medis senior telah menantang bahkan vaksin yang direkomendasikan oleh Pemerintah India. Menurut Dr PM Bhargava, vaksin BCG untuk TB telah diuji secara luas di India sejak tahun 1961 dan ditemukan untuk menjadi benar-benar tidak efektif (pada kenyataannya tuberkulosis pada kelompok yang divaksinasi ditemukan lebih dari pada kelompok kontrol!). The OPV menyebabkan polio di puluhan ribu anak-anak India. The Hep-B vaksin diperkenalkan ke UPI baru-baru ini tidak dimaksudkan untuk anak-anak sama sekali, itu adalah vaksin untuk penyakit menular seksual yang harus ditargetkan hanya pada orang dewasa promiscuous. Vaksin tetanus berisi kedua aluminium dan merkuri selain toksoid tetanus. Para dokter sendiri menghindari memberikan DPT kepada anak-anak dan keluarga mereka sebagai per survei di kalangan profesional perawatan kesehatan AS. Vaksin campak adalah salah satu yang secara teratur menyebabkan efek samping yang parah. Baru-baru ini Dr T Jacob John telah menyerukan skrining anak-anak untuk penyakit yang melekat dan keberadaan dokter sementara pemberian vaksin campak. Aktivis RTI telah bersumber data yang menunjukkan bahwa kematian akibat vaksin tertinggi dalam kasus vaksin campak. Dr Ajay Gambhir, anggota sangat senior IAP, juga mendukung skrining luas anak-anak sebelum memberikan vaksin apapun. Menurutnya anak-anak menderita penyakit apapun, dengan riwayat keluarga penyakit autoimun, reaksi terakhir dari vaksin, tidak boleh diberikan vaksin. Menurutnya orang tua dari anak-anak perlu diberitahu bahwa mereka memiliki pilihan untuk tidak vaksinasi.
43. Para dokter anak memperkenalkan vaksin di India, yang sedang ditentang oleh para dokter, politisi, dan masyarakat di negara-negara Amerika dan Eropa. Vaksin Rotavirus, vaksin Hib, vaksin HPV (terlibat dalam penipuan di India), vaksin Pentavalent dan berbagai vaksin virus multi-diperkenalkan tanpa pengujian hanya karena produsen vaksin dan para dokter hanya ingin memastikan penghasilan mereka naik. Vaksin yang mengandung partikel nano dan virus dan juga nabati atau vaksin lain yang dimodifikasi secara genetik sedang ditentang oleh dokter independen di seluruh dunia.
44. Berbagai studi independen, terutama Belanda dan penelitian di Jerman adalah yang terbaru, (juga studi KIGGS baru yang melibatkan 7724 anak-anak) membandingkan divaksinasi dengan anak-anak yang tidak divaksinasi telah menemukan bahwa anak-anak yang divaksin lebih rentan terhadap asma, dermatitis, alergi, delayes pembangunan, perhatian gangguan defisit, hiperaktif dll Menurut penelitian di Jerman, tingkat kematian di antara anak-anak yang divaksinasi jauh lebih daripada yang tidak divaksinasi.
45. Vaksinasi, menjadi program medis massa yang diterima tanpa pertanyaan, menjadi peluncuran sempurna untuk bio terorisme. Negara-negara yang kuat dapat menyebar epidemi mematikan dengan hanya mencemari vaksin dengan agen senjata bio. Amerika Serikat telah menyerahkan penelitian vaksin untuk unit penelitian bioterorisme disebut Barda yang berfungsi di bawah Pentagon. Sebuah peringatan untuk efek ini telah terdengar oleh Wakil Presiden IAP dalam sebuah surat kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan di India.
46. Selain “menyelidiki” melakukan hal yang sama dengan virus cacar, dilaporkan bahwa vaksin flu burung “senjata Bergengsi” telah dirancang oleh Pentagon untuk digunakan sebagai agen biowarfare.
47. Vaksin juga telah digunakan untuk memastikan pengendalian populasi. Sebuah batch vaksin tetanus telah digunakan di banyak negara Asia untuk membuat populasi betina steril. Hal ini dilakukan dengan memperkenalkan suatu hormon yang dengan menginduksi antibodi akan menggugurkan janin ketika terbentuk. Di India, Saheli, sebuah pertempuran LSM untuk hak-hak perempuan mengajukan PIL terhadap ini ketika fakta muncul.
48. Mercury, bagian dari vaksin, diketahui mengganggu sistem endokrin dan menyebabkan kemandulan pada pria dan wanita. Polisorbat 80, bahan lain vaksin, dan juga Squalene diketahui menyebabkan kemandulan.
49. Melalui RUU Kesehatan Masyarakat baru yang sedang disusun Pemerintah India berencana untuk memperkenalkan vaksinasi paksa dan mengancam aktivis anti-vaksinasi dengan denda tinggi dan hukuman penjara.
50. Institute Of Medicine, Amerika Serikat, meneliti kemungkinan hubungan antara vaksin dan autisme. Dalam laporan terakhirnya antara vaksin dan autisme pada tahun 2004 mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut tentang pertanyaan vaksin kontraproduktif : Menemukan kerentanan terhadap risiko ini dalam beberapa bayi akan mempertanyakan strategi vaksinasi universal yang merupakan pondasi dari program imunisasi dan dapat menyebabkan penolakan luas dari vaksin. IOM menyimpulkan bahwa upaya untuk menemukan hubungan antara vaksin dan autisme “harus seimbang terhadap manfaat yang lebih luas dari program vaksin saat ini untuk semua anak-anak”.
Apa pemaparan ini masih kurang? Apakah BAYI harus dikorbankan dalam rangka mengabadikan prosedur ilmiah?
(Sumber asli dalam bahasa inggris, Silahkan diterjemahkan dengan bahasa anda : 50 Reason Not To Vaccinate Your Children) Bila ada yg ingin didiskusikan, silahkan ke link asli.
Manfaat Daun Sirih Untuk Kesehatan Tubuh
10:53:00 AM
Bagi anda yang pada saat ini ingin mengetahui berbagai manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh, maka tentunya informasi tersebut sudah bisa anda dapatkan dengan mudah melalui berbagai media offline dan juga online. Banyak orang yang mungkin hanya mengetahui bahwa daun sirih tersebut hanya memiliki beberapa manfaat untuk permasalahan tertentu saja, namun sebenarnya daun sirih sendiri memiliki banyak sekali manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh kita.
Daun sirih sendiri merupakan daun yang tumbuh pada batang kecil yang biasanya merambat atau bersandar pada batang tanaman lain yang lebih besar, dan tanaman tersebut juga memang merupakan salah satu tanaman herbal yang memang asli berasal dari negara kita Indonesia.
Dan jika berbicara mengenai kandungan pada daun sirih, di dalam daun sirih tersebut memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung fenol serta antiseptik yang lima kali lebih tinggi jika dibandignkan dengan antiseptik lainnya. Maka dari itulah daun sirih tersebut juga kerap digunakan sebagai antibakteri karena kandungan yang dimilikinya terebut,
Dan di bawah ini adalah beberapa manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh yang dapat kita ketahui bersama
Manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh yang pertama adalah dapat digunakan untuk mengatasi mata yang gatal dan juga merah karena iritasi, hal tersebut tentu saja karena daun sirih tersebut memang mengandung antiseptik dan antibakteri yang tinggi sehingga dapat membantu mengatasi iritasi yang terjadi pada mata. Caranya sendiri adalah dengan merebus sekitar 6 lembar daun sirih yang masih segar dengan 1 gelas air, rebus hingga mendidih dan air rebusan berubah warna lalu angkat dan tiriskan. Gunakan air rebusan tersebut selagi hangat untuk membasuh mata hingga 3 kali dalam sehari.
Manfaat daun sirih untuk kesehatan tubuh lainnya yang dapat diketahui adalah dapat membantu mengtasi permasalahan bau badan karena keringat berlebih yang bercampur dengan berbagai bakteri di tubuh. Caranya sendiri sangatlah mudah, yaitu dengan menyiapkan 3 lembar daun sirih segar kemudian cuci hingga bersih, setelah itu didihkan air terlebih dahulu kemudian tuangkan pada sebuah gelas berukuran sedang dan masukan daun sirih tersebut beserta ½ sendok teh gula pasir. Aduk hingga gula larut dan biarkan hingga air tersebut hangat kuku, angkat daun sirih danminumlah ramuan tersebut.
read more http://thenoeleven.blogspot.com/2014...tan-tubuh.html
RS Berikan Jamu sebagai Rujukan Obat
4:08:00 PM
Senin, 24 Mei 2010 | 09:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS - Tradisi minum jamu untuk kesehatan sudah lama dilakukan sebagian masyarakat. Kini, di setiap rumah sakit umum direkomendasikan untuk menyediakan klinik obat tradisional. Sekarang sudah ada 17 rumah sakit pendidikan yang memberikan pelayanan jamu sebagai rujukan proses pengobatan.
Untuk meningkatkan jumlah dan jenis obat tradisional yang memenuhi persyaratan efikasi dan keamanan, kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian harus diintensifkan.
Demikian terungkap dalam seminar ”Prospek Pengembangan Jamu Menuju Indonesia yang Sehat dan Mandiri: Harapan dan Tantangannya”, Sabtu (22/5) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta. Tampil sebagai pembicara Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, dari Pusat Studi Obat Bahan Alam FMIPA UI; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Agus Purwadianto; dan Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat. Pembicara kunci adalah Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menkes mengatakan, ”Pasca- pencanangan kebangkitan jamu nasional dua tahun lalu, pemerintah sudah menyiapkan rambu-rambu dan juga sudah menempatkan studi mengenai jamu tradisional di universitas. Sudah ada Program Studi Herbal di Pascasarjana UI,” katanya.
Agus Purwadianto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan semua lini agar ada landasan ilmiah bagi jamu sebagai salah satu sarana pengobatan di samping pengobatan farmasi yang sudah ada. (NAL)
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/24/09014364/RS.Berikan.Jamu.sebagai.Rujukan.Obat
JAKARTA, KOMPAS - Tradisi minum jamu untuk kesehatan sudah lama dilakukan sebagian masyarakat. Kini, di setiap rumah sakit umum direkomendasikan untuk menyediakan klinik obat tradisional. Sekarang sudah ada 17 rumah sakit pendidikan yang memberikan pelayanan jamu sebagai rujukan proses pengobatan.
Untuk meningkatkan jumlah dan jenis obat tradisional yang memenuhi persyaratan efikasi dan keamanan, kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian harus diintensifkan.
Demikian terungkap dalam seminar ”Prospek Pengembangan Jamu Menuju Indonesia yang Sehat dan Mandiri: Harapan dan Tantangannya”, Sabtu (22/5) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta. Tampil sebagai pembicara Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, dari Pusat Studi Obat Bahan Alam FMIPA UI; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Agus Purwadianto; dan Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat. Pembicara kunci adalah Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menkes mengatakan, ”Pasca- pencanangan kebangkitan jamu nasional dua tahun lalu, pemerintah sudah menyiapkan rambu-rambu dan juga sudah menempatkan studi mengenai jamu tradisional di universitas. Sudah ada Program Studi Herbal di Pascasarjana UI,” katanya.
Agus Purwadianto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan semua lini agar ada landasan ilmiah bagi jamu sebagai salah satu sarana pengobatan di samping pengobatan farmasi yang sudah ada. (NAL)
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/24/09014364/RS.Berikan.Jamu.sebagai.Rujukan.Obat
Obat Tradisional yang Mulai Dilirik
12:10:00 PM
Jumat, 19 Februari 2010 | 15:44 WIB
KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.
1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.
Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.
2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.
Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.
3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.
Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.
4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.
Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.
5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.
Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.
1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.
Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.
2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.
Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.
3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.
Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.
4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.
Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.
5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.
Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
Triliunan Rupiah Dibelanjakan untuk Obat Ilegal
11:48:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 07:41 WIB
KOMPAS.com — Jerman dan Italia merupakan negara yang penduduknya paling sering membeli obat tanpa resep dokter dan membeli lewat internet atau titip kepada teman yang pergi ke luar negeri. Secara umum, penduduk di negara Eropa diperkirakan menghabiskan 1,5 miliar euro untuk membeli obat ilegal.
Menurut survei, 21 persen dari 14.000 responden di 14 negara Eropa mengatakan mereka membeli obat ilegal, dengan jumlah tertinggi 38 persen di Jerman dan Italia. Sementara itu, 12 dan 10 persen responden di Inggris dan Belanda juga membeli obat ilegal.
Obat penurun berat badan merupakan jenis obat yang paling sering dibeli, dilanjutkan dengan obat flu, obat antiimpotensi, obat untuk berhenti merokok, dan obat penghilang nyeri.
Demikian menurut laporan survei yang disponsori oleh raksasa farmasi, Pfizer. Pfizer merupakan perusahaan farmasi yang obatnya sering dipalsukan, terutama obat anti impotensi, Viagra, dan obat penurun kolesterol, Lipitor.
Obat ilegal sering kali mengandung zat kimia berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa perdagangan obat ilegal lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang. Obat ilegal mencakup obat palsu, obat yang standarnya tidak sesuai klaim, dan penyalahgunaan.
Survei yang dilakukan Pfizer ini menuai kritik karena dianggap menciptakan isu untuk meningkatkan profitnya yang tergerus akibat pembelian obat palsu oleh masyarakat. Namun, isu obat palsu ini ditanggapi serius oleh lembaga di Eropa.
Jim Thomson selaku Ketua European Alliance for Acces to Safe Medicine mengatakan bahwa hasil tes yang dilakukan lembaganya menunjukkan 62 persen obat yang dijual secara online adalah palsu atau mengandung kimia berbahaya. "Obat palsu memang membuat industri obat rugi, tapi lebih dari itu adalah meningkatkan biaya kesehatan masyarakat," katanya.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/20/0741426/Triliunan.Rupiah.Dibelanjakan.untuk.Obat.Ilegal
KOMPAS.com — Jerman dan Italia merupakan negara yang penduduknya paling sering membeli obat tanpa resep dokter dan membeli lewat internet atau titip kepada teman yang pergi ke luar negeri. Secara umum, penduduk di negara Eropa diperkirakan menghabiskan 1,5 miliar euro untuk membeli obat ilegal.
Menurut survei, 21 persen dari 14.000 responden di 14 negara Eropa mengatakan mereka membeli obat ilegal, dengan jumlah tertinggi 38 persen di Jerman dan Italia. Sementara itu, 12 dan 10 persen responden di Inggris dan Belanda juga membeli obat ilegal.
Obat penurun berat badan merupakan jenis obat yang paling sering dibeli, dilanjutkan dengan obat flu, obat antiimpotensi, obat untuk berhenti merokok, dan obat penghilang nyeri.
Demikian menurut laporan survei yang disponsori oleh raksasa farmasi, Pfizer. Pfizer merupakan perusahaan farmasi yang obatnya sering dipalsukan, terutama obat anti impotensi, Viagra, dan obat penurun kolesterol, Lipitor.
Obat ilegal sering kali mengandung zat kimia berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa perdagangan obat ilegal lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang. Obat ilegal mencakup obat palsu, obat yang standarnya tidak sesuai klaim, dan penyalahgunaan.
Survei yang dilakukan Pfizer ini menuai kritik karena dianggap menciptakan isu untuk meningkatkan profitnya yang tergerus akibat pembelian obat palsu oleh masyarakat. Namun, isu obat palsu ini ditanggapi serius oleh lembaga di Eropa.
Jim Thomson selaku Ketua European Alliance for Acces to Safe Medicine mengatakan bahwa hasil tes yang dilakukan lembaganya menunjukkan 62 persen obat yang dijual secara online adalah palsu atau mengandung kimia berbahaya. "Obat palsu memang membuat industri obat rugi, tapi lebih dari itu adalah meningkatkan biaya kesehatan masyarakat," katanya.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/20/0741426/Triliunan.Rupiah.Dibelanjakan.untuk.Obat.Ilegal
80 Obat Generik Langka di Kawasan Timur
11:29:00 AM
10/02/2010 - 17:09
INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 80 macam obat generik sulit ditemukan di kabupaten/kota pada wilayah timur Indonesia.
"Yang langka kebanyakan obat-obat yang fast moving dan life saving seperti antibiotik injeksi, diazepam, cairan infus, dan sirup untuk anak-anak," kata Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawaty, di Jakarta, Rabu.
Sri yang menyatakan tidak ingat seluruh rincian daftar obat yang tak tersedia di sebagian wilayah tersebut.
Menurut dia, hal itu terjadi karena harga yang ditetapkan untuk obat-obat generik tersebut tidak menutup kebutuhan biaya produksi.
Ia menambahkan, biaya distribusi obat generik ke berbagai wilayah di kawasan timur yang harus ditanggung produsen dan pedagang besar farmasi, yang 78% di antaranya berada di Pulau Jawa, juga cukup tinggi sehingga mereka enggan memasarkan obat ke sana.
"Karena itu dalam peraturan yang baru pemerintah menaikkan harga obat generik yang sebelumnya di bawah biaya produksi supaya obat-obat tersebut kembali tersedia," katanya.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang harga obat generik, pemerintah menaikkan menaikkan 22 jenis obat generik yang terdiri atas 33 jenis sediaan obat generik.
"Kanaikannya antara 2,8% sampai 30%," katanya.
Pemerintah, kata dia, juga memperbolehkan produsen dan atau pedagang besar farmasi menambahkan biaya distribusi ke dalam harga jual obat dengan mengatur plafon penambahan biaya distribusi berdasarkan wilayah.
Menurut ketentuan itu, PBF yang mendistribusikan obat generik ke daerah regional I termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten tidak boleh menambahkan biaya distribusi ke harga obat.
PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional II yang mencakup Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat dapat menambahkan biaya distribusi maksimum lima persen.
Sementara PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional III seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, dan Sulawesi dapat menambahkan biaya distribusi maksimal 10 persen.
Untuk distribusi ke daerah di regional IV yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, PBF dapat menambahkan biaya maksimal 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai.
Kebijakan itu, kata dia, diharapkan dapat menjamin pemerataan ketersediaan dan keterjangkauan obat generik essensial di seluruh wilayah Indonesia.
"Tentunya itu akan diawasi, benar dilaksanakan atau tidak," katanya serta menambahkan pemerintah akan memberikan sanksi kepada produsen obat dan pedagang besar farmasi yang tidak mengikuti ketentuan. [*/mor]
http://www.inilah.com/news/read/gaya-hidup/2010/02/10/337332/80-obat-generik-langka-di-kawasan-timur/
INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 80 macam obat generik sulit ditemukan di kabupaten/kota pada wilayah timur Indonesia.
"Yang langka kebanyakan obat-obat yang fast moving dan life saving seperti antibiotik injeksi, diazepam, cairan infus, dan sirup untuk anak-anak," kata Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawaty, di Jakarta, Rabu.
Sri yang menyatakan tidak ingat seluruh rincian daftar obat yang tak tersedia di sebagian wilayah tersebut.
Menurut dia, hal itu terjadi karena harga yang ditetapkan untuk obat-obat generik tersebut tidak menutup kebutuhan biaya produksi.
Ia menambahkan, biaya distribusi obat generik ke berbagai wilayah di kawasan timur yang harus ditanggung produsen dan pedagang besar farmasi, yang 78% di antaranya berada di Pulau Jawa, juga cukup tinggi sehingga mereka enggan memasarkan obat ke sana.
"Karena itu dalam peraturan yang baru pemerintah menaikkan harga obat generik yang sebelumnya di bawah biaya produksi supaya obat-obat tersebut kembali tersedia," katanya.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang harga obat generik, pemerintah menaikkan menaikkan 22 jenis obat generik yang terdiri atas 33 jenis sediaan obat generik.
"Kanaikannya antara 2,8% sampai 30%," katanya.
Pemerintah, kata dia, juga memperbolehkan produsen dan atau pedagang besar farmasi menambahkan biaya distribusi ke dalam harga jual obat dengan mengatur plafon penambahan biaya distribusi berdasarkan wilayah.
Menurut ketentuan itu, PBF yang mendistribusikan obat generik ke daerah regional I termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten tidak boleh menambahkan biaya distribusi ke harga obat.
PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional II yang mencakup Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat dapat menambahkan biaya distribusi maksimum lima persen.
Sementara PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional III seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, dan Sulawesi dapat menambahkan biaya distribusi maksimal 10 persen.
Untuk distribusi ke daerah di regional IV yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, PBF dapat menambahkan biaya maksimal 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai.
Kebijakan itu, kata dia, diharapkan dapat menjamin pemerataan ketersediaan dan keterjangkauan obat generik essensial di seluruh wilayah Indonesia.
"Tentunya itu akan diawasi, benar dilaksanakan atau tidak," katanya serta menambahkan pemerintah akan memberikan sanksi kepada produsen obat dan pedagang besar farmasi yang tidak mengikuti ketentuan. [*/mor]
http://www.inilah.com/news/read/gaya-hidup/2010/02/10/337332/80-obat-generik-langka-di-kawasan-timur/
Cara Mengetahui Obat Generik
11:18:00 AM
Rabu, 10/02/2010 17:30 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Banyak pasien yang mengeluh sudah minta resep obat generik tapi biaya obat yang harus dikeluarkan tetap mahal. Bagaimana cara mengetahui bahwa obat tersebut adalah obat generik?
Pemerintah sendiri menggalakkan pemakaian obat generik karena harga obat generik lebih murah namun tetap memiliki efek atau khasiat yang sama.
"Semakin luas penggunaan obat generik di masyarakat, maka diharapkan nantinya obat generik bisa menjadi barometer yang dapat mempengaruhi harga obat-obatan lain. Karena saat ini kita tahu harga obat terbilang mahal," ujar Dra. Sri Indrawati, Apt. M.Kes, Dirjen Bina farmasi dan Alat Kesehatan Depkes, dalam acara press briefing jamkesmas dan obat generik di gedung Depkes, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Indrawati menuturkan ada beberapa obat generik yang bisa didapatkan langsung di apotek dan juga ada beberapa obat yang harus menggunakan resep dari dokter seperti antibiotik atau obat keras.
Tapi yang pasti masyarakat tak perlu khawatir dengan khasiatnya, karena obat generik tetap memiliki efek yang sama dengan obat lainnya akibat kandungan zat aktif dan cara produksinya sama. Yang membuat harga obat generik murah adalah karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan promosi.
Indrawati memberikan beberapa langkah untuk membedakan antara obat generik atau obat non-generik, yaitu:
1. Obat generik biasanya dijual dengan menggunakan nama kimia atau nama zat aktifnya, misal parasetamol untuk obat sakit kepala atau amoxicillin untuk antibiotik.
2. Terdapat logo obat generik pada kemasan obat tersebut.
3. Kemasan dari obat generik ini sangat sederhana, tidak seperti obat bermerek yang menggunakan kemasan warna warni dan menarik perhatian orang.
4. Pada obat generik biasanya orang sudah langsung tahu apa isi dari obat tersebut, sedangkan pada obat bermerek seseorang harus melihat komposisinya terlebih dahulu.
"Hal terpenting adalah masyarakat harus berani untuk meminta resep obat generik pada dokternya dan tidak perlu merasa khawatir," ujar Indrawati yang mengambil magister kesehatan di UI ini.
Indrawati menjelaskan samapai saat ini belum ada perbedaan kisaran harga yang pasti antara obat generik dengan obat bermerek karena ada yang bedanya sedikit tapi pada beberapa obat perbedaan harga obatnya sangat tinggi.
Tugas lain yang harus dijalankan adalah masyarakat memahami dengan baik bahwa ada obat yang harganya murah dengan kualitas baik atau tidak jelek. Sehingga akan dilakukan pelayanan dan pembinaan pada masyarakat dengan melibatkan bantuan puskesmas atau jasa pelayanan medis lainnya, lewat berbagai media dan juga acara-acara talkshow.
Apotek, rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan lain yang melayani penyaluran obat generik harus menggunakan harga eceran tertinggi (HET) sebagai harga patokan dan dilakukan sesuai dengan undang-undang yang ada. Diharapkan dengan adanya rasionalisasi harga obat ini, maka obat generik bisa tersedia di seluruh pelosok daerah dengan harga yang terjangkau.
Agar produsen farmasi mau mendistribusikan obatnya maka dilakukan regionalisasi daerah dengan harga yang berbeda untuk setiap pembagian regional. Harga ini ditetapkan agar tidak ada obat generik yang harganya di bawah harga produsen.
"Agar produsen farmasi mau menyediakan obat generik ke daerah-daerah pelosok, maka biaya distribusinya berbeda untuk tiap regional. Untuk regional 2 maksimal 2 persen, regional 3 maksimal 10 persen an untuk regional 4 maksimal 20 persen," ujar sekretaris jenderal Depkes dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM .
Pembagian regional ini adalah:
Regional 1: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Lampung dan Banten.
Regional 2: wilayah Sumatera dan NTB.
Regional 3: wilayah Kalimantan, Sulawesi dan NAD.
Regional 4: NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
"Karena itu kami melakukan penilaian kembali dan rasionalisasi harga obat generik dengan mengkaji 453 item obat generik, yaitu sebanyak 106 obat generik mengalami penurunan harga, 33 item (sekitar 7 persennya) mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 2,2-3 persen dengan kenaikan tertinggi sebesar 30 persen dan sebanyak 314 obat generik tidak mengalami perubahan harga," ungkap Indrawati.
(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2010/02/10/173040/1296960/766/cara-mengetahui-obat-generik
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Banyak pasien yang mengeluh sudah minta resep obat generik tapi biaya obat yang harus dikeluarkan tetap mahal. Bagaimana cara mengetahui bahwa obat tersebut adalah obat generik?
Pemerintah sendiri menggalakkan pemakaian obat generik karena harga obat generik lebih murah namun tetap memiliki efek atau khasiat yang sama.
"Semakin luas penggunaan obat generik di masyarakat, maka diharapkan nantinya obat generik bisa menjadi barometer yang dapat mempengaruhi harga obat-obatan lain. Karena saat ini kita tahu harga obat terbilang mahal," ujar Dra. Sri Indrawati, Apt. M.Kes, Dirjen Bina farmasi dan Alat Kesehatan Depkes, dalam acara press briefing jamkesmas dan obat generik di gedung Depkes, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Indrawati menuturkan ada beberapa obat generik yang bisa didapatkan langsung di apotek dan juga ada beberapa obat yang harus menggunakan resep dari dokter seperti antibiotik atau obat keras.
Tapi yang pasti masyarakat tak perlu khawatir dengan khasiatnya, karena obat generik tetap memiliki efek yang sama dengan obat lainnya akibat kandungan zat aktif dan cara produksinya sama. Yang membuat harga obat generik murah adalah karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan promosi.
Indrawati memberikan beberapa langkah untuk membedakan antara obat generik atau obat non-generik, yaitu:
1. Obat generik biasanya dijual dengan menggunakan nama kimia atau nama zat aktifnya, misal parasetamol untuk obat sakit kepala atau amoxicillin untuk antibiotik.
2. Terdapat logo obat generik pada kemasan obat tersebut.
3. Kemasan dari obat generik ini sangat sederhana, tidak seperti obat bermerek yang menggunakan kemasan warna warni dan menarik perhatian orang.
4. Pada obat generik biasanya orang sudah langsung tahu apa isi dari obat tersebut, sedangkan pada obat bermerek seseorang harus melihat komposisinya terlebih dahulu.
"Hal terpenting adalah masyarakat harus berani untuk meminta resep obat generik pada dokternya dan tidak perlu merasa khawatir," ujar Indrawati yang mengambil magister kesehatan di UI ini.
Indrawati menjelaskan samapai saat ini belum ada perbedaan kisaran harga yang pasti antara obat generik dengan obat bermerek karena ada yang bedanya sedikit tapi pada beberapa obat perbedaan harga obatnya sangat tinggi.
Tugas lain yang harus dijalankan adalah masyarakat memahami dengan baik bahwa ada obat yang harganya murah dengan kualitas baik atau tidak jelek. Sehingga akan dilakukan pelayanan dan pembinaan pada masyarakat dengan melibatkan bantuan puskesmas atau jasa pelayanan medis lainnya, lewat berbagai media dan juga acara-acara talkshow.
Apotek, rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan lain yang melayani penyaluran obat generik harus menggunakan harga eceran tertinggi (HET) sebagai harga patokan dan dilakukan sesuai dengan undang-undang yang ada. Diharapkan dengan adanya rasionalisasi harga obat ini, maka obat generik bisa tersedia di seluruh pelosok daerah dengan harga yang terjangkau.
Agar produsen farmasi mau mendistribusikan obatnya maka dilakukan regionalisasi daerah dengan harga yang berbeda untuk setiap pembagian regional. Harga ini ditetapkan agar tidak ada obat generik yang harganya di bawah harga produsen.
"Agar produsen farmasi mau menyediakan obat generik ke daerah-daerah pelosok, maka biaya distribusinya berbeda untuk tiap regional. Untuk regional 2 maksimal 2 persen, regional 3 maksimal 10 persen an untuk regional 4 maksimal 20 persen," ujar sekretaris jenderal Depkes dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM .
Pembagian regional ini adalah:
Regional 1: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Lampung dan Banten.
Regional 2: wilayah Sumatera dan NTB.
Regional 3: wilayah Kalimantan, Sulawesi dan NAD.
Regional 4: NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
"Karena itu kami melakukan penilaian kembali dan rasionalisasi harga obat generik dengan mengkaji 453 item obat generik, yaitu sebanyak 106 obat generik mengalami penurunan harga, 33 item (sekitar 7 persennya) mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 2,2-3 persen dengan kenaikan tertinggi sebesar 30 persen dan sebanyak 314 obat generik tidak mengalami perubahan harga," ungkap Indrawati.
(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2010/02/10/173040/1296960/766/cara-mengetahui-obat-generik
Waspadai Obat Kuat Racikan
11:16:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010 | 8:38 WIB
Surabaya - Surya- Anda suka mengonsumsi obat kuat, pegal linu, dan penurun berat badan? Waspadalah, karena di Surabaya dan sekitar saat ini banyak beredar obat-obatan jenis itu yang ternyata isinya hasil racikan home industry milik Andreas, 43, warga Jl Asem Jajar, Surabaya.
Tentu saja obat-obat yang berlabel persis produk asli itu bisa mengancam keselamatan konsumen, karena tidak melalui penelitian maupun pemeriksaan Dinkes. Andreas digerebek polisi, Selasa (9/2) malam. Dari tangan tersangka, jajaran Polwiltabes Surabaya menyita 48 pak obat kuat king cobra kapsul, sembilan pak king cobra serbuk, 10 pak menjangan, dan 37 pak kuat blue magic.
Selain itu juga tujuh pak obat penurun berat badan sexy alami, 13 pak cap long, 24 pak super X, 29 pak casanova, 31 cap Singa. Juga, 19 bungkus bahan baku jamu penambah stamina dan pegal linu yang belum dikemas.
Kasat Reskrim PolwiltabesSurabaya, AKBP Anom Wibowo ,didampingi Kanit Idik V, AKP Hendri Umar menjelaskan, tersangka adalah pemilik UD Anugerah Jaya yang bergerak di bidang jual beli sepatu sandal. Sejak lima bulan lalu, tersangka membuka usaha lain, yakni memperdagangkan barang berupa obat-obatan dan jamu.
Obat yang diperdagangkan itu mulai obat penambah vitalitas laki-laki dan obat diet untuk kaum perempuan. Tersangka tidak memiliki SIUP dan Tanda Daftar Industri (TDI). Dia akan dijerat Pasal 40 Ayat 1 jo Pasal 80 Ayat 4 huruf b UU RI/23/1992 tentang Kesehatan dan Pasal 8 Ayat 1 Huruf a, b, d, g, jo Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 62 Ayat 1 UU RI/8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Menurut Hendri, obat kuat dan diet yang dijual dan diproduksi tersangka sangat merugikan kesehatan konsumen. Pasalnya, tersangka tidak menggunakan komposisi saat meracik obat atau jamu. “Bisa jadi yang diserang adalah ginjal konsumen atau organ vital lainnya,”tuturnya, Rabu (10/2).
Hendri tak bisa menyebut bahan baku obat. Dia hanya menyatakan bahan baku masih diteliti di laboratorium. Ia mengaku membeli dari seseorang di Taman Bungkul. King cobra, casanova, long, menjangan, super X, blue magic, dan singa dibeli seharga Rp 35.000 isi 10 butir. Barang itu kemudian dijual lagi oleh tersangka Rp 45.000.
Cap Singa dibeli seharga Rp 21.000 dijual Rp 25.000. Sedang obat penurun berat badan sexy alami dibeli seharga Rp 14.500 dijual Rp 16.500. “Saya hanya membeli dan menjual. Darimana barang itu, saya tidak tahu,” tutur tersangka.
“Hak tersangka untuk berdalih. Tapi, kami menduga tersangka akan memproduksi sendiri. Bahan baku dibeli di Jl Panggung dan dikemas dalam bentuk kapsul,” papar AKP Hendri. nmif
http://www.surya.co.id/2010/02/11/waspadai-obat-kuat-racikan.html
Surabaya - Surya- Anda suka mengonsumsi obat kuat, pegal linu, dan penurun berat badan? Waspadalah, karena di Surabaya dan sekitar saat ini banyak beredar obat-obatan jenis itu yang ternyata isinya hasil racikan home industry milik Andreas, 43, warga Jl Asem Jajar, Surabaya.
Tentu saja obat-obat yang berlabel persis produk asli itu bisa mengancam keselamatan konsumen, karena tidak melalui penelitian maupun pemeriksaan Dinkes. Andreas digerebek polisi, Selasa (9/2) malam. Dari tangan tersangka, jajaran Polwiltabes Surabaya menyita 48 pak obat kuat king cobra kapsul, sembilan pak king cobra serbuk, 10 pak menjangan, dan 37 pak kuat blue magic.
Selain itu juga tujuh pak obat penurun berat badan sexy alami, 13 pak cap long, 24 pak super X, 29 pak casanova, 31 cap Singa. Juga, 19 bungkus bahan baku jamu penambah stamina dan pegal linu yang belum dikemas.
Kasat Reskrim PolwiltabesSurabaya, AKBP Anom Wibowo ,didampingi Kanit Idik V, AKP Hendri Umar menjelaskan, tersangka adalah pemilik UD Anugerah Jaya yang bergerak di bidang jual beli sepatu sandal. Sejak lima bulan lalu, tersangka membuka usaha lain, yakni memperdagangkan barang berupa obat-obatan dan jamu.
Obat yang diperdagangkan itu mulai obat penambah vitalitas laki-laki dan obat diet untuk kaum perempuan. Tersangka tidak memiliki SIUP dan Tanda Daftar Industri (TDI). Dia akan dijerat Pasal 40 Ayat 1 jo Pasal 80 Ayat 4 huruf b UU RI/23/1992 tentang Kesehatan dan Pasal 8 Ayat 1 Huruf a, b, d, g, jo Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 62 Ayat 1 UU RI/8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Menurut Hendri, obat kuat dan diet yang dijual dan diproduksi tersangka sangat merugikan kesehatan konsumen. Pasalnya, tersangka tidak menggunakan komposisi saat meracik obat atau jamu. “Bisa jadi yang diserang adalah ginjal konsumen atau organ vital lainnya,”tuturnya, Rabu (10/2).
Hendri tak bisa menyebut bahan baku obat. Dia hanya menyatakan bahan baku masih diteliti di laboratorium. Ia mengaku membeli dari seseorang di Taman Bungkul. King cobra, casanova, long, menjangan, super X, blue magic, dan singa dibeli seharga Rp 35.000 isi 10 butir. Barang itu kemudian dijual lagi oleh tersangka Rp 45.000.
Cap Singa dibeli seharga Rp 21.000 dijual Rp 25.000. Sedang obat penurun berat badan sexy alami dibeli seharga Rp 14.500 dijual Rp 16.500. “Saya hanya membeli dan menjual. Darimana barang itu, saya tidak tahu,” tutur tersangka.
“Hak tersangka untuk berdalih. Tapi, kami menduga tersangka akan memproduksi sendiri. Bahan baku dibeli di Jl Panggung dan dikemas dalam bentuk kapsul,” papar AKP Hendri. nmif
http://www.surya.co.id/2010/02/11/waspadai-obat-kuat-racikan.html
Cacing Parasit dalam Obat Diet
11:05:00 AM
Rabu, 10/02/2010 16:00 WIB
Nurul Ulfah - detikHealth
Hongkong, Aneka ragam obat diet terus bermunculan. Baru-baru ini departemen kesehatan Hong Kong memperingatkan bahaya obat pelangsing dari China yang memakai cacing parasit. Cacing yang masuk melalui obat itu dipercaya bisa mengurangi berat badan karena memakan lemak di tubuh.
Orang yang ingin mengurangi berat badannya tak perlu mengurangi jumlah asupan makanannya karena si cacing dalam obat itu yang akan memakannya. Seperti itu kira-kira mekanisme kerja penurun obat penurun berat badan tersebut.
Produsen obat tersebut sengaja menambahkan telur cacing Ascaris ke dalam ramuan obatnya sebagai agen yang bisa mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh. Setelah masuk ke dalam usus, cacing Ascaris itu bisa tumbuh hingga mencapai panjang 15 inci atau 38 cm dan bisa menghasilkan 200.000 telur setiap harinya.
Meski bisa mengambil lemak-lemak dalam tubuh, tapi departemen kesehatan Hong Kong menemukan kasus berbahaya akibat konsumsi obat tersebut. Selain mengurangi lemak, obat itu juga bisa menyebabkan sakit perut, mual-mual, diare bahkan kekurangan gizi (malnutrisi).
"Parasit yang masuk dalam tubuh bisa menyebabkan komplikasi usus yang serius bahkan bisa menyerang organ-organ penting lainnya seperti paru-paru," kata perwakilan departemen kesehatan Hongkong seperti dilansir Telegraph, Rabu (10/2/2010).
Cacing Ascaris bisa saja dibasmi dengan obat cacing, tapi jika kondisinya sudah sangat parah dan membahayakan, harus dilakukan operasi untuk mengangkat cacing tersebut dari tubuh.
Bisnis yang berhubungan dengan diet adalah bisnis besar dan laris di Hong Kong. Peningkatan jumlah penderita obesitas dan perubahan pola hidup seperti banyaknya makanan cepat saji, jam kantor yang panjang dan gaya kerja workaholic menjadikan obat penurun berat badan menjadi incaran 7 juta orang di sana.
Selain obat pelangsing berisi cacing, masih banyak obat diet lainnya seperti baju pemicu keringat, suntik pelarutan lemak hingga lilin pembakar lemak
Namun sebelum membeli obat-obat penurun berat badan, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Jangan mudah tertipu oleh klaim-klaim menyesatkan dari obat penurun berat badan. Tapi sebagus-bagusnya obat tersebut, masih lebih bagus berolahraga dan mengubah pola makan.(fah/ir)
http://health.detik.com/read/2010/02/10/160011/1296865/763/cacing-parasit-dalam-obat-diet
Nurul Ulfah - detikHealth
Hongkong, Aneka ragam obat diet terus bermunculan. Baru-baru ini departemen kesehatan Hong Kong memperingatkan bahaya obat pelangsing dari China yang memakai cacing parasit. Cacing yang masuk melalui obat itu dipercaya bisa mengurangi berat badan karena memakan lemak di tubuh.
Orang yang ingin mengurangi berat badannya tak perlu mengurangi jumlah asupan makanannya karena si cacing dalam obat itu yang akan memakannya. Seperti itu kira-kira mekanisme kerja penurun obat penurun berat badan tersebut.
Produsen obat tersebut sengaja menambahkan telur cacing Ascaris ke dalam ramuan obatnya sebagai agen yang bisa mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh. Setelah masuk ke dalam usus, cacing Ascaris itu bisa tumbuh hingga mencapai panjang 15 inci atau 38 cm dan bisa menghasilkan 200.000 telur setiap harinya.
Meski bisa mengambil lemak-lemak dalam tubuh, tapi departemen kesehatan Hong Kong menemukan kasus berbahaya akibat konsumsi obat tersebut. Selain mengurangi lemak, obat itu juga bisa menyebabkan sakit perut, mual-mual, diare bahkan kekurangan gizi (malnutrisi).
"Parasit yang masuk dalam tubuh bisa menyebabkan komplikasi usus yang serius bahkan bisa menyerang organ-organ penting lainnya seperti paru-paru," kata perwakilan departemen kesehatan Hongkong seperti dilansir Telegraph, Rabu (10/2/2010).
Cacing Ascaris bisa saja dibasmi dengan obat cacing, tapi jika kondisinya sudah sangat parah dan membahayakan, harus dilakukan operasi untuk mengangkat cacing tersebut dari tubuh.
Bisnis yang berhubungan dengan diet adalah bisnis besar dan laris di Hong Kong. Peningkatan jumlah penderita obesitas dan perubahan pola hidup seperti banyaknya makanan cepat saji, jam kantor yang panjang dan gaya kerja workaholic menjadikan obat penurun berat badan menjadi incaran 7 juta orang di sana.
Selain obat pelangsing berisi cacing, masih banyak obat diet lainnya seperti baju pemicu keringat, suntik pelarutan lemak hingga lilin pembakar lemak
Namun sebelum membeli obat-obat penurun berat badan, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Jangan mudah tertipu oleh klaim-klaim menyesatkan dari obat penurun berat badan. Tapi sebagus-bagusnya obat tersebut, masih lebih bagus berolahraga dan mengubah pola makan.(fah/ir)
http://health.detik.com/read/2010/02/10/160011/1296865/763/cacing-parasit-dalam-obat-diet
Aturan Distribusi Obat Generik Diperlonggar
7:38:00 PM
Minggu, 7 Februari 2010 14:59 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melonggarkan aturan distribusi obat generik dengan memperbolehkan pabrik obat dan atau pedagang besar farmasi (PBF) menambahkan biaya distribusi pada harga obat generik yang disalurkan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali. Ketentuan baru itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang harga obat generik.
Tapi tetap saja pemerintah mengatur plafon penambahan biaya distribusi berdasarkan wilayah. "PBF dapat menambahkan biaya distribusi maksimal sampai 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai sesuai regionalnya. Tapi harga jual ke konsumen tetap tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan," kata Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawaty.
Menurut peraturan baru, PBF yang mendistribusikan obat generik ke daerah regional I termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten, tidak boleh menambahkan biaya distribusi ke harga obat. Penambahan biaya distribusi hanya diperbolehkan pada penyaluran obat generik ke daerah-daerah yang berada pada regional II, III dan IV.
Untuk regional II mencakup Pulau Sumatra, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat, dapat menambahkan biaya distribusi maksimum lima persen. Sementara untuk di regional III seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, dan Sulawesi dapat menambahkan biaya distribusi maksimal 10 persen.
"Untuk distribusi ke daerah di regional IV yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, PBF dapat menambahkan biaya maksimal 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai.
Menurut Sri, kebijakan itu diambil untuk menjamin ketersediaan obat di seluruh wilayah. "Supaya tidak ada lagi yang tidak mau mendistribusikan obat generik ke wilayah tertentu dengan alasan biaya distribusinya terlalu mahal," kata Sri.(Ant/BEY)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/07/10303/Aturan-Distribusi-Obat-Generik-Diperlonggar
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melonggarkan aturan distribusi obat generik dengan memperbolehkan pabrik obat dan atau pedagang besar farmasi (PBF) menambahkan biaya distribusi pada harga obat generik yang disalurkan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali. Ketentuan baru itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang harga obat generik.
Tapi tetap saja pemerintah mengatur plafon penambahan biaya distribusi berdasarkan wilayah. "PBF dapat menambahkan biaya distribusi maksimal sampai 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai sesuai regionalnya. Tapi harga jual ke konsumen tetap tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan," kata Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawaty.
Menurut peraturan baru, PBF yang mendistribusikan obat generik ke daerah regional I termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten, tidak boleh menambahkan biaya distribusi ke harga obat. Penambahan biaya distribusi hanya diperbolehkan pada penyaluran obat generik ke daerah-daerah yang berada pada regional II, III dan IV.
Untuk regional II mencakup Pulau Sumatra, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat, dapat menambahkan biaya distribusi maksimum lima persen. Sementara untuk di regional III seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, dan Sulawesi dapat menambahkan biaya distribusi maksimal 10 persen.
"Untuk distribusi ke daerah di regional IV yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, PBF dapat menambahkan biaya maksimal 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai.
Menurut Sri, kebijakan itu diambil untuk menjamin ketersediaan obat di seluruh wilayah. "Supaya tidak ada lagi yang tidak mau mendistribusikan obat generik ke wilayah tertentu dengan alasan biaya distribusinya terlalu mahal," kata Sri.(Ant/BEY)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/07/10303/Aturan-Distribusi-Obat-Generik-Diperlonggar
Dua Dokter Diadukan ke Polisi
11:28:00 AM
Jumat, 5 Februari 2010 | 9:40 WIB
Jakarta - SURYA- DITUDING melakukan malapraktik yang berujung kematian, dua dokter Rumah Sakit Bhakti Kartini, Bekasi Timur, dilaporkan ke Polrestro Bekasi oleh keluarga pasien.
Silviana Demina (40), pasien tersebut, meninggal dunia hari Kamis (4/2).
Menurut suaminya, Noldy Pratasis (33), Silviana meninggal karena tidak mendapat perawatan yang sesuai dengan standar dari pihak rumah sakit. Tindakan medis yang dilakukan bukan membuat istrinya membaik, melainkan lebih parah.
Noldy telah melaporkan kasus yang dia anggap malapraktik itu ke Polrestro Bekasi hari Rabu (3/1), saat istrinya koma. Dia menganggap dua dokter, Hdy dan Arn, tidak memberikan pelayanan medis sesuai standar kepada istrinya.
Warga Taman Wisma Asri RT 04/22, Telukpucung, Bekasi Utara, ini mengatakan, pada 20 Oktober 2009 Silviana mengeluh sakit perut sehingga dibawa ke RS Bhakti Kartini. Setelah seminggu dirawat, ibu empat anak itu menjalani operasi. “Dokter pertama yang menangani awalnya bilang istri saya terkena gangguan usus buntu, tapi menjelang operasi dikatakan istri saya mengalami infeksi usus bernanah dan teroid. Mana yang benar, saya jadi enggak mengerti,” tuturnya.
Seusai dioperasi, Silviana dibawa ke ruang intensive care unit (ICU). Setelah sebulan menjalani perawatan, dia pun diperbolehkan pulang.
Seminggu di rumah, ternyata sakit pada perutnya kambuh. Dia pun dirawat lagi di ruang intermediate seminggu di rumah sakit yang sama sebelum diperbolehkan pulang.
Rupanya beberapa hari di rumah kondisi Silviana tak membaik. Noldy pun mengalihkan perawatan istrinya ke RS Hermina. Seminggu menjalani perawatan di rumah sakit itu, Silviana kembali dirujuk ke RS Bhakti Kartini.
“Operasi kedua di RS Kartini itu tanpa persetujuan saya. Itu ditandatangani pasien sendiri. Sehari sebelum operasi istri saya justru pulang, bukannya istirahat di rumah sakit,” ujar Noldy.
Menurut dia, sampai lebih dari seminggu setelah operasi kedua itu Silviana tak juga sembuh. Selanjutnya dilakukan mediasi antara keluarganya dan pihak RS Bhakti Kartini, ditengahi perwakilan RS Hermina. Sesuai permintaan Silviana, perawatan akhirnya dipindahkan ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
“Sebelum istri saya dirujuk ke RS Mitra Keluarga, pihak RS Bhakti Kartini menyatakan secara lisan akan mengganti seluruh biaya perawatan istri saya hingga sembuh. Bukannya sembuh, istri saya justru koma,” ujar Noldy.
Warta Kota yang mendatangi RS Bhakti Kartini, Rabu (3/1), untuk meminta konfirmasi perihal kasus ini hanya ditemui oleh koordinator keamanan bernama Hardi. “Ibu (Direktur, Neneng DN—Red) sedang rapat di luar. Tidak tahu kembali atau tidak. Tinggalkan saja nomor telepon, nanti dihubungi,” tuturnya.
Karena pihak rumah sakit tak kunjung menghubungi, Warta Kota kembali menyambangi RS Bhakti Kartini, Kamis (4/1), dan kembali ditemui Hardi. “Direktur rumah sakit sedang ada seminar di Bandung bersama para kepala bagian. Setelah seminar dilanjutkan dengan raker seminggu,” tuturnya.
Kapolrestro Bekasi Kombes Imam Sugianto membenarkan adanya laporan dari Noldy itu. “Belum bisa disimpulkan malapraktik, karena keluarganya belum selesai dimintai keterangan,” tuturnya saat dihubungi kemarin. Ichwan Chasani/warta kota
http://www.surya.co.id/2010/02/05/dua-dokter-diadukan-ke-polisi.html
Jakarta - SURYA- DITUDING melakukan malapraktik yang berujung kematian, dua dokter Rumah Sakit Bhakti Kartini, Bekasi Timur, dilaporkan ke Polrestro Bekasi oleh keluarga pasien.
Silviana Demina (40), pasien tersebut, meninggal dunia hari Kamis (4/2).
Menurut suaminya, Noldy Pratasis (33), Silviana meninggal karena tidak mendapat perawatan yang sesuai dengan standar dari pihak rumah sakit. Tindakan medis yang dilakukan bukan membuat istrinya membaik, melainkan lebih parah.
Noldy telah melaporkan kasus yang dia anggap malapraktik itu ke Polrestro Bekasi hari Rabu (3/1), saat istrinya koma. Dia menganggap dua dokter, Hdy dan Arn, tidak memberikan pelayanan medis sesuai standar kepada istrinya.
Warga Taman Wisma Asri RT 04/22, Telukpucung, Bekasi Utara, ini mengatakan, pada 20 Oktober 2009 Silviana mengeluh sakit perut sehingga dibawa ke RS Bhakti Kartini. Setelah seminggu dirawat, ibu empat anak itu menjalani operasi. “Dokter pertama yang menangani awalnya bilang istri saya terkena gangguan usus buntu, tapi menjelang operasi dikatakan istri saya mengalami infeksi usus bernanah dan teroid. Mana yang benar, saya jadi enggak mengerti,” tuturnya.
Seusai dioperasi, Silviana dibawa ke ruang intensive care unit (ICU). Setelah sebulan menjalani perawatan, dia pun diperbolehkan pulang.
Seminggu di rumah, ternyata sakit pada perutnya kambuh. Dia pun dirawat lagi di ruang intermediate seminggu di rumah sakit yang sama sebelum diperbolehkan pulang.
Rupanya beberapa hari di rumah kondisi Silviana tak membaik. Noldy pun mengalihkan perawatan istrinya ke RS Hermina. Seminggu menjalani perawatan di rumah sakit itu, Silviana kembali dirujuk ke RS Bhakti Kartini.
“Operasi kedua di RS Kartini itu tanpa persetujuan saya. Itu ditandatangani pasien sendiri. Sehari sebelum operasi istri saya justru pulang, bukannya istirahat di rumah sakit,” ujar Noldy.
Menurut dia, sampai lebih dari seminggu setelah operasi kedua itu Silviana tak juga sembuh. Selanjutnya dilakukan mediasi antara keluarganya dan pihak RS Bhakti Kartini, ditengahi perwakilan RS Hermina. Sesuai permintaan Silviana, perawatan akhirnya dipindahkan ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
“Sebelum istri saya dirujuk ke RS Mitra Keluarga, pihak RS Bhakti Kartini menyatakan secara lisan akan mengganti seluruh biaya perawatan istri saya hingga sembuh. Bukannya sembuh, istri saya justru koma,” ujar Noldy.
Warta Kota yang mendatangi RS Bhakti Kartini, Rabu (3/1), untuk meminta konfirmasi perihal kasus ini hanya ditemui oleh koordinator keamanan bernama Hardi. “Ibu (Direktur, Neneng DN—Red) sedang rapat di luar. Tidak tahu kembali atau tidak. Tinggalkan saja nomor telepon, nanti dihubungi,” tuturnya.
Karena pihak rumah sakit tak kunjung menghubungi, Warta Kota kembali menyambangi RS Bhakti Kartini, Kamis (4/1), dan kembali ditemui Hardi. “Direktur rumah sakit sedang ada seminar di Bandung bersama para kepala bagian. Setelah seminar dilanjutkan dengan raker seminggu,” tuturnya.
Kapolrestro Bekasi Kombes Imam Sugianto membenarkan adanya laporan dari Noldy itu. “Belum bisa disimpulkan malapraktik, karena keluarganya belum selesai dimintai keterangan,” tuturnya saat dihubungi kemarin. Ichwan Chasani/warta kota
http://www.surya.co.id/2010/02/05/dua-dokter-diadukan-ke-polisi.html
Persaingan Distributor Obat Kian Tajam
11:27:00 AM
Sabtu, 6 Februari 2010 - 9:12 WIB
BANDUNG (Pos Kota) – Persaingan distribusi obat antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan swasta semakin ketat dan tajam, akibat pertumbuhan usaha distributor swasta yang cenderung tidak terlalu terikat dengan kewajiban sosial, yakni kewajiban memasok obat-obatan ke daerah terpencil dan pulau terluar, dengan pelayanan terbaik dan harga terjangkau, seperti yang diwajibkan kepada BUMN.
Deputi Bidang Usaha dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN, Muchayat, di sela-sela Rapat Kerja Nasional BUMN distributor farmasi, Jumat (5/2) di Bandung mengatakan, dari Rp 33 triliun nilai perdagangan farmasi nasional, dalam tahun 2009, sekitar 90 persen, atau lebih dari Rp 30 triliun, dinikmati distributor swasta. BUMN distributor farmasi, yakni PT Indofarma Global Medika, Kimia Farma Trading dan Rajawali Nusindo, hanya menikmati share Rp. 3 triliun.
Menurut Muchayat, ke depan BUMN distributor farmasi harus melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya menggunakan jaringan pemasaran secara bersama-sama, baik jaringan dalam negeri, yang dimiliki PT Indofarma Global Medika dan Kimia Farma, maupun jaringan perdagangan internasional yang dimiliki PT Bio Farma, karena memasuki 2010, BUMN distributor farmasi ditargetkan menguasai 20 persen dari perdagangan produk farmasi senilai Rp. 38 triliun.
“Dengan melakukan sinergitas, BUMN distributor farmasi, bisa memperluas penguasaan pasar dan mempertahankan harga, tanpa menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dirut PT Bio Farma Iskandar dan Indofarma Global Medika, Ary Gunawan menyambut baik penggunaan jaringan perdagangan, baik perdagangan dalam negeri, maupun luar negeri, secara bersama-sama. Dengan kekuatan 117 cabang pemasaran dan 1.211 personal di seluruh Indonesia, distribusi farmasi akan semakin merata dan harganya tetap terajngkau, kata kedua petinggi BUMN bidang farmasi ini. (chevy/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/02/06/persaingan-distributor-obat-kian-tajam
BANDUNG (Pos Kota) – Persaingan distribusi obat antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan swasta semakin ketat dan tajam, akibat pertumbuhan usaha distributor swasta yang cenderung tidak terlalu terikat dengan kewajiban sosial, yakni kewajiban memasok obat-obatan ke daerah terpencil dan pulau terluar, dengan pelayanan terbaik dan harga terjangkau, seperti yang diwajibkan kepada BUMN.
Deputi Bidang Usaha dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN, Muchayat, di sela-sela Rapat Kerja Nasional BUMN distributor farmasi, Jumat (5/2) di Bandung mengatakan, dari Rp 33 triliun nilai perdagangan farmasi nasional, dalam tahun 2009, sekitar 90 persen, atau lebih dari Rp 30 triliun, dinikmati distributor swasta. BUMN distributor farmasi, yakni PT Indofarma Global Medika, Kimia Farma Trading dan Rajawali Nusindo, hanya menikmati share Rp. 3 triliun.
Menurut Muchayat, ke depan BUMN distributor farmasi harus melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya menggunakan jaringan pemasaran secara bersama-sama, baik jaringan dalam negeri, yang dimiliki PT Indofarma Global Medika dan Kimia Farma, maupun jaringan perdagangan internasional yang dimiliki PT Bio Farma, karena memasuki 2010, BUMN distributor farmasi ditargetkan menguasai 20 persen dari perdagangan produk farmasi senilai Rp. 38 triliun.
“Dengan melakukan sinergitas, BUMN distributor farmasi, bisa memperluas penguasaan pasar dan mempertahankan harga, tanpa menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dirut PT Bio Farma Iskandar dan Indofarma Global Medika, Ary Gunawan menyambut baik penggunaan jaringan perdagangan, baik perdagangan dalam negeri, maupun luar negeri, secara bersama-sama. Dengan kekuatan 117 cabang pemasaran dan 1.211 personal di seluruh Indonesia, distribusi farmasi akan semakin merata dan harganya tetap terajngkau, kata kedua petinggi BUMN bidang farmasi ini. (chevy/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/02/06/persaingan-distributor-obat-kian-tajam
Perlukah Dokter Meresepkan Obat Semu ke Pasien?
10:26:00 AM
Jumat, 08/01/2010 17:08 WIB
Nurul Ulfah - detikHealth
New York, Obat yang tidak berisi bahan apa-apa atau dikenal dengan obat kosong, semu atau plasebo, kini sedang menjadi tren. Di Amerika, penggunaan obat plasebo meningkat karena terbukti berhasil menangani beberapa penyakit kronis. Dokter pun banyak meresepkan obat semu ini pada pasien.
Obat plasebo berfungsi dengan cara memberikan efek psikologis dan keyakinan untuk sembuh. Efek itu ternyata memiliki kekuatan lebih besar daripada efek bahan-bahan kimiawi dalam obat-obatan sesungguhnya.
Peneliti Amerika pernah sukses menggunakan obat plasebo dalam mengobati beberapa pasien psoriaris. Studi sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa efek plasebo berhasil menyembuhkan pasien lupus. Keberhasilan efek plasebo menangani penyakit psoriaris ini dipublikasikan dalamJournal Psychosomatic Medicine.
Penyakit psoriaris dipilih oleh peneliti sebagai bahan percobaan karena termasuk penyakit kronis yang berhubungan dengan sistem imun dan stres. Psoriaris disebabkan karena tubuh memproduksi sel-sel kulit yang berlebih sehingga kulit cepat mati dan menyebabkan rasa sakit. Penyakit ini menimpa sekitar 4 juta orang Amerika.
"Kami berhasil membuktikan bahwa obat plasebo bisa menangani penyakit psoriaris. Ada kemungkinan obat plasebo juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit lainnya terutama yang berhubungan dengan stres," kata Robert Ader, PhD, MD(hc), profesor dari University of Rochester School of Medicine & Dentistry seperti dilansir Blisstree, Jumat (8/1/2010).
Meski demikian, Profesor Ader mengatakan bahwa efek plasebo tidak akan menolong pasien yang sedang dalam kondisi tidak sadar atau mengganti suatu bahan yang tidak dapat diproduksi tubuh. Contohnya, obat plasebo tidak bisa mengobati penyakit diabetes tipe 1 yang kekurangan hormon insulin.
Keberhasilan teknik plasebo dalam menangani penyakit psoriaris membuktikan bahwa obat yang sebenarnya kosong dan tidak mengandung zat kimia apapun bisa menangani penyakit kronis lainnya seperti asma dan multiple sclerosis.
Efek plasebo lebih menekankan faktor psikologis dan keyakinan untuk sembuh. Namun yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat plasebo adalah dorongan psikologis yang harus dilakukan terus menerus.
Para peneliti pun setuju bahwa obat plasebo punya beberapa keuntungan dibanding obat asli karena:
1. Mengurangi efek samping bahan kimia yang masuk ke tubuh
2. Mengurangi risiko kecanduan obat atau keracunan
3. Mengurangi biaya pengeluaran untuk penyembuhan penyakit karena harganya yang lebih murah
(fah/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/08/170801/1274558/766/perlukah-dokter-meresepkan-obat-semu-ke-pasien
Nurul Ulfah - detikHealth
New York, Obat yang tidak berisi bahan apa-apa atau dikenal dengan obat kosong, semu atau plasebo, kini sedang menjadi tren. Di Amerika, penggunaan obat plasebo meningkat karena terbukti berhasil menangani beberapa penyakit kronis. Dokter pun banyak meresepkan obat semu ini pada pasien.
Obat plasebo berfungsi dengan cara memberikan efek psikologis dan keyakinan untuk sembuh. Efek itu ternyata memiliki kekuatan lebih besar daripada efek bahan-bahan kimiawi dalam obat-obatan sesungguhnya.
Peneliti Amerika pernah sukses menggunakan obat plasebo dalam mengobati beberapa pasien psoriaris. Studi sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa efek plasebo berhasil menyembuhkan pasien lupus. Keberhasilan efek plasebo menangani penyakit psoriaris ini dipublikasikan dalamJournal Psychosomatic Medicine.
Penyakit psoriaris dipilih oleh peneliti sebagai bahan percobaan karena termasuk penyakit kronis yang berhubungan dengan sistem imun dan stres. Psoriaris disebabkan karena tubuh memproduksi sel-sel kulit yang berlebih sehingga kulit cepat mati dan menyebabkan rasa sakit. Penyakit ini menimpa sekitar 4 juta orang Amerika.
"Kami berhasil membuktikan bahwa obat plasebo bisa menangani penyakit psoriaris. Ada kemungkinan obat plasebo juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit lainnya terutama yang berhubungan dengan stres," kata Robert Ader, PhD, MD(hc), profesor dari University of Rochester School of Medicine & Dentistry seperti dilansir Blisstree, Jumat (8/1/2010).
Meski demikian, Profesor Ader mengatakan bahwa efek plasebo tidak akan menolong pasien yang sedang dalam kondisi tidak sadar atau mengganti suatu bahan yang tidak dapat diproduksi tubuh. Contohnya, obat plasebo tidak bisa mengobati penyakit diabetes tipe 1 yang kekurangan hormon insulin.
Keberhasilan teknik plasebo dalam menangani penyakit psoriaris membuktikan bahwa obat yang sebenarnya kosong dan tidak mengandung zat kimia apapun bisa menangani penyakit kronis lainnya seperti asma dan multiple sclerosis.
Efek plasebo lebih menekankan faktor psikologis dan keyakinan untuk sembuh. Namun yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat plasebo adalah dorongan psikologis yang harus dilakukan terus menerus.
Para peneliti pun setuju bahwa obat plasebo punya beberapa keuntungan dibanding obat asli karena:
1. Mengurangi efek samping bahan kimia yang masuk ke tubuh
2. Mengurangi risiko kecanduan obat atau keracunan
3. Mengurangi biaya pengeluaran untuk penyembuhan penyakit karena harganya yang lebih murah
(fah/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/08/170801/1274558/766/perlukah-dokter-meresepkan-obat-semu-ke-pasien
Fasilitas Pemerintah Wajib Menggunakan Obat Generik
10:44:00 AM
Minggu, 31 Januari 2010 20:30 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah menggunakan obat generik esensial dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/068/1/2010 yang baru saja diterbitkan.
Aturan berlaku untuk dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Mereka juga harus menulis resep yang bia diambil di apotek atau di luar fasilitas pelayanan kesehatan bila obat generik yang dibutuhkan tidak tersedia.
Dokter di rumah sakit, puskesmas dan unit pelaksana teknis lainnya dapat menyetujui pergantian resep obat generik dengan obat generik bermerek dagang jika obat generik yang dimaksud belum tersedia.
Aturan itu juga menyebutkan bahwa apoteker dapat mengganti obat merek dagang atau obat paten dengan obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan atau pasien.
Melalui peraturan baru itu pemerintah juga mewajibkan pengelola instalasi farmasi rumah sakit mengelola obat di rumah sakit secara efektif dan efisien serta membuat prosedur perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan pemantauan obat yang digunakan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota juga diwajibkan membuat perencanaan, pengadaan, penyimpanan, penyediaan, pengelolaan dan pendistribusian obat kepada puskesmas dan pelayanan kesehatan lain.
Untuk pembinaan dan pengawasan, menurut peraturan itu, pemerintah, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dapat memberi peringatan lisan atau tertulis kepada dokter, tenaga kefarmasian dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.
Peringatan lisan atau tertulis diberikan paling banyak tiga kali dan apabila peringatan tidak dipatuhi, pemerintah aka menjatuhkan sanksi administratif kepegawaian kepada yang bersangkutan.
Obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propieritary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
Sementara obat generik bermerek atau bernama dagang adalah obat generik dengan nama dagang yang menggunakan nama milik produsen obat yang bersangkutan dan obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Obat esensial untuk diagnosis, profilaksis, dan terapi tercantum dalam Daftar Obat Esensial yang ditetapkan oleh menteri kesehatan.(Ant/ICH)
http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/01/31/9895/Fasilitas-Pemerintah-Wajib-Menggunakan-Obat-Generik
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah menggunakan obat generik esensial dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/068/1/2010 yang baru saja diterbitkan.
Aturan berlaku untuk dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Mereka juga harus menulis resep yang bia diambil di apotek atau di luar fasilitas pelayanan kesehatan bila obat generik yang dibutuhkan tidak tersedia.
Dokter di rumah sakit, puskesmas dan unit pelaksana teknis lainnya dapat menyetujui pergantian resep obat generik dengan obat generik bermerek dagang jika obat generik yang dimaksud belum tersedia.
Aturan itu juga menyebutkan bahwa apoteker dapat mengganti obat merek dagang atau obat paten dengan obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan atau pasien.
Melalui peraturan baru itu pemerintah juga mewajibkan pengelola instalasi farmasi rumah sakit mengelola obat di rumah sakit secara efektif dan efisien serta membuat prosedur perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan pemantauan obat yang digunakan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota juga diwajibkan membuat perencanaan, pengadaan, penyimpanan, penyediaan, pengelolaan dan pendistribusian obat kepada puskesmas dan pelayanan kesehatan lain.
Untuk pembinaan dan pengawasan, menurut peraturan itu, pemerintah, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dapat memberi peringatan lisan atau tertulis kepada dokter, tenaga kefarmasian dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.
Peringatan lisan atau tertulis diberikan paling banyak tiga kali dan apabila peringatan tidak dipatuhi, pemerintah aka menjatuhkan sanksi administratif kepegawaian kepada yang bersangkutan.
Obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propieritary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
Sementara obat generik bermerek atau bernama dagang adalah obat generik dengan nama dagang yang menggunakan nama milik produsen obat yang bersangkutan dan obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Obat esensial untuk diagnosis, profilaksis, dan terapi tercantum dalam Daftar Obat Esensial yang ditetapkan oleh menteri kesehatan.(Ant/ICH)
http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/01/31/9895/Fasilitas-Pemerintah-Wajib-Menggunakan-Obat-Generik
Obat Codein Picu Tingginya Kecelakaan Lalulintas
11:20:00 AM
Selasa, 26/01/2010 11:40 WIB
Nurul Ulfah - detikHealth
London, Obat codein banyak digunakan sebagai obat sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi). Tapi hati-hati jika mengonsumsi obat ini sewaktu berkendaraan karena menjadi penyebab tingginya kecelakaan lalulintas.
Studi di Kanada menyebutkan, codeine adalah salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas karena bisa memicu perasaan kantuk saat menyetir dan juga punya efek candu sama seperti morfin. Jika sudah begitu, bukan hanya nyeri yang hilang, tapi nyawa juga.
Peneliti dari Lakehead University and Northern Ontario School of Medicine, Kanada menganalisis ribuan data kematian akibat kecelakaan lalu lintas sejak tahun 1975.
Dari hasil studi diketahui bahwa hampir 2.100 pengendara yang meninggal dunia akibat kecelakaan ternyata adalah pengonsumsi obat penghilang rasa nyeri ini karena mengandung codeine dalam darahnya.
Selain mengantuk, obat pembunuh rasa nyeri yang lebih dikenal dengan Solpadeine dan Nurofen Plus itu juga ternyata bisa membuat seseorang sering membuat kesalahan dan menghasilkan respons lambat ketika dihadapkan pada sebuah bahaya.
Codein adalah obat yang biasanya diresepkan oleh dokter. Namun dalam dosis kecil, kandungan obat ini juga terdapat dalam parasetamol seperti Solpadeine atau bercampur dengan ibuprofen dalam Nurofen Plus. Obat-obatan tersebut bisa dibeli dengan bebas di apotik dan biasa diminum kapan saja ketika seseorang merasa nyeri atau sakit pada bagian tubuhnya.
Seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (26/1/2010), sekitar 27.000 paket obat yang mengandung codein dijual di Inggris tiap tahunnya. Obat yang punya sedikit efek candu ini dikelaskan setara dengan morfin dan methadone, yang juga punya efek candu.
Umumnya pengendara yang minum obat ini cenderung berkendara cepat dan ceroboh. Pria berisiko 74 persen mengalami kecelakaan sedangkan wanita 42 persen setelah mengonsumsi obat ini. Dalam journal Accident Analysis and Prevention dilaporkan bahwa pengendara muda paling banyak mengalami kecelakaan akibat obat ini.
Tahun lalu, pemerintah Inggris telah memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi pil codein lebih dari 3 hari karena adanya risiko kecanduan. Diperkirakan ada lebih dari 300.000 orang Inggris saat ini mengandalkan obat codein hanya untuk menghilangkan keluhan-keluhan ringan seperti sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi).
(fah/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/26/114024/1286155/763/obat-codein-picu-tingginya-kecelakaan-lalulintas
Nurul Ulfah - detikHealth
London, Obat codein banyak digunakan sebagai obat sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi). Tapi hati-hati jika mengonsumsi obat ini sewaktu berkendaraan karena menjadi penyebab tingginya kecelakaan lalulintas.
Studi di Kanada menyebutkan, codeine adalah salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas karena bisa memicu perasaan kantuk saat menyetir dan juga punya efek candu sama seperti morfin. Jika sudah begitu, bukan hanya nyeri yang hilang, tapi nyawa juga.
Peneliti dari Lakehead University and Northern Ontario School of Medicine, Kanada menganalisis ribuan data kematian akibat kecelakaan lalu lintas sejak tahun 1975.
Dari hasil studi diketahui bahwa hampir 2.100 pengendara yang meninggal dunia akibat kecelakaan ternyata adalah pengonsumsi obat penghilang rasa nyeri ini karena mengandung codeine dalam darahnya.
Selain mengantuk, obat pembunuh rasa nyeri yang lebih dikenal dengan Solpadeine dan Nurofen Plus itu juga ternyata bisa membuat seseorang sering membuat kesalahan dan menghasilkan respons lambat ketika dihadapkan pada sebuah bahaya.
Codein adalah obat yang biasanya diresepkan oleh dokter. Namun dalam dosis kecil, kandungan obat ini juga terdapat dalam parasetamol seperti Solpadeine atau bercampur dengan ibuprofen dalam Nurofen Plus. Obat-obatan tersebut bisa dibeli dengan bebas di apotik dan biasa diminum kapan saja ketika seseorang merasa nyeri atau sakit pada bagian tubuhnya.
Seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (26/1/2010), sekitar 27.000 paket obat yang mengandung codein dijual di Inggris tiap tahunnya. Obat yang punya sedikit efek candu ini dikelaskan setara dengan morfin dan methadone, yang juga punya efek candu.
Umumnya pengendara yang minum obat ini cenderung berkendara cepat dan ceroboh. Pria berisiko 74 persen mengalami kecelakaan sedangkan wanita 42 persen setelah mengonsumsi obat ini. Dalam journal Accident Analysis and Prevention dilaporkan bahwa pengendara muda paling banyak mengalami kecelakaan akibat obat ini.
Tahun lalu, pemerintah Inggris telah memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi pil codein lebih dari 3 hari karena adanya risiko kecanduan. Diperkirakan ada lebih dari 300.000 orang Inggris saat ini mengandalkan obat codein hanya untuk menghilangkan keluhan-keluhan ringan seperti sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi).
(fah/ir)
http://health.detik.com/read/2010/01/26/114024/1286155/763/obat-codein-picu-tingginya-kecelakaan-lalulintas
Tiga Obat Diet Bahayakan Jantung
10:30:00 AM
Jumat, 22 Januari 2010, 17:25 WIB
WASHINGTON -Otoritas kesehatan Eropa menyerukan untuk menghentikan penggunaan sejumlah obat diet keluaran Abbot Laboratories Inc. Pasalnya, obat-obatan itu berkaitan dengan risiko serangan jantung. Obat diet yang dimaksud adalah yang bermerek dagang Reductil, Reduxade, dan Zelium.
Menurut Badan POM Eropa, obat-obatan ini mengandung sibutramine yang disebut mereka: risikonya lebih besar ketimbang manfaatnya. Mereka menyarankan para dokter untuk tidak lagi merekomendasikan obat-obatan itu pada para pasiennya. Sementara itu, Komisi Eropa dalam waktu dekat akan merekomendasikan agar seluruh obat-obatan itu ditarik dari peredaran.
Di Amerika Serikat, otoritas pengawasan obat dan makanan Food and Drug Administration (FDA) juga menyerukan hal yang sama. Menurut mereka, penggunaan obat-obatan ini ditengarai meningkatkan serangan jantung dan stroke pada orang-orang dengan gangguan jantung.
FDA dalam keterangan tertulisnya menyatakan Abbott sudah setuju dengan imbauan mereka untuk tidak menggunakan obat-obatan itu pada pasien dengan riwayat penyakit jantung. Dalam waktu dekat, mereka akan mengadakan pertemuan dengan komite penasihat publik tentang langkah apa yang selanjutnya harus ditempuh.
Red: siwi
Sumber Berita: reuters
http://www.republika.co.id/berita/102001/tiga_obat_diet_keluaran_abbot_bahayakan_jantung
WASHINGTON -Otoritas kesehatan Eropa menyerukan untuk menghentikan penggunaan sejumlah obat diet keluaran Abbot Laboratories Inc. Pasalnya, obat-obatan itu berkaitan dengan risiko serangan jantung. Obat diet yang dimaksud adalah yang bermerek dagang Reductil, Reduxade, dan Zelium.
Menurut Badan POM Eropa, obat-obatan ini mengandung sibutramine yang disebut mereka: risikonya lebih besar ketimbang manfaatnya. Mereka menyarankan para dokter untuk tidak lagi merekomendasikan obat-obatan itu pada para pasiennya. Sementara itu, Komisi Eropa dalam waktu dekat akan merekomendasikan agar seluruh obat-obatan itu ditarik dari peredaran.
Di Amerika Serikat, otoritas pengawasan obat dan makanan Food and Drug Administration (FDA) juga menyerukan hal yang sama. Menurut mereka, penggunaan obat-obatan ini ditengarai meningkatkan serangan jantung dan stroke pada orang-orang dengan gangguan jantung.
FDA dalam keterangan tertulisnya menyatakan Abbott sudah setuju dengan imbauan mereka untuk tidak menggunakan obat-obatan itu pada pasien dengan riwayat penyakit jantung. Dalam waktu dekat, mereka akan mengadakan pertemuan dengan komite penasihat publik tentang langkah apa yang selanjutnya harus ditempuh.
Red: siwi
Sumber Berita: reuters
http://www.republika.co.id/berita/102001/tiga_obat_diet_keluaran_abbot_bahayakan_jantung
Mencari Cacing Korupsi Obat
10:50:00 AM
Jum'at, 22 Agustus 2008 , 13:18:00
Jaksa Geledah Kantor PT Rajawali Nusindo
Anak sekolah di Sanggau cacingan semua? Sebanyak 54.000 siswa harus menelan obat cacing seharga Rp 9,8 miliar. Baru dua tersangka ditetapkan.
Pontianak, Kejaksaan Tinggi Kalbar unjuk gigi, mengobok-obok kantor PT Rajawali Nusindo, Kamis (21/8), untuk mengumpulkan bukti tambahan kasus korupsi obat cacing Kabupaten Sanggau senilai Rp 9,8 miliar.
Sekitar dua jam lebih mulai pukul 14.30 kantor pemenang lelang pengadaan obat cacing di Jalan Jend. Urip, itu digeledah lima jaksa. Bukan mencari cacing, tetapi melacak data-data tersembunyi dari anggaran 2006 dan 2007 obat untuk 54.000 anak sekolah se kabupaten Sanggau.
Para jaksa terlihat serius membongkar arsip dan berkas-berkas di beberapa ruangan. Tak banyak kesulitan, para staf di perusahaan terlihat kooperatif memberikan apa yang diinginkan penegak hukum. Pasalnya, di Sanggau sendiri, sejumlah pejabat sudah diperiksa. Penggeledahan ini untuk melengkapi barang bukti, namun tertutup untuk wartawan.
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kalbar, Setia Untung Arimuladi SH, ia membenarkan sejumlah stafnya sedang melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan ketahanan fisik anak sekolah pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau APBD 2006 dan 2007. “Sementara saya belum bisa berkomentar banyak karena menyangkut penyidikan dan saat ini sedang dilakukan penggeledahan sehingga kita juga belum tahu hasilnya,” katanya singkat.
Sebagaimana diketahui, kasus ini di split dalam dua berkas dengan dua tersangka yaitu FPM, pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek 2006 dan PAT yang menjadi PPK untuk proyek 2007. Proyek tersebut dua tahun berturut-turut dianggarkan dalam APBD 2006 senilai Rp 3,641 miliar dan 2007 senilai Rp 6,270 miliar.
Bentuk pelaksanaan proyek itu melalui pemberian obat cacing dan multi vitamin untuk anak sekolah. Namun dalam pelaksanaannya diduga kuat terjadi penggelembungan harga atas jenis obat cacing Embacitrine Syrup dan multi vitamin Vicalcine Syrup.
Total pengadaan untuk obat cacing adalah 219.030 botol dan vitamin 109.518 botol yang kemudian diberikan kepada sekitar 54 ribu anak sekolah dasar dengan dosis masing-masing dua kali pemberian.
Berdasarkan hasil penyidikan pihak kejaksaan dilihat dari sejumlah bukti yang berhasil dikumpulkan, terjadi penggelembungan harga karena dari perbandingan harga riil di pasaran dengan harga perhitungan sendiri (owner estimate) yang disekapakati dalam kontrak terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan yang merugikan negara.
Harga pasaran Embacitrine Syrup Rp 7.200 per boks atau Rp 600 per botol menjadi Rp 6.500 pada pengadaan 2006 dan Rp 6.975 pada 2007. Sedangkan untuk Vicalcine Syrup di pasaran Rp 2.170 per botol menjadi Rp 18.500 pada pengadaan 2006 dan Rp 20.450 pada 2007.
Dalam dua tahun anggaran PT Rajawali Nusindo berjurut menjadi pemenang lelang sehingga membuat tim penyidik mengarahkan penggeledahan di perusahaan milik negara tersebut.
Sumber Equator di Kejati Kalbar menyebutkan hingga saat ini pihak kejaksaan telah memeriksa 18 orang saksi termasuk tersangka, sementara untuk melihat kerugian negara, Kejati telah memintakan audit ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Pontianak.
Dugaan kerugian negara untuk pengadaan proyek 2006 sekitar Rp 1,36 miliar dan 2007 sekitar Rp 2,93 miliar. Dari penyidikan yang dilakukan Kejati, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. (her)
http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5319
Jaksa Geledah Kantor PT Rajawali Nusindo
Anak sekolah di Sanggau cacingan semua? Sebanyak 54.000 siswa harus menelan obat cacing seharga Rp 9,8 miliar. Baru dua tersangka ditetapkan.
Pontianak, Kejaksaan Tinggi Kalbar unjuk gigi, mengobok-obok kantor PT Rajawali Nusindo, Kamis (21/8), untuk mengumpulkan bukti tambahan kasus korupsi obat cacing Kabupaten Sanggau senilai Rp 9,8 miliar.
Sekitar dua jam lebih mulai pukul 14.30 kantor pemenang lelang pengadaan obat cacing di Jalan Jend. Urip, itu digeledah lima jaksa. Bukan mencari cacing, tetapi melacak data-data tersembunyi dari anggaran 2006 dan 2007 obat untuk 54.000 anak sekolah se kabupaten Sanggau.
Para jaksa terlihat serius membongkar arsip dan berkas-berkas di beberapa ruangan. Tak banyak kesulitan, para staf di perusahaan terlihat kooperatif memberikan apa yang diinginkan penegak hukum. Pasalnya, di Sanggau sendiri, sejumlah pejabat sudah diperiksa. Penggeledahan ini untuk melengkapi barang bukti, namun tertutup untuk wartawan.
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kalbar, Setia Untung Arimuladi SH, ia membenarkan sejumlah stafnya sedang melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan ketahanan fisik anak sekolah pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau APBD 2006 dan 2007. “Sementara saya belum bisa berkomentar banyak karena menyangkut penyidikan dan saat ini sedang dilakukan penggeledahan sehingga kita juga belum tahu hasilnya,” katanya singkat.
Sebagaimana diketahui, kasus ini di split dalam dua berkas dengan dua tersangka yaitu FPM, pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek 2006 dan PAT yang menjadi PPK untuk proyek 2007. Proyek tersebut dua tahun berturut-turut dianggarkan dalam APBD 2006 senilai Rp 3,641 miliar dan 2007 senilai Rp 6,270 miliar.
Bentuk pelaksanaan proyek itu melalui pemberian obat cacing dan multi vitamin untuk anak sekolah. Namun dalam pelaksanaannya diduga kuat terjadi penggelembungan harga atas jenis obat cacing Embacitrine Syrup dan multi vitamin Vicalcine Syrup.
Total pengadaan untuk obat cacing adalah 219.030 botol dan vitamin 109.518 botol yang kemudian diberikan kepada sekitar 54 ribu anak sekolah dasar dengan dosis masing-masing dua kali pemberian.
Berdasarkan hasil penyidikan pihak kejaksaan dilihat dari sejumlah bukti yang berhasil dikumpulkan, terjadi penggelembungan harga karena dari perbandingan harga riil di pasaran dengan harga perhitungan sendiri (owner estimate) yang disekapakati dalam kontrak terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan yang merugikan negara.
Harga pasaran Embacitrine Syrup Rp 7.200 per boks atau Rp 600 per botol menjadi Rp 6.500 pada pengadaan 2006 dan Rp 6.975 pada 2007. Sedangkan untuk Vicalcine Syrup di pasaran Rp 2.170 per botol menjadi Rp 18.500 pada pengadaan 2006 dan Rp 20.450 pada 2007.
Dalam dua tahun anggaran PT Rajawali Nusindo berjurut menjadi pemenang lelang sehingga membuat tim penyidik mengarahkan penggeledahan di perusahaan milik negara tersebut.
Sumber Equator di Kejati Kalbar menyebutkan hingga saat ini pihak kejaksaan telah memeriksa 18 orang saksi termasuk tersangka, sementara untuk melihat kerugian negara, Kejati telah memintakan audit ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Pontianak.
Dugaan kerugian negara untuk pengadaan proyek 2006 sekitar Rp 1,36 miliar dan 2007 sekitar Rp 2,93 miliar. Dari penyidikan yang dilakukan Kejati, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. (her)
http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5319
Pemerintah Minta Maaf kepada Korban Skandal Thalidomide
11:47:00 PM
Sabtu, 16 Januari 2010 | 03:29 WIB
London, Jumat - Pemerintah Inggris, Kamis (14/1), meminta maaf kepada para korban skandal Thalidomide, setengah abad setelah ribuan bayi lahir dengan cacat bawaan setelah ibu mereka meminum obat antimual itu.
”Pemerintah ingin mengungkapkan penyesalannya dan simpati yang tulus atas cedera dan penderitaan yang dialami oleh semua yang terkena ketika ibu-ibu mereka saat hamil meminum obat thalidomide antara tahun 1958 dan 1961,” kata Menteri Kesehatan pada parlemen yang senyap.
”Kami mengakui baik kesulitan fisik maupun kesulitan emosional yang telah dihadapi oleh anak-anak yang terkena dan keluarga mereka sebagai akibat dari obat ini, dan tantangan-tantangan yang harus terus dihadapi banyak orang kerap kali setiap hari,” katanya.
”Saya tahu banyak Thalidomider telah lama menunggu untuk ini,” kata O'Brien, menggunakan istilah yang dipakai para korban obat itu yang masih hidup untuk merujuk diri mereka.
Skandal Thalidomide menyebabkan perubahan peraturan uji coba obat di seluruh dunia dan meningkatkan reputasi Badan Pangan dan Obat AS (FDA), yang merupakan suara tunggal yang menolak untuk meloloskan obat tersebut.
Thalidomide dipasarkan secara internasional kepada wanita-wanita hamil pada akhir 1950-an dan awal 1960-an sebagai pengobatan untuk mual pada pagi hari. Sekitar 10.000 bayi dilahirkan di seluruh dunia dengan cacat yang disebabkan obat itu, dari anggota tubuh yang berbentuk tak sempurna sampai bayi tanpa tangan atau kaki.
Bulan lalu, pemerintah mengumumkan paket 20 juta pound untuk program percobaan tiga tahun bagi kebutuhan kesehatan para Thalidomider di Inggris yang berjumlah 466 orang.
Pembuat obat itu di Inggris, Distillers Biochemicals, membayar ganti rugi 28 juta pound pada 1970-an setelah kalah di pengadilan. Di dunia terdapat 12.000 korban obat itu yang masih hidup. (Reuters/AFP/DI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/16/03295853/pemerintah.minta.maaf.kepada.korban.skandal.thalidomide
London, Jumat - Pemerintah Inggris, Kamis (14/1), meminta maaf kepada para korban skandal Thalidomide, setengah abad setelah ribuan bayi lahir dengan cacat bawaan setelah ibu mereka meminum obat antimual itu.
”Pemerintah ingin mengungkapkan penyesalannya dan simpati yang tulus atas cedera dan penderitaan yang dialami oleh semua yang terkena ketika ibu-ibu mereka saat hamil meminum obat thalidomide antara tahun 1958 dan 1961,” kata Menteri Kesehatan pada parlemen yang senyap.
”Kami mengakui baik kesulitan fisik maupun kesulitan emosional yang telah dihadapi oleh anak-anak yang terkena dan keluarga mereka sebagai akibat dari obat ini, dan tantangan-tantangan yang harus terus dihadapi banyak orang kerap kali setiap hari,” katanya.
”Saya tahu banyak Thalidomider telah lama menunggu untuk ini,” kata O'Brien, menggunakan istilah yang dipakai para korban obat itu yang masih hidup untuk merujuk diri mereka.
Skandal Thalidomide menyebabkan perubahan peraturan uji coba obat di seluruh dunia dan meningkatkan reputasi Badan Pangan dan Obat AS (FDA), yang merupakan suara tunggal yang menolak untuk meloloskan obat tersebut.
Thalidomide dipasarkan secara internasional kepada wanita-wanita hamil pada akhir 1950-an dan awal 1960-an sebagai pengobatan untuk mual pada pagi hari. Sekitar 10.000 bayi dilahirkan di seluruh dunia dengan cacat yang disebabkan obat itu, dari anggota tubuh yang berbentuk tak sempurna sampai bayi tanpa tangan atau kaki.
Bulan lalu, pemerintah mengumumkan paket 20 juta pound untuk program percobaan tiga tahun bagi kebutuhan kesehatan para Thalidomider di Inggris yang berjumlah 466 orang.
Pembuat obat itu di Inggris, Distillers Biochemicals, membayar ganti rugi 28 juta pound pada 1970-an setelah kalah di pengadilan. Di dunia terdapat 12.000 korban obat itu yang masih hidup. (Reuters/AFP/DI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/16/03295853/pemerintah.minta.maaf.kepada.korban.skandal.thalidomide
Ginkgo Biloba Tidak Membantu Daya Ingat
11:46:00 PM
04/01/2010 11:41
Restia Juwita
Liputan6.com, Los Angeles: Anda gemar mengosumsi suplemen penambah daya ingat? Kini, ada baiknya mempertimbangkan faedah nyatanya. Karena ginkgo giloba yang menjadi bahan utama suplemen semacam itu, menurut penelitian, ternyata tidak meningkatkan daya ingat dan tidak mencegah penurunan kognitif pada lansia.
Ekstrak berasal dari pohon ginkgo itu telah diuji sejak 1970-an oleh industri suplemen dan sejenisnya, sebagai jalan keluar untuk memperbaiki memori, gangguan kognitif, demensia, dan penyakit alzheimer. Menurut American Botanical Council, pengobatan tradisional Cina menggunakan ekstrak itu selama lebih dari 500 tahun.
"Satu-satunya hal positif yang ditemukan para peneliti adalah ginkgo sangat aman," jelas peneliti, seperti dikutip USA Today, baru-baru ini.
Penelitian terhadap ginkgo itu didanai oleh National Center for Complementary dan Alternatif Medicine, bagian dari National Institutes of Health. Penelitian dilakukan di enam pusat medis dan melibatkan lebih dari 3.000 orang berusia antara 72 hingga 96 tahun selama tujuh tahun.
Penelitian untuk memastikan, apakah ekstrak ginkgo biloba memberikan efek penurunan kognitif pada orang lanjut usia, khususnya memori, konstruksi visual-spasial, bahasa, perhatian, kecepatan psikomotor, dan fungsi eksekutif. Hasilnya, tidak ada efek!(RST/SHA)
http://kesehatan.liputan6.com/berita/201001/257338/Ginkgo.Biloba.Tidak.Membantu.Daya.Ingat
Restia Juwita
Liputan6.com, Los Angeles: Anda gemar mengosumsi suplemen penambah daya ingat? Kini, ada baiknya mempertimbangkan faedah nyatanya. Karena ginkgo giloba yang menjadi bahan utama suplemen semacam itu, menurut penelitian, ternyata tidak meningkatkan daya ingat dan tidak mencegah penurunan kognitif pada lansia.
Ekstrak berasal dari pohon ginkgo itu telah diuji sejak 1970-an oleh industri suplemen dan sejenisnya, sebagai jalan keluar untuk memperbaiki memori, gangguan kognitif, demensia, dan penyakit alzheimer. Menurut American Botanical Council, pengobatan tradisional Cina menggunakan ekstrak itu selama lebih dari 500 tahun.
"Satu-satunya hal positif yang ditemukan para peneliti adalah ginkgo sangat aman," jelas peneliti, seperti dikutip USA Today, baru-baru ini.
Penelitian terhadap ginkgo itu didanai oleh National Center for Complementary dan Alternatif Medicine, bagian dari National Institutes of Health. Penelitian dilakukan di enam pusat medis dan melibatkan lebih dari 3.000 orang berusia antara 72 hingga 96 tahun selama tujuh tahun.
Penelitian untuk memastikan, apakah ekstrak ginkgo biloba memberikan efek penurunan kognitif pada orang lanjut usia, khususnya memori, konstruksi visual-spasial, bahasa, perhatian, kecepatan psikomotor, dan fungsi eksekutif. Hasilnya, tidak ada efek!(RST/SHA)
http://kesehatan.liputan6.com/berita/201001/257338/Ginkgo.Biloba.Tidak.Membantu.Daya.Ingat
