Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke
Showing posts with label Green Consumerism. Show all posts

Pemkot Akan Buat Perda Kantong Plastik

5:47:00 PM
Kamis, 3 Juni 2010 | 15:04 WIB

* Tahun Depan Bisa Dibahas Dewan

BANDUNG, TRIBUN- Pemerintah Kota Bandung mewacanakan pembuatan peraturan daerah (perda) mengenai pengggunaan kantong plastik. Rencananya, Pemkot akan memasukkan aturan larangan penggunaan kantong plastik di toko-toko pakaian dan factory outlet.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, rencana pembuatan perda mengenai kantong plastik tersebut akan dibahas lebih detail oleh pihak pemkot. Pihaknya berharap dengan adanya perda tersebut penggunaan plastik dapat diminimalisasi.

"Alasannya karena plastik itu sampah yang paling susah terurai. Kalau nanti ada perda larangan penggunaan plastik jadi sampah yang tidak terurai akan berkurang," kata Dada usai melakukan launching Bandung Green & Clean (BGC) di Taman Pramuka, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (3/6).

Pemkot Bandung, kata Dada, juga akan tetap memperhatikan iklim usaha para pengusaha plastik yang ada di Kota Bandung. Oleh karena itu, pelarangan tidak akan dilakukans secara total. Pemkot masih akan mempertimbangkan jenis usaha apa akan dilarang menggunakan plastik.

Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan mengatakan, pihaknya setuju dengan rencana pembatasan penggunaan kantong plastik oleh Pemkot Bandung. Pihaknya juga siap melakukan pembahasan lebih mendalam terhadap lembaran kota (LK) yang nantinya diajukan pihak eksekutif ke legislatif.

Erwan menilai, rencana pembuatan perda tersebut merupakan upaya tepat pemkot dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, selain pembatasan kantong plastik, beberapa permasalahan lain yang menyangkut lingkungan hidup juga layak untuk diatur melalui perda. (*)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22697/pemkot-akan-buat-perda-kantong-plastik
Read On 0 comments

Cintai Lingkungan dengan Kantong Ajaib

5:47:00 PM
Kamis, 3 Juni 2010 | 15:41 WIB

MAU mulai mengkompos? Kalimat itulah yang ditawarkan anak-anak muda dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknolog (YPBB) dalam kampanye zerowaste dalam sebuah akun facebook mereka, belum lama ini. Beberapa jam setelah status FB itu terpampang tanggapan dari berbagai akun pun bermunculan. Banyak orang ternyata masih peduli dengan lingkungan.

DI akun facebook YPBB, tamu akun yang menerima undangan sebanyak 3.011 akun, sebanyak 2.198 belum menanggapi, 517 menolak, 225 menyatakan mungkin datang, dan 71 akun menyatakan akan hadir dalam acara Bikin (starter) TAKAKURA bareng.


Namun panitia sendiri sudah mempunyai target minimal 15 orang dengan masing-masing peserta dikenakan biaya sebesar Rp 35 ribu. Dan biaya peserta itu sesuai penjelasan panitia untuk penyediaan bahan penyusun Takakura seperti bahan-bahan starter, fasilitas pembuatan starter, file soft copy yang berisi manual penggunaan Takakura dan label penggunaan, skop kecil, stok sekam untuk bantalan sekam, serta snack dan makan siang.

"Kami beryukur peserta yang mendaftar lebih dari target minimal. Yang daftar 20 orang, tapi satu orang tidak hadir. Jumlah ini sangat ideal dengan kondisi tempat yang tidak terlalu besar dan panitia juga orangnya tidak banyak," Anil, Humas YPBB saat ditemui disela kegiatannya Bikin (starter) Takakura bareng di Kantor Detik Bandung Jalan Lombok 33, Sabtu (22/5) siang.

Meski jumlah peserta hanya 19 orang, lanjut Anil cukup mewakili untuk menjadikan para peserta itu sebagai pionir di daerahnya masing. Karena pesertanya cukup beragam, ada ibu rumah tangga, guru, mahasiswa, dan palajar.

Peran yang paling utama dalam pengelolaan sampah memang dibutuhkan kebijakan yang tepat dari pemerintah. Sebelum kebijakan itu dirasakan tepat, setiap keluarga dalam rumah tangga pun bisa berbuat sesuatu untuk mengurangi produksi sampah dari dalam rumah sendiri, serta menjadikannya bermanfaat. Salah satunya dengan cara menyimpan sampah organiknya pada kantong ajaib.

"Upaya pengurangan sampah dengan takakura itu, sesuai penelitinya mampu mengurangi sampah rumah tangga kita sebanyak 70 persen. Caranya cukup sederhana, hanya dua langkah yakni memisahkan dan memanfaatkan sampah," kata Dedi Supriyatna Staf Khusus Divisi Zero Waste YPBB saat ditemui Tribun seusai memberikan arahan Bikin (starter) Takakura bareng kepada peserta di Kantor Detik Bandung, Sabtu (22/5) siang.

Ditambahkan Dedi, komposting Takakura ini prinsipnya tidak jauh beda dengan biopori yang dibuat di halaman rumah. Keduanya berfungsi untuk membuat kompos dan bisa mengurangi volume sampah suatu komunitas. Bedanya hanya cara membuatnya, untuk Takakura dibutuhkan keranjang plastik berpori atau karung plastik atau keranjang bambu seperti tolombong. Lalu dibutuhkan kardus untuk menutup pinggiran dinding keranang, sekam dibungkus kain untuk alas bawah dan penutup atas keranjang sebelum ditutup lembaran kardus, serta bahan starternnya yang terdiri dari tanah gembur, bekatul, sekam dan air gula.

"Kalau biopori kan tinggal menggali lubang saja, dan tidak membutuhkan perhatian seperti Takakura," katanya.

Acara di kantor pemberitaan online Bandung itu cukup mengasyikan. Mereka bekerja sama serius tapi santai. Kelompok anak muda ini pun sudah merencanakan untuk acara selanjutnya yang difokuskan kepada pertemuan lanjutan untuk para pengguna takakura (baik lama maupun baru) berupa sharing dan konsultasi.

Titi, ibu rumah tangga yang menjadi peserta mengaku sangat tertarik karena ini merasa gelisah dengan kondisi lingkungan sekarang ini. Seperti soal sampah, masih banyak orang yang membuang sampah bukan pada tempatnya.
"Maka saat saya bertemu dengan kelompok anak-anak muda ini saat ada pameran di ITB, dan setelah diskusi banyak, saya jadi tertarik. Dan ini merupakan kegiatan ketiga kali yang saya ikuti," tutur warga Ciumbuleuit ini.

Peserta lainnya, Sidik warga Riung Bandung yang masih mahasiswa, juga merasa tertarik. "Meski baru ikut sekali, banyak hal baru saya dapat untuk lebih peduli lingkungan," ungkapnya. (dedy herdiana)

Sudah Ada Sejak Pertengahan 2007
TAKAKURA banyak dikenal orang sebagai keranjang sakti atau mungkin akan lebih enak lagi disebut si kantong ajaib. Karena Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga.

Bentuknya yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang ini disebut masyarakat sebagai keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat baik.

Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah organik di rumah tangga ini pertama kali dikenalkan berkat keberhasilan peniliti, Mr Koji Takakura yang penilitiannya pada tahun 2008. Ia merupakan utusan Jepang atas kerjasama antara KitakyushuSurabaya tentang mengelola sampah yang dimulai tahun 2001 sampai

2006. Selama itu Takakura dan timnya secara berkala datang ke Surabaya untuk melakukan penelitian dan melaksanakan hasil penelitian itu.Dalam penelitiannya , ia membiakkan bakteri tertentu yang "memakan" sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Ia pun menjadikan sampah rumah tangga. Kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering.

Jenis bakteri yang dikembangbiakkan oleh Takakura ini, kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut "Takakura Home Method" yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama keranjang sakti Takakura.Keberhasilan Mr. Takakura menemukan sistim kompos yang praktis tidak saja memberikan sumbangsih bagi teknologi penguraian sampah organik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah berbasis komunitas. (dedy herdiana/berbagai sumber)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22707/cintai-lingkungan-dengan-kantong-ajaib
Read On 0 comments

RI mampu jadi produsen produk pertanian organik

4:44:00 PM
Kamis, 27/05/2010 15:29:27 WIB

Oleh: Martin Sihombing

Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian organik yang aman untuk dikonsumsi memiliki nutrisi tinggi serta ramah lingkungan sangat besar. Sementara itu, potensi pertanian Indonesia untuk menghasilkan produk organik sangat besar sehingga diharapkan bisa menyuplai pangan ke dunia.

"Diharapkan Indonesia menjadi produsen organik terkemuka di dunia, mampu memasok pangan dunia," katanya dalam acara pembukaan Agro & Food Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, tadi pagi.

Selain itu, tambahnya, produk organik memiliki keunggulan bukan hanya bisa mudah diterima pasar global, tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena tingkat produktivitasnya tinggi.

Suswono mencontohkan untuk produktivitas padi organik bisa mencapai 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektare atau lebih banyak dari produksi padi yang dikembangkan melalui non-organik. "Jika harganya Rp4.000 per kg, satu hektare bisa mencapai Rp32 juta. Ini menambah peningkatan penghasilan yang luar biasa," katanya.

Menurut dia, pengembangan produk pertanian organik sudah dicanangkan sejak 2001. Hal itu sangat penting karena kampanye negatif terkait persoalan lingkungan cukup menjadi isu penting di era tuntutan global saat ini. "Untuk menjamin produk itu organik maka perlu disertifikasi. Ini untuk meningkatkan kepercayaan pasar," katanya.

Saat ini, tambahnya, ada tujuh lembaga sertifikasi produk organik di Indonesia yang diharapkan tetap menjaga kredibiltasnya. "Jangan sampai mengejar tuntutan mendapatkan keuntungan lalu mengambaikan ketentuan yang ada. Jadi harus menjaga kredibilitas," ujar menteri.

Mentan menyatakan pada 2010 merupakan titik awal bagi Indonesia untuk mengembangkan pertanian organik yang nantinya diharapkan mampu mengekspor produk organik ke dunia.

Sementara itu Pameran Agro and Food Expo 2010 yang berlangsung dari 27-30 Mei 2010 itu diikuti lebih dari 400 institusi dari dalam dan luar negeri seperti Turki, Korea, Taiwan, dan Malaysia. Peserta menampilkan produk makanan dan minuman dan industri pertanian dari hulu hingga hilir, perusahaan agribisnis, teknologi, dan jasa sektor industri pertanian.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Zaenal Bachrudiin menyatakan kegiatan pameran tersebut sebagai upaya mendukung go organic, yang di antaranya mempromosikan produk organik di pasar dan memperkenalkan pelaku usaha organik yang telah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO). "Tujuannya agar produk-produk tersebut bisa berdaya saing di pasar domestik dan ekspor," katanya.

Saat ini, tambahnya, sejumlah produk organik yang telah diekspor Indonesia antara lain kopi, kako, sayuran dan beras dengan tujuan beberapa negara.(msb)

http://web.bisnis.com/sektor-riil/agribisnis/1id183808.html
Read On 0 comments

Eropa Tolak Buah Asal Indonesia

5:39:00 PM
Rabu, 26 Mei 2010 - 14:55 WIB

JAKARTA (Pos Kota)-Pasar negara-negara Eropa tidak mau impor buah Indonesia dan produk olahannya dengan alasan belum memenuhi standar mutu Good Agriculture Practice (GAP).

“Meski volume dan nilai perdagangan buah Indonesia di pasar Eropa tidak terlalu besar, yakni sekitar 15 persen dari seluruh total ekspor, tetapi cukup memberikan dampak negatif bagi citra produk buah Indonesia secara keseluruhan,” kata Kepala Pusat Standarisasi dan Akreditasi Kementerian Pertanian Syukur Iwantono, kemarin.

Sebab pasar buah Indonesia di Eropa dikhawatirkan bisa direbut negara lain. Beberapa buah dan produk olahan yang banyak diekspor ke pasar Eropa di antaranya manggis, mangga, pisang, dan nanas.

Sejak Januari lalu, semua buah-buahan dan produk olahan asal Indonesia ditolak masuk ke Eropa. Sebenarnya bukan hanya Indonesia, negara lain seperti Malaysia dan Thailand juga kena dampak yang sama.

Agar bisa masuk pasar Eropa lagi, perusahaan eksportir buah harus mendapatkan sertifikat Europe GAP. Di Indonesia, lembaga perwakilan sertifikasi Europe GAP sudah ada.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan, neraca perdagangan buah pisang pada tahun 2003 mencapai 240.000 ton dengan nilai sebesar 510.000 juta dollar AS. Buah manggis sebanyak 9,3 juta ton, nilainya 9,31 juta dollar AS. Buah mangga sebanyak 580.000 ton dengan nilai 480.000 dollar AS. (faisal/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/26/eropa-tolak-buah-asal-indonesia
Read On 0 comments

Tumbuhan Alami Ampuh Usir Nyamuk

12:24:00 PM
Sabtu, 27 Februari 2010 13:30

Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu.

Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)

Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda. (foto: herbies-herbs.com)
Akar wangi. (foto: itrademarket.co)

Akar wangi. (foto: itrademarket.co)
Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)

Tanaman zodia. (foto: itrademarket.com)
Bunga geranium. (foto: google)

Bunga geranium. (foto: google)

* Sebelumnya
* 1 of 5
* Berikutnya

Meskipun bentuknya kecil, nyamuk adalah serangga yang juga mematikan. Penyebaran virus dan penyakit mudah sekali dibawa oleh nyamuk. Hanya dengan hinggap di bagian kulit kita ataupun menggigitnya, kita bisa terkena kuman yang dibawa nyamuk. Demam berdarah contohnya. Penyakit ini penyebarannya dibawa oleh nyamuk yang bernama Aedes Aegypti. Beberapa jenis obat pengusir nyamuk telah dikeluarkan untuk mengurangi tumbuh dan berkembang biaknya serangga itu.

Obat penyemprot nyamuk yang terbuat dari bahan-bahan kimiawi DEET sebenarnya tak baik untuk tubuh manusia. Disebutkan oleh situs Intent, beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide) pada obat penyemprot terkait dengan kerusakan pada otak. Nah, daripada menggunakan zat berbahaya di rumah, lebih baik pilih yang alami, kan?
Berikut adalah beberapa zat alami yang mampu mengusir nyamuk-nyamuk membandel.

Citronella
Ini adalah salah satu yang paling terkenal mampu mengusir nyamuk. Untuk dioleskan, pilih minyak esensial citronella murni, jangan minyak pewangi ruangan (fragrance oil). Minyak pewangi yang digunakan untuk membakar tidak cukup untuk dioleskan dan menghalau nyamuk.

Minyak kedelai
The New England Journal of Medicine melaporkan, bahwa minyak kedelai juga sama efektifnya dengan obat nyamuk DEET. Harga minyak kedelai pun lumayan terjangkau, plus baik sebagai pelembap kulit. Riset lain mengatakan, bahwa kandungan dalam kedelai bisa memperlambat pertumbuhan rambut pada tubuh ketika dioleskan.

Catnip
Sejenis tumbuhan harum bernama catnip ditengarai memiliki efektivitas 10 kali lebih baik dibanding DEET dalam menghalau nyamuk.

Minyak biji neem
Yang diekstrak dari tanaman yang tumbuh di India dikabarkan lebih efektif ketimbang DEET. Riset ini dikeluarkan oleh Institut Malaria di India.

Lavender
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu. Minyak lavender juga memiliki wangi yang harum dan memiliki efek menenangkan, baik untuk mengusir nyamuk. Carilah minyak esensial lavender untuk dibalurkan pada tubuh. Atau, sabun beraroma lavender.

Bawang putih
Nyamuk tak tahan bau bawang putih. Jika Anda benar-benar terganggu dengan nyamuk, coba makan banyak bawang putih, aromanya akan keluar lewat kulit Anda. Tentu jika Anda tak masalah dengan memiliki bau badan ini.

Akar Wangi
Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau ngengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan untuk nyamuk jenis itu.

Suren
Jika anda memiliki lahan pekarangan luas dan dipenuhi dengan pepohonan, ada bagusnya anda menanam tumbuhan suren. Tanaman ini terbukti sangat ampuh mengusir nyamuk. Tumbuhan yang bentuknya pohon berukuran 20 m ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam. Para petani kerap menanam suren di ladang-ladang pesawahan mereka, suren dipercaya juga dapat mengusir hama serangga tanaman.

Zodia
Tanaman Zodia adalah tumbuhan yang paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tak disukai serangga. Zat tersebut menghasilkan aroma yang tajam, jika tertiup angin aroma itu mudah sekali tersebar ke seluruh ruangan. Ada baiknya anda menanam zodia dalam pot dan meletakkannya di salah satu sudut ruangan anda. Ruangan anda bebas nyamuk deh.

Geranium
Tanaman jenis perdu ini memiliki aroma yang cukup harum namun tidak disukai serangga. Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan zat geraniol dan sitronelol ini bersifat antiseptik. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, tanaman ini bisa menjadi penghijau ruangan anda. Bentuknya yang indah bisa menjadikan tanaman ini sebagai media relaksasi mata.

Selasih
Yang terakhir adalah tanaman selasih. Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda.

Sederhana dan sangat cinta alam bukan? Kapan anda akan mulai mencobanya?. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/17932-tumbuhan-alami-ampuh-usir-nyamuk.html
Read On 0 comments

TMR Ancam Cabut Izin Pedagang Gunakan Sterofoam

11:27:00 AM
Senin, 1 Maret 2010 | 09:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meminimalisasi penggunaan sampah plastik yang tidak mudah didaur ulang, pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mulai memperketat penggunaan sterofoam sebagai wadah penyimpanan makanan. Bahkan, pihak pengelola mengancam akan mencabut izin berjualan kepada para pedagang yang masih menggunakan wadah tidak ramah lingkungan tersebut.

Kepala Humas dan Promosi TMR Wahyudi Bambang mengatakan, sosialisasi pelarangan menggunakan sterofoam itu telah dilakukan sejak bulan Desember 2009. Namun, sosialisasi hanya diberlakukan sebatas pada rombongan anak sekolah saja. Tapi saat ini, pihaknya juga akan menerapkan untuk semua para pengunjung dan pedagang.

“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi kepada semua pengunjung untuk tidak menggunakan bahan sterofoam sebagai penyimpan makanan,” kata Bambang yang ditemui di TMR, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2010).

Untuk menekan tingkat pencemaran sampah plastik yang memicu global warming dan menjaga kesehatan dari kemungkinan penyakit kanker, pihaknya juga memfokuskan sosialisasi pencegahan penggunaan sterofoam kepada para pedagang di lingkungan TMR.

Menurut Bambang, pedagang harus menjadi contoh bagi para pengunjung untuk tidak menggunakan bahan sterofoam sebagai alas makanan. Sehingga, jika pedagang kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi berupa pencabutan izin untuk berdagang di lingkungan TMR. “Karena ini merupakan kebijakan dari Kepala Kantor TMR,” ujarnya.

Rina (19), salah seorang pengunjung mengaku, hingga saat ini belum mendengar adanya larangan membawa sterofoam di TMR. Namun, Rina sangat menghargai, jika pihak Ragunan akan memberlakukan larangan tersebut. Mengingat bahaya akan kesehatan yang ditimbulkan di kemudian hari.

“Saya sangat setuju, tapi kalau bisa sosialisasi benar-benar mengena pada para pengunjung TMR. Sehingga warga bisa mengetahui bahaya yang ditimbulkan,” harapnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/03/01/09070115/TMR.Ancam.Cabut.Izin.Pedagang.Gunakan.Sterofoam
Read On 0 comments

Obat Tradisional yang Mulai Dilirik

12:10:00 PM
Jumat, 19 Februari 2010 | 15:44 WIB

KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.

1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.

Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.

2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.

Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.

3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.

Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.

4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.

Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.

5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.

Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
Read On 0 comments

Listrik Tenaga Sampah Operasi Bulan Depan

11:49:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 13:50 WIB

BEKASI - SURYA– Ujicoba listrik TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantargebang akan dilaksanakan akhir bulan ini. “Tanggal 8 Maret akan kita resmikan,” kata Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi, usai Jumat Keliling di Masjid Al-Hidayah, Jatikramat, Bekasi. Setelah Salat Jumat dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 1000 jamaah.

“Tanggal 28 ujicoba, lalu awal Maret, bulan depan akan diresmikan oleh menteri,” katanya yakin.

Listrik bertenaga sampah ini akan berkekuatan 2 MW yang diharapkan akan bisa menopang kebutuhan listrik di sekitar TPA dan sekitarnya. Dalam kesempatan sebelumnya, dua mesin generator sudah datang dan siap dioperasikan.

Peresmian dan pengoperasian listrik ini yang dibarengkan dengan Hari Jadi Kota Bekasi ke-13 ini sebagai upaya nyata Pemkot Bekasi memberdayakan sampah dari sisi ekonomis. Selain itu, sampah juga harus ditekan sisi pencemaran dengan menekan pembuangan gas methane. “Bekasi akan terang terus,” katanya.

Pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik ini dikelola pihak ketiga, PT Godang Tuajaya Jo PT Navigat. Listrik itu, kata walikota, akan dijual ke PLN dan sudah ada kesepakatan kerjasamanya.

Inovasi dan komitmen untuk menjadikan sampah zero waste (tanpa limbah) menjadi nilai khusus bagi Pemerintah Kota Bekasi. Di daerah lain, rencana bisa saja sudah ada, namun baru Kota Bekasi pertama kali yang menyala.

Atas upaya ini, Kota Bekasi kini tak lagi menganggap sampah menjadi masalah. Bahkan, Kota Bekasi sesumbar membutuhkan sampah dari daerah lain. Terlebih untuk sampah organik, maka akan sangat dibutuhkan. ”Silahkan saja,” katanya.

Upaya ini mendapat apresiasi dari Departemen Lingkungan Hidup. Saat kunjungan ke Kota Bekasi belum lama ini, Tri Bangun El Sony, Asisten Deputi Urusan Pengedalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Berskala Kecil Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan upaya dan komitmen Pemkot Bekasi perlu mendapat apresiasi. “Jarang daerah yang memiliki komitmen tinggi memperhatikan masalah gas flairing atau pengelolaan sampah,” katanya.

Listrik tenaga sampah yang dikembangkan di Kota Bekasi saat ini sudah berjalan di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi. Dengan bekerjasama perusahaan asing PT Gikoko, sampah diolah menjadi tenaga listrik sebesar 120 KVA dari rencana 500 KVA.

Sedangkan listrik tenaga sampah di TPA Bantargebang ditargetkan bisa mencapai 2 mega watt (MW).

Sampah di Kota Bekasi diarahkan menjadi potensi pemasukan kas daerah sekaligus harus ramah lingkungan. Saat ini, sampah sudah diolah menjadi kompos, listrik, dan gas flairing (pembakaran gas methane). chotim/sir/Pos Kota

http://www.surya.co.id/2010/02/20/listrik-tenaga-sampah-operasi-bulan-depan.html
Read On 0 comments

Blokade Blok Cepu

11:27:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010 | 8:32 WIB

Keracunan 9 Warga Dibawa ke RS

Bojonegoro - SURYA- Sembilan warga keracunan gas saat sedang melakukan pemblokadean akses jalan menuju ladang minyak Blok Cepu di Desa/Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Akibatnya, mereka harus dilarikan ke UGD RSUD Bojonegoro, Rabu (10/2).

Warga yang menjadi korban gas berbau menyengat itu adalah; Marji, 37; Imam Syafii, 25; Dimyati, 25; Saifuddin, 27; Sudirman, 21; Tarmuji, 25; Waras, 24; Arifin, 27 dan Didik, 25. Semuanya warga Dusun Cemlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, yang ikut memblokade akses jalan sebelah barat proyek Gas Oil Separation Plant (GOSP) atau jalan menuju Lapangan Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Peristiwa keracunan itu terjadi, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu warga yang sedang menggelar aksi menuntut ganti rugi tunai, tiba-tiba mual dan pusing serta muntah-muntah setelah mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari ladang pengeboran minyak PT Exxon Mobil yang dikelola Mobil Cepu Ltd (MCL). “Karena tidak kuat, saya sempat muntah-muntah,” terang Imam Syafii, salah satu korban.

Khawatir terjadi sesuatu, sembilan warga yang diduga keracunan itu langsung dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Sesampai di sana, para korban langsung mendapat perawatan di UGD rumah sakit milik Pemkab Bojonegoro tersebut. “Semua telah menjalani perawatan. Memang, keluhan dari para pasien adalah mual dan pusing,” terang Thomas Djaja, Humas RSUD Bojonegoro. Tapi, sekitar pukul 15.30 WIB, para korban sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Terpisah, Eksternal Relations Manager MCL, Deddy Afidick ketika dihubungi melalui ponselnya tidak bersedia menjawab. Ia hanya membalas dengan pesan singkat (SMS) bahwa sedang ada rapat. “Tolong SMS dulu, saya sedang ada rapat,” tulis Deddy melalui SMS-nya. Tapi, dia juga tidak bersedia membalas ketika dimintai konfirmasi mengenai perkara ini melalui SMS.

Sementara itu, pemblokadean akses jalan menuju GOSP masih terus dilakukan warga sejak dua hari terakhir. Ada empat titik jalan yang diportal oleh warga hingga kemarin, yakni dua titik jalan di Desa Brabuhan dan satu titik di Desa Gayam. Keduanya masuk Kecamatan Ngasem. Selain itu, jalan di Dusun Ngaglik, Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Pemblokadean ini dilakukan warga untuk menuntut kompensasi tunai dari MCL selaku operator Blok Cepu dalam kasus keracunan gas yang menimpa warga beberapa waktu lalu. “Selama tuntutan kami tidak dipenuhi, pemblokiran akan terus kami lakukan,” terang Supolo, koordinator aksi.nst31

http://www.surya.co.id/2010/02/11/blokade-blok-cepu.html
Read On 0 comments

Ada Intervensi Atas Kasus Dumping Terigu?

11:04:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010, 08:56 WIB

VIVAnews - Memanasnya kasus dumping terigu Turki ditengarai karena adanya intervensi dari pihak tertentu.

Indikasi tersebut mencuat karena keputusan Menteri Keuangan untuk mengatur Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) atas impor terigu Turki, belum kunjung diterbitkan. Padahal, rekomendasi dari Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah disampaikan ke pemerintah sejak Desember 2009.

Dalam rekomendasinya, KADI menduga adanya dumping terigu asal Turki dan untuk itu perlu dikenakan BMAD. Ketua KADI Kementerian Perdagangan Halida Miljani menuturkan, berdasarkan investigasi ditemukan terigu impor dari Turki terbukti ada hubungan kausal dumping.

“Sekarang, penyelidikan atas dugaan dumping terigu dari Turki sudah selesai dan tinggal menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan). Kami sudah memberikan rekomendasi ke Menteri Perdagangan yang juga telah menyampaikan kepada Menteri Keuangan. Meski yang dituduh ada tiga negara yakni Sri Lanka, Australia, dan Turki, namun yang terbukti ada hubungan kausal dumping hanya Turki,” kata Halida saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 10 Februari 2010.

Untuk menentukan impor suatu negara terbukri dumping atau tidak harus memenuhi dua syarat, yakni aspek harga dan volume impor. Halida menjelaskan, memang dari segi harga terigu impor yang dihitung pada periode September 2007 hingga Oktober 2008, ketiga negara tersebut memenuhi syarat dinyatakan dumping.

Namun dari aspek volume, yang harus dihitung dalam periode tiga tahun (Oktober 2005 hingga Oktober 2008), terbukti hanya terigu Turki yang mengalami lonjakan signifikan, bahkan pada tahun 2008, pangsa pasarnya mencapai 35 persen. Sebaliknya, angka impor dari Australia dan Srilangka mengalami penurunan.

Dia menegaskan, permohonan pengajuan petisi dugaan dumping atas produk impor dapat dilakukan oleh satu perusahaan yang merasa dirugikan meski tidak mewakili hingga 50 persen industri domestik. Hal itu, kata dia, sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 216/MPP/Kep/7/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 261/MPP/KEP/9/1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permohonan Penyelidikan Atas Barang Dumping dan atau Barang Mengandung Subsidi.

“Saya yakin lebih dari 1.000 persen rekomendasi kami tidak melanggar ketentuan mana pun. Tidak ada peraturan yang mengharuskan suatu rekomendasi harus diputuskan kolegial sebelum dilaporkan ke Menteri Perdagangan. Pemohon bisa hanya mewakili 25 persen industri tidak harus 50 persen. Berdasarkan aturan WTO (organisasi perdagangan dunia) juga tidak harus 50 pesen,” ujar Halida.

Membantah adanya intervensi, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menuturkan, pemerintah akan terus menjaga independensi pelaksanaan penyelidikan oleh lembaga KADI dan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Hal itu, kata dia, berlaku di seluruh negara.

“Pemerintah bertugas menjaga kemandirian dan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan peran KADI dan KPPI. Semua negara di dunia, apalagi anggota WTO pasti memahami mekanisme itu. Semestinya penyelidikan seperti dugaan dumping terigu itu tidak harus merembet ke isu lain. Jika ada sengketa, bisa saja mengajukan keberatan atas Indonesia kepada WTO,” kata Mahendra.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/128568-ada_intervensi_atas_kasus_dumping_terigu_
Read On 0 comments

Kunyit Bikin Kulit Jadi Cantik

10:24:00 AM
Sabtu, 6 Februari 2010 18:18 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kunyit atau sering disebut kunir, memiliki nama latin Curcuma longa merupakan tanaman rempah yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Selain dimanfaatkan untuk bumbu penyedap dalam masakan, kunyit juga bermanfaat dalam dunia kesehatan dan kecantikan. Bicara soal dunia kecantikan, pada jaman dahulu para putri keraton menggunakan khasiat kunyit ini untuk merawat kehalusan dan kelembutan kulitnya dengan mengenakannya sebagai lulur atau masker.

Tak heran jika putri-putri jaman dulu selalu wangi dan terlihat cantik bukan?

Seiring dengan perkembangan teknologi, kunyit kemudian memang digunakan sebagai bahan kosmetika, baik untuk lulur, tabir surya, dan masker. Disebutkan bahwa senyawa THCs tetrahydrocurcuminoids pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit.

Manfaat lain yang pastinya didambakan oleh semua wanita adalah membuat kulit menjadi halus dan lembut. Penasaran bagaimana caranya? Berikut ramuannya.

Kunyit: Membuat kulit lebih bersinar

Campurkan bubuk kunyit dengan jeruk nipis, dan beberapa tetes minyak zaitun. Maskerkan di wajah dan biarkan selama kurang lebih 15-20 menit. Basuh dengan air dingin, dan lakukan setiap hari. Niscaya wajah Anda akan lebih bersinar dan cerah hanya dalam waktu 20 - 30 hari.(Kpl/****)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/06/10262/Kunyit-Bikin-Kulit-Jadi-Cantik
Read On 0 comments

Perusahaan Wajib Sisihkan Dana Sosial

10:43:00 AM
1 Februari 2010, 09:32

BANDA ACEH - Seluruh perusahaan perseroan terbatas (PT) di Aceh diwajibkan melaksanakan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Perusahaan harus menyisihkan dana sosial untuk pembangunan masyarakat di lingkungan sekitar sesuai regulasi yang berlaku. Untuk itu, pemerintah Aceh beberapa bulan lalu membentuk satu lembaga yang dinamakan Corporate Forum Community Development (CFCD), yang akan menjembatani pelaku usaha dengan masyarakat, sekaligus mempersatukan perusahaan mengatasi masalah sosial dan menjalankan tanggung jawab sosial di lingkungan sekitarnya. CFCD terbentuk atas SK Gubernur Aceh Nomor 467.2/314/2009.

Ketua Umum CFCD, Firmansyah SH, kepada Serambi, Sabtu (30/1), mengatakan, secara umum CFCD bertujuan mendorong stake holders dan pengambil keputusan di perusahaan untuk mengintegrasikan kegiatan pembangunan masyarakat dan berdampingan dengan masyarakat sekitar. Selain itu bertugas membangun komitmen perusahaan menyelenggaraan tangung jawab sosial lingkungan untuk memberdayakan masyarakat di lingkup perusahaan.

“Dengan terciptanya kerja sama maka masalah sosial akan dapat teratasi termasuk mencegah atau menyelesaikan konflik sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat,” katanya. Firmasyah yang juga Staf Urusen Hukum dan Agraria, PTPN I (Persero) ini menambahkan, sebenarnya sejumlah perusahaan telah melakasanakan kegiatan tersebut, namun belum termonitor. “Kita akan melihat implementasinya dan memonitor dana-dana sosial perusahan di Aceh. Selain memastikan dana ini telah dukucurkan, CFCD memantau agar dana yang disalurkan tak tumpang tindih,” tambahnya lagi.

Dana sosial dari perusahaan ini dapat saja disalurkan untuk pengembangan UKM, home industry dan permasalahan sosial lain seperti pengentasan buta huruf dan sebagainya. Tahap awal diakui masih ada kendala regulasi, dimana ketentuan TJSL diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Masalahnya PP belum terbit. Dalam kaitan itu besaran dana juga belum ditetapkan sebagaimana BUMN. “Kita akan menyurati Pemerintah Pusat secepatnya. CFCD akan mulai bekerja menginventarisir ratusan perusahan di Aceh. Akan dilakukan bertahab dan bekerjasama dengan tim di kabupaten/kota. Kita berharap agar semua perusahan dapat pro aktif sembari menunggu PP,” pungkasnya.(gun)

http://www.serambinews.com/news/view/23022/perusahaan-wajib-sisihkan-dana-sosial
Read On 0 comments

LIPI Luncurkan Beyonic Untuk Pupuk Organik

10:15:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 13:21 WIB

Bogor, (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan teknologi Beyonic yang merupakan teknologi berbasis mikroba untuk pembuatan pupuk organik.

Peluncuran teknologi tersebut dilakukan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata dengan disaksikan Kepala LIPI, Prof Umar Anggara Jenie di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof Dr Endang Sukara dalam pemaparan mengenai Beyonic mengatakan teknologi ini merupakan salah satu solusi atas masalah menurunnya kualitas lahan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan.

"Pemanfaatan mikroba yang merupakan salah satu kekayaan hayati kita menjadi alternatif yang harus terus dikembangkan menjadi suatu produk untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengurangi pemakaian pupuk buatan," kata Endang.

Ia mengatakan, Pemerintah pada tahun 2010 telah menganggarkan dana subsidi Rp11,86 triliun untuk memproduksi 11,76 juta ton pupuk organik.

Namun subsidi tersebut hanya dimanfaatkan oleh produsen besar sehingga petani masih tetap tidak mandiri terkait penyediaan pupuk organik tersebut.

"LIPI ingin agar petani bisa mengolah sendiri pupuk organik dengan teknologi ini sehingga mereka menjadi mandiri," kata Endang.

Ia juga menjamin bahwa mikroba yang digunakan aman dan terjaga kemurniannya.

"Mikroba yang digunakan adalah mikroba lokal yang dijamin keamanan serta kemurniannya dan dipelihara oleh Biotechnology Culture Collection yang telah terdaftar di WFCC (World Federation for Culture Collection)," katanya.

Sekarang ini, lanjut dia, banyak mikroba yang didatangkan dari luar negeri yang belum tentu handal. "Bahkan jangan-jangan malah merusak lingkungan kita," katanya.

Saat ini beberapa seri produk pupuk organik yang telah dipasarkan diantaranya adalah BioPoska, Kompenit, Biomat, Biorhizin, Kedelai Plus, BioVam dan Katalek.

Seri lain yang akan segera menyusul adalah pupuk organik untuk tambak, kawasan tambang yang tercemar limbah logam berat, kawasan tercemar minyak, serta energi alternatif, kata Endang.

Sementara itu, Menristek Suharna Surapranata mengatakan, hasil inovasi teknologi hendaknya bisa langsung dimanfaatkan oleh departemen teknis sehingga Indonesia tidak lagi tergantung pada industri asing.

"Hasil penelitian yang sangat bermanfaat kalau tidak bisa diintermediasikan dan disinegikan dengan departemen teknis akan mubazir," katanya.

Padahal, lanjut Suharna, pembangunan di Indonesia sangat membutuhkan produk-produk teknologi.

Ia mengakui bahwa beberapa departemen teknis belum paham bahwa hasil-hasil riset teknologi dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan nasional.

"Oleh karena itu penting bagi kita untuk saling memberi informasi tentang apa yang dibutuhkan oleh Pemerintah dalam pembangunan," katanya.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1264832504/lipi-luncurkan-beyonic-untuk-pupuk-organik
Read On 0 comments

Limbah Plastik Bikin Sukses

11:21:00 AM
Senin, 25 Januari 2010 | 14:03 WIB

Kerja keras dan restu ibu membawa banyak keberuntungan bagi Mohammad Baedowy (36). Mantan bankir ini sukses mengendalikan bisnis pengolahan limbah plastik yang beromzet miliaran rupiah per tahun.

Saya mulai usaha ini dari nol, dari mengumpulkan botol plastik bekas. Saya mendatangi lapak-lapak untuk mendapatkan sampah plastik. Keliling dari depan Pasar Pramuka, Jakarta, sampai ke Karawang dan Cikampek. Itu saya lakukan setiap malam sampai subuh. Besok siangnya, kira-kira jam 11.00, dibantu seorang karyawan, saya menggiling sampah itu menjadi biji plastik," tutur Mohammad Baedowy, pemilik CV Majestic Buana Group kepada Warta Kota di kantornya di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Bekasi, belum lama ini.

Baedowy bersyukur usaha yang dibangunnya sejak tahun 2000 itu kini berkembang pesat. Dia sudah memiliki 80 mitra usaha. Semua mitranya menggunakan mesin penggiling limbah plastik buatan Baedowy. Dalam kerja sama kemitraan itu semua pihak diuntungkan karena Baedowy berkomitmen penuh membeli seluruh hasil produksi para mitranya. Setiap minggu, bapak tiga anak ini mengekspor hasil penggilingan para mitranya ke China.

Simbol sukses yang dicapai Baedowy tampak dari banyaknya piala yang dipajang di meja kerjanya. Terakhir, mantan auditor sebuah bank asing di Jakarta ini terpilih sebagai Wira UKM (Usaha Kecil Menengah) Terbaik Dji Sam Soe 2008-2009.

"Semua penghargaan ini lebih pas diterima oleh istri saya. Kesabarannya luar biasa. Usaha saya kan tidak langsung enak. Semua lewat perjuangan. Pernah ketika bisnis ini mandek, saya terpaksa memulangkan istri dan anak saya ke rumah mertua. Cukup lama, sekitar empat bulan, baru kami bisa berkumpul kembali. Itu terjadi tahun 2001 lalu," ujar suami Ririn Sari Yuniar ini.

Ketika asyik ngobrol dengan Warta Kota, Baedowy kedatangan tamu yang mengaku bernama H Sutedjo, pengusaha kontraktor Telkom. Dia tertarik untuk terjun dalam bisnis pengolahan limbah plastik. Sutedjo mendapat informasi tentang usaha Baedowy dari tayangan televisi.

"Saya sedang mencari usaha lain. Maksudnya, kalau proyek sepi, saya bisa mengalihkan karyawan ke usaha lain. Saya lihat usaha limbah dengan sistem kemitraan ini cocok untuk membangun ekonomi rakyat. Makanya saya ke sini," ujar Sutedjo yang tinggal di Tangerang.

Sang pendobrak

Perjalanan usaha Baedowy cukup berliku. Setelah mengundurkan diri dari Royal Bank Scotland (RBS) tahun 2000, Baedowy membuka usaha limbah plastik dengan modal Rp 50 juta. Uang itu dipakai untuk membeli mesin penggiling dan mobil pikap guna mengangkut limbah plastik.

Namun usaha tersebut tak berjalan seperti harapan. Mesinnya sering rusak. Sementara penjual mesin itu tidak memberikan pelayanan purna jual. Baedowy pusing karena dia juga tidak bisa memperbaiki mesin tersebut. Mau beli mesin baru, tidak punya uang. Mau pinjam uang kepada orangtua malu, sebab sejak awal orangtuanya memang tidak setuju Baedowy terjun dalam bisnis limbah. Mereka justru berharap Baedowy kembali bekerja di kantor.

Di sisi lain, lingkungan bisnis juga tidak ramah terhadap Baedowy. Semua serba tertutup. Pemain lama tidak suka ada pemain baru masuk dalam bisnis limbah plastik. Mereka takut pemain baru merebut sumber bahan baku dan pasarnya. Ini cermin bahwa usaha sampah plastik sangat menggiurkan. Tidak mengherankan bila tidak ada satu pun pemilik penggilingan limbah plastik mau mengajari Baedowy.

"Tapi karena kepepet saya jadi terpacu untuk kreatif. Saya belajar terus sampai akhirnya bisa memperbaiki sendiri mesin yang rusak. Dan, pada akhir tahun 2001, saya malah bisa memodifikasi mesin sendiri," kata akuntan jebolan Universitas Merdeka Malang ini.

Sikap positif Baedowy, selain mampu menjawab tantangan bisnis juga menciptakan peluang bisnis baru. Dia mendobrak lingkungan bisnis yang tertutup dan kaku menjadi terbuka dengan mengembangkan sistem kemitraan. Itu artinya, Baedowy juga bisa menjual mesin pencacah limbah plastik.

Baedowy mengaku, bisnisnya maju pesat setelah dia mengembangkan sisi spritual dalam kehidupannya. Dia menghentikan kebiasaan buruk, seperti berprasangka buruk terhadap Tuhan. Sebaliknya, dia terus berupaya menebarkan kebaikan, antara lain dengan memberi sedekah kepada anak yatim piatu. Tidak kalah pentingnya adalah selalu berusaha mendapatkan restu ibu. "Itu sumber keberuntungan saya," ujarnya. (Herry Sinamarata)

http://www.wartakota.co.id/read/inspirasiusaha/20441
Read On 0 comments

Peresmian Penggunaan KRDI Bakal Molor

10:36:00 AM
Wednesday, 27 January 2010 08:07

MEDAN - Peresmian Kereta Api Rel Diesel Indonesia (KRDI) Medan – Binjai –Medan – Belawan, dan Medan - Tebing Tinggi oleh Menteri Perhubungan, Freddy Numbery, diperkirakan bakal molor.

Seyogianya KA baru untuk mengatasi kemacetat arus lalu lintas di kawasan Medan-Binjai dan Deliserdang (Mebidang) itu akan dilakukan, Rabu (27/1), bakal molor panjang.

“Saya baru siap rapat hingga hari ini belum tau pasti kapan kereta api dinantikan masyarakat Medan dan sekitarnya akan diresmikan Menteri Perhubungan,” kata kepala humas Divre I KA Sumut/Aceh, Suhendro Budi Santoso, pagi ini.

Dikatakan, dua set KRDI atau delapan rangkaian penumpang dan masing-masing rangkaian kapasitas 90 penumpang kelas ekonomi menggunakan minyak solar.

Bahkan Suhendro juga tidak membantah harga tiket untuk angkutan itu sedang dibahas bagian kapala bagian komersil PT KA Divre I Sumut. “Hingga saat ini harga tiket penumpang belum tau,” ujarnya.

Demikian juga tempat-tempat pemberhentian atau halte di kawasan persimpangan jalan KA juga masih dalam pembahasan pembangunannya. “Saat dioperasi nanti haltenya pasti akan di bangun baik pada rute Medan-Tebing Tinggi, Medan-Binjai dan Medan-Belawan PP,” katanya.

Dia juga tidak tau secara pasti kenapa peresmian penggunaan KRDI itu molor dari jadwal, padahal kereta api itu sudah tiba di Medan sejak Desember 2009 dari PT INKA Bandung dan saat ini berada di Depo KA Berayan.

Salah satu solusi menggunakan KRDI di Medan, mencegah macatnya arus lalu lintas dan mengatasi lonjakan angkutan saat Lebaran, tahun baru dan liburan sekolah.

Data dari PT KA Divre I Sumut menyebutkan, pergerakan arus kereta api mencapai lebih kurang 10,5 persen/tahun bahkan hari-hari biasa mengangkut lebih kurang 8000 penumpang dan musim liburan meningkat menjadi antara 10.000 hingga 12.000 lebih penumpang.

Salah satu keunggulan KRDI bisa maju dan mundur disetiap stasiun tanpa harus mengganti lokomotif, karena bagian depan maupun belakang terpasang lokomotif.
(dat03/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=84991:peresmian-penggunaan-krdi-bakal-molor&catid=14:medan&Itemid=27
Read On 0 comments

Tiga Herbal Alami nan Ampuh

10:09:00 AM
Selasa, 19 Januari 2010 14:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

ILMU farmasi modern terus berkembang selama beberapa abad terakhir. Akan tetapi, menurut ahli farmasi dari Massachusetts General Hospital Catherine Ulbricht, PharmD, kita tidak bisa sepenuhnya beralih dari pengobatan tradisional yang juga terbukti efektif. Pada faktanya, terang Ulbricht, obat-obatan modern juga banyak bergantung dari tumbuh-tumbuhan.

"Pada praktiknya, sebagian besar obat yang digunakan mengandung komponen herbal," terang Ulbricht, seperti dikutip situs prevention. Sejumlah obat yang dijual di apotek seperti aspirin merupakan versi sintetis dari komponen yang terkandung di dalam pohon willow. Banyak statin berbahan dasar jamur, dan tamiflu berasal dari herbal China bunga lawang.

Berikut tiga herbal alami yang terbukti efektif berdasarkan studi ilmiah. Akan tetapi, pastikan berkonsultasi dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat kimia. Pasalnya beberapa obat herbal bisa berinteraksi dengan obat-obatan lainnya.

Lemon balm

Fakta tradisional. Tanaman herbal dari keluarga mint beraroma lemon ini telah lama digunakan untuk menghilangkan kecemasan, meningkatkan memori, membantu tidur dan pencernaan."Tanaman ini bagus mengatasi gigitan binatang berbisa, menenangkan jantung, dan mengikis perasaan melankolis dan sedih," tulis pakar herbal zaman Elizabeth John Gerard pada 1597.

Bukti ilmiah. Sebuah artikel yang dipublikasikan pada 2003 di Neuropsychopharmacology menyatakan bahwa teh lemon balm membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan menjaga agar Anda tetap tenang dan fokus. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini juga efektif pada situasi ekstrim. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002 di Journal of Clinical Psychiatry menyebutkan bahwa aromaterapi lemon balm selama empat minggu bisa mengurangi kegelisahan pada pasien yang menderita demensia atau kepikunan kronis.

Penggunaan. Untuk mendapatkan efek menenangkan dari lemon balm, cobalah setiap hari minum teh yang dibuat dengan meneteskan setengah/satu tetes cairan atau satu hingga dua sendok teh herbal kering ke dalam satu cangkir air panas. Biarkan selama lima hingga sepuluh menit sebelum diminum.

Bawang merah

Fakta tradisional. Bawang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Dalam sistem pengobatan tradisional Timur Tengah, herbal satu ini digunakan untuk mengobati diabetes. Selama permulaan abad 20 di Amerika Serikat, bawang dianjurkan untuk mengatasi gangguan pernafasan dan pencernaan. Karena diyakini meningkatkan performa atlet, peserta olimpiade Yunani mengonsumsi herbal ini dalam bentuk jus atau mengggosokkan ke tubuh mereka sebelum kompetisi dimulai.

Bukti ilmiah. Beberapa studi telah membenarkan manfaat tradisional bawang. Kandungan thiosulfinates di dalamnya bekerja mengurangi gejala diabetes dan melindungi dari penyakit jantung. Quercetin, flavonoid yang terkandung dalam bawang mencegah peradangan yang berkaitan dengan alergi dan juga melindungi dari serangan pernanahan lambung, kanker kerongkongan dan kanker payudara.

Penggunaan. Michael Havey, PhD dari University of Wisconsin menganjurkan Anda untuk memilih bawang yang berwarna pekat. Selain itu, ada baiknya mengonsumsi bawang dalam kedaan mentah atau dimasak sebentar. Hal ini, untuk mencegah hilangnya thiosulfinates akibat panas.

Cabai merah

Fakta tradisional. Bumbu tradisional ini banyak digunakan untuk memasak dan mengatasi berbagai gangguan, mulai dari rasa sakit hingga sebagai afrodisiak (merangsang hasrat seks).

Bukti ilmiah.Capsaicin, kandungan penyebab panas pada cabai, dinyatakan efektif meerdakan rasa sakit pada otot, rasa tidak nyaman setelah operasi, dan radang sendi. Studi-studi menunjukkan bahwa komponen ini menekan zat kimia pengantar pesan yang menyampaikan rasa sakit ke otak. Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition juga melaporkan bahwa komponen capsaicin juga membantu menghilangkan lemak perut.

Selain itu, cabai juga dinyatakan bisa mengontrol kadar gula darah. Studi yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition melaporkan, partisian yang mengonsumsi makan siang yang banyak mengandung capsaicin memiliki kadar hormon pengatur gula darah yang lebih tinggi dan kadar ghrelin (hormon lapar) yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan biasa. (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/19/2057/11/Tiga-Herbal-Alami-nan-Ampuh
Read On 0 comments

YPTB Sesalkan Pernyataan Menhub Soal Pencemaran

9:49:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 07:15 WIB

Kupang (ANTARA News) - Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menyesalkan pernyataan Menteri Perhubungan Freddy Numberi bahwa pencemaran minyak mentah (crude oil) di Laut Timor yang bersumber dari ladang Montara terlalu cepat diungkapkan ke publik.

"Sangat ngotot selama ini (pencemaran di Laut Timor) mengacu pada hasil penelitian para ahli geologi dari Australia dan Universitas Indonesia, sehingga bukan asal omong," kata Ketua YPTB Ferdi Tanoni di Kupang, Rabu.

Menteri Numberi dalam dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Senin (25/1) mengatakan Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak Laut Timor (TN-PKDTMLT) belum memastikan apakah Laut Timor telah tercemar atau belum pascameledaknya ladang minyak Montara pada 21 Agustus 2009.

Tanoni yang juga penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta" itu mengatakan, sejak TN-PKDTMLT dibentuk tiga bulan lalu di Jakarta yang dipimpin Menhub Numberi, tim tersebut belum pernah melakukan aktivitas apa pun di Laut Timor terkait dengan masalah pencemaran itu.

"Tim ini tidak pernah turun ke Laut Timor. Bagaimana mungkin mau mengungkap tercemar atau tidaknya Laut Timor akibat ledakan minyak Montara di blok Atlas Barat pada 21 Agustus 2009? Hampir semua media besar di dunia menulis soal pencemaran itu. Kenapa Indonesia tetap saja diam? Ada apa semuanya ini," kata Tanoni.

Mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia itu mengatakan, hasil uji laboratorium afiliasi Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 38,15 persen wilayah perairan Indonesia di Laut Timor positif tercemar minyak mentah.

"Sumber minyak mentah itu berasal dari sumur minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor yang meledak pada 21 Agustus 2009. Saya sudah menerima hasil uji laboratorium afiliasi dari Drs Sunardi MSi, Direktur Laboratorium Afiliasi Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia," ujarnya.


Sampel gumpalan

Tanoni mengatakan, hasil uji laboratorium tersebut baru diketahui pada 2 Desember 2009 setelah mengambil sejumlah sampel minyak mentah di wilayah perairan Laut Timor serta gumpalan minyak mentah yang diambil nelayan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 6 Oktober 2009.

"Laboratorium tersebut menggunakan metode gravimetry, dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat pencemaran minyak yang ditemukan di perairan Indonesia di Laut Timor itu mencapai sekitar 38,15 persen," katanya.

Tanoni menambahkan hasil penelitian dan uji laboratorium oleh ahli geologi dari Australia di wilayah perairan sekitar Oecusse, Timor Leste, juga demikian.

"Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Laut Timor positif tercemar minyak yang bersumber dari ladang Montara. Apa yang harus kita sembunyikan lagi soal pencemaran ini," kata Tanoni dalam nada tanya.

"Direktur Jenderal Perhuhungan Laut Departemen Perhubungan selaku Ketua Pelaksana Tim Nasional PKDTMLT maupun oleh Pemerintah Federal Australia, tak perlu lagi menyangkal soal pencemaran minyak di Laut Timor," tegasnya.

Ia menambahkan, tim nasional itu sampai sejauh ini belum melakukan aksi nyata berkaitan dengan bencana tumpahan minyak di Laut Timor yang diperkirakan mencapai sekitar 500.000 barel setiap hari sejak sumur Montara meledak pada 21 Agustus 2009.

"Tim seharusnya sudah bekerja untuk mengidentifikasi berbagai dampak dan kerugian yang telah dirasakan oleh masyarakat di pesisir selatan Pulau Timor bagian barat NTT, Rote Ndao dan Sabu. Tapi nyatanya belum juga berbuat apa-apa, kemudian mengklaim bahwa Laut Timor belum tercemar," katanya.

Ia menambahkan pemerintah Australia juga telah membentuk Komisi Penyelidikan untuk memeriksa kejadian yang berkaitan dengan tumpahan minyak, termasuk penyebab, dampak dan upaya penanggulangannya.

Komisi itu diharapkan akan menyerahkan laporannya ke Pemerintah Australia pada akhir April 2010. Prioritas Pemerintah Australia sejak awal kebocoran adalah untuk mengatasi tumpahan tersebut dan meminimalisasi dampaknya pada lingkungan bersama Otorita Keselamatan Maritim Australia (AMSA) yang mengkoordinasi tanggapan pembersihan Australia terhadap kejadian tersebut.

Australia berkomitmen untuk terus bertindak secara konsisten berdasarkan hukum internasional dan hubungan bilateral dalam memberi tanggapan pada kejadian tersebut, ujarnya.

Australia akan membahas laporan ini dengan Pemerintah Indonesia dan melakukan pengujian sampel untuk dibandingkan dengan sampel dari minyak Montara atau minyak yang lazim beredar di perairan timur Indonesia.

Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor ini berpendapat Indonesia harusnya sudah memastikan bahwa Laut Timor telah tercemar dan mendesak operator ladang minyak dan gas Montara untuk segera memberikan kompensasi terhadap masyarakat dan juga bertanggung jawab penuh untuk segera memulihkan kembali lingkungan Laut Timor yang telah tercemar seperti sediakala.

Bahkan katanya, penyelesaian masalah pencemaran Laut Timor ini harus diperluas dengan pembahasan dan penyelesaian seluruh permasalahan batas wilayah perairan di Laut Timor antara Indonesia-Timor Leste dan Australia.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1264551312/yptb-sesalkan-pernyataan-menhub-soal-pencemaran
Read On 0 comments

Jangan Buru-buru Buang Barang Bekas (1)

12:33:00 PM
Kamis, 14 Januari 2010

Banyak barang-barang bekas di sekitar kita yang sebetulnya masih bisa digunakan. Entah itu alat masih bisa digunakan. Entah itu alat kosmetik, asesori atau benda lainnya. Di samping itu, ada pula benda-benda yang sebenarnya bisa berfungsi ganda dan justru membuat kerja Anda semakin praktis.

HANDUK BEKAS
Jika handuk mandi sudah tipis dan lusuh, jangan cepat-cepat dibuang. Lipat jadi dua dan jahit kain tambahkan agak tebal untuk hiasan di sekelilingnya. Bisa juga tambahkan sulaman di bagian tengahnya. Gunakan sebagai keset kamar.

GIWANG JEPIT
Sudah bosan dengan giwang jepit? Jepit di sepatu Anda yang berpotongan sederhana atau sudah agak tua. Dan sepau Anda pun berpenampilan baru. Gunakan giwang warna cerah untuk siang hari dan warna gemerlap untuk sore dan malam hari.

BOTOL DEODORAN
Isi botol deodoran berbentuk rollon dengan deterjen cair. Gunakan untuk membersihkan bagian-bagain tertentu pakaian seperti kerah, manset dan bagian lain yang sangat kotor sebelum dimasukkan ke mesin cuci.

IKAT PINGGANG
Gunting ikat pinggang tipis yang sudah tak terpakai lagi, gunakan sebagai pembatas buku bacaan Anda
PASTA GIGI
Untuk menghilangkan goresan-goresan pada kaca permukaan jam tangan, oleskan sedikit pasta gigi lalu gosok dengan lap halus.

BOTOL PLASTIK
Rubahlah sebuah botol plastik menjadi celengan berbentuk babi-babian. Beri hiasan kuping, ekor dan kaki dari kertas. Karton lalu lukis wajah babi. Tutup botol berfungsi sebagai moncong babi. Kemudian buat sebuah celah di bagian punggung, untuk memasukkan uang logam.

Dok. NOVA

http://www.tabloidnova.com/Nova/Tips/Jangan-Buru-buru-Buang-Barang-Bekas-1
Read On 0 comments

Bahaya Produk Transgenik Dibantah

10:38:00 AM
Jumat, 22/01/2010 17:01 WIB

Nurul Ulfah - detikHealth

New Zealand, Pro kontra produk transgenik terus bergulir. Setelah ada bukti tanaman transgenik berisiko bagi kesehatan, kini giliran pihak yang menyangsikan temuan tersebut bersuara.

Food Standards Australian New Zealand (FSANZ) membantah studi mengenai efek buruk produk transgenik bagi kesehatan. Menurut FSANZ, studi itu hanya menyimpulkan berdasarkan hasil statistik, tanpa mempertimbangkan faktor biologis.

Seperti dilansir dari Foodstandards, Jumat (22/1/2010), FSANZ meragukan hasil studi yang baru-baru ini dipublikasikan Dr Gilles Eric Seralini dari University of Caen the International Journal of Microbiology dan juga Journal of Biological Sciences.

Dalam jurnal itu disebutkan bahwa Dr Seralini menemukan gejala kerusakan organ liver dan ginjal pada hewan percobaan yang diberi tiga tipe jagung hasil modifikasi genetik perusahaan Monsanto.

Padahal menurut FSANZ, studi yang dipublikasikan Seralini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Namun kali ini Seralini membuat klaim berbeda dari hasil studi sebelumnya.

Pada tahun 2007, FSANZ juga meneliti jagung transgenik produksi perusahaan Monsanto. Namun tidak ditemukan risiko bahaya kesehatan dari tiga jenis jagung transgenik hasil modifikasi genetik tersebut. Ketiga strain jagung transgenik yang digunakan pun sama dengan yang digunakan Dr Seralini, yakni MON863, MON810 dan NK603.

FSANZ melakukan investigasi secara independen terhadap studi Dr Seralini dan rekannya. Dr Seralini dianggap menggunakan metode analisis yang salah dalam menarik kesimpulan studi. Ia juga dianggap mengubah hasil studi dengan menempatkan penekanan berbeda yang tidak semestinya ia lakukan.

Menurut FSANZ, Seralini tidak bisa memberikan penjelasan ilmiah yang masuk akal untuk hipotesisnya. Beberapa faktor dari sisi patologis, riwayat penyakit dan riwayat paparan kimia pun tidak dimasukkan dalam pertimbangan statistik Seralini. Intinya, analisis toksikologi yang dilakukan Seralini dianggap tidak sempurna.

Untuk itu, FSANZ menyimpulkan bahwa produk jagung transgenik masih tergolong aman, begitu juga dengan produk-produk turunannya seperti maizena dan lainnya.(fah/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/22/170109/1284210/763/bahaya-produk-transgenik-dibantah
Read On 0 comments

Israel Menggurita di Telekomunikasi

11:33:00 AM
19/1/2010

Jakarta - Sekitar 30% perangkat teknologi dan jaringan telekomunikasi yang digunakan di Indonesia kabarnya merupakan produk buatan Israel. Meski sempat dilarang masuk, namun Indonesia tetap tak berdaya menahan serbuannya.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto, mengakui pemerintah Indonesia kesulitan untuk menahan masuknya produk asal Israel. Sebab di era globalisasi saat ini perangkat telekomunikasi buatan vendor negara tertentu belum tentu diproduksi oleh negara itu sendiri.

“BlackBerry, misalnya, tidak selalu diproduksi oleh Research in Motion di Kanada. Tapi bisa juga di negara lain seperti Meksiko dan Hungaria. Termasuk juga perangkat Israel yang masuk ke Indonesia. Bisa saja menggunakan nama Amerika,” jelasnya pada detikINET, belum lama ini.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 52/2002 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Undang-Undang Telekomunikasi No. 36/1999, memang tidak disebutkan secara spesifik larangan asal negara dari perangkat telekomunikasi yang digunakan di Indonesia.

Meski demikian ditegaskan, kerja sama dengan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik melanggar Pasal 21 UU No. 36/ 1999.

Berdasarkan aturan itu, Menkominfo Tifatul Sembiring sebelumnya pernah mengancam akan mencabut izin operator yang terbukti bekerja sama dengan Israel. Termasuk untuk tidak menggunakan perangkat-perangkat dari negara tersebut.

“Operator telekomunikasi sebaiknya menggunakan sense of crisis agar tidak menimbulkan gejolak publik,” saran Gatot.

Gatot sendiri mengaku tak tahu pasti jumlah persentase perangkat teknologi dan jaringan telekomunikasi dari Israel yang telah masuk ke Indonesia melalui nama produk yang dikemas negara lain.

Namun berdasarkan investigasi para pegiat telekomunikasi “grass root” di lapangan, jumlah perangkat Israel yang telah digunakan operator telekomunikasi di Indonesia cukup banyak.

“Dari riset yang kami lakukan, sudah ada 30% produk Israel yang masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah Shiron dan Gilat dalam perangkat VSAT,” kata Barata Wisnuwardhana, salah satu pegiat telekomunikasi.

Perusahaan asal Israel lain yang sempat mau masuk ke Indonesia adalah Alvarion yang
digandeng oleh PT Abhimata Cipta Abadi untuk perangkat Wimax di spektrum 3,3 GHz.
Meski demikian, kabarnya Abhimata membatalkan kerjasama itu sejak Menkominfo menyuarakan larangan itu.

Perangkat afiliasi Israel lain yang juga diributkan akan masuk ke Indonesia adalah operating system software dan billing system software milik Convergys dan Amdocs. Kedua vendor perangkat ini tengah ikut tender di Telkomsel.

Namun belakangan Kedutaan Besar Amerika Serikat mengklarifikasi bahwa Amdocs merupakan produk buatan negaranya, dan bukan dari Israel. (detikinet.com, 19/1/2010)

http://hizbut-tahrir.or.id/2010/01/19/israel-menggurita-di-telekomunikasi/
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts