Sabtu, 16 Januari 2010 | 03:29 WIB
London, Jumat - Pemerintah Inggris, Kamis (14/1), meminta maaf kepada para korban skandal Thalidomide, setengah abad setelah ribuan bayi lahir dengan cacat bawaan setelah ibu mereka meminum obat antimual itu.
”Pemerintah ingin mengungkapkan penyesalannya dan simpati yang tulus atas cedera dan penderitaan yang dialami oleh semua yang terkena ketika ibu-ibu mereka saat hamil meminum obat thalidomide antara tahun 1958 dan 1961,” kata Menteri Kesehatan pada parlemen yang senyap.
”Kami mengakui baik kesulitan fisik maupun kesulitan emosional yang telah dihadapi oleh anak-anak yang terkena dan keluarga mereka sebagai akibat dari obat ini, dan tantangan-tantangan yang harus terus dihadapi banyak orang kerap kali setiap hari,” katanya.
”Saya tahu banyak Thalidomider telah lama menunggu untuk ini,” kata O'Brien, menggunakan istilah yang dipakai para korban obat itu yang masih hidup untuk merujuk diri mereka.
Skandal Thalidomide menyebabkan perubahan peraturan uji coba obat di seluruh dunia dan meningkatkan reputasi Badan Pangan dan Obat AS (FDA), yang merupakan suara tunggal yang menolak untuk meloloskan obat tersebut.
Thalidomide dipasarkan secara internasional kepada wanita-wanita hamil pada akhir 1950-an dan awal 1960-an sebagai pengobatan untuk mual pada pagi hari. Sekitar 10.000 bayi dilahirkan di seluruh dunia dengan cacat yang disebabkan obat itu, dari anggota tubuh yang berbentuk tak sempurna sampai bayi tanpa tangan atau kaki.
Bulan lalu, pemerintah mengumumkan paket 20 juta pound untuk program percobaan tiga tahun bagi kebutuhan kesehatan para Thalidomider di Inggris yang berjumlah 466 orang.
Pembuat obat itu di Inggris, Distillers Biochemicals, membayar ganti rugi 28 juta pound pada 1970-an setelah kalah di pengadilan. Di dunia terdapat 12.000 korban obat itu yang masih hidup. (Reuters/AFP/DI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/16/03295853/pemerintah.minta.maaf.kepada.korban.skandal.thalidomide

Post a Comment