Kamis, 2 Juli 2009 | 03:29 WIB
Beijing, Rabu - Para pengguna internet China memenuhi sebuah kafe pada Rabu (1/7). Mereka merayakan keputusan Pemerintah China untuk menunda perintah pemasangan perangkat lunak filter. Penundaan membuat para pengguna internet di negara komunis dapat bebas berekspresi.
Dengan mengenakan kaus hijau, sekitar 200 warga Beijing telah tiba sebelum waktu makan pagi dan mempersiapkan pesta sepanjang hari. Mereka telah merencanakan boikot internet jika pemerintah jadi melaksanakan rencana sensornya.
Sebelumnya, Pemerintah China merencanakan, mulai 1 Juli kemarin meluncurkan filter dan memaksa generasi yang sudah kecanduan internet itu untuk offline selama 24 jam. Semua komputer yang dijual di China harus mengunduh program sensor tersebut. Akan tetapi, pemerintah kemudian mencabut rencana tersebut. Para pengguna internet di Beijing sangat gembira menyambut kemenangan atas sensor pemerintah itu.
”Ini merupakan contoh yang sangat jarang, pemerintah mencabut keputusan pentingnya hanya beberapa saat sebelum diberlakukan,” ujar artis Ai Weiwei yang mengorganisasi boikot dan pesta itu.
Kementerian Industri dan Informasi Teknologi menyatakan, peluncuran perangkat lunak filter itu ditunda hingga batas waktu yang tidak jelas. Para pejabat mengatakan, perangkat lunak itu bertujuan untuk mencegah pornografi pada internet. Akan tetapi, hal itu ditentang aktivis, industriwan, dan para pejabat asing karena tidak adil secara politik, teknik, dan komersial.
Di sebuah mal yang khusus menjual komputer dan perangkat lunak, para penjual menyambut berita tersebut.
”Sebenarnya perangkat lunak ini sama seperti yang lainnya, dapat dikeluarkan jika tidak diinginkan. Ini bukan masalah besar,” ujar Liu Xiaoyuan yang berada di depan sederetan laptop buatan China di Beijing.
Akan tetapi, seorang pengacara mengatakan terlalu dini untuk merasa menang atas keputusan penundaan tersebut. ”Rencana itu belum dibatalkan, tetapi hanya ditunda. Tidak tertutup kemungkinan pemerintah suatu ketika mengeluarkan perintah itu lagi,” ujar Liu Xiaoyuan.
(Reuters/JOE)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/02/03291085/perintah.wajib.pasang.filter.porno.ditunda

Post a Comment