Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Harga Cicilan Rumah Akan Turun

Rabu, 06 Januari 2010 | 19:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah mentargetkan harga cicilan rumah akan turun tahun depan. Menurut Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, pihaknya akan mengusulkan skema baru subsidi perumahan agar cicilan harga rumah turun.

Ketika berkunjung ke kantor majalah Tempo, sore tadi, ia menilai selama ini skema subsidi perumahan tak cocok dengan suku bunga yang tinggi. Pemerintah, kata dia, punya subsisi Rp 3 triliun untuk perumahan rakyat. Selama ini subsidi ini dimasukkan dalam bunga cicilan. "Namun harga rumah tetap tinggi karena tingkat suku bunga yang tinggi," kata dia. Untuk itu, pihaknya menyediakan liquiditas untuk kredit perumahan dalam skema baru ini.

Skema lama, kata Suharso, sumber bantuan diambil dari APBN dan Bank. Sifatnya, dana APBN dianggarkan terus-menerus tiap tahun dan habis. Sedangkan dalam skema baru yang ditawarkannya itu, dana dihimpun dari bank, APBN yang ditempatkan dan dana jangka panjang.

Dalam skema yag diusulkannya, Suharso menyatakan, akan menggandeng BUMN yang punya duit nganggur untuk patungan sebagai dana jangka panjang untuk membangun perumahan tersebut. Dana jangka panjang itu dikelola oleh SPV (special purpose vehicle). SPV akan membentuk sebuah PT (perseroan terbatas), yang posisinya dibawah Menteri Keuangan. Dana akan diserahkan kepada bank pelaksana yang menyediakan dana dengan jumlah yang sama dengan dana jangka panjang milik pemerintah. "Biayanya fifty-fifty," kata dia. Karena dananya patungan, maka bunga kreditnya dibagi dua. "Sehingga lebih murah," kata Suharso.

Dalam skema baru ini, tak dikenal bunga pasar dan bunga subsidi seperti dalam skema lama. Hanya ada satu bunga patokan. Suharso menyontohkan, untuk rumah sederhana seharga Rp 144 juta, dengan bunga dipatok, besarakan cicilan per bulan untuk tenor 20 tahun, mencapai Rp 1,08 juta. Rumah dengan harga dan tenor yang sama dengan skema lama cicilannya berkisar Rp 1,22 hingga Rp 1,45 juta. Jika cicilan sudah lunas, dana jangka panjang itu diputar lagi. "Dan akan bergulir terus," kata dia.

Suharso menyatakan sudah membicarakan dengan BUMN yang memiliki dana nganggur seperti Jamsostek, Taspen dan Bapertarum. Targetnya, usulan ini bisa direalisasikan tahun ini. Suharso menghitung, jika dengan dana jangka panjang Rp 6 triliun hingga Rp 12 triliun targetnya terbangun 180 ribu rumah. "Targetnya dana jangka panjang mencapai Rp 30 triliun," kata dia.

NUR ROCHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/01/06/brk,20100106-217642,id.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts