Wali Kota Beri Uang dan Sepeda ke Bekas Pencuri Semangka
2:46:00 PM
Rabu, 02 Desember 2009 | 13:12 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri – Wali Kota Kediri Samsul Ashar menganggap tragedi pencurian semangka yang dilakukan dua warganya adalah potret kemiskinan yang tak terungkap. Peristiwa itu akan dijadikan bahan untuk merombak arah pembangunan pemerintah.
Samsul Ashar mengatakan tragedi pencurian semangka yang dilakukan Basar Suyanto dan Kholil hingga berbuah hukuman penjara bukan merupakan tindak pidana semata. Peristiwa tersebut dipengaruhi pula oleh kemiskinan yang mendera kedua buruh tani itu hingga nekat melakukan pencurian.
“Ini potret kemiskinan kita yang tak terungkap,” kata Samsul saat mengunjungi rumah keduanya di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Rabu (2/12).
Menurut dia, Kholil dan Basar merupakan figur buruh tani yang tidak memiliki kemandirian. Selain tidak memiliki alat produksi berupa lahan, keduanya tidak mempunyai keterampilan sama sekali. Hal inilah yang kerap memicu tindakan pelanggaran hukum demi mempertahankan hidup.
Samsul juga mengakui jika program pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah daerah selama ini kurang berdampak pada pembangunan kemandirian warga.
Karena itu, ia berjanji untuk mengubah platform pembangunan agar lebih menyentuh akar persoalan yang dialami masyarakat sebenarnya. “Mereka tidak akan mencuri kalau dilibatkan dalam pembangunan oleh lurah setempat,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut Samsul juga memberikan santunan uang dan sepeda pancal kepada mereka. Wali Kota juga memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mendaftarkan anak sulung Basar Suyanto ke sekolah terbuka.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Kota setempat jumlah keluarga miskin tahun ini mencapai 11.000 kepala keluarga. Mereka tersebar di Kecamatan Mojoroto, Pesantren, dan Kota. Untuk menekan jumlah mereka pemerintah daerah akan memperkuat program ketahanan pangan berbasis ketela pohon.
Sementara itu Basar dan Kholil mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan media massa yang memberitakan kasus tersebut. Mereka berjanji untuk tidak melakukan tindak pelanggaran hukum apapun. “Kami benar-benar kapok,” kata Basar.
HARI TRI WASONO
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/12/02/brk,20091202-211438,id.html
TEMPO Interaktif, Kediri – Wali Kota Kediri Samsul Ashar menganggap tragedi pencurian semangka yang dilakukan dua warganya adalah potret kemiskinan yang tak terungkap. Peristiwa itu akan dijadikan bahan untuk merombak arah pembangunan pemerintah.
Samsul Ashar mengatakan tragedi pencurian semangka yang dilakukan Basar Suyanto dan Kholil hingga berbuah hukuman penjara bukan merupakan tindak pidana semata. Peristiwa tersebut dipengaruhi pula oleh kemiskinan yang mendera kedua buruh tani itu hingga nekat melakukan pencurian.
“Ini potret kemiskinan kita yang tak terungkap,” kata Samsul saat mengunjungi rumah keduanya di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Rabu (2/12).
Menurut dia, Kholil dan Basar merupakan figur buruh tani yang tidak memiliki kemandirian. Selain tidak memiliki alat produksi berupa lahan, keduanya tidak mempunyai keterampilan sama sekali. Hal inilah yang kerap memicu tindakan pelanggaran hukum demi mempertahankan hidup.
Samsul juga mengakui jika program pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah daerah selama ini kurang berdampak pada pembangunan kemandirian warga.
Karena itu, ia berjanji untuk mengubah platform pembangunan agar lebih menyentuh akar persoalan yang dialami masyarakat sebenarnya. “Mereka tidak akan mencuri kalau dilibatkan dalam pembangunan oleh lurah setempat,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut Samsul juga memberikan santunan uang dan sepeda pancal kepada mereka. Wali Kota juga memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mendaftarkan anak sulung Basar Suyanto ke sekolah terbuka.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Kota setempat jumlah keluarga miskin tahun ini mencapai 11.000 kepala keluarga. Mereka tersebar di Kecamatan Mojoroto, Pesantren, dan Kota. Untuk menekan jumlah mereka pemerintah daerah akan memperkuat program ketahanan pangan berbasis ketela pohon.
Sementara itu Basar dan Kholil mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan media massa yang memberitakan kasus tersebut. Mereka berjanji untuk tidak melakukan tindak pelanggaran hukum apapun. “Kami benar-benar kapok,” kata Basar.
HARI TRI WASONO
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/12/02/brk,20091202-211438,id.html
Pasien ICU Banyak Terkena Infeksi
2:43:00 PM
Rabu, 02/12/2009 10:00 WIB
Infeksi bisa terjadi dimana saja, bahkan di tempat pelayanan kesehatan sekalipun. Ditemukan setengah dari pasien di unit perawatan intensif (intensive unit care /ICU) di seluruh dunia telah terinfeksi dan diperkirakan lebih dari 70 persen pasien menerima antibiotik.
Pasien ICU yang terkena infeksi di rumah sakit mengharuskannya tinggal lebih lama dan tentunya dengan biaya yang lebih besar. Pasien yang terkena infeksi melalui darah atau yang dikenal dengan nama sepsis lebih banyak berakhir dengan kematian.
Tapi peneliti lebih memberikan keprihatinan besar terhadap penggunaan antibiotik secara luas pada pasien yang tidak mengalami infeksi. Praktik ini telah terbukti menyebabkan resistensi antibiotik pada bakteri tersebut.
"Hal lain yang penting adalah jumlah kejadian sepsis yang meningkat akan berkaitan dengan kenaikan jumlah kematian akibat infeksi," ujar Dr Jean-Louis Vincent dari Erasme University Hospital di Brussels, Belgia yang juga ditulis dalam Journal of the American Medical Association, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/12/2009).
Pada penelitian ini Vincent dan tim melakukan survey terhadap 13.796 pasien ICU di 75 negara. Dan hasil yang didapatkan adalah 51 persen pasien ICU terkena infeksi dan 71 persen pasien menerima antibiotik baik sebagai pengobatan ataupun untuk mencegah infeksi. Sebagian besar pasien mengalami infeksi paru-paru, infeksi perut dan aliran darah. Bakteri yang paling umum ditemukan adalah Staphylococcus aureus, E.coli dan kelompok Pseudomonas.
Infeksi seperti sepsis yang terjadi di ICU adalah penyebab utama kematian pasien selain karena penyakit jantung. Dr Steven Opal dari Brown University di Rhode Island dan Dr Thierry Calandra dari Vaudois Hospital Center di Lausanne, Swiss mengungkapkan jenis bakteri gram negatif (lebih patogen sehingga membahayakan organisme inangnya) menjadi penyebab 63 persen kasus infeksi.
"Ini bukan keadaan yang baik, karena infeksi bakteri ini meningkat tapi terapi alternatif untuk pengobatannya cenderung tidak mengalami peningkatan," komentarnya. Penggunaan antibiotik yang tinggi pada pasien ICU bisa menyebabkan bakteri tersebut menjadi lebih resisten.
Diharapkan nantinya ada teknologi baru seperti vaksin atau imunoterapi untuk membantu mengatasi permasalahn infeksi ini. Tapi sebagai pencegahan awal infeksi sebaiknya ciptakan lingkungan perawatan ICU yang benar-benar bersih dan steril.
Saat ini infeksi yang terjadi di rumah sakit dan mendapat perhatian khusus dari WHO adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini terjadi pada pasien selama di rumah sakit atau menggunakan fasilitas kesehatan lain. Penyakit ini tidak ditemukan saat pasien masuk rumah sakit.
Ancaman penularan infeksi nosokomial yang terjadi di rumah sakit kini menjadi perhatian serius banyak negara. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kejadian infeksi di institusi pelayanan kesehatan berkisar 3-21 persen.(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2009/12/02/100048/1252396/756/pasien-icu-banyak-terkena-infeksi
Infeksi bisa terjadi dimana saja, bahkan di tempat pelayanan kesehatan sekalipun. Ditemukan setengah dari pasien di unit perawatan intensif (intensive unit care /ICU) di seluruh dunia telah terinfeksi dan diperkirakan lebih dari 70 persen pasien menerima antibiotik.
Pasien ICU yang terkena infeksi di rumah sakit mengharuskannya tinggal lebih lama dan tentunya dengan biaya yang lebih besar. Pasien yang terkena infeksi melalui darah atau yang dikenal dengan nama sepsis lebih banyak berakhir dengan kematian.
Tapi peneliti lebih memberikan keprihatinan besar terhadap penggunaan antibiotik secara luas pada pasien yang tidak mengalami infeksi. Praktik ini telah terbukti menyebabkan resistensi antibiotik pada bakteri tersebut.
"Hal lain yang penting adalah jumlah kejadian sepsis yang meningkat akan berkaitan dengan kenaikan jumlah kematian akibat infeksi," ujar Dr Jean-Louis Vincent dari Erasme University Hospital di Brussels, Belgia yang juga ditulis dalam Journal of the American Medical Association, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/12/2009).
Pada penelitian ini Vincent dan tim melakukan survey terhadap 13.796 pasien ICU di 75 negara. Dan hasil yang didapatkan adalah 51 persen pasien ICU terkena infeksi dan 71 persen pasien menerima antibiotik baik sebagai pengobatan ataupun untuk mencegah infeksi. Sebagian besar pasien mengalami infeksi paru-paru, infeksi perut dan aliran darah. Bakteri yang paling umum ditemukan adalah Staphylococcus aureus, E.coli dan kelompok Pseudomonas.
Infeksi seperti sepsis yang terjadi di ICU adalah penyebab utama kematian pasien selain karena penyakit jantung. Dr Steven Opal dari Brown University di Rhode Island dan Dr Thierry Calandra dari Vaudois Hospital Center di Lausanne, Swiss mengungkapkan jenis bakteri gram negatif (lebih patogen sehingga membahayakan organisme inangnya) menjadi penyebab 63 persen kasus infeksi.
"Ini bukan keadaan yang baik, karena infeksi bakteri ini meningkat tapi terapi alternatif untuk pengobatannya cenderung tidak mengalami peningkatan," komentarnya. Penggunaan antibiotik yang tinggi pada pasien ICU bisa menyebabkan bakteri tersebut menjadi lebih resisten.
Diharapkan nantinya ada teknologi baru seperti vaksin atau imunoterapi untuk membantu mengatasi permasalahn infeksi ini. Tapi sebagai pencegahan awal infeksi sebaiknya ciptakan lingkungan perawatan ICU yang benar-benar bersih dan steril.
Saat ini infeksi yang terjadi di rumah sakit dan mendapat perhatian khusus dari WHO adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini terjadi pada pasien selama di rumah sakit atau menggunakan fasilitas kesehatan lain. Penyakit ini tidak ditemukan saat pasien masuk rumah sakit.
Ancaman penularan infeksi nosokomial yang terjadi di rumah sakit kini menjadi perhatian serius banyak negara. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kejadian infeksi di institusi pelayanan kesehatan berkisar 3-21 persen.(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2009/12/02/100048/1252396/756/pasien-icu-banyak-terkena-infeksi
Alokasi Anggaran Pendidikan Kurang Menyentuh Rakyat
2:40:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009 00:57 WIB
Bolmong (ANTARA News) - Anggaran pendidikan yang di plot ke dinas pendidikan Kabupaten Bolaangmongondow, Sulut, lewat pembahasan RAPBD sebagian besarnya berpihak pada belanja pegawai dan sedikit menyentuh pada masyarakat.
Hal ini dikatakan aktivis Publika, Darman Matara, usai mengahdiri rapat DRPD tentang pembahasan rancangan Angaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2010, Selasa di Manado.
Menurutnya seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten, lebih terkosentrasi pada pendidikan dengan mengalokasikan anggaran lebih besar agar benar-benar berpihak pada rakyat.
Dijelaskan saat ini, angaran Dinas Pendidikan sebesar Rp 108 Miliar atau 26 persen dari total RAPBD namun itu belum menjamin pembagiannya akan lebih besar pada pengembangan mutu dan kuwalitas pendidikan.
"Walaupun pembagiannya cukup besar namun belum menjamin akan teralokasi pada kepentingan masyarakat dalam peningkatan pendidikan" ujarnya.
Oleh karena itu dirinya mengingatkan kepada Badan Angaran (Banggar) DPRD agar jangan terjebak pada usulan anggaran dinas pendidikan karena bisa jadi ini merupakan jebakan untuk memenuhi kebutuhan belanjanya pegawainya, mengingat anggaran tersebut merupakan rancangan eksekutif sebagai SKPD.
Sementara Kabag Humas Bolmong, Baharudin Marto mengatakan, bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah merancang angarannya sesuai dengan mekasnisme yang ada. dan apabila ada yang menganalisa seperti itu adalah merupakan hal yang wajar.
Ditambahkannya juga, kalau tim anggaran Pemerintah Kabupaten sudah menyesuaikannya dengan kebutuhan setiap SKPD sebelum di putuskan." Contoh seperti anggaran untuk sosialisasi bagi dinas kesehatan itu merupakan kepentingan rakyat yang menyentuh langsung pada masyarakat" ujarnya.
Marto mengungkapkan, pembahasan RAPBD untuk Tahun 2010 pada prinsipnya berpihak kepada rakyat dan diperuntukan untuk kepentingan rakyat atau publik, dan ini sudah menjadi keputusan pihak eksekutif.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259690274/alokasi-anggaran-pendidikan-kurang-menyentuh-rakyat
Bolmong (ANTARA News) - Anggaran pendidikan yang di plot ke dinas pendidikan Kabupaten Bolaangmongondow, Sulut, lewat pembahasan RAPBD sebagian besarnya berpihak pada belanja pegawai dan sedikit menyentuh pada masyarakat.
Hal ini dikatakan aktivis Publika, Darman Matara, usai mengahdiri rapat DRPD tentang pembahasan rancangan Angaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2010, Selasa di Manado.
Menurutnya seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten, lebih terkosentrasi pada pendidikan dengan mengalokasikan anggaran lebih besar agar benar-benar berpihak pada rakyat.
Dijelaskan saat ini, angaran Dinas Pendidikan sebesar Rp 108 Miliar atau 26 persen dari total RAPBD namun itu belum menjamin pembagiannya akan lebih besar pada pengembangan mutu dan kuwalitas pendidikan.
"Walaupun pembagiannya cukup besar namun belum menjamin akan teralokasi pada kepentingan masyarakat dalam peningkatan pendidikan" ujarnya.
Oleh karena itu dirinya mengingatkan kepada Badan Angaran (Banggar) DPRD agar jangan terjebak pada usulan anggaran dinas pendidikan karena bisa jadi ini merupakan jebakan untuk memenuhi kebutuhan belanjanya pegawainya, mengingat anggaran tersebut merupakan rancangan eksekutif sebagai SKPD.
Sementara Kabag Humas Bolmong, Baharudin Marto mengatakan, bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah merancang angarannya sesuai dengan mekasnisme yang ada. dan apabila ada yang menganalisa seperti itu adalah merupakan hal yang wajar.
Ditambahkannya juga, kalau tim anggaran Pemerintah Kabupaten sudah menyesuaikannya dengan kebutuhan setiap SKPD sebelum di putuskan." Contoh seperti anggaran untuk sosialisasi bagi dinas kesehatan itu merupakan kepentingan rakyat yang menyentuh langsung pada masyarakat" ujarnya.
Marto mengungkapkan, pembahasan RAPBD untuk Tahun 2010 pada prinsipnya berpihak kepada rakyat dan diperuntukan untuk kepentingan rakyat atau publik, dan ini sudah menjadi keputusan pihak eksekutif.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259690274/alokasi-anggaran-pendidikan-kurang-menyentuh-rakyat
DEPKUMHAM: Pejabat Harus Berorientasi Pelayanan
2:37:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Para pejabat harus memenuhi tuntutan tugas yang berorientasi bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, pejabat harus mempunyai kemampuan teknis dan manajerial sehingga mereka siap menghadapi perubahan dan perkembangan di masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kanwil Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) Lampung Hattu Octavianus pada pelantikan lima kepala lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan negara (rutan) serta dua kasubbid Depkumham di aula kantor itu, Selasa (1-12).
Para pejabat yang dilantik diminta melaksanakan tugas secara baik, transparan, dan akuntabel. Mereka juga harus memiliki penguasaan intelektual dengan baik, penguasaan emosional, penguasaan kecermatan, ketepatan, dan ketelitian. "Dengan menguasai tiga hal tersebut, pejabat dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dengan ditambah kompetensi SDM yang terukur dan disiplin," ujarnya.
Pada era globalisasi, informasi, dan reformasi, pejabat dan pegawai harus bekerja secara profesional. Sehingga mereka mampu menampilkan sosok petugas pemasyarakatan dan imigrasi yang tangguh dan tanggap dalam menganalisis dan mengevaluasi dampak yang akan terjadi, mampu menyelesaikan masalah, serta wibawa dalam menegakkan peraturan dan ketentuan yang berlaku, ujar Hattu.
Di akhir sambutannya Hattu berpesan kepada para pejabat dan pegawai di Depkumham Lampung agar menjunjung tinggi profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Para pejabat yang dilantik adalah Reduan yang menjadi kepala LP Kelas II A Kalianda menggantikan Gunarso, Sudarto yang menjadi kepala LP Khusus Narkotika Kelas II A Bandar Lampung menggantikan Lutfie, Dadi Mulyadi yang menjadi kepala LP Kelas II A Metro menggantikan Reduan, Suprobowati yang menjadi kepala LP Wanita Kelas II A Bandar Lampung mengantikan Budi Hendarningsih, dan Agus Irianto yang menjadi kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung menggantikan Dadi Mulyadi.
Selain itu, juga dilantik Wahyu Riyanto menjadi kepala Subbid Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Depkumham Lampung dan Sugiono menjadi kepala Subbid Lalu Lintas Keimigrasian Depkumham Lampung. n MG17/K-3
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009120207454015
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Para pejabat harus memenuhi tuntutan tugas yang berorientasi bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, pejabat harus mempunyai kemampuan teknis dan manajerial sehingga mereka siap menghadapi perubahan dan perkembangan di masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kanwil Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) Lampung Hattu Octavianus pada pelantikan lima kepala lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan negara (rutan) serta dua kasubbid Depkumham di aula kantor itu, Selasa (1-12).
Para pejabat yang dilantik diminta melaksanakan tugas secara baik, transparan, dan akuntabel. Mereka juga harus memiliki penguasaan intelektual dengan baik, penguasaan emosional, penguasaan kecermatan, ketepatan, dan ketelitian. "Dengan menguasai tiga hal tersebut, pejabat dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dengan ditambah kompetensi SDM yang terukur dan disiplin," ujarnya.
Pada era globalisasi, informasi, dan reformasi, pejabat dan pegawai harus bekerja secara profesional. Sehingga mereka mampu menampilkan sosok petugas pemasyarakatan dan imigrasi yang tangguh dan tanggap dalam menganalisis dan mengevaluasi dampak yang akan terjadi, mampu menyelesaikan masalah, serta wibawa dalam menegakkan peraturan dan ketentuan yang berlaku, ujar Hattu.
Di akhir sambutannya Hattu berpesan kepada para pejabat dan pegawai di Depkumham Lampung agar menjunjung tinggi profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Para pejabat yang dilantik adalah Reduan yang menjadi kepala LP Kelas II A Kalianda menggantikan Gunarso, Sudarto yang menjadi kepala LP Khusus Narkotika Kelas II A Bandar Lampung menggantikan Lutfie, Dadi Mulyadi yang menjadi kepala LP Kelas II A Metro menggantikan Reduan, Suprobowati yang menjadi kepala LP Wanita Kelas II A Bandar Lampung mengantikan Budi Hendarningsih, dan Agus Irianto yang menjadi kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung menggantikan Dadi Mulyadi.
Selain itu, juga dilantik Wahyu Riyanto menjadi kepala Subbid Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Depkumham Lampung dan Sugiono menjadi kepala Subbid Lalu Lintas Keimigrasian Depkumham Lampung. n MG17/K-3
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009120207454015
Semen di Kupang Rp 46 Ribu/Zak
2:27:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009 | 09:56 WITA
KUPANG, POS KUPANG.Com -- Harga jual semen di Kota Kupang saat ini mencapai Rp 46.000,00/zak, harga terendah Rp 42.000,00/zak. Harga ini mengalami kenaikan sekitar Rp 3.500,00 hingga Rp 8.000,00/zak atau dari harga jual sebelumnya Rp 37.500,00 hingga Rp 38.000,00/zak.
Informasi yang diperoleh Pos Kupang di sejumlah toko penjual bahan bangunan di Kota Kupang, Selasa (1/12/2009), menyebutkan, harga jual semen itu mengalami kenaikan sesaat setelah terjadi kelangkaan stok di Kota Kupang. Harga jual Semen Gresik sebelumnya dijual Rp 37.500,00/zak hingga Rp 38.000,00/zak ukuran 40 kilogram (kg) saat ini dijual Rp 46.000,00/zak. Sedangkan Semen Tonasa dan Tiga Roda yang sebelumnya juga dijual dengan harga Rp 37.500,00/zak (ukuran 40 kg), sekarang dijual Rp 42.000,00/zak.
Kenaikan harga jual ini mulai terjadi sejak pekan lalu ketika stok semen di sejumlah pengecer atau toko penjual bahan bangunan menipis. Padahal satu bulan sebelumnya, semen yang beredar di Kota Kupang adalah Semen Gresik dan Semen Tonasa dengan harga jual hampir merata, yaitu Rp 37.000,00/zak.
Yosep, pemilik Toko Petety Jaya, salah satu toko penjual bahan bangunan di Kota Kupang, mengatakan, kekosongan semen di tingkat pengecer dan distributor terjadi karena beberapa hal, di antaranya cuaca yang mengganggu pelayaran atau transportasi, selain kesalahan dari pemerintah daerah yang baru mengeluarkan perintah kerja bagi kontraktor pada akhir tahun.
"Sedangkan saat yang bersamaan, kebutuhan semen hampir terjadi pada semua sektor sehingga kebutuhan semen atau permintaan semen meningkat drastis, tidak seimbang dengan stok yang ada di pasaran. Kondisi ini membuat semen kosong dan bukan ada permainan atau penimbunan," kata Yosep.
Dia mengakui, setelah kondisi stok menipis semen bisa dijual dengan harga berkisar antara Rp 40.000,00/zak hingga Rp 43.000,00/zak. Padahal sebelumnya rata-rata semua merk dijual Rp 38.000,00/zak.
Edwin Wijaya, pemilik Toko Wijaya Bangunan, salah satu toko penjual bahan bangunan, mengatakan, stok semen yang dimiliki sudah habis sejak pekan lalu. "Kami belum tahu setelah stok ada harga jualnya berapa, namun yang pasti kita akan ikut harga yang diberikan dari distributor. Jika harga sebelumnya Rp 38.000,00/zak, maka kemungkinan akan bergerak naik sekitar Rp 40.000,00/zak," kata Edwin.
Sementara Raymond, pemilik Toko Cahaya Bangunan, mengakui, stok semen yang dijual sudah habis sejak pekan lalu, sedangkan harga jual juga tidak berbeda dengan tempat penjualan bahan bangunan lainnya. Sedangkan soal stok semen yang akan dijual kemudian, ia mengakui, belum tahu harga yang akan dikenakan, namun mereka akan mengikuti harga di pasaran sesuai permintaan konsumen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Propinsi NTT, Ir. Edy Ismail, M.M, yang dihubungi mengatakan, sesuai hasil pemantauan di lapangan, harga semen yang ada di Kupang saat ini hanya naik sekitar Rp 3.000,00 hingga Rp 4.000,00/zak. "Kita sudah pantau di sejumlah toko yang menjual bahan bangunan, ternyata harga jual semen tertinggi Rp 42.000,00/zak. Ini berarti kenaikan hanya sekitar Rp 3.000,00 sampai Rp 4.000,00/zak," kata Ismail.
Tentang stok yang menipis hingga kosong di Kupang, ia mengakui, kondisi itu terjadi akibat beberapa faktor, yakni cuaca yang mengganggu transportasi, selain gangguan teknis yang terjadi di daerah produsen semen.
Ismail menjelaskan, sesuai informasi yang diperoleh dari distributor, stok semen habis akibat pasokan dari Sulawesi terhambat. "Masalah teknis di sana, yakni adanya pemadaman listrik sehingga produksi semen tidak kontinyu, akhirnya stok semen yang diproduski berkurang. Kondisi ini berdampak bagi sejumlah daerah yang menjadi penerima semen termasuk NTT," katanya.
Ismail juga mengimbau kepada distributor maupun pengecer agar kembali menjual semen dengan harga normal jika kondisi juga sudah normal.
5.500 Ton tiba
Sementara itu, pasokan Semen Tonasa dari Sulawesi Selatan ke Kupang sebanyak 5.500 ton tiba di Kupang, Selasa (1/12/2009). Pasokan ini pun diprediksi tidak akan memenuhi kebutuhan semen di Kota Kupang.
Disaksikan Pos Kupang, Selasa (1/12/2009), 5.500 ton Semen Tonasa ini diangkut Kapal Motor (KM) Swakarsa dan tiba di Pelabuhan Tenau Kupang, Selasa (1/12/2009) sekitar pukul 09.00 wita, namun baru dibongkar sekitar pukul 13.00 wita.
Sejumlah truk sedang parkir menunggu giliran untuk mengangkut semen ke gudang, sedangkan para buruh sibuk mengatur semen pada truk, ada pula yang berada di palka kapal.
Kepala Seksi Muatan Palka (Cip), KM Swakarsa, Arnol, kepada Pos Kupang, mengatakan, 5.500 ton semen yang diangkut itu berasal dari Sulawesi Selatan dan hanya satu merk dagang yaitu Semen Tonasa yang berukuran 40 kilogram (kg). "Kami bawa semen ini dari Sulawesi Selatan dan mulai bertolak dari Biringkasi ke Kupang pada Sabtu (28/11/2009) lalu dan baru saja tiba pagi tadi. Memang cuaca tidak begitu buruk, namun karena lamanya pelayaran dari Sulawesi ke Kupang rata-rata tiga hari," kata Arnol. (yel)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/39898/semen-di-kupang-rp-46-ribuzak
KUPANG, POS KUPANG.Com -- Harga jual semen di Kota Kupang saat ini mencapai Rp 46.000,00/zak, harga terendah Rp 42.000,00/zak. Harga ini mengalami kenaikan sekitar Rp 3.500,00 hingga Rp 8.000,00/zak atau dari harga jual sebelumnya Rp 37.500,00 hingga Rp 38.000,00/zak.
Informasi yang diperoleh Pos Kupang di sejumlah toko penjual bahan bangunan di Kota Kupang, Selasa (1/12/2009), menyebutkan, harga jual semen itu mengalami kenaikan sesaat setelah terjadi kelangkaan stok di Kota Kupang. Harga jual Semen Gresik sebelumnya dijual Rp 37.500,00/zak hingga Rp 38.000,00/zak ukuran 40 kilogram (kg) saat ini dijual Rp 46.000,00/zak. Sedangkan Semen Tonasa dan Tiga Roda yang sebelumnya juga dijual dengan harga Rp 37.500,00/zak (ukuran 40 kg), sekarang dijual Rp 42.000,00/zak.
Kenaikan harga jual ini mulai terjadi sejak pekan lalu ketika stok semen di sejumlah pengecer atau toko penjual bahan bangunan menipis. Padahal satu bulan sebelumnya, semen yang beredar di Kota Kupang adalah Semen Gresik dan Semen Tonasa dengan harga jual hampir merata, yaitu Rp 37.000,00/zak.
Yosep, pemilik Toko Petety Jaya, salah satu toko penjual bahan bangunan di Kota Kupang, mengatakan, kekosongan semen di tingkat pengecer dan distributor terjadi karena beberapa hal, di antaranya cuaca yang mengganggu pelayaran atau transportasi, selain kesalahan dari pemerintah daerah yang baru mengeluarkan perintah kerja bagi kontraktor pada akhir tahun.
"Sedangkan saat yang bersamaan, kebutuhan semen hampir terjadi pada semua sektor sehingga kebutuhan semen atau permintaan semen meningkat drastis, tidak seimbang dengan stok yang ada di pasaran. Kondisi ini membuat semen kosong dan bukan ada permainan atau penimbunan," kata Yosep.
Dia mengakui, setelah kondisi stok menipis semen bisa dijual dengan harga berkisar antara Rp 40.000,00/zak hingga Rp 43.000,00/zak. Padahal sebelumnya rata-rata semua merk dijual Rp 38.000,00/zak.
Edwin Wijaya, pemilik Toko Wijaya Bangunan, salah satu toko penjual bahan bangunan, mengatakan, stok semen yang dimiliki sudah habis sejak pekan lalu. "Kami belum tahu setelah stok ada harga jualnya berapa, namun yang pasti kita akan ikut harga yang diberikan dari distributor. Jika harga sebelumnya Rp 38.000,00/zak, maka kemungkinan akan bergerak naik sekitar Rp 40.000,00/zak," kata Edwin.
Sementara Raymond, pemilik Toko Cahaya Bangunan, mengakui, stok semen yang dijual sudah habis sejak pekan lalu, sedangkan harga jual juga tidak berbeda dengan tempat penjualan bahan bangunan lainnya. Sedangkan soal stok semen yang akan dijual kemudian, ia mengakui, belum tahu harga yang akan dikenakan, namun mereka akan mengikuti harga di pasaran sesuai permintaan konsumen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Propinsi NTT, Ir. Edy Ismail, M.M, yang dihubungi mengatakan, sesuai hasil pemantauan di lapangan, harga semen yang ada di Kupang saat ini hanya naik sekitar Rp 3.000,00 hingga Rp 4.000,00/zak. "Kita sudah pantau di sejumlah toko yang menjual bahan bangunan, ternyata harga jual semen tertinggi Rp 42.000,00/zak. Ini berarti kenaikan hanya sekitar Rp 3.000,00 sampai Rp 4.000,00/zak," kata Ismail.
Tentang stok yang menipis hingga kosong di Kupang, ia mengakui, kondisi itu terjadi akibat beberapa faktor, yakni cuaca yang mengganggu transportasi, selain gangguan teknis yang terjadi di daerah produsen semen.
Ismail menjelaskan, sesuai informasi yang diperoleh dari distributor, stok semen habis akibat pasokan dari Sulawesi terhambat. "Masalah teknis di sana, yakni adanya pemadaman listrik sehingga produksi semen tidak kontinyu, akhirnya stok semen yang diproduski berkurang. Kondisi ini berdampak bagi sejumlah daerah yang menjadi penerima semen termasuk NTT," katanya.
Ismail juga mengimbau kepada distributor maupun pengecer agar kembali menjual semen dengan harga normal jika kondisi juga sudah normal.
5.500 Ton tiba
Sementara itu, pasokan Semen Tonasa dari Sulawesi Selatan ke Kupang sebanyak 5.500 ton tiba di Kupang, Selasa (1/12/2009). Pasokan ini pun diprediksi tidak akan memenuhi kebutuhan semen di Kota Kupang.
Disaksikan Pos Kupang, Selasa (1/12/2009), 5.500 ton Semen Tonasa ini diangkut Kapal Motor (KM) Swakarsa dan tiba di Pelabuhan Tenau Kupang, Selasa (1/12/2009) sekitar pukul 09.00 wita, namun baru dibongkar sekitar pukul 13.00 wita.
Sejumlah truk sedang parkir menunggu giliran untuk mengangkut semen ke gudang, sedangkan para buruh sibuk mengatur semen pada truk, ada pula yang berada di palka kapal.
Kepala Seksi Muatan Palka (Cip), KM Swakarsa, Arnol, kepada Pos Kupang, mengatakan, 5.500 ton semen yang diangkut itu berasal dari Sulawesi Selatan dan hanya satu merk dagang yaitu Semen Tonasa yang berukuran 40 kilogram (kg). "Kami bawa semen ini dari Sulawesi Selatan dan mulai bertolak dari Biringkasi ke Kupang pada Sabtu (28/11/2009) lalu dan baru saja tiba pagi tadi. Memang cuaca tidak begitu buruk, namun karena lamanya pelayaran dari Sulawesi ke Kupang rata-rata tiga hari," kata Arnol. (yel)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/39898/semen-di-kupang-rp-46-ribuzak
Rekam Medis Online yang Masih Sebatas Cita-cita
2:22:00 PM
Selasa, 01/12/2009 15:20 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Data rekam medis pasien di Indonesia masih dalam bentuk kertas dan terpisah-pisah di rumah sakit mana pasien berobat. Sistem rekam medis online yang dicita-citakan bisa mempermudah pelayanan kesehatan ternyata masih memiliki banyak hambatan.
Rekam medis online ini baru diujicobakan di Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Banjar di Bandung. Ternyata didapatkan koneksi yang bagus dan kedua puskesmas ini bisa saling berbagi informasi mengenai kondisi kesehatan dari pasien yang berobat di kedua puskesmas tersebut.
Uji coba 2 Puskesmas itu baru tahap awal karena di Indonesia saja ada sekitar 8.000 lebih Puskesmas sehingga masih jauh dari cita-cita integerasi e-Health di Indonesia. Belum lagi melangkah ke rumah sakit yang jumlahnya juga mencapai ribuan.
Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan peneliti dari Australia National University (ANU) berhasil menciptakan sistem rekam medis online yang sharable dan longitudinal berbasis openEHR (Electronic Health Record). Sistem ini mampu menyimpan riwayat kesehatan seseorang sejak orang tersebut lahir, sehingga diharapkan bisa mengurangi kesalahan medis (medical error).
"Dengan adanya elektronik ini seseorang bisa memiliki riwayat kesehatan yang lengkap sehingga datanya lebih akurat. Riwayat kesehatan yang bisa dikirim berupa teks, sinyal EEG atau sinyal lainnya dan bisa juga berupa gambar seperti rontgen," ujar Prof Tati Rajab Mengko dari ITB, dalam acara jumpa pers "Rekam Medis yang Sharable dan Longitudinal untuk mendukung E-Health di Indonesia" di Warung Daun, Cikini, Selasa (1/12/2009).
Prof Tati menambahkan rekam medis itu sendiri menyangkut kondisi pasien, hasil laboratorium serta riwayat penyakit pasien itu sendiri. Penelitian mengenai rekam medis elektronik ini telah berjalan selama 3 tahun sejak tahun 2006.
Mantan Ketua IDI Fachmi Idris juga memberikan apresiasi tinggi atas hasil penelitian ini yang berhasil menciptakan sistem untuk membuat rekam medis secara online.
Tapi hasil ini belum bisa diterapkan karena masih memiliki beberapa hambatan seperti sistem pelayanan kesehatan yang masih belum bagus.
"Sistem pelayanan kesehatan disini harus diperbaiki dulu baru teknologi ini bisa diterapkan, karena kalau belum diperbaiki teknologi ini tidak akan terlalu berguna," ujar Fachmi.
Lebih lanjut Fachmi menambahkan, prinsip dari sharable ini harus memenuhi tiga hal yaitu privacy (privasi), security (jaminan keamanan) dan confidentiality (kerahasiaan) serta tetap tidak melanggar hak-hak dari pasien itu sendiri.
Karena pasien memiliki hak untuk mendapatkan semua informasi kesehatan mengenai dirinya dengan pengecualian informasi ini dapat ditahan oleh dokter jika informasi tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan pasien. Informasi kesehatan bisa dipublikasikan jika pasien menyetujui dan pasien juga memiliki hak untuk tidak memberikan informasi kesehatan kepada siapapun.
"Kalau prinsip longitudinal itu penting agar riwayat kesehatan orang tersebut dari lahir hingga kini masih tersimpan dengan baik sedangkan untuk prinsip sharable sebaiknya harus memiliki sistem rujukan yang baik dan tentukan batas-batas dari share data itu sendiri," tambahnya.
Jika rekam medis online ini akan diterapkan maka dibutuhkan undang-undang dan regulasi khusus dengan tetap menjaga etika serta prinsip normatif dan konservatif profesi kedokteran. Namun, jika bisa berhasil diterapkan di Indonesia diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2009/12/01/152026/1251969/763/rekam-medis-online-yang-masih-sebatas-cita-cita
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Data rekam medis pasien di Indonesia masih dalam bentuk kertas dan terpisah-pisah di rumah sakit mana pasien berobat. Sistem rekam medis online yang dicita-citakan bisa mempermudah pelayanan kesehatan ternyata masih memiliki banyak hambatan.
Rekam medis online ini baru diujicobakan di Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Banjar di Bandung. Ternyata didapatkan koneksi yang bagus dan kedua puskesmas ini bisa saling berbagi informasi mengenai kondisi kesehatan dari pasien yang berobat di kedua puskesmas tersebut.
Uji coba 2 Puskesmas itu baru tahap awal karena di Indonesia saja ada sekitar 8.000 lebih Puskesmas sehingga masih jauh dari cita-cita integerasi e-Health di Indonesia. Belum lagi melangkah ke rumah sakit yang jumlahnya juga mencapai ribuan.
Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan peneliti dari Australia National University (ANU) berhasil menciptakan sistem rekam medis online yang sharable dan longitudinal berbasis openEHR (Electronic Health Record). Sistem ini mampu menyimpan riwayat kesehatan seseorang sejak orang tersebut lahir, sehingga diharapkan bisa mengurangi kesalahan medis (medical error).
"Dengan adanya elektronik ini seseorang bisa memiliki riwayat kesehatan yang lengkap sehingga datanya lebih akurat. Riwayat kesehatan yang bisa dikirim berupa teks, sinyal EEG atau sinyal lainnya dan bisa juga berupa gambar seperti rontgen," ujar Prof Tati Rajab Mengko dari ITB, dalam acara jumpa pers "Rekam Medis yang Sharable dan Longitudinal untuk mendukung E-Health di Indonesia" di Warung Daun, Cikini, Selasa (1/12/2009).
Prof Tati menambahkan rekam medis itu sendiri menyangkut kondisi pasien, hasil laboratorium serta riwayat penyakit pasien itu sendiri. Penelitian mengenai rekam medis elektronik ini telah berjalan selama 3 tahun sejak tahun 2006.
Mantan Ketua IDI Fachmi Idris juga memberikan apresiasi tinggi atas hasil penelitian ini yang berhasil menciptakan sistem untuk membuat rekam medis secara online.
Tapi hasil ini belum bisa diterapkan karena masih memiliki beberapa hambatan seperti sistem pelayanan kesehatan yang masih belum bagus.
"Sistem pelayanan kesehatan disini harus diperbaiki dulu baru teknologi ini bisa diterapkan, karena kalau belum diperbaiki teknologi ini tidak akan terlalu berguna," ujar Fachmi.
Lebih lanjut Fachmi menambahkan, prinsip dari sharable ini harus memenuhi tiga hal yaitu privacy (privasi), security (jaminan keamanan) dan confidentiality (kerahasiaan) serta tetap tidak melanggar hak-hak dari pasien itu sendiri.
Karena pasien memiliki hak untuk mendapatkan semua informasi kesehatan mengenai dirinya dengan pengecualian informasi ini dapat ditahan oleh dokter jika informasi tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan pasien. Informasi kesehatan bisa dipublikasikan jika pasien menyetujui dan pasien juga memiliki hak untuk tidak memberikan informasi kesehatan kepada siapapun.
"Kalau prinsip longitudinal itu penting agar riwayat kesehatan orang tersebut dari lahir hingga kini masih tersimpan dengan baik sedangkan untuk prinsip sharable sebaiknya harus memiliki sistem rujukan yang baik dan tentukan batas-batas dari share data itu sendiri," tambahnya.
Jika rekam medis online ini akan diterapkan maka dibutuhkan undang-undang dan regulasi khusus dengan tetap menjaga etika serta prinsip normatif dan konservatif profesi kedokteran. Namun, jika bisa berhasil diterapkan di Indonesia diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
(ver/ir)
http://health.detik.com/read/2009/12/01/152026/1251969/763/rekam-medis-online-yang-masih-sebatas-cita-cita
Awas, Lima Lampu Lalu Lintas di Ibu Kota Alami Gangguan
2:20:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009 | 10:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak lima lampu lalu lintas di DKI Jakarta, Rabu (2/12), mengalami gangguan. Berikut ini informasi yang diperoleh dari Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait lokasi lampu lalu lintas yang mati tersebut.
Jakarta Selatan: Bulungan, Dunia Buah.
Jakarta Barat: Grand Garden McDonald's.
Jakarta Utara: Bintang Mas.
Jakarta Pusat: Bungur.
Bagi para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat diharapkan untuk berhati-hati saat melewati jalur lampu lalu lintas yang mengalami gangguan. Dikhawatirkan akan menyebabkan kemacetan, ada baiknya untuk menghindari lokasi lampu lalu lintas yang mati tersebut.
Saat ini TMC sudah berkoordinasi dengan jajaran wilayah di Ibu Kota agar di setiap lampu lalu lintas yang mengalami gangguan, petugas lalu lintas melakukan pengaturan secara manual.
SOE
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/12/02/10212051/awas.lima.lampu.lalu.lintas.di.ibu.kota.alami.gangguan
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak lima lampu lalu lintas di DKI Jakarta, Rabu (2/12), mengalami gangguan. Berikut ini informasi yang diperoleh dari Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait lokasi lampu lalu lintas yang mati tersebut.
Jakarta Selatan: Bulungan, Dunia Buah.
Jakarta Barat: Grand Garden McDonald's.
Jakarta Utara: Bintang Mas.
Jakarta Pusat: Bungur.
Bagi para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat diharapkan untuk berhati-hati saat melewati jalur lampu lalu lintas yang mengalami gangguan. Dikhawatirkan akan menyebabkan kemacetan, ada baiknya untuk menghindari lokasi lampu lalu lintas yang mati tersebut.
Saat ini TMC sudah berkoordinasi dengan jajaran wilayah di Ibu Kota agar di setiap lampu lalu lintas yang mengalami gangguan, petugas lalu lintas melakukan pengaturan secara manual.
SOE
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/12/02/10212051/awas.lima.lampu.lalu.lintas.di.ibu.kota.alami.gangguan
Aceh Utara Targetkan Jadi Contoh Pendidikan Dasar
2:18:00 PM
2 December 2009, 09:25
Fasilitator Dinas Pendidikan Aceh, Husaini (tengah) menjelaskan hasil karya siswa yang menerapkan metode pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (Pakem) kepada anggota DPRK Aceh Utara, Tgk Nawawi di SDN-7 Matangkuli, Aceh Utara. SERAMBI/JAFARUDDIN
LHOKSUKON - Pihak Dinas Pendidikan Aceh Utara, menargetkan akan menjadi contoh atau kiblat pendidikan dasar bagi kabupaten/kota lainnya di Aceh, tahun 2012 mendatang. Target tersebut bakal tercapai jika metode pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (Pakem) pada tingkat sekolah dasar di Aceh Utara terus dikembangkan.
Hal itu disampaikan Kabid Prasekolah Madrasah Dasar dan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Aceh Utara, Wahyuni, saat melakukan monitoring dan evaluasi ke SD 7 Matangkuli, Selasa (1/12). SD tersebut merupakan salah satu SD bantuan ExxonMobil dan Unicef yang menerapkan metode Pakem.
“Tahun 2009 setiap UPTD akan dibangun SD unggul dan ini mulai berjalan, 2010 tiap kecamatan akan dibangun SD unggul, dan 2011 ditargetkan SD unggul di Aceh Utara mencapai 25 persen,” kata Wahyuni. Metode ini, murid dan guru terlibat aktif berkomunikasi dengan dekorasi ruangan model bangku berdiskusi. Selain itu, ruangan juga ditulis kalimat atau rumus yang berhubungan dengan mata pelajaran dalam bentuk panjangan yang menarik. Menurutnya, pihak dinas optimis hal ini akan tercapai jika didukung semua pihak terutama dewan. Untuk saat ini jumlah SD yang termasuk dalam kategori unggul sudah mencapai 30 sekolah.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi D DPRK Aceh Utara, Tgk Nawawi dan anggota Komisi E Muhammad Ali, serta Project Officer Unicef Banda Aceh, Jose Rizal Lukman. Tgk Nawawi mengatakan, ia optimis pendidikan di Aceh Utara akan terus berkembang jika semua SD menerapkan metode pakem. Hal yang sama juga diungkap Fasilitator Program Creatif Learning Comummnity for Children (CLCC) dan Project Officer Unicef, Jose Rizal Lukman.(c37)
http://www.serambinews.com/news/aceh-utara-targetkan-jadi-contoh-pendidikan-dasar
Fasilitator Dinas Pendidikan Aceh, Husaini (tengah) menjelaskan hasil karya siswa yang menerapkan metode pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (Pakem) kepada anggota DPRK Aceh Utara, Tgk Nawawi di SDN-7 Matangkuli, Aceh Utara. SERAMBI/JAFARUDDIN
LHOKSUKON - Pihak Dinas Pendidikan Aceh Utara, menargetkan akan menjadi contoh atau kiblat pendidikan dasar bagi kabupaten/kota lainnya di Aceh, tahun 2012 mendatang. Target tersebut bakal tercapai jika metode pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (Pakem) pada tingkat sekolah dasar di Aceh Utara terus dikembangkan.
Hal itu disampaikan Kabid Prasekolah Madrasah Dasar dan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Aceh Utara, Wahyuni, saat melakukan monitoring dan evaluasi ke SD 7 Matangkuli, Selasa (1/12). SD tersebut merupakan salah satu SD bantuan ExxonMobil dan Unicef yang menerapkan metode Pakem.
“Tahun 2009 setiap UPTD akan dibangun SD unggul dan ini mulai berjalan, 2010 tiap kecamatan akan dibangun SD unggul, dan 2011 ditargetkan SD unggul di Aceh Utara mencapai 25 persen,” kata Wahyuni. Metode ini, murid dan guru terlibat aktif berkomunikasi dengan dekorasi ruangan model bangku berdiskusi. Selain itu, ruangan juga ditulis kalimat atau rumus yang berhubungan dengan mata pelajaran dalam bentuk panjangan yang menarik. Menurutnya, pihak dinas optimis hal ini akan tercapai jika didukung semua pihak terutama dewan. Untuk saat ini jumlah SD yang termasuk dalam kategori unggul sudah mencapai 30 sekolah.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi D DPRK Aceh Utara, Tgk Nawawi dan anggota Komisi E Muhammad Ali, serta Project Officer Unicef Banda Aceh, Jose Rizal Lukman. Tgk Nawawi mengatakan, ia optimis pendidikan di Aceh Utara akan terus berkembang jika semua SD menerapkan metode pakem. Hal yang sama juga diungkap Fasilitator Program Creatif Learning Comummnity for Children (CLCC) dan Project Officer Unicef, Jose Rizal Lukman.(c37)
http://www.serambinews.com/news/aceh-utara-targetkan-jadi-contoh-pendidikan-dasar
Temukan Kerusakan Warga Kembalikan Kompor Gas Pembagian
2:17:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009 03:10 WIB
Pontianak (ANTARA News) - Pengurus Rukun Tetangga/Rukun Warga 11/22, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengembalikan kompor pembagian program konversi minyak tanah ke gas ke Kantor Kepala Desa setempat karena menemukan kerusakan pada kompor tersebut.
"Kami menerima 49 buah untuk 49 kepala keluarga, tetapi ada satu yang rusak dan kami kembalikan," Kata Ketua RT/RW 11/22, M Said (52) di Kubu Raya, Selasa.
Kerusakan di bagian kepala kompor dan stut untuk emnyalakan kompor yang sudah los," kata Said.
Selain itu, regulator selang untuk menyalurkan gas ke kompor mengalami kebocoran. "Kami langsung menukarnya dan diganti," kata Said.
Menurutnya pembagian kompor tersebut baru dilakukan pada Senin (30/11). Ketika akan digunakan oleh warganya ternyata ada kerusakan, kemudian ia melaporkan ke RT dan menukarnya ke Kantor Kepala Desa.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Raya, Regula Budiati, mengung menerima aduan dari warga jika memang terdapat kerusakan pada kompor serta gas yang sudah dibagikan tersebut.
Desa Sungai Raya untuk program konversi gas tahun 2009 mendapatkan jatah sebanyak 7.698 buah yang dibagikan kepada 86 buah untuk usaha mikro dan rumah tangga 7.612 buah.
Menurut Regula, sejak pembagian kompor dan gas Senin (30/11), pihaknya menerima aduan masyarakat pada pagi tadi.
"Mereka komplain ada yang kompornya rusak begitu pula dengan tabung. Itu semua diserahkan ke kami dan kami buatkan berita acaranya untuk penggantian," jelas Regula.
Regula menambahkan pihaknyaina akan menampung komplen-komplen dari warga tersebut. Sesuai dengan pesan dari pihak distribusi yang menyatakan jika ada barang bukti serta berita acara maka harus dilaporkan untuk kemudian mendapat penggantian.
Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Kabupaten Kubu Raya, Bukhary, menambahkan sudah ada enam warga yang meminta penggantian kepada desa karena adanya kerusakan pada kompor dan tabung gas yang mereka dapat.
"Sudah ada yang mengembalikan, rata-rata mereka komplain tentang kompor yang tidak bisa digunakan, kemudian regulator selang yang macet sehingga gas tidak bisa keluar," kata Bukhary.
Bukhary menyatakan, Desa Sungai Raya belum menerima secara keseluruhan kompor dan tabung gas program konversi dari PT Pertamina tersebut. "Masih ada sekitar 1.000 lagi yang akan menyusul masuk ke sini," jelas Bukhary.
Namun begitu, kompor dan tabung yang sudah ada pun masih banyak yang belum diambil warga. "Saat ini masih tersisa 125 kompor dan 338 buah tabung gas yang belum diambil," kata Bukhary.
Program konversi gas untuk tahap awal akan dilakukan di tiga kabupaten/kota di Kalbar yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Secara keseluruhan, jumlah tabung gas yang akan dibagikan di satu kota dan dua kabupaten serta usaha kecil menengah sebanyak 235 ribu paket. Namun, Pertamina menyiapkan sekitar 500 ribu paket gas.
Tiga daerah tersebut merupakan tahap awal konversi minyak tanah ke gas di Kalbar. Di Kalbar dialokasikan 900 ribu kompor dan tabung gas.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259698200/temukan-kerusakan-warga-kembalikan-kompor-gas-pembagian
Pontianak (ANTARA News) - Pengurus Rukun Tetangga/Rukun Warga 11/22, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengembalikan kompor pembagian program konversi minyak tanah ke gas ke Kantor Kepala Desa setempat karena menemukan kerusakan pada kompor tersebut.
"Kami menerima 49 buah untuk 49 kepala keluarga, tetapi ada satu yang rusak dan kami kembalikan," Kata Ketua RT/RW 11/22, M Said (52) di Kubu Raya, Selasa.
Kerusakan di bagian kepala kompor dan stut untuk emnyalakan kompor yang sudah los," kata Said.
Selain itu, regulator selang untuk menyalurkan gas ke kompor mengalami kebocoran. "Kami langsung menukarnya dan diganti," kata Said.
Menurutnya pembagian kompor tersebut baru dilakukan pada Senin (30/11). Ketika akan digunakan oleh warganya ternyata ada kerusakan, kemudian ia melaporkan ke RT dan menukarnya ke Kantor Kepala Desa.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Raya, Regula Budiati, mengung menerima aduan dari warga jika memang terdapat kerusakan pada kompor serta gas yang sudah dibagikan tersebut.
Desa Sungai Raya untuk program konversi gas tahun 2009 mendapatkan jatah sebanyak 7.698 buah yang dibagikan kepada 86 buah untuk usaha mikro dan rumah tangga 7.612 buah.
Menurut Regula, sejak pembagian kompor dan gas Senin (30/11), pihaknya menerima aduan masyarakat pada pagi tadi.
"Mereka komplain ada yang kompornya rusak begitu pula dengan tabung. Itu semua diserahkan ke kami dan kami buatkan berita acaranya untuk penggantian," jelas Regula.
Regula menambahkan pihaknyaina akan menampung komplen-komplen dari warga tersebut. Sesuai dengan pesan dari pihak distribusi yang menyatakan jika ada barang bukti serta berita acara maka harus dilaporkan untuk kemudian mendapat penggantian.
Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Kabupaten Kubu Raya, Bukhary, menambahkan sudah ada enam warga yang meminta penggantian kepada desa karena adanya kerusakan pada kompor dan tabung gas yang mereka dapat.
"Sudah ada yang mengembalikan, rata-rata mereka komplain tentang kompor yang tidak bisa digunakan, kemudian regulator selang yang macet sehingga gas tidak bisa keluar," kata Bukhary.
Bukhary menyatakan, Desa Sungai Raya belum menerima secara keseluruhan kompor dan tabung gas program konversi dari PT Pertamina tersebut. "Masih ada sekitar 1.000 lagi yang akan menyusul masuk ke sini," jelas Bukhary.
Namun begitu, kompor dan tabung yang sudah ada pun masih banyak yang belum diambil warga. "Saat ini masih tersisa 125 kompor dan 338 buah tabung gas yang belum diambil," kata Bukhary.
Program konversi gas untuk tahap awal akan dilakukan di tiga kabupaten/kota di Kalbar yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Secara keseluruhan, jumlah tabung gas yang akan dibagikan di satu kota dan dua kabupaten serta usaha kecil menengah sebanyak 235 ribu paket. Namun, Pertamina menyiapkan sekitar 500 ribu paket gas.
Tiga daerah tersebut merupakan tahap awal konversi minyak tanah ke gas di Kalbar. Di Kalbar dialokasikan 900 ribu kompor dan tabung gas.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259698200/temukan-kerusakan-warga-kembalikan-kompor-gas-pembagian
Kesemrawutan Harus segera Dibenahi
2:16:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kesemrawutan arus lalu lintas di Kota Bandar Lampung harus segera dibenahi. Jika tidak, semakin hari akan semakin parah.
"Kondisi lalu lintas menggambarkan wajah sebuah kota. Untuk itu pembenahan perlu dilakukan," kata Kombes Pol. Agoes Dwi Listijono, kapoltabes Bandar Lampung, saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung Post, Selasa (1-12).
Kapoltabes menjelaskan persoalan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Akan tetapi juga menjadi tanggung jawab semua dinas instansi dan masyarakat, terutama dewan lalu lintas.
"Polisi tidak bisa sendiri. Dewan lalu lintas jangan hanya bisa rapat saja, tetapi harus juga lihat di lapangan sehingga mengetahui hal-hal yang mengganggu lalu lintas. Misalnya bangunan toko di persimpangan jalan, itu sudah pasti mengganggu lalu lintas," kata Kapoltabes.
Ia menambahkan akan kembali menerapkan pola yang pernah membawa Bandar Lampung meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha. Penghargaan ini terkait lalu lintas. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mengatasi persoalan ini.
Menurut Kapoltabes, semua pihak di Kota Bandar Lampung harus menyamakan visi dengan membuat rekomendasi-rekomendasi yang tidak mengganggu lalu lintas. "Investor harus patuh pada pemerintah, badan jalan tidak diganggu."
Dalam kunjungan tersebut, Kapoltabes dan jajarannya menyempatkan diri salat zuhur berjamaah dengan jajaran Lampung Post di musala kantor harian ini.
Dalam kesempatan itu, Kapoltabes juga memberikan ceramah. Menurut dia, banyak manusia salah sangka tentang kebahagiaan. Mereka berlomba mengejar kebahagiaan dengan orientasi kebendaan dan kekuasaan. Padahal kebahagiaan terletak pada amal agama yang sempurna.
"Banyak yang rebutan naik pangkat untuk mengejar kebahagiaan. Berlomba-lomba mencari kedudukan dan harta, tapi lupa siapa yang memberi kita mata," ujarnya.
Menurut Agoes, yang dikejar itu tidak membuat kita bahagia. Pedoman hidup umat Islam ada pada firman dan hadis. Untuk mencapai kebahagian itu kita harus menyempurnakan agama dengan cara berdakwah. "Sempurnakan agama dengan dakwah, lakukan amal agama," kata Agoes, yang juga mengajak jemaah musala mengingat perjalanan Nabi Muhammad saw. dan runtuhnya kerajaan Firaun.
Ia mengajak umat Islam meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dengan menerapkan hidup taklim dan ilmu amal. Karena teladan Nabi Muhammad terletak pada akhlaknya, bukan pada jihadnya. "Terapkan hidup taklim, ilmu amal, karena perjuangan Nabi Muhammad itu bukan jihadnya, tetapi akhlaknya," ujarnya.
Menurut Kapoltabes, hingga kini masih banyak yang dipertontonkan para pejabat, tokoh agama, ulama, yang rajin salat tapi masih terus melakukan maksiat. Hal itu disebabkan amal yang salah.
Kapoltabes mengajak umat Islam mendirikan salat. Sebab, salat menjadi perkara besar yang dianggap masalah kecil, sementara banyak hal-hal kecil yang terus dibesar-besarkan. "Kita lupa justru mementingkan rapat daripada salat. Padahal salat adalah perkara besar," kata Agoes. n JUN/K-3
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009120207454013
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kesemrawutan arus lalu lintas di Kota Bandar Lampung harus segera dibenahi. Jika tidak, semakin hari akan semakin parah.
"Kondisi lalu lintas menggambarkan wajah sebuah kota. Untuk itu pembenahan perlu dilakukan," kata Kombes Pol. Agoes Dwi Listijono, kapoltabes Bandar Lampung, saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung Post, Selasa (1-12).
Kapoltabes menjelaskan persoalan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Akan tetapi juga menjadi tanggung jawab semua dinas instansi dan masyarakat, terutama dewan lalu lintas.
"Polisi tidak bisa sendiri. Dewan lalu lintas jangan hanya bisa rapat saja, tetapi harus juga lihat di lapangan sehingga mengetahui hal-hal yang mengganggu lalu lintas. Misalnya bangunan toko di persimpangan jalan, itu sudah pasti mengganggu lalu lintas," kata Kapoltabes.
Ia menambahkan akan kembali menerapkan pola yang pernah membawa Bandar Lampung meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha. Penghargaan ini terkait lalu lintas. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mengatasi persoalan ini.
Menurut Kapoltabes, semua pihak di Kota Bandar Lampung harus menyamakan visi dengan membuat rekomendasi-rekomendasi yang tidak mengganggu lalu lintas. "Investor harus patuh pada pemerintah, badan jalan tidak diganggu."
Dalam kunjungan tersebut, Kapoltabes dan jajarannya menyempatkan diri salat zuhur berjamaah dengan jajaran Lampung Post di musala kantor harian ini.
Dalam kesempatan itu, Kapoltabes juga memberikan ceramah. Menurut dia, banyak manusia salah sangka tentang kebahagiaan. Mereka berlomba mengejar kebahagiaan dengan orientasi kebendaan dan kekuasaan. Padahal kebahagiaan terletak pada amal agama yang sempurna.
"Banyak yang rebutan naik pangkat untuk mengejar kebahagiaan. Berlomba-lomba mencari kedudukan dan harta, tapi lupa siapa yang memberi kita mata," ujarnya.
Menurut Agoes, yang dikejar itu tidak membuat kita bahagia. Pedoman hidup umat Islam ada pada firman dan hadis. Untuk mencapai kebahagian itu kita harus menyempurnakan agama dengan cara berdakwah. "Sempurnakan agama dengan dakwah, lakukan amal agama," kata Agoes, yang juga mengajak jemaah musala mengingat perjalanan Nabi Muhammad saw. dan runtuhnya kerajaan Firaun.
Ia mengajak umat Islam meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dengan menerapkan hidup taklim dan ilmu amal. Karena teladan Nabi Muhammad terletak pada akhlaknya, bukan pada jihadnya. "Terapkan hidup taklim, ilmu amal, karena perjuangan Nabi Muhammad itu bukan jihadnya, tetapi akhlaknya," ujarnya.
Menurut Kapoltabes, hingga kini masih banyak yang dipertontonkan para pejabat, tokoh agama, ulama, yang rajin salat tapi masih terus melakukan maksiat. Hal itu disebabkan amal yang salah.
Kapoltabes mengajak umat Islam mendirikan salat. Sebab, salat menjadi perkara besar yang dianggap masalah kecil, sementara banyak hal-hal kecil yang terus dibesar-besarkan. "Kita lupa justru mementingkan rapat daripada salat. Padahal salat adalah perkara besar," kata Agoes. n JUN/K-3
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009120207454013
Listrik Gawat Darurat, Dewan Energi Nasional ke Makassar
2:14:00 PM
Selasa, 1 Desember 2009 | 11:44 WITA
MAKASSAR, TRIBUN - Dalam rangka mengetahui permasalahan krisis energi khususnya krisis listrik yang saat ini sedang terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, Anggota Dewan Energi Nasional yang terdiri dari Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim Msc. dan Dr. Ir. Mukhtasor, M. Eng melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan hari Senin (30/11). Demikian rilis yang dikirim Humas PLN Sulselrabar ke redaksi Tribun Timur.
Kedatangan mereka untuk mengadakan pertemuan dengan para stakeholder sektor energi di daerah ini. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ir. Haryanto WS, GM PLN Wilayah Sulselrabar , GM PLN Pikitring Sulmapa, GM Pertamina Wilayah VII, Asisten Bidang Ekonomi Pemrov Sulsel dan para pengelola perusahaan pembangkit listrik swasta (PT Energi Sengkang, PT Makassar Power, PT Poso Energi, PT Sulawesi Mini Hidro dan PT Bosowa).
Untuk mengatasi masalah krisis dan darurat energi listrik di Sulsel yang sedang terjadi saat ini, pertemuan yang bertempat di ruang rapim kantor gubernur Sulsel tersebut menyepakati untuk mempercepat pengoperasian pembangkit-pembangkit yang saat ini sedang dibangun di Sulawesi Selatan.
Dewan Energi Nasional meminta kesediaan para investor untuk mempublikasikan tanggal, bulan dan tahun pasti beroperasinya pembangkit-pembangkit milik mereka sehingga masyarakat memiliki informasi yang benar tentang kondisi kelistrikan di masa yang akan datang dan di lain pihak membuat para investor tersebut merasa terpacu dan tertantang untuk menyelesaikan proyek pembangunan pembangkit secara tepat waktu. Beberapa proyek yang telah memperoleh komitmen kuat dari para investor untuk diselesaikan dalam jangka waktu 2 - 3 tahun ke depan diantaranya:
a. PLTU Barru (PLN) 2 x 50 akan beroperasi masing-masing mulai pada tanggal 20 Juli 2011 dan 20 September 2011.
b. PLTG Sengkang Ext. 2 akan mulai beroperasi 31 Oktober 2010 dan combine cycle Bulan Oktober 2011 dengan harapan negosisasi dengan BP Migas dan proses PPA dengan PLN berjalan lancar.
c. PLTA Poso (Poso 2) mulai beroperasi 20 Desember 2010 sebesar 65 MW dan sisanya akan rampung pada bulan April 2011 sampai mencapai kapasitas 195 MW. PLTM tersebar sebesar 13 MW akan beroperasi dalam tahun 2011 sehingga total kapasitas pembangkit yang akan dibangun oleh PT Poso Energi mencapai 208 MW.
d. PLTM Tangka Manipi sebesar 10 MW akan mulai beroperasi tanggal 30 September 2010.
e. PLTU Bosowa akan mulai pembangunan fisik bulan Januari 2010 dan akan mulai beroperasi bulan Juli 2012 untuk unit 1 dan bulan Oktober 2012 untuk unit 2.
Dewan Energi Nasional adalah lembaga yang dibentuk oleh Presiden untuk menangani krisis energi yang terjadi di Indonesia . Lembaga ini diketuai langsung oleh Presiden SBY, Wakil Ketua dipegang oleh Wakil Presiden dan Menteri ESDM bertindak sebagai Ketua Harian. Dua anggota DEN yang berkunjung ke Sulawesi Selatan kemarin masing-masing mewakili pemangku kepentingan dari kalangan industri (Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim MSc) dan wakil dari lingkungan hidup (Dr. Ir. Mukhtasor, M. Eng).
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60641
MAKASSAR, TRIBUN - Dalam rangka mengetahui permasalahan krisis energi khususnya krisis listrik yang saat ini sedang terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, Anggota Dewan Energi Nasional yang terdiri dari Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim Msc. dan Dr. Ir. Mukhtasor, M. Eng melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan hari Senin (30/11). Demikian rilis yang dikirim Humas PLN Sulselrabar ke redaksi Tribun Timur.
Kedatangan mereka untuk mengadakan pertemuan dengan para stakeholder sektor energi di daerah ini. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ir. Haryanto WS, GM PLN Wilayah Sulselrabar , GM PLN Pikitring Sulmapa, GM Pertamina Wilayah VII, Asisten Bidang Ekonomi Pemrov Sulsel dan para pengelola perusahaan pembangkit listrik swasta (PT Energi Sengkang, PT Makassar Power, PT Poso Energi, PT Sulawesi Mini Hidro dan PT Bosowa).
Untuk mengatasi masalah krisis dan darurat energi listrik di Sulsel yang sedang terjadi saat ini, pertemuan yang bertempat di ruang rapim kantor gubernur Sulsel tersebut menyepakati untuk mempercepat pengoperasian pembangkit-pembangkit yang saat ini sedang dibangun di Sulawesi Selatan.
Dewan Energi Nasional meminta kesediaan para investor untuk mempublikasikan tanggal, bulan dan tahun pasti beroperasinya pembangkit-pembangkit milik mereka sehingga masyarakat memiliki informasi yang benar tentang kondisi kelistrikan di masa yang akan datang dan di lain pihak membuat para investor tersebut merasa terpacu dan tertantang untuk menyelesaikan proyek pembangunan pembangkit secara tepat waktu. Beberapa proyek yang telah memperoleh komitmen kuat dari para investor untuk diselesaikan dalam jangka waktu 2 - 3 tahun ke depan diantaranya:
a. PLTU Barru (PLN) 2 x 50 akan beroperasi masing-masing mulai pada tanggal 20 Juli 2011 dan 20 September 2011.
b. PLTG Sengkang Ext. 2 akan mulai beroperasi 31 Oktober 2010 dan combine cycle Bulan Oktober 2011 dengan harapan negosisasi dengan BP Migas dan proses PPA dengan PLN berjalan lancar.
c. PLTA Poso (Poso 2) mulai beroperasi 20 Desember 2010 sebesar 65 MW dan sisanya akan rampung pada bulan April 2011 sampai mencapai kapasitas 195 MW. PLTM tersebar sebesar 13 MW akan beroperasi dalam tahun 2011 sehingga total kapasitas pembangkit yang akan dibangun oleh PT Poso Energi mencapai 208 MW.
d. PLTM Tangka Manipi sebesar 10 MW akan mulai beroperasi tanggal 30 September 2010.
e. PLTU Bosowa akan mulai pembangunan fisik bulan Januari 2010 dan akan mulai beroperasi bulan Juli 2012 untuk unit 1 dan bulan Oktober 2012 untuk unit 2.
Dewan Energi Nasional adalah lembaga yang dibentuk oleh Presiden untuk menangani krisis energi yang terjadi di Indonesia . Lembaga ini diketuai langsung oleh Presiden SBY, Wakil Ketua dipegang oleh Wakil Presiden dan Menteri ESDM bertindak sebagai Ketua Harian. Dua anggota DEN yang berkunjung ke Sulawesi Selatan kemarin masing-masing mewakili pemangku kepentingan dari kalangan industri (Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim MSc) dan wakil dari lingkungan hidup (Dr. Ir. Mukhtasor, M. Eng).
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60641
Waspadai Penyakit Mematikan di Musim Hujan
2:13:00 PM
Rabu, 02/12/2009 12:14 WIB
Samsul Hadi - detikSurabaya
Surabaya - Masyarakat Kabupaten Kediri yang di lingkungannya mempunyai populasi tikus cukup tinggi diminta untuk mewaspadai penyakit baru bernama Leptospirosis. Penyakit ini berkembang seiring memasuki musim hujan.
Hal ini disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dalam kegiatan sosialisasi bahaya Leptospirosis di Kompleks Kantor Bupati Kediri, Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (2/12/2009) pagi.
"Ini jenis penyakit baru yang belum genap lima tahun ditemukan di Indonesia. Kami menganggapnya lebih berbahaya, karena apabila tidak lekas mendapatkan pertolongan, penderitanya dapat meninggal dalam waktu 5 hari sejak terjangkiti," ujar Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Etik Siti Rahayu kepada detiksurabaya.com.
Penyakit Leptospirosis menurut Etik disebabkan oleh sebuah bakteri bernama leptospira, yang biasanya akan menyerang tikus dan akan mengakibatkan kerusakan pada organ ginjalnya. Imbasnya, air seni tikus yang mengandung bakteri lapstofira akan mencemari air di sekitarnya.
Bakteri ini akan masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir mata, hidung, kulit lecet atau makanan yang telah terkontaminasi urin hewan terinfeksi leptospirosa.
"Ini terutama bagi kita yang memiliki luka pada bagian kulit, bakteri leptospira yang terkandung pada air seni tikus dan bercampur dengan genangan air hujan, akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita," papar Etik.
Bagi manusia yang terkena bakteri leptospira, biasanya akan langsung terjangkiti leptospirosis. Ciri-cirinya dapat dilihat melalui panas tubuh yang sangat tinggi, menggigil, sakit kepala, serta kelopak dan retina mata yang tampak menguning.
"Ciri-ciri penderitanya memang hampir sama dengan demam berdarah. Tapi kalau disertai air kencing mengandung darah dan kelopak mata menguning, dapat dipastikan leptospirosis," terang Etik.
Untuk menghindari serangan bakteri leptospira yang dapat masuk melalui genangan air, Etik meminta masyarakat dapat selalu menjaga lingkungannya bersih dan terbebas dari tikus, serta tak lupa membiasakan mengenakan alas kaki.
"Mungkin sepele untuk biasa mengenakan alas kaki, tapi itu sangat penting kalau kita tidak ingin terjangkiti lapstofirosis," ungkapnya.
Sementara untuk penanganan bagi manusia yang terjangkiti leptospirosis, akan dilakukan dengan langkah awal pemberian antibiotik. Hal ini dimaksudkan menambah kekebalan tubuh, agar bakteri leptospira yang telah masuk ke dalam tubuh tidak menyebar dan merusak organ ginjal.
Di Kabupaten Kediri sejak disosialisasikan sekitar setahun terakhir, diakui belum ditemukan korban leptospirosis. Meski kewaspadaan dianggap patut ditingkatkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami anggap perlu sosialisasi, karena tak jarang kita menganggap biasa apabila banyak tikus di sekitar kita. Nah dengan sosialisasi ini sendiri, sejak saat ini kami ingin mengajak masyarakat mengenali salah satu bahaya tikus," pungkas Etik.
(bdh/bdh)
http://surabaya.detik.com/read/2009/12/02/121423/1252557/475/waspadai-penyakit-mematikan-di-musim-hujan
Samsul Hadi - detikSurabaya
Surabaya - Masyarakat Kabupaten Kediri yang di lingkungannya mempunyai populasi tikus cukup tinggi diminta untuk mewaspadai penyakit baru bernama Leptospirosis. Penyakit ini berkembang seiring memasuki musim hujan.
Hal ini disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dalam kegiatan sosialisasi bahaya Leptospirosis di Kompleks Kantor Bupati Kediri, Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (2/12/2009) pagi.
"Ini jenis penyakit baru yang belum genap lima tahun ditemukan di Indonesia. Kami menganggapnya lebih berbahaya, karena apabila tidak lekas mendapatkan pertolongan, penderitanya dapat meninggal dalam waktu 5 hari sejak terjangkiti," ujar Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Etik Siti Rahayu kepada detiksurabaya.com.
Penyakit Leptospirosis menurut Etik disebabkan oleh sebuah bakteri bernama leptospira, yang biasanya akan menyerang tikus dan akan mengakibatkan kerusakan pada organ ginjalnya. Imbasnya, air seni tikus yang mengandung bakteri lapstofira akan mencemari air di sekitarnya.
Bakteri ini akan masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir mata, hidung, kulit lecet atau makanan yang telah terkontaminasi urin hewan terinfeksi leptospirosa.
"Ini terutama bagi kita yang memiliki luka pada bagian kulit, bakteri leptospira yang terkandung pada air seni tikus dan bercampur dengan genangan air hujan, akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita," papar Etik.
Bagi manusia yang terkena bakteri leptospira, biasanya akan langsung terjangkiti leptospirosis. Ciri-cirinya dapat dilihat melalui panas tubuh yang sangat tinggi, menggigil, sakit kepala, serta kelopak dan retina mata yang tampak menguning.
"Ciri-ciri penderitanya memang hampir sama dengan demam berdarah. Tapi kalau disertai air kencing mengandung darah dan kelopak mata menguning, dapat dipastikan leptospirosis," terang Etik.
Untuk menghindari serangan bakteri leptospira yang dapat masuk melalui genangan air, Etik meminta masyarakat dapat selalu menjaga lingkungannya bersih dan terbebas dari tikus, serta tak lupa membiasakan mengenakan alas kaki.
"Mungkin sepele untuk biasa mengenakan alas kaki, tapi itu sangat penting kalau kita tidak ingin terjangkiti lapstofirosis," ungkapnya.
Sementara untuk penanganan bagi manusia yang terjangkiti leptospirosis, akan dilakukan dengan langkah awal pemberian antibiotik. Hal ini dimaksudkan menambah kekebalan tubuh, agar bakteri leptospira yang telah masuk ke dalam tubuh tidak menyebar dan merusak organ ginjal.
Di Kabupaten Kediri sejak disosialisasikan sekitar setahun terakhir, diakui belum ditemukan korban leptospirosis. Meski kewaspadaan dianggap patut ditingkatkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami anggap perlu sosialisasi, karena tak jarang kita menganggap biasa apabila banyak tikus di sekitar kita. Nah dengan sosialisasi ini sendiri, sejak saat ini kami ingin mengajak masyarakat mengenali salah satu bahaya tikus," pungkas Etik.
(bdh/bdh)
http://surabaya.detik.com/read/2009/12/02/121423/1252557/475/waspadai-penyakit-mematikan-di-musim-hujan
Siswa Dukung Putusan MA
2:08:00 PM
2 December 2009, 12:14 Kutaraja Administrator
Tolak UN
Puluhan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Independen Kaum Muda Aceh, melakukan unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (1/12). Dalam aksi itu mereka menyambut baik keputusan Mahkamah Agung yang melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN).SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH - Puluhan siswa/siswi SMU yang tergabung dalam Solidaritas Independen Kaum Muda Aceh (Sikma), menggelar unjukrasa di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, mendukung putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang Departemen Pendidikan Nasional menerapkan kembali sistem ujian nasional (UN), Selasa (1/12) siang.
Aksi yang dikawal aparat Poltabes Banda Aceh itu diwarnai teriakan yel-yel dukungan terhadap putusan MA, dan diramaikan spanduk yang intinya menolak penerapan kembali ujian nasional. “Keputusan MA yang melarang pelaksanaan UN adalah keputusan yang sangat berpihak pada pemenuhan HAM di bidang pendidikan. Ini merupakan awal yang baik untuk reformasi pendidikan Indonesia,” kata Kukuh, koordinator aksi dalam orasinya.
Para peserta aksi yang terlihat masih mengenakan seragam sekolah itu terlihat sangat bersemangat melakukan aksinya. Sehingga menyedot perhatian para pengguna jalan yang sedang melintas di kawasan tersebut. Para peserta aksi juga menuding bahwa dalam penyelenggaraan ujian nasional banyak ditemukan praktek kecurangan. Dimana kecurangan itu malah dilakukan oleh tenaga pendidik sendiri. “Kami tidak menyalahkan mereka (tenaga pendidik) karena mereka terjebak sistem pendidikan Indonesia yang timpang ini,” kata seorang siswa.
Dalam orasi tersebut, peserta aksi juga mengungkapkan bahwa fasilitas yang tidak merata turut menjadi pemicu terjadinya ketimpangan dalam pelaksanaan ujian nasional. “Sistem ujian nasional menyamakan kualitas peserta didik di pelosok desa dengan yang di kota. Hal itu pasti tidak akan ada persamaan sebelum ditunjang dengan sarana-prasarana dan kualifikasi tenaga pengajar yang memadai,” ungkap mereka. Untuk itu, mereka meminta pemerintah bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi masalah yang dihadapi peserta didik. Dimana, sistem yang diterapkan tersebut dinilai telah menzalimi para peserta didik dari kalangan ekonomi lemah atau daerah tertinggal.(tz)
http://www.serambinews.com/news/siswa-dukung-putusan-ma
Tolak UN
Puluhan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Independen Kaum Muda Aceh, melakukan unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (1/12). Dalam aksi itu mereka menyambut baik keputusan Mahkamah Agung yang melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN).SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH - Puluhan siswa/siswi SMU yang tergabung dalam Solidaritas Independen Kaum Muda Aceh (Sikma), menggelar unjukrasa di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, mendukung putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang Departemen Pendidikan Nasional menerapkan kembali sistem ujian nasional (UN), Selasa (1/12) siang.
Aksi yang dikawal aparat Poltabes Banda Aceh itu diwarnai teriakan yel-yel dukungan terhadap putusan MA, dan diramaikan spanduk yang intinya menolak penerapan kembali ujian nasional. “Keputusan MA yang melarang pelaksanaan UN adalah keputusan yang sangat berpihak pada pemenuhan HAM di bidang pendidikan. Ini merupakan awal yang baik untuk reformasi pendidikan Indonesia,” kata Kukuh, koordinator aksi dalam orasinya.
Para peserta aksi yang terlihat masih mengenakan seragam sekolah itu terlihat sangat bersemangat melakukan aksinya. Sehingga menyedot perhatian para pengguna jalan yang sedang melintas di kawasan tersebut. Para peserta aksi juga menuding bahwa dalam penyelenggaraan ujian nasional banyak ditemukan praktek kecurangan. Dimana kecurangan itu malah dilakukan oleh tenaga pendidik sendiri. “Kami tidak menyalahkan mereka (tenaga pendidik) karena mereka terjebak sistem pendidikan Indonesia yang timpang ini,” kata seorang siswa.
Dalam orasi tersebut, peserta aksi juga mengungkapkan bahwa fasilitas yang tidak merata turut menjadi pemicu terjadinya ketimpangan dalam pelaksanaan ujian nasional. “Sistem ujian nasional menyamakan kualitas peserta didik di pelosok desa dengan yang di kota. Hal itu pasti tidak akan ada persamaan sebelum ditunjang dengan sarana-prasarana dan kualifikasi tenaga pengajar yang memadai,” ungkap mereka. Untuk itu, mereka meminta pemerintah bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi masalah yang dihadapi peserta didik. Dimana, sistem yang diterapkan tersebut dinilai telah menzalimi para peserta didik dari kalangan ekonomi lemah atau daerah tertinggal.(tz)
http://www.serambinews.com/news/siswa-dukung-putusan-ma
Tower SIAK Tersambar Petir Pelayanan Terganggu
2:02:00 PM
Rabu, 2 Desember 2009 05:02 WIB
Samarinda (ANTARA News) - Pelayanan administrasi kependudukan di Kota Samarinda terganggu akibat tower Sistim Informasi Adminitrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Kepndudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Samarinda tersambar petir Senin (30/11).
"Dampaknya warga yang mengurus administrasi kependudukan di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Keluarga Berencana (KK) di enam kecamatan ikut terhambat karena datanya belum bisa dimasukkan pada database," kata Kepala Discapil Samarinda, Muhadi, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini telah dilakukan perbaikan secara maksimal supaya cepat selesai dan dapat melayani kembali pembuatan KTP maupun KK warga Samarinda.
Perbaikan yang dilakukan tidak mengeluarkan biaya karena semua peralatan masih dalam masa garansi.
Menurutnya kerusakan serupa pernah terjadi pada April 2009, namun pada saat itu perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu minggu, mudah-mudahan perbaikan kali ini bisa cepat selesai.
Muhadi menjelaskan pihaknya tidak berani menargetkan selesainnya perbaikan karena tidak mengetahui masalah teknis. Perbaikan diserahkan sepenuhnya kepada pihak teknisi.
Sebenarnya tower itu sudah dipasang alat penangkal petir sebagai antisipasi, tetapi yang namanya musibah tidak bisa dihindari.
Dikemukakannya bahwa kerusakan itu sudah disampaikan ke enam kecamatan yang ada di Samarinda, agar dapat memberitahukan kepada masyarakat tentang kerusakan tersebut.
"Untuk sementara ini, warga tetap bisa mengurus KTP tetapi hanya sebatas penyelesain dokumen, sedangkan cetak kartu masih menunggu penyelesaian perbaikan tower," katanya.
Sementara itu, Camat Samarinda Seberang Sumaryadi , mengatakan kerusakan sistim online ada di kantor Capil Samarinda, sehingga pembuatan KTP di Kecamatan Samarinda Seberang ikut mengalami terganggu .
"Apa boleh buat permohonan pembuatan KTP menjadi menumpuk dan terpaksa masyarakat harus bersabar menunggu, hingga perbaikan tower SIAK normal kembali, untuk sementara ini warga hanya bisa membuat persyaratan saja," katanya.
Menurutnya untuk pelayanan KTP di Kecamatan Samarinda Seberang dalam sehari dapat mencapai 80 lembar dengan pelayanan prima, jika persyaratan lengkap maka akan selesai dalam sehari.
Namun akibat adanya kerusakan sistim online maka penyelesaian pembuatan KTP warga menjadi agak lama dan diharapkan warga bisa bersabar.
"Terlambatnya penyelesaian pembuatan KTP bukan karena kinerja tetapi karena adanya kerusakan peralatan di Discapil Samarinda," tegas Sumaryadi.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259704965/tower-siak-tersambar-petir-pelayanan-terganggu
Samarinda (ANTARA News) - Pelayanan administrasi kependudukan di Kota Samarinda terganggu akibat tower Sistim Informasi Adminitrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Kepndudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Samarinda tersambar petir Senin (30/11).
"Dampaknya warga yang mengurus administrasi kependudukan di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Keluarga Berencana (KK) di enam kecamatan ikut terhambat karena datanya belum bisa dimasukkan pada database," kata Kepala Discapil Samarinda, Muhadi, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini telah dilakukan perbaikan secara maksimal supaya cepat selesai dan dapat melayani kembali pembuatan KTP maupun KK warga Samarinda.
Perbaikan yang dilakukan tidak mengeluarkan biaya karena semua peralatan masih dalam masa garansi.
Menurutnya kerusakan serupa pernah terjadi pada April 2009, namun pada saat itu perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu minggu, mudah-mudahan perbaikan kali ini bisa cepat selesai.
Muhadi menjelaskan pihaknya tidak berani menargetkan selesainnya perbaikan karena tidak mengetahui masalah teknis. Perbaikan diserahkan sepenuhnya kepada pihak teknisi.
Sebenarnya tower itu sudah dipasang alat penangkal petir sebagai antisipasi, tetapi yang namanya musibah tidak bisa dihindari.
Dikemukakannya bahwa kerusakan itu sudah disampaikan ke enam kecamatan yang ada di Samarinda, agar dapat memberitahukan kepada masyarakat tentang kerusakan tersebut.
"Untuk sementara ini, warga tetap bisa mengurus KTP tetapi hanya sebatas penyelesain dokumen, sedangkan cetak kartu masih menunggu penyelesaian perbaikan tower," katanya.
Sementara itu, Camat Samarinda Seberang Sumaryadi , mengatakan kerusakan sistim online ada di kantor Capil Samarinda, sehingga pembuatan KTP di Kecamatan Samarinda Seberang ikut mengalami terganggu .
"Apa boleh buat permohonan pembuatan KTP menjadi menumpuk dan terpaksa masyarakat harus bersabar menunggu, hingga perbaikan tower SIAK normal kembali, untuk sementara ini warga hanya bisa membuat persyaratan saja," katanya.
Menurutnya untuk pelayanan KTP di Kecamatan Samarinda Seberang dalam sehari dapat mencapai 80 lembar dengan pelayanan prima, jika persyaratan lengkap maka akan selesai dalam sehari.
Namun akibat adanya kerusakan sistim online maka penyelesaian pembuatan KTP warga menjadi agak lama dan diharapkan warga bisa bersabar.
"Terlambatnya penyelesaian pembuatan KTP bukan karena kinerja tetapi karena adanya kerusakan peralatan di Discapil Samarinda," tegas Sumaryadi.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259704965/tower-siak-tersambar-petir-pelayanan-terganggu
Listrik Prabayar Diserbu Pelanggan
2:00:00 PM
Sabtu, 28 November 2009 | 13:11 WITA
SURABAYA, TRIBUN - Program listrik prabayar yang dilakukan PT PLN (Persero) ternyata mendapat sambutan positif pelanggan. Terbukti, meski program yang mulai diberlakukan di Jatim 1 Desember mendatang itu baru diumumkan sehari, sejumlah kantor pelayanan PLN di sejumlah wilayah banyak menerima permintaan baik pelanggan lama yang ingin migrasi maupun calon pelanggan baru.
Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jatim Agus Widayanto menuturkan, animo pelanggan untuk menggunakan listrik prabayar cukup tinggi. Ini karena selain manfaat yang cukup besar dengan penggunaan prabayar tersebut, proses dan syarat yang harus dilakukan pelanggan yang ingin migrasi cukup mudah dan murah.
"Untuk migrasi, pelanggan hanya dikenakan biaya administrasi Rp 5.500. Sementara, penggantian meteran dari meteran listrik pascabayar ke prabayar akan dilakukan PLN tanpa biaya apapun," kata Agus, Kamis (26/11).
Dengan banyaknya permintaan konsumen yang ingin memanfaatkan program tersebut, ia pun optimistis target 15.000 pelanggan prabayar hingga akhir tahun ini di Jatim bisa terpenuhi. Hingga kini, lanjutnya, pelanggan PLN di Jatim mencapai 7,1 juta pelanggan. Sebelum masuk Jatim, listrik prabayar ini sudah pernah diterapkan di Batam, Jabar, dan Bali.
Layanan prabayar menggunakan voucher token (semacam pulsa), tambah Agus, bisa dinikmati baik oleh pelanggan baru maupun pelanggan lama khususnya pelanggan bertegangan rendah mulai 900 VA hingga 5.500 VA, dengan cara migrasi dari pascabayar ke prabayar.
Berbeda dengan perhitungan bagi pelanggan pascabayar, pelanggan prabayar tak dikenakan biaya beban. "Untuk perhitungannya jika pelanggan prabayar yang memakai 900 VA per kWh-nya dikenakan Rp 602, untuk 1.300 VA dikenakan Rp 663 per kWh dan 2.500 VA dikenakan Rp 666 per kWh," sebut Agus.
Untuk bisa menikmati layanan ini, katanya, pelanggan bisa mendatangi loket pelayanan PLN terdekat. Bagi pelanggan baru, akan mengikuti prosedur seperti pengajuan sambungan listrik, sedang pelanggan lama tinggal mengisi formulir migrasi, dan tanpa menunggu lama petugas akan melakukan penggantian meter pascabayar ke prabayar.
Sama halnya seperti saat membeli pulsa isi ulang untuk ponsel, besaran token yang disediakan PLN beragam pilihan nilai, mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Jumlah itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk beberapa waktu ke depan.
Jika token -kode yang dimasukkan ke meter listrik prabayar- habis, ucapnya, pelanggan bisa memperolehnya di sejumlah loket atau ATM yang telah bekerja sama dengan PLN, di antaranya Kantor Pos, Bank BRI, Bank BNI, Bank Bukopin, serta BPR Karyajatmika Swadana, yang memiliki sekitar 750 loket di Jatim.
Ditambahkan Agus, langkah itu merupakan wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. Jumlah tagihan yang tak terkontrol, diakuinya, selama ini menjadi salah satu keluhan pelanggan. Sehingga diharapkan, dengan listrik prabayar ini bisa membantu masyarakat mengendalikan konsumsi listrik. "Pelanggan juga bisa mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai anggaran belanjanya dan menghindari pemborosan," tutupnya.
DIO
Cara menikmati Listrik Prabayar :
- Membeli voucher token di loket penjualan. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan.
- Pelanggan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter.
- Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.
- Kontrol selalu pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar. Jika sisa di bawah 20 kWh, lampu peringatan (LED) berubah merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar.
- Jika sisa kWh habis, listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru.(*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60168
SURABAYA, TRIBUN - Program listrik prabayar yang dilakukan PT PLN (Persero) ternyata mendapat sambutan positif pelanggan. Terbukti, meski program yang mulai diberlakukan di Jatim 1 Desember mendatang itu baru diumumkan sehari, sejumlah kantor pelayanan PLN di sejumlah wilayah banyak menerima permintaan baik pelanggan lama yang ingin migrasi maupun calon pelanggan baru.
Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jatim Agus Widayanto menuturkan, animo pelanggan untuk menggunakan listrik prabayar cukup tinggi. Ini karena selain manfaat yang cukup besar dengan penggunaan prabayar tersebut, proses dan syarat yang harus dilakukan pelanggan yang ingin migrasi cukup mudah dan murah.
"Untuk migrasi, pelanggan hanya dikenakan biaya administrasi Rp 5.500. Sementara, penggantian meteran dari meteran listrik pascabayar ke prabayar akan dilakukan PLN tanpa biaya apapun," kata Agus, Kamis (26/11).
Dengan banyaknya permintaan konsumen yang ingin memanfaatkan program tersebut, ia pun optimistis target 15.000 pelanggan prabayar hingga akhir tahun ini di Jatim bisa terpenuhi. Hingga kini, lanjutnya, pelanggan PLN di Jatim mencapai 7,1 juta pelanggan. Sebelum masuk Jatim, listrik prabayar ini sudah pernah diterapkan di Batam, Jabar, dan Bali.
Layanan prabayar menggunakan voucher token (semacam pulsa), tambah Agus, bisa dinikmati baik oleh pelanggan baru maupun pelanggan lama khususnya pelanggan bertegangan rendah mulai 900 VA hingga 5.500 VA, dengan cara migrasi dari pascabayar ke prabayar.
Berbeda dengan perhitungan bagi pelanggan pascabayar, pelanggan prabayar tak dikenakan biaya beban. "Untuk perhitungannya jika pelanggan prabayar yang memakai 900 VA per kWh-nya dikenakan Rp 602, untuk 1.300 VA dikenakan Rp 663 per kWh dan 2.500 VA dikenakan Rp 666 per kWh," sebut Agus.
Untuk bisa menikmati layanan ini, katanya, pelanggan bisa mendatangi loket pelayanan PLN terdekat. Bagi pelanggan baru, akan mengikuti prosedur seperti pengajuan sambungan listrik, sedang pelanggan lama tinggal mengisi formulir migrasi, dan tanpa menunggu lama petugas akan melakukan penggantian meter pascabayar ke prabayar.
Sama halnya seperti saat membeli pulsa isi ulang untuk ponsel, besaran token yang disediakan PLN beragam pilihan nilai, mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Jumlah itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk beberapa waktu ke depan.
Jika token -kode yang dimasukkan ke meter listrik prabayar- habis, ucapnya, pelanggan bisa memperolehnya di sejumlah loket atau ATM yang telah bekerja sama dengan PLN, di antaranya Kantor Pos, Bank BRI, Bank BNI, Bank Bukopin, serta BPR Karyajatmika Swadana, yang memiliki sekitar 750 loket di Jatim.
Ditambahkan Agus, langkah itu merupakan wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. Jumlah tagihan yang tak terkontrol, diakuinya, selama ini menjadi salah satu keluhan pelanggan. Sehingga diharapkan, dengan listrik prabayar ini bisa membantu masyarakat mengendalikan konsumsi listrik. "Pelanggan juga bisa mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai anggaran belanjanya dan menghindari pemborosan," tutupnya.
DIO
Cara menikmati Listrik Prabayar :
- Membeli voucher token di loket penjualan. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan.
- Pelanggan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter.
- Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.
- Kontrol selalu pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar. Jika sisa di bawah 20 kWh, lampu peringatan (LED) berubah merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar.
- Jika sisa kWh habis, listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru.(*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60168
