Ganti Tahun, Kenaikan PPN Inggris Bingungkan Konsumen
10:29:00 AM
Jumat, 01 Januari 2010 17:29
Para konsumen Inggris menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis kemarin, setelah pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi. (SuaraMedia News)
Para konsumen Inggris menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis kemarin, setelah pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi. (SuaraMedia News)
LONDON (SuaraMedia News) – Para konsumen menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis (31/12/09) kemarin, meskipun banyak retailer yang mengatakan bahwa mereka tidak akan menaikkan harga pada tanggal 1 Januari.
PPN diatur untuk kembali pada angka 17.5% di tahun baru setelah dikurangi menjadi 15% pada tanggal 1 Desember 2008.
Pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi.
Namun, beberapa retailer telah mengatakan bahwa mereka akan menunda penerapan tingkat PPN yang lebih tinggi, sementara lainnya mengatakan akan mengambil risiko peningkatan.
Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) memperkirakan bahwa potongan pajak selama 13 bulan membantu dalam mendorong konsumsi konsumen sebesar 6.8 miliar poundsterling, meskipun Konsorsium Retail Inggris (BRC) mengatakan hal itu memberikan efek yang sangat terbatas.
Namun, CEBR memperingatkan bahwa beberapa bulan pertama tahun 2010 akan sulit bagi para retailer, saat pengeluaran mungkin akan terpengaruh oleh kenaikan PPN dan peningkatan inflasi.
Supermarket-supermarket raksasa seperti Tesco, Sainsbury’s, dan Asda semuanya mengatakan akan menunda penerapan PPN baru pada ribuan produk.
Namun, Tesco telah dituduh menaikkan harga sebelum pajak dinaikkan.
Sebuah laporan di Daily Mail mengklaim bahwa Tesco, Boots, dan Morrisons telah menaikkan harga beberapa produk tertentu dalam minggu-minggu terakhir.
Tesco mengatakan bahwa perubahan harga produk-produknya tidak terkait sama sekali dengan peningkatan PPN.
“Sejumlah kecil produk akan mengalami kenaikan harga, namun ini karena adanya tawaran khusus yang akan segera berakhir atau peningkatan biaya produksi. Lebih banyak harga yang turun daripada naik,” ujar juru bicara Tesco.
Morrisons, yang belum mengklaim akan membekukan PPN, mengatakan bahwa keragaman harga di sepanjang tahun mencerminkan adanya perubahan biaya dan promosional.
Sementara itu, Argos dan John Lewis mengatakan tidak akan menaikkan harga hingga akhir Januari.
Arcadia Group, yang memiliki Topshop, Dorothy Perkins, dan BHS, mengatakan akan menyerap semua biaya kenaikan PPN di seluruh tokonya.
Namun, Marks and Spencer akan menaikkan harga semua produknya secara umum mulai tanggal 1 Januari dan juga pada produk makanan yang mana pajaknya dibayarkan mulai tanggal 11 Januari.
Meski demikian, para konsumen tidak akan memperhatikan perbedaan pada harga karena retailer tidak pernah menampilkan pengurangan PPN pada label harga, namun memberikan konsumen diskon 2.5%. (rin/bbc) www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/ekonomi/15594-ganti-tahun-kenaikan-ppn-inggris-bingungkan-konsumen.html
Para konsumen Inggris menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis kemarin, setelah pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi. (SuaraMedia News)
Para konsumen Inggris menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis kemarin, setelah pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi. (SuaraMedia News)
LONDON (SuaraMedia News) – Para konsumen menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis (31/12/09) kemarin, meskipun banyak retailer yang mengatakan bahwa mereka tidak akan menaikkan harga pada tanggal 1 Januari.
PPN diatur untuk kembali pada angka 17.5% di tahun baru setelah dikurangi menjadi 15% pada tanggal 1 Desember 2008.
Pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi.
Namun, beberapa retailer telah mengatakan bahwa mereka akan menunda penerapan tingkat PPN yang lebih tinggi, sementara lainnya mengatakan akan mengambil risiko peningkatan.
Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) memperkirakan bahwa potongan pajak selama 13 bulan membantu dalam mendorong konsumsi konsumen sebesar 6.8 miliar poundsterling, meskipun Konsorsium Retail Inggris (BRC) mengatakan hal itu memberikan efek yang sangat terbatas.
Namun, CEBR memperingatkan bahwa beberapa bulan pertama tahun 2010 akan sulit bagi para retailer, saat pengeluaran mungkin akan terpengaruh oleh kenaikan PPN dan peningkatan inflasi.
Supermarket-supermarket raksasa seperti Tesco, Sainsbury’s, dan Asda semuanya mengatakan akan menunda penerapan PPN baru pada ribuan produk.
Namun, Tesco telah dituduh menaikkan harga sebelum pajak dinaikkan.
Sebuah laporan di Daily Mail mengklaim bahwa Tesco, Boots, dan Morrisons telah menaikkan harga beberapa produk tertentu dalam minggu-minggu terakhir.
Tesco mengatakan bahwa perubahan harga produk-produknya tidak terkait sama sekali dengan peningkatan PPN.
“Sejumlah kecil produk akan mengalami kenaikan harga, namun ini karena adanya tawaran khusus yang akan segera berakhir atau peningkatan biaya produksi. Lebih banyak harga yang turun daripada naik,” ujar juru bicara Tesco.
Morrisons, yang belum mengklaim akan membekukan PPN, mengatakan bahwa keragaman harga di sepanjang tahun mencerminkan adanya perubahan biaya dan promosional.
Sementara itu, Argos dan John Lewis mengatakan tidak akan menaikkan harga hingga akhir Januari.
Arcadia Group, yang memiliki Topshop, Dorothy Perkins, dan BHS, mengatakan akan menyerap semua biaya kenaikan PPN di seluruh tokonya.
Namun, Marks and Spencer akan menaikkan harga semua produknya secara umum mulai tanggal 1 Januari dan juga pada produk makanan yang mana pajaknya dibayarkan mulai tanggal 11 Januari.
Meski demikian, para konsumen tidak akan memperhatikan perbedaan pada harga karena retailer tidak pernah menampilkan pengurangan PPN pada label harga, namun memberikan konsumen diskon 2.5%. (rin/bbc) www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/ekonomi/15594-ganti-tahun-kenaikan-ppn-inggris-bingungkan-konsumen.html
Proyek Carbon Offset dan Ketidakadilan Iklim
10:27:00 AM
Rabu, 16 Desember 2009 | 10:09 WIB
TEMPO Interaktif, Pada Desember 2009 ini, pertemuan internasional soal isu perubahan iklim kembali digelar di Kopenhagen, Denmark. Para delegasi dari berbagai negara kembali berkumpul untuk membicarakan masa depan bumi ini. Indonesia, sebagai salah satu negara yang rentan terkena dampak perubahan iklim, tak ketinggalan datang ke pertemuan itu.
Salah satu dampak buruk perubahan iklim adalah meningkatnya potensi banjir di Tanah Air. Pada Januari 2009, misalnya, parade banjir terjadi hampir di seluruh Indonesia. Pada bulan itu banjir terjadi di Bekasi, Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Bahkan banjir disertai tanah longsor juga terjadi di Karawang, Jawa Barat.
Selain disebabkan oleh rusaknya lingkungan hidup di kawasan tersebut, meningkatnya potensi bencana banjir dan tanah longsor adalah akibat makin tingginya intensitas hujan. Hal itu merupakan salah satu pertanda bahwa bencana ekologi global yang bernama perubahan iklim telah terjadi di depan mata.
Banyaknya bencana itu mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim. Pemerintah pun memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan politik dan pendanaan kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.
Alih-alih membuat program adaptasi, pemerintah justru lebih memilih berfokus pada kegiatan mitigasi (pengurangan) emisi gas rumah kaca (GRK) penyebab perubahan iklim. Padahal, sejatinya, sebagai negara berkembang, Indonesia belum memiliki kewajiban untuk mengurangi GRK. Negara-negara maju sebagai penyebab perubahan iklimlah yang seharusnya lebih bertanggung jawab menurunkan emisi GRK di dalam negerinya masing-masing.
Dipinggirkannya kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim itu tak lepas dari pergerakan modal yang lebih berpihak kepada kegiatan mitigasi. Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Dr Ir Edi Effendi Tedjakusuma, MA, dalam sebuah sarasehan tentang perubahan iklim di Jakarta pada November 2009, mengatakan kegiatan mitigasi lebih banyak mendapat dukungan dana, baik berupa hibah maupun utang, dari negara dan lembaga bisnis bantuan internasional dibandingkan dengan kegiatan adaptasi.
Dari pernyataan Direktur Lingkungan Hidup Bappenas itu jelas terlihat bahwa besar-kecilnya dukungan dana dari luar negeri ikut mempengaruhi fokus kegiatan pemerintah dalam menangani isu perubahan iklim di dalam negeri. Lantas, mengapa negara-negara maju dan lembaga bisnis bantuan internasional lebih suka mengucurkan dananya untuk kegiatan mitigasi ketimbang adaptasi di Indonesia?
Hal itu ternyata terkait erat dengan proyek carbon offset atau tukar guling emisi karbon, yang memang diperbolehkan dalam kesepakatan internasional mengenai perubahan iklim. Carbon offset adalah salah satu mekanisme untuk membantu negara-negara maju memenuhi kewajibannya mengurangi GRK.
Dengan mekanisme carbon offset, negara maju dapat mengurangi GRK di luar negaranya. Hal itu dilakukan karena biaya untuk mengurangi GRK di negaranya dinilai jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mengurangi GRK di luar negaranya.
Di Indonesia, 26,6 juta hektare lahan pun telah direncanakan akan diperdagangkan dalam proyek carbon offset. Uang yang beredar dalam proyek ini diperkirakan mencapai Rp 63 triliun. Melihat banyaknya uang yang beredar dalam proyek carbon offset itu, tak mengherankan bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin Indonesia menjadi pemimpin dalam hal penurunan emisi GRK ini. Bahkan SBY mematok target ikut menurunkan emisi GRK sebesar 26 persen pada 2020.
Target Indonesia dalam penurunan emisi GRK sebesar itu pun mendapat pujian dari negara-negara maju. Pujian itu antara lain datang dari Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. Menurut Brown, target yang ditetapkan pemerintah Indonesia tergolong berani, di saat negara lain masih berwacana dan menjaga jarak. Tuluskah pujian Brown? Pujian itu sejatinya lebih karena Indonesia membuka diri untuk proyek carbon offset guna membantu negara-negara maju menurunkan emisi GRK.
Celakanya, pesta-pora proyek mitigasi GRK melalui skema carbon offset itu tidak berkaitan sama sekali dengan kehidupan masyarakat bawah yang semakin rentan terkena dampak perubahan iklim. Bahkan proyek carbon offset, khususnya di sektor kehutanan, justru berpotensi mengusir petani dan penduduk di sekitar hutan yang telah sekian lama memanfaatkan hasil sumber daya hutan secara lestari.
Di Ulu Masen, Nanggroe Aceh Darussalam, misalnya, sekitar 750 ribu hektare tanah rakyat sudah tidak boleh ditinggali dan digarap lagi. Di Muara Jambi, para petani harus berjuang melindungi tanah pertanian mereka seluas 101 ribu hektare tanah yang diklaim menjadi kawasan konservasi dalam proyek carbon offset.
Maraknya proyek carbon offset dan minimnya program adaptasi di negeri ini memang bertentangan dengan rasa keadilan. Bagaimana tidak, masyarakat dibiarkan sendirian dalam beradaptasi dengan perubahan iklim, bahkan sebagian di antara mereka diusir dari tanah garapannya. Sedangkan para petinggi di negeri ini justru asyik berpesta dengan proyek carbon offset untuk membantu negara-negara maju dalam menurunkan emisinya.
Bukan merupakan dosa besar jika pemerintah Indonesia ingin membantu negara maju menurunkan emisi karbon seraya berebut uang dalam berbagai proyek perubahan iklim. Namun, menjadi sebuah dosa besar jika kegiatan membantu negara maju dan berebut uang tersebut membuat pemerintah melupakan kewajibannya membantu warganya untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Negara-negara berkembang adalah korban perubahan iklim yang dipicu oleh keserakahan negara-negara maju dalam mengkonsumsi energi fosil. Adalah sebuah ketidakadilan yang diperlihatkan secara telanjang bila negara-negara berkembang dibiarkan dengan kemampuan pendanaan terbatas untuk beradaptasi, sementara di sisi lain mereka dibujuk dengan proyek-proyek carbon offset untuk ikut membantu negara-negara maju menurunkan emisi karbon. *
Firdaus Cahyadi, Knowledge Sharing Officer for Sustainable Development, OneWorld-Indonesia
http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2009/12/16/kol,20091216-123,id.html
TEMPO Interaktif, Pada Desember 2009 ini, pertemuan internasional soal isu perubahan iklim kembali digelar di Kopenhagen, Denmark. Para delegasi dari berbagai negara kembali berkumpul untuk membicarakan masa depan bumi ini. Indonesia, sebagai salah satu negara yang rentan terkena dampak perubahan iklim, tak ketinggalan datang ke pertemuan itu.
Salah satu dampak buruk perubahan iklim adalah meningkatnya potensi banjir di Tanah Air. Pada Januari 2009, misalnya, parade banjir terjadi hampir di seluruh Indonesia. Pada bulan itu banjir terjadi di Bekasi, Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Bahkan banjir disertai tanah longsor juga terjadi di Karawang, Jawa Barat.
Selain disebabkan oleh rusaknya lingkungan hidup di kawasan tersebut, meningkatnya potensi bencana banjir dan tanah longsor adalah akibat makin tingginya intensitas hujan. Hal itu merupakan salah satu pertanda bahwa bencana ekologi global yang bernama perubahan iklim telah terjadi di depan mata.
Banyaknya bencana itu mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim. Pemerintah pun memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan politik dan pendanaan kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.
Alih-alih membuat program adaptasi, pemerintah justru lebih memilih berfokus pada kegiatan mitigasi (pengurangan) emisi gas rumah kaca (GRK) penyebab perubahan iklim. Padahal, sejatinya, sebagai negara berkembang, Indonesia belum memiliki kewajiban untuk mengurangi GRK. Negara-negara maju sebagai penyebab perubahan iklimlah yang seharusnya lebih bertanggung jawab menurunkan emisi GRK di dalam negerinya masing-masing.
Dipinggirkannya kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim itu tak lepas dari pergerakan modal yang lebih berpihak kepada kegiatan mitigasi. Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Dr Ir Edi Effendi Tedjakusuma, MA, dalam sebuah sarasehan tentang perubahan iklim di Jakarta pada November 2009, mengatakan kegiatan mitigasi lebih banyak mendapat dukungan dana, baik berupa hibah maupun utang, dari negara dan lembaga bisnis bantuan internasional dibandingkan dengan kegiatan adaptasi.
Dari pernyataan Direktur Lingkungan Hidup Bappenas itu jelas terlihat bahwa besar-kecilnya dukungan dana dari luar negeri ikut mempengaruhi fokus kegiatan pemerintah dalam menangani isu perubahan iklim di dalam negeri. Lantas, mengapa negara-negara maju dan lembaga bisnis bantuan internasional lebih suka mengucurkan dananya untuk kegiatan mitigasi ketimbang adaptasi di Indonesia?
Hal itu ternyata terkait erat dengan proyek carbon offset atau tukar guling emisi karbon, yang memang diperbolehkan dalam kesepakatan internasional mengenai perubahan iklim. Carbon offset adalah salah satu mekanisme untuk membantu negara-negara maju memenuhi kewajibannya mengurangi GRK.
Dengan mekanisme carbon offset, negara maju dapat mengurangi GRK di luar negaranya. Hal itu dilakukan karena biaya untuk mengurangi GRK di negaranya dinilai jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mengurangi GRK di luar negaranya.
Di Indonesia, 26,6 juta hektare lahan pun telah direncanakan akan diperdagangkan dalam proyek carbon offset. Uang yang beredar dalam proyek ini diperkirakan mencapai Rp 63 triliun. Melihat banyaknya uang yang beredar dalam proyek carbon offset itu, tak mengherankan bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin Indonesia menjadi pemimpin dalam hal penurunan emisi GRK ini. Bahkan SBY mematok target ikut menurunkan emisi GRK sebesar 26 persen pada 2020.
Target Indonesia dalam penurunan emisi GRK sebesar itu pun mendapat pujian dari negara-negara maju. Pujian itu antara lain datang dari Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. Menurut Brown, target yang ditetapkan pemerintah Indonesia tergolong berani, di saat negara lain masih berwacana dan menjaga jarak. Tuluskah pujian Brown? Pujian itu sejatinya lebih karena Indonesia membuka diri untuk proyek carbon offset guna membantu negara-negara maju menurunkan emisi GRK.
Celakanya, pesta-pora proyek mitigasi GRK melalui skema carbon offset itu tidak berkaitan sama sekali dengan kehidupan masyarakat bawah yang semakin rentan terkena dampak perubahan iklim. Bahkan proyek carbon offset, khususnya di sektor kehutanan, justru berpotensi mengusir petani dan penduduk di sekitar hutan yang telah sekian lama memanfaatkan hasil sumber daya hutan secara lestari.
Di Ulu Masen, Nanggroe Aceh Darussalam, misalnya, sekitar 750 ribu hektare tanah rakyat sudah tidak boleh ditinggali dan digarap lagi. Di Muara Jambi, para petani harus berjuang melindungi tanah pertanian mereka seluas 101 ribu hektare tanah yang diklaim menjadi kawasan konservasi dalam proyek carbon offset.
Maraknya proyek carbon offset dan minimnya program adaptasi di negeri ini memang bertentangan dengan rasa keadilan. Bagaimana tidak, masyarakat dibiarkan sendirian dalam beradaptasi dengan perubahan iklim, bahkan sebagian di antara mereka diusir dari tanah garapannya. Sedangkan para petinggi di negeri ini justru asyik berpesta dengan proyek carbon offset untuk membantu negara-negara maju dalam menurunkan emisinya.
Bukan merupakan dosa besar jika pemerintah Indonesia ingin membantu negara maju menurunkan emisi karbon seraya berebut uang dalam berbagai proyek perubahan iklim. Namun, menjadi sebuah dosa besar jika kegiatan membantu negara maju dan berebut uang tersebut membuat pemerintah melupakan kewajibannya membantu warganya untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Negara-negara berkembang adalah korban perubahan iklim yang dipicu oleh keserakahan negara-negara maju dalam mengkonsumsi energi fosil. Adalah sebuah ketidakadilan yang diperlihatkan secara telanjang bila negara-negara berkembang dibiarkan dengan kemampuan pendanaan terbatas untuk beradaptasi, sementara di sisi lain mereka dibujuk dengan proyek-proyek carbon offset untuk ikut membantu negara-negara maju menurunkan emisi karbon. *
Firdaus Cahyadi, Knowledge Sharing Officer for Sustainable Development, OneWorld-Indonesia
http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2009/12/16/kol,20091216-123,id.html
Otak-atik Benda Tak Terpakai
10:22:00 AM
[ Jum'at, 01 Januari 2010 ]
TAN Han Goen tak hanya piawai dalam membuat baju atau mengubah penampilan seseorang melalui pulasan make-up. Tapi, Goen juga ahli dalam memanfaatkan berbagai benda yang tak terpakai. Bahan tersebut menjadi elemen dekoratif yang mempercantik kediamannya di kawasan Citraland, Surabaya.
Di antaranya adalah bekas kusen jendela yang diubah menjadi kabinet cantik untuk men-display jajaran botol-botol minuman yang dikoleksinya. Kusen tersebut ditempel di dinding, lantas dilengkapi ambalan dari kaca tebal. Daun jendela pun berubah fungsi menjadi pintu bagi lemari display tersebut.
Pemanfaatkan barang tak terpakai juga dilakukan Goen untuk sekat kaca bekas ruang keramas di salon miliknya. Sekat dari kaca buram tersebut dipasang di area bawah tangga yang dimanfaatkan sebagai kamar mandi tamu. Dengan demikian, pintu kamar mandi tidak terlihat langsung dari ruang tamu.
Otak-atik juga dilakukan Goen pada kabinet untuk televisi. ''Saya kan beli jadi. Nah, yang tren sekarang itu kabinetnya tumpuk-tumpuk. Tapi, karena konsep rumah saya minimalis, kabinet seperti itu bikin ruangan penuh. Akhirnya, saya pisah menjadi tiga bagian,'' jelas pemilik Goen Salon tersebut.
Bagian terbawah tetap dimanfaatkan sebagai tempat meletakkan televisi. Lantas, dua laci dan satu kabinet yang berukuran kecil dibawa ke ruang dapur. Dengan menambahkan ambalan kaca, benda-benda tersebut berubah fungsi mejadi kitchen set yang cantik. Penambahan kaca menghindarkan kesan sumpek pada dinding,
Sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk nakas di tempat tidur serta meja kecil untuk minibar. Dengan pemanfaatan tersebut, Goen berhasil melakukan penghematan. Hanya membeli satu produk, dia bisa dimanfaatkan menjadi banyak hal. ''Karena kecil-kecil, rumah saya nggak penuh,'' ujarnya, lantas tersenyum.
Menurut Goen, dia memang menghindari banyak barang karena ingin menjadikan kediamannya yang berukuran 8 meter kali 20 meter tersebut sebagai rumah peristirahatan. ''Makanya harus simpel dan nyaman,'' jelasnya. Tentu, hal itu didukung cat rumah warna krem yang kesannya meneduhkan.
Krem memang mendominasi rumah dua lantai tersebut. Tidak hanya untuk dinding, tapi juga pernik-pernik lainnya. Agar tak terkesan monoton, dia memadukannya dengan warna cokelat tua. ''Biar kontras, saya pakai warna salak brown, ya maksudnya cokelat salak,'' ujarnya, lantas tertawa kecil.
Saat menata rumah, Goen ingin konsep mengalir. Maksudnya, tidak banyak sekat, namun perpindahan ruang tetap terasa. ''Saya emang nggak suka sekat. Biar rumah saya yang hanya 160 meter persegi terasa seperti 450 meter persegi,'' katanya. Untuk memperkukuh kenyamanan, Goen menambahkan taman di depan dan belakang rumah. (any/nda)
http://www.jawapos.com/
TAN Han Goen tak hanya piawai dalam membuat baju atau mengubah penampilan seseorang melalui pulasan make-up. Tapi, Goen juga ahli dalam memanfaatkan berbagai benda yang tak terpakai. Bahan tersebut menjadi elemen dekoratif yang mempercantik kediamannya di kawasan Citraland, Surabaya.
Di antaranya adalah bekas kusen jendela yang diubah menjadi kabinet cantik untuk men-display jajaran botol-botol minuman yang dikoleksinya. Kusen tersebut ditempel di dinding, lantas dilengkapi ambalan dari kaca tebal. Daun jendela pun berubah fungsi menjadi pintu bagi lemari display tersebut.
Pemanfaatkan barang tak terpakai juga dilakukan Goen untuk sekat kaca bekas ruang keramas di salon miliknya. Sekat dari kaca buram tersebut dipasang di area bawah tangga yang dimanfaatkan sebagai kamar mandi tamu. Dengan demikian, pintu kamar mandi tidak terlihat langsung dari ruang tamu.
Otak-atik juga dilakukan Goen pada kabinet untuk televisi. ''Saya kan beli jadi. Nah, yang tren sekarang itu kabinetnya tumpuk-tumpuk. Tapi, karena konsep rumah saya minimalis, kabinet seperti itu bikin ruangan penuh. Akhirnya, saya pisah menjadi tiga bagian,'' jelas pemilik Goen Salon tersebut.
Bagian terbawah tetap dimanfaatkan sebagai tempat meletakkan televisi. Lantas, dua laci dan satu kabinet yang berukuran kecil dibawa ke ruang dapur. Dengan menambahkan ambalan kaca, benda-benda tersebut berubah fungsi mejadi kitchen set yang cantik. Penambahan kaca menghindarkan kesan sumpek pada dinding,
Sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk nakas di tempat tidur serta meja kecil untuk minibar. Dengan pemanfaatan tersebut, Goen berhasil melakukan penghematan. Hanya membeli satu produk, dia bisa dimanfaatkan menjadi banyak hal. ''Karena kecil-kecil, rumah saya nggak penuh,'' ujarnya, lantas tersenyum.
Menurut Goen, dia memang menghindari banyak barang karena ingin menjadikan kediamannya yang berukuran 8 meter kali 20 meter tersebut sebagai rumah peristirahatan. ''Makanya harus simpel dan nyaman,'' jelasnya. Tentu, hal itu didukung cat rumah warna krem yang kesannya meneduhkan.
Krem memang mendominasi rumah dua lantai tersebut. Tidak hanya untuk dinding, tapi juga pernik-pernik lainnya. Agar tak terkesan monoton, dia memadukannya dengan warna cokelat tua. ''Biar kontras, saya pakai warna salak brown, ya maksudnya cokelat salak,'' ujarnya, lantas tertawa kecil.
Saat menata rumah, Goen ingin konsep mengalir. Maksudnya, tidak banyak sekat, namun perpindahan ruang tetap terasa. ''Saya emang nggak suka sekat. Biar rumah saya yang hanya 160 meter persegi terasa seperti 450 meter persegi,'' katanya. Untuk memperkukuh kenyamanan, Goen menambahkan taman di depan dan belakang rumah. (any/nda)
http://www.jawapos.com/
Memilih Akses Internet Sesuai Kebutuhan
10:20:00 AM
Jum'at, 1 Januari 2010, 17:17 WIB
Sebelum memilih akses internet, identifikasi dulu kebutuhan dan kebiasaan online Anda.
Indra Darmawan, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Kini, akses internet bisa dibilang telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari. Dengan internet, tak hanya memudahkan aktivitas, tetapi juga memungkinkan orang untuk bersosialisasi.
Berbagai media memungkinkan kita untuk bersosialisasi di dunia maya, mulai dari menggunakan e-mail, jejaring Facebook, Twitter, dan juga menyalurkan hobi wanita, yakni berbelanja.
Bila hingga kini Anda masih bingung memilih akses internet yang paling tepat, cobalah dulu mengidentifikasi kebutuhan dan kebiasaan berselancar Anda di dunia maya. Dari situ nantinya Anda bisa menentukan akses internet yang tepat.
Saluran Mobile Broadband (3G)
Saluran ini cocok bagi pengguna yang butuh koneksi internet secara mobile (berpindah-pindah). Koneksi ini memiliki kecepatan download antara 153 kilobit per detik (Kbps) hingga 3 megabit per detik (Mbps). Dengan kecepatan itu, Anda memerlukan beberapa menit untuk mengunduh foto berukuran 1 megabita.
Saluran ini digunakan bersama-sama, maka bila dalam satu lokasi BTS yang sama terdapat banyak pelanggan yang online, maka saluran ini akan terasa lebih lamban. Tak hanya itu, bila Anda pergi ke suatu daerah yang belum dijangkau oleh operator selular Anda, otomatis Anda tak akan bisa terhubung ke internet.
Saluran DSL (Digital Subscriber Line)
DSL paling pas bagi Anda gemar berseluncur di internet dan sesekali memeriksa e-mail. Jika kecepatan 768 kilobit per detik masih dirasa terlalu lama, DSL juga menyediakan koneksi yang memiliki kecepatan hingga 3 megabit per detik (Mbps).
Namun, dengan kecepatan 768 kbps, Anda sudah bisa mengunduh satu foto berukuran 1 megabita (MB), dalam waktu sekitar 10 detik. Yang musti diingat, karena DSL bekerja melalui kawat tembaga saluran telepon, maka bila telepon mengalami masalah, koneksi internet pun juga ikut bermasalah.
Saluran Kabel
Akses internet melalui kabel cocok bagi pengguna yang harus sering menggunakan e-mail, sering mengunduh musik atau atau melihat streaming video.
Dengan kecepatan 6 Mbps, saluran ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh foto berukuran satu MB hanya dalam 1,5 detik. Yang perlu diketahui, akses kabel ini dipakai dengan berbagi dengan pengguna lain, sehingga saat jam sibuk, kecepatannya bisa juga menurun.
Serat Optik
Serat optik paling pas digunakan oleh Anda yang sering berbagi foto dan video secara online dalam jumlah besar. Termasuk mengunduh atau mengunggah
video atau foto dalam jumlah besar.
Dengan kecepatan koneksi 15 Mbps, Anda bisa mengunduh foto berukuran tiga megabita selama 1,6 detik. Serat optik ini diperuntukkan untuk industri dan tidak selalu tersedia.
• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/117854-memilih_akses_internet_sesuai_kebutuhan
Sebelum memilih akses internet, identifikasi dulu kebutuhan dan kebiasaan online Anda.
Indra Darmawan, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Kini, akses internet bisa dibilang telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari. Dengan internet, tak hanya memudahkan aktivitas, tetapi juga memungkinkan orang untuk bersosialisasi.
Berbagai media memungkinkan kita untuk bersosialisasi di dunia maya, mulai dari menggunakan e-mail, jejaring Facebook, Twitter, dan juga menyalurkan hobi wanita, yakni berbelanja.
Bila hingga kini Anda masih bingung memilih akses internet yang paling tepat, cobalah dulu mengidentifikasi kebutuhan dan kebiasaan berselancar Anda di dunia maya. Dari situ nantinya Anda bisa menentukan akses internet yang tepat.
Saluran Mobile Broadband (3G)
Saluran ini cocok bagi pengguna yang butuh koneksi internet secara mobile (berpindah-pindah). Koneksi ini memiliki kecepatan download antara 153 kilobit per detik (Kbps) hingga 3 megabit per detik (Mbps). Dengan kecepatan itu, Anda memerlukan beberapa menit untuk mengunduh foto berukuran 1 megabita.
Saluran ini digunakan bersama-sama, maka bila dalam satu lokasi BTS yang sama terdapat banyak pelanggan yang online, maka saluran ini akan terasa lebih lamban. Tak hanya itu, bila Anda pergi ke suatu daerah yang belum dijangkau oleh operator selular Anda, otomatis Anda tak akan bisa terhubung ke internet.
Saluran DSL (Digital Subscriber Line)
DSL paling pas bagi Anda gemar berseluncur di internet dan sesekali memeriksa e-mail. Jika kecepatan 768 kilobit per detik masih dirasa terlalu lama, DSL juga menyediakan koneksi yang memiliki kecepatan hingga 3 megabit per detik (Mbps).
Namun, dengan kecepatan 768 kbps, Anda sudah bisa mengunduh satu foto berukuran 1 megabita (MB), dalam waktu sekitar 10 detik. Yang musti diingat, karena DSL bekerja melalui kawat tembaga saluran telepon, maka bila telepon mengalami masalah, koneksi internet pun juga ikut bermasalah.
Saluran Kabel
Akses internet melalui kabel cocok bagi pengguna yang harus sering menggunakan e-mail, sering mengunduh musik atau atau melihat streaming video.
Dengan kecepatan 6 Mbps, saluran ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh foto berukuran satu MB hanya dalam 1,5 detik. Yang perlu diketahui, akses kabel ini dipakai dengan berbagi dengan pengguna lain, sehingga saat jam sibuk, kecepatannya bisa juga menurun.
Serat Optik
Serat optik paling pas digunakan oleh Anda yang sering berbagi foto dan video secara online dalam jumlah besar. Termasuk mengunduh atau mengunggah
video atau foto dalam jumlah besar.
Dengan kecepatan koneksi 15 Mbps, Anda bisa mengunduh foto berukuran tiga megabita selama 1,6 detik. Serat optik ini diperuntukkan untuk industri dan tidak selalu tersedia.
• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/117854-memilih_akses_internet_sesuai_kebutuhan
Harga BBM dan Listrik Tak Akan Naik
10:18:00 AM
Wednesday, 30 December 2009
Janji Pemerintah Jaga Inflasi
JAKARTA - Pemerintah berjanji untuk tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) di 2010. Dua komoditas panas yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini tidak akan diutak-atik untuk menjaga tekanan inflasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga atau tingkat inflasi di 2010, pemerintah tetap akan menjalankan kebijakan subsidi. "Karena itu, beberapa harga barang dan jasa yang administered (harganya diatur pemerintah) seperti listrik dan BBM tidak ada perubahan," ujarnya saat ditemui di kompleks Kantor Menko Perekonomian kemarin (29/12).
BBM dan tarif listrik memang merupakan komoditas panas yang jika naik sedikit saja langsung memicu inflasi. Karena itu, menurut Sri Mulyani, dua komoditas tersebut harus dijaga untuk mencapai stabilitas harga dan sasaran inflasi 5 persen di 2010. "Semuanya (BBM dan TDL) menyumbang pada stabilitas. Saya rasa stabilitas untuk menjaga daya beli akan tetap terjaga, karena kebijakannya sudah ada dan disediakan di APBN," katanya.
Disahkannya APBN 2010 memang memantik kekhawatiran akan naiknya harga BBM dan TDL. Sebab, APBN memang membuka celah untuk kenaikan tersebut. Dalam Pasal 7 UU APBN 2010, subsidi BBM, bahan bakar nabati (BBN), dan LPG ditetapkan sebesar Rp 68,726 triliun.
Dalam Ayat 2 Pasal 7 disebutkan, pengendalian anggaran subsidi BBM dilakukan melalui efisiensi tarhadap biaya distribusi dan margin usaha (alpha), serta melakukan kebijakan penghematan konsumsi BBM bersubsidi.
Adapun Ayat 3 Pasal 7 menyebut jika perkiraan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) dalam satu tahun mengalami kenaikan lebih dari 10 persen dari asumsi APBN yang sebesar USD 65 per barel, maka pemerintah diberi kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Artinya, jika rata-rata harga minyak tahun depan di atas USD 72 per barel, maka pemerintah berhak menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebagai gambaran, saat ini, harga minyak jenis light sweet crude di pasar Nymex ada di kisaran USD 78 per barel.
Sementara itu, terkait TDL, APBN 2010 mematok subsidi listrik sebesar Rp 37,8 triliun. Namun, dalam Pasal 8 UU APBN 2010, subsidi sebesar Rp 37,8 triliun tersebut merupakan angka subsidi yang sudah dikendalikan dengan beberapa cara. Diantaranya, penerapan TDL sesuai harga keenomian untuk pemakaian energi di atas 50 persen konsumsi rata-rata nasional tahun 2009 bagi pelanggan mewah rumah tangga, bisnis, dan publik dengan daya mulai 6.600 volt ampere (VA) ke atas.
Selain itu, salah satu poin menyebut opsi penyesuaian TDL yang bisa ditetapkan oleh pemerintah setelah mendapat persetujuan dari DPR. Opsi itulah yang membuka celah kenaikan TDL mulai 2010.
Sebelumnya, celah menaikkan harga BBM bersubsidi dalam APBN pernah pula dilakukan pemerintah dan DPR dalam APBN-Perubahan 2008. Saat itu, celah kenaikan harga BBM didasarkan pada besaran subsidi, sedangkan pada RAPBN 2010, celah kenaikan harga BBM dipatok berdasar harga minyak.
Pada 2008, celah tersebut digunakan pemerintah untuk meredam membengkaknya beban subsidi BBM akibat lonjakan harga minyak. Dalam APBN-P 2008, subsidi BBM ditetapkan Rp95 triliun, dengan bantalan Rp9 triliun. Bila tak ada kenaikan harga pada saat itu, subsidi BBM akan membengkak menembus Rp125 triliun.
Dengan alasan itulah, pada akhir Mei 2009, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar rata-rata 27,8 persen, sehingga harga bensin premium yang tadinya Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, Solar yang semula Rp4.300 menjadi Rp 5.500 per liter, dan minyak tanah terkerek dari Rp 2.000 menjadi Rp2.500 per liter.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pendapat senada, menurut dia, untuk menekan subsidi, pemerintah lebih memilih menerapkan starategi lain ketimbang langsung menaikkan harga BBM, salah satunya melalui pemberlakuan smart card. "Itu salah satu cara memberikan subsidi yang tepat, kami sudah rapat maraton," ujarnya.
Smart card atau kartu pintar merupakan mekanisme distribusi BBM bersubsidi secara tertutup. Caranya, dengan memberikan smart card kepada pemilik kendaraan yang dinilai berhak mendapatkan subsidi, seperti angkutan umum atau kendaraan pribadi lain yang tidak masuk kategori kendaraan kelas atas. Sehingga, hanya kendaraan yang memiliki smart card itulah yang boleh membeli BBM bersubsidi, premium dan solar, di SPBU. Sejak November lalu, smart card sudah diujicobakan di Tanjung Pinang dan Bintan.
Menurut Hatta, pemberlakuan program smart card bisa diperluas ke wilayah lain di Indonesia jika departemen teknis, yakni Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah siap. "Pokoknya begitu siap, langsung jalan," katanya.
Sementara itu, janji pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM dan TDL langsung direspon oleh DPR. Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Aziz mengatakan, dalam pembahasan APBN 2010 lalu, berbagai hitungan subsidi sudah dibuat, sehingga jika memang pemerintah mengambil kebijakan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi maupun TDL, maka harus dikonsultasikan ke DPR.
"Ini bukan soal setuju atau tidak setuju (mempertahankan harga BBM dan TDL), tapi pemerintah harus menjelaskan hitung-hitungannya. Jangan sampai suatu kebijakan yang diambil justru mengubah postur APBN secara keseluruhan," ujarnya.
Menurut Harry, jika pemerintah tetap mempertahankan harga BBM dan TDL sementara harga minyak dunia melonjak, maka konsekuensinya, pemerintah harus menanggung beban subsidi yang membengkak. "Nah, pemerintah harus menjelaskan dulu, kira-kira dari mana akan mendapatkan uang untuk menutup pembengkakan subsidi tersebut," katanya.
Sementara itu, terkait potensi kenaikan harga BBM bersubsidi akibat lonjakan harha minyak, Pengamat Perminyakan yang juga Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, pada 2010, harga minyak memang diperkirakan masih akan ada di kisaran USD 65 - 70 per barel.
Menurut dia, dengan besaran subsidi BBM senilai Rp 68,72 triliun dan cadangan risiko fiskal sebesar Rp 8 - 10 triliun, maka APBN 2010 masih akan bisa menahan beban subsidi hingga minyak berada di level USD 70 persen. "Sebetulnya, yang lebih berisiko adalah asumsi lifting yang ditetapkan sebesar 965 ribu barel per hari. Menurut saya, itu sulit dicapai. Sebab, target lifting realistis hanya di kisaran 945 - 960 ribu barel per hari. Ini yang harus dicermati pemerintah," ujarnya. (jpnn)
http://www.malutpost.com/
Janji Pemerintah Jaga Inflasi
JAKARTA - Pemerintah berjanji untuk tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) di 2010. Dua komoditas panas yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini tidak akan diutak-atik untuk menjaga tekanan inflasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga atau tingkat inflasi di 2010, pemerintah tetap akan menjalankan kebijakan subsidi. "Karena itu, beberapa harga barang dan jasa yang administered (harganya diatur pemerintah) seperti listrik dan BBM tidak ada perubahan," ujarnya saat ditemui di kompleks Kantor Menko Perekonomian kemarin (29/12).
BBM dan tarif listrik memang merupakan komoditas panas yang jika naik sedikit saja langsung memicu inflasi. Karena itu, menurut Sri Mulyani, dua komoditas tersebut harus dijaga untuk mencapai stabilitas harga dan sasaran inflasi 5 persen di 2010. "Semuanya (BBM dan TDL) menyumbang pada stabilitas. Saya rasa stabilitas untuk menjaga daya beli akan tetap terjaga, karena kebijakannya sudah ada dan disediakan di APBN," katanya.
Disahkannya APBN 2010 memang memantik kekhawatiran akan naiknya harga BBM dan TDL. Sebab, APBN memang membuka celah untuk kenaikan tersebut. Dalam Pasal 7 UU APBN 2010, subsidi BBM, bahan bakar nabati (BBN), dan LPG ditetapkan sebesar Rp 68,726 triliun.
Dalam Ayat 2 Pasal 7 disebutkan, pengendalian anggaran subsidi BBM dilakukan melalui efisiensi tarhadap biaya distribusi dan margin usaha (alpha), serta melakukan kebijakan penghematan konsumsi BBM bersubsidi.
Adapun Ayat 3 Pasal 7 menyebut jika perkiraan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) dalam satu tahun mengalami kenaikan lebih dari 10 persen dari asumsi APBN yang sebesar USD 65 per barel, maka pemerintah diberi kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Artinya, jika rata-rata harga minyak tahun depan di atas USD 72 per barel, maka pemerintah berhak menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebagai gambaran, saat ini, harga minyak jenis light sweet crude di pasar Nymex ada di kisaran USD 78 per barel.
Sementara itu, terkait TDL, APBN 2010 mematok subsidi listrik sebesar Rp 37,8 triliun. Namun, dalam Pasal 8 UU APBN 2010, subsidi sebesar Rp 37,8 triliun tersebut merupakan angka subsidi yang sudah dikendalikan dengan beberapa cara. Diantaranya, penerapan TDL sesuai harga keenomian untuk pemakaian energi di atas 50 persen konsumsi rata-rata nasional tahun 2009 bagi pelanggan mewah rumah tangga, bisnis, dan publik dengan daya mulai 6.600 volt ampere (VA) ke atas.
Selain itu, salah satu poin menyebut opsi penyesuaian TDL yang bisa ditetapkan oleh pemerintah setelah mendapat persetujuan dari DPR. Opsi itulah yang membuka celah kenaikan TDL mulai 2010.
Sebelumnya, celah menaikkan harga BBM bersubsidi dalam APBN pernah pula dilakukan pemerintah dan DPR dalam APBN-Perubahan 2008. Saat itu, celah kenaikan harga BBM didasarkan pada besaran subsidi, sedangkan pada RAPBN 2010, celah kenaikan harga BBM dipatok berdasar harga minyak.
Pada 2008, celah tersebut digunakan pemerintah untuk meredam membengkaknya beban subsidi BBM akibat lonjakan harga minyak. Dalam APBN-P 2008, subsidi BBM ditetapkan Rp95 triliun, dengan bantalan Rp9 triliun. Bila tak ada kenaikan harga pada saat itu, subsidi BBM akan membengkak menembus Rp125 triliun.
Dengan alasan itulah, pada akhir Mei 2009, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar rata-rata 27,8 persen, sehingga harga bensin premium yang tadinya Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, Solar yang semula Rp4.300 menjadi Rp 5.500 per liter, dan minyak tanah terkerek dari Rp 2.000 menjadi Rp2.500 per liter.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pendapat senada, menurut dia, untuk menekan subsidi, pemerintah lebih memilih menerapkan starategi lain ketimbang langsung menaikkan harga BBM, salah satunya melalui pemberlakuan smart card. "Itu salah satu cara memberikan subsidi yang tepat, kami sudah rapat maraton," ujarnya.
Smart card atau kartu pintar merupakan mekanisme distribusi BBM bersubsidi secara tertutup. Caranya, dengan memberikan smart card kepada pemilik kendaraan yang dinilai berhak mendapatkan subsidi, seperti angkutan umum atau kendaraan pribadi lain yang tidak masuk kategori kendaraan kelas atas. Sehingga, hanya kendaraan yang memiliki smart card itulah yang boleh membeli BBM bersubsidi, premium dan solar, di SPBU. Sejak November lalu, smart card sudah diujicobakan di Tanjung Pinang dan Bintan.
Menurut Hatta, pemberlakuan program smart card bisa diperluas ke wilayah lain di Indonesia jika departemen teknis, yakni Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah siap. "Pokoknya begitu siap, langsung jalan," katanya.
Sementara itu, janji pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM dan TDL langsung direspon oleh DPR. Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Aziz mengatakan, dalam pembahasan APBN 2010 lalu, berbagai hitungan subsidi sudah dibuat, sehingga jika memang pemerintah mengambil kebijakan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi maupun TDL, maka harus dikonsultasikan ke DPR.
"Ini bukan soal setuju atau tidak setuju (mempertahankan harga BBM dan TDL), tapi pemerintah harus menjelaskan hitung-hitungannya. Jangan sampai suatu kebijakan yang diambil justru mengubah postur APBN secara keseluruhan," ujarnya.
Menurut Harry, jika pemerintah tetap mempertahankan harga BBM dan TDL sementara harga minyak dunia melonjak, maka konsekuensinya, pemerintah harus menanggung beban subsidi yang membengkak. "Nah, pemerintah harus menjelaskan dulu, kira-kira dari mana akan mendapatkan uang untuk menutup pembengkakan subsidi tersebut," katanya.
Sementara itu, terkait potensi kenaikan harga BBM bersubsidi akibat lonjakan harha minyak, Pengamat Perminyakan yang juga Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, pada 2010, harga minyak memang diperkirakan masih akan ada di kisaran USD 65 - 70 per barel.
Menurut dia, dengan besaran subsidi BBM senilai Rp 68,72 triliun dan cadangan risiko fiskal sebesar Rp 8 - 10 triliun, maka APBN 2010 masih akan bisa menahan beban subsidi hingga minyak berada di level USD 70 persen. "Sebetulnya, yang lebih berisiko adalah asumsi lifting yang ditetapkan sebesar 965 ribu barel per hari. Menurut saya, itu sulit dicapai. Sebab, target lifting realistis hanya di kisaran 945 - 960 ribu barel per hari. Ini yang harus dicermati pemerintah," ujarnya. (jpnn)
http://www.malutpost.com/
Lima 'Musuh' Imunitas Tubuh
10:15:00 AM
Tuesday, 29 December 2009 16:32
Tetap sehat dan terhindar dari penyakit tidak harus selalu menggunakan cairan pembersih tangan atau masker. Tetapi tanpa disadari Anda memiliki kebiasaan yang justru merusak sistem imunitas. Ketahui kebiasaan tersebut agar sistem imunitas Anda bekerja dengan baik dan Anda pun terhindar dari penyakit.
1. Kurang bergaul
Bergaul dengan banyak orang, berteman dengan berbagai kalangan ternyata sangat baik untuk sisitem imunitas Anda. Penelitian menunjukkan orang yang kurang berkomunikasi atau kurang bergaul dengan baik di rumah, tempat kerja ataupun lingkungan sekitar, lebih mudah terkena penyakit. Bahkan, hidupnya pun lebih singkat dibandingkan orang yang suka bergaul. Jadi, sesibuk apapun Anda usahakan untuk tetap berhubungan dengan orang-orang sekitar.
2. Kurang Istirahat
Kurang tidur atau kurang istirahat adalah hal yang paling cepat menurunkan sistem imunitas Anda. Menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Chicago, Amerika Serikat, pria yang tidur empat jam sehari dalam satu minggu hanya memproduksi setengah antibodi dalam darahnya. Hal itu jika dibandingkan dengan yang tidur selama 7,5 hingga 8,5 jam setiap harinya. Usahakan untuk tidur minimal 7 hingga 9 jam sehari agar Anda tidak mudah terkena penyakit.
3. Pesimis
Cara pandang Anda yang pesimis ternyata berpengaruh buruk pada sistem imunitas. Penelitian menunjukkan orang yang selalu berpikiran pesimis umurnya tidak sepanjang orang yang optimis. Berpandangan pesimis membuat Anda mudah stres dan hal itu berpengaruh pada kondisi tubuh. Selalu berpikiran positif agar ssitem kekebalan tubuh tidak menurun dan Anda pun panjang umur.
4. Sering berada di sekitar perokok
Meskipun anda tidak merokok, sering berada di sekitar perokok juga menurunkan daya tahan tubuh. Bahkan, jauh lebih berbahaya menjadi perokok pasif dibandingkan perokok aktif. Menjadi perokok pasif membuat Anda mudah terkena serangan asma dan masalah kesehatan lainnya. Usahakan untuk selalu menghindari perokok. Tidak hanya membuat sesak napas tetapi juga berdampak jangka panjang bagi kesehatan Anda.
5. Sering mengonsumsi antibiotik
Sering mengonsumsi antibiotik dalam waktu lama membuat obat tersebut tidak bisa lagi bekerja efektif pada tubuh Anda. Penelitian menemukan beberapa pasien yang mengounsumsi antibiotik level cytokinnya (hormon yang berkaitan dengan sistem imunitas) menurun. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Apalagi jika Anda mengonsumsinya tanpa resep dokter. Hal itu bisa membahayakan kesehtan Anda
(dat03/vvn)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=77485:lima-musuh-imunitas-tubuh&catid=28:kesehatan&Itemid=48
Tetap sehat dan terhindar dari penyakit tidak harus selalu menggunakan cairan pembersih tangan atau masker. Tetapi tanpa disadari Anda memiliki kebiasaan yang justru merusak sistem imunitas. Ketahui kebiasaan tersebut agar sistem imunitas Anda bekerja dengan baik dan Anda pun terhindar dari penyakit.
1. Kurang bergaul
Bergaul dengan banyak orang, berteman dengan berbagai kalangan ternyata sangat baik untuk sisitem imunitas Anda. Penelitian menunjukkan orang yang kurang berkomunikasi atau kurang bergaul dengan baik di rumah, tempat kerja ataupun lingkungan sekitar, lebih mudah terkena penyakit. Bahkan, hidupnya pun lebih singkat dibandingkan orang yang suka bergaul. Jadi, sesibuk apapun Anda usahakan untuk tetap berhubungan dengan orang-orang sekitar.
2. Kurang Istirahat
Kurang tidur atau kurang istirahat adalah hal yang paling cepat menurunkan sistem imunitas Anda. Menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Chicago, Amerika Serikat, pria yang tidur empat jam sehari dalam satu minggu hanya memproduksi setengah antibodi dalam darahnya. Hal itu jika dibandingkan dengan yang tidur selama 7,5 hingga 8,5 jam setiap harinya. Usahakan untuk tidur minimal 7 hingga 9 jam sehari agar Anda tidak mudah terkena penyakit.
3. Pesimis
Cara pandang Anda yang pesimis ternyata berpengaruh buruk pada sistem imunitas. Penelitian menunjukkan orang yang selalu berpikiran pesimis umurnya tidak sepanjang orang yang optimis. Berpandangan pesimis membuat Anda mudah stres dan hal itu berpengaruh pada kondisi tubuh. Selalu berpikiran positif agar ssitem kekebalan tubuh tidak menurun dan Anda pun panjang umur.
4. Sering berada di sekitar perokok
Meskipun anda tidak merokok, sering berada di sekitar perokok juga menurunkan daya tahan tubuh. Bahkan, jauh lebih berbahaya menjadi perokok pasif dibandingkan perokok aktif. Menjadi perokok pasif membuat Anda mudah terkena serangan asma dan masalah kesehatan lainnya. Usahakan untuk selalu menghindari perokok. Tidak hanya membuat sesak napas tetapi juga berdampak jangka panjang bagi kesehatan Anda.
5. Sering mengonsumsi antibiotik
Sering mengonsumsi antibiotik dalam waktu lama membuat obat tersebut tidak bisa lagi bekerja efektif pada tubuh Anda. Penelitian menemukan beberapa pasien yang mengounsumsi antibiotik level cytokinnya (hormon yang berkaitan dengan sistem imunitas) menurun. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Apalagi jika Anda mengonsumsinya tanpa resep dokter. Hal itu bisa membahayakan kesehtan Anda
(dat03/vvn)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=77485:lima-musuh-imunitas-tubuh&catid=28:kesehatan&Itemid=48
Tembakau Solusi Krisis Energi dan Lingkungan
10:13:00 AM
01/01/2010 - 18:52
Syamsudin Prasetyo
INILAH.COM, Jakarta – Peneliti Amerika menggunakan tembakau sebagai bahan bakar alternatif. Bahan kimia tembakau potensial menunjang industri dan kendaraan selain sebagai bahan baku rokok yang berbahaya bagi lingkungan.
Kelompok peneliti di Philadelphia Amerika mempunyai rencana radikal untuk bahan bakar alternatif dari tanaman. Ide baru yang ditawarkan untuk kendaraan masa depan tidak hanya datang dari alkohol, bunga matahari atau alga. Ilmuwan mengajukan bahwa mereka akan mengembangkan bahan bakar dari tembakau.
“Tembakau adalah bahan bakar bio yang sangat menarik karena selain digunakan untuk produksi bahan makanan ternyata bisa untuk tenaga pendorong kendaraan,” ujar Dr Vyacheslav Andianov dari Universitas Thomas Jefferson.
“Kami telah menemukan cara secara kimiawi genetika memproses tanaman tersebut agar daun tembakau dapat menghasilkan banyak minyak. Pada beberapa percobaan, tanaman modifikasi memproduksi 20 kali lebih banyak minyak pada bagian daunnya,” tambah Thomas.
Menurut penelitian daun tembakau secara umum mengandung 1,7% hingga 4% proporsi minyak dalam keadaan kering. Satu gen modifikasi yang diuji coba Andrianov dan koleganya mampu menghasilkan 6,8% minyak dalam berat kering.
Minyak bibit tembakau telah diujicoba juga di mesin diesel, tetapi ternyata bibit tembakau tidak terlalu produktif, hanya 1500kg per hektar. Meskipun ternyata akhirnya dari keseluruhan bahan tanaman, daun adalah yang terbaik.
“Berdasarkan data ini, tembakau merepresentasikan hasil menarik dan menjanjikan bagi ide tanaman energi dan dapat digunakan sebagai model utilisasi tanaman bahan bakar lainnya,” ujar Andrianov yang makalahnya diterbitkan dalam jurnal bioteknologi tanaman.
Tanaman bahan bakar biasanya membutuhkan lahan pertanian yang luas untuk menyuplai industri modern dan akan sama hal degan tembakau. Makanan tidak akan terganggu secara langsung ketika ada tanaman bahan bakar sebagaimana yang terjadi pada alkohol jagung.
Ide bahan bakar dari tembakau ini akan menuntun peralihan fungsi tembakau dari bahan makanan termasuk industri rokok kepada bahan bakar yang nilai jualnya lebih tinggi. Inilah mengapa banyak orang yang melihat bahan bakar alternatif sukses.
Petani tembakau tentunya akan berpikir banyak untuk energi alternatif ini jika memang benar-benar potensial di pasar bahan bakar. Apalagi dengan pengetatan aturan merokok dan akibat yang ditimbulkan nikotin.
Penggunaan tembakau sebagai bahan bakar industri akan menjadi pilihan tersendiri tentunya jika juga asap industri pengguna bahan bakar tembakau ramah lingkungan. [mdr]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2010/01/01/255142/tembakau-solusi-krisis-energi-dan-lingkungan/
Syamsudin Prasetyo
INILAH.COM, Jakarta – Peneliti Amerika menggunakan tembakau sebagai bahan bakar alternatif. Bahan kimia tembakau potensial menunjang industri dan kendaraan selain sebagai bahan baku rokok yang berbahaya bagi lingkungan.
Kelompok peneliti di Philadelphia Amerika mempunyai rencana radikal untuk bahan bakar alternatif dari tanaman. Ide baru yang ditawarkan untuk kendaraan masa depan tidak hanya datang dari alkohol, bunga matahari atau alga. Ilmuwan mengajukan bahwa mereka akan mengembangkan bahan bakar dari tembakau.
“Tembakau adalah bahan bakar bio yang sangat menarik karena selain digunakan untuk produksi bahan makanan ternyata bisa untuk tenaga pendorong kendaraan,” ujar Dr Vyacheslav Andianov dari Universitas Thomas Jefferson.
“Kami telah menemukan cara secara kimiawi genetika memproses tanaman tersebut agar daun tembakau dapat menghasilkan banyak minyak. Pada beberapa percobaan, tanaman modifikasi memproduksi 20 kali lebih banyak minyak pada bagian daunnya,” tambah Thomas.
Menurut penelitian daun tembakau secara umum mengandung 1,7% hingga 4% proporsi minyak dalam keadaan kering. Satu gen modifikasi yang diuji coba Andrianov dan koleganya mampu menghasilkan 6,8% minyak dalam berat kering.
Minyak bibit tembakau telah diujicoba juga di mesin diesel, tetapi ternyata bibit tembakau tidak terlalu produktif, hanya 1500kg per hektar. Meskipun ternyata akhirnya dari keseluruhan bahan tanaman, daun adalah yang terbaik.
“Berdasarkan data ini, tembakau merepresentasikan hasil menarik dan menjanjikan bagi ide tanaman energi dan dapat digunakan sebagai model utilisasi tanaman bahan bakar lainnya,” ujar Andrianov yang makalahnya diterbitkan dalam jurnal bioteknologi tanaman.
Tanaman bahan bakar biasanya membutuhkan lahan pertanian yang luas untuk menyuplai industri modern dan akan sama hal degan tembakau. Makanan tidak akan terganggu secara langsung ketika ada tanaman bahan bakar sebagaimana yang terjadi pada alkohol jagung.
Ide bahan bakar dari tembakau ini akan menuntun peralihan fungsi tembakau dari bahan makanan termasuk industri rokok kepada bahan bakar yang nilai jualnya lebih tinggi. Inilah mengapa banyak orang yang melihat bahan bakar alternatif sukses.
Petani tembakau tentunya akan berpikir banyak untuk energi alternatif ini jika memang benar-benar potensial di pasar bahan bakar. Apalagi dengan pengetatan aturan merokok dan akibat yang ditimbulkan nikotin.
Penggunaan tembakau sebagai bahan bakar industri akan menjadi pilihan tersendiri tentunya jika juga asap industri pengguna bahan bakar tembakau ramah lingkungan. [mdr]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2010/01/01/255142/tembakau-solusi-krisis-energi-dan-lingkungan/
Keluarga Bayi Gizi Buruk di Mamuju Nekat Keluar dari RS
10:12:00 AM
Sabtu, 2 Januari 2010 | 08:18 WITA
MAMUJU, TRIBUN - Bayi penderita gizi buruk, Tia (5 bulan) dalam kondisi kritis dibawa pergi oleh keluarganya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).
"Kami sudah larang (membawa Tia) untuk meninggalkan rumah sakit ini, karena kondisinya masih kritis dan butuh perawatan, namun keluarga bersikeras dan tetap memaksa untuk pulang," kata Maryam salah seorang perawat diRSUD Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, Tia pasien gizi buruk tersebut, meninggalkan rumah sakit pada Jumat (1/1) pukul 09.00 Wita dengan dibawa oleh nenek yang selama ini merawatnya, Kais (60).
Kepada pihak rumah sakit, sang nenek beralasan bahwa ibunda Tia dalam kondisi sakit jiwa dan juga dirawat seorang diri oleh Kais di kampung. Tidak ada yang merawat ibunda Tia selama Kais menunggui cucunya di rumah sakit sehingga dia ingin membawa Tia pulang.
Menurut Maryam, Kais membawa Tia dari rumah sakit dengan alasan tidak ada yang merawat dan bukan karena tidak punya biaya sebab seluruh pengobatan di rumah sakit ditanggung pemerintah daerah.
"Jadi jangan sampai ada anggapan jika pasien gizi buruk tersebut pulang karena tidak mampu membayar rumah sakit, dia pulang karena keinginannya sendiri,"katanya.
Tia, pasien gizi buruk yang berasal dari Dusun Galung Lengke, Desa Bebanga Kecamatan Kalukku, menjalani perawatan di RSUD Mamuju selama dua hari akibat kondisinya yang sangat kritis dan mengenaskan karena tubuh terus bertambah kecil dan tidak ada tanda-tanda akan pulih.
Anak tersebut menderita gizi buruk karena tidak ada yang merawat sedangkan ibunya dalam kondisi tidak waras dan ayahnya pergi meninggalkan keluarga tersebut.
Kais meminta uluran tangan pemerintah untuk memberikan bantuan karena dirinya tidak mampu merawat cucu dan anak yang sakit jiwa sebab dirinya adalah petani miskin tanpa penghasilan tetap.
"Kalau ada dermawan yang membantu atau pemerintah setempat saya sangat bersyukur karena saya sangat kesulitan menanggung beban dua keluarga saya yang dalam kesulitan ini,"kata Kais sebelum meninggalkan rumah sakit.(*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/66436
MAMUJU, TRIBUN - Bayi penderita gizi buruk, Tia (5 bulan) dalam kondisi kritis dibawa pergi oleh keluarganya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).
"Kami sudah larang (membawa Tia) untuk meninggalkan rumah sakit ini, karena kondisinya masih kritis dan butuh perawatan, namun keluarga bersikeras dan tetap memaksa untuk pulang," kata Maryam salah seorang perawat diRSUD Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, Tia pasien gizi buruk tersebut, meninggalkan rumah sakit pada Jumat (1/1) pukul 09.00 Wita dengan dibawa oleh nenek yang selama ini merawatnya, Kais (60).
Kepada pihak rumah sakit, sang nenek beralasan bahwa ibunda Tia dalam kondisi sakit jiwa dan juga dirawat seorang diri oleh Kais di kampung. Tidak ada yang merawat ibunda Tia selama Kais menunggui cucunya di rumah sakit sehingga dia ingin membawa Tia pulang.
Menurut Maryam, Kais membawa Tia dari rumah sakit dengan alasan tidak ada yang merawat dan bukan karena tidak punya biaya sebab seluruh pengobatan di rumah sakit ditanggung pemerintah daerah.
"Jadi jangan sampai ada anggapan jika pasien gizi buruk tersebut pulang karena tidak mampu membayar rumah sakit, dia pulang karena keinginannya sendiri,"katanya.
Tia, pasien gizi buruk yang berasal dari Dusun Galung Lengke, Desa Bebanga Kecamatan Kalukku, menjalani perawatan di RSUD Mamuju selama dua hari akibat kondisinya yang sangat kritis dan mengenaskan karena tubuh terus bertambah kecil dan tidak ada tanda-tanda akan pulih.
Anak tersebut menderita gizi buruk karena tidak ada yang merawat sedangkan ibunya dalam kondisi tidak waras dan ayahnya pergi meninggalkan keluarga tersebut.
Kais meminta uluran tangan pemerintah untuk memberikan bantuan karena dirinya tidak mampu merawat cucu dan anak yang sakit jiwa sebab dirinya adalah petani miskin tanpa penghasilan tetap.
"Kalau ada dermawan yang membantu atau pemerintah setempat saya sangat bersyukur karena saya sangat kesulitan menanggung beban dua keluarga saya yang dalam kesulitan ini,"kata Kais sebelum meninggalkan rumah sakit.(*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/66436
5 Salah Kaprah Mengolah Makanan
10:11:00 AM
Jumat, 11 Desember 2009
Hati-hati, salah kaprah dalam menyiapkan makanan bisa berdampak buruk pada asupan gizi!
1. Belanja Sayur
Beberapa hari setelah dipetik, kandungan berbagai vitamin dan mineral dalam buah dan sayuran akan mulai menurun jumlah dan kualitasnya.
Semakin lama disimpan, semakin sedikit pula kandungan nutrisinya. Setelah seminggu disimpan dalam kulkas, misalnya, kandungan asam folat dan lutein dalam bayam akan jauh berkurang.
Jadi, khusus untuk sayuran, beli secukupnya dan sempatkan berbelanja ke pasar setidaknya 2 kali seminggu. Jika memang tak sempat berbelanja sayuran 2-3 hari sekali, lebih baik beli sayuran beku. Pastikan tidak disimpan dalam rendaman air atau bersama kuah apapun karena akan mempercepat proses perusakan.
2. Terburu-buru Mengolah Bawang Putih
Berdasarkan penelitian ilmiah, bawang putih bila diolah secara benar, memiliki kekuatan luar biasa untuk mematikan sel-sel kanker yang ganas.
Jadi, potong, iris, atau cacah bawang putih, lalu diamkan 10 menit sebelum digunakan untuk menumis.
Memecahkan bawang putih terbukti bisa memicu keluarnya enzim allyl sulfur yang penting bagi kesehatan. Menunggu beberapa saat sebelum mengolah bawang putih memungkinkan komponen kesehatan tadi terbentuk secara maksmimal.
3. Pelit Pakai Bumbu
Tanaman herbal dan aneka bumbu selain meningkatkan citarasa masakan tanpa harus menambahkan lemak atau garam, tapi juga melindungi dari racun yang terdapat dalam makanan.
Para peneliti menemukan, semakin tinggi kandungan antioksidan dalam bumbu, semakin besar pula kemampuannya menghambat aktivitas bakteri.
Cengkih, kayu manis, dan oregano terbukti paling ampuh melawan penyebab penyakit yang bercokol dalam makanan. Penelitian lain memperlihatkan, rosemary, thyme, biji pala, dan daun salam juga termasuk bumbu yang kaya kandungan antioksidan.
Menambahkan ½ sendok teh tanaman herbal atau bumbu-bumbu ke dalam sajian salad, sayur dan olahan daging mampu menumbuhkan perasaan tenang, meningkatkan asupan antioksidan yang akan melindungi tubuh dari ancaman berbagai penyakit.
4. Hobi Mengupas
Kandungan antioksidan dan polyphenol buah-buahan umumnya tersimpan di area dekat kulit atau dalam kulit buah. Buah yang masih utuh terbukti menunjukkan aktivitas antioksidan sekitar 2-27 kali lebih tinggi ketimbang buah yang sudah dilumatkan.
Mengupas buah berarti membuang nutrisi penting dan serat makanan yang terkandung di dalam kulit buah itu.
Jadi, cukup bersihkan kotoran yang mungkin menempel di kulit kentang dan wortel dengan cara menggosok-gosoknya. Kalau terpaksa mengupasnya, gunakan pisau tajam atau pengupas khusus hingga bagian kulit yang terbuang hanya selapis tipis.
5. Membuang Aneka Vitamin & Mineral
Merebus bisa menyebabkan terbuangnya sekitar 90 persen nutrisi yang terkandung di dalamnya. Seperti potasium maupun vitamin B dan C yang larut dalam air.
Agar zat penting tak terbuang selama proses memasak, beralihlah ke cara masak lain, seperti mengukus, menumis, atau menggunakan microwave yang tak butuh waktu lama, apalagi untuk sayuran berwarna orange atau hijau tua yang kaya akan kandungan betakaroten.
Cukup 1 sendok makan minyak untuk menumis, jumlah antioksidan yang mampu diserap, naik hingga 63%.
Lusia
http://www.tabloidnova.com/Nova/Tips/5-Salah-Kaprah-Mengolah-Makanan
Hati-hati, salah kaprah dalam menyiapkan makanan bisa berdampak buruk pada asupan gizi!
1. Belanja Sayur
Beberapa hari setelah dipetik, kandungan berbagai vitamin dan mineral dalam buah dan sayuran akan mulai menurun jumlah dan kualitasnya.
Semakin lama disimpan, semakin sedikit pula kandungan nutrisinya. Setelah seminggu disimpan dalam kulkas, misalnya, kandungan asam folat dan lutein dalam bayam akan jauh berkurang.
Jadi, khusus untuk sayuran, beli secukupnya dan sempatkan berbelanja ke pasar setidaknya 2 kali seminggu. Jika memang tak sempat berbelanja sayuran 2-3 hari sekali, lebih baik beli sayuran beku. Pastikan tidak disimpan dalam rendaman air atau bersama kuah apapun karena akan mempercepat proses perusakan.
2. Terburu-buru Mengolah Bawang Putih
Berdasarkan penelitian ilmiah, bawang putih bila diolah secara benar, memiliki kekuatan luar biasa untuk mematikan sel-sel kanker yang ganas.
Jadi, potong, iris, atau cacah bawang putih, lalu diamkan 10 menit sebelum digunakan untuk menumis.
Memecahkan bawang putih terbukti bisa memicu keluarnya enzim allyl sulfur yang penting bagi kesehatan. Menunggu beberapa saat sebelum mengolah bawang putih memungkinkan komponen kesehatan tadi terbentuk secara maksmimal.
3. Pelit Pakai Bumbu
Tanaman herbal dan aneka bumbu selain meningkatkan citarasa masakan tanpa harus menambahkan lemak atau garam, tapi juga melindungi dari racun yang terdapat dalam makanan.
Para peneliti menemukan, semakin tinggi kandungan antioksidan dalam bumbu, semakin besar pula kemampuannya menghambat aktivitas bakteri.
Cengkih, kayu manis, dan oregano terbukti paling ampuh melawan penyebab penyakit yang bercokol dalam makanan. Penelitian lain memperlihatkan, rosemary, thyme, biji pala, dan daun salam juga termasuk bumbu yang kaya kandungan antioksidan.
Menambahkan ½ sendok teh tanaman herbal atau bumbu-bumbu ke dalam sajian salad, sayur dan olahan daging mampu menumbuhkan perasaan tenang, meningkatkan asupan antioksidan yang akan melindungi tubuh dari ancaman berbagai penyakit.
4. Hobi Mengupas
Kandungan antioksidan dan polyphenol buah-buahan umumnya tersimpan di area dekat kulit atau dalam kulit buah. Buah yang masih utuh terbukti menunjukkan aktivitas antioksidan sekitar 2-27 kali lebih tinggi ketimbang buah yang sudah dilumatkan.
Mengupas buah berarti membuang nutrisi penting dan serat makanan yang terkandung di dalam kulit buah itu.
Jadi, cukup bersihkan kotoran yang mungkin menempel di kulit kentang dan wortel dengan cara menggosok-gosoknya. Kalau terpaksa mengupasnya, gunakan pisau tajam atau pengupas khusus hingga bagian kulit yang terbuang hanya selapis tipis.
5. Membuang Aneka Vitamin & Mineral
Merebus bisa menyebabkan terbuangnya sekitar 90 persen nutrisi yang terkandung di dalamnya. Seperti potasium maupun vitamin B dan C yang larut dalam air.
Agar zat penting tak terbuang selama proses memasak, beralihlah ke cara masak lain, seperti mengukus, menumis, atau menggunakan microwave yang tak butuh waktu lama, apalagi untuk sayuran berwarna orange atau hijau tua yang kaya akan kandungan betakaroten.
Cukup 1 sendok makan minyak untuk menumis, jumlah antioksidan yang mampu diserap, naik hingga 63%.
Lusia
http://www.tabloidnova.com/Nova/Tips/5-Salah-Kaprah-Mengolah-Makanan
Memberi Anak Permen Membentuk Budaya Suap?
10:09:00 AM
Jum'at, 1 Januari 2010, 11:43 WIB
VIVAnews - Kesukaan seseorang pada permen saat masih kecil, ternyata membawanya pada kecenderungan melakukan tindak kriminal. Hal tersebut menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari Cardiff University, Inggris.
Tim peneliti menyelidiki kebiasaan 17.500 orang yang lahir pada 1970. Dari hasil penelitian, diketahui 69 persen dari 17.500 responden ternyata mengkonsumsi permen hampir setiap hari, saat mereka kecil.
Tim riset berkesimpulan, orang-orang yang mengkonsumsi permen hampir setiap hari di saat kecil, memiliki kecenderungan melakukan tindak kriminal sepuluh kali lebih besar dibandingkan orang yang jarang mengounsumsi permen. Dan, tindak kriminal tersebut juga cenderung dilakukan saat mereka berumur 34 tahun.
Sebenarnya, bukan permen yang membuat orang memiliki kecenderungan melakukan tindak kriminal. Melainkan, melainkan kebiasaan mereka "dibayar" permen, bila bersikap baik. Hal ini membuat anak-anak belajar "disuap" dan "menyuap".
Ketika dewasa, mereka akan menganggap sikap "baik" harus selalu diberi imbalan. Oleh karenanya, mereka juga memiliki kecenderungan memiliki kepribadian yang suka
memaksa, jika tidak diberikan imbalan atas sikap baik yang sudah dilakukan.
“Menggunakan permen sebagai imbalan atas sikap baik anak-anak berisiko membuat sikap mereka saat dewasa cenderung impulsif," kata Jeff Kart, salah satu peneliti, dari Cardiff University seperti vivanews kutip dari Care2.com.
Tindak kriminal berupa penyuapan, bisa dipicu karena terbentuknya pemikiran, bahwa segala sesuatu yang baik harus "dibalas" dan diminta balasannya. Maka, sikap baik yang dilakukan pun bukan karena hati nurani, melainkan karena mengharap "balasan".
Oleh karenanya, hati-hatilah bila saat ini anak Anda giginya sudah gripis akibat sering diberi permen karena bersikap baik. Bisa-bisa, mereka akan diproses oleh KPK bila dewasa kelak.
• VIVAnews
http://korupsi.vivanews.com/news/read/117813-memberi_anak_permen_membentuk_budaya_suap_
VIVAnews - Kesukaan seseorang pada permen saat masih kecil, ternyata membawanya pada kecenderungan melakukan tindak kriminal. Hal tersebut menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari Cardiff University, Inggris.
Tim peneliti menyelidiki kebiasaan 17.500 orang yang lahir pada 1970. Dari hasil penelitian, diketahui 69 persen dari 17.500 responden ternyata mengkonsumsi permen hampir setiap hari, saat mereka kecil.
Tim riset berkesimpulan, orang-orang yang mengkonsumsi permen hampir setiap hari di saat kecil, memiliki kecenderungan melakukan tindak kriminal sepuluh kali lebih besar dibandingkan orang yang jarang mengounsumsi permen. Dan, tindak kriminal tersebut juga cenderung dilakukan saat mereka berumur 34 tahun.
Sebenarnya, bukan permen yang membuat orang memiliki kecenderungan melakukan tindak kriminal. Melainkan, melainkan kebiasaan mereka "dibayar" permen, bila bersikap baik. Hal ini membuat anak-anak belajar "disuap" dan "menyuap".
Ketika dewasa, mereka akan menganggap sikap "baik" harus selalu diberi imbalan. Oleh karenanya, mereka juga memiliki kecenderungan memiliki kepribadian yang suka
memaksa, jika tidak diberikan imbalan atas sikap baik yang sudah dilakukan.
“Menggunakan permen sebagai imbalan atas sikap baik anak-anak berisiko membuat sikap mereka saat dewasa cenderung impulsif," kata Jeff Kart, salah satu peneliti, dari Cardiff University seperti vivanews kutip dari Care2.com.
Tindak kriminal berupa penyuapan, bisa dipicu karena terbentuknya pemikiran, bahwa segala sesuatu yang baik harus "dibalas" dan diminta balasannya. Maka, sikap baik yang dilakukan pun bukan karena hati nurani, melainkan karena mengharap "balasan".
Oleh karenanya, hati-hatilah bila saat ini anak Anda giginya sudah gripis akibat sering diberi permen karena bersikap baik. Bisa-bisa, mereka akan diproses oleh KPK bila dewasa kelak.
• VIVAnews
http://korupsi.vivanews.com/news/read/117813-memberi_anak_permen_membentuk_budaya_suap_
Penyadapan Ponsel Bayangi 2010
9:56:00 AM
02/01/2010 - 07:01
Kode Rahasia Telah Terpecahkan
Syamsudin Prasetyo
INILAH.COM, Jakarta – Akhir 2009 dunia ponsel diguncang berita mengagetkan. Miliaran ponsel berpotensi bisa diintersep dan disadap setelah hacker komputer berhasil memecahkan kode rahasia yang digunakan untuk melindungi 80% ponsel di dunia.
Kode yang berhasil diretas tersebut diposting di internet oleh ilmuwan Jerman Karsten Nohl. Ilmuwan ini mengatakan dia mengorganisasikan peretasan untuk mendemonstrasikan ukuran kelemahan dari keamanan ponsel.
Ia mengklaim hanya dalam waktu 15 menit seorang penguping bisa mendengarkan panggilan ponsel orang lain berbekal sebuah laptop dan dua perangkat jaringan. Dengan bukti ini timbul ketakutan bahwa setengah populasi dunia sangat rentan terhadap kejahatan termasuk pemalsuan identitas.
Nohl mengatakan, “Kami menyerah dengan harapan operator jaringan ponsel akan meningkatkan keamanan. Tetapi kini kami punya harapan dengan adanya tambahan informasi ini akan semakin banyak permintaan dari konsumen bagi operator untuk meningkatkan keamanan.”
“Kerentanan ini seharusnya sudah diperbaiki 15 tahun lalu. Orang harus mencoba di rumah dan melihat seberapa rentannya panggilan mereka,” ujar Nohl. Kode yang disebut A5/1 yang diciptakan oleh asosiasi GSM, 22 tahun lalu dan telah digunakan oleh lebih dari 3 miliar orang di 212 negara.
Kode tersebut awalnya digunakan untuk mencegah ponsel dan stasiun penerima mengubah frekuensinya. Ponsel 3G tidak terpengaruh kejadian ini, karena menggunakan kode yang berbeda sebagai pelindung.
Nohl dan sebuah tim ahli memerlukan waktu lima bulan memecahkan barisan matematika rumit biasa disebut algoritma yang digunakan sebagai kode enkripsi panggilan ponsel.
Lalu apakah pemilik ponsel harus khawatir penggilannya akan dikuping orang lain? Asosiasi telah menyampaikan risiko berbahaya itu kepada konsumen. Tapi menegaskan dampaknya tidak akan seketika.
Direktur Keamanan Asosiasi GSM James Moran mengatakan,”kami sangat peduli, tetapi kami tidak mempercayai hasil tentang aktivitas menguping tersebut akan menyebar besok, minggu depan ataupun bulan depan.”
GSM adalah standar yang paling luas digunakan di seluruh dunia, dengan sekitar 3,5 miliar dari 4,3 miliar koneksi wireless. Sedangkan CDMA paling banyak digunakan di wilayah Amerika Serikat dan terendah di China.
Beberapa ahli sepakat dengan temuan Nohl dan percaya bahwa sudah seharusnya sistem ditingkatkan ke versi terbaru kode enkripsi algoritma 128-bit A5/1, yang lebih baik dan lengkap keamanannya.
Sebelumnya sudah banyak ahli yang mengumumkan kode sinyal GSM dapat dipecahkan dan akhirnya pembicaraan dapat didengarkan. Tetapi peralatan seperti itu berharga ratusan hingga ribuan dolar AS. Menurut ahli retas kode, Cellcrypt Ian Meakin, hanya agen resmi pemerintah dan kriminal kaya raya yang bisa memiliki akses teknologi seperti itu.
Dia menjelaskan pekerjaan Nohl bisa sebagai kekhawatiran besar. “Hal itu secara tidak sengaja menempatkan perangkat dan teknologi yang digunakan dalam ranah kriminal.”
Asosiasi GSM mengatakan mereka sedang mengembangkan proposal untuk meningkatkan performa dari A5/1 ke standar A5/3 yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. [mdr]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2010/01/02/255351/penyadapan-ponsel-bayangi-2010/
Kode Rahasia Telah Terpecahkan
Syamsudin Prasetyo
INILAH.COM, Jakarta – Akhir 2009 dunia ponsel diguncang berita mengagetkan. Miliaran ponsel berpotensi bisa diintersep dan disadap setelah hacker komputer berhasil memecahkan kode rahasia yang digunakan untuk melindungi 80% ponsel di dunia.
Kode yang berhasil diretas tersebut diposting di internet oleh ilmuwan Jerman Karsten Nohl. Ilmuwan ini mengatakan dia mengorganisasikan peretasan untuk mendemonstrasikan ukuran kelemahan dari keamanan ponsel.
Ia mengklaim hanya dalam waktu 15 menit seorang penguping bisa mendengarkan panggilan ponsel orang lain berbekal sebuah laptop dan dua perangkat jaringan. Dengan bukti ini timbul ketakutan bahwa setengah populasi dunia sangat rentan terhadap kejahatan termasuk pemalsuan identitas.
Nohl mengatakan, “Kami menyerah dengan harapan operator jaringan ponsel akan meningkatkan keamanan. Tetapi kini kami punya harapan dengan adanya tambahan informasi ini akan semakin banyak permintaan dari konsumen bagi operator untuk meningkatkan keamanan.”
“Kerentanan ini seharusnya sudah diperbaiki 15 tahun lalu. Orang harus mencoba di rumah dan melihat seberapa rentannya panggilan mereka,” ujar Nohl. Kode yang disebut A5/1 yang diciptakan oleh asosiasi GSM, 22 tahun lalu dan telah digunakan oleh lebih dari 3 miliar orang di 212 negara.
Kode tersebut awalnya digunakan untuk mencegah ponsel dan stasiun penerima mengubah frekuensinya. Ponsel 3G tidak terpengaruh kejadian ini, karena menggunakan kode yang berbeda sebagai pelindung.
Nohl dan sebuah tim ahli memerlukan waktu lima bulan memecahkan barisan matematika rumit biasa disebut algoritma yang digunakan sebagai kode enkripsi panggilan ponsel.
Lalu apakah pemilik ponsel harus khawatir penggilannya akan dikuping orang lain? Asosiasi telah menyampaikan risiko berbahaya itu kepada konsumen. Tapi menegaskan dampaknya tidak akan seketika.
Direktur Keamanan Asosiasi GSM James Moran mengatakan,”kami sangat peduli, tetapi kami tidak mempercayai hasil tentang aktivitas menguping tersebut akan menyebar besok, minggu depan ataupun bulan depan.”
GSM adalah standar yang paling luas digunakan di seluruh dunia, dengan sekitar 3,5 miliar dari 4,3 miliar koneksi wireless. Sedangkan CDMA paling banyak digunakan di wilayah Amerika Serikat dan terendah di China.
Beberapa ahli sepakat dengan temuan Nohl dan percaya bahwa sudah seharusnya sistem ditingkatkan ke versi terbaru kode enkripsi algoritma 128-bit A5/1, yang lebih baik dan lengkap keamanannya.
Sebelumnya sudah banyak ahli yang mengumumkan kode sinyal GSM dapat dipecahkan dan akhirnya pembicaraan dapat didengarkan. Tetapi peralatan seperti itu berharga ratusan hingga ribuan dolar AS. Menurut ahli retas kode, Cellcrypt Ian Meakin, hanya agen resmi pemerintah dan kriminal kaya raya yang bisa memiliki akses teknologi seperti itu.
Dia menjelaskan pekerjaan Nohl bisa sebagai kekhawatiran besar. “Hal itu secara tidak sengaja menempatkan perangkat dan teknologi yang digunakan dalam ranah kriminal.”
Asosiasi GSM mengatakan mereka sedang mengembangkan proposal untuk meningkatkan performa dari A5/1 ke standar A5/3 yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. [mdr]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2010/01/02/255351/penyadapan-ponsel-bayangi-2010/
Bahasa Media Massa Semakin Memprihatinkan
2:30:00 PM
Friday, 01 January 2010 11:26
MEDAN - Penggunaan bahasa Indonesia di beberapa media massa, saat ini benar-benar semakin memprihatinkan dan dapat berdampak buruk kepada pembaca, sehingga informasi yang disampaikan tidak jelas.
Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumatera Utara, M Zaki Abdullah, tadi pagi, mengatakan, faktor tidak tepatnya penggunaan bahasa Indonesia itu adalah disebabkan oleh media massa.
"Wafat, gugur, dan mampus sama artinya, tetapi kalau kita mengabarkan kepada sahabat tentang orang yang dihormati telah tiada bahwa dia mampus kemarin, itu sama artinya kita berbahasa secara biadab," katanya.
Zaki juga mengkritisi media yang mengarah ke berita kriminal yang tidak tepat menggunakan bahasa Indonesia dalam pemberitaan seperti menyebutkan perampok berhasil atau pemerkosa berhasil.
"Mengapa penjahat yang dikatakan berhasil, apakah kita berada di pihak penjahat itu, kenapa bukan polisinya yang disebutkan berhasil," ucapnya.
(dat06/ann)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78229:bahasa-media-massa-semakin-memprihatinkan&catid=14:medan&Itemid=27
MEDAN - Penggunaan bahasa Indonesia di beberapa media massa, saat ini benar-benar semakin memprihatinkan dan dapat berdampak buruk kepada pembaca, sehingga informasi yang disampaikan tidak jelas.
Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumatera Utara, M Zaki Abdullah, tadi pagi, mengatakan, faktor tidak tepatnya penggunaan bahasa Indonesia itu adalah disebabkan oleh media massa.
"Wafat, gugur, dan mampus sama artinya, tetapi kalau kita mengabarkan kepada sahabat tentang orang yang dihormati telah tiada bahwa dia mampus kemarin, itu sama artinya kita berbahasa secara biadab," katanya.
Zaki juga mengkritisi media yang mengarah ke berita kriminal yang tidak tepat menggunakan bahasa Indonesia dalam pemberitaan seperti menyebutkan perampok berhasil atau pemerkosa berhasil.
"Mengapa penjahat yang dikatakan berhasil, apakah kita berada di pihak penjahat itu, kenapa bukan polisinya yang disebutkan berhasil," ucapnya.
(dat06/ann)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78229:bahasa-media-massa-semakin-memprihatinkan&catid=14:medan&Itemid=27
Tiket KA Melambung
2:25:00 PM
Kamis, 31 Desember 2009
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Harga tiket kereta api (KA) Limex Sriwijaya kelas eksekutif dan bisnis naik 30%. Untuk kelas eksekutif naik dari harga Rp102.500 menjadi Rp137.500, sedangkan kelas bisnis dari Rp64.500 menjadi Rp75.500.
Menurut Ayu Iskandar, petugas loket CV Lubuk Niur Perkasa (LNP) yang melayani penjualan tiket KA Limex Sriwijaya, Rabu (30-12), kenaikan harga tiket dipicu libur panjang yang bertepatan puncak liburan Natal dan Tahun Baru. Apalagi, waktu liburan tersebut disertai akan berakhirnya dengan liburan sekolah.
Mendekati pergantian tahun, pemesanan tiket makin ramai. Menurut Ayu, dari total 60 tiket untuk kelas eksekutif dan 108 kelas bisnis, terhitung sejak 28--31 Desember 2009, habis terjual.
Hal sama terjadi pada pemesanan tiket 2--3 Januari 2010 yang diindikasi sebagai arus balik penumpang. "Mulai 28 Desember yang pesan tiket banyak, bahkan untuk hari ini (kemarin, red) tiket habis terjual," kata Ayu.
Berdasarkan data posko Natal dan Tahun Baru 2010 di Stasiun KA Tanjungkarang, Rabu (30-12), lonjakan penumpang KA Limex Sriwijaya yang berangkat mulai pukul 21.00, terjadi pada 23, 24, dan 27 Desember 2009. Pada 23 Desember, dari jumlah total tempat duduk 460 terisi 510 penumpang (110,86%). Padahal, sehari sebelumnya (22-12), dari tempat duduk 444 hanya diisi 420 penumpang (94,59%). Sedangkan tanggal 27 Desember, dari total tempat duduk 578, diisi 564 penumpang.
Untuk KA ekspres dan ekonomi yang berangkat mulai pukul 09.00, kenaikan penumpang terjadi pada 24--26 Desember dengan rata-rata penumpang 1.200 orang dari tempat duduk 660--720. "Untuk Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, tidak ada tambahan gerbong," kata Humas PT KA Tanjungkarang, Zakaria. */R-3
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009123102101916
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Harga tiket kereta api (KA) Limex Sriwijaya kelas eksekutif dan bisnis naik 30%. Untuk kelas eksekutif naik dari harga Rp102.500 menjadi Rp137.500, sedangkan kelas bisnis dari Rp64.500 menjadi Rp75.500.
Menurut Ayu Iskandar, petugas loket CV Lubuk Niur Perkasa (LNP) yang melayani penjualan tiket KA Limex Sriwijaya, Rabu (30-12), kenaikan harga tiket dipicu libur panjang yang bertepatan puncak liburan Natal dan Tahun Baru. Apalagi, waktu liburan tersebut disertai akan berakhirnya dengan liburan sekolah.
Mendekati pergantian tahun, pemesanan tiket makin ramai. Menurut Ayu, dari total 60 tiket untuk kelas eksekutif dan 108 kelas bisnis, terhitung sejak 28--31 Desember 2009, habis terjual.
Hal sama terjadi pada pemesanan tiket 2--3 Januari 2010 yang diindikasi sebagai arus balik penumpang. "Mulai 28 Desember yang pesan tiket banyak, bahkan untuk hari ini (kemarin, red) tiket habis terjual," kata Ayu.
Berdasarkan data posko Natal dan Tahun Baru 2010 di Stasiun KA Tanjungkarang, Rabu (30-12), lonjakan penumpang KA Limex Sriwijaya yang berangkat mulai pukul 21.00, terjadi pada 23, 24, dan 27 Desember 2009. Pada 23 Desember, dari jumlah total tempat duduk 460 terisi 510 penumpang (110,86%). Padahal, sehari sebelumnya (22-12), dari tempat duduk 444 hanya diisi 420 penumpang (94,59%). Sedangkan tanggal 27 Desember, dari total tempat duduk 578, diisi 564 penumpang.
Untuk KA ekspres dan ekonomi yang berangkat mulai pukul 09.00, kenaikan penumpang terjadi pada 24--26 Desember dengan rata-rata penumpang 1.200 orang dari tempat duduk 660--720. "Untuk Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, tidak ada tambahan gerbong," kata Humas PT KA Tanjungkarang, Zakaria. */R-3
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009123102101916
RI Harus Tingkatkan Daya Saing Hadapi Perdagangan Bebas
2:23:00 PM
Jumat, 1 Januari 2010 10:01 WIB
Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia harus meningkatkan daya saing produksinya untuk menghadapi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) pada 2010, kata pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Lilies Setiartiti.
"Peningkatan daya saing tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki aspek internal seperti birokrasi yang tidak efisien," kata dosen Fakultas Ekonomi UMY itu di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, birokrasi yang tidak efisien dengan banyaknya meja perizinan dan berbagai pungutan liar di atas meja itu akan menciptakan bisnis yang juga tidak efisien.
"Banyak meja-meja itulah yang akan membuat proses dagang menjadi lama dan berbelit-belit, dan pungutan liar di birokrasi meningkatkan biaya produksi," katanya.
Ia mengatakan, tujuan ACFTA selain meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan dan liberalisasi ekonomi, juga mencari area baru atau pasar baru bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya.
"Indonesia tidak perlu terburu-buru untuk mencari negara lain sebagai pasar bagi produksinya. Namun, perbaiki dulu kemampuan internal agar mampu bersaing dengan barang barang China yang membanjiri Indonesia,"katanya.
Menurut dia, Indonesia jangan sampai hanya menjadi tempat sampah atau pasar bagi barang-barang China dan empat negara ASEAN lainnya.
"Apalagi ada beberapa produk yang termasuk dalam `early harvest` program seperti produk hortikultura dan daging yang akan segera dihapuskan tarifnya sampai nol persen," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah dan pelaku bisnis diharapkan bisa bermain cerdik dalam perdagangan bebas itu. Misalnya, untuk mengurangi laju barang-barang China yang masuk Indonesia khususnya makanan dan daging, pemerintah bisa menggunakan alibi kondisi sosial religius masyarakat Indonesia sebagai rem.
"Pemerintah bisa menggunakan alibi Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga produk-produk China khususnya daging, makanan, dan minuman harus dijamin kehalalannya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI)," katanya.
Jika tidak halal berarti barang tersebut tidak bisa masuk Indonesia. Pemerintah juga bisa menggunakan alibi barang-barang itu harus memenuhi kualifikasi standar nasional Indonesia (SNI).
"Cara tersebut tidak melanggar etika kesepakatan, karena produk halal dan standarisasi produk adalah kebutuhan konsumen," katanya.
Selain cara itu, ada lagi hal yang juga penting yakni bargaining politik Indonesia terhadap China dan empat negara ASEAN lainnya. Meskipun perdagangan bebas adalah kerja ekonomi, untuk mencapai kesepakatan ada lobi-lobi politik yang luar biasa di dalamnya.
"Oleh karena itu, saya berharap pemerintah dan DPR bisa terus meningkatkan daya tawar Indonesia dan memastikan bahwa perdagangan bebas bisa berjalan dengan `fair`," katanya.
Mulai awal 2010 melalui ACFTA, Indonesia akan menjejakkan kaki di arena perdagangan bebas di regional lima negara pendiri ASEAN dan China. Lima negara pendiri ASEAN itu adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. (*)
http://www.antaranews.com/berita/1262314890/ri-harus-tingkatkan-daya-saing-hadapi-perdagangan-bebas
Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia harus meningkatkan daya saing produksinya untuk menghadapi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) pada 2010, kata pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Lilies Setiartiti.
"Peningkatan daya saing tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki aspek internal seperti birokrasi yang tidak efisien," kata dosen Fakultas Ekonomi UMY itu di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, birokrasi yang tidak efisien dengan banyaknya meja perizinan dan berbagai pungutan liar di atas meja itu akan menciptakan bisnis yang juga tidak efisien.
"Banyak meja-meja itulah yang akan membuat proses dagang menjadi lama dan berbelit-belit, dan pungutan liar di birokrasi meningkatkan biaya produksi," katanya.
Ia mengatakan, tujuan ACFTA selain meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan dan liberalisasi ekonomi, juga mencari area baru atau pasar baru bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya.
"Indonesia tidak perlu terburu-buru untuk mencari negara lain sebagai pasar bagi produksinya. Namun, perbaiki dulu kemampuan internal agar mampu bersaing dengan barang barang China yang membanjiri Indonesia,"katanya.
Menurut dia, Indonesia jangan sampai hanya menjadi tempat sampah atau pasar bagi barang-barang China dan empat negara ASEAN lainnya.
"Apalagi ada beberapa produk yang termasuk dalam `early harvest` program seperti produk hortikultura dan daging yang akan segera dihapuskan tarifnya sampai nol persen," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah dan pelaku bisnis diharapkan bisa bermain cerdik dalam perdagangan bebas itu. Misalnya, untuk mengurangi laju barang-barang China yang masuk Indonesia khususnya makanan dan daging, pemerintah bisa menggunakan alibi kondisi sosial religius masyarakat Indonesia sebagai rem.
"Pemerintah bisa menggunakan alibi Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga produk-produk China khususnya daging, makanan, dan minuman harus dijamin kehalalannya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI)," katanya.
Jika tidak halal berarti barang tersebut tidak bisa masuk Indonesia. Pemerintah juga bisa menggunakan alibi barang-barang itu harus memenuhi kualifikasi standar nasional Indonesia (SNI).
"Cara tersebut tidak melanggar etika kesepakatan, karena produk halal dan standarisasi produk adalah kebutuhan konsumen," katanya.
Selain cara itu, ada lagi hal yang juga penting yakni bargaining politik Indonesia terhadap China dan empat negara ASEAN lainnya. Meskipun perdagangan bebas adalah kerja ekonomi, untuk mencapai kesepakatan ada lobi-lobi politik yang luar biasa di dalamnya.
"Oleh karena itu, saya berharap pemerintah dan DPR bisa terus meningkatkan daya tawar Indonesia dan memastikan bahwa perdagangan bebas bisa berjalan dengan `fair`," katanya.
Mulai awal 2010 melalui ACFTA, Indonesia akan menjejakkan kaki di arena perdagangan bebas di regional lima negara pendiri ASEAN dan China. Lima negara pendiri ASEAN itu adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. (*)
http://www.antaranews.com/berita/1262314890/ri-harus-tingkatkan-daya-saing-hadapi-perdagangan-bebas
Pemerintah Jamin Stok Beras 2010 Aman
1:32:00 PM
Jumat, 01 Januari 2010 pukul 11:35:00
JAKARTA--Meski awal tahun ini di sejumlah daerah masa panen mengalami kemunduran waktu, pemerintah menjamin stok beras sampai dengan akhir 2010 dalam kondisi yang aman. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengungkapkan sampai sekarang stok beras di Bulog mencapai 1,7 juta ton. Jauh lebih besar dari 2008 yang hanya 1,2 juta ton.
Dari 1,7 juta itu, sebanyak 500 ribu ton merupakan cadangan beras pemerintah yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu jika terjadi bencana alam. Cadangan beras itu juga dapat digunakan jika terjadi fluktuasi harga di atas 25 persen sehingga perlu dilakukan operasi pasar.
"Sisanya masih ada 1,2 juta ton, kalau raskin dan rasdi setiap bulan kita salurkan 300 ribu ton, kita masih bisa salurkan untuk 4 bulan ke depan tanpa pengadaan. Tapi kan tak mungkin kita tidak melakukan pengadaan," ujar Sutarto, di Jakarta, Kamis (31/12). Dia mengakui akibat pengaruh El Nino, panen di sejumlah daerah mundur. Tetapi hal itu hanya berlaku terhadap sawah yang tidak melakukan sistem pengairan.
Seharusnya, kata dia, pada Februari ini sudah memasuki masa panen seperti Februari 2009. Namun kemungkinan besar panen diharapkan baru akan mulai pada Maret. "Info terakhir, El Nino yang terjadi adalah El Nino lemah. Dan cenderung akan melemah sampai Mei. Karena itu diharapkan tidak berdampak berarti kepada pangan," papar dia. Lebih lanjut dia mengungkapkan, kalau melihat analisis dan perkembangan produksi dalam tiga tahun terakhir umumnya tumbuh di atas 5 persen. thr/irf
http://www.republika.co.id/berita/99364/Pemerintah_Jamin_Stok_Beras_2010_Aman
JAKARTA--Meski awal tahun ini di sejumlah daerah masa panen mengalami kemunduran waktu, pemerintah menjamin stok beras sampai dengan akhir 2010 dalam kondisi yang aman. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengungkapkan sampai sekarang stok beras di Bulog mencapai 1,7 juta ton. Jauh lebih besar dari 2008 yang hanya 1,2 juta ton.
Dari 1,7 juta itu, sebanyak 500 ribu ton merupakan cadangan beras pemerintah yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu jika terjadi bencana alam. Cadangan beras itu juga dapat digunakan jika terjadi fluktuasi harga di atas 25 persen sehingga perlu dilakukan operasi pasar.
"Sisanya masih ada 1,2 juta ton, kalau raskin dan rasdi setiap bulan kita salurkan 300 ribu ton, kita masih bisa salurkan untuk 4 bulan ke depan tanpa pengadaan. Tapi kan tak mungkin kita tidak melakukan pengadaan," ujar Sutarto, di Jakarta, Kamis (31/12). Dia mengakui akibat pengaruh El Nino, panen di sejumlah daerah mundur. Tetapi hal itu hanya berlaku terhadap sawah yang tidak melakukan sistem pengairan.
Seharusnya, kata dia, pada Februari ini sudah memasuki masa panen seperti Februari 2009. Namun kemungkinan besar panen diharapkan baru akan mulai pada Maret. "Info terakhir, El Nino yang terjadi adalah El Nino lemah. Dan cenderung akan melemah sampai Mei. Karena itu diharapkan tidak berdampak berarti kepada pangan," papar dia. Lebih lanjut dia mengungkapkan, kalau melihat analisis dan perkembangan produksi dalam tiga tahun terakhir umumnya tumbuh di atas 5 persen. thr/irf
http://www.republika.co.id/berita/99364/Pemerintah_Jamin_Stok_Beras_2010_Aman
