7 Titik Bebas Reklame, Pemkot Ngaku Rugi
9:39:00 AM
Senin, 01/02/2010 19:06 WIB
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung dari pajak reklame tahun 2009 disebabkan karena penentuan target tidak memperhitungkan potensi yang hilang dari kawasan bebas reklame.
"Potensi yang hilang akibat 7 kawasan bebas reklame sekitar Rp 6 miliar," ujar Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, Ahmad Rekotomo, Senin (1/2/2010).
Tujuh titik kawasan bebas reklame sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah) Reklame tahun 2008 di antaranya Jalan Dr. Djunjunan, Asia Afrika, Braga, dan Wastukencana. Sementara target PAD reklame sendiri di tahun 2009 sebesar Rp 20,9 miliar, sementara yang tercapai hanya Rp 10 Miliar.
"Yang Rp 6 miliar lagi dari 60 titik lelang reklame yang belum bisa dilaksanakan," ujarnya.
Belum bisa dilaksanakan lelang tersebut, menurut Rekotomo, dikarenakan faktor regulasi. "Belum bisa dilaksanakan karena belum ada Perwal (peraturan Wali Kota) yang merupakan turunan dari Perda Reklame," ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan dipusatkannya proses perizinan ke BPPT menjadi alasan lain mengapa PAD reklame di tahun 2009 tidak sesuai target.
"Pelimpahan wewenang dari Dinas Pertamanan, memang perlu sosialisasi ke masyarakat. Supaya wajib pajak yang dulu agar membayar ke kita sekarang. Karena ada juga titik-titik reklame yang tidak diperpanjang, itu potensi yang mengurangi juga," ujarnya.
(avi/ahy)
http://bandung.detik.com/read/2010/02/01/190641/1290661/486/7-titik-bebas-reklame-pemkot-ngaku-rugi
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung dari pajak reklame tahun 2009 disebabkan karena penentuan target tidak memperhitungkan potensi yang hilang dari kawasan bebas reklame.
"Potensi yang hilang akibat 7 kawasan bebas reklame sekitar Rp 6 miliar," ujar Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, Ahmad Rekotomo, Senin (1/2/2010).
Tujuh titik kawasan bebas reklame sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah) Reklame tahun 2008 di antaranya Jalan Dr. Djunjunan, Asia Afrika, Braga, dan Wastukencana. Sementara target PAD reklame sendiri di tahun 2009 sebesar Rp 20,9 miliar, sementara yang tercapai hanya Rp 10 Miliar.
"Yang Rp 6 miliar lagi dari 60 titik lelang reklame yang belum bisa dilaksanakan," ujarnya.
Belum bisa dilaksanakan lelang tersebut, menurut Rekotomo, dikarenakan faktor regulasi. "Belum bisa dilaksanakan karena belum ada Perwal (peraturan Wali Kota) yang merupakan turunan dari Perda Reklame," ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan dipusatkannya proses perizinan ke BPPT menjadi alasan lain mengapa PAD reklame di tahun 2009 tidak sesuai target.
"Pelimpahan wewenang dari Dinas Pertamanan, memang perlu sosialisasi ke masyarakat. Supaya wajib pajak yang dulu agar membayar ke kita sekarang. Karena ada juga titik-titik reklame yang tidak diperpanjang, itu potensi yang mengurangi juga," ujarnya.
(avi/ahy)
http://bandung.detik.com/read/2010/02/01/190641/1290661/486/7-titik-bebas-reklame-pemkot-ngaku-rugi
Kafein Perlambat Pertumbuhan Kanker Otak
9:21:00 AM
Selasa, 2 Februari 2010 - 06:21 wib
SEOUL - Kandungan kafein yang terdapat dalam kopi dan teh hijau diyakini dapat memperlambat pertumbuhan tumor kanker otak secara efektif. Demikian hasil penelitian dari para ilmuwan dari Korea Institute of Science and Technology (KIST), Korea Selatan.
Riset yang dipimpin oleh Lee Chang-Joon dan dilakukan pada hewan ini menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein secara teratur dapat menekan pertumbuhan inositol trisphosphate reseptor (IP3R) yang berkaitan erat dengan glioblastoma, yaitu jenis tumor otak yang paling umum dan paling agresif yang ditemukan pada manusia.
Lee mewakili timnya menyebutkan, kalsium memiliki penting dalam menyebarkan sel tumor glioblastoma pada manusia, dan IP3R secara langsung berkontribusi terhadap jumlah kalsium yang dilepaskan.
Lee juga menambahkan bahwa dia dan timnya menemukan sub jenis IP3R, yaitu IP3R3 yang sangat aktif pada pasien kanker otak. Kafein terbukti dapat menghalangi penyebaran senyawa tersebut, sehingga pertumbuhan tumor otak dan menghambat sel-sel kanker agar tidak begain tubuh lainnya.
"Ini adalah penemuan pertama yang menunjukkan kafein memiliki efek menghambat pertumbuhan glioblastoma. Kami berharap temuan ini akan berdampak besar," kata Lee seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (2/2/2010).
Jumlah kafein yang di ujicobakan terhadap hewan berkisar antara dua sampai lima cangkir kopi atau teh hijau yang biasa dikonsumsi rata-rata oleh manusia per hari.
Lee menyebutkan, sangat sulit mengobati glioblastoma. Pasalnya, sel-sel tumor sangat resistan terhadap terapi konvensional obat-obatan anti-kanker. Umumnya, banyak pasien meninggal dalam waktu satu tahun. (rah)
http://techno.okezone.com/read/2010/02/01/56/299743/kafein-perlambat-pertumbuhan-kanker-otak
SEOUL - Kandungan kafein yang terdapat dalam kopi dan teh hijau diyakini dapat memperlambat pertumbuhan tumor kanker otak secara efektif. Demikian hasil penelitian dari para ilmuwan dari Korea Institute of Science and Technology (KIST), Korea Selatan.
Riset yang dipimpin oleh Lee Chang-Joon dan dilakukan pada hewan ini menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein secara teratur dapat menekan pertumbuhan inositol trisphosphate reseptor (IP3R) yang berkaitan erat dengan glioblastoma, yaitu jenis tumor otak yang paling umum dan paling agresif yang ditemukan pada manusia.
Lee mewakili timnya menyebutkan, kalsium memiliki penting dalam menyebarkan sel tumor glioblastoma pada manusia, dan IP3R secara langsung berkontribusi terhadap jumlah kalsium yang dilepaskan.
Lee juga menambahkan bahwa dia dan timnya menemukan sub jenis IP3R, yaitu IP3R3 yang sangat aktif pada pasien kanker otak. Kafein terbukti dapat menghalangi penyebaran senyawa tersebut, sehingga pertumbuhan tumor otak dan menghambat sel-sel kanker agar tidak begain tubuh lainnya.
"Ini adalah penemuan pertama yang menunjukkan kafein memiliki efek menghambat pertumbuhan glioblastoma. Kami berharap temuan ini akan berdampak besar," kata Lee seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (2/2/2010).
Jumlah kafein yang di ujicobakan terhadap hewan berkisar antara dua sampai lima cangkir kopi atau teh hijau yang biasa dikonsumsi rata-rata oleh manusia per hari.
Lee menyebutkan, sangat sulit mengobati glioblastoma. Pasalnya, sel-sel tumor sangat resistan terhadap terapi konvensional obat-obatan anti-kanker. Umumnya, banyak pasien meninggal dalam waktu satu tahun. (rah)
http://techno.okezone.com/read/2010/02/01/56/299743/kafein-perlambat-pertumbuhan-kanker-otak
Survei: Anak-anak Terancam Bahaya Internet
9:09:00 AM
Selasa, 02/02/2010 07:47 WIB
Fino Yurio Kristo - detikinet
London - Aktivitas anak-anak di dunia maya semakin membahayakan. Selain masalah pornografi, mereka juga kerap meladeni orang-orang yang tak dikenal di internet. Sudah begitu, anak-anak ini semakin pintar dalam menghapus jejak.
Menurut hasil survei yang melibatkan 500 anak di Inggris, terungkap bahwa 25% atau satu dari empat anak-anak tersebut pernah memanfaatkan email untuk saling berkirim konten dengan materi pornografi.
Berdasarkan survei yang digelar oleh penyedia jasa internet TalkTalk ini, terungkap pula bahwa satu dari 20 anak ini pernah berhubungan dengan orang asing lewat internet. Padahal bisa jadi, orang tak dikenal tersebut bermaksud jahat.
Kurangnya pengawasan orang tua membuat anak-anak terekspos bahaya dunia maya. Apalagi mereka kian pintar berkelit.
Seperti detikINET kutip dari Telegraph, Selasa (2/2/2010), sebanyak 62% anak berbohong tentang apa yang mereka akses dan 53% menghapus file history, sehingga orang tua tak tahu situs yang telah mereka kunjungi.
Aksi saling ejek di dunia maya ternyata juga akrab bagi anak-anak di negeri Ratu Elizabeth. Sebanyak 11% responden mengaku pernah jadi sasaran hinaan online, namun mereka sendiri ternyata juga melakukan hal yang sama.
Mengantisipasi pengaruh buruk dunia maya, pemerintah Inggris telah meluncurkan program pendidikan internet bagi para siswa sekolah dasar. Harapannya, mereka dapat mengakses internet dengan aman.
Meski terjadi nun jauh di Inggris, tak ada salahnya hasil survei tersebut membuat para orang tua di tanah air waspada. Pengawasan akses internet anak-anak sepertinya mutlak dilakukan.
( fyk / rou )
http://www.detikinet.com/read/2010/02/02/074753/1290742/398/survei-anak-anak-terancam-bahaya-internet
Fino Yurio Kristo - detikinet
London - Aktivitas anak-anak di dunia maya semakin membahayakan. Selain masalah pornografi, mereka juga kerap meladeni orang-orang yang tak dikenal di internet. Sudah begitu, anak-anak ini semakin pintar dalam menghapus jejak.
Menurut hasil survei yang melibatkan 500 anak di Inggris, terungkap bahwa 25% atau satu dari empat anak-anak tersebut pernah memanfaatkan email untuk saling berkirim konten dengan materi pornografi.
Berdasarkan survei yang digelar oleh penyedia jasa internet TalkTalk ini, terungkap pula bahwa satu dari 20 anak ini pernah berhubungan dengan orang asing lewat internet. Padahal bisa jadi, orang tak dikenal tersebut bermaksud jahat.
Kurangnya pengawasan orang tua membuat anak-anak terekspos bahaya dunia maya. Apalagi mereka kian pintar berkelit.
Seperti detikINET kutip dari Telegraph, Selasa (2/2/2010), sebanyak 62% anak berbohong tentang apa yang mereka akses dan 53% menghapus file history, sehingga orang tua tak tahu situs yang telah mereka kunjungi.
Aksi saling ejek di dunia maya ternyata juga akrab bagi anak-anak di negeri Ratu Elizabeth. Sebanyak 11% responden mengaku pernah jadi sasaran hinaan online, namun mereka sendiri ternyata juga melakukan hal yang sama.
Mengantisipasi pengaruh buruk dunia maya, pemerintah Inggris telah meluncurkan program pendidikan internet bagi para siswa sekolah dasar. Harapannya, mereka dapat mengakses internet dengan aman.
Meski terjadi nun jauh di Inggris, tak ada salahnya hasil survei tersebut membuat para orang tua di tanah air waspada. Pengawasan akses internet anak-anak sepertinya mutlak dilakukan.
( fyk / rou )
http://www.detikinet.com/read/2010/02/02/074753/1290742/398/survei-anak-anak-terancam-bahaya-internet
Pasien Miskin RSUD Langsa Dipaksa Keluar
9:06:00 AM
1 Februari 2010, 14:31
Tak Bisa Lengkapi Jamkesmas
LANGSA – Hamidan, warga Gampong Buket Pala, Kecamatan Perlak Kota, Aceh Timur, dipaksa mengeluarkan anaknya yang masih berumur tujuh bulan, M Faizul dari RSUD Langsa karena tidak sanggup membayar biaya perawatan. Akibatnya, anaknya yang menderita infeksi bagian dalam itu meninggal dunia di rumahnya setelah 10 jam dikeluarkan dari RSUD Langsa, Kamis (28/1) dini hari.
Informasi yang dihimpun Serambi, dari orang tua korban, Hamidan dan Saudah menyebutkan, M Faizul yang lahir prematur pada Juni 2009, berlangsung secara normal melalui bantuan bidan desa. Namun, ketika umurnya memasuki tujuh bulan beberapa hari lalu, tiba-tiba bayi mereka mengalami kendala untuk mengkonsumsi air susu ibu (ASI).
Karena tak tahan akan penderitaan di buah hatinya, Sabtu (23/1), kedua pasangan miskin ini segera membawa anaknya ke RSUD Idi, Aceh Timur. Namun, anaknya terpaksa dirujuk ke RSUD Langsa karena di RSUD Idi belum memiliki perawatan medis yang memadai. “Awalnya kami hanya membawa surat keterangan Keuchik Gampong Buket Pala. Karena surat keterangan miskin (Jamkesmas) belum selesai dibuat oleh pihak gampong setempat,” kata Hamidan.
Menurut Hamidan, kepala ruangan perawatan anak di RSUD Langsa yang bernama Yeni mengatakan bahwa, jika dalam tiga hari ia tidak bisa melampirkan surat Jamkesmas, maka orang tua bayi itu harus membayar seluruh biaya perawatan anaknya. Namun hingga lima hari sejak anaknya dirawat di rumah sakit milik pemerintah itu, Hamidan juga belum memperoleh surat Jamkesmas. Sehinggga ia mengaku harus membayar Rp 360 ribu.
Karena keluarga miskin ini tidak memiliki uang tambahan untuk biaya perawatan anaknya, sekitar pukul 18.00 WIB, Rabu (27/1) sore, Hamidan harus mengambil keputusan untuk memulangkan anaknya. “Padahal kondisi anak saya belum sembuh benar dan masih sangat rawan keselamatannya. Tapi karena keterbatasan dana maka saya berkesimpulan untuk mengobati semampunya di rumah,” kata Hamidan dengan nada yang terdengar lirih. Menjelang 10 jam bayi yang masih berumur tujuh bulan itu dikeluarkan dari Ruang Perawatan Anak RSUD Langsa, sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (28/1) menjelang datangnya waktu subuh, M Fauzul menghembuskan nafas terakhirnya.
Sesalkan
Menanggapi persoalan itu, seorang anggota DPRK Langsa, Zubir yang menghubungi Serambi, kemarin mengaku sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan petugas RSUD Langsa. Menurut politisi dari Partai Aceh itu, masyarakat miskin harus diberikan keluangan waktu untuk mengurus Jamkesmas, karena kendala pengurusan berada di pihak gampong dan pihak terkait lainnya.
“Malam itu saya sempat datang ke RSUD Langsa, namun saat saya tanyakan kepada dr Yeni, ternyata anak bayi yang belum sembuh itu telah dibawa pulang oleh keluarganya,” kata dia. Bahkan, kata Zubir, ia mengaku sempat bertengkar dengan Kepala Ruangan Anak RSUD Langsa, dr Yeni. “Mengapa anak tersebut diperbolehkan pulang, padahal kondisinya masih kritis. Pagi ini, saya dapat kabar anak malang ini telah meninggal dunia,” kata Zubir.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Langsa, dr Herman yang dihubungi per telepon hanya menjawab singkat dalam Short Message Service (SMS), “saya konfirmasi ke ruangan, sudah selesai kartu Jamkesmas,” tulis dia dalam SMS. Beberapa menit kemudian, dr Herman kembali menghubungi Serambi. Ia mengatakan, lampiran surat keuchik saja tidak cukup bagi pasien yang belum memiliki Jamkesmas. “Setiap pasien jika belum melampirkan Jamkesmas, maka harus juga menyertakan surat keterangan dari camat maupun dari Dinas Sosial. Jadi keterangan keuchik yang dilampirkan pasien itu belum cukup,” kata dia. Namun, dr Herman membantah jika dikatakan petugas kurang memberikan perhatian yang maksimal. “Setelah kita tanyakan kepada petugas, ternyata mereka melayani dengan baik,” pungkas Herman.(c42/yuh)
http://www.serambinews.com/news/view/23063/pasien-miskin-rsud-langsa-dipaksa-keluar
Tak Bisa Lengkapi Jamkesmas
LANGSA – Hamidan, warga Gampong Buket Pala, Kecamatan Perlak Kota, Aceh Timur, dipaksa mengeluarkan anaknya yang masih berumur tujuh bulan, M Faizul dari RSUD Langsa karena tidak sanggup membayar biaya perawatan. Akibatnya, anaknya yang menderita infeksi bagian dalam itu meninggal dunia di rumahnya setelah 10 jam dikeluarkan dari RSUD Langsa, Kamis (28/1) dini hari.
Informasi yang dihimpun Serambi, dari orang tua korban, Hamidan dan Saudah menyebutkan, M Faizul yang lahir prematur pada Juni 2009, berlangsung secara normal melalui bantuan bidan desa. Namun, ketika umurnya memasuki tujuh bulan beberapa hari lalu, tiba-tiba bayi mereka mengalami kendala untuk mengkonsumsi air susu ibu (ASI).
Karena tak tahan akan penderitaan di buah hatinya, Sabtu (23/1), kedua pasangan miskin ini segera membawa anaknya ke RSUD Idi, Aceh Timur. Namun, anaknya terpaksa dirujuk ke RSUD Langsa karena di RSUD Idi belum memiliki perawatan medis yang memadai. “Awalnya kami hanya membawa surat keterangan Keuchik Gampong Buket Pala. Karena surat keterangan miskin (Jamkesmas) belum selesai dibuat oleh pihak gampong setempat,” kata Hamidan.
Menurut Hamidan, kepala ruangan perawatan anak di RSUD Langsa yang bernama Yeni mengatakan bahwa, jika dalam tiga hari ia tidak bisa melampirkan surat Jamkesmas, maka orang tua bayi itu harus membayar seluruh biaya perawatan anaknya. Namun hingga lima hari sejak anaknya dirawat di rumah sakit milik pemerintah itu, Hamidan juga belum memperoleh surat Jamkesmas. Sehinggga ia mengaku harus membayar Rp 360 ribu.
Karena keluarga miskin ini tidak memiliki uang tambahan untuk biaya perawatan anaknya, sekitar pukul 18.00 WIB, Rabu (27/1) sore, Hamidan harus mengambil keputusan untuk memulangkan anaknya. “Padahal kondisi anak saya belum sembuh benar dan masih sangat rawan keselamatannya. Tapi karena keterbatasan dana maka saya berkesimpulan untuk mengobati semampunya di rumah,” kata Hamidan dengan nada yang terdengar lirih. Menjelang 10 jam bayi yang masih berumur tujuh bulan itu dikeluarkan dari Ruang Perawatan Anak RSUD Langsa, sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (28/1) menjelang datangnya waktu subuh, M Fauzul menghembuskan nafas terakhirnya.
Sesalkan
Menanggapi persoalan itu, seorang anggota DPRK Langsa, Zubir yang menghubungi Serambi, kemarin mengaku sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan petugas RSUD Langsa. Menurut politisi dari Partai Aceh itu, masyarakat miskin harus diberikan keluangan waktu untuk mengurus Jamkesmas, karena kendala pengurusan berada di pihak gampong dan pihak terkait lainnya.
“Malam itu saya sempat datang ke RSUD Langsa, namun saat saya tanyakan kepada dr Yeni, ternyata anak bayi yang belum sembuh itu telah dibawa pulang oleh keluarganya,” kata dia. Bahkan, kata Zubir, ia mengaku sempat bertengkar dengan Kepala Ruangan Anak RSUD Langsa, dr Yeni. “Mengapa anak tersebut diperbolehkan pulang, padahal kondisinya masih kritis. Pagi ini, saya dapat kabar anak malang ini telah meninggal dunia,” kata Zubir.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Langsa, dr Herman yang dihubungi per telepon hanya menjawab singkat dalam Short Message Service (SMS), “saya konfirmasi ke ruangan, sudah selesai kartu Jamkesmas,” tulis dia dalam SMS. Beberapa menit kemudian, dr Herman kembali menghubungi Serambi. Ia mengatakan, lampiran surat keuchik saja tidak cukup bagi pasien yang belum memiliki Jamkesmas. “Setiap pasien jika belum melampirkan Jamkesmas, maka harus juga menyertakan surat keterangan dari camat maupun dari Dinas Sosial. Jadi keterangan keuchik yang dilampirkan pasien itu belum cukup,” kata dia. Namun, dr Herman membantah jika dikatakan petugas kurang memberikan perhatian yang maksimal. “Setelah kita tanyakan kepada petugas, ternyata mereka melayani dengan baik,” pungkas Herman.(c42/yuh)
http://www.serambinews.com/news/view/23063/pasien-miskin-rsud-langsa-dipaksa-keluar
Impor dari China Melonjak Tajam
9:01:00 AM
Selasa, 2 Februari 2010 | 03:01 WIB
Jakarta, Kompas - Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China memang baru efektif 1 Januari 2010, tetapi kenyataannya produk nonmigas China sudah membanjiri pasar Indonesia. Angka impor produk nonmigas dari China pada tahun 2009 mencapai 13,49 miliar dollar AS, melonjak tajam dibandingkan dengan impor pada tahun 2004 yang hanya 3,4 miliar dollar AS.
Lonjakan tajam impor produk nonmigas China ini tergambar dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin (1/2). Rusman memaparkan hasil survei terkait ekspor dan impor Indonesia Desember 2009.
Data BPS memperlihatkan total impor produk nonmigas Indonesia selama tahun 2009 mencapai 77,867 miliar dollar AS. Dari angka impor produk nonmigas ini, impor produk nonmigas dari China mencapai 13,49 miliar dollar AS. Sementara total impor Indonesia pada tahun 2009 mencapai 96,855 miliar dollar AS.
Impor produk nonmigas dari China ini meningkat sekitar 300 persen dibanding pada 2004. Impor produk nonmigas dari China waktu itu mencapai 3,4 miliar dollar AS. Nilai ini tak sampai 10 persen dari total impor produk nonmigas Indonesia yang saat itu sebesar 54,126 miliar dollar AS. Total impor pada 2004 mencapai 69,713 miliar dollar AS.
Ekonom senior Indef, Fadhil Hasan, yang dihubungi, menilai, kondisi ini memperlihatkan produk nonmigas khususnya industri manufaktur Indonesia semakin tidak berdaya saing. Bahkan, kondisi ini sudah terjadi sebelum FTA ASEAN-China diberlakukan. Ini berarti belum ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong sektor nonmigas. Padahal, masalahnya sudah jelas, yakni lemahnya infrastruktur, baik jalan, listrik, maupun ketersediaan bahan baku energi.
”Selain itu, insentif pajak juga belum banyak dirasakan manfaatnya untuk mendongkrak daya saing manufaktur kita. Selain itu, suku bunga perbankan masih jauh lebih tinggi. Perbaikan itu harus dilakukan lebih cepat, kalau tidak Indonesia akan selalu tertinggal,” ujarnya.
Guru besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, menegaskan pentingnya peningkatan daya saing menghadapi produk China. Seluruh pemangku kepentingan hendaknya menjadikan peningkatan daya saing sebagai prioritas dan tidak hanya mengedepankan kepentingan politis.
Bustanul menyarankan kepada pemerintah agar dalam melakukan pembahasan ulang FTA dilakukan tiap poin bidang usaha di sektor yang sensitif. Masing- masing bidang usaha dilakukan kajian mendalam soal elastisitas penyerapan dan penghilangan tenaga kerja sebagai dampak pemberlakuan FTA.
”Kalau ada kajian soal elastisitas penyerapan dan penghilangan tenaga kerja, saya yakin China bisa memahaminya sehingga proses negosiasi bisa dilakukan dengan kepala dingin,” katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton Supit di Jakarta berpendapat pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan ketersediaan energi listrik. Namun, yang lebih penting adalah memperbaiki sikap para pelaku di pemerintahan dan di legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta buruh dan pengusaha.
Ekspor menurun
Ekspor Indonesia pada 2009 mencapai 116,49 miliar dollar AS. Dari jumlah ini, ekspor nonmigas mencapai 97,472 miliar dollar AS. Ekspor nonmigas ke China mencapai 8,906 miliar dollar AS.
Ekspor Indonesia ini meningkat dibanding pada tahun 2004 sebesar 69,713 miliar dollar AS. Ekspor nonmigas mencapai 54,126 miliar dollar AS, dan ekspor produk nonmigas ke China sebesar 3,145 miliar dollar AS.
Rusman menjelaskan, ekspor manufaktur sepanjang tahun 2009 menurun 16,93 persen. Namun, pertumbuhan produksi industri pengolahan besar dan sedang naik 1,33 persen dibanding pada 2008. ”Ini artinya, industri pengolahan besar dan sedang dipaksa menjual barang di dalam negeri,” ungkap Rusman.
Pelaku usaha di industri manufaktur besar dan sedang dipaksa menjual produk-produknya di dalam negeri karena permintaan luar negeri belum pulih. Di saat yang sama, produksi mereka justru meningkat sehingga ada stok barang yang tidak diekspor, tetapi dipaksa untuk dijual di pasar domestik.
Oktober 2009, ekspor bulanan Indonesia mulai tumbuh positif setelah didera krisis keuangan dan ekonomi sejak akhir 2008. Namun, pertumbuhan ekspor ini tak ditopang industri manufaktur, melainkan oleh sektor berbasis sumber daya alam, yakni minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan tembaga. Ekspor ketiga komoditas ini mendorong ekspor nonmigas, Desember 2009, sebesar 10,83 miliar dollar AS atau naik 28,3 persen dibanding November 2009.
”Ekspor Desember 2009 itu terbesar sepanjang sejarah karena ekspor bulanan tertinggi pada Mei 2008, 12,9 miliar dollar AS. Itu terlampaui oleh ekspor Desember 2009 yang mencapai 13,33 miliar dollar AS,” kata Rusman.
Data BPS juga melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2009 surplus 19,63 miliar dollar AS. Itu terjadi karena ekspor kumulatif (Januari-Desember 2009) mencapai 116,49 miliar dollar AS, sedangkan nilai impornya 96,86 miliar dollar AS. Dengan demikian, nilai ekspor lebih tinggi 19,63 miliar dollar AS dibandingkan dengan nilai impornya, atau terjadi surplus.
Salah satu faktor pendorong surplus neraca perdagangan adalah adanya surplus neraca perdagangan pada Desember 2009 yang mencapai 3 miliar dollar AS. Dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan pada akhir Desember 2008 yang mencapai 7,82 miliar dollar AS, maka surplus neraca perdagangan pada 2009 meningkat tiga kali lipat.
”Ini menjadi sinyal awal bahwa sebenarnya perekonomian dunia mulai pulih,” ujar Rusman.(oin/HAN/WIE/EKI/OSA)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/02/03012049/impor.dari.china.melonjak.tajam
Jakarta, Kompas - Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China memang baru efektif 1 Januari 2010, tetapi kenyataannya produk nonmigas China sudah membanjiri pasar Indonesia. Angka impor produk nonmigas dari China pada tahun 2009 mencapai 13,49 miliar dollar AS, melonjak tajam dibandingkan dengan impor pada tahun 2004 yang hanya 3,4 miliar dollar AS.
Lonjakan tajam impor produk nonmigas China ini tergambar dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin (1/2). Rusman memaparkan hasil survei terkait ekspor dan impor Indonesia Desember 2009.
Data BPS memperlihatkan total impor produk nonmigas Indonesia selama tahun 2009 mencapai 77,867 miliar dollar AS. Dari angka impor produk nonmigas ini, impor produk nonmigas dari China mencapai 13,49 miliar dollar AS. Sementara total impor Indonesia pada tahun 2009 mencapai 96,855 miliar dollar AS.
Impor produk nonmigas dari China ini meningkat sekitar 300 persen dibanding pada 2004. Impor produk nonmigas dari China waktu itu mencapai 3,4 miliar dollar AS. Nilai ini tak sampai 10 persen dari total impor produk nonmigas Indonesia yang saat itu sebesar 54,126 miliar dollar AS. Total impor pada 2004 mencapai 69,713 miliar dollar AS.
Ekonom senior Indef, Fadhil Hasan, yang dihubungi, menilai, kondisi ini memperlihatkan produk nonmigas khususnya industri manufaktur Indonesia semakin tidak berdaya saing. Bahkan, kondisi ini sudah terjadi sebelum FTA ASEAN-China diberlakukan. Ini berarti belum ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong sektor nonmigas. Padahal, masalahnya sudah jelas, yakni lemahnya infrastruktur, baik jalan, listrik, maupun ketersediaan bahan baku energi.
”Selain itu, insentif pajak juga belum banyak dirasakan manfaatnya untuk mendongkrak daya saing manufaktur kita. Selain itu, suku bunga perbankan masih jauh lebih tinggi. Perbaikan itu harus dilakukan lebih cepat, kalau tidak Indonesia akan selalu tertinggal,” ujarnya.
Guru besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, menegaskan pentingnya peningkatan daya saing menghadapi produk China. Seluruh pemangku kepentingan hendaknya menjadikan peningkatan daya saing sebagai prioritas dan tidak hanya mengedepankan kepentingan politis.
Bustanul menyarankan kepada pemerintah agar dalam melakukan pembahasan ulang FTA dilakukan tiap poin bidang usaha di sektor yang sensitif. Masing- masing bidang usaha dilakukan kajian mendalam soal elastisitas penyerapan dan penghilangan tenaga kerja sebagai dampak pemberlakuan FTA.
”Kalau ada kajian soal elastisitas penyerapan dan penghilangan tenaga kerja, saya yakin China bisa memahaminya sehingga proses negosiasi bisa dilakukan dengan kepala dingin,” katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton Supit di Jakarta berpendapat pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan ketersediaan energi listrik. Namun, yang lebih penting adalah memperbaiki sikap para pelaku di pemerintahan dan di legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta buruh dan pengusaha.
Ekspor menurun
Ekspor Indonesia pada 2009 mencapai 116,49 miliar dollar AS. Dari jumlah ini, ekspor nonmigas mencapai 97,472 miliar dollar AS. Ekspor nonmigas ke China mencapai 8,906 miliar dollar AS.
Ekspor Indonesia ini meningkat dibanding pada tahun 2004 sebesar 69,713 miliar dollar AS. Ekspor nonmigas mencapai 54,126 miliar dollar AS, dan ekspor produk nonmigas ke China sebesar 3,145 miliar dollar AS.
Rusman menjelaskan, ekspor manufaktur sepanjang tahun 2009 menurun 16,93 persen. Namun, pertumbuhan produksi industri pengolahan besar dan sedang naik 1,33 persen dibanding pada 2008. ”Ini artinya, industri pengolahan besar dan sedang dipaksa menjual barang di dalam negeri,” ungkap Rusman.
Pelaku usaha di industri manufaktur besar dan sedang dipaksa menjual produk-produknya di dalam negeri karena permintaan luar negeri belum pulih. Di saat yang sama, produksi mereka justru meningkat sehingga ada stok barang yang tidak diekspor, tetapi dipaksa untuk dijual di pasar domestik.
Oktober 2009, ekspor bulanan Indonesia mulai tumbuh positif setelah didera krisis keuangan dan ekonomi sejak akhir 2008. Namun, pertumbuhan ekspor ini tak ditopang industri manufaktur, melainkan oleh sektor berbasis sumber daya alam, yakni minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan tembaga. Ekspor ketiga komoditas ini mendorong ekspor nonmigas, Desember 2009, sebesar 10,83 miliar dollar AS atau naik 28,3 persen dibanding November 2009.
”Ekspor Desember 2009 itu terbesar sepanjang sejarah karena ekspor bulanan tertinggi pada Mei 2008, 12,9 miliar dollar AS. Itu terlampaui oleh ekspor Desember 2009 yang mencapai 13,33 miliar dollar AS,” kata Rusman.
Data BPS juga melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2009 surplus 19,63 miliar dollar AS. Itu terjadi karena ekspor kumulatif (Januari-Desember 2009) mencapai 116,49 miliar dollar AS, sedangkan nilai impornya 96,86 miliar dollar AS. Dengan demikian, nilai ekspor lebih tinggi 19,63 miliar dollar AS dibandingkan dengan nilai impornya, atau terjadi surplus.
Salah satu faktor pendorong surplus neraca perdagangan adalah adanya surplus neraca perdagangan pada Desember 2009 yang mencapai 3 miliar dollar AS. Dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan pada akhir Desember 2008 yang mencapai 7,82 miliar dollar AS, maka surplus neraca perdagangan pada 2009 meningkat tiga kali lipat.
”Ini menjadi sinyal awal bahwa sebenarnya perekonomian dunia mulai pulih,” ujar Rusman.(oin/HAN/WIE/EKI/OSA)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/02/03012049/impor.dari.china.melonjak.tajam
Proyek Sungai Citarum Perlu Rp300 Miliar
8:58:00 AM
Selasa, 02 Februari 2010 06:44 WIB
SOREANG-MI: Bupati Bandung, Jawa Barat, H Obar Sobarna mengungkapkan proyek pelurusan (grand design) aliran Sungai Citarum, sebagagi upaya mengatasi banjir musiman di daerah ini, memerlukan biaya paling sedikit Rp300 miliar.
Angka Rp300 miliar tersebut, kata Obar, muncul dalam pertemuan pihak Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum. Pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu, menurut Obar Sobarna, merupakan upaya yang akan dilakukan pemerintah pusat dalam mengatasi banjir di kabupaten Bandung, akibat luapan Sungai Citarum.
"Ini merupakan grand design yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat yang pembicaraannya telah kami lakukan bersama beberapa waktu lalu," katanya, saat mengunjungi lokasi banjir di kampung Cieunteung, kelurahan/lecamatan Baleendah, Senin (1/2).
Obar Sobarna yang didampingi Kapolres Bandung, AKBP Imran Yunus, dan Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Kesehatan Kecamatan Baleendah, EviE Rufaidah, mengaku belum tahu realisasi rencana besar itu.
Masih berdasarkan hasil petremuan tersebut, lanjut Obar Sobarna, dana yang diperlukan untuk pelurusan sungai terpanjang di Jawa Barat itu, termasuk biaya pembebasan lahan yang terpakai untuk proyek itu.
Meski belum tahu proyek tersebut terealisasikan, kata Obar Sobarna, pihaknya bersama unsur Muspida kabupaten Bandung, tetap melakukan berbgai upaya penanggulangan banjir di daerahnya.
Upaya penanggulanagn dan pencegahan banjir, yang dilakukan Penerintah Kabupaten Bandung sambil menunggu realisasi grand design Sungai Citarum tersebut, lanjut Obar, antara lain melanjutkan pembangunan tanggul.
"Untuk pembangunan tanggul, yang berada di bawah kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyumbang dana Rp30 juta," ujarnya.
Meski tanggul setinggi 1,5 meter itu belum bisa mencegah banjir, paling tidak sudah berfungsi menghambat derasnya luapan aliran Sungai Citarum, sehingga warga setempat bisa menyiapkan diri saat banjir menerjang perkampungan mereka.
Selain pembanguann tanggul yang berada di sekitar kampung Cieunteung tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung juga berencana membangun rumah singgah dan rumah susun bagi warga setempat.
Rencana lain, merenovasi gedung SD Negeri Mekarsari Kelurahan Baleendah, agar kegiatan belajar mengajar di SD tersebut tidak terganggu saat banjir terjadi di kampung tersebut.
"Bisa saja fondasinya dibangun lebih tinggi dari yang ada sekarang, sehingag bisa terhindar dari genangan air," katanya. (Ant/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/02/120615/123/101/Proyek-Sungai-Citarum-Perlu-Rp300-Miliar
SOREANG-MI: Bupati Bandung, Jawa Barat, H Obar Sobarna mengungkapkan proyek pelurusan (grand design) aliran Sungai Citarum, sebagagi upaya mengatasi banjir musiman di daerah ini, memerlukan biaya paling sedikit Rp300 miliar.
Angka Rp300 miliar tersebut, kata Obar, muncul dalam pertemuan pihak Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum. Pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu, menurut Obar Sobarna, merupakan upaya yang akan dilakukan pemerintah pusat dalam mengatasi banjir di kabupaten Bandung, akibat luapan Sungai Citarum.
"Ini merupakan grand design yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat yang pembicaraannya telah kami lakukan bersama beberapa waktu lalu," katanya, saat mengunjungi lokasi banjir di kampung Cieunteung, kelurahan/lecamatan Baleendah, Senin (1/2).
Obar Sobarna yang didampingi Kapolres Bandung, AKBP Imran Yunus, dan Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Kesehatan Kecamatan Baleendah, EviE Rufaidah, mengaku belum tahu realisasi rencana besar itu.
Masih berdasarkan hasil petremuan tersebut, lanjut Obar Sobarna, dana yang diperlukan untuk pelurusan sungai terpanjang di Jawa Barat itu, termasuk biaya pembebasan lahan yang terpakai untuk proyek itu.
Meski belum tahu proyek tersebut terealisasikan, kata Obar Sobarna, pihaknya bersama unsur Muspida kabupaten Bandung, tetap melakukan berbgai upaya penanggulangan banjir di daerahnya.
Upaya penanggulanagn dan pencegahan banjir, yang dilakukan Penerintah Kabupaten Bandung sambil menunggu realisasi grand design Sungai Citarum tersebut, lanjut Obar, antara lain melanjutkan pembangunan tanggul.
"Untuk pembangunan tanggul, yang berada di bawah kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyumbang dana Rp30 juta," ujarnya.
Meski tanggul setinggi 1,5 meter itu belum bisa mencegah banjir, paling tidak sudah berfungsi menghambat derasnya luapan aliran Sungai Citarum, sehingga warga setempat bisa menyiapkan diri saat banjir menerjang perkampungan mereka.
Selain pembanguann tanggul yang berada di sekitar kampung Cieunteung tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung juga berencana membangun rumah singgah dan rumah susun bagi warga setempat.
Rencana lain, merenovasi gedung SD Negeri Mekarsari Kelurahan Baleendah, agar kegiatan belajar mengajar di SD tersebut tidak terganggu saat banjir terjadi di kampung tersebut.
"Bisa saja fondasinya dibangun lebih tinggi dari yang ada sekarang, sehingag bisa terhindar dari genangan air," katanya. (Ant/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/02/120615/123/101/Proyek-Sungai-Citarum-Perlu-Rp300-Miliar
DBD Meningkat, KGC Gagal
8:57:00 AM
Senin, 1 Februari 2010 | 12:26 WITA
KUPANG, POS KUPANG, Com -- Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang mengindikasikan program Kupang green and clean (KGC) belum berhasil.
"Kasus DBD terus meningkat. Kalau seperti ini maka menurut saya, KGC itu hanya seremoni saja. Saya merasa ironi sekali karena di depan mata kita kasus DBD semakin meningkat, sementara pemerintah dan dinkes mengatakan sudah optimal upaya mengatasi DBD," kritik anggota DPRD Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, saat ditemui, Sabtu (30/1/2010).
Menurut Lilijawa, jika KGC semakin gencar maka kasus atau penyakit yang berhubungan dengan lingkungan misalnya DBD dan malaria itu juga berkurang.
"Harusnya, ada korelasi terbalik antara KGC dan DBD. Bukannya KGC makin gencar, DBD juga makin meningkat. Ini namanya korelasi garis lurus," katanya.
Sekretaris Komisi B ini mengatakan, harus ada indikator yang jelas sehingga KGC disebut berhasil. Dia mencontohkan, lomba gapura. "Apa relevansinya untuk masyarakat," tanyanya.
Seharusnya, pemerintah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dari dalam bukan kesadaran yang dibangun karena ada kegiatan KGC.
Caranya, pemerintah melakukan sosialisasi lebih gencar lagi dengan melibatkan semua RT dan RW.
"Bukan hanya datang ke kelurahan satu dua jam lalu pulang karena pemahaman orang di kota ini masih berbeda-beda, apalagi kelurahan yang di pinggiran," katanya.
Lilijawa mengatakan, intervensi itu bukan hanya ekternal tetapi yang paling penting adalah membangun kesadaran. Tidak sekedar bagi-bagi kelambu dan abate.
Lebih lanjut, Lilijawa mengatakan, dia bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Dominggus Sarambu dan dijelaskan bahwa angka kematian anak pada tahun 2009 sebanyak 110 kasus.
"Angka kematian ini sangat tinggi. Tetapi dari pemerintah mengatakan bahwa yang masih kurang adalah kesadaran masyarakat. Kalau seperti itu, maka seharusnya kader posyandu itu lebih diberdayakan. Beri pengetahuan dan pemahaman yang lebih lagi sehingga mereka bisa meyakinkan masyarakat lebih baik, bukan hanya diberi tugas untuk membagi kelambu dan abate saja," katanya. (ira)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/42673/dbd-meningkat-kgc-gagal
KUPANG, POS KUPANG, Com -- Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang mengindikasikan program Kupang green and clean (KGC) belum berhasil.
"Kasus DBD terus meningkat. Kalau seperti ini maka menurut saya, KGC itu hanya seremoni saja. Saya merasa ironi sekali karena di depan mata kita kasus DBD semakin meningkat, sementara pemerintah dan dinkes mengatakan sudah optimal upaya mengatasi DBD," kritik anggota DPRD Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, saat ditemui, Sabtu (30/1/2010).
Menurut Lilijawa, jika KGC semakin gencar maka kasus atau penyakit yang berhubungan dengan lingkungan misalnya DBD dan malaria itu juga berkurang.
"Harusnya, ada korelasi terbalik antara KGC dan DBD. Bukannya KGC makin gencar, DBD juga makin meningkat. Ini namanya korelasi garis lurus," katanya.
Sekretaris Komisi B ini mengatakan, harus ada indikator yang jelas sehingga KGC disebut berhasil. Dia mencontohkan, lomba gapura. "Apa relevansinya untuk masyarakat," tanyanya.
Seharusnya, pemerintah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dari dalam bukan kesadaran yang dibangun karena ada kegiatan KGC.
Caranya, pemerintah melakukan sosialisasi lebih gencar lagi dengan melibatkan semua RT dan RW.
"Bukan hanya datang ke kelurahan satu dua jam lalu pulang karena pemahaman orang di kota ini masih berbeda-beda, apalagi kelurahan yang di pinggiran," katanya.
Lilijawa mengatakan, intervensi itu bukan hanya ekternal tetapi yang paling penting adalah membangun kesadaran. Tidak sekedar bagi-bagi kelambu dan abate.
Lebih lanjut, Lilijawa mengatakan, dia bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Dominggus Sarambu dan dijelaskan bahwa angka kematian anak pada tahun 2009 sebanyak 110 kasus.
"Angka kematian ini sangat tinggi. Tetapi dari pemerintah mengatakan bahwa yang masih kurang adalah kesadaran masyarakat. Kalau seperti itu, maka seharusnya kader posyandu itu lebih diberdayakan. Beri pengetahuan dan pemahaman yang lebih lagi sehingga mereka bisa meyakinkan masyarakat lebih baik, bukan hanya diberi tugas untuk membagi kelambu dan abate saja," katanya. (ira)
http://www.pos-kupang.com/read/artikel/42673/dbd-meningkat-kgc-gagal
Terlalu Banyak Minum Susu, Si Kecil Jadi Ogah Makan
8:55:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 17:54
Perlu dipahami, fase kebutuhan pertumbuhan anak mulai menurun sehingga nafsu makan anak pada usia ini mulai berkurang. (SuaraMedia News)
Si kecil Erika yang berusia 1 tahun 6 bulan mulai sulit makan. Bukan kesulitan dalam menelan makanannya, tapi ia seperti tidak tertarik dengan makanan hasil olahan sang bunda.
“Tiap saya suapi, makannya cuma sesuap dua suap, habis itu dia geleng-geleng, enggak mau makan. Tapi kalau saya kasih susu, dalam sehari bisa habis berbotol-botol,” keluh Sonya tentang perilaku makan putrinya.
Awalnya Sonya santai-santai saja ketika Erika jadi lebih sering minta dibuatkan susu. “Toh susu sudah mengandung banyak zat gizi yang diperlukan Erika,” begitu lanjut Sonya.
Betulkah susu, dalam hal ini susu formula dapat diandalkan untuk menggantikan posisi makanan padat bagi bayi? Apa efeknya jika si kecil jauh lebih doyan susu ketimbang makan makanan padat?
Bisa kekurangan serat
Bagi bayi yang sudah melalui ASI eksklusifnya dengan sukses, ia membutuhkan makanan tambahan di luar ASI seiring dengan pertumbuhannya yang kian pesat. Apa yang dimakan bayi tentunya harus dapat mencukupi kebutuhan energi serta zat-zat gizi lainnya.
“Susu, terlebih ASI memang yang paling utama ketika saluran cerna bayi belum berkembang sempurna. Tapi, di atas usia 6 bulan bayi membutuhkan makanan tambahan di luar susu guna melatih saluran cernanya,” jelas dr. Win Johanes, MS, SpGK seorang dokter spesialis gizi klinik dari RS TK. II Moh. Ridwan Meureksa, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan, jika bayi sudah terlalu banyak minum susu, otomatis makanan padatnya akan berkurang. Terutama, bayi akan kekurangan serat karena serat tidak ditemui pada produk makanan hewani, susu, telur dan hasil olahannya. Padahal serat dibutuhkan untuk melancarkan gerak peristaltik usus sekaligus memudahkan pengeluaran sisa-sisa makanan.
Serat menyapu bersih sisa makanan dengan cara mengikat sisa makanan dalam usus dan menyerap air sebanyak-banyaknya. Dengan begitu volume tinja meningkat dan lunak, sehingga bisa dengan mudah dan cepat dikeluarkan oleh usus. Hasilnya, proses buang air besar pun menjadi lancar. Bukan itu saja, lemak dan aneka macam produk hasil metabolisme tubuh yang tidak perlu, ikut terbuang.
Nah, jika bayi sampai kekurangan serat karena terlalu banyak minum susu itu artinya pematangan saluran cernanya terhambat. Akibatnya, anak jadi sering mencret, bahkan lebih ekstrimnya lagi, efek jangka panjang ke depan kelak ia berisiko menderita kanker usus.
“Usahakan setelah lewat 6 bulan, anak dapat makanan sehari-hari yang juga dimakan orangtuanya. Jangan eksklusifkan makanan dia. Kalau ayah dan ibunya makan tempe, ya dia makan tempe juga. Melatih anak makan selain merangsang pertumbuhan gigi juga baik untuk enzim ptialin yang terdapat di dalam air ludah,” papar dr. Win lagi.
Tip bila anak mogok makan
Ada beberapa cara yang Moms bisa lakukan jika si kecil sudah terlanjur minum susu terlalu banyak dan emoh makan.
1. Buat program training untuk anak, atur polanya.
2. Secara perlahan kurangi susunya, tambah makanan padatnya. Satu hal yang membuat anak susah lepas dari susu adalah masalah dot. Banyak anak merasa ‘kecanduan’ karena terbiasa minum susu dengan dot. Dot itu yang membuat anak ketagihan, ini sungguh menyulitkan karena si kecil sudah merasakan kenikmatan tersendiri saat ngedot. Nah, biasakan si kecil minum susu dengan gelas ya, Moms!
3. Enceri susunya! Lama-kelamaan kebiasaannya minum susu berlebihan bisa berkurang. Kebiasaan ngedot pun bisa dikurangi sehingga anak kembali menerima makanan padatnya.
Kiat agar si Kecil doyan makan
1. Pelan-pelan, latih anak agar tertarik dengan makanan. Anak belum seperti orang dewasa yang punya satu pola tetap. Misalnya, hari ini anak disuguhi ayam goreng, dia lahap makannya, besok bila dibuat menu yang sama, dia belum tentu mau. Jadi seleranya berubah-ubah, polanya masih belum terbentuk.
2. Anak tertarik dengan warna, raciklah makanan yang warnanya mencolok. Begitu juga dengan perangkat makannya. Semakin meriah warnanya, itu akan semakin merangsang minatnya untuk makan. Pilih warna-warna seperti merah, hijau terang, oranye, dan sebagainya.
3. Jangan menegur anak jika makannya berantakan. Usahakan anak tetap makan sendiri. Inilah saat dimana ia mulai bereksperimen. Memang kadang terlihat jorok dan berantakan. Biarkan saja sambil diajari pelan-pelan. Ingat, jangan sampai dimarahi! Yang penting cuci tangannya hingga bersih sebelum makan.
4. Perlu dipahami, fase kebutuhan pertumbuhan anak mulai menurun sehingga nafsu makan anak pada usia ini mulai berkurang. Tak heran tiap kali makan harus ‘kejar-kejaran’ dulu, makan diemut sampai lama, dan sebagainya. Don’t worry Moms, karena penurunan ini artinya kebutuhan kalori berkurang, nafsu makannya pun ikut turun.
Nanti kalau sudah masuk tahap pertumbuhan kedua, nafsu makannya akan tinggi lagi. Sekitar usia 10 tahun ke atas, anak mulai lahap, pertumbuhan cepat. Nafsu makan berkurang tidak apa-apa, asalkan Moms tetap mengusahakan terus kecukupan enargi dan zat-zat gizinya. Sekali lagi, bukan kuantitas makanannya, tapi kualitasnya. Bukan seberapa banyak yang dimakan, tapi apa yang dimakan.(okezone.com)www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/anak/16618-terlalu-banyak-minum-susu-si-kecil-jadi-ogah-makan.html
Perlu dipahami, fase kebutuhan pertumbuhan anak mulai menurun sehingga nafsu makan anak pada usia ini mulai berkurang. (SuaraMedia News)
Si kecil Erika yang berusia 1 tahun 6 bulan mulai sulit makan. Bukan kesulitan dalam menelan makanannya, tapi ia seperti tidak tertarik dengan makanan hasil olahan sang bunda.
“Tiap saya suapi, makannya cuma sesuap dua suap, habis itu dia geleng-geleng, enggak mau makan. Tapi kalau saya kasih susu, dalam sehari bisa habis berbotol-botol,” keluh Sonya tentang perilaku makan putrinya.
Awalnya Sonya santai-santai saja ketika Erika jadi lebih sering minta dibuatkan susu. “Toh susu sudah mengandung banyak zat gizi yang diperlukan Erika,” begitu lanjut Sonya.
Betulkah susu, dalam hal ini susu formula dapat diandalkan untuk menggantikan posisi makanan padat bagi bayi? Apa efeknya jika si kecil jauh lebih doyan susu ketimbang makan makanan padat?
Bisa kekurangan serat
Bagi bayi yang sudah melalui ASI eksklusifnya dengan sukses, ia membutuhkan makanan tambahan di luar ASI seiring dengan pertumbuhannya yang kian pesat. Apa yang dimakan bayi tentunya harus dapat mencukupi kebutuhan energi serta zat-zat gizi lainnya.
“Susu, terlebih ASI memang yang paling utama ketika saluran cerna bayi belum berkembang sempurna. Tapi, di atas usia 6 bulan bayi membutuhkan makanan tambahan di luar susu guna melatih saluran cernanya,” jelas dr. Win Johanes, MS, SpGK seorang dokter spesialis gizi klinik dari RS TK. II Moh. Ridwan Meureksa, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan, jika bayi sudah terlalu banyak minum susu, otomatis makanan padatnya akan berkurang. Terutama, bayi akan kekurangan serat karena serat tidak ditemui pada produk makanan hewani, susu, telur dan hasil olahannya. Padahal serat dibutuhkan untuk melancarkan gerak peristaltik usus sekaligus memudahkan pengeluaran sisa-sisa makanan.
Serat menyapu bersih sisa makanan dengan cara mengikat sisa makanan dalam usus dan menyerap air sebanyak-banyaknya. Dengan begitu volume tinja meningkat dan lunak, sehingga bisa dengan mudah dan cepat dikeluarkan oleh usus. Hasilnya, proses buang air besar pun menjadi lancar. Bukan itu saja, lemak dan aneka macam produk hasil metabolisme tubuh yang tidak perlu, ikut terbuang.
Nah, jika bayi sampai kekurangan serat karena terlalu banyak minum susu itu artinya pematangan saluran cernanya terhambat. Akibatnya, anak jadi sering mencret, bahkan lebih ekstrimnya lagi, efek jangka panjang ke depan kelak ia berisiko menderita kanker usus.
“Usahakan setelah lewat 6 bulan, anak dapat makanan sehari-hari yang juga dimakan orangtuanya. Jangan eksklusifkan makanan dia. Kalau ayah dan ibunya makan tempe, ya dia makan tempe juga. Melatih anak makan selain merangsang pertumbuhan gigi juga baik untuk enzim ptialin yang terdapat di dalam air ludah,” papar dr. Win lagi.
Tip bila anak mogok makan
Ada beberapa cara yang Moms bisa lakukan jika si kecil sudah terlanjur minum susu terlalu banyak dan emoh makan.
1. Buat program training untuk anak, atur polanya.
2. Secara perlahan kurangi susunya, tambah makanan padatnya. Satu hal yang membuat anak susah lepas dari susu adalah masalah dot. Banyak anak merasa ‘kecanduan’ karena terbiasa minum susu dengan dot. Dot itu yang membuat anak ketagihan, ini sungguh menyulitkan karena si kecil sudah merasakan kenikmatan tersendiri saat ngedot. Nah, biasakan si kecil minum susu dengan gelas ya, Moms!
3. Enceri susunya! Lama-kelamaan kebiasaannya minum susu berlebihan bisa berkurang. Kebiasaan ngedot pun bisa dikurangi sehingga anak kembali menerima makanan padatnya.
Kiat agar si Kecil doyan makan
1. Pelan-pelan, latih anak agar tertarik dengan makanan. Anak belum seperti orang dewasa yang punya satu pola tetap. Misalnya, hari ini anak disuguhi ayam goreng, dia lahap makannya, besok bila dibuat menu yang sama, dia belum tentu mau. Jadi seleranya berubah-ubah, polanya masih belum terbentuk.
2. Anak tertarik dengan warna, raciklah makanan yang warnanya mencolok. Begitu juga dengan perangkat makannya. Semakin meriah warnanya, itu akan semakin merangsang minatnya untuk makan. Pilih warna-warna seperti merah, hijau terang, oranye, dan sebagainya.
3. Jangan menegur anak jika makannya berantakan. Usahakan anak tetap makan sendiri. Inilah saat dimana ia mulai bereksperimen. Memang kadang terlihat jorok dan berantakan. Biarkan saja sambil diajari pelan-pelan. Ingat, jangan sampai dimarahi! Yang penting cuci tangannya hingga bersih sebelum makan.
4. Perlu dipahami, fase kebutuhan pertumbuhan anak mulai menurun sehingga nafsu makan anak pada usia ini mulai berkurang. Tak heran tiap kali makan harus ‘kejar-kejaran’ dulu, makan diemut sampai lama, dan sebagainya. Don’t worry Moms, karena penurunan ini artinya kebutuhan kalori berkurang, nafsu makannya pun ikut turun.
Nanti kalau sudah masuk tahap pertumbuhan kedua, nafsu makannya akan tinggi lagi. Sekitar usia 10 tahun ke atas, anak mulai lahap, pertumbuhan cepat. Nafsu makan berkurang tidak apa-apa, asalkan Moms tetap mengusahakan terus kecukupan enargi dan zat-zat gizinya. Sekali lagi, bukan kuantitas makanannya, tapi kualitasnya. Bukan seberapa banyak yang dimakan, tapi apa yang dimakan.(okezone.com)www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/anak/16618-terlalu-banyak-minum-susu-si-kecil-jadi-ogah-makan.html
Peugeot Ikut-ikutan Recall
8:52:00 AM
01/02/2010 - 17:05
Total 97.000 Unit
INILAH.COM, Paris-Produsen otomotif asal Prancis PSA Peugeot Citroen, Senin (1/2), mengumumkan recall (penarikan kembali) 97.000 unit mobil kecilnya.
Peugeot dalam keterangan resminya mengatakan me-recall Peugoet 107 dan Citroen C1 yang diproduksi di Republik Ceko dimana pabrik tersebut juga memproduksi mobil Toyota. Recall ini berpengaruh terhadap kurang dari 10% kedua model ini yang dipasarkan di Eropa.
Produsen mobil di dunia beberapa tahun belakangan memang mencoba mengurangi biaya produksi dengan hanya menciptkan platforma yang sama dan berbagi produksi dengan merek lain di satu pabrik. Akan tetapi, akibat perampingan biaya maka dampak terhadap kualitas produk menjadi tidak maksimal.
Pabrik Peugeot di kota Kolin, Republik Ceko, memproduksi sekitar 330.000 unit per tahunnya. Sekitar dua pertiganya adalah Peugeot 107 dan Citroen C1, sedangkan sisanya memproduksi Toyota Aygo.
Peugeot mengatakan akan segera menghubungi konsumen yang memiliki produk yang masuk daftar recall.
http://www.inilah.com/news/read/otomotif/2010/02/01/319192/peugeot-ikut-ikutan-recall/
Total 97.000 Unit
INILAH.COM, Paris-Produsen otomotif asal Prancis PSA Peugeot Citroen, Senin (1/2), mengumumkan recall (penarikan kembali) 97.000 unit mobil kecilnya.
Peugeot dalam keterangan resminya mengatakan me-recall Peugoet 107 dan Citroen C1 yang diproduksi di Republik Ceko dimana pabrik tersebut juga memproduksi mobil Toyota. Recall ini berpengaruh terhadap kurang dari 10% kedua model ini yang dipasarkan di Eropa.
Produsen mobil di dunia beberapa tahun belakangan memang mencoba mengurangi biaya produksi dengan hanya menciptkan platforma yang sama dan berbagi produksi dengan merek lain di satu pabrik. Akan tetapi, akibat perampingan biaya maka dampak terhadap kualitas produk menjadi tidak maksimal.
Pabrik Peugeot di kota Kolin, Republik Ceko, memproduksi sekitar 330.000 unit per tahunnya. Sekitar dua pertiganya adalah Peugeot 107 dan Citroen C1, sedangkan sisanya memproduksi Toyota Aygo.
Peugeot mengatakan akan segera menghubungi konsumen yang memiliki produk yang masuk daftar recall.
http://www.inilah.com/news/read/otomotif/2010/02/01/319192/peugeot-ikut-ikutan-recall/
Mendiknas: Kembangkan Sekolah Adiwiyata
8:50:00 AM
Senin, 01 Februari 2010, 16:51 WIB
JAKARTA--Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta agar sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui Program Sekolah Adiwiyata terus dikembangkan. Bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, program yang telah berjalan sejak 2006 ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya.
''Kami berikan penghargaan kepada sekolah-sekolah Adiwiyata. Monggo, sehingga jumlahnya bertambah besar dan kualitasnya pun juga bertambah baik,'' ujar Mendiknas usai melakukan panandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Pendidikan Lingkungan Hidup dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup Muhammad Hatta di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Senin (1/2).
Mendiknas mengatakan, urusan lingkungan hidup tidak cukup hanya sebagai ideologi saja. Menurut dia, yang diperlukan berikutnya adalah menerjemahkan ideologi itu dalam perilaku-perilaku praktis yang langsung dapat dirasakan manfaatnya. Salah satu kegiatan praktis yang dilakukan, kata Mendiknas, adalah penguatan institusi pusat studi lingkungan (PSL).
''Ada 32 PSL yang sekarang tersebar di berbagai universitas. Kami, kawan-kawan kementerian sudah sepakat. Jadi MoU ini tidak sekadar teken, kami sepakat untuk ikut mulai membangun ideologi sampai ke langkah-langkah praktis," jamin Mendiknas.
Salah satu agenda konkrit dari kesepakatan ini adalah Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang bertugas menyusun grand design PLH, mengkoordinasikan implementasi program dan kegiatan PLH, serta memantau dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan ini.
Mendiknas mengatakan, pendidikan lingkungan hidup akan diterapkan secara komprehensif integratif dan bukan pendekatan per mata pelajaran. Menurut dia, pendekatan yang dilakukan adalah tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan dimasukkan ke dalam subbab-subbab yang terkait.
Mendiknas mencontohkan, seseorang yang membuang sampah dapat terkait di empat bidang, yakni lingkungan hidup, etika, Matematika, dan ilmu sosial. "Pendekatan- pendekatan komperehensip intergratif itulah yang harus kita kembangkan ke depan," jelasnya.
Red: endro
Sumber Berita: antara
http://www.republika.co.id/berita/102893/mendiknas_kembangkan_sekolah_adiwiyata
JAKARTA--Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta agar sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui Program Sekolah Adiwiyata terus dikembangkan. Bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, program yang telah berjalan sejak 2006 ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya.
''Kami berikan penghargaan kepada sekolah-sekolah Adiwiyata. Monggo, sehingga jumlahnya bertambah besar dan kualitasnya pun juga bertambah baik,'' ujar Mendiknas usai melakukan panandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Pendidikan Lingkungan Hidup dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup Muhammad Hatta di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Senin (1/2).
Mendiknas mengatakan, urusan lingkungan hidup tidak cukup hanya sebagai ideologi saja. Menurut dia, yang diperlukan berikutnya adalah menerjemahkan ideologi itu dalam perilaku-perilaku praktis yang langsung dapat dirasakan manfaatnya. Salah satu kegiatan praktis yang dilakukan, kata Mendiknas, adalah penguatan institusi pusat studi lingkungan (PSL).
''Ada 32 PSL yang sekarang tersebar di berbagai universitas. Kami, kawan-kawan kementerian sudah sepakat. Jadi MoU ini tidak sekadar teken, kami sepakat untuk ikut mulai membangun ideologi sampai ke langkah-langkah praktis," jamin Mendiknas.
Salah satu agenda konkrit dari kesepakatan ini adalah Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang bertugas menyusun grand design PLH, mengkoordinasikan implementasi program dan kegiatan PLH, serta memantau dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan ini.
Mendiknas mengatakan, pendidikan lingkungan hidup akan diterapkan secara komprehensif integratif dan bukan pendekatan per mata pelajaran. Menurut dia, pendekatan yang dilakukan adalah tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan dimasukkan ke dalam subbab-subbab yang terkait.
Mendiknas mencontohkan, seseorang yang membuang sampah dapat terkait di empat bidang, yakni lingkungan hidup, etika, Matematika, dan ilmu sosial. "Pendekatan- pendekatan komperehensip intergratif itulah yang harus kita kembangkan ke depan," jelasnya.
Red: endro
Sumber Berita: antara
http://www.republika.co.id/berita/102893/mendiknas_kembangkan_sekolah_adiwiyata
5 Makanan Sehat untuk Jantung
8:47:00 AM
Senin, 1/2/2010 | 19:16 WIB
KOMPAS.com - Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di Amerika. Di Indonesia, penyakit ini termasuk pembunuh terbesar kedua setelah kanker. Pola makan adalah poin pertama yang dapat mencegah timbulnya penyakit ini. Ada empat jenis makanan yang sudah terbukti memang bisa menekan risiko penyakit jantung, yaitu:
1. Bawang putih. Sejumlah penelitian telah membuktikan sejumlah manfaat dari bumbu masak ini. Konsumsi teratur bawang putih bisa menurunkan penyakit darah tinggi, mencegah penggumpalan darah (penyebab stroke), mencegah kenaikan gula darah dan kadar kolesterol. Bawang putih juga dikenal mampu menurunkan atau menetralisasi pengaruh buruk dari garam.
2. Ikan salmon. Gantikan burger penuh lemak favorit Anda dengan potongan ikan salmon. Meskipun terkadang lemak baik untuk tubuh, tapi sebagian kecil dari lemak (dari konsumsi 1/2 potong burger setiap hari) akan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah arteri yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung. Sebaliknya, salmon akan menurunkan resiko tersebut, karena salmon mengandung omega-3 yang bisa mencegah debaran jantung yang terlalu cepat, mencegah atau menurunkan tingkat pelebaran pembuluh darah arteri, menambah jumlah lemak baik dalam tubuh, dan mencegah kolesterol terpecah dan menjadi sumbatan di arteri.
3. Buah berry dan chery. Buah-buahan ini bermanfaat karena memiliki sejenis zat yang bisa mencegah kerusakan sel yang bisa menyebabkan pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah. Kalau Anda sulit mendapatkan buah berry (misalnya strawberry atau blueberry) atau buah chery, maka simpan dalam jumlah yang banyak jika tidak musim. Agar tidak bosan, campurkan dalam bubur gandum atau oatmeal, atau gunakan perasan sarinya. Buah berry juga baik untuk memperbaiki detak jantung Anda.
4. Beras merah. Beras merah merupakan sumber magnesium. Mineral ini (magnesium) bisa memperlancar aliran pembuluh darah. Kekurangan magnesium bisa menyebabkan penyakit hipertensi, serangan jantung, dan gangguan irama jantung. Nasi merah tidak perlu dimasak terlalu lama. Hidangkan bersama sayuran yang dipanggang, dan ayam panggang.
5. Minuman cokelat. Hobi minum kopi? Coba gantikan dengan segelas cokelat hangat. Cokelat hangat kaya dengan antioksidan. Bahkan jumlahnya bisa lebih banyak 3 kali lipat dari teh hijau.
C2-10
Editor: din
Sumber: Shine
http://female.kompas.com/read/xml/2010/02/01/19165980/5.Makanan.Sehat.untuk.Jantung
KOMPAS.com - Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di Amerika. Di Indonesia, penyakit ini termasuk pembunuh terbesar kedua setelah kanker. Pola makan adalah poin pertama yang dapat mencegah timbulnya penyakit ini. Ada empat jenis makanan yang sudah terbukti memang bisa menekan risiko penyakit jantung, yaitu:
1. Bawang putih. Sejumlah penelitian telah membuktikan sejumlah manfaat dari bumbu masak ini. Konsumsi teratur bawang putih bisa menurunkan penyakit darah tinggi, mencegah penggumpalan darah (penyebab stroke), mencegah kenaikan gula darah dan kadar kolesterol. Bawang putih juga dikenal mampu menurunkan atau menetralisasi pengaruh buruk dari garam.
2. Ikan salmon. Gantikan burger penuh lemak favorit Anda dengan potongan ikan salmon. Meskipun terkadang lemak baik untuk tubuh, tapi sebagian kecil dari lemak (dari konsumsi 1/2 potong burger setiap hari) akan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah arteri yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung. Sebaliknya, salmon akan menurunkan resiko tersebut, karena salmon mengandung omega-3 yang bisa mencegah debaran jantung yang terlalu cepat, mencegah atau menurunkan tingkat pelebaran pembuluh darah arteri, menambah jumlah lemak baik dalam tubuh, dan mencegah kolesterol terpecah dan menjadi sumbatan di arteri.
3. Buah berry dan chery. Buah-buahan ini bermanfaat karena memiliki sejenis zat yang bisa mencegah kerusakan sel yang bisa menyebabkan pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah. Kalau Anda sulit mendapatkan buah berry (misalnya strawberry atau blueberry) atau buah chery, maka simpan dalam jumlah yang banyak jika tidak musim. Agar tidak bosan, campurkan dalam bubur gandum atau oatmeal, atau gunakan perasan sarinya. Buah berry juga baik untuk memperbaiki detak jantung Anda.
4. Beras merah. Beras merah merupakan sumber magnesium. Mineral ini (magnesium) bisa memperlancar aliran pembuluh darah. Kekurangan magnesium bisa menyebabkan penyakit hipertensi, serangan jantung, dan gangguan irama jantung. Nasi merah tidak perlu dimasak terlalu lama. Hidangkan bersama sayuran yang dipanggang, dan ayam panggang.
5. Minuman cokelat. Hobi minum kopi? Coba gantikan dengan segelas cokelat hangat. Cokelat hangat kaya dengan antioksidan. Bahkan jumlahnya bisa lebih banyak 3 kali lipat dari teh hijau.
C2-10
Editor: din
Sumber: Shine
http://female.kompas.com/read/xml/2010/02/01/19165980/5.Makanan.Sehat.untuk.Jantung
Ratusan Rumah di Buol Disapu Air Pasang
8:46:00 AM
Selasa, 2 Februari 2010 02:37 WIB
Metrotvnews.com, Buol: Sedikitnya 139 rumah di pesisir pantai di Kelurahan Buol, Kecamatan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Senin (1/2), rusak diterjang gelombang air pasang. Tercatat, 39 rumah rusak berat dan 100 lainnya rusak ringan.
Tidak ada korban jiwa. Pasalnya, sebelum ombak datang disertai angin kencang, sebagian besar warga telah mengungsi ke tempat yang aman. Warga, yang rumahnya rusak berat, terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara jauh dari lokasi.
selain dari merusak rumah, air pasang juga merendam puluhan rumah warga. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Kini warga mulai mengeluhkan bantuan makanan, obat dan pakaian. Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.(Hafid Laturadja/RAS)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/02/9972/Ratusan-Rumah-di-Buol-Disapu-Air-Pasang/594
Metrotvnews.com, Buol: Sedikitnya 139 rumah di pesisir pantai di Kelurahan Buol, Kecamatan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Senin (1/2), rusak diterjang gelombang air pasang. Tercatat, 39 rumah rusak berat dan 100 lainnya rusak ringan.
Tidak ada korban jiwa. Pasalnya, sebelum ombak datang disertai angin kencang, sebagian besar warga telah mengungsi ke tempat yang aman. Warga, yang rumahnya rusak berat, terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara jauh dari lokasi.
selain dari merusak rumah, air pasang juga merendam puluhan rumah warga. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Kini warga mulai mengeluhkan bantuan makanan, obat dan pakaian. Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.(Hafid Laturadja/RAS)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/02/9972/Ratusan-Rumah-di-Buol-Disapu-Air-Pasang/594
Inilah 33 Lokasi ATM di Bali yang Pernah Dipasang Skimmer
8:44:00 AM
Selasa, 2 Februari 2010 | 06:22 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, meminta kepada seluruh nasabah bank agar tetap berhati-hati melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM). Nasabah diminta tidak mudah percaya kepada siapa pun disekitar ATM agar pembobolan dana nasabah tidak terus terjadi.
"Kami imbau agar masyarakat waspada," ucap dia saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin ( 1/2/2010 ).
Dalam kesempatan itu, polisi mengungkapkan lokasi-lokasi ATM di Bali yang pernah dipasang skimmer atau alat penyalin data digital kartu ATM nasabah oleh para pelaku. Berikut ini beberapa lokasi yang terlacak :
1. Bali Wisata Tour Travel lokasi Jl. Teuku Umar 186 , Denpasar
2. Glony Restaurant lokasi Jl. Legian No. 445 , Legian
3. Bal Puri Niaga
4. Bali Padma Hotel 1 lokasi Jl. Padma Utara Legian, No. 1, Kuta
5. Hayam Wuruk Plaza 2 Denpasar lokasi Jl. Hayam Wuruk No. 98, Denpasar
6. Okie's Hause, Kuta lokasi Jl. Popies Lane II, Kuta Bali
7. Kartika Plaza 1 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
8. Kartika Plaza 2 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
9. Waterbom Park Spa lokasi Jl. Kartika Plaza, Kuta
10. Ubud 2 lokasi Jl. Raya Ubud 10, Ubud
11. UD Ron Ron lokasi Kuta
12. Galael Dewata Swalayan lokasi Jl. Raya Kuta No. 165 , Kuta
13. Visi Reality lokasi Jl. Teuku Umar, Denpasar
14. Mai Mai Restaurant lokasi Jl. Hanoman, Padang-Tegal-Ubud
15. Kuta Suci Arcade lokasi Jl. Pantai Kuta, Kuta
16. Pepito Supermarket lokasi Jl. Kediri No. 36 A, Tuban
17. Siliwangi 1 lokasi Jl. Jenderal Sudirman 120-121 , Semarang
18. Gosha lokasi Jl. Dhyana Pura, Seminyak
19. Puri Naga lokasi Kuta
20. Bali Bagus Abadi Cargo lokasi Jl. Pura Bagus Taruna, Kuta
21. Waterboom Park Spa 2 lokasi Jl. Kartika Plaza, Kuta
22. Griya Kopo Permai lokasi Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar
23. Super Ekonomi Marlboro lokasi Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar
24. Gazebo Beach Hotel lokasi Jl. Danau Tamblingan No. 35, Sanur
25. Mitra 10 Denpasar lokasi Jl Gatot Subroto No. 659-660 , Denpasar
26. Hotel Taman Suci lokasi Jl. Imam Bonjol, Denpasar
27. Discovery Shopping Mall 1 lokasi Kuta
28. SPBU Dewi Sri lokasi Jl. Dewi Sri, Kuta
29. SPBU Kunti lokasi Jl. Kunti Seminyak, Kuta
30. Kois K Sweta Lombar Jl. Sandubaya, Sweta, NTB
31. Kios K Kartika Plaza 1 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
32. Kios K Kartika Plaza 2 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
33. Kios K Visi Reality lokasi Jl. Teuku Umar, Denpasar
http://regional.kompas.com/read/2010/02/02/06220571/Inilah.33.Lokasi.ATM.di.Bali.yang.Pernah.Dipasang.Skimmer
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, meminta kepada seluruh nasabah bank agar tetap berhati-hati melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM). Nasabah diminta tidak mudah percaya kepada siapa pun disekitar ATM agar pembobolan dana nasabah tidak terus terjadi.
"Kami imbau agar masyarakat waspada," ucap dia saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin ( 1/2/2010 ).
Dalam kesempatan itu, polisi mengungkapkan lokasi-lokasi ATM di Bali yang pernah dipasang skimmer atau alat penyalin data digital kartu ATM nasabah oleh para pelaku. Berikut ini beberapa lokasi yang terlacak :
1. Bali Wisata Tour Travel lokasi Jl. Teuku Umar 186 , Denpasar
2. Glony Restaurant lokasi Jl. Legian No. 445 , Legian
3. Bal Puri Niaga
4. Bali Padma Hotel 1 lokasi Jl. Padma Utara Legian, No. 1, Kuta
5. Hayam Wuruk Plaza 2 Denpasar lokasi Jl. Hayam Wuruk No. 98, Denpasar
6. Okie's Hause, Kuta lokasi Jl. Popies Lane II, Kuta Bali
7. Kartika Plaza 1 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
8. Kartika Plaza 2 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
9. Waterbom Park Spa lokasi Jl. Kartika Plaza, Kuta
10. Ubud 2 lokasi Jl. Raya Ubud 10, Ubud
11. UD Ron Ron lokasi Kuta
12. Galael Dewata Swalayan lokasi Jl. Raya Kuta No. 165 , Kuta
13. Visi Reality lokasi Jl. Teuku Umar, Denpasar
14. Mai Mai Restaurant lokasi Jl. Hanoman, Padang-Tegal-Ubud
15. Kuta Suci Arcade lokasi Jl. Pantai Kuta, Kuta
16. Pepito Supermarket lokasi Jl. Kediri No. 36 A, Tuban
17. Siliwangi 1 lokasi Jl. Jenderal Sudirman 120-121 , Semarang
18. Gosha lokasi Jl. Dhyana Pura, Seminyak
19. Puri Naga lokasi Kuta
20. Bali Bagus Abadi Cargo lokasi Jl. Pura Bagus Taruna, Kuta
21. Waterboom Park Spa 2 lokasi Jl. Kartika Plaza, Kuta
22. Griya Kopo Permai lokasi Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar
23. Super Ekonomi Marlboro lokasi Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar
24. Gazebo Beach Hotel lokasi Jl. Danau Tamblingan No. 35, Sanur
25. Mitra 10 Denpasar lokasi Jl Gatot Subroto No. 659-660 , Denpasar
26. Hotel Taman Suci lokasi Jl. Imam Bonjol, Denpasar
27. Discovery Shopping Mall 1 lokasi Kuta
28. SPBU Dewi Sri lokasi Jl. Dewi Sri, Kuta
29. SPBU Kunti lokasi Jl. Kunti Seminyak, Kuta
30. Kois K Sweta Lombar Jl. Sandubaya, Sweta, NTB
31. Kios K Kartika Plaza 1 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
32. Kios K Kartika Plaza 2 lokasi Jl. Kartika Plaza No. 89 dan 98, Kuta
33. Kios K Visi Reality lokasi Jl. Teuku Umar, Denpasar
http://regional.kompas.com/read/2010/02/02/06220571/Inilah.33.Lokasi.ATM.di.Bali.yang.Pernah.Dipasang.Skimmer
Sekolah yang Rusak Parah tak Boleh Dipakai Belajar
8:42:00 AM
1 Februari 2010, 15:08
Ekses Gempa di Aceh Tengah
TAKENGON - Gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah tiga hari lalu juga menyebabkan belasan gedung sekolah rusak. Akibatnya, proses belajar-mengajar dipindahkan sementara ke tempat yang lebih aman, karena sebagian gedung sekolah tak layak lagi digunakan. Terkait dengan kondisi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Drs Taufik MM, kepada Serambi, Minggu (31/1), mengatakan, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, tidak boleh lagi digunakan untuk proses belajar-mengajar (PBM), mengingat bahaya fatal yang bisa timbul jika terjadi gempa susulan.
Untuk sekolah yang kerusakan gedungnya ringan, menurut Taufik, PBM masih dapat dilanjutkan. Namun, harus dipilih secara selektif ruangan-ruangan yang memungkinkan sebagai tempat belajar, sedangkan sekolah yang retak-retak parah dan nyaris rubuh, tidak dibolehkan lagi sebagai tempat belajar. “Tidak boleh lagi adanya proses belajar pada sekolah yang rusak parah, karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi murid dan para guru,” ujar Taufik MM.
Dari 18 sekolah yang rusak, sebut Taufik, tiga unit rusaknya cukup parah, yakni SD Negeri 3 Ketol di Kampung Blang Mancung Atas, Kecamatan Ketol, SD Negeri 6 Kute Panang di Kampung Atu Gogop, Kecamatan Kute Panang, dan SD Negeri 12 Ketol di Kampung Pintu Rime, Kecamatan Ketol.
SDN Negeri 3 Ketol yang berkonstruksi dua lantai mengalami kerusakan cukup parah. Banyak tiang beton yang sudah retak dan tak mampu lagi menyangga beban berat lantai dua bangunan itu. Bila anak-anak dipaksakan belajar di ruangan ini, dikhawatirkan akan berakibat fatal. “Khusus untuk SD Negeri 3 Ketol, PBM-nya menggunakan ruang pertemuan yang masih baik dan sekolah pagi sore,” ujar Taufik MM.
Taufik mengatakan, ia sudah mengecek seluruh sekolah yang ada pelosok-pelosok terpencil di Aceh Tengah untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan sekolah. Rata-rata bangunan sekolah di daerah itu berada di atas perbukitan dengan kondisi tanah yang masih labil. Malah ada sekolah yang terletak di sisi gunung, sehingga bila datang gempa susulan, bisa bergeser posisi ke belakang atau ke depan.
Pada SD Negeri 11 Kute Panang di Kampung Wih Nongkal, beton selasar belakang bangunannya sudah turun ke jurang. Dikhawatirkan, bila gempa datang lagi, beton selasar itu akan turun lagi. Sekeratris Desa Wih Nongkal, Uteh mengatakan, sebaiknya anak-anak SD Negeri 11 Kute Panang belajar di halaman ruang sekolah dengan memasang tenda, sehingga anak-anak lebih nyaman dan tidak waswas saat belajar. “Sebaiknya, pemerintah memasang tenda di halaman sekolah untuk melanjutkan proses belajar-mengajar,” ujar Uteh.
Minta perhatian
Atas segala kerusakan sekolah di Kecamatan Ketol, Kute Panang, dan Silih Nara itu, Drs Taufik MM meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membantu penanggulangan bencana melalui Satuan Koordinasi Palaksanaan Penaggulangan Bencana (Satlak PB) untuk segera merehabilitasi sekolah korban gempa di kabupaten itu.
Bantuan tersebut, sebut Taufik, sangat mendesak, mengingat ujian akhir bagi kelas VI SD dan Kelas III SMP sedang berlangsung. “Anak-anak sedang menghadapi ujian, maka ketersediaan bangunan sekolah yang nyaman sangat diperlukan,” ujar Taufik. Anggota DPRK Aceh Tengah, Bardan Sahidi, Minggu (31/1) mengatakan, dengan banyaknya kerusakan fasilitas publik di Aceh Tengah dan sebagian di Bener Meriah, maka perlu segera direhab atau dibangun baru.
Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat dia minta melakukan penanggulangan bencana yang terencana dan terukur dalam waktu dekat di Aceh Tengah dan Bener Meriah, sehingga masyarakat tidak larut dalam trauma dan kesedihan akibat gempa. “Sehubungan dengan sedang dibahasnya APBA Tahun 2010, sedapat mungkin Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Aceh, memasukkan usulan biaya rehab atas gedung sekolah dan instalasi kesehatan di tingkat kecamatan dan kampung dalam program APBA Tahun 2010,” ujar Bardan Sahidi saat melihat kerusakan sekolah di Kampung Wih Nongkal, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah. (min)
http://www.serambinews.com/news/view/23068/sekolah-yang-rusak-parah-tak-boleh-dipakai-belajar
Ekses Gempa di Aceh Tengah
TAKENGON - Gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah tiga hari lalu juga menyebabkan belasan gedung sekolah rusak. Akibatnya, proses belajar-mengajar dipindahkan sementara ke tempat yang lebih aman, karena sebagian gedung sekolah tak layak lagi digunakan. Terkait dengan kondisi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Drs Taufik MM, kepada Serambi, Minggu (31/1), mengatakan, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, tidak boleh lagi digunakan untuk proses belajar-mengajar (PBM), mengingat bahaya fatal yang bisa timbul jika terjadi gempa susulan.
Untuk sekolah yang kerusakan gedungnya ringan, menurut Taufik, PBM masih dapat dilanjutkan. Namun, harus dipilih secara selektif ruangan-ruangan yang memungkinkan sebagai tempat belajar, sedangkan sekolah yang retak-retak parah dan nyaris rubuh, tidak dibolehkan lagi sebagai tempat belajar. “Tidak boleh lagi adanya proses belajar pada sekolah yang rusak parah, karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi murid dan para guru,” ujar Taufik MM.
Dari 18 sekolah yang rusak, sebut Taufik, tiga unit rusaknya cukup parah, yakni SD Negeri 3 Ketol di Kampung Blang Mancung Atas, Kecamatan Ketol, SD Negeri 6 Kute Panang di Kampung Atu Gogop, Kecamatan Kute Panang, dan SD Negeri 12 Ketol di Kampung Pintu Rime, Kecamatan Ketol.
SDN Negeri 3 Ketol yang berkonstruksi dua lantai mengalami kerusakan cukup parah. Banyak tiang beton yang sudah retak dan tak mampu lagi menyangga beban berat lantai dua bangunan itu. Bila anak-anak dipaksakan belajar di ruangan ini, dikhawatirkan akan berakibat fatal. “Khusus untuk SD Negeri 3 Ketol, PBM-nya menggunakan ruang pertemuan yang masih baik dan sekolah pagi sore,” ujar Taufik MM.
Taufik mengatakan, ia sudah mengecek seluruh sekolah yang ada pelosok-pelosok terpencil di Aceh Tengah untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan sekolah. Rata-rata bangunan sekolah di daerah itu berada di atas perbukitan dengan kondisi tanah yang masih labil. Malah ada sekolah yang terletak di sisi gunung, sehingga bila datang gempa susulan, bisa bergeser posisi ke belakang atau ke depan.
Pada SD Negeri 11 Kute Panang di Kampung Wih Nongkal, beton selasar belakang bangunannya sudah turun ke jurang. Dikhawatirkan, bila gempa datang lagi, beton selasar itu akan turun lagi. Sekeratris Desa Wih Nongkal, Uteh mengatakan, sebaiknya anak-anak SD Negeri 11 Kute Panang belajar di halaman ruang sekolah dengan memasang tenda, sehingga anak-anak lebih nyaman dan tidak waswas saat belajar. “Sebaiknya, pemerintah memasang tenda di halaman sekolah untuk melanjutkan proses belajar-mengajar,” ujar Uteh.
Minta perhatian
Atas segala kerusakan sekolah di Kecamatan Ketol, Kute Panang, dan Silih Nara itu, Drs Taufik MM meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membantu penanggulangan bencana melalui Satuan Koordinasi Palaksanaan Penaggulangan Bencana (Satlak PB) untuk segera merehabilitasi sekolah korban gempa di kabupaten itu.
Bantuan tersebut, sebut Taufik, sangat mendesak, mengingat ujian akhir bagi kelas VI SD dan Kelas III SMP sedang berlangsung. “Anak-anak sedang menghadapi ujian, maka ketersediaan bangunan sekolah yang nyaman sangat diperlukan,” ujar Taufik. Anggota DPRK Aceh Tengah, Bardan Sahidi, Minggu (31/1) mengatakan, dengan banyaknya kerusakan fasilitas publik di Aceh Tengah dan sebagian di Bener Meriah, maka perlu segera direhab atau dibangun baru.
Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat dia minta melakukan penanggulangan bencana yang terencana dan terukur dalam waktu dekat di Aceh Tengah dan Bener Meriah, sehingga masyarakat tidak larut dalam trauma dan kesedihan akibat gempa. “Sehubungan dengan sedang dibahasnya APBA Tahun 2010, sedapat mungkin Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Aceh, memasukkan usulan biaya rehab atas gedung sekolah dan instalasi kesehatan di tingkat kecamatan dan kampung dalam program APBA Tahun 2010,” ujar Bardan Sahidi saat melihat kerusakan sekolah di Kampung Wih Nongkal, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah. (min)
http://www.serambinews.com/news/view/23068/sekolah-yang-rusak-parah-tak-boleh-dipakai-belajar
Lagi, Pemadaman Listrik Bergilir
8:40:00 AM
Senin, 1 Februari 2010 | 11:16 WITA
Makassar, Tribun - Pemadaman bergilir kembali menimpa pemukiman warga Kota Makassar dan sekitarnya, Sabtu (30/1) dan Minggu (31/1). Pemadaman berlangsung hingga beberapa jam.
Padahal, sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada pelanggan PLN. Terkait pemadaman itu, warga mengirimkan keluhannya terhadap layanan PLN melalui situs jejaring sosial facebook Tribun.
"PLN, kok ada lagi pemadaman listrik sih? Kirain 2010 sudah tidak ada lagi pemadaman listrik?" Tulis Nurqadriyanti Navratilova melalui facebook-nya.
"Tadi siang, di rumah saya sempat padam hingga lebih tiga jam," tambah Sinar, warga BTP Blok AC, kemarin.
Dihubungi terpiash, Humas PT PLN Cabang Makassar Edy Thamrin membenarkan adanya pemadaman di sejumlah titik di wilayah Kota Makassar tersebut.
Menurutnya, pemadaman itu terjadi karena adanya gangguan dari sisi pembangkitan. Akibatnya, beberapa wilyah di Kota Makassar dengan terpaksa terjadi dilakukan pemadaman.
"Namun pemadaman yang terjadi waktu itu hanya beberapa saat dan setelah dilakukan perbaikan listrik kembali menyala dan normal lagi. Kendati demikian, kami memohon maaf atas terjadinya pemadaman ini," jelas Edy, kemarin.(fik)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/74416
Makassar, Tribun - Pemadaman bergilir kembali menimpa pemukiman warga Kota Makassar dan sekitarnya, Sabtu (30/1) dan Minggu (31/1). Pemadaman berlangsung hingga beberapa jam.
Padahal, sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada pelanggan PLN. Terkait pemadaman itu, warga mengirimkan keluhannya terhadap layanan PLN melalui situs jejaring sosial facebook Tribun.
"PLN, kok ada lagi pemadaman listrik sih? Kirain 2010 sudah tidak ada lagi pemadaman listrik?" Tulis Nurqadriyanti Navratilova melalui facebook-nya.
"Tadi siang, di rumah saya sempat padam hingga lebih tiga jam," tambah Sinar, warga BTP Blok AC, kemarin.
Dihubungi terpiash, Humas PT PLN Cabang Makassar Edy Thamrin membenarkan adanya pemadaman di sejumlah titik di wilayah Kota Makassar tersebut.
Menurutnya, pemadaman itu terjadi karena adanya gangguan dari sisi pembangkitan. Akibatnya, beberapa wilyah di Kota Makassar dengan terpaksa terjadi dilakukan pemadaman.
"Namun pemadaman yang terjadi waktu itu hanya beberapa saat dan setelah dilakukan perbaikan listrik kembali menyala dan normal lagi. Kendati demikian, kami memohon maaf atas terjadinya pemadaman ini," jelas Edy, kemarin.(fik)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/74416
