Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Tuntutan Pencemaran Lingkungan Warga Blok Cepu Belum Berhasil

11:11:00 AM
Jumat, 27 November 2009 02:15 WIB

Bojonegoro (ANTARA News) - Tuntutan warga sejumlah desa di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mendapatkan kompensasi uang, pascabau busuk dari lokasi early production facility (EPF) minyak Blok Cepu, di wilayah setempat, belum berhasil.

"Kami sepakat akan melaksanakan apapun hasil keputusan tim independen yang dibentuk dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengkaji kebenaran laporan warga," kata Eksternal Relations Mobil Cepu Limited (MCL), Deddy Afidick, Kamis.

Dalam dengar pendapat dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat yang dipimpin langsung ketuanya, H.M.Thalhah, dan dihadiri perwakilan Asosiasi Masyarakat Banyu Urip Kecamatan Ngasem, serta perwakilan BP Migas dan jajaran MCL, itu disepakati pembentukan tim.

Tim dibentuk dengan melibatkan berbagai pihak, mulai DPRD, pemkab, BP Migas, MCL dan pihak lainnya, untuk mengambil keputusan terkait warga di sekitar EPF Blok Cepu, apakah wilayah setempat layak atau tidak mendapatkan kompensasi.

Menurut Deddy, pihaknya sekarang tidak mungkin memberikan kompensasi secara tunai kepada warga di sekitar EPF, setelah muncul bau busuk dari EPF yang terjadi awal Oktober lalu.

Munculnya bau busuk tersebut, terjadi karena adanya pembakaran gas di lokasi EPF, bukan karena adanya kebocoran gas di EPF.

"Itu pun bau yang muncul hanya sesaat dan tim medis kami sempat melakukan pengobatan kepada 15 warga setempat yang mengalami gejala keracunan gas," katanya.

Dalam dengar pendapat itu, dua warga Desa Begadon, Kecamatan Ngasem, Surati (45) dan Surti (37) menyatakan, sejak berproduksinya minyak Blok Cepu, pada awal Oktober lalu, hingga sekarang ini, mereka sudah mengalami gejala keracunan sebanyak empat kali.

"Saya empat kali mengalami muntah-muntah, karena mencium bau busuk," kata Surti, dalam dengar pendapat itu.

Di malam hari, katanya, warga yang pemukimannya berada di dekat lokasi EPF, mulai warga Desa Gayam, Begadon, Ringgintunggal dan Brabowan, sering terganggu suara bising.

"Kesepakatan pembentukan tim merupakan langkah bagus, prinsipnya kami setuju sekali," kata Perwakilan BP Migas (Jawa Timur, Papua dan Maluku) di Surabaya, Rumandani.

Menurut dia, dengan dibentuknya tim, keputusan yang diambil bisa lebih jernih, tidak hanya berdasarkan laporan sepihak masyarakat.

Menyusul munculnya bau busuk dari lokasi EPF yang dikelola PT. Exterran, kontraktor MCL yang memproses produksi minyak Blok Cepu, awal Oktober lalu, ratusan warga di sejumlah desa di Kecamatan Ngasem, dua kali menggelar aksi unjuk rasa di EPF.

Dalam aksinya, warga menuntut adanya kompensasi secara langsung, atas munculnya bau busuk yang ditimbulkan dari lokasi EPF dan kompensasi secara rutin atas keberadaan EPF di wilayah setempat.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1259262958/tuntutan-pencemaran-lingkungan-warga-blok-cepu-belum-berhasil
Read On 0 comments

Energi Bersih Selamatkan Jiwa

10:45:00 AM
Kamis, 26 November 2009 | 15:41 WIB

HONGKONG, KOMPAS.com – Perbaikan sistem insulasi dan ventilasi rumah serta menghindari pemakaian bahan bakar fosil bisa mengurangi polusi dalam rumah dan menyelamatkan ribuan nyawa, terutama di negara berpendapatan rendah seperti India, begitulah hasil suatu penelitian.

Dengan memakai model matematika dan studi kasus, para peneliti menyatakan bahwa strategi seperti itu bisa mencegah 5.500 kematian usia dini dan mengurangi emisi karbondioksida hingga 41 megaton, atau 41 juta ton, per tahun di negara seperti Inggris.

"Polusi bahan bakar dalam rumah tangga bisa dihentikan dengan mengganti bahan bakar fosil rumah tangga dengan listrik, dan penghematan energi bisa dilakukan dengan menurunkan suhu pemanas ruangan," kata para peneliti pada suatu karya tulis dalam terbitan berseri 'The Lancet Series on Health and Climate Change' mengenai kesehatan dan perubahan iklim.

Dipimpin Paul Wilkinson di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Tropis, para peneliti menyatakan bahwa biaya untuk perbaikan efisiensi energi tersebut memang cukup tinggi tapi akan tertutup oleh besarnya penghematan bahan bakarnya.

Para peneliti mengamati pemakaian kompor yang lebih bersih (menghindari bahan bakar minyak) di negara berpendapatan rendah seperti India akan berpengaruh pada kesehatan, dimana pembakaran biomassa menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung.

Dengan anggapan bahwa 150 juta rumah memasang kompor beremisi rendah yang efisien, menurut para peneliti: "Pada tahun 2020, 87 persen dari rumah tangga di India akan mendapatkan udara dan pembakaran yang lebih bersih."

"Total jumlah kematian usia dini akibat penyakit saluran pernafasan yang bisa dihindari akan mencapai 240.000 untuk balita, dan kematian orang dewasa yang disebabkan penyakit jantung ishaemic dan penyakit paru obstruktif kronis bisa berkurang lebih dari 18 juta."

Pada suatu karya tulis lain dalam seri yang sama, para peneliti mengatakan bahwa mengurangi pembangkit listrik berbasis karbon bisa sangat membantu kesehatan seluruh dunia, terutama di negara-negara seperti India dan China.

Dipimpin Anil Markandya di Pusat Perubahan Iklim BC3 di Basque, Spanyol, para peneliti memperhitungkan keuntungan mengurangi 50 persen total emisi karbondioksida di tahun 2030.

"Contoh skenario terbaik adalah di India, yaitu bisa menghindari 93.000 kematian usia dini di tahun 2030 dibandingkan bila keadaannya dibiarkan."

"Di Uni-Eropa, 5.000 kematian bisa dihindari, dan di China angka itu bisa mencapai 57.000."

C17-09

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/26/15415551/energi.bersih.selamatkan.jiwa
Read On 0 comments

Waspadai Batuk Sebagai Gejala PPOK

10:35:00 AM
Selasa, 24 November 2009 pukul 12:23:00

KENALI: Batuk adalah gejala dari penyakit, bukan penyakit sesungguhnya. Mengenali jenis batuk juga bermanfaat untuk pengobatan yang tepat.

JAKARTA--Sebagian masyarakat seringkali menganggap remeh batuk yang diderita. Padahal, batuk bukan termasuk jenis penyakit, melainkan gejala penyakit yang patut diwaspadai. Bisa jadi, batuk yang anda derita merupakan gejala penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

PPOK adalah penyakt yang ditandai keterbatasan aliran udara di dalam saluran nafas yang bersifat progresif. Penyebabnya adalah gangguan sistemik akibat inflamasi paru yang tidak normal terhadap partikel atau gas berbahaya.

Sering kali, PPOK ditandai dengan gejala-gejala seperti batu kronik, produksi dahak, sesak nafas dan hambatan aktivitas pada individu. Faktor resiko penyakit dapat diturunkan secara genetik, kondisi udara yang berbahaya seperti asap rokok, debu, bahan kimia, polusi udara dan infeksi.

Ahli Pulmonari dan Respirasi, Prof. Hadiarto Mangunnegoro,dalam seminar kesehatan "Jangan Sepelekan PPOK" yang di gagas Rumah Sakit Asri di Jakarta, pekan lalu mengatakan, penyakit PPOK dapat dicegah dan diobati tapi tidak bisa disembuhkan. Pihak medis dalam menangani PPOK bukanlah menyembuhkan tapi menolong.

"Cara untuk menghindari penyakit ini cukup mudah, kebiasaan pertama yang harus dihilangkan adalah rokok, kedua rokok, ketiga rokok," ujarnya.

Karena sifatnya yang progresif, PPOK akan semakin parah bila berada pada ruangan tertutup dan diikuti dengan kondisi udara yang buruk. Maka dari itu, kata Prof. Hardiarto, masyarakat modern lebih banyak terkena PPOK ketimbang masyarakat tradisional jaman dulu.

"Itu terjadi karena orang sekarang lebih banyak tinggal di apartemen, berpolusi tinggi seperti Jakarta," tegasnya.

Resiko terparah yang mungkin diakibatkan penyakit PPOK adalah Jantung. Menurut Ahli Penyakit Dalam dan Kardivaskular, Kasim Rasijidi, kondisi paru bertalian erat dengan jantung. Ibarat angka 8, satu lingkaran pertama adalah aliran paru, satu lingkaran lain adalah aliran jantung yang berkesinambungan.

Kasim menjelaskan, potensi jantung akibat PPOK bisa dicegah bila mengontrol penyebabnya. "Kadang diperlukan obat pengecer darah untuk mempermudah aliran darah ke paru, alat pembantu oksigen, obat hisap atau pemberian kortikostereoid," tukasnya.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah memperhatikan gaya hidup dan lingkungan sehat. Sekalipun tak lagi muda, pola hidup sehat juga harus dilakukan." Jangan mentang-mentang sudah tua jadi malas olahraga, dan kerjaannya cuma baca koran, nonton TV, atau tidur-tiduran. Bisa-bisa nanti tidak bangun lagi," canda dia.

Terakhir, Prof Hardiato mengingatkan kepada para anak-anak muda agar tidak lagi coba-coba merokok. Menurut dia, seharusnya merokok itu dilakukan diusia senja. Karena pada saat itu merupakan fase terakhir dalam kehidupan.

"Kalau mau merokok, mulailah pada usia 60 tahun, karena sudah tidak ada gunanya lagi hidupnya. Ibaratnya itu kenikmatan terakhir sebelum kembali ke tanah," imbuhnya.

Data WHO menyebutkan, PPOK merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia (Peringkat ke-5). Di negara maju seperti AS, dibutuhkan dana 38,8 miliar dollar AS untuk menangani kasus PPOK. Jumlah tersebut meningkat pesat setelah sebelumnya hanya menganggarkan 23,9 miliar dollar AS. cr2/itz

http://www.republika.co.id/berita/91395/Waspadai_Batuk_Sebagai_Gejala_PPOK
Read On 0 comments

Toilet Sejumlah Pesawat Cathay Pacific Macet

10:28:00 AM
Jumat, 27 November 2009 pukul 03:45:00

HONG KONG--Cathay Pacific, Rabu, menyatakan perusahaan penerbangan itu telah dirundung serangkaian kejadian misterius, seperti toilet macet, pada armada Airbusnya, dan satu pesawatnya yang dipenuhi penumpang dipaksa mendarat tanpa jadwal karena tolietnya tak berfungsi.

Semua toilet di pesawat Airbus A330 dan A340 milik perusahaan penerbangan Hong Kong tersebut macet dalam tiga kejadian terpisah selama 11 hari belakangan, kata jurubicara Cathay Pacific Carolyn Leung kepada AFP, saat mengkonfirmasi satu laporan yang disiarkan oleh South China Morning Post.

Satu pesawat pada 17 November dari Riyadh, Arab Saudi, menuju Hong Kong dengan membawa 278 penumpang dipaksa mengalihkan jalur penerbangan ke Mumbai, India, ketika awak kabin mendapati tak lama setelah lepas-landas bahwa tak ada satu pun dari 10 toilet di pesawat itu yang lancar.

Pengalihan yang tak dapat dielakkan tersebut mengakibatkan penundaan 18 jam pada pesawat yang seharusnya menjalani jadwal penerbangan delapan jam itu.

Dua pesawat lain yang mengalami "nasib naas berupa toilet macet" adalah pesawat dari Roma ke Hong Kong pada 9 November dan dari Dubai di Uni Emirat Arab ke Hong Kong pada 19 November.

Dalam kedua kasus itu, jumlah penumpang harus dibatasi jadi kurang dari 240 orang ketika didapati sebelum lepas-landas bahwa hanya toilet di satu sisi pesawat berfungsi.

Penyebab pasti macetnya toilet tersebut belum diketahui, kata jurubicara itu, yang menambahkan penumpang mungkin ikut bertanggung jawab.

"Anda pasti akan terheran-heran mengenai apa yang kami temukan di pipa saluran ketika kami membersihkan sistem itu --bukan hanya handuk muka tapi juga botol obat, kaus kaki, bahan pakaian dan bahkan boneka buat anak-anak yang badannya berisi," kata Leung.

Perusahaan penerbangan tersebut menyatakan telah berkonsultasi dengan Airbus mengenai masalah itu dan para teknisinya sekarang sedang memasang pipa baru serta melakukan perawatan pembersihan yang mendalam pada semua toilet pesawat.

Toilet pesawat menggunakan pipa berkecepatan tinggi yang membawa sampah dengan kecepatan 110 kilometer per jam ke dalam tangki penampungan yang dikosongkan di antara jeda penerbangan.

Dua sistem vakum beroperasi secara terpisah di masing-masing sisi pesawat, yang berarti hambatan biasanya mempengaruhi semua toilet di satu sisi pesawat.

Pedoman kerja internal Cathay menyatakan rasio minimum toliet-buat-penumpang di kelas ekonomi mesti memiliki perbandingan satu berbanding 80. ant/fp/ahi

http://www.republika.co.id/berita/92095/Toilet_Sejumlah_Pesawat_Cathay_Pacific_Macet
Read On 0 comments

PLN Diminta Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman

10:07:00 AM
Kamis, 26 November 2009 19:37 WIB

Jakarta (ANTARA News) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero diminta segera untuk menyusun program kerja jangka panjang, karena antisipasi masalah pemadaman bergilir yang dilakukan selama ini dinilai hanya bersifat sementara.

"PLN harus berani menjamin tak ada lagi pemadaman bergilir agar tak lagi merugikan seluruh lapisan masyarakat," kata Direktur Eksekutif Gerakan Masyarakat Pengawas Birokrasi (Gemawasbi) Nopber Siregar di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan hal itu, menanggapi pernyataan Manager Distribusi PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang W Budi Nugroho, yang mengaku tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pemadaman listrik bergilir saat ini bisa dihindari, karena ada partisipasi dari pelanggan besar yang mencapai 150-200 MW.

Nopber Siregar mempertanyakan pemadaman bergilir oleh PT PLN akibat meledaknya 8 gardu induk PLN. Menurut dia, pelanggan PLN tak memiliki kesalahan akibat peristiwa tersebut, sehingga sudah seharusnya PLN memberikan garansi maksimal jika terjadi masalah teknis di lapangan.

Pihaknya juga prihatin, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar sama sekali tidak memberikan sanksi tegas kepada jajarannya yang dianggap bertanggung jawab atas ledakan gardu PLN. Padahal, adanya ledakan dan terbakarnya gardu PLN, merupakan bentuk miss-management yang terjadi dalam tata-laksana penanganan gardu.

"Pemerintah sebaiknya melakukan pembenahan maksimal ke dalam struktur PLN dengan model yang benar, dan bukan dengan modus politik tertentu," tandas Siregar.

Langkah awal bagi Pemerintah, kata dia, adalah menuntaskan kasus pungutan pelanggan yang dilakukan oleh PLN melalui CMS (Customer Management System/pengelolaan system manajemen pelanggan).

Hingga tagihan PLN bulan November 2009, PLN masih mengutip pungutan sebesar Rp 1.500/pelanggan untuk wilayah Jawa Timur, dan Rp 1.800 untuk pelanggan di Jawa Barat dan DKI Jakarta, melalui CIS-RISI (Customer Information System-rencana induk system informasi).

Nopber berpendapat, kedua sistem yang diberlakukan sejak 2005 itu, tidak bermanfaat apapun bagi para pelanggan PLN. Bahkan dana yang yang dikelola PLN senilai Rp 590 miliar tersebut, terbukti tidak mampu mengatasi krisis energi yang berdampak pada pemadaman bergilir.

"Untuk mengatasi masalah krisis energi, maka dimulai dari internal PLN sendiri," tegasnya.

Pungutan tersebut terjadi saat Fahmi Mochtar menjadi General Manager (GM) PLN Disjaya-Tangerang dan Hariadi Sadono menjadi GM PLN Jatim.Sementara PLN Jabar dipegang oleh Murtaqi Syamsudin, yang saat itu menjabat sebagai GM PLN Distribusi Jabar. (*)

http://www.antaranews.com/berita/1259239049/pln-diminta-jamin-tak-ada-lagi-pemadaman
Read On 0 comments

Menkes Bantah Stok Obat HIV Langka

10:05:00 AM
Kamis, 26 November 2009 | 23:19 WITA

JAKARTA, TRIBUN - Pasokan ARV (Anti Retro Viral), obat untuk penderita HIV dikabarkan langka. Namun Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih membantah kabar tersebut. "Stok obat HIV tidak langka, kami selalu berupaya semaksimal mungkin untuk menambah stok di Indonesia," kata dia, di Jakarta, Kamis (26/11).

Selanjutnya Menkes mengatakan Depkes selalu berupaya melakukan pembelian obat-obatan di awal tahun. Kemudian isu obat HIV yang expired, dibantahnya secara tegas. "Tidak ada obat yang expired, semua obat dari luar sudah dialokasikan secara benar ke daerah yang terjangkit," tegasnya.

ARV sendiri merupakan obat khusus untuk penderita HIV/AIDS yang sampai saat ini sudah digunakan oleh 4.158 ODHA yang ada di Indonesia. ODHA yang sudah mengkonsumsi mempunyai peluang besar untuk dapat sembuh.(*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60024
Read On 0 comments

Menteri LH Ancam Pidanakan Lima Perusahaan

10:04:00 AM
Jumat, 27 November 2009 pukul 04:42:00

BANJARMASIN--Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH) Gusti Muhammad Hatta mengancam akan memejahijaukan perusahaan yang pengelolaan lingkungannya mendapatkan nilai hitam, lima di antaranya berada di Kalimantan Selatan.

"Kita akan menyeret ke pengadilan perusahaan yang mendapatkan nilai hitam dua kali berturut-turut dalam pengelolaan lingkungan," kata M Hatta di Banjarmasin, Kamis.

Nilai hitam, kata Hatta didamping oleh para deputinya, artinya perusahaan tersebut tidak pernah melakukan upaya perbaikan lingkungan baik di dalam perusahaan maupun di lingkungan sekitarnya.

Kelima perusahaan di Kalsel yang mendapatkan nilai hitam yaitu perusahaan perkebunan PTPN XIII di Danau Salak, perusahaan kayu lapis PT Basirih Industrial Corp, PT Hendratna plywood.

Selain itu, PT Daya Sakti Unggul Corp dan perusahaan sawit PT Sinar Kencana Inti Perkasa. "Kali ini kelima perusahaan tersebut akan dilakukan pembinaan, bila ternyata tahun depan nilainya tetap hitam, terpaksa harus diproses hukum," katanya.

Menurut Hatta, kelima perusahaan tersebut masuk dalam penilaian atau proper nasional 2009 bersama 14 perusahaan lainnya di Kalsel. Dari 14 perusahaan tersebut tiga perusahaan mendapatkan nilai merah yaitu PT Wijaya Tri Utama Playwood, PT Jorong Barutama Greston dan PT Borneo Indo Bara.

Sementara delapan perusahaan lainnya mendapatkan nilai biru minus, yaitu perusahaan karet PT Hoktong, perusahaan kayu lapis PT Surya Satriya Timur serta PT Bersama Sejahtera Sakti.

Selain itu, PT Smart Corps PKS Batu Ampar, PT Arutmin Batulicin, PT Arutmin Satui dan PLN wilayah Kalsel dan Kalteng.

Kemudian, PT Pertamina Tanjung mendapatkan nilai biru dan PT Arutmin Senakin dan PT Adaro mendapatkan nilai hijau.

Menurut Hatta, dengan keluarnya Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi salah satu kekuatan bagi kementerian LH untuk menindak tegas para pelaku kerusakan lingkungan.

"Dengan undang-undang tersebut kita boleh menangkap orang atau perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan dan pembukaan lahan tanpa izin," katanya. Namun sebaliknya, kata dia, bila salah memberikan izin Menteri LH juga bisa dibawa ke pengadilan. ant/ahi

http://www.republika.co.id/berita/92102/Menteri_LH_Ancam_Pidanakan_Lima_Perusahaan
Read On 0 comments

Stok Sembako Jateng Aman Jelang Natal

10:03:00 AM
Jumat, 27 November 2009 06:48 WIB

Semarang (ANTARA News) - Stok sembilan kebutuhan pokok terutama beras, gula pasir, telur, daging, dan minyak goreng di Jawa Tengah selama Iduladha dan menjelang Natal, serta Tahun Baru 2010 masih aman.

"Kebutuhan pokok aman dan banyak komoditas yang mengalami penurunan harga," kata Wakil Ketua Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga Provinsi Jawa Tengah Mahdi Mahmudy, di Semarang, Kamis.

Mahdi mengatakan sejumlah komoditas yang diperkirakan mengalami penurunan harga antara lain gula pasir, daging ayam potong dan ayam kampung, telur, bawang putih, gabah kering giling, jagung putih, kacang tanah kulit, dan kubis.

Hasil pantauan barang dan jasa oleh dinas terkait seperti Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perum BULOG, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Survei Pemantauan Harga (SPH) Kantor Bank Indonesia Semarang juga memperkirakan adanya beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti minyak goreng, kacang hijau, ubi kayu, kentang, cabe merah besar, cabe keriting, cabe rawit, bawang merah, tomat, dan elpiji 12 kilogram.

Mahdi mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan harga barang dan jasa di Jawa Tengah pada bulan Oktober 2009 masing-masing tercatat sebesar 0,30 persen (month to month) dan 2,89 persen (year on year).

Sementara pada bulan November 2009 secara umum diperkirakan akan terjadi kenaikan harga dalam kisaran yang cukup rendah dari harga bulan sebelumnya.

Hasil survei pemantauan harga yang dilaksanakan Bank Indonesia Semarang juga memperkirakan di Kota Semarang pada November tahun ini terjadi inflasi 0,01 sampai 0,1 persen.

Mahdi menambahkan, Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga Jateng memberikan beberapa rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh berbagai pihak terkait pengendalian laju inflasi ke depan.

Rekomendasi yang disampaikan di antaranya, yakni agar ada peningkatan pengamanan distribusi komoditas kebutuhan pokok masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Kurban, Natal, dan Tahun Baru 2010.

"Masukan dari Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga Jateng tersebut disampaikan ke Gubernur Jateng dan Dewan Gubernur BI sebagai referensi dalam rangka pengendalian inflasi," katanya.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1259279305/stok-sembako-jateng-aman-jelang-natal
Read On 0 comments

Peringatan Dini Kondisi Cuaca di Indonesia

9:57:00 AM
Jumat, 27 November 2009 | 08:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang kondisi cuaca di Indonesia yang berlaku mulai hari ini hingga 30 November.

Peringatan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan aktivitas badai tropis NIDA di Samudera Pasifik sebelah utara Papua dan daerah pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan sebelah barat laut Kalimantan, di Samudera Hindia sebelah barat NAD serta barat daya Lampung. Badai tropis ini berpengaruh terhadap besarnya potensi pertumbuhan awan-awan hujan baik pada pagi, siang dan malam hari terutama di wilayah Indonesia sebelah selatan Khatulistiwa.

Disamping itu adanya anomali Outgoing Long Wave Radiation (OLR) di atas wilayah Indonesia terutama Indonesia tengah dan timur yang bernilai negatif (MJO aktif) serta suhu muka laut yang hangat dan kelembaban udara yang tinggi mendukung besarnya potensi curah hujan yang akan terjadi.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang adalah pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Barat, Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah bagian utara dan barat, Jawa Timur bagian utara, Kalimantan bagian barat, timur dan selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku utara, tengah dan tenggara serta Papua bagian barat dan tengah.

JIM

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/27/0823164/peringatan.dini.kondisi.cuaca.di.indonesia
Read On 0 comments

Sedotan, Minimalkan Efek Negatif Soft Drink

6:08:00 PM
Rabu, 25 November 2009 10:00 WIB

Penulis : Agus

SOFT drink maupun minuman berenergi dapat berakibat efek yang tidak baik bagi kesehatan gigi. Terungkap melalui penelitian, dilakukan oleh Academy of General Denstistry's, Amerika Serikat

Penelitian itu mengungkapkan, tidak hanya derajat keasaman (pH) yang terkandung oleh minuman ringan itu, tapi tingkat buffering (kemampuan minuman dalam menetralisir asam) dapat pula efek negatif terhadap gigi. Kemungkinan besar, menimbulkan efek kerusakan pada enamel gigi.

Tim peneliti melakukan uji coba tes keasaman pada kesehatan gigi manusia di usia 20-an. Ternyata, kandungan keasaman yang terdapat pada minuman ringan,mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kerusakan gigi. Bila masalah ini tidak ditangani sejak dini, mungkin akan berujung pada kesehatan gigi yang parah dan perlu sebuah rehabilitasi mulut untuk memperbaikinya, tegasnya Dr. Raymond Martin, juru bicara AGD.

Di dalam penganjurannya, AGD mengimbau kepada konsumen untuk menggunakan sedotan pada bagian belakang atau di dalam mulut, agar mencegah kontak langsung antara cairan dan gigi. Kedua, kumurlah dengan air mineral setelah meminum minuma ringan tersebut. Selanjutnya, kurangi asupan minuman ringan bersoda, minuman energi, ataupun minuman penambah energi. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/25/1865/2/Sedotan-Minimalkan-Efek-Negatif-Soft-Drink
Read On 0 comments

Hemat Listrik dengan Voucher Prabayar, Bunyi Alarm Tanda kWh Menipis

6:01:00 PM
Kamis, 26 Nopember 2009 | 11:04 WIB

Surabaya - Surya- Bukan telepon selular saja, pembayaran listrik kini juga bisa dilakukan dengan sistem prabayar. Mulai 1 Desember nanti, layanan itu sudah bisa dinikmati pelanggan PLN di seluruh daerah di Jawa Timur.

General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jatim M Sulastyo mengatakan, langkah itu merupakan wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. Jumlah tagihan yang tak terkontrol, diakuinya, selama ini menjadi salah satu keluhan pelanggan. Sehingga diharapkan, dengan listrik prabayar ini bisa membantu masyarakat mengendalikan konsumsi listrik.

“Pelanggan juga bisa mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai anggaran belanjanya dan menghindari pemborosan,” kata Sulastyo di kantornya, Rabu (25/11).

Layanan prabayar menggunakan voucher token (semacam pulsa), lanjut Sulastyo, bisa dinikmati baik oleh pelanggan baru maupun pelanggan lama khususnya pelanggan bertegangan rendah mulai 900 VA hingga 5.500 VA, dengan cara migrasi dari pascabayar ke prabayar.

Untuk migrasi, pelanggan hanya dikenakan biaya administrasi Rp 5.500. Sementara, penggantian meteran dari meteran listrik pascabayar ke prabayar akan dilakukan PLN tanpa biaya apapun.
“Jika token -kode yang dimasukkan ke meter listrik prabayar- habis, pelanggan bisa memperolehnya di sejumlah loket atau ATM yang telah bekerja sama dengan PLN, di antaranya Kantor Pos, Bank BRI, Bank BNI, Bank Bukopin, serta BPR Karyajatmika Swadana, yang memiliki sekitar 750 loket di Jatim.

Sama halnya seperti saat membeli pulsa isi ulang untuk ponsel, besaran token yang disediakan PLN beragam pilihan nilai, mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Jumlah itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk beberapa waktu ke depan.
“Nilai token terdiri dari unsur kWh, PPJ dan materai yang memiliki 20 angka sebagai identitas dan tidak memiliki kadaluwarsa,” ungkap Sulastyo
.
Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jatim Agus Widayanto menguraikan, untuk bisa menikmati layanan ini, pelanggan bisa mendatangi loket pelayanan PLN terdekat. Bagi pelanggan baru, akan mengikuti prosedur seperti pengajuan sambungan listrik, sedang pelanggan lama tinggal mengisi formulir migrasi, dan tanpa menunggu lama petugas akan melakukan penggantian meter pascabayar ke prabayar.

“Sebelum menggunakan listrik prabayar, pelanggan harus sudah membeli voucher token di loket penjualan. Ingat, nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan,” ujar Agus.

Pelanggan, lanjutnya, akan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter. Selanjutnya, meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter akan menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.

Agus mengingatkan, agar pelanggan selalu mengontrol pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar agar bisa menghemat atau mengantisipasi ketika sisa kWh tinggal sedikit atau di bawah 20 kWh. Meski begitu, akan ada semacam lampu peringatan yakni perubahan lampu LED menjadi merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar yang mengindikasikan bahwa sisa kWh tinggal sedikit.

“Jika sisa kWh habis, meter akan memadamkan listrik pelanggan. Untuk menghidupkannya, pelanggan harus menginput 20 digit nomor token baru,” ulasnya.

Ditambahkan Agus, sebelum masuk Jatim, listrik prabayar ini sudah pernah diterapkan di Batam, Jabar, dan Bali. Meski baru dikenalkan, Agus menargetkan bisa menggaet sekitar 15.000 pelanggan prabayar di Jatim baik migrasi maupun pelanggan baru hingga akhir tahun ini. Total pelanggan PLN di Jatim sendiri, hingga kini mencapai 7,1 juta pelanggan.

Berbeda dengan perhitungan bagi pelanggan pascabayar, pelanggan prabayar tak dikenakan biaya beban. “Untuk perhitungannya jika pelanggan prabayar yang memakai 900 VA per kWh-nya dikenakan Rp 602, untuk 1.300 VA dikenakan Rp 663 per kWh dan 2.500 VA dikenakan Rp 666 per kWh,” imbuh Agus. dio

http://www.surya.co.id/2009/11/26/hemat-listrik-dengan-voucher-prabayar-bunyi-alarm-tanda-kwh-menipis.html
Read On 0 comments

Banyak Perusahaan Tidak Laporkan Kasus Kecelakaan Kerja

5:37:00 PM
Thursday, 26 November 2009 12:46

MEDAN - Perusahaan di Sumatera Utara banyak yang tidak melaporkan kasus kecelakaan kerja yang dialami karyawannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kepala seksi keselamatan kerja Disnakertrans Sumut, Gembira Tarigan, di Medan, siang ini, mengatakan, perusahaan seharusnya selalu melaporkan kecelakaan kerja yang dialami karyawannya.

"Akibatnya hak pekerja terkait keselamatan kerja dan kesehatan belum terlindungi," katanya.

Ketentuan mengenai keselamatan kerja, menurutnya, sudah diatur dalam UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kesehatan Kerja (K3). Pihaknya akan terus melakukan pemantauan pelaksanaan aturan K3 di semua perusahaan yang ada di seluruh kabupaten/kota.

"Apabila ada yang melanggar akan ditutup secara paksa. Namun sebelum ditutup paksa, Disnakertrans akan memberikan surat peringatan dan teguran terlebih dahulu," ujarnya.

Menurutnya, penerapan K3 itu untuk mencegah kasus-kasus kecelakaan kerja yang selama ini banyak terjadi di sektor konstruksi, perhubungan darat, laut dan udara, pertambangan serta sektor lainnya.

Diakui, penerapan K3 sudah cukup baik meski belum optimal. "Kami hanya menginginkan mereka lebih optimal dalam penerapan K3, guna menekan angka kecelakaan kerja di perusahaan," katanya.
(dat01/ann)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=69393:banyak-perusahaan-tidak-laporkan-kasus-kecelakaan-kerja&catid=15:sumut&Itemid=28
Read On 0 comments

Dari Kelinci untuk yang Kronis

5:22:00 PM
Kamis, 26 November 2009 | 15:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Setahun ini Budiman, bukan nama asli, bisa tersenyum saban becermin. "Saya (tampak) bertambah muda," ujar penduduk Semarang itu melalui telepon, Jumat lalu. Teman-temannya, kata lelaki 45 tahun itu, kerap menanyakan kulitnya yang berubah dari kering dan kehitaman menjadi cerah dan lembap. Penglihatannya yang kabur berangsur terang. Dulu ia cuma mampu berjalan di atas treadmill selama lima menit, sekarang bisa sampai setengah jam.

Keluhan itu berdatangan akibat diabetes yang diderita Budiman selama enam tahun. "Saya mengalami komplikasi gula darah." Selama itu pula ia menenggak delapan obat setiap hari dan mesti menyediakan Rp 2,5 juta per bulan untuk obat, meski sebenarnya telah putus asa karena diabetes memang tidak dapat disembuhkan. Kini ia tak perlu obat dan keluhan-keluhan itu tidak lagi dirasakannya. Kandungan gula darahnya pun normal. Dari 200-300 mg per dL sebelum transplantasi menjadi normal, 100-150 mg/dL.

Bagaimana Budiman yang loyo bisa berubah perkasa? Akhir tahun lalu ia menjalani terapi stem cell (sel punca). Budiman mendapatkan suntikan cairan sel hidup. Menurut dokter Suharto, yang menangani Budiman, sel hidup yang disuntikkan ke tubuh pasiennya diambil dari janin kelinci generasi ke-30 yang dipelihara di Swiss dengan perlakuan khusus agar janinnya benar-benar sehat dan tidak tercemar apa pun. Kelinci merupakan jenis mamalia, seperti manusia, sehingga jenis selnya identik.

Sel punca itu disuntikkan pada organ-organ yang membutuhkan. Sel hidup yang diinjeksikan dari luar akan merangsang sel "pribumi" untuk membelah sehingga sel akan memperbarui dan menyebabkan organ tubuh kembali berfungsi.

Untuk penderita diabetes, terapi ini digunakan untuk memperbaiki kegagalan karena tidak efisiennya penggunaan insulin dan kegagalan dalam memproduksi insulin. Karena itu, yang akan mendapatkan tambahan sel adalah sel yang mengatur pembuluh darah dan hipotalamus yang ada di otak. "Pada dasarnya terapi ini untuk memperbaiki sistem," ujar Suharto.

Pada pasien yang telah lanjut usia, terapi ini dilakukan untuk mengatasi gangguan pada pembuluh darah periferi (halus) yang telah mengeras. Suntikan akan diberikan untuk menambah sel di jantung, ginjal, dan otak.

Suntikan sel yang diberikan tidak sama kepada tiap orang. "Perlu analisis, tergantung organ mana yang membutuhkan," kata Suharto. Budiman, misalnya, mendapatkan suntikan sel hidup untuk tujuh organnya, di antaranya di ginjal, hati, pankreas, dan testis. "Sebagian disuntik di pantat, sebagian di dekat tali pusar," ujar Budiman. Menurut Suharto, penyuntikan membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Sel yang disuntikkan akan berjalan menuju organ karena sel ini sudah terarahkan akan menjadi apa.

Agar sel pribumi tumbuh dan organ berfungsi, pasien harus menjaga suhu tubuh karena sel hidup akan mati jika suhu terlampau tinggi. Karena itu, selama tiga hari setelah penyuntikan, pasien dilarang berolahraga, menenggak minuman beralkohol, merokok, atau beraktivitas yang mengakibatkan suhu tubuh naik. Pasien juga dilarang mendekati sumber radiasi. "Sel hidup bisa mati."

Setelah sel pribumi mampu berfungsi, selesailah tugas sel yang diinjeksikan dan akan mati dalam tiga hari. Akan halnya kondisi orang yang bersangkutan berangsur membaik seiring dengan berfungsinya organ.

Terapi ini bisa digunakan untuk menyembuhkan aneka penyakit. Selain penderita diabetes melitus, terapi sel punca bisa menyembuhkan penyakit, seperti gagal ginjal, Down syndrome, leukemia, dan parkinson. Namun, di antara lebih dari 100 pasien di Indonesia yang menjalani terapi ini sejak tahun lalu, kebanyakan menderita diabetes melitus seperti Budiman.

ENDRI KURNIAWATI | AKBAR TRI KURNIAWAN



Kontraindikasi

Tidak semua masalah kesehatan bisa diselesaikan dengan terapi sel punca. Dokter akan menganalisis kondisi pasien sebelum memutuskan untuk menjalankan terapi. Jika memungkinkan, terapi sel punca dilakukan. Namun, ada beberapa kondisi pasien yang tidak memungkinkan atau kontraindikasi jika tetap dilakukan. Berikut ini kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk dilakukan terapi sel punca.

- Infeksi berat.
- Pasien yang sudah tidak sadar (dead bed).
- Tubuh tidak kondusif untuk ditanami atau dirangsang buat menumbuhkan sel baru, misalnya pasien terlalu tua.
- Punya gangguan pernapasan.
- Pasien diabetes yang menolak berolahraga.
- Menolak berhenti merokok.
- Kemoterapi dan terapi steroid yang pada prinsipnya bertujuan membunuh sel.

Sel punca: terdiri atas tiga jenis, yakni embrio, fetal, dan adult (dewasa). Stem cell diambil dari sel fetal yang memiliki kemampuan membelah dan telah terarahkan menjadi satu jaringan atau organ tertentu. Sel fetal sebenarnya merupakan sel dalam tahapan antara sel embrio dan adult.

Sel embrio, sebagai sel paling muda, memiliki kemampuan besar untuk membelah dan berpotensi menjadi beragam organ. Sel ini berpotensi menjadi sel kanker (karsinogenesis). Sedangkan sel dewasa sudah jelas susunan organnya, namun kemampuan membelahnya terbatas hingga tidak memiliki kemampuan membelah. Stem cell dari fetal lebih aman diinjeksikan ke tubuh manusia karena tidak berpotensi menjadi kanker.

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/11/26/brk,20091126-210633,id.html
Read On 0 comments

Listrik Dipastikan Naik Tahun Depan

5:08:00 PM
Kamis, 26 Nopember 2009

JAKARTA - SURYA - Mulai tahun depan, pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar biaya listrik bulanan.

Soalnya, pemerintah sudah berancang-ancang mengerek tarif dasar listrik alias TDL di 2010 nanti.Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, opsi kenaikan TDL telah masuk dalam APBN 2010. Jadi, “Sudah ada perhitungannya dan margin untuk PLN sudah ditetapkan sebesar 5 persen,” katanya, Rabu (25/11).

Kebijakan kenaikan TDL dan margin untuk PLN, Anggito menjelaskan, merupakan upaya pemerintah untuk menekan anggaran subsidi listrik, yang tahun depan dipatok sebesar Rp 37,8 triliun. Upaya lainnya, yakni penerapan TDL sesuai harga keekonomian secara otomatis untuk pemakaian setrum melebihi 50 persen konsumsi rata-rata nasional tahun lalu bagi pelanggan dengan daya di atas 6.600 volt ampere (VA). Lalu, penerapan kebijakan tarif yang bertujuan untuk mendorong penghematan listrik dan pelayanan khusus yang selama ini sudah dilakukan, tetap diberlakukan.

Sayang, Anggito menolak mengungkapkan berapa besar kenaikan TDL tahun depan dan kapan persisnya bakal berlaku. Yang jelas, tarif setrum sudah tidak pernah naik lagi sejak 2003 lalu.Cuma, sumber KONTAN di pemerintahan membisikkan, tahun depan tarif dasar listrik bakal naik rata-rata sebesar 23 persen. “Kenaikan tarif tersebut akan menurunkan subsidi listrik di 2010 sebesar Rp 25 triliun,” bisik sumber itu.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar bilang, ada empat skenario kenaikan TDL yang berkisar 20 persen-30 persen, tergantung golongan. Contohnya, pelanggan rumah tangga kecil naik kurang dari 20 persen, golongan bisnis dan industri di atas 20 persen. Dari kacamata PLN, kenaikan tarif dan margin berguna untuk meyakinkan para pemberi pinjaman, semacam Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB). Selain itu, kebijakan tarif juga bisa memangkas kekurangan pendanaan untuk investasi tahun depan hingga Rp 2,9 triliun, yakni dari awalnya mencapai Rp 13,1 triliun menjadi hanya Rp 10,2 triliun. (Uji Agung Santosa, SS. Kurniawan/Kontan/kcm)

http://www.surya.co.id/2009/11/26/listrik-dipastikan-naik-tahun-depan.html
Read On 0 comments

Tunanetra Unjuk Rasa di BCA

5:07:00 PM
Kamis, 26-11-09 | 20:40

MAKASSAR -- Sedikitnya 40 tunanetra berdemo di Kantor Cabang Bank Central Asia (BCA) Jalan Ahmad Yani, Rabu, 25 November. Demo yang berlangsung tertib dalam kawalan Polwiltabes Makassar ini cukup menyita perhatian pengguna jalan yang melintas.

Para pendemo datang dengan spanduk dan kertas berukuran besar berisi kecaman terhadap BCA. Secara bergantian, mereka melakukan orasi. Aksi demo dipicu dugaan diskriminasi manajemen BCA yang dinilai oleh pendemo mempersulit penyandang cacat yang akan menabung di bank tersebut.

Salah seorang pendemo, Hamzah, mengaku pekan lalu ingin menabung tapi dipersulit. "Saya diharuskan dulu membuat akta di bawah tangan yang dilegalisasi notaris lalu harus masuk di pengadilan. Nah, ini sama saja sangat mempersulit saya. Kenapa mesti dibedakan nasabah umum dan penyandang cacat?" protes Hamzah.

Kepala Layanan BCA Cabang Makassar, Herlina W, menegaskan BCA tidak bermaksud mendiskreditkan penyandang cacat. Apa yang diterapkan merupakan aturan dari kantor pusat di Jakarta yang bertujuan melindungi nasabah penyandang cacat.

"Semata-mata dijalankan sebagai aturan untuk melindungi rekening dan nasabah penyandang cacat itu sendiri. Makanya, harus ada legalisasi notaris," jelas Herlina. (ram)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74628
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts