Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Jelang Februari, Waspada Puncak Demam Berdarah

11:46:00 AM
Selasa, 26 Januari 2010, 15:30 WIB

Anjuran 3M untuk cegah penyebaran demam berdarah yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur

MALANG--Menjelang bulan Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang meminta warga mewaspadai ancaman datangnya wabah penyakit Demam Berdarah (DB). Pasalnya, selain curah hujan yang cukup tinggi, setiap tahun hampir dipastikan jumlah penderita DB meningkat tajam pada bulan tersebut.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursidah, mengakui bulan Februari adalah momok menakutkan bagi wabah penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aides Aigypti ini. "Ini karena setiap Februari selalu ada kenaikan jumlah penderita. Untuk mengantisipasi hal itu, kami menghimbau agar masyarakat lebih waspada," ujarnya, mengingatkan.

Menurut Mursidah, kenaikan wabah DB biasanya terjadi pada Bulan September sampai Maret. Puncak ledakannya, dipastikan akan terjadi selama Februari. Ini karena pada bulan Januari-Februari curah hujan yang tinggi, membuat endemik dari nyamuk tersebut berkembang biak lebih banyak lagi.

Dikatakan dia, jumlah penderita DB pada bulan Februari selalu ada lonjakan. Hal itu secara simultan sudah dipantau Dinkes sejak tiga tahun lalu. Pada Januari tahun ini, jumlah penderita DB sudah seratus lebih yang dirawat di Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen. "Jumlah penderita itu, akan bertambah banyak saat memasuki awal bulan Februari nanti," katanya.

Dari total penderita DB di Kabupaten Malang, tercatat berjumlah 1073 untuk tahun 2009 lalu. Lonjakan signifikan terjadi pada bulan Februari yang menembus angka 109 penderita. Dari angka 1073 itu, 17 penderita DB meninggal dunia. "Tahun 2008 lalu jumlah penderita DB hanya 700 orang. Kami memprediksi akan terjadi peningkatan kasus DB pada tahun ini," tuturnya.

Cegah dengan 3M

Guna mengatasi ancaman wabah DB ini, Mursidah mengaku sudah menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk di rumah warga dengan mengintensifkan program 3 M. yakni, membersihkan, menguras dan mengubur barang-barang yang bisa menampung endapan air dari jentik nyamuk," papar Mursidah.

Sebab, kata dia, tanpa kesadaran yang tinggi dari masyarakat, mustahil wabah DB bisa dicegah. "Nyamuk aides aegypti itu tak bisa hanya disemprot menggunakan fogging atau pengasapan. Percuma saja. Karena yang mati cuma induknya. Sedang jentiknya, tak akan mempan disemprot," paparnya.

Menurut mantan kepala pengawasan makanan dan obat-obatan dinkes tersebut, melaksanakan 3 M adalah jalan terbaik untuk menangkal wabah DB. Terlebih, jentik-jentik nyamuk mematikan itu, tak bisa dibunuh hanya menggunakan fogging saja. Tapi harus dilakukan pembersihan langsung kepada sarang-sarang nyamuk dengan cara membersihkan, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa dijadikan sarang nyamuk tersebut.

"DB bisa dilawan dengan rutin membersihkan, menguras dan mengubur barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi. Dengan rutin melakukan pembersihan itu, dijamin wabah gigitan nyamuk bisa dikurangi," terangnya.

Red: ririn
Reporter: ghufron

http://www.republika.co.id/berita/102350/jelang_februari_waspada_puncak_demam_berdarah
Read On 0 comments

Penggunaan Plastik Picu Penyakit Jantung

11:46:00 AM
Rabu, 13 Januari 2010 - 19:03 WIB

LONDON (Pos Kota) – Penggunaan plastik semakin memberikan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa bahan kimia bisphenol A atau BPA yang terkandung dalam plastik dapat menyebabkan seseorang beresiko terkena penyakit jantung.

Peneliti dari Inggris dan AS menemukan kandungan tingkat tinggi senyawa BPA dalam urin yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Seperti yang dilansir dari Reuters, David Melzer, profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat dari Peninsula Medical School di Exeter, Inggris, mengatakan jika penelitian yang dilakukan adalah untuk mengkonfirmasi temuan sebelumnya yang mengaitkan antara BPA dengan masalah kesehatan jantung.

Penelitian yang melibatkan 1.493 orang berusia 18-74 tahun ini juga menegaskan bahwa BPA memainkan peran dalam penyakit diabetes, beberapa bentuk penyakit hati dan juga senyawa penganggu endokrin.

Endokrin adalah sistem di dalam tubuh yang terdiri dari beberapa organ atau kelenjar – kelenjar yang memiliki fungsi menghasilkan serta melepaskan hormon-hormon tertentu ke aliran darah.

Pada tahun 2008 lalu toksikologi dari pemerintah Amerika Serikat di National Institutes of Health pernah menyimpulkan bahwa senyawa BPA bisa memberikan efek merugikan terhadap perkembangan prostat, otak dan perubahan perilaku pada janin, bayi dan anak-anak.

Beberapa negara memang telah mengambil tindakan untuk melarang penggunaan BPA. Seperti Kanada dan Inggris yang merencanakan akan melarang penggunaan plastik karena kandungan bahan kimianya yang membahayakan.

Senyawa BPA sering ditemukan dalam botol susu bayi, botol kemasan isi ulang atau plastik pembungkus makanan. (mega/dms)

http://www.poskota.co.id/gaya-hidup/2010/01/13/penggunaan-plastik-picu-penyakit-jantung
Read On 0 comments

Peternak Dianjurkan Mengonsumsi Vitamin

11:43:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 10:17 WIB

Metrotvnews.com, Sumber: Peternak di Kabupaten Cirebon, Cirebon, yang bersentuhan langsung dengan unggas pada musim hujan dianjurkan mengonsumsi vitamin atau buah-buahan. Aksi ini untuk memperkuat daya tahan tubuh agar terhindari flu burung.

"Bagi peternak unggas dianjurkan memperkuat daya tahan tubuh antara lain mengonsumsi vitamin," kata Kepala Seksi Ternak, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Setio Utomo di Sumber, Rabu (27/1).

Setio mengatakan, mengingat di daerah itu akhir-akhir ini banyak ternak unggas terindikasi terserang flu burung, maka para peternak harus meningkatkan daya tahan tubuh.

Populasi unggas di Kabupaten Cirebon kini sekitar 1,8 juta ayam dan 400 ribu itik tersebar di 40 kecamatan. Sebanyak 1,8 juta ayam pada umumnya adalah ayam buras. Khusus ayam ras yang diternakkan secara intensif, vasksinasi dilakukan secara rutin, sehingga kecil kemungkinan terserang virus flu burung (H1N1).

Berbeda dengan ayam buras yang dikandangkan hanya pada malam hari dan hampir tidak pernah divaksinasi, mereka sangat rentan terinfeksi H1N1. Karena itu, Dinas Pertanian Cirebon kini terus memantau perkembangan ternak unggas di daerahnya. Termasuk memberi penyuluhan ke masyarakat peternak mengenai langkah yang harus ditempuh jika terjadi serangan flu burung.

Berdasarkan data, hampir sebulan terakhir sekitar 90 ayam mati mendadak di Kabupaten Cirebon yang diduga terkena flu burung. Seorang warga Kabupaten Cirebon bernama DR (41) hingga kini masih ditangani intensif di Rumah Sakit Gunungjati, Cirebon. Ia diduga terjangkit flu burung.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/01/27/9650/Peternak-Dianjurkan-Mengonsumsi-Vitamin/92
Read On 0 comments

Mesuji Resmi Luncurkan KTP SIAK

11:36:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010

MESUJI (Lampost): Kabupaten Mesuji secara resmi meluncurkan kartu tanda penduduk (KTP) berbasis sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Hal itu ditandai dengan peluncuran KTP di Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, di Kecamatan Simpangpematang, Senin (25-1).

Peluncuran KTP SIAK dibuka langsung Penjabat Bupati Mesuji Ruswandi Hasan, dan dihadiri seluruh pejabat eselon II dan III di lingkungan pemkab setempat. Selain itu, turut hadir anggota Muspida Kabupaten Mesuji.

Mengawali peluncuran KTP SIAK, Kepala Disdukcapilnakertrans Mesuji Yulianto mengatakan program tersebut merupakan salah satu program yang menjadi pelayanan unggulan kepada masyarakat Mesuji.

Ruswandi Hasan dalam sambutannya mengatakan KTP yang dibuat merupakan KTP SIAK. "Di mana, KTP ini berlaku untuk nasional," kata dia.

Kemudian, kata Ruswandi, dalam pembuatan KTP SIAK hanya dikenakan biaya administrasi Rp12.500/KTP. Dan, tahapan pembuatannya harus melalui RT, RW, kemudian ke kampung seterusnya ke kecamatan. "Dari kecamatan itu sudah ada operatornya. Jadi, tinggal menunggu proses pembuatannya. Untuk berapa hari jadinya, itu disesuikan. Tapi harapannya harus cepat," kata dia.

Selain itu, Ruswandi juga meminta semua perangkat kampung hingga kecamatan terbuka dalam proses pembuatan KTP. "Karena, dari Rp12.500 itu dibagi-bagi. Ada untuk kampung, kecamatan, dan dinas yang membuat KTP. Semua itu ada jatahnya," kata dia.

Ruswandi juga berharap agar kepala kampung benar-benar memperhatikan kelengkapan adminsitrasi pembuatan KTP. "Jangan mudah memberi KTP," ujar dia.

Hal itu dihindari agar tidak digunakan untuk hal negatif atau kriminal. Contohnya, jika seorang meminta dibuatkan KTP dengan status belum kawin, untuk syarat menikah, harus diperiksa dahulu. Jangan sampai, setelah menikah, baru diketahui sudah mempunyai istri dan belum bercerai. "Ini kan akan menjadi masalah. Ini hanya contoh saja," kata dia. n UAN/D-3

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010012701341537
Read On 0 comments

Traffic Light Rusak, Keselamatan Pengendara Terancam

11:30:00 AM
Selasa, 26/01/2010 11:40 WIB

Ardiansyah Lubis - Padang Ekspres

Rusaknya lampu pengatur lalulintas (Traffic Light) di simpang empat Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padangpariaman menyebabkan kekhawatiran masyarakat pengguna jalan. Empat traffic light rusak dan hingga kini belum diperbaiki.

Apalagi arus lalulintas di jalan Padang-Pariaman tersebut cukup padat. Tidak saja kendaraan dari arah Lubuk Alung menuju Pariaman, sebaliknya juga datang dari arah Pasar Pauh KAmbar dan Kecamatan Enam Lingkung.

Dedi, salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Padangpariaman menyatakan, jalur yang harus dilaluinya setiap pagi itu kini dirasakan tidak aman akibat kondisi traffic light yang tidak dapat dijadikan pedoman karena rusak. Alhasil, setiap hendak melewati jalur itu, Dedi selalu meningkatkan kewaspadaan.

"Kalau bisa traffic light tersebut diperbaiki. Kalau seperti ini terus bisa mengancam keselamatan pengendara. Ada juga pengendara yang seenaknya menerobos tanpa memperhatikan pengendara yang datang dari arah berlawanan atau arah lainnya,"ungkap Dedi.

Hal serupa juga dirasakan Afrizal, seorang pengendara roda empat. Dia mengaku harus lebih berhati-hati bila hendak melintasi jalur tersebut.

Pasalnya, meski kondisi traffic light rusak, masih ada juga pengendara sepeda motor dan roda empat yang seenaknya menerobos tanpa memperdulikan pengendara lain. Jelas ini akan sangat beresiko terciptanya kecelakaan. Bila ini dibiarkan, bisa saja terjadi korban.

"Saya berharap agar diperbaiki. Bila lampunya hidup kan, arus lalulintas bisa teratur,"jelas Afrizal.

Meski dikawasan itu dijaga oleh Polantas, dengan kondisi kerusakan traffic light ini tak banyak membantu tugas polisi.

Ditambah lagi tingkah laku sebagian pengendara yang nekat menerobos seenaknya. Akibatnya, bila melewati jalur itu dituntut kehati-hatian dari pengendara.(*)

http://www.padang-today.com/?today=news&id=13055
Read On 0 comments

Masa Depan Lingkungan Terancam Memburuk

11:26:00 AM
2010-01-26

Evaluasi 100 Hari KLH

[JAKARTA] Masa depan lingkungan hidup di Indonesia terancam semakin memburuk, karena bakal bertambah banyaknya industri pertambangan yang akan menanamkan investasinya menyusul berlakunya perjanjian perdagangan bebas ASEAN dan Tiongkok (AC-FTA) awal tahun ini. Kondisi ini lebih diperburuk dengan lemahnya penegakan hukum dan minimnya keberpihakan pemerintah di bidang lingkungan hidup dan lebih mementingkan kepentingan ekonomi atau penanaman modal asing.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Berry Nahdian Forqan, bersama puluhan LSM lainnya yang bergabung dalam Front Oposisi Rakyat Indonesia (FOR-Indonesia), menyikapi program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta, Senin (25/1). Berry mengatakan, liberalisasi perdagangan ASEAN-Tiongkok akan membawa dampak lingkungan yang sangat besar, karena diikuti oleh masuknya investasi si bidang pertambangan yang kemudian meningkatkan pengerukan sumber daya alam.

Menurut dia, saat ini Indonesia tidak memiliki sistem proteksi sumber daya alam sehingga dikhawatirkan kehancuran lingkungan yang sudah di depan mata tinggal menunggu saatnya terjadi bagaikan bom waktu. Dia mencontohkan, kehancuran lingkungan akibat pertambangan bisa terlihat di hampir semua kawasan pertambangan di semua daerah, baik industri yang berskala kecil, menengah, maupun raksasa.


Berorientasi Pasar

Aktivis lingkungan asal Kalimantan Selatan ini mengungkapkan, menyusul perjanjian perdagangan bebas ini, ke depan eksploitasi batu bara akan terus meningkat khususnya pengiriman ke Tiongkok.

Tahun 2003, katanya, ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok yang tercatat hanya 344.000 metriks ton, namun tahun 2009 sudah mencapai angka 13,84 juta metriks ton.

"Dengan sistem neoliberal yang seperti saat ini dan tanpa adanya proteksi lingkungan yang kuat, lingkungan hidup Indonesia yang berujung pada pemiskinan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, FOR-Indonesia dalam pernyataan sikapnya mengkritisi kebijakan pemerintah pimpinan SBY yang selama 5 tahun 99 hari ini, mengeluarkan peraturan yang lebih berorientasi pasar seperti UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pertemuan National Summit, menurut FOR-Indonesia yang menegaskan pentingnya pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur dan investasi pada industri hanya akan menambah beban perusakan lingkungan, eksploitasi sumberdaya alam, penggusuran masyarakat dari sumber kehidupannya.

Lebih lanjut, pengerukan sumber daya alam akan menyebabkan bencana ekologis yang sangat mustahil untuk dihentikan. FOR-Indonesia juga menyampaikan solusi agar Indonesia terhindarkan dari ancaman bencana yang semakin besar seperti dengan mewujudkan keadilan ekologis, yakni hak untuk mendapatkan keadilan antargenerasi yang memperhatikan prinsip keadilan gender. [E-7]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13304
Read On 0 comments

Sebagian Jakarta Barat Mengalami Pemadaman

11:25:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 | 07:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian wilayah di Jakarta Barat Rabu (27/1) ini akan mengalami pemadaman listrik bergilir. Menurut informasi yang dilansir PLN Jaya melalui situs webnya pemadaman ini terkait perluasan dan pemeliharaan jaringan listrik. Pemadaman akan dilakukan antara pukul 09.00 hingga pukul 17.00.

Berikut adalah wilayah yang akan terkena pemadaman:

* Apartemen Kedoya
* Taman Kedoya Baru
* Transit Hotel
* Mesjid Al Kamal
* Taman Kedoya
* Pilar Baru Kebon Jeruk
* Media Indonesia
* Metro TV
* Samping Metro TV
* Komplek Delta Kedoya
* Manunggal
* Adikarya
* Komplek Mutiara
* Puri Indah Blok A
* Apartemen Puri
* Puri Kencana
* Ps Puri Indah
* Puri Indah
* Wisma Puri Indah
* Kampung Kohot Teluk Naga
* PT Pertamina Jl Jampea

NUR ROCHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2010/01/27/brk,20100127-221623,id.html
Read On 0 comments

Pembagian Elpiji Salah Sasaran

11:24:00 AM
Selasa, 26-01-10 | 18:31

Banyak warga mampu turut mendapatkan elpiji yang diperuntukkan bagi warga miskin tersebut. Di pihak lain, beberapa warga miskin yang sebelumnya sudah tercatat justru belum mendapatkan bagian.

Tokoh masyakarat Tanasitolo Wajo, H Maskur, Senin 25 Januari menyatakan pembagian elpiji tersebut tidak tepat sasaran. Warga miskin yang sudah tercatat sebagai penerima, sampai sekarang belum mendapatkan bagian. Anehnya, banyak warga tergolong kaya justru sudah menikmati.

"Pembagian elpiji sudah menyalahi sasaran. Banyak warga mampu telah menerima. Di pihak lain, banyak warga miskin belum mendapatkan. Padahal mereka tercatat sebagai penerima," sesalnya.

Maskur juga mengaku menemukan elpiji beredar di pasaran. Padahal elpiji itu bukan untuk diperjualbelikan. Ada kemungkinan lanjutnya, skenario penyalahgunaan tersebut melibatkan oknum aparat. "Bentuk, warna, dan ukurannya sama persis dengan elpiji yang dibagikan gratis tersebut," ungkapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Wajo, Amran Mahmud mengaku telah berkoordinasi dengan semua camat se-Kabupaten Wajo melakukan pendataan ulang warga miskin penerima elpiji tersebut.

Langkah itu diambil sebagai apresiasi keluhan warga yang menilai pembagian elpiji itu telah salah sasaran.
"Kita sudah berkoordinasi dengan camat untuk melakukan pendataan ulang terkait banyaknya warga yang mengaku belum mendapatkan elpiji. Semua warga miskin dan telah terdaftar harus mendapatkan haknya," tegas Amran. (slm)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=80001
Read On 0 comments

Limbah Plastik Bikin Sukses

11:21:00 AM
Senin, 25 Januari 2010 | 14:03 WIB

Kerja keras dan restu ibu membawa banyak keberuntungan bagi Mohammad Baedowy (36). Mantan bankir ini sukses mengendalikan bisnis pengolahan limbah plastik yang beromzet miliaran rupiah per tahun.

Saya mulai usaha ini dari nol, dari mengumpulkan botol plastik bekas. Saya mendatangi lapak-lapak untuk mendapatkan sampah plastik. Keliling dari depan Pasar Pramuka, Jakarta, sampai ke Karawang dan Cikampek. Itu saya lakukan setiap malam sampai subuh. Besok siangnya, kira-kira jam 11.00, dibantu seorang karyawan, saya menggiling sampah itu menjadi biji plastik," tutur Mohammad Baedowy, pemilik CV Majestic Buana Group kepada Warta Kota di kantornya di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Bekasi, belum lama ini.

Baedowy bersyukur usaha yang dibangunnya sejak tahun 2000 itu kini berkembang pesat. Dia sudah memiliki 80 mitra usaha. Semua mitranya menggunakan mesin penggiling limbah plastik buatan Baedowy. Dalam kerja sama kemitraan itu semua pihak diuntungkan karena Baedowy berkomitmen penuh membeli seluruh hasil produksi para mitranya. Setiap minggu, bapak tiga anak ini mengekspor hasil penggilingan para mitranya ke China.

Simbol sukses yang dicapai Baedowy tampak dari banyaknya piala yang dipajang di meja kerjanya. Terakhir, mantan auditor sebuah bank asing di Jakarta ini terpilih sebagai Wira UKM (Usaha Kecil Menengah) Terbaik Dji Sam Soe 2008-2009.

"Semua penghargaan ini lebih pas diterima oleh istri saya. Kesabarannya luar biasa. Usaha saya kan tidak langsung enak. Semua lewat perjuangan. Pernah ketika bisnis ini mandek, saya terpaksa memulangkan istri dan anak saya ke rumah mertua. Cukup lama, sekitar empat bulan, baru kami bisa berkumpul kembali. Itu terjadi tahun 2001 lalu," ujar suami Ririn Sari Yuniar ini.

Ketika asyik ngobrol dengan Warta Kota, Baedowy kedatangan tamu yang mengaku bernama H Sutedjo, pengusaha kontraktor Telkom. Dia tertarik untuk terjun dalam bisnis pengolahan limbah plastik. Sutedjo mendapat informasi tentang usaha Baedowy dari tayangan televisi.

"Saya sedang mencari usaha lain. Maksudnya, kalau proyek sepi, saya bisa mengalihkan karyawan ke usaha lain. Saya lihat usaha limbah dengan sistem kemitraan ini cocok untuk membangun ekonomi rakyat. Makanya saya ke sini," ujar Sutedjo yang tinggal di Tangerang.

Sang pendobrak

Perjalanan usaha Baedowy cukup berliku. Setelah mengundurkan diri dari Royal Bank Scotland (RBS) tahun 2000, Baedowy membuka usaha limbah plastik dengan modal Rp 50 juta. Uang itu dipakai untuk membeli mesin penggiling dan mobil pikap guna mengangkut limbah plastik.

Namun usaha tersebut tak berjalan seperti harapan. Mesinnya sering rusak. Sementara penjual mesin itu tidak memberikan pelayanan purna jual. Baedowy pusing karena dia juga tidak bisa memperbaiki mesin tersebut. Mau beli mesin baru, tidak punya uang. Mau pinjam uang kepada orangtua malu, sebab sejak awal orangtuanya memang tidak setuju Baedowy terjun dalam bisnis limbah. Mereka justru berharap Baedowy kembali bekerja di kantor.

Di sisi lain, lingkungan bisnis juga tidak ramah terhadap Baedowy. Semua serba tertutup. Pemain lama tidak suka ada pemain baru masuk dalam bisnis limbah plastik. Mereka takut pemain baru merebut sumber bahan baku dan pasarnya. Ini cermin bahwa usaha sampah plastik sangat menggiurkan. Tidak mengherankan bila tidak ada satu pun pemilik penggilingan limbah plastik mau mengajari Baedowy.

"Tapi karena kepepet saya jadi terpacu untuk kreatif. Saya belajar terus sampai akhirnya bisa memperbaiki sendiri mesin yang rusak. Dan, pada akhir tahun 2001, saya malah bisa memodifikasi mesin sendiri," kata akuntan jebolan Universitas Merdeka Malang ini.

Sikap positif Baedowy, selain mampu menjawab tantangan bisnis juga menciptakan peluang bisnis baru. Dia mendobrak lingkungan bisnis yang tertutup dan kaku menjadi terbuka dengan mengembangkan sistem kemitraan. Itu artinya, Baedowy juga bisa menjual mesin pencacah limbah plastik.

Baedowy mengaku, bisnisnya maju pesat setelah dia mengembangkan sisi spritual dalam kehidupannya. Dia menghentikan kebiasaan buruk, seperti berprasangka buruk terhadap Tuhan. Sebaliknya, dia terus berupaya menebarkan kebaikan, antara lain dengan memberi sedekah kepada anak yatim piatu. Tidak kalah pentingnya adalah selalu berusaha mendapatkan restu ibu. "Itu sumber keberuntungan saya," ujarnya. (Herry Sinamarata)

http://www.wartakota.co.id/read/inspirasiusaha/20441
Read On 0 comments

Obat Codein Picu Tingginya Kecelakaan Lalulintas

11:20:00 AM
Selasa, 26/01/2010 11:40 WIB

Nurul Ulfah - detikHealth

London, Obat codein banyak digunakan sebagai obat sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi). Tapi hati-hati jika mengonsumsi obat ini sewaktu berkendaraan karena menjadi penyebab tingginya kecelakaan lalulintas.

Studi di Kanada menyebutkan, codeine adalah salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas karena bisa memicu perasaan kantuk saat menyetir dan juga punya efek candu sama seperti morfin. Jika sudah begitu, bukan hanya nyeri yang hilang, tapi nyawa juga.

Peneliti dari Lakehead University and Northern Ontario School of Medicine, Kanada menganalisis ribuan data kematian akibat kecelakaan lalu lintas sejak tahun 1975.

Dari hasil studi diketahui bahwa hampir 2.100 pengendara yang meninggal dunia akibat kecelakaan ternyata adalah pengonsumsi obat penghilang rasa nyeri ini karena mengandung codeine dalam darahnya.

Selain mengantuk, obat pembunuh rasa nyeri yang lebih dikenal dengan Solpadeine dan Nurofen Plus itu juga ternyata bisa membuat seseorang sering membuat kesalahan dan menghasilkan respons lambat ketika dihadapkan pada sebuah bahaya.

Codein adalah obat yang biasanya diresepkan oleh dokter. Namun dalam dosis kecil, kandungan obat ini juga terdapat dalam parasetamol seperti Solpadeine atau bercampur dengan ibuprofen dalam Nurofen Plus. Obat-obatan tersebut bisa dibeli dengan bebas di apotik dan biasa diminum kapan saja ketika seseorang merasa nyeri atau sakit pada bagian tubuhnya.

Seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (26/1/2010), sekitar 27.000 paket obat yang mengandung codein dijual di Inggris tiap tahunnya. Obat yang punya sedikit efek candu ini dikelaskan setara dengan morfin dan methadone, yang juga punya efek candu.

Umumnya pengendara yang minum obat ini cenderung berkendara cepat dan ceroboh. Pria berisiko 74 persen mengalami kecelakaan sedangkan wanita 42 persen setelah mengonsumsi obat ini. Dalam journal Accident Analysis and Prevention dilaporkan bahwa pengendara muda paling banyak mengalami kecelakaan akibat obat ini.

Tahun lalu, pemerintah Inggris telah memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi pil codein lebih dari 3 hari karena adanya risiko kecanduan. Diperkirakan ada lebih dari 300.000 orang Inggris saat ini mengandalkan obat codein hanya untuk menghilangkan keluhan-keluhan ringan seperti sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi).

(fah/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/26/114024/1286155/763/obat-codein-picu-tingginya-kecelakaan-lalulintas
Read On 0 comments

Perusahaan Iklan Minta Rencana Larangan Iklan Rokok Ditinjau Kembali

11:17:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 | 09:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Badan Pengawas Periklanan, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonseia (PPPI) F.X. Ridwan Handoyo meminta rencana pelarangan iklan rokok ditinjau kembali. “Lebih baik RPP itu divaluasi kembali. Jangan sampai merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Ridwan mengatakan rencana larangan iklan rokok dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Pengendalian Tembakau dipastikan berdampak pada menurunnya jumlah pengiklan rokok. “Pasti akan ada penurunan. Seberapa besar penurunannya, itu kami belum mengetahui,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kementerian Kesehatan berencana mengeluarkan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengendalian Tembakau. Dalam rancangan itu akan diatur tentang larangan iklan, sponsor, dan promosi rokok di media massa. Hal ini tentu membuat gerah para pengiklan rokok di tanah air.

Ridwan mengatakan Rancangan itu pasti akan berbenturan dengan Undang-Undang Penyiaran Pasal 46 ayat 3 (C). Dalam pasal itu dijelaskan iklan rokok yang tidak memperagakan wujud rokok dapat ditampilkan di media massa. “Seharusnya RPP itu dikompromikan dulu dengan UU Penyiaran dan UU Pers,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, iklan rokok sudah sesuai dengan standar yang ada. Pengiklan tidak menampilkan wujud rokok dan di televisi dan radio ditayangkan minimal pukul 9.30 malam. “Selama ini kami memenuhi ketentuan yang ada. Di setiap iklan rokok juga selalu ada peringatan bahaya merokok,” katanya.

PPPI mengaku belum menemukan alternatif untuk pengiklan rokok kalau RPP Pengendalian Tembakau disahkan. Menurut Ridwan perusahaan rokok merupakan perusahaan yang paling banyak mengeluarkan uang buang iklan. Selain itu perusahaan rokok saat ini menjadi sponsor utama kompetisi sepakbola di Indonesia. Kalau sampai RPP disahkan ada kemungkinan akan menggangu jalannya kompetisi.

DANANG WIBOWO

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/01/27/brk,20100127-221640,id.html
Read On 0 comments

Bilqis Butuh Bantuan Koin

11:12:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 | 09:42 WIB

Terserang Penyakit Langka. Hati Rusak, Tak Punya Saluran Empedu

Bilqis Anindya Passa namanya. Bayi berusia 17 bulan itu tergolek lemas di ayunan. Tubuhnya membesar karena penyakit yang dideritanya. Kulitnya juga menghitam dan matanya kekuningan.

Di depan rumahnya, di Jalan Kramatsentiong, Gang Mesjid No E87 F, RT 07/06 Kramat, Senen, Jakarta Pusat, terpasang poster bertuliskan "Koin Cinta Bilqis, A Liver to Live Forever". Harapan hidup bayi ini memang tidak sebesar anak lain yang sehat. Ia menderita penyakit yang jarang diderita kebanyakan bayi, yakni atresia bilier.

"Saluran empedunya tidak ada dan tidak berkembang secara normal, sehingga menyebabkan kerusakan pada hati dan akhirnya terjadi sirosis hati," ujar Dewi Farida (37), ibu Bilqis, kepada Warta Kota di rumahnya Senin (26/1). Dewi dan keluarga masih tinggal di rumah orangtuanya.

Penyakit pada organ hati bayi mungil ini sangat parah dan memasuki tahap kronis. Jika tidak segera diobati, nyawanya mungkin tidak tertolong. Namun, pengobatannya tidak murah, ia harus menjalani transplantasi hati dari orangtuanya yang diperkirakan memakan biaya hingga Rp 1,1 miliar.

Dituturkan Dewi, penyakit anak keduanya ini baru diketahui sekitar dua pekan setelah lahir. Bilqis yang lahir dengan cesar pada 20 Agustus 2008, awalnya menunjukkan tanda kotorannya yang berwarna putih. Tubuhnya juga kuning dan harus dimasukkan ke inkubator.

Saudara ipar Dewi adalah yang pertama mengenali bahwa Bilqis tidak sehat. Bilqis akhirnya diperiksa ke RS Ciptomangunkusumo. "Akhirnya dia harus dioperasi pada umur 50 hari untuk mengangkat saluran empedu kemudian disambung ke usus 12 jari. Setelah di operasi, dicek hatinya sudah hitam dan rusak," ujar ibu rumah tangga ini.

Operasi Kasai (operasi bedah perut untuk menyambung hati ke usus halus) dilakukan di RS Mitra Kelapagading, Jakarta Utara, yang menelan biaya sekitar Rp 110 juta tersebut ternyata tidak bisa menyembuhkan hati Bilqis yang terlahir berkulit putih kemerahan ini. Bayi ini kemudian dirawat di ICU RS Mitra Kelapagading selama sebulan. Ia juga mengeluarkan darah dari mulut dan anusnya.

Dua kuku jari telunjuknya copot karena menggaruk badannya yang gatal akibat racun di tubuhnya. Semakin hari kondisi tubuh Bilqis semakin menurun. Dewi bahkan melakukan terapi akupunktur kepada Bilqis beberapa hari terakhir.

Bayi yang lahir dengan berat 3,4 kg ini hanya bisa makan makanan cair karena ususnya tidak bekerja dengan normal. Makanannya antara lain sayuran yang telah dikukus kemudian diblender dan disaring kembali. ASI dan susu juga tetap menjadi menunya sehari-hari. Saat ditemui wartawan kemarin siang, Dewi tak henti-hentinya menitikkan air mata saat menceritakan kisah anaknya.

Hati bunda

Bilqis harus segera menjalani operasi transplantasi hati, operasi besar yang juga harus mengambil sebagian hati dirinya. "Sebagai seorang ibu, saya akan lakukan apa pun untuk anak saya.Tapi, dari mana mungkin saya dapat uang segitu banyak," tegasnya.

Sayangnya, operasi tidak bisa dilakukan di Indonesia karena kendala dokter ahli dan peralatan operasi yang tak mendukung. Tapi, operasi di Jepang membutuhkan dana sekitar Rp 1,1 miliar.

Untuk mencari dana, Dewi pun terinspirasi dengan kasus Prita Mulyasari yang mencoba mengumpulkan bantuan masyarakat lewat "Koin Prita". Dia berharap ada uluran tangan dari seluruh rakyat Indonesia, bahkan uang koin receh pun ia harapkan.

Istri Doni Ardianta Passa ini memulai penggalangan dana melalui situs jejaring sosial Facebook. Ia memulai sebuah grup dan ternyata responnya sangat baik. Bahkan, sejumlah relawan sudah mulai mengumpulkan dana untuk Bilqis. Saat ini uang yang sudah masuk ke rekeningnya mencapai Rp 90 juta. Dia berharap bantuan masyarakat luas, sebab sang suami hanya karyawan supermarket dengan gaji yang pas-pasan.

"Ini rencana saya. Tapi, saya tidak tahu rencana Tuhan," tutupnya.

Kemarin, Bilqis masih sempat tersenyum dan tertawa, meski lebih banyak menangis. Kakaknya, Ratu Aquila Passa (3), senang dengan hadirnya wartawan. Dia bahkan menunjukkan foto adiknya ketika baru lahir, yang kondisinya jauh sekali.

Nenek Bilqis, Bakti Ningsih (57), mengatakan, penyakit yang diderita cucunya itu hanya terjadi pada 1 banding 15.000 bayi yang lahir. "Dokter pun tidak tahu apa penyebab penyakit itu. Itu kehendak Tuhan. Cucu saya hanya kurang beruntung," pungkasnya. (Ahmad Sabran)

http://www.wartakota.co.id/read/warta/20624
Read On 0 comments

Mau Anak Cerdas? Ajak Interaksi dengan Alam

11:08:00 AM
Selasa, 26 Januari 2010 | 15:24 WIB

KOMPAS.com - Proses tumbuh kembang anak yang baik salah satunya diawali lewat interaksi dengan alam. Selain membuat proses belajar lebih menyenangkan, alam merupakan sarana belajar yang penuh alternatif. Hal ini akan memberi pengaruh positif terhadap kecerdasan emosional sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

"Karena keterbatasan lahan bermain, anak-anak di kota besar lebih suka main video games atau internet. Kecenderungannya anak menjadi individualis, kurang minat baca, dan kurang tahan menghadapi tekanan," kata Seto Mulyadi Psi Msi, psikolog dan pemerhati dunia anak.

Seto atau akrab dipanggil Kak Seto menambahkan, kecerdasan emosional (EQ) sangat penting dan perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena hal ini yang mendasari ketrampilan seseorang di tengah masyarakat kelak.

"Percuma saja memiliki prestasi akademik cemerlang bila anak tak bisa mengelola emosinya, mudah marah, mudah putus asa, angkuh dan sombong," katanya.

Bila kecerdasan mental anak di asah, anak akan memiliki kemampuan untuk menghargai dirinya sendiri atau orang lain, mampu memahami perasaan terdalam orang-orang di sekelilingnya, serta mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

Upaya untuk merangsang potensi kecerdasan anak perlu diupayakan secara optimal sejak dini dengan cara-cara yang penuh cinta dan kasih sayang. "Anak-anak usia dini pada umumnya adalah pembelajar sejati. Mereka sangat suka aktivitas belajar sejauh terkait dengan suasana belajar yang menyenangkan," kata Kak Seto.

Salah satu cara untuk merangsang minat belajar anak adalah dengan mengajak anak bermain dan belajar mengenal alam. Dr.Tan Shot Yen, M.Hum, seorang medical doctor dan praktisi energy healing mengatakan, pada usia dua hingga lima tahun, anak harus lebih banyak dikenalkan pada kegiatan bermain.

"Di usia balita ini, bagian otak yang banyak berkembang adalah bagian otak tengah. Karena itu anak harus dididik dalam suasana penuh kasih sayang. Diajari lebih dekat melihat alam, melihat hewan dan tumbuhan. Jangan jejali anak dengan pelajaran logika dan eksakta, termasuk bahasa asing," katanya.

Bermain di alam bebas dengan suasana yang menyenangkan akan merangsang potensi kecerdasan anak-anak, baik kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan moral dan spiritualnya.

"Anak-anak yang diberi kesempatan untuk bermain akan tumbuh menjadi anak yang punya sikap toleransi dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya," tambah Dr.Tan, penulis buku Saya Pilih Sehat dan Sembuh ini.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/26/15244957/Mau.Anak.Cerdas.Ajak.Interaksi.dengan.Alam
Read On 0 comments

RRC VS Republik Rakyat Google

11:05:00 AM
22/01/2010 - 14:54

A. Dahana

FAREED Zakaria, editor kepala Majalah Newsweek International menyebutnya sebagai real clash of civilization atau benturan budaya yang nyata. Atau, mungkin boleh juga dikatakan sebagai bentuk nyata benturan antara keserakahan kapitalisme dan otoritarianisme Cina.

Itulah julukan yang diberikan atas pertentangan antara Google dan pemerintah Cina yang kini tengah berlangsung dan seluruh dunia tengah menunggu bagaimana masalah itu akan berakhir. Masalahnya dimulai oleh keluhan Google, raksasa pencari informasi di dunia maya yang memulai bisnis di Cina sejak 2006.

Sekitar dua pekan lalu, Google menyampaikan protes kepada pemerintah Cina yang dalam hal ini diwakili oleh sebuah BUMN bernama Baidu. Dalam protes itu Google menyatakan, situs-situs yang mendorong tumbuhnya proses demokratisasi di negeri berpenduduk lebih dari satu milyar itu telah diganggu dan malahan tak berfungsi akibat serangan dari para hackers. Google menduga, serangan itu berasal dari para penyerang yang sebetulnya alat pemerintah Cina.

Intrusi terhadap situs-situs yang dapat ditelusiri dengan menggunakan Google tidak hanya berasal dari Cina, tapi juga berasal dari Iran. Itulah juga yang menjadi kecurigaan bahwa gangguan itu dilakukan para hackers yang disponsori pemerintah Cina. Karena, maklumlah di Iran banyak teknisi Cina yang membantu pengembangan proyek nuklir negeri mullah tersebut. Oleh sebab itulah Google mengancam ia akan hengkang dari Cina andaikata gangguan itu tak dihentikan.

Sebenarnya konflik antara raksasa yang oleh mereka yang sinis disebut “Republik Rakyat Google” dan “Republik Rakyat Cina” sudah diduga sejak awal. Ketika Google mulai beroperasi di sana sejak 2006, ia tunduk pada tekanan pemerintah Cina yang menerapkan sensor-sensor keras atas beberapa situs tertentu. Di Cina, orang tak akan dapat menemukan info tentang 'demokrasi', 'pembantaian Tiananmen', 'Dalai Lama' dengan menggunakan Google lantaran sensor dan pemblokiran oleh pemerintah.

Daftar itu kian panjang dengan terjadinya kerusuhan di Tibet dan Xinjiang. Malahan, dalam beberapa bulan terakhir ini para penguasa Cina juga telah memblokir You tube dan Video Sharing. Oleh karena itulah para pengamat mengatakan konflik antara Google dan pemerintah Cina bakal terjadi dan hanya menunggu waktu. Dan, itulah yang sekarang terjadi.

Google dan Cina merupakan bentrokan antara dua prinsip yang berbeda atas dasar alasan serupa. Google berpegang pada prinsip keharusan menjamin kemerdekaan berbicara dan mengeluarkan pendapat sesuai asas demokrasi.

Para penguasa Cina (baca: Partai Komunis Cina) berpegang pada prinsip bahwa demi memelihara keamanan dan ketertiban harus ada batas-batas tertentu atas kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi.

Jadi, sebenarnya kedua pihak memegang prinsip itu atas dasar asas yang sama, yakni kepentingan publik. Hanya saja, Google berprinsip pada hak setiap orang untuk memperolah informasi apapun, sedangkan pemerintah Cina berpegang pada pendapat bahwa ada beberapa informasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Karena itu info semacam itu harus dibendung.

Karena adanya insiden serangan terhadap situs-situs tertentu itu, Google mengancam ia akan hengkang dari Cina mulai Februari. Sebegitu jauh pemeritah Cina kelihatannya tak peduli. Seorang juru biara pemeritah menolak kalau serangan cyber itu, kalau memang ada, berasal dari Cina. Ia hanya mengatakan bahwa sensor dan blocking atas situs-situs tertentu yang tak cocok untuk rakyat Cina sudah menjadi kesepakatan antara kedua pihak ketika Google boleh mulai beropersi di Cina.

Juru bicara Cina juga mngatakan perjanjian dengan Google didasarkan pada praktek kerjasama bisnis yang lazim antara perusahaan asing dengan mitra lokal. Belum jelas benar kalau pernyataan Google untuk hengkang dari Cina itu merupakan ancaman serius atau taktik dagang.

Maklumlah, laba yang diraupnya dari iklan di pasar Cina yang begitu luas itu sangat besar. Ia mempekerjakan lebih dari 700 orang dan marjin keuntungan yang lebih dari $300 juta/tahun.

Keuntungan itu diperoleh dari para pengguna web di Cina yang jumlahnya lebih dari 300 juta. Namun, naga-naganya langkah Google itu kelihatannya serius. Kalau saja itu taktik dagang, yakni menuntut pembagian kuntungan yang lebih besar, itu pasti disampaikan secara rahasia. Ujung-ujungnya akan ada negosiasi yang tentu saja bakal menguntungkan kedua belah pihak.

Keseriusan itu dibuktikan oleh pernyataan Google yang mengatakan, ia akan merundingkan lagi masalah sensor dan pemblokiran itu dengan pemerintah Cina. Mungkin juga telinga Google sudah mulai panas lantaran munculnya kritik yang umumnya muncul di dunia Barat, bahwa perusahaan internet itu telah menjual diri dengan tunduk kepada kemauan penguasa Cina, demi dolar yang berlimpah.

Penulis adalah pengamat Cina [mor]

http://www.inilah.com/news/read/celah/2010/01/22/298691/rrc-vs-republik-rakyat-google/
Read On 0 comments

Parkir, Bocor di Mana-mana

10:53:00 AM
Selasa, 26-01-10 | 21:08

PERPARKIRAN kota Makassar masih menyimpan banyak masalah. Mulai dari tingginya angka kebocoran, menjamurnya parkir liar, sampai penataan dan pengelolaan yang masih penuh sorotan.

Akibatnya, pendapatan asli daerah (PAD) yang seharusnya cukup besar tak bisa dimaksimalkan. Memang, dari tahun ke tahun target PAD yang mencapai miliaran rupiah bisa tercapai. Tapi dibandingkan potensi dan jumlah titik parkir yang ada, jumlah capaian sebenarnya jauh dari memuaskan.

Jika dihitung dengan kalkulasi sederhana, akan gamblang patokan target sebenarnya terlalu kecil. Sekaligus membuktikan potensi kebocoran yang tinggi terkesan dibiarkan saja. Asumsinya, andai saja 715 titik parkir di kota ini setiap hari menyetor Rp 20 ribu saja atau menyetor retribusi dari 20 motor,
maka pemasukan dalam setahun sudah mencapai Rp 5.219.500.000.

Angka ini tentu sudah melampaui target PAD parkir tahun ini yang hanya Rp 4.750.000.000.
Itu hanya kalkulasi sederhana saja. Sebab jika melihat potensi parkir di seluruh kota ini, setiap titik parkir selalu padat dengan kendaraan, baik motor maupun mobil. Contoh sederhana di sekitar kantor samsat Jalan Mappanyukki dan di Jalan Boulevard, sekitar Mal Panakkukang.

Di kedua titik ini, bukan puluhan kendaraan yang parkir setiap hari melainkan ratusan atau bisa jadi sampai seribuan kendaraan.
Artinya kalau sudah sampai 200 motor saja, itu sudah Rp 200.000 per harinya. Jadi kalau setoran hanya Rp 20 ribu saja, maka terjadi kebocoran hingga Rp 180 ribu.

Persoalannya kemudian, pihak PD Parkir terkesan dimainkan pengusaha atau pelaku parkir.
Di tempat tertentu, PD Parkir melegalkan tidak adanya penggunaan karcis sebagai bentuk pertanggungjawaban berapa besar sebenarnya uang yang masuk di titik parkir ini. Di Jalan Boulevard misalnya.

PD Parkir melalui direkturnya, Aryanto Damar, juga mengakui hal ini. "Memang tidak pakai karcis di tempat tertentu," katanya, Senin, 25 Januari.

Langkah ini diambil lantaran pihak PD Pasar selalu dipermainkan pelaku parkir. "Awalnya kita mewajibkan menggunakan karcis. Tapi ternyata, kalau menggunakan karcis, kita kalah. Makanya kita ubah (tidak menggunakan karcis, red) dan hasilnya kita bisa capai kenaikan signifikan," katanya.

Kepada Fajar, ia membeberkan kelemahan penggunaan karcis pada tempat tertentu. Misalnya kata dia karcis diambil satu blok, saat dikembalikan untuk dilaporkan, ternyata pengusaha parkir hanya menyetor sangat sedikit yang disesuaikan jumlah karcis yang digunakan. Bahkan ada yang tidak sampai setengah blok. Sementara kondisi di lapangan lahan parkir sesak kendaraan.

"Apalagi kan kalau karcis itu pembagiannya fifty-fifty. Makanya kita langsung memberikan target per titik saja. Namun tentu saja itu melalui studi sebab memang kita sudah bisa mengetahui keuntungan masing-masing," kata Aryanto.

Kebocoran inilah yang membuat PAD dari sektor parkir menjadi tergerus. Pertanyaannya kemudian, kenapa PD Parkir Makassar Raya tidak melakukan tindakan tegas terhadap pengelola parkir nakal yang mencoba mengibuli mereka saat harus menggunakan karcis.

"Kita selaku perusahaan daerah memang dituntut semakin profesional. Makanya kita ada program skala besar. Baik itu dengan melakukan penguatan kelembagaan, dan sistem informasi keuangan yang akurat, serta memperkuat pengawasan. Kita kini melakukan operasi rutin dan operasional khusus," katanya seraya menambahkan bahwa untuk pola pemungutan retribusi, setiap hari dilakukan oleh kolektor.

Keesokan harinya setelah dipungut, kolektor menyetor hasilnya ke PD Parkir selanjutnya PD Parkir memasukkannya ke kas daerah. (tim)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=80020
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts