Bakteri Diare Menyebar Lewat Udara
5:10:00 PM
Minggu, 30/05/2010 10:01 WIB
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Leeds, Bakteri penyebab diare menyebar lebih mudah dari yang diketahui sebelumnya. Tidak hanya lewat kotoran manusia, bakteri tersebut ternyata bisa menyebar lewat udara.
Dikutip dari HealthDay, Minggu (30/5/2010), fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian di University of Leeds. Ulasannya juga dimuat di The New York Times.
Bakteri Clostridium difficile (C. difficile) adalah pemicu diare, salah satu infeksi paling mematikan yang terjadi di saluran pencernaan. Selama ini, kontak langsung dengan kotoran penderita diketahui sebagai satu-satunya cara penularan.
Kontak langsung saja sudah cukup mudah menularkan bakteri tersebut, sehingga pasien diare selalu diisolasi saat dirawat oleh rumah sakit. Tempat isolasi pun harus selalu dipastikan bersih dan steril.
Namun ternyata dalam pengamatan terhadap 50 pasien, penularan bakteri tersebut mejadi lebih mudah lagi ketika infeksinya semakin aktif. C. difficile bisa hidup di udara, dan hinggap di tempat-tempat yang bisa disentuh tangan manusia.
Hal ini menjadi tantangan bagi tempat-tempat layanan kesehatan, untuk lebih cermat menangani pasien diare. Kontrol terhadap infeksi nosokomal (infeksi yang terjadi di rumah sakit) harus diperketat.
Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit
AS (CDC) mengimbau rumah sakit untuk sesegera mungkin mengisolasi pasien diare. Selain itu kebersihan ruang isolasi juga lebih diprioritaskan.
Meskipun begitu, Dr. L. Clifford McDonald dari CDC juga mengimbau agar hasil penelitian ini tidak disikapi berlebihan. Selain karena isolasi pasien diare sudah menjadi standar dari dulu, kontaminasi paling tinggi tetap terjadi melalui kontak langsung dengan kotoran.
(up/ir)
http://health.detik.com/read/2010/05/30/100109/1366065/763/bakteri-diare-menyebar-lewat-udara?l991101755
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Leeds, Bakteri penyebab diare menyebar lebih mudah dari yang diketahui sebelumnya. Tidak hanya lewat kotoran manusia, bakteri tersebut ternyata bisa menyebar lewat udara.
Dikutip dari HealthDay, Minggu (30/5/2010), fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian di University of Leeds. Ulasannya juga dimuat di The New York Times.
Bakteri Clostridium difficile (C. difficile) adalah pemicu diare, salah satu infeksi paling mematikan yang terjadi di saluran pencernaan. Selama ini, kontak langsung dengan kotoran penderita diketahui sebagai satu-satunya cara penularan.
Kontak langsung saja sudah cukup mudah menularkan bakteri tersebut, sehingga pasien diare selalu diisolasi saat dirawat oleh rumah sakit. Tempat isolasi pun harus selalu dipastikan bersih dan steril.
Namun ternyata dalam pengamatan terhadap 50 pasien, penularan bakteri tersebut mejadi lebih mudah lagi ketika infeksinya semakin aktif. C. difficile bisa hidup di udara, dan hinggap di tempat-tempat yang bisa disentuh tangan manusia.
Hal ini menjadi tantangan bagi tempat-tempat layanan kesehatan, untuk lebih cermat menangani pasien diare. Kontrol terhadap infeksi nosokomal (infeksi yang terjadi di rumah sakit) harus diperketat.
Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit
AS (CDC) mengimbau rumah sakit untuk sesegera mungkin mengisolasi pasien diare. Selain itu kebersihan ruang isolasi juga lebih diprioritaskan.
Meskipun begitu, Dr. L. Clifford McDonald dari CDC juga mengimbau agar hasil penelitian ini tidak disikapi berlebihan. Selain karena isolasi pasien diare sudah menjadi standar dari dulu, kontaminasi paling tinggi tetap terjadi melalui kontak langsung dengan kotoran.
(up/ir)
http://health.detik.com/read/2010/05/30/100109/1366065/763/bakteri-diare-menyebar-lewat-udara?l991101755
YLKI: Alasan Pemerintah Tidak Jelas
5:00:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010 | 15:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai alasan pemerintah tidak jelas dalam menetapkan kebijakan pembatasan premium bagi roda dua. Hal tersebut diungkapkan Ketua YLKI Sudaryatmo saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (27/5/2010) di Kantor YLKI, Jakarta.
"Pemerintah ini tidak jelas. Dia melemparkan statement, tapi masih jadi wacana. Kalau sudah ada polemik baru menghindar," ucapnya kepada Kompas.com.
Sudaryatmo juga mengaku, selama ini jika ada kebijakan pemerintah terkait minyak dan gas (migas), YLKI pasti dilibatkan untuk berdialog. "Tapi untuk yang sekarang secara formal kami masih belum diikutsertakan," ujarnya.
Sudaryatmo menilai wacana seperti itu hanya akan membuang energi masyarakat. YLKI juga belum akan melakukan tindakan apa pun terkait wacana pembatasan premium ini.
"Lho, karena masih wacana ya kami bisa apa. Ini kan masih belum jelas, kecuali kalau sudah ditetapkan, bisa saja dituntut," ujarnya.
Selain itu, dia meminta pemerintah jangan terus berwacana karena tugas pemerintah sebenarnya adalah membuat kebijakan.
"Kebijakan yang ditetapkan juga harus bersifat partisipatif dan memenuhi kepentingan publik," ujarnya.
Adapun kebijakan pembatasan premium bagi kendaraan beroda berembus kemarin oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rencananya, kebijakan tersebut rampung pada Juni dan efektif diberlakukan pada Agustus.
http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/05/27/15093929/YLKI.Alasan.Pemerintah.Tidak.Jelas
JAKARTA, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai alasan pemerintah tidak jelas dalam menetapkan kebijakan pembatasan premium bagi roda dua. Hal tersebut diungkapkan Ketua YLKI Sudaryatmo saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (27/5/2010) di Kantor YLKI, Jakarta.
"Pemerintah ini tidak jelas. Dia melemparkan statement, tapi masih jadi wacana. Kalau sudah ada polemik baru menghindar," ucapnya kepada Kompas.com.
Sudaryatmo juga mengaku, selama ini jika ada kebijakan pemerintah terkait minyak dan gas (migas), YLKI pasti dilibatkan untuk berdialog. "Tapi untuk yang sekarang secara formal kami masih belum diikutsertakan," ujarnya.
Sudaryatmo menilai wacana seperti itu hanya akan membuang energi masyarakat. YLKI juga belum akan melakukan tindakan apa pun terkait wacana pembatasan premium ini.
"Lho, karena masih wacana ya kami bisa apa. Ini kan masih belum jelas, kecuali kalau sudah ditetapkan, bisa saja dituntut," ujarnya.
Selain itu, dia meminta pemerintah jangan terus berwacana karena tugas pemerintah sebenarnya adalah membuat kebijakan.
"Kebijakan yang ditetapkan juga harus bersifat partisipatif dan memenuhi kepentingan publik," ujarnya.
Adapun kebijakan pembatasan premium bagi kendaraan beroda berembus kemarin oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rencananya, kebijakan tersebut rampung pada Juni dan efektif diberlakukan pada Agustus.
http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/05/27/15093929/YLKI.Alasan.Pemerintah.Tidak.Jelas
Mengucilkan Orang Kusta Tanda Masyarakat 'Sakit'
5:00:00 PM
Kamis, 27/05/2010 13:16 WIB
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tangerang, Stigma negatif terhadap penyakit kusta atau lepra seharusnya sudah dibuang jauh-jauh. Bukan saatnya lagi penderita atau mantan penderita kusta dikucilkan. Mengucilkan orang kusta adalah pertanda masyarakatnya 'sakit'.
"Ketika penderita kusta dikucilkan, maka sebetulnya ada 2 pihak yang sakit. Pertama, penderita yang memang sakit kusta. Kedua, masyarakat itu sendiri juga sakit," ungkap dr J.P. Handoko Soewono, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan RS Kusta Sitanala Tangerang saat ditemui detikHealth di RS Kusta Sitanala, Jl Dr Sitanala Tangerang, Rabu (26/5/2010).
Menurut dr Handoko, kurangnya informasi yang benar membuat stigma itu tetap terpelihara lama. Sampai-sampai muncul ketakutan berlebihan pada kusta atau Leprofobi.
Masyarakat menjadi takut tertular, tidak mau menerima hasil karya dari penderita kusta dan yang lebih parah mengucilkan penderita kusta dari setiap segi kehidupan sosial.
Karena perlakuan diskriminatif yang seperti itu, penderita kusta menjadi takut diketahui jika menyandang kusta, takut mendekati orang sehat dan lebih suka berada dalam kelompoknya sendiri.
Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae (M.leprae). Penyakit ini ditemukan pada tahun 1879 oleh G.H.A. Hansen sehingga disebut juga Hansen Disease.
dr Handoko yang telah menangani kusta sejak tahun 1980 mengungkapkan sejumlah stigma dan anggapan yang ternyata tidak sesuai dengan fakta ilmiah. Beberapa stigma negatif itu di antaranya adalah:
1. Tidak bisa disembuhkan
Kusta merupakan penyakit kuno yang sudah dikenal di China, Mesir dan India sejak zaman prasejarah. Penyakit ini banyak disebutkan di berbagai kitab suci maupun arsip sejarah. Sebuah arsip sejarah yang ditulis tahun 600 SM tercatat sebagai arsip tertua yang menyebutkan penyakit kusta.
Pada masa itu, penyakit kusta ibarat suratan takdir yang tidak bisa dilawan. Karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan, penderita akan menghabiskan sisa hidupnya bersama penyakit kronis tersebut dan bahkan kadang-kadang dikucilkan agar tidak menularkan penyakitnya.
Baru pada tahun 1981, WHO merekomendasikan kombinasi dapsone, rifampisin dan klofazimin sebagai standard pengobatan kusta masa kini. Kombinasi yang kini dikenal sebagai Multiple Drug Therapy (MDT) ini didistribusikan secara gratis oleh WHO ke seluruh dunia.
"WHO menjamin kemanjuran MDT. Dalam 2x24 jam, penderita kusta sudah bersih di permukaan dan tidak mungkin menularkan penyakitnya. Pengobatan selanjutnya tinggal membersihkan bakteri yang bersembunyi di syaraf," terang dr Handoyo.
2. Menyebabkan cacat fisik
Ada 2 lokasi yang diserang oleh penyakit kusta, yakni kulit dan syaraf. Pada kulit menyebabkan bercak-bercak yang terkadang mirip kudis ataupun panu dan bersifat semntara. Bercak tersebut terasa agak baal (kebal atau mati rasa) dibandingkan permukaan kulit yang lain di sekitarnya.
Sementara gejala yang lebih parah akan muncul ketika infeksi bakteri telah mencapai saraf yang bersifat permanen. Di antaranya adalah kekakuan otot terutama di jemari, serta sensasi baal atau mati rasa pada area yang lebih luas.
Tangan dan kaki merupakan organ yang paling sering mengalami baal atau mati rasa permanen. Padahal bagian tersebut banyak digunakan untuk beraktivitas, sehingga rentan mengalami luka.
Dengan kondisi semacam itu penderita kusta tidak akan sadar ketika kakinya menginjak paku, tangannya tertusuk jarum maupun terbakar puntung rokok.
Luka yang tidak disadari semacam ini umumnya berkembang menjadi infeksi yang parah, dan menyebabkan kerusakan atau cacat di bagian tersebut. Jadi efek cacat tersebut didapat secara tidak langsung.
3. Mudah menular
Hingga kini, cara penularan penyakit kusta memang belum diketahui pasti. Namun diduga, bakteri M. Leprae menular melalui pernapasan dan kontak kulit. dr Handoyo mengatakan, bakteri tersebut bisa mencemari udara hingga radius 6 meter dari seorang penderita.
Namun ilmu pengetahuan juga mengungkap bahwa infeksi bakteri M. Leprae hanya terjadi pada orang yang punya kelainan pada sistem kekebalan alami tubuh. Seorang bisa tertular kusta jika memiliki sistem imunitas yang tidak sempurna, atau bahkan tidak punya sama sekali.
Secara keseluruhan, kelainan semacam itu hanya terjadi pada sekitar 3,5 persen populasi manusia di seluruh dunia. Ini berarti 96,5 persen manusia sebetulnya kebal terhadap penyakit kusta, dan tidak mungkin tertular.
4. Penyakit orang miskin
Kemiskinan erat kaitannya dengan gizi masyarakat, faktor paling dominan yang menyebabkan kelainan sistem kekebalan tubuh pada endemi kusta. Namun demikian, gizi dan kemiskinan bukan satu-satunya faktor pemicu. Meski tidak dominan, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan kelainan pada sistem pertahanan tubuh.
Salah satunya adalah upaya menghentikan kehamilan yang tidak diinginkan, baik dengan obat maupun cara lain. Upaya-upaya semacam itu seringkali mengakibatkan bayi lahir dengan kecacatan, termasuk pada sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terinfeksi kusta.
Stop diskriminasi kusta! Kusta bisa disembuhkan.
(up/ir)
http://health.detik.com/read/2010/05/27/131607/1365098/775/mengucilkan-orang-kusta-tanda-masyarakat-sakit?l991101755
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tangerang, Stigma negatif terhadap penyakit kusta atau lepra seharusnya sudah dibuang jauh-jauh. Bukan saatnya lagi penderita atau mantan penderita kusta dikucilkan. Mengucilkan orang kusta adalah pertanda masyarakatnya 'sakit'.
"Ketika penderita kusta dikucilkan, maka sebetulnya ada 2 pihak yang sakit. Pertama, penderita yang memang sakit kusta. Kedua, masyarakat itu sendiri juga sakit," ungkap dr J.P. Handoko Soewono, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan RS Kusta Sitanala Tangerang saat ditemui detikHealth di RS Kusta Sitanala, Jl Dr Sitanala Tangerang, Rabu (26/5/2010).
Menurut dr Handoko, kurangnya informasi yang benar membuat stigma itu tetap terpelihara lama. Sampai-sampai muncul ketakutan berlebihan pada kusta atau Leprofobi.
Masyarakat menjadi takut tertular, tidak mau menerima hasil karya dari penderita kusta dan yang lebih parah mengucilkan penderita kusta dari setiap segi kehidupan sosial.
Karena perlakuan diskriminatif yang seperti itu, penderita kusta menjadi takut diketahui jika menyandang kusta, takut mendekati orang sehat dan lebih suka berada dalam kelompoknya sendiri.
Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae (M.leprae). Penyakit ini ditemukan pada tahun 1879 oleh G.H.A. Hansen sehingga disebut juga Hansen Disease.
dr Handoko yang telah menangani kusta sejak tahun 1980 mengungkapkan sejumlah stigma dan anggapan yang ternyata tidak sesuai dengan fakta ilmiah. Beberapa stigma negatif itu di antaranya adalah:
1. Tidak bisa disembuhkan
Kusta merupakan penyakit kuno yang sudah dikenal di China, Mesir dan India sejak zaman prasejarah. Penyakit ini banyak disebutkan di berbagai kitab suci maupun arsip sejarah. Sebuah arsip sejarah yang ditulis tahun 600 SM tercatat sebagai arsip tertua yang menyebutkan penyakit kusta.
Pada masa itu, penyakit kusta ibarat suratan takdir yang tidak bisa dilawan. Karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan, penderita akan menghabiskan sisa hidupnya bersama penyakit kronis tersebut dan bahkan kadang-kadang dikucilkan agar tidak menularkan penyakitnya.
Baru pada tahun 1981, WHO merekomendasikan kombinasi dapsone, rifampisin dan klofazimin sebagai standard pengobatan kusta masa kini. Kombinasi yang kini dikenal sebagai Multiple Drug Therapy (MDT) ini didistribusikan secara gratis oleh WHO ke seluruh dunia.
"WHO menjamin kemanjuran MDT. Dalam 2x24 jam, penderita kusta sudah bersih di permukaan dan tidak mungkin menularkan penyakitnya. Pengobatan selanjutnya tinggal membersihkan bakteri yang bersembunyi di syaraf," terang dr Handoyo.
2. Menyebabkan cacat fisik
Ada 2 lokasi yang diserang oleh penyakit kusta, yakni kulit dan syaraf. Pada kulit menyebabkan bercak-bercak yang terkadang mirip kudis ataupun panu dan bersifat semntara. Bercak tersebut terasa agak baal (kebal atau mati rasa) dibandingkan permukaan kulit yang lain di sekitarnya.
Sementara gejala yang lebih parah akan muncul ketika infeksi bakteri telah mencapai saraf yang bersifat permanen. Di antaranya adalah kekakuan otot terutama di jemari, serta sensasi baal atau mati rasa pada area yang lebih luas.
Tangan dan kaki merupakan organ yang paling sering mengalami baal atau mati rasa permanen. Padahal bagian tersebut banyak digunakan untuk beraktivitas, sehingga rentan mengalami luka.
Dengan kondisi semacam itu penderita kusta tidak akan sadar ketika kakinya menginjak paku, tangannya tertusuk jarum maupun terbakar puntung rokok.
Luka yang tidak disadari semacam ini umumnya berkembang menjadi infeksi yang parah, dan menyebabkan kerusakan atau cacat di bagian tersebut. Jadi efek cacat tersebut didapat secara tidak langsung.
3. Mudah menular
Hingga kini, cara penularan penyakit kusta memang belum diketahui pasti. Namun diduga, bakteri M. Leprae menular melalui pernapasan dan kontak kulit. dr Handoyo mengatakan, bakteri tersebut bisa mencemari udara hingga radius 6 meter dari seorang penderita.
Namun ilmu pengetahuan juga mengungkap bahwa infeksi bakteri M. Leprae hanya terjadi pada orang yang punya kelainan pada sistem kekebalan alami tubuh. Seorang bisa tertular kusta jika memiliki sistem imunitas yang tidak sempurna, atau bahkan tidak punya sama sekali.
Secara keseluruhan, kelainan semacam itu hanya terjadi pada sekitar 3,5 persen populasi manusia di seluruh dunia. Ini berarti 96,5 persen manusia sebetulnya kebal terhadap penyakit kusta, dan tidak mungkin tertular.
4. Penyakit orang miskin
Kemiskinan erat kaitannya dengan gizi masyarakat, faktor paling dominan yang menyebabkan kelainan sistem kekebalan tubuh pada endemi kusta. Namun demikian, gizi dan kemiskinan bukan satu-satunya faktor pemicu. Meski tidak dominan, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan kelainan pada sistem pertahanan tubuh.
Salah satunya adalah upaya menghentikan kehamilan yang tidak diinginkan, baik dengan obat maupun cara lain. Upaya-upaya semacam itu seringkali mengakibatkan bayi lahir dengan kecacatan, termasuk pada sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terinfeksi kusta.
Stop diskriminasi kusta! Kusta bisa disembuhkan.
(up/ir)
http://health.detik.com/read/2010/05/27/131607/1365098/775/mengucilkan-orang-kusta-tanda-masyarakat-sakit?l991101755
Warga Desa Hidup Lebih Lama
4:59:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010 10:30 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
INGIN hidup lebih lama? Cobalah pindah ke daerah pedesaan. Penduduk desa, menurut sebuah studi dari Badan Statistik Nasional Inggris (Office for National Statistics), dua tahun hidup lebih lama dibandingkan warga yang hidup di daerah perkotaan.
Meskipun Anda miskin dan hidup di daerah pedesaan, menurut studi ini, Anda cenderung hidup lebih lama dibandingkan warga kota dengan penghasilan lebih besar. Temuan ini mendukung bukti lama bahwa angka harapan hidup tertinggi dipegang oleh warga di area pedesaan yang lebih makmur.
Selain itu, kehidupan di pedesaan cenderung bertahan lebih lama dibandingkan kehidupan di daerah pinggiran kota.
Secara umum, lelaki yang hidup di pedesaan cenderung hidup antara 78 dan 79 tahun. Sedang angka harapan hidup lelaki di perkotaan hanya mencapai 76. Perempuan di perkotaan rata-rata bertahan hingga 81, tapi di pedesaan perempuan hidup hingga antara 82 dan 83 tahun.
Apa penyebabnya? Udara bersih, ruangan terbuka lebar yang bisa digunakan untuk berolahraga dan gaya hidup yang lebih sehat merupakan faktor di belakang lebih tingginya angka harapan hidup di pedesaan.
"Ketersediaan udara bersih, lingkungan hijau dan kesempatan berolahraga di ruang terbuka diyakini mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan," terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (27/5). Selain itu, menurut laporan tersebut, area pedesaan jarang mengalami kekurangan. (IK/OL-5)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/05/27/2628/2/Warga-Desa-Hidup-Lebih-Lama
Penulis : Ikarowina Tarigan
INGIN hidup lebih lama? Cobalah pindah ke daerah pedesaan. Penduduk desa, menurut sebuah studi dari Badan Statistik Nasional Inggris (Office for National Statistics), dua tahun hidup lebih lama dibandingkan warga yang hidup di daerah perkotaan.
Meskipun Anda miskin dan hidup di daerah pedesaan, menurut studi ini, Anda cenderung hidup lebih lama dibandingkan warga kota dengan penghasilan lebih besar. Temuan ini mendukung bukti lama bahwa angka harapan hidup tertinggi dipegang oleh warga di area pedesaan yang lebih makmur.
Selain itu, kehidupan di pedesaan cenderung bertahan lebih lama dibandingkan kehidupan di daerah pinggiran kota.
Secara umum, lelaki yang hidup di pedesaan cenderung hidup antara 78 dan 79 tahun. Sedang angka harapan hidup lelaki di perkotaan hanya mencapai 76. Perempuan di perkotaan rata-rata bertahan hingga 81, tapi di pedesaan perempuan hidup hingga antara 82 dan 83 tahun.
Apa penyebabnya? Udara bersih, ruangan terbuka lebar yang bisa digunakan untuk berolahraga dan gaya hidup yang lebih sehat merupakan faktor di belakang lebih tingginya angka harapan hidup di pedesaan.
"Ketersediaan udara bersih, lingkungan hijau dan kesempatan berolahraga di ruang terbuka diyakini mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan," terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (27/5). Selain itu, menurut laporan tersebut, area pedesaan jarang mengalami kekurangan. (IK/OL-5)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/05/27/2628/2/Warga-Desa-Hidup-Lebih-Lama
Sekolah Berstandar Internasional Tidak Boleh Eksklusif
4:58:00 PM
Rabu, 26 Mei 2010, 19:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengingatkan sekolah berstandar internasional atau rintisan sekolah berstandar internasional tidak boleh eksklusif.
"Jika sampai memposisikan diri sebagai sekolah eksklusif, maka akan menimbulkan kecemburuan di masyarakat," katanya usai mendampingi Wakil Presiden Boediono pada silaturahmi dengan kalangan SMA/SMK Kota Denpasar, Bali, Rabu.
Pernyataan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu terkait adanya usulan agar Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003 diamandemen, karena dinilai telah mendorong daerah membentuk rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan sekolah berstandar internasional (SBI) yang menciptakan kastanisasi dalam dunia pendidikan.
Menurut dia, spektrum sekolah di Indonesia sangat luas, sementara di lain pihak Bangsa Indonesia dihadapkan pada kebutuhan akan sekolah-sekolah berstandar internasional. Yang terpenting, kata menteri, SBI tidak boleh menjadi eksklusif, tetapi harus terbuka untuk semua siswa tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarganya.
"Inti dari semua ini adalah agar SBI tidak menjadi eksklusif untuk siapa pun, tetapi harus terbuka, jangan hanya untuk orang kaya, tetapi untuk semua masyarakat. Jika SBI hanya menjaring siswa-siswi dari kalangan orang kaya, akan menimbulkan kecemburuan," katanya.
Hal itu juga terkait dengan rencana Kementerian Pendidikan Nasional mengevaluasi RSBI untuk memantau mutu RSBI, sekaligus menanggapi banyaknya keluhan masyarakat mengenai penarikan dana yang terlalu tinggi oleh RSBI.
Sedangkan tentang hasil ujian nasional (UN), mendiknas mengatakan hingga saat ini proses evaluasi belum selesai karena harus dilakukan menyeluruh.
"Evaluasi masih berjalan, dan dilakukan menyeluruh, yakni tidak hanya terhadap hasil ujian nasional (UN) SBI, tetapi juga dari sisi pembiayaan. Karena kalau saya baca dari keluhan masyarakat selama ini, SBI selalu kaitannya dengan mahal. Padahal tujuan utama SBI kaitannya dengan mutu," katanya.
Mengenai adanya usulan agar UU Sisdiknas diamandemen, menurut dia UU tersebut tidak perlu diamandemen jika hendak melakukan pengevaluasian terhadap program SBI dan RSBI.
"Revisi UU itu akan mencerminkan sebenarnya hal itu dibutuhkan atau tidak. Jika memang mencerminkan kebutuhan, kita buat UU yang baru tanpa harus merevisi UU Sisdiknas yang sudah ada," kata Mohammad Nuh.
Red: taufik rachman
Sumber: antara
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/05/26/117317-sekolah-berstandar-internasional-tidak-boleh-eksklusif
REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengingatkan sekolah berstandar internasional atau rintisan sekolah berstandar internasional tidak boleh eksklusif.
"Jika sampai memposisikan diri sebagai sekolah eksklusif, maka akan menimbulkan kecemburuan di masyarakat," katanya usai mendampingi Wakil Presiden Boediono pada silaturahmi dengan kalangan SMA/SMK Kota Denpasar, Bali, Rabu.
Pernyataan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu terkait adanya usulan agar Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003 diamandemen, karena dinilai telah mendorong daerah membentuk rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan sekolah berstandar internasional (SBI) yang menciptakan kastanisasi dalam dunia pendidikan.
Menurut dia, spektrum sekolah di Indonesia sangat luas, sementara di lain pihak Bangsa Indonesia dihadapkan pada kebutuhan akan sekolah-sekolah berstandar internasional. Yang terpenting, kata menteri, SBI tidak boleh menjadi eksklusif, tetapi harus terbuka untuk semua siswa tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarganya.
"Inti dari semua ini adalah agar SBI tidak menjadi eksklusif untuk siapa pun, tetapi harus terbuka, jangan hanya untuk orang kaya, tetapi untuk semua masyarakat. Jika SBI hanya menjaring siswa-siswi dari kalangan orang kaya, akan menimbulkan kecemburuan," katanya.
Hal itu juga terkait dengan rencana Kementerian Pendidikan Nasional mengevaluasi RSBI untuk memantau mutu RSBI, sekaligus menanggapi banyaknya keluhan masyarakat mengenai penarikan dana yang terlalu tinggi oleh RSBI.
Sedangkan tentang hasil ujian nasional (UN), mendiknas mengatakan hingga saat ini proses evaluasi belum selesai karena harus dilakukan menyeluruh.
"Evaluasi masih berjalan, dan dilakukan menyeluruh, yakni tidak hanya terhadap hasil ujian nasional (UN) SBI, tetapi juga dari sisi pembiayaan. Karena kalau saya baca dari keluhan masyarakat selama ini, SBI selalu kaitannya dengan mahal. Padahal tujuan utama SBI kaitannya dengan mutu," katanya.
Mengenai adanya usulan agar UU Sisdiknas diamandemen, menurut dia UU tersebut tidak perlu diamandemen jika hendak melakukan pengevaluasian terhadap program SBI dan RSBI.
"Revisi UU itu akan mencerminkan sebenarnya hal itu dibutuhkan atau tidak. Jika memang mencerminkan kebutuhan, kita buat UU yang baru tanpa harus merevisi UU Sisdiknas yang sudah ada," kata Mohammad Nuh.
Red: taufik rachman
Sumber: antara
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/05/26/117317-sekolah-berstandar-internasional-tidak-boleh-eksklusif
Masyarakat Manado Minati Penggunaan Listrik Prabayar
4:57:00 PM
Rabu, 26 Mei 2010 21:35 WIB
Manado (ANTARA News) - Masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara , (Sulut) cukup berminat menjadi pelanggan listrik prabayar, kata Manager PT PLN Cabang Manado, Frangky Mewengkang, di Manado, Rabu.
Frangky mengatakan, kota itu menjadi salah satu tempat pelaksanaan "pilot project" untuk listrik prabayar dengan mendapatkan alokasi sekitar 1.000 pelanggan.
"Pilot project tersebut mendapat respon positf. Minat masyarakat di daerah itu terhadap listrik prabayar cukup tinggi, ditandai dengan banyaknya yang menjadi pelanggan. Dari alokasi 1.000 pelanggan, sudah terealisasi sampai saat ini sebanyak 921 pelanggan," katanya.
Dia menambahkan dengan permintaan yang cukup tinggi ini maka ke depan program listrik prabayar di kota tersebut akan terus ditingkatkan.
Frangky Mewengkang, menjadi pelanggan penggunaan listrik prabayar, memiliki beberapa keuntungan baik untuk konsumen maupun PLN sendiri.
Keuntungannya antara lain, pelanggan dapat mengatur pemakaian listrik sehingga terjadi penghematan.
PLN tidak dapat melakukan pemutusan, sebab secara otomtis apabila listriknya telah terpakai semuanya maka akan mati sendiri.
Namun sebelumnya, dalam tenggang waktu tertentu konsumen telah diingatkan secara otomotis bahwa pemakaian listrik akan segera habis, sehingga dapat diperpanjang lagi KWh meternya.
Dengan menggunakan listrik prabayar tersebut, tidak ada lagi pencatatan pemakaian meter yang selama ini dilakukan PLN.
Pencatatan meter sering menjandi masalah dengan adanya komplain dari masayarakat.
"Tetapi adanya listrik prabayar ini, menumbuhkan kepercayaan antara kedua pihak konsumen atau pelanggan dengan PLN," katanya.
Mewengkang mengatakan, listrik prabayar yang diterapkan di Manado saat ini masih menggunakan kartu.
Dalam waktu dekat akan diubah dengan sistem token, sistem ini lebih baik dari sebelumnya karena menggunakan fasilitdsa ;ebih baik serta dpat melalui pesan singkat dan pelayanannya satu kali 24 jam.
Sementara dengan sistem kartu, pelanggan harus pergi ke kantor PLN untuk menambah Kwh meter. (*)
(T.J009/R009)
http://www.antaranews.com/berita/1274884529/masyarakat-manado-minati-penggunaan-listrik-prabayar
Manado (ANTARA News) - Masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara , (Sulut) cukup berminat menjadi pelanggan listrik prabayar, kata Manager PT PLN Cabang Manado, Frangky Mewengkang, di Manado, Rabu.
Frangky mengatakan, kota itu menjadi salah satu tempat pelaksanaan "pilot project" untuk listrik prabayar dengan mendapatkan alokasi sekitar 1.000 pelanggan.
"Pilot project tersebut mendapat respon positf. Minat masyarakat di daerah itu terhadap listrik prabayar cukup tinggi, ditandai dengan banyaknya yang menjadi pelanggan. Dari alokasi 1.000 pelanggan, sudah terealisasi sampai saat ini sebanyak 921 pelanggan," katanya.
Dia menambahkan dengan permintaan yang cukup tinggi ini maka ke depan program listrik prabayar di kota tersebut akan terus ditingkatkan.
Frangky Mewengkang, menjadi pelanggan penggunaan listrik prabayar, memiliki beberapa keuntungan baik untuk konsumen maupun PLN sendiri.
Keuntungannya antara lain, pelanggan dapat mengatur pemakaian listrik sehingga terjadi penghematan.
PLN tidak dapat melakukan pemutusan, sebab secara otomtis apabila listriknya telah terpakai semuanya maka akan mati sendiri.
Namun sebelumnya, dalam tenggang waktu tertentu konsumen telah diingatkan secara otomotis bahwa pemakaian listrik akan segera habis, sehingga dapat diperpanjang lagi KWh meternya.
Dengan menggunakan listrik prabayar tersebut, tidak ada lagi pencatatan pemakaian meter yang selama ini dilakukan PLN.
Pencatatan meter sering menjandi masalah dengan adanya komplain dari masayarakat.
"Tetapi adanya listrik prabayar ini, menumbuhkan kepercayaan antara kedua pihak konsumen atau pelanggan dengan PLN," katanya.
Mewengkang mengatakan, listrik prabayar yang diterapkan di Manado saat ini masih menggunakan kartu.
Dalam waktu dekat akan diubah dengan sistem token, sistem ini lebih baik dari sebelumnya karena menggunakan fasilitdsa ;ebih baik serta dpat melalui pesan singkat dan pelayanannya satu kali 24 jam.
Sementara dengan sistem kartu, pelanggan harus pergi ke kantor PLN untuk menambah Kwh meter. (*)
(T.J009/R009)
http://www.antaranews.com/berita/1274884529/masyarakat-manado-minati-penggunaan-listrik-prabayar
Pemerintah Harus Batalkan Kenaikan Harga Gas 12 Kg
4:56:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010 - 10:31 WIB
JAKARTA – Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga gas elpiji.
“Sebaiknya pemerintah tidak menaikkan harga elpiji 12 kg,” ungkap Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Errie Purnomohadi, kepada Pos Kota, kemarin.
Seberapapun kecilnya kenaikan harga tetap akan memukul masyarakat. Apalagi mereka dalam waktu tidak lama harus menguras kantong untuk biaya sekolah/kuliah anak. (setiawan/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/27/pemerintah-harus-batalkan-kenaikan-harga-gas-12-kg
JAKARTA – Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga gas elpiji.
“Sebaiknya pemerintah tidak menaikkan harga elpiji 12 kg,” ungkap Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Errie Purnomohadi, kepada Pos Kota, kemarin.
Seberapapun kecilnya kenaikan harga tetap akan memukul masyarakat. Apalagi mereka dalam waktu tidak lama harus menguras kantong untuk biaya sekolah/kuliah anak. (setiawan/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/27/pemerintah-harus-batalkan-kenaikan-harga-gas-12-kg
91 Korban Tsunami tidak Dapat Rumah Bantuan
4:53:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010 14:36 WIB
Penulis : Amiruddin Abdullah Reubee
SIMEULUE--MI: Sebanyak 91 keluarga korban tsunami di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simuelue, Aceh, tidak dapat bantuan rumah. Kawasan setempat merupakan salah satu desa di pesisir Kepulauan Simelue yang paling parah dihantam gempa dan gelombang tsunami pada 26 Desember 2004.
Padahal sebelumnya Badan Rehabilitasi Rekontruksi (BRR) Aceh-Nias, berjanji membangun warga setempat yang hancur dan rusak akibat bencana tsunami. Dari 91 keluarga yang dijanjikan bantuan itu, sebanyak 54 berhak mendapat rumah baru dan 27 lagi bantuan dana rehab Rp10 juta.
"Ternyata hanya 32 unit yang dibangun baru. Lainnya tidak terealisasi," kata Kepala Desa Bulu Hadek, Jafar Husin, Kamis (27/5).
Itu sebabnya sekarang sebagian mereka harus menumpang di rumah keluarganya atau bertahan di rumah darurat. Warga mengaku tidak mampu membangun rumah permanen karena mereka warga miskin, pekerja buruh kasar, dan nelayan tradisional.
Kepada pemerintah diharapkan dapat memperhatikan nasib mereka secara serius, terutama mengenai bantuan rumah tempat tinggal keluarganya pascabencana dahsyat tsunami. Informasi yang diperoleh Media Indinesia, masih ada ribuan korban tsunami yang belum memperoleh rumah bantuan dan biaya rehab.
Mereka tersebar di berbagai kabupaten/kota kawasan pesisir pantai, seperti Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, dan Aceh Utara. (MR/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/27/145420/126/101/91-Korban-Tsunami-tidak-Dapat-Rumah-Bantuan
Penulis : Amiruddin Abdullah Reubee
SIMEULUE--MI: Sebanyak 91 keluarga korban tsunami di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simuelue, Aceh, tidak dapat bantuan rumah. Kawasan setempat merupakan salah satu desa di pesisir Kepulauan Simelue yang paling parah dihantam gempa dan gelombang tsunami pada 26 Desember 2004.
Padahal sebelumnya Badan Rehabilitasi Rekontruksi (BRR) Aceh-Nias, berjanji membangun warga setempat yang hancur dan rusak akibat bencana tsunami. Dari 91 keluarga yang dijanjikan bantuan itu, sebanyak 54 berhak mendapat rumah baru dan 27 lagi bantuan dana rehab Rp10 juta.
"Ternyata hanya 32 unit yang dibangun baru. Lainnya tidak terealisasi," kata Kepala Desa Bulu Hadek, Jafar Husin, Kamis (27/5).
Itu sebabnya sekarang sebagian mereka harus menumpang di rumah keluarganya atau bertahan di rumah darurat. Warga mengaku tidak mampu membangun rumah permanen karena mereka warga miskin, pekerja buruh kasar, dan nelayan tradisional.
Kepada pemerintah diharapkan dapat memperhatikan nasib mereka secara serius, terutama mengenai bantuan rumah tempat tinggal keluarganya pascabencana dahsyat tsunami. Informasi yang diperoleh Media Indinesia, masih ada ribuan korban tsunami yang belum memperoleh rumah bantuan dan biaya rehab.
Mereka tersebar di berbagai kabupaten/kota kawasan pesisir pantai, seperti Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, dan Aceh Utara. (MR/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/27/145420/126/101/91-Korban-Tsunami-tidak-Dapat-Rumah-Bantuan
Tarif Penumpang Kereta Ekonomi Naik Mulai Juni
4:52:00 PM
Rabu, 26 Mei 2010
JAKARTA (LampostOnline): PT Kereta Api (Persero) memastikan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi untuk semua jurusan akan naik mulai Juni 2010.
"Tarif kereta ekonomi akan disesuaikan pada Juni. Namun besaran kenaikan kami usulkan 50 persen," kata Direktur Utama PTKA, Ignasius Jonan, usai seminar "Mapping Anatomi BUMN Menuju World Class Company", di Jakarta, Rabu (26-5).
Menurut Jonan, usulan kenaikan sudah disampaikan kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham, dan Kementerian Perhubungan.
"Tarif kelas ekonomi sudah tidak naik sejak delapan tahun lalu, sehingga perlu ada penyesuaian," katanya.
Ia menjelaskan, dalam usulan yang disampaikan kepada pemerintah, kenaikan diharapkan mencapai 70 persen.
"Namun, kemungkinan akan disetujui sebesar 50 persen, dengan pola penerapan bertahap dalam dua tahun," katanya.
Adapun angka 50 persen disesuaikan dengan kemampuan membayar dari konsumen.
Keharusan menaikkan tarif, terkait dengan persaingan usaha pada transportasi darat antara Kereta Api dengan angkutan truk yang menggunakan bahan bakar solar bersubsidi.
"Saat ini PTKA diwajibkan membayar `TAC` (track access charge) pengunaan jalan rel milik negara. TAC yang besar berdampak pada biaya operasi perusahaan," kata Jonan.
Meski begitu, Jonan tidak merinci tarif penumpang ekonomi penumpang yang berlaku pada saat ini.
Ia hanya menjelaskan, dengan kenaikan tarif tersebut sudah menggambarkan tingkat tarif keekonomian PTKA.
Kenaikan besaran tarif penumpang ekonomi terakhir kali naik pada 2004 sebesar 10-20 persen dari tahun 2002.
Dengan kebijakan tarif kereta ekonomi yang masih rendah tersebut, PTKA memproleh dana sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk subsidi penumpang sebagai pelaksana kewajiban kepada publik (PSO).
Jonan mengaku, dengan menaikkan tarif penumpang maka perseroan juga bersedia dana PSO yang bersumber dari APBN dikurangi sebesar persentasi kenaikan tarif. ANT/L-1
http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=17781
JAKARTA (LampostOnline): PT Kereta Api (Persero) memastikan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi untuk semua jurusan akan naik mulai Juni 2010.
"Tarif kereta ekonomi akan disesuaikan pada Juni. Namun besaran kenaikan kami usulkan 50 persen," kata Direktur Utama PTKA, Ignasius Jonan, usai seminar "Mapping Anatomi BUMN Menuju World Class Company", di Jakarta, Rabu (26-5).
Menurut Jonan, usulan kenaikan sudah disampaikan kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham, dan Kementerian Perhubungan.
"Tarif kelas ekonomi sudah tidak naik sejak delapan tahun lalu, sehingga perlu ada penyesuaian," katanya.
Ia menjelaskan, dalam usulan yang disampaikan kepada pemerintah, kenaikan diharapkan mencapai 70 persen.
"Namun, kemungkinan akan disetujui sebesar 50 persen, dengan pola penerapan bertahap dalam dua tahun," katanya.
Adapun angka 50 persen disesuaikan dengan kemampuan membayar dari konsumen.
Keharusan menaikkan tarif, terkait dengan persaingan usaha pada transportasi darat antara Kereta Api dengan angkutan truk yang menggunakan bahan bakar solar bersubsidi.
"Saat ini PTKA diwajibkan membayar `TAC` (track access charge) pengunaan jalan rel milik negara. TAC yang besar berdampak pada biaya operasi perusahaan," kata Jonan.
Meski begitu, Jonan tidak merinci tarif penumpang ekonomi penumpang yang berlaku pada saat ini.
Ia hanya menjelaskan, dengan kenaikan tarif tersebut sudah menggambarkan tingkat tarif keekonomian PTKA.
Kenaikan besaran tarif penumpang ekonomi terakhir kali naik pada 2004 sebesar 10-20 persen dari tahun 2002.
Dengan kebijakan tarif kereta ekonomi yang masih rendah tersebut, PTKA memproleh dana sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk subsidi penumpang sebagai pelaksana kewajiban kepada publik (PSO).
Jonan mengaku, dengan menaikkan tarif penumpang maka perseroan juga bersedia dana PSO yang bersumber dari APBN dikurangi sebesar persentasi kenaikan tarif. ANT/L-1
http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=17781
Anak-anak Bergizi Buruk Kampung Noyadi "Berfestival Batuk"
4:51:00 PM
Rabu, 26 Mei 2010 12:54 WIB
Mamberamo (ANTARA News) - Bagi banyak masyarakat asli Papua, Kampung Noyadi, boleh jadi, merupakan nama yang tidak dikenal walaupun perkampungan itu ada di kawasan Mamberamo.
Hanya segelintir pilot berkebangsaan lain, yaitu mereka yang sering melayani penerbangan di Distrik Mamberamo Tengah Timur (MTT), Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang bisa dengan pasti memberikan jawaban letak kampung tersebut.
Kampung Noyadi merupakan satu dari enam kampung di Distrik MTT, Kabupaten Mamberamo Raya.
Distik MTT dikenal sebagai daerah yang paling sulit dijangkau di kabupaten tersebut karena letaknya yang berada di tengah lebatnya hutan dan derasnya arus sungai Mamberamo.
Daerah itu dibentengi lereng perbukitan yang terjal dan kokoh. Di daerah seperti itulah Kampung Noyadi berada.
Noyadi hanya bisa dijangkau dengan pesawat berbadan kecil berpenumpang lima orang, dengan waktu tempuh kira-kira satu setengah jam perjalanan dari Bandara Sentani, Jayapura.
Wartawan ANTARA Jayapura yang mengikuti perjalanan tim Sensus Penduduk 2010 berkesempatan melihat kondisi kehidupan masyarakat di sana.
Masyarakat Noyadi, sama halnya dengan masyarakat lainnya yang ada di distrik MTT, hidup dengan berkebun dan bercocok tanam serta mencari sagu hutan sebagai makanan pokok.
Tingkat kesejahteraan mereka bisa dilihat dari kenyataan bahwa hampir seluruh anak-anak di kampung itu menderita gizi buruk.
Badan mereka kelihatan sangat kurus dengan perut yang membuncit. Kondisi itu masih ditambah dengan kulit mereka yang korengan.
Koreng di tubuh mereka itu, selintas, tampak seperti tato atau peta yang di sekujur tubuhnya.
Ketika malam hari tiba, perkampungan itu berubah seperti arena festival batuk, yang pesertanya didominasi anak-anak, yaitu mereka yang umumnya bergizi buruk dan korengan tersebut.
Suara batuk khas para penderita TBC itu terus bersahut-sahutan pada malam hari itu, seakan mereka tidak memberikan kesempatan pada tetangga mereka untuk batuk lebih hebat.
Para pendatang, termasuk para petugas sensus, pasti terganggu dengan suara batuk tersebut. Apalagi, rumah-rumah di kampung itu, yang berdinding dan lantai papan, saling berdekatan, sehingga suara batuk dari rumah sebelah seperti ada di rumah yang sama yang sedang ditempati.
Kepala Kampung Noyadi Kales Alle mengatakan, penyakit gizi buruk yang menimpa anak-anak di kampunng itu sudah berlangsung lama.
"Inilah kondisi kami di sini. Memang ada petugas yang turun memberikan pelayanan kesehatan dan membagikan obat, tetapi itu sangat jarang dilakukan. Dalam setahun saja belum tentu ada tenaga kesehatan yang datang ke sini," katanya.
Kales Alle menceritakan juga soal penyakit batuk yang diderita oleh anak-anak di kampungnya, yang menurutnya adalah sebuah wabah yang sangat berbahaya.
"Kasihan anak-anak kami, sudah banyak yang meninggal dunia karena penyakit yang mereka derita. Dalam satu bulan bisa satu atau dua orang anak yang meninggal," katanya.
Sekretaris kampung itu, Beni Aswa, yang memberikan keterangan bersama Kales Alle, menyatakan, para pengurus desa itu berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah setempat mengenai kesehatan di sana.
Menurut dia, warga ingin ada pelayanan kesehatan yang lebih rutin demi keselamatan generasi penerus kampung.
Pengurus kampung itu mengakui hampir semua anak di distrik MTT, seperti Kustra, Obogoi, dan Biri, memiliki permasalahan gizi buruk.Tapi, kondisi terburuk ada di Noyadi.
Keadaan itu membuat para kepala kampung, yaitu Kales Alle selaku Kepala Kampung Noyadi, Tomas Seido Kepala Kampung Obogoi, dan Rudi Asua Kepala Kampung Biri, meminta wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah setempat dan provinsi terhadap orang asli Papua tersebut.
"Katanya ada dana Otonomi Khusus yang jumlahnya puluhan triliun rupiah dan kebanyakan digunakan untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Tetapi kami yang di pedalaman ini kenapa masih menderita seperti ini?" kata Tomas Seido.
Kenyataan di perkampungan itu memang berbeda dengan kebijakan Gubernur Papua dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Penyakit korengan, gizi buruk, dan batuk di perkampungan itu masih terjadi ketika Gubernur Papua menerapkan program pendidikan dan kesehatan gratis untuk orang asli di provinsi paling timur Indonesia itu.
Masyarakat setempat juga mempertanyakan kebijakan turun kampung Gubernur mereka yang belum kunjung ke daerah itu. Padahal, kebijakan itu dilakukan agar Gubernur bisa melihat secara langsung kondisi masyarakatnya dan memberikan bantuan kepada masyarakat di pelosok.
Kondisi itu ditambah kenyataan jarangnya Kepala Distrik MTT berada di kantornya, sehingga warga seperti tak memiliki tempat mengadu.
"Pak Distrik memang jarang ada di tempat tugas. Palingan hanya beberapa bulan sekali dan itupun cuma beberapa hari beliau ada di tempat tugas. Selebihnya selalu ke luar," kata Kales Alle.
Ketika ANTARA tiba di Kampung Kustra, ibu kota Distrik MTT, pernyataan itu terbukti.
Kantor distrik yang menjadi tempat pemerintahan kosong tak berisi, tak ada seorang pun pegawai distrik setempat berada di sana.
"Bapak Distrik tinggal di Kasso (sebutan untuk Kassonaweja, ibukota kabupaten Mamberamo Raya)," kata seorang warga Kampung Kustra.
Kasso merupakan sebutan bagi Kassonaweja, ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, yang bisa dicapai dalam tiga jam perjalanan mengikuti arus Mamberamo dengan "speed boat" bermesin 40 PK.(KR-MBK/S018)
http://www.antaranews.com/berita/1274853281/anak-anak-bergizi-buruk-kampung-noyadi-berfestival-batuk
Mamberamo (ANTARA News) - Bagi banyak masyarakat asli Papua, Kampung Noyadi, boleh jadi, merupakan nama yang tidak dikenal walaupun perkampungan itu ada di kawasan Mamberamo.
Hanya segelintir pilot berkebangsaan lain, yaitu mereka yang sering melayani penerbangan di Distrik Mamberamo Tengah Timur (MTT), Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang bisa dengan pasti memberikan jawaban letak kampung tersebut.
Kampung Noyadi merupakan satu dari enam kampung di Distrik MTT, Kabupaten Mamberamo Raya.
Distik MTT dikenal sebagai daerah yang paling sulit dijangkau di kabupaten tersebut karena letaknya yang berada di tengah lebatnya hutan dan derasnya arus sungai Mamberamo.
Daerah itu dibentengi lereng perbukitan yang terjal dan kokoh. Di daerah seperti itulah Kampung Noyadi berada.
Noyadi hanya bisa dijangkau dengan pesawat berbadan kecil berpenumpang lima orang, dengan waktu tempuh kira-kira satu setengah jam perjalanan dari Bandara Sentani, Jayapura.
Wartawan ANTARA Jayapura yang mengikuti perjalanan tim Sensus Penduduk 2010 berkesempatan melihat kondisi kehidupan masyarakat di sana.
Masyarakat Noyadi, sama halnya dengan masyarakat lainnya yang ada di distrik MTT, hidup dengan berkebun dan bercocok tanam serta mencari sagu hutan sebagai makanan pokok.
Tingkat kesejahteraan mereka bisa dilihat dari kenyataan bahwa hampir seluruh anak-anak di kampung itu menderita gizi buruk.
Badan mereka kelihatan sangat kurus dengan perut yang membuncit. Kondisi itu masih ditambah dengan kulit mereka yang korengan.
Koreng di tubuh mereka itu, selintas, tampak seperti tato atau peta yang di sekujur tubuhnya.
Ketika malam hari tiba, perkampungan itu berubah seperti arena festival batuk, yang pesertanya didominasi anak-anak, yaitu mereka yang umumnya bergizi buruk dan korengan tersebut.
Suara batuk khas para penderita TBC itu terus bersahut-sahutan pada malam hari itu, seakan mereka tidak memberikan kesempatan pada tetangga mereka untuk batuk lebih hebat.
Para pendatang, termasuk para petugas sensus, pasti terganggu dengan suara batuk tersebut. Apalagi, rumah-rumah di kampung itu, yang berdinding dan lantai papan, saling berdekatan, sehingga suara batuk dari rumah sebelah seperti ada di rumah yang sama yang sedang ditempati.
Kepala Kampung Noyadi Kales Alle mengatakan, penyakit gizi buruk yang menimpa anak-anak di kampunng itu sudah berlangsung lama.
"Inilah kondisi kami di sini. Memang ada petugas yang turun memberikan pelayanan kesehatan dan membagikan obat, tetapi itu sangat jarang dilakukan. Dalam setahun saja belum tentu ada tenaga kesehatan yang datang ke sini," katanya.
Kales Alle menceritakan juga soal penyakit batuk yang diderita oleh anak-anak di kampungnya, yang menurutnya adalah sebuah wabah yang sangat berbahaya.
"Kasihan anak-anak kami, sudah banyak yang meninggal dunia karena penyakit yang mereka derita. Dalam satu bulan bisa satu atau dua orang anak yang meninggal," katanya.
Sekretaris kampung itu, Beni Aswa, yang memberikan keterangan bersama Kales Alle, menyatakan, para pengurus desa itu berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah setempat mengenai kesehatan di sana.
Menurut dia, warga ingin ada pelayanan kesehatan yang lebih rutin demi keselamatan generasi penerus kampung.
Pengurus kampung itu mengakui hampir semua anak di distrik MTT, seperti Kustra, Obogoi, dan Biri, memiliki permasalahan gizi buruk.Tapi, kondisi terburuk ada di Noyadi.
Keadaan itu membuat para kepala kampung, yaitu Kales Alle selaku Kepala Kampung Noyadi, Tomas Seido Kepala Kampung Obogoi, dan Rudi Asua Kepala Kampung Biri, meminta wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah setempat dan provinsi terhadap orang asli Papua tersebut.
"Katanya ada dana Otonomi Khusus yang jumlahnya puluhan triliun rupiah dan kebanyakan digunakan untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Tetapi kami yang di pedalaman ini kenapa masih menderita seperti ini?" kata Tomas Seido.
Kenyataan di perkampungan itu memang berbeda dengan kebijakan Gubernur Papua dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Penyakit korengan, gizi buruk, dan batuk di perkampungan itu masih terjadi ketika Gubernur Papua menerapkan program pendidikan dan kesehatan gratis untuk orang asli di provinsi paling timur Indonesia itu.
Masyarakat setempat juga mempertanyakan kebijakan turun kampung Gubernur mereka yang belum kunjung ke daerah itu. Padahal, kebijakan itu dilakukan agar Gubernur bisa melihat secara langsung kondisi masyarakatnya dan memberikan bantuan kepada masyarakat di pelosok.
Kondisi itu ditambah kenyataan jarangnya Kepala Distrik MTT berada di kantornya, sehingga warga seperti tak memiliki tempat mengadu.
"Pak Distrik memang jarang ada di tempat tugas. Palingan hanya beberapa bulan sekali dan itupun cuma beberapa hari beliau ada di tempat tugas. Selebihnya selalu ke luar," kata Kales Alle.
Ketika ANTARA tiba di Kampung Kustra, ibu kota Distrik MTT, pernyataan itu terbukti.
Kantor distrik yang menjadi tempat pemerintahan kosong tak berisi, tak ada seorang pun pegawai distrik setempat berada di sana.
"Bapak Distrik tinggal di Kasso (sebutan untuk Kassonaweja, ibukota kabupaten Mamberamo Raya)," kata seorang warga Kampung Kustra.
Kasso merupakan sebutan bagi Kassonaweja, ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, yang bisa dicapai dalam tiga jam perjalanan mengikuti arus Mamberamo dengan "speed boat" bermesin 40 PK.(KR-MBK/S018)
http://www.antaranews.com/berita/1274853281/anak-anak-bergizi-buruk-kampung-noyadi-berfestival-batuk
Ibu dan Anak Jadi Korban Ledakan Gas Apartemen Riverside
4:49:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010, 09:48 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ledakan gas yang mengguncang Apartemen Riverside di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara membuat seorang ibu dan anaknya terluka. Kedua korban kini sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Belum diketahui seberapa parah luka yang diderita korban. Kabarnya, kedua korban kini berada di RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Ledakan ini terjadi pagi tadi dan sedikitnya merusak dua unit apartemen.
Ledakan bersumber dari tabung gas 20 kilogram yang bocor. Semburan gas itu kemudian tersulut api kompor sehingga membuat kedua unit apartemen itu porak-poranda. Kerusakan unit apartemen di lantai 11 itu tampak terlihat jelas dari luar apartemen.
Dinding di dekat sumber ledakan terlihat jebol dan membuat jendela kaca pecah berantakan hingga berserakan di lantai dasar. Puing-puing dinding yang ambrol itu bahkan membuat dua mobil yang sedang di parkir di lantai dasar ringsek. Saat ini polisi masih menyelidiki kejadian itu.
Red: Budi Raharjo
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/05/27/117385-ibu-dan-anak-jadi-korban-ledakan-gas-apartemen-riverside
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ledakan gas yang mengguncang Apartemen Riverside di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara membuat seorang ibu dan anaknya terluka. Kedua korban kini sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Belum diketahui seberapa parah luka yang diderita korban. Kabarnya, kedua korban kini berada di RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Ledakan ini terjadi pagi tadi dan sedikitnya merusak dua unit apartemen.
Ledakan bersumber dari tabung gas 20 kilogram yang bocor. Semburan gas itu kemudian tersulut api kompor sehingga membuat kedua unit apartemen itu porak-poranda. Kerusakan unit apartemen di lantai 11 itu tampak terlihat jelas dari luar apartemen.
Dinding di dekat sumber ledakan terlihat jebol dan membuat jendela kaca pecah berantakan hingga berserakan di lantai dasar. Puing-puing dinding yang ambrol itu bahkan membuat dua mobil yang sedang di parkir di lantai dasar ringsek. Saat ini polisi masih menyelidiki kejadian itu.
Red: Budi Raharjo
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/05/27/117385-ibu-dan-anak-jadi-korban-ledakan-gas-apartemen-riverside
Hati-hati Mengucek Mata Timbulkan Kebutaan
4:46:00 PM
27/05/2010 08:43
Liputan6.com, Jakarta: Mengucek mata ternyata bisa menyebabkan kebutaan? Itulah yang diteliti dalam studi yang diadakan di Sydney, Australia. Dalam studi mengungkapkan bahwa kebiasaan mengucek mata bisa mengganggu kesehatan mata yaitu penyakit glaucoma atau kebutaan.
Indera yang paling sensitif adalah mata, bahkan menurut professor Charles McMonnies dari University of New South Wales Shool of Optometry and Vision Science, gosokan ke mata dengan lembut sekalipun bisa mengingkatkan tekanan yang ke depannya bisa memicu dan berdampak terjadinya kebutaan. Dalam studi lain mengatakan bahwa kebutaan dan penyakit mata yang berkaitan dengan tekanan mata lainnya. juga bisa dipicu oleh pemakaian kaca mata renang, tidur menelungkup, atau melakukan olahraga tertentu di gym. Dalam Medical News. Professor McMonnies mengatakan bahwa Setiap sentuhan yang mengenai kelopak mata, bisa meningkatkan tekanan mata. Sentuhan ringan akan menambah sedikit tekanan tapi sentuhan yang kuat bisa memicu peningkatan tekanan 3-5 kali dari tekanan normal. Profesor McMonnies juga menyarankan dalam menyeka mata ketika sedang berair sebaiknya berhati-hati, apalagi ketika Anda harus membersihkan riasan wajah di sekitar mata.
Kenapa mengucek mata itu berbahaya? Karena ketika Anda mengucek mata maka tangan Anda akan kontak langsung dengan kelopak mata. Dengan ini maka tekanan mata bisa meningkat menjadi 10 kali lipat dari normalnya. (KBTKI)
http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/278873/Hati.hati.Mengucek.Mata.Timbulkan.Kebutaan
Liputan6.com, Jakarta: Mengucek mata ternyata bisa menyebabkan kebutaan? Itulah yang diteliti dalam studi yang diadakan di Sydney, Australia. Dalam studi mengungkapkan bahwa kebiasaan mengucek mata bisa mengganggu kesehatan mata yaitu penyakit glaucoma atau kebutaan.
Indera yang paling sensitif adalah mata, bahkan menurut professor Charles McMonnies dari University of New South Wales Shool of Optometry and Vision Science, gosokan ke mata dengan lembut sekalipun bisa mengingkatkan tekanan yang ke depannya bisa memicu dan berdampak terjadinya kebutaan. Dalam studi lain mengatakan bahwa kebutaan dan penyakit mata yang berkaitan dengan tekanan mata lainnya. juga bisa dipicu oleh pemakaian kaca mata renang, tidur menelungkup, atau melakukan olahraga tertentu di gym. Dalam Medical News. Professor McMonnies mengatakan bahwa Setiap sentuhan yang mengenai kelopak mata, bisa meningkatkan tekanan mata. Sentuhan ringan akan menambah sedikit tekanan tapi sentuhan yang kuat bisa memicu peningkatan tekanan 3-5 kali dari tekanan normal. Profesor McMonnies juga menyarankan dalam menyeka mata ketika sedang berair sebaiknya berhati-hati, apalagi ketika Anda harus membersihkan riasan wajah di sekitar mata.
Kenapa mengucek mata itu berbahaya? Karena ketika Anda mengucek mata maka tangan Anda akan kontak langsung dengan kelopak mata. Dengan ini maka tekanan mata bisa meningkat menjadi 10 kali lipat dari normalnya. (KBTKI)
http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/278873/Hati.hati.Mengucek.Mata.Timbulkan.Kebutaan
Konyol, sepeda motor dilarang pakai premium!
4:45:00 PM
Thursday, 27 May 2010 09:13
JAKARTA - Dirjen Migas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo, menyatakan mulai Juni mendatang pemerintah akan melarang penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu premium untuk sepeda motor.
"AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia-red) sudah menyepakati juga keputusan tersebut. Akan tetapi tidak semua sepeda motor yang tidak diperbolehkan menggunakan premium, masih ada juga jenis lain dan pembuatannya. Dilihat juga dari cc-nya dan berada wilayah mana saja," kata Dirjen Migas ESDM, Evita Herawati Legowo, kemarin.
Ia juga mengatakan upaya ini dilakukan guna untuk menjaga agar BBM terus ada dan tidak habis begitu saja. Sementara itu pembatasan akan diputuskan Juni mendatang dan akan diuji di pulau Jawa pertama kalinya.
Namun kebijakan pemerintah tersebut mendapat krirtikan pedas dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). YLKI mengatakan kalau kebijakan tersebut sangat konyol. "Itu konyol. Seharusnya yang dilarang itu kendaraan roda empat karena itu kapasitas bensinnya lebih banyak," kata pengurus YLKI Tulus Abadi, pagi ini.
Semestinya kalau memang roda dua dilarang pakai bensin bersubsidi atau premium, kendaraan pribadi roda empat dahulu yang dilarang. "Kendaraan roda empat itu boros bensin. Secara ekonomi dia lebih banyak memakai bensin," imbuhnya.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral, semestinya bisa bersikap adil. "Yang jelas yang memakai motor itu secara pertimbangan ekonomi lebih rendah. Kalau itu diterapkan filosofinya apa? Masa kendaraan roda empat boleh memakai premium, itu konyol," tutupnya.
Larangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu premium untuk sepeda motor ini merupakan hasil kesepakatan dari pembicaraan ESDM dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Editor: NORA DELIYANA LUMBANGAOL
(dat04/wol-mdn/wsp)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=117851:konyol-sepeda-motor-dilarang-pakai-premium&catid=77:fokusutama&Itemid=131
JAKARTA - Dirjen Migas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo, menyatakan mulai Juni mendatang pemerintah akan melarang penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu premium untuk sepeda motor.
"AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia-red) sudah menyepakati juga keputusan tersebut. Akan tetapi tidak semua sepeda motor yang tidak diperbolehkan menggunakan premium, masih ada juga jenis lain dan pembuatannya. Dilihat juga dari cc-nya dan berada wilayah mana saja," kata Dirjen Migas ESDM, Evita Herawati Legowo, kemarin.
Ia juga mengatakan upaya ini dilakukan guna untuk menjaga agar BBM terus ada dan tidak habis begitu saja. Sementara itu pembatasan akan diputuskan Juni mendatang dan akan diuji di pulau Jawa pertama kalinya.
Namun kebijakan pemerintah tersebut mendapat krirtikan pedas dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). YLKI mengatakan kalau kebijakan tersebut sangat konyol. "Itu konyol. Seharusnya yang dilarang itu kendaraan roda empat karena itu kapasitas bensinnya lebih banyak," kata pengurus YLKI Tulus Abadi, pagi ini.
Semestinya kalau memang roda dua dilarang pakai bensin bersubsidi atau premium, kendaraan pribadi roda empat dahulu yang dilarang. "Kendaraan roda empat itu boros bensin. Secara ekonomi dia lebih banyak memakai bensin," imbuhnya.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral, semestinya bisa bersikap adil. "Yang jelas yang memakai motor itu secara pertimbangan ekonomi lebih rendah. Kalau itu diterapkan filosofinya apa? Masa kendaraan roda empat boleh memakai premium, itu konyol," tutupnya.
Larangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu premium untuk sepeda motor ini merupakan hasil kesepakatan dari pembicaraan ESDM dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Editor: NORA DELIYANA LUMBANGAOL
(dat04/wol-mdn/wsp)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=117851:konyol-sepeda-motor-dilarang-pakai-premium&catid=77:fokusutama&Itemid=131
RI mampu jadi produsen produk pertanian organik
4:44:00 PM
Kamis, 27/05/2010 15:29:27 WIB
Oleh: Martin Sihombing
Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian organik yang aman untuk dikonsumsi memiliki nutrisi tinggi serta ramah lingkungan sangat besar. Sementara itu, potensi pertanian Indonesia untuk menghasilkan produk organik sangat besar sehingga diharapkan bisa menyuplai pangan ke dunia.
"Diharapkan Indonesia menjadi produsen organik terkemuka di dunia, mampu memasok pangan dunia," katanya dalam acara pembukaan Agro & Food Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, tadi pagi.
Selain itu, tambahnya, produk organik memiliki keunggulan bukan hanya bisa mudah diterima pasar global, tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena tingkat produktivitasnya tinggi.
Suswono mencontohkan untuk produktivitas padi organik bisa mencapai 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektare atau lebih banyak dari produksi padi yang dikembangkan melalui non-organik. "Jika harganya Rp4.000 per kg, satu hektare bisa mencapai Rp32 juta. Ini menambah peningkatan penghasilan yang luar biasa," katanya.
Menurut dia, pengembangan produk pertanian organik sudah dicanangkan sejak 2001. Hal itu sangat penting karena kampanye negatif terkait persoalan lingkungan cukup menjadi isu penting di era tuntutan global saat ini. "Untuk menjamin produk itu organik maka perlu disertifikasi. Ini untuk meningkatkan kepercayaan pasar," katanya.
Saat ini, tambahnya, ada tujuh lembaga sertifikasi produk organik di Indonesia yang diharapkan tetap menjaga kredibiltasnya. "Jangan sampai mengejar tuntutan mendapatkan keuntungan lalu mengambaikan ketentuan yang ada. Jadi harus menjaga kredibilitas," ujar menteri.
Mentan menyatakan pada 2010 merupakan titik awal bagi Indonesia untuk mengembangkan pertanian organik yang nantinya diharapkan mampu mengekspor produk organik ke dunia.
Sementara itu Pameran Agro and Food Expo 2010 yang berlangsung dari 27-30 Mei 2010 itu diikuti lebih dari 400 institusi dari dalam dan luar negeri seperti Turki, Korea, Taiwan, dan Malaysia. Peserta menampilkan produk makanan dan minuman dan industri pertanian dari hulu hingga hilir, perusahaan agribisnis, teknologi, dan jasa sektor industri pertanian.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Zaenal Bachrudiin menyatakan kegiatan pameran tersebut sebagai upaya mendukung go organic, yang di antaranya mempromosikan produk organik di pasar dan memperkenalkan pelaku usaha organik yang telah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO). "Tujuannya agar produk-produk tersebut bisa berdaya saing di pasar domestik dan ekspor," katanya.
Saat ini, tambahnya, sejumlah produk organik yang telah diekspor Indonesia antara lain kopi, kako, sayuran dan beras dengan tujuan beberapa negara.(msb)
http://web.bisnis.com/sektor-riil/agribisnis/1id183808.html
Oleh: Martin Sihombing
Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian organik yang aman untuk dikonsumsi memiliki nutrisi tinggi serta ramah lingkungan sangat besar. Sementara itu, potensi pertanian Indonesia untuk menghasilkan produk organik sangat besar sehingga diharapkan bisa menyuplai pangan ke dunia.
"Diharapkan Indonesia menjadi produsen organik terkemuka di dunia, mampu memasok pangan dunia," katanya dalam acara pembukaan Agro & Food Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, tadi pagi.
Selain itu, tambahnya, produk organik memiliki keunggulan bukan hanya bisa mudah diterima pasar global, tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena tingkat produktivitasnya tinggi.
Suswono mencontohkan untuk produktivitas padi organik bisa mencapai 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektare atau lebih banyak dari produksi padi yang dikembangkan melalui non-organik. "Jika harganya Rp4.000 per kg, satu hektare bisa mencapai Rp32 juta. Ini menambah peningkatan penghasilan yang luar biasa," katanya.
Menurut dia, pengembangan produk pertanian organik sudah dicanangkan sejak 2001. Hal itu sangat penting karena kampanye negatif terkait persoalan lingkungan cukup menjadi isu penting di era tuntutan global saat ini. "Untuk menjamin produk itu organik maka perlu disertifikasi. Ini untuk meningkatkan kepercayaan pasar," katanya.
Saat ini, tambahnya, ada tujuh lembaga sertifikasi produk organik di Indonesia yang diharapkan tetap menjaga kredibiltasnya. "Jangan sampai mengejar tuntutan mendapatkan keuntungan lalu mengambaikan ketentuan yang ada. Jadi harus menjaga kredibilitas," ujar menteri.
Mentan menyatakan pada 2010 merupakan titik awal bagi Indonesia untuk mengembangkan pertanian organik yang nantinya diharapkan mampu mengekspor produk organik ke dunia.
Sementara itu Pameran Agro and Food Expo 2010 yang berlangsung dari 27-30 Mei 2010 itu diikuti lebih dari 400 institusi dari dalam dan luar negeri seperti Turki, Korea, Taiwan, dan Malaysia. Peserta menampilkan produk makanan dan minuman dan industri pertanian dari hulu hingga hilir, perusahaan agribisnis, teknologi, dan jasa sektor industri pertanian.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Zaenal Bachrudiin menyatakan kegiatan pameran tersebut sebagai upaya mendukung go organic, yang di antaranya mempromosikan produk organik di pasar dan memperkenalkan pelaku usaha organik yang telah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO). "Tujuannya agar produk-produk tersebut bisa berdaya saing di pasar domestik dan ekspor," katanya.
Saat ini, tambahnya, sejumlah produk organik yang telah diekspor Indonesia antara lain kopi, kako, sayuran dan beras dengan tujuan beberapa negara.(msb)
http://web.bisnis.com/sektor-riil/agribisnis/1id183808.html
Minyak Gosok Palsu Beredar
4:40:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010
Palu - Hasil pemeriksaan dan penelusuran dari 30 apotik di Kota Palu, Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Palu menemukan minyak gosok cap Tawon palsu. Minyak tawon palsu tersebut ditemukan di salah satu apotik. BPOM melakukan pemeriksaan apotik terkait laporan warga yang mengeluhkan peredaran minyak gosok diduga palsu.
Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Palu Muh Jabar mengatakan, adanya dugaan beredarnya minyak gosok palsu, BPOM langsung melakukan rapat dan membentukan tim untuk turun ke lapangan melakukan pemeriksaan di seluruh apotik di Kota Palu.
Dalam pemeriksaan dan penyidikan awal di apotik tersebut guna mengamankan beredaran minyak gosok palsu karena sebagian besar warga membeli obat atau minyak gosok ke apotik. Dari penelurusan selama sehari di 30 apotik yang ada, pihaknya hanya menemukan satu botol minyak gosok cap Tawon palsu kemasan DD di salah satu apotik.
Menurut dia, dari penangkapan satu botol minyak gosok palsu itu akan dikembangkan lebih luas lagi dengan memeriksa distributor minyak gosok tempat dimana dibelinya minyak gosok palsu itu.
“Modus penjualan dan pengedaran minyak gosok cap Tawon palsu ini penjual mencampur kemasan minyak gosok asli dengan minyak gosok palsu dalam satu dos. Kemasan antara minyak gosok asli dan palsu hampir sulit dibedakan. Namun jika dicrmati dari warna minyak gosok cap tawon yang asli berwarna hijau kekuningan sementara yang palsu berwarna hijau kecoklatan,” ujar Muh Jabar.
Untuk membedakan antara minyak gosok palsu dan asli dapat dilihat dari pembungkus, yang palsu berwarna merah cerah yang asli berwarna pink.Untuk yang palsu tidak ada tertera masa kadarluarasa yang asli menyertakan masa kadarluasa. Pada minyak gosok yang asli nomor hak cipta yang dikeluarkan dari kehakiman angkanya tertulis kecil sementara yang palsu tulisannya besar. Untuk yang palsu stiker hologramnya besar sementara yang asli stiker hologramnya kecil. Jenis minyak gosok palsu yang beredar di Palu berukuran DD.
Setelah melakukan pengawasan dan pemeriksaan di apotik pihaknya kembali akan melakukan razia kesejumlah toko dan sarana lainnya di pasar maupun supermarket yang ada di Palu.
“Kepada masyarakat kami menghimbau agar dalam membeli minyak gosok cap tawon agar lebih berhati-hati dan teliti sebelum membeli. Karena jenis minyak gosok yang asli dan yang palsu hampir mirip sulit dibedakan,” ujar Muh Jabar.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Palu Paath Yan Agus, BPOM dan Dinkes perlu bekerjasama dalam menertibkan makanan dan obat-obatan yang beredar, dan kalau perlu disetiap saat mereka harus melakukan penelitian di apotik maupun tempat penjual makanan. Sehingga makanan dan obat yang diperjual belikan sudah diketahui apakah sudah terdaftar atau belum. (Irma/Hamsing).
http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=7792&Itemid=1
Palu - Hasil pemeriksaan dan penelusuran dari 30 apotik di Kota Palu, Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Palu menemukan minyak gosok cap Tawon palsu. Minyak tawon palsu tersebut ditemukan di salah satu apotik. BPOM melakukan pemeriksaan apotik terkait laporan warga yang mengeluhkan peredaran minyak gosok diduga palsu.
Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Palu Muh Jabar mengatakan, adanya dugaan beredarnya minyak gosok palsu, BPOM langsung melakukan rapat dan membentukan tim untuk turun ke lapangan melakukan pemeriksaan di seluruh apotik di Kota Palu.
Dalam pemeriksaan dan penyidikan awal di apotik tersebut guna mengamankan beredaran minyak gosok palsu karena sebagian besar warga membeli obat atau minyak gosok ke apotik. Dari penelurusan selama sehari di 30 apotik yang ada, pihaknya hanya menemukan satu botol minyak gosok cap Tawon palsu kemasan DD di salah satu apotik.
Menurut dia, dari penangkapan satu botol minyak gosok palsu itu akan dikembangkan lebih luas lagi dengan memeriksa distributor minyak gosok tempat dimana dibelinya minyak gosok palsu itu.
“Modus penjualan dan pengedaran minyak gosok cap Tawon palsu ini penjual mencampur kemasan minyak gosok asli dengan minyak gosok palsu dalam satu dos. Kemasan antara minyak gosok asli dan palsu hampir sulit dibedakan. Namun jika dicrmati dari warna minyak gosok cap tawon yang asli berwarna hijau kekuningan sementara yang palsu berwarna hijau kecoklatan,” ujar Muh Jabar.
Untuk membedakan antara minyak gosok palsu dan asli dapat dilihat dari pembungkus, yang palsu berwarna merah cerah yang asli berwarna pink.Untuk yang palsu tidak ada tertera masa kadarluarasa yang asli menyertakan masa kadarluasa. Pada minyak gosok yang asli nomor hak cipta yang dikeluarkan dari kehakiman angkanya tertulis kecil sementara yang palsu tulisannya besar. Untuk yang palsu stiker hologramnya besar sementara yang asli stiker hologramnya kecil. Jenis minyak gosok palsu yang beredar di Palu berukuran DD.
Setelah melakukan pengawasan dan pemeriksaan di apotik pihaknya kembali akan melakukan razia kesejumlah toko dan sarana lainnya di pasar maupun supermarket yang ada di Palu.
“Kepada masyarakat kami menghimbau agar dalam membeli minyak gosok cap tawon agar lebih berhati-hati dan teliti sebelum membeli. Karena jenis minyak gosok yang asli dan yang palsu hampir mirip sulit dibedakan,” ujar Muh Jabar.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Palu Paath Yan Agus, BPOM dan Dinkes perlu bekerjasama dalam menertibkan makanan dan obat-obatan yang beredar, dan kalau perlu disetiap saat mereka harus melakukan penelitian di apotik maupun tempat penjual makanan. Sehingga makanan dan obat yang diperjual belikan sudah diketahui apakah sudah terdaftar atau belum. (Irma/Hamsing).
http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=7792&Itemid=1
