Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Industri Rokok Targetkan Wanita dan Remaja

5:57:00 PM
30/05/2010 09:23

Astrid Puspasari

Liputan6.com, Jenewa: Sungguh mengejutkan! Industri rokok yang jelas-jelas berbahaya bagi kesehatan, kini menargetkan wanita dan remaja di berbagai negara-negara berkembang. Data ini diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini.

Dalam rangka memperingati Hari Dunia Tanpa Tembakau yang jatuh pada 31 Mei besok, WHO mencela taktik pemasaran yang dilakukan perusahaan tembakau. "Sebanyak 40 persen pria merokok dan hanya sembilan persen perempuan yang merokok. Tapi angka itu masih bisa berubah," tegas Douglas Bettcher, Direktur Prakarsa Bebas Tembakau WHO.

Menurut Global Youth Tobacco Survei yang dilakukan WHO, tingkat perokok dikalangan remaja yang berbeda gender telah memudar. "Industri rokok pasti merekrut pengguna baru, sebagai ganti perokok yang telah meninggal atau sakit," seru Bettcher. "Itu sebabnya, mereka menargetkan perempuan demi motif keuntungan."

Walaupun produk-produk rokok telah lama dipasarkan untuk perempuan di negara-negara industri, hal itu tidak bisa disamakan di negara-negara berkembang. "Perilaku pemasaran licik dan agresif, dilakukan industri tembakau di negara-negara berkembang. Ini adalah sebuah fenomena yang relatif baru," jelas Bettcher.

Di Jepang, rokok dibuat cantik dengan kemasan berwarna merah muda. Sementara di Mesir, bungkus rokok berbentuk kemasan parfum, dan di Nigeria dihadiahi barang bermerek. Pantas saja wanita tergiur.(Xinhua/ADO)

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/279294/Industri.Rokok.Targetkan.Wanita.dan.Remaja
Read On 0 comments

Pasokan Listrik Minim, PLN Lakukan Pemadaman di Jakarta & Tangerang

5:57:00 PM
Senin, 31/05/2010 16:17 WIB

Dampak Rusuh Cengkareng

Reza Yunanto - detikNews

Jakarta - Kebakaran akibat kerusuhan di Duri Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (30/5/2010) kemarin, mengakibatkan gangguan pasokan listrik untuk Jakarta dan Tangerang. PLN akan melakukan pemadaman di beberapa wilayah.

"PLN terpaksa menghentikan penyaluran beban sekitar 130 MW, akibat terputusnya jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV, yang mensuplai tenaga listrik ke beberapa wilayah," demikian disampaikan Manajer Bidang Komunikasi Hukum & Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Hadi Sanjoto, dalam rilis kepada detikcom, Senin (31/5/2010).

Perbaikan kerusakan jaringan akibat kebakaran diperkirakan akan selesai selambat-lambatnya Senin malam nanti pukul 24.00 WIB.

Berikut wilayah-wilayah yang terkena dampak pemadaman:

Kawasan Industri Kalisabi, PT Pan Brothers Group, Jl Raya Serang, Jl Raya Pasar Kemis, Perum Keroncong, Kampung Jati, Jl Industri IV, Jatake, Kampung Bunder, PT Frank House, Cibodas.

Pondok Arum, Jl Raya Mauk, Kawasan Industri Benua, Perumahan Benua Indah, Jl Raya M Toha, Mauk, Jl Kasir II, Desa Gembor, Pasir Jaya.

Jl Pinisi 2 Blok I, Jl Pinisi 5 Blok H, Kapuk, Jl Pluit Utara, Pompa Waduk Pluit, Sunda Kelapa, Muara Baru.

PT Sastra Jaya, Karawaci, Kolam Renang/Sport Club, Perum Villa Permata Serpong, Desa Cibodas, Jl Raya Serang, Jati Uwung Tangerang.

Komplek Deplu Jl Cidodol, Jl Pajang, Cipulir Kebayoran Lama, Jl Way Bessy, Tanjung Duren Timur 2, Jl Arjuna Selatan, Kemanggisan, Tomang City, Jl Yunus 3 Kebayoran, Slipi, Kebon Jeruk, DPP Golkar, Tanjung Duren, Anggrek Neli Murni, Palem Barat.

Desa Pasir Randu Curug, Desa Binong Curug, Jl Raya Legok Tangerang, PT IRC IND, PT Andayani Megah, Jl Pasir Jaya Jati Uwung Tangerang, Toserba Aneka Subur, Jl Pasar Baru, Jl Industri Jatake Tangerang, PT Gajah Tunggal.

PLN Disjaya dan Tangerang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pemadaman ini.

(Rez/fay)

http://www.detiknews.com/read/2010/05/31/161704/1366845/10/pasokan-listrik-minim-pln-lakukan-pemadaman-di-jakarta-tangerang?881103605
Read On 0 comments

Batasi BBM, Pemerintahan SBY Betul-betul Gagal

5:56:00 PM
SENIN, 31 MEI 2010 | 11:59 WITA | 11908 Hits

Laporan: Widya Victoria

JAKARTA -- Rencana pemerintah akan membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan bukti bahwa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono gagal dalam mamanfaatkan potensi Indonesia sebagai negara penghasil minyak.

"Ini bentuk kegagalan pemerintah, sebagai negara penghasil minyak, tetapi selalu krisis dengan urusan seperti ini. Dan ini akan selalu terulang, apalagi kaitannya dengan APBN yang baru," ujar anggota DPR Dedi Gumilar kepada Rakyat Merdeka Online di gedung Nusantara I DPR, Jakarta (Senin, 31/5).

Politisi PDI Perjuangan ini mempertanyakan, sebagai negara penghasil minyak, Indonesia seharusnya meraup keuntungan bila harga minyak di pasaran dunia naik. Kalau betul mendapat untung, menurutnya, hal itu bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan subsidi.

"Untuk subsidi bisa diambil dari sana. Ini secara pikiran sederhana. Tapi saya tidak mengerti hitung-hitungan ekonomi, karena bukan komisi saya. Akan tetapi belum saatnya," aku anggota Komisi X DPR ini. (zul)

http://metronews.fajar.co.id/read/94176/10/batasi-bbm-pemerintahan-sby-betulbetul-gagal
Read On 0 comments

Keracunan Air Mineral, 4 Siswa SMPN Jombang Dilarikan ke RS

5:54:00 PM
Senin, 31/05/2010 16:42 WIB

Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Jombang - Sebanyak 4 siswa SMPN II Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Jombang keracunan usai minum air mineral di sekolahnya. Para siswa rata-rata kelas I ini mengalami mual dan muntah saat jam istirahat.

Ke-4 siswa itu yakni Defi Pratiwi (14), Aranti Puri (14), Evi Nailulizzah (14) dan Afif Tamamul Qomar (14). Mereka langsung dilarikan ke UGD RSUD Swadana Jombang.

Peristiwa itu bermula saat ke-4 siswa tersebut membeli air mineral seharga Rp 500 di kantin sekolah, saat jam istirahat. Setelah ke-4-nya meminum air tersebut, mereka mengeluh mual dan kepala pusing.

"Tiba-tiba pusing dan mual saat minum air mineral itu," kata salah satu korban, Defi Pratiwi kepada wartawan di rumah sakit, Senin (31/5/2010).

Melihat siswanya menunjukkan gejala yang aneh, para guru segera membawa ke rumah sakit. Para korban mendapat perawatan intensif dan diinfus. Pihak keluarga juga sudah dihubungi dan mendampingi para korban keracunan.

Menurut Kepala UGD RSUD Swadana Jombang, dr Puspitasari bahwa hasil observasi semntara menunjukkan jika para korban mengalami gejala keracunan. Rata-rata pasien mengeluh setelah minum air mineral. Dugaan sementara air tersebut sudah kadaluwarsa.

"Dugaan sementara dari hasil observasi dan sample yang sudah diambil, air mineral itu kadaluwarsa. Tapi untuk memastikan, kita menunggu uji laboratorium dulu," jelasnya.

Sementara menurut Kepala Sekolah SMPN II Sri Hartatik enggan komentar tentang peristiwa tersebut. "Tapi kita akan membiayai para siswa, karena kejadian ada di sekolah," tambah Sri Hartatik.
(fat/fat)

http://surabaya.detik.com/read/2010/05/31/164223/1366865/475/keracunan-air-mineral-4-siswa-smpn-jombang-dilarikan-ke-rs?y991101465
Read On 0 comments

Inilah Tips Menjaga Akun FB Anda

5:53:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 12:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam beberapa minggu terakhir, santer tersebar pemberitaan mengenai pembajakan akun-akun personal di dunia maya oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Selain layanan pesan instan Yahoo Messenger, akun jejaring sosial Facebook (FB) pun tak luput dari sasaran pembajakan.

Lalu bagaimana mengantisipasi agar akun FB Anda tak dibajak? Berikut tips yang dibeberkan oleh pemerhati keamanan IT, Gildas Deograt, yang dihubungi Kompas.com, Senin (31/5/2010).

Pertama, jangan gunakan sandi atau password yang mudah ditebak. Lalu, jangan lupa log out setelah Anda selesai menggunakan FB. Sementara untuk reset password, jangan pakai jawaban yang standar.

Selanjutnya, pada privacy setting sebaiknya Anda jangan memilih opsi Every One. Setelah privacy setting dalam opsi terbatas. Yang juga penting adalah, jangan sembarangan mengonfirmasi orang sebagai teman Anda. Terakhir, jangan mengakses link secara sembarangan, pasalnya, banyak program jahat yang dikirim melalui metode link.

Penulis: C16-09 | Editor: Glo

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/31/12030095/Inilah.Tips.Menjaga.Akun.FB.Anda-8
Read On 0 comments

Akibat Rokok, Penyakit Jantung Makin Menyerang Orang Muda

5:40:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 07:10 WIB

TEMPO Interaktif, Penyakit jantung koroner kini menjangkiti pada usia makin muda. Dr Taufik Pohan, SpJP, pernah menangani penderita jantung koroner berusia 26-29 tahun. "Padahal dulu usia sekitar 40 tahunan baru kena," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pondok Indah ini.

Dokter spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, Dr Aulia Sani, SpJP, bahkan pernah menangani pasien jantung koroner pemuda usia 22 tahun. "Dia merokok sejak usia 9 tahun," kata Sani. Pembuluh darah koroner pemuda itu terpaksa dipasangi cincin (stent).

Faktor utama penyakit jantung koroner, kata Aulia, memang rokok. Penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor wahid. Data WHO menyebutkan, pada 2005 rokok diperkirakan menyebabkan 400 ribu kematian atau 23,7 persen dari 1,7 juta kematian.

Masalahnya, tidak mudah bagi perokok untuk berhenti merokok. Menurut Dr Tribowo T. Ginting, SpKJ, dari RS Persahabatan, 70 persen perokok ingin berhenti. "Tapi hanya 5-10 persen yang bisa berhenti tanpa bantuan," ujarnya. Mereka yang bisa berhenti biasanya perokok yang belum kecanduan. Dengan susahnya berhenti merokok, jumlah perokok selalu naik.

Di Indonesia, menurut data WHO, tren jumlah konsumsi rokok dan jumlah perokok muda kian besar. Dari 1960 hingga 2004, konsumsi rokok naik 6,2 kali lipat, dari 35 miliar batang menjadi 217 miliar batang per tahun. Jumlah anak yang memulai merokok sebelum umur 19 tahun juga naik 10 persen dari 2001 hingga 2004. Pada 2001-2004, perokok usia 15 tahun ke atas jumlahnya naik 2,9 persen.

Survei Global Tembakau Pemuda-Indonesia pada 2006 menyebutkan, satu dari tiga anak (37,3 persen) pernah merokok. Mereka yang pertama kali merokok sebelum genap 10 tahun sebanyak 30,9 persen. Anak muda yang tetap merokok 12,6 persen dan 3,2 persen di antaranya dilaporkan kecanduan. Jika kecanduan, susah berhenti.

Jumlah perokok pasif juga naik. Aulia Sani memaparkan, dari rokok yang disulut, 20 persen asapnya diisap perokok. Sebanyak 5-10 persen tersangkut di filter rokok. Sisanya beredar di udara. Akibatnya, perokok pasif bisa terserang batuk dan bronkitis. "Begitu tua, perokok pasif bisa kena jantung koroner," kata Aulia.

Perokok pasif, ujarnya, memiliki risiko terkena kanker paru dan jantung koroner hingga 20-30 persen dibanding yang tak terpapar asap rokok. Ruang khusus merokok, kata dia, tiada guna.

Ini senada dengan hasil pengukuran Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dengan Swisscontact Foundation Indonesia. Kedua lembaga itu menemukan, nikotin yang banyak beredar di udara berukuran 2,5 mikrometer (PM 2.5) di kawasan dilarang merokok total kurun waktu Agustus-September 2009.

Di sekolah, 32 persen lokasi udaranya terkontaminasi nikotin. Di rumah sakit, ditemukan 68 persen wilayah udara tercemar nikotin. Paling parah adalah di tempat hiburan, di antaranya restoran. Di restoran ditemukan 86 persen lokasi hiburan yang udaranya tercemar nikotin. "Di restoran, kadar PM 2.5 mendekati 2.000 mikrogram/m3," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD Ridwan Panjaitan.

Padahal kadar maksimal yang ditoleransi menurut WHO adalah 25 mikrogram/m3. Menurut Direktur Eksekutif Swisscontact Foundation Indonesia Dollaris Riauaty Suhadi, ukuran PM 2.5 merupakan partikel yang sangat kecil dan bisa masuk ke paru-paru. "Tak ada teknologi yang bisa menyaringnya."

Sementara itu, menurut Aulia Sani, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengerem laju penyakit jantung koroner usia muda ini. Pertama, mencegah lahirnya perokok baru dan, kedua, menyembuhkan pecandu rokok. Pencegahan perokok dini dilakukan dengan melakukan edukasi terhadap anak yang belum pernah merokok. "Kampanye dilakukan sejak anak-anak masih kecil," kata dia.

Untuk itu, perlu dilakukan kampanye antitembakau di sekolah-sekolah sejak taman kanak-kanak. Sedangkan bagi yang telanjur merokok dan belum kecanduan, bisa dilakukan terapi perilaku. Yang telanjur kecanduan pun masih bisa diobati, salah satunya dengan obat generik Varenicline Tartrate.

Obat itu menyuplai pengganti nikotin. "Varenicline Tartrate mengganti nikotin tapi tak membuat kecanduan," kata dia. Menurut Sani, Varenicline Tartrate akan memancing pelepasan dopamine dan endorphin.

NUR ROCHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/05/31/brk,20100531-251368,id.html
Read On 0 comments

Ajak Sosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus

5:39:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 - 10:36 wib

YOGYAKARTA – Pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dinilai masih belum merata. Sebagai wujud kepedulian sekaligus ingin menumbuhkan semangat belajar ABK, digagaslah lomba kreativitas anak inklusif dan umum taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Benteng Vredeburg, Minggu, 30 Mei, kemarin. Ketua Panitia Lomba kreativitas Sarwadi di sela-sela acara mengungkapkan, acara tersebut dilaksanakan untuk memperingati bulan pendidikan yang jatuh pada Mei.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak semua warga negara, sehingga siapapun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. ”Bagi kami, pendidikan tidak pernah mengenal status sosial, jenis kelamin, kondisi fisik, ataupun perbedaan lainnya. Namun pada kenyataannya, kami merasa pendidikan belum merata utamanya terhadap kepedulian pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Sarwadi mengungkapkan,lomba tersebut merupakan wadah untuk mempertemukan anak-anak umum dengan ABK di dalam satu persepsi tentang persamaan. Selain itu, mereka juga bermaksud memperkenalkan model pendidikan inklusif bagi orang tua ABK maupun anak umum. ”Kami ingin mempertemukan anak umum dengan ABK. Karena kami yakin setiap anak pasti mempunyai suatu kelebihan yang hebat, terlepas dari semua kekurangan yang ada di diri mereka masing-masing,” tuturnya.

Dengan slogan Aku Pasti Bisa, pihaknya ingin mengajak semua anak bermain dan belajar bersama tanpa saling membedakan. Acara tersebut juga berniat ingin menumbuhkan semangat belajar dan menanamkan keyakinan pada ABK dan juga anak-anak umum, sekalipun mereka memiliki kekurangan dalam diri.

Perlombaan yang digelar antara lain lomba baca puisi, mewarnai, dan menggambar. Para peserta lomba baca puisi memperebutkan trofi Gubernur DIY, lomba menggambar memperebutkan trofi Wali Kota Yogyakarta, dan trofi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diperebutkan dalam lomba mewarnai.

Salah satu orang tua ABK Zulaikha mengatakan, anaknya yang bernama Muhammad Rizki Aditya baru pertama kalinya mengikuti perlombaan. Keikutsertaan Rizki dalam lomba mewarnai bertujuan untuk melatih konsentrasinya. ”Anak saya penderita autis yang cenderung hiperaktif. Dengan ikut acara-acara seperti ini, saya berharap dia bisa bersosialisasi dengan anak normal seumurannya. Selain itu, bisa sebagai latihan agar konsentrasinya bisa lebih terfokus,” ujarnya.
Jangan ketinggalan berita tentang Piala Dunia 2010, hanya di Okezone.com


Menurut Zulaikha, Rizki harus mendapat ekstra pendampingan meski tampaknya dia normal-normal saja. Sifatnya yang cenderung melukai diri sendiri dan orang lain kadang terjadi jika dirinya merasa tidak nyaman dan marah. Namun ternyata dibalik kekurangannya itu, Rizki termasuk anak yang jenius dengan IQ 130.

”Saya percaya Tuhan maha adil. Meski anak saya autis tapi dia diberi otak yang cerdas. Bahkan terkadang saya kalah kalau sudah menyangkut informasi-informasi di televisi karena hobinya menonton berita setiap hari,” ungkapnya.
(Koran SI/Koran SI/rhs)

http://kampus.okezone.com/read/2010/05/31/373/337744/ajak-sosialisasi-anak-berkebutuhan-khusus
Read On 0 comments

Jatah BBM di SPBU Berkurang

5:37:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 16:15 WITA

TIGA Hari terakhir ini, semua SPBU di Kalsel mengalami kekurangan pasokan BBM terutama jenis premium. Akibatnya bisa ditebak, antrian kendaraan mulai terlihat disemua SPBU.

Hal itu semakin diperparah dengan munculnya isu soal rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM jenis premium kepada kendaraan roda dua. Akibatnya, banyak warga yang memanfaatkan isu tersebut untuk melakukan aksi borong alias panic buying.

Arif, pengawas SPBU Jalan S Parman Banjarmasin mengatakan bahwa pihaknya mendapat jatah 2 tangki BBM jenis premium dengan kapasitas masing-masing sebanyak 10.000 liter.

"Biasanya perhari kami mendapat tiga tangki yang masing-masing berkapasitas 10.000 liter tapi sudah beberapa hari ini hanya diantar dua tangki saja," kata Arif.

Stok yang ada di SPBU langsung ludes hanya dalam beberapa jam saja akibat serbuan konsumen yang rela antri demi mendapatkan BBM. Selain itu kebijakan yang ditempuh pihak SPBU yang tak melayani pembelian melalui jerigen juga membuat panik masyarakat.

"Kita memang terpaksa tidak melayani pembelian dengan jerigen dan lebih mengutamakan melayani kendaraan," kata Arif.

(aspian)

http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/46099/jatah-bbm-di-spbu-berkurang
Read On 0 comments

Jabar Gelontorkan Rp 2 M untuk Atasi Gizi Buruk

5:33:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010 | 11:21 WIB

BANDUNG, TRIBUN-Dinas Kesehatan Jawa Barat menganggarkan dana Rp 2 miliar khusus untuk membentu balita yang menderita gizi buruk.

Kadinkes Jabar, Alma, mengatakan bantuan keuangan gubernur ini disebar di 26 kabupaten dan kota di Jabar.

"Pemanfaatan uangnya untuk memberian makanan tambahan para penderita , biaya pendampingan oleh kader, biaya tunggu bagi yang dirawat di RS biaya verifikasi, pembinaan, dan evaluasi," ujarnya di Bandung, beberapa saat lalu.

Di Jabar sendiri kini tercatat tak kurang dari 1.500 penderita gizi buruk.

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22206/jabar-gelontorkan-rp-2-m-untuk-atasi-gizi-buruk
Read On 0 comments

KPAI: Pemerintah Biarkan Iklan Rokok Secara Permisif

5:31:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 09:06 WIB

Magelang (ANTARA News) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, pemerintah terkesan membiarkan iklan rokok secara permisif sehingga jumlah perokok aktif bukan turun tetapi malah bertambah dengan usia prevalensi semakin muda.

"Pemerintah membiarkan iklan rokok secara permisif sehingga setiap saat yang terjadi bukan penurunan perokok aktif tetapi malah terus bertambah dan makin lama usia prevalensi perokok semakin muda," kata Ketua KPAI, Hadi Supeno, di Magelang, Senin.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai "Hari Tanpa Tembakau".

Ia mengatakan, sejumlah kasus balita kecanduan rokok seperti di Malang, Sukabumi, dan Palembang adalah menyangkut anak-anak korban iklan rokok.

Pemerintah, katanya, harus segera mengeluarkan peraturan pemerintah tentang larangan total segala bentuk rokok dan sponsor rokok untuk semua kegiatan masyarakat.

"Di dalamnya juga tercantum sanksi berat bagi yang melanggar ketentuan. Tanpa larangan iklan rokok, upaya dan kampanye masyarakat tanpa tembakau hanya utopia," katanya.

Hingga saat ini, katanya, pemerintah belum menandatangani peraturan pemerintah tentang perlindungan masyarakat dari ancaman tembakau sebagaimana diamanatkan Pasal 116 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ia mengatakan, pemerintah harus menurunkan kuantitas industri rokok hingga jumlah paling rendah. Pada saat yang sama pemerintah menaikkan cukai rokok sehingga penurunan industri itu tidak mengurangi pendapatan negara dari rokok.

"Hingga tahun 2010 pemerintah terus mengizinkan produksi tembakau setahun 260 miliar batang dan pemerintah mempertahankan cukai murah, hanya 30 persen dari harga rokok. Padahal di Thailand sampai 60 persen, di Singapura dan Malaysia sampai sekitar 55 persen," katanya.

Pemerintah, katanya, mengintrodusir Pasal 113 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang berbagai upaya mencegah ketergantungan terhadap zat nikotin.
(M029/A024)

http://www.antaranews.com/berita/1275271619/kpai-pemerintah-biarkan-iklan-rokok-secara-permisif
Read On 0 comments

Jajanan Anak Sekolah Memprihatinkan

5:28:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 - 15:40 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah merasa prihatin dengan masih rendahnya tingkat keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

“Sembilan belas persen keracunan terjadi di sekolah,” ungkap Kustantinah pada ”Lokakarya Jejaring Promosi Keamanan Pangan”, Senin (31/5) di Jakarta. Turut menjadi pembicara Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar.

Kustantinah mengatakan, hasil pengawasan Direktorat Inspeksi dan Pangan BPOM bersama 26 Balai Besar POM di seluruh Indonesia pada 2007 menunjukan, 43 persen PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin dan bahan tambahan pangan.

Untuk mengatasi masalah ini, Kustantinah mengimbau peran orang tua terutama kaum ibu lebih maksimal mengawasi dan mengarahkan makanan anak. Di samping itu perlu ditingkatkan kerjasama terpadu yang melibatkan lintas sektor seperti Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kemeneg PP dan PA, Kementerian Perdagangan dll. (aby/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/31/jajanan-anak-sekolah-memprihatinkan
Read On 0 comments

Tabung elpiji meledak lagi

5:26:00 PM
Monday, 31 May 2010 15:08

MAKASSAR - Korban tabung gas elpiji terus berjatuhan, macam arisan saja. Hampir setiap hari terdengar insiden tabung gas elpiji meledak, tapi tidak ada tuntutan kuat untuk menyeret pembuat tabung celaka itu ke pengadilan.

Kali ini, ledakan serupa menghancurkan rumah di Blok B 4 nomor 10 Minasaupa, kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/5).

Informasi dari lokasi kejadian, ledakan sekitar pukul 04.00 Wita itu membuat para penghuni rumah di kawasan tersebut, berhamburan keluar.

"Kami dan sejumlah warga sekitar sini berusaha melarikan diri, karena mengira ada gempa. Warga lainnya menduga ledakan itu timbul karena jatuhnya meteor, seperti yang selama ini diberitakan di televisi," jelas Masnawi, penghuni rumah tersebut.

Masnawi asal kabupaten Selayar ini mengaku sangat bersyukur karenak tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Kebetulan saat kejadian ada 15 orang di rumah. Kami baru saja mengadakan aqiqah keluarga kami," lanjutnya.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat07/pas)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118813:tabung-elpiji-meledak-lagi&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91
Read On 0 comments

Berhenti Merokok tanpa Obat

5:18:00 PM
Minggu, 30 Mei 2010 pukul 09:43:00

Reiny Dwinanda

Dari 70 persen yang ingin berhenti merokok, hanya lima prsen yang berhasil.

Pernahkah Anda memerhatikan label peringatan yang menempel pada kemasan rokok? Sederet penyakit dan gangguan kesehatan tertera di bungkus rokok, merek apapun. Meski begitu, kenyataannya orang tetap saja meneruskan kebiasaan merokok.

Angka perokok baru pun sulit sekali direm laju pertumbuhannya. Celakanya, perokok baru itu makin dini usianya. "Tercatat, angkatan muda mulai merokok sejak usia 8 tahun," ungkap dr Aulia Sani SpJP (K).

Apa yang mengancam perokok muda tersebut? Dalam tempo yang tak terlalu lama, mereka bisa mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. "Yang gampang terlihat, efek di gigi, warnanya jadi kuning sampai hitam," papar pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Akses terhadap rokok memang kelewat longgar di Indonesia. Merokok pun membudaya di banyak keluarga. Bahkan, dalam Susnas 2006 rokok terdata sebagai pengeluaran terbesar kedua setelah beras. "Ironisnya lagi, kebanyakan perokok berasal dari kalangan masyarakat menengah-bawah," imbuh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini dalam acara Peluncuran Kampanye BreakFree, Rabu (26/5) lalu di Jakarta.

Berdasarkan riset di luar negeri, 70 persen perokok punya kemauan untuk berhenti. Namun, hanya sekitar 5 sampai 10 persen yang berhasil menahan diri untuk tak lagi menyulut lintingan tembakau itu. "Penelitian tersebut sekaligus membukakan mata betapa sulitnya perjuangan perokok yang ingin terbebas dari kecanduan," ungkap dr Tribowo T Ginting SpKJ.

Anton, sebut saja begitu, mendeskripsikan dirinya sebagai cerobong asap. Belum genap berusia 40 tahun, karyawan swasta ini sudah megap-megap kesulitan bernapas. "Saya ada asma, merokok sejak SMP, sering bergadang, dan kini saya butuh obat yang cukup mahal agar paru-paru saya dapat berkerja dengan baik."

Anton menuruti saran dokter untuk tidak kerja berat. Namun, ia masih kesulitan memutus keakraban dengan sigaret. "Paling, jumlahnya saja yang baru bisa berkurang."

Anton berpendapat dirinya lebih mudah putus hubungan dengan narkoba ketimbang rokok. Begitu meninggalkan pergaulan, ia bisa terbebas dari putaw. "Candunya rokok lebih gawat," komentarnya.

Anton beralasan rokok mudah sekali ditemukan. Orang pun lebih permisif terhadap perokok. "Itu pula yang menjadi penghambat," cetusnya.

Perlu dukungan
Terhadap perokok seperti Anton, Tribowo berpendapat dukungan keluarga dan orang sekitar sangat diperlukan. Menjauhkan segala atribut yang berhubungan dengan rokok akan sangat membantu. "Pahami masa sulit mereka berada di minggu pertama dan kedua," ucap psikiater dari RS Persahabatan ini.

Sementara itu, di ruang praktiknya, Aulia sering menemukan pasien yang terkena dampak rokok. Kebanyakan mengalami serangan jantung. "Mereka baru timbul kesadaran akan bahaya rokok setelah mengalami serangan jantung."

Terhadap pasiennya, Aulia tak melulu menyodorkan obat. Ia menyarankan agar pasien membulatkan niat untuk berhenti merokok. "Ingat saja rasanya sakit," cetus konsultan jantung dan kardiovaskular ini.

Aulia mendapati sebagian besar pasien kemudian menemukan kesadaran. Mereka akhirnya tahu dan telah merasakan sendiri akibat menyulut dan menghisap linting tembakau yang mengandung 4000 bahan kimia, 69 di antaranya karsinogenik. "Penting untuk memotivasi pasien untuk tidak kembali merokok."

Motivasi yang tinggi akan memudahkan perokok untuk tidak lagi menghisap tembakau. Keinginan yang kuat dari diri sendirilah kunci utama sukses berhenti merokok. "Karena itu, saya tidak langsung memberi resep obat untuk mereka yang mau terbebas dari rokok," tutur Aulia. ed: nina


Peran Obat, di Mana Tempatnya?

Lantas, kapan obat dibutuhkan? Dr Aulia Sani menyebutkan, orang dengan motivasi yang rendah dan level ketergantungan nikotin yang tinggi terkadang memerlukan terapi obat. "Obat membantunya mengatasi ketidaknyamanan pada masa awal berhenti merokok," kata mantan direktur RS Harapan Kita ini.

Apa sebetulnya yang terjadi ketika perokok tidak mendapatkan pasokan nikotin? Aulia memaparkan tubuh akan mengalami gejala putus nikotin. "Ketidaknyamanan berupa rasa gelisah, pusing, dan mual itu bisa menaklukkan niat lemah perokok yang ingin berhenti."

Demi suksesnya program berhenti merokok, dokter bisa saja meresepkan varenicline. Inilah satu-satunya terapi pengganti nikotin yang tersedia di Indonesia. "Obatnya belum tersedia untuk masyarakat menengah-bawah," ucap Aulia.

Varenicline, lanjut Aulia, diberikan untuk jangka pendek. Obat ini bekerja pada reseptor nikotin di otak dengan menurunkan gejala ketagihan dan mengurangi rasa nikmat yang timbul dari merokok. "Otomatis, keinginan untuk merokok menjadi tiada dan saat mencoba menghisap rokok, ia tidak akan merasakan kenikmatan."

Menyitir sebuah penelitian di Amerika Serikat, Aulia menuturkan pemanfaatan varenicline empat kali lebih efektif menghentikan kebiasaan merokok dibandingkan tanpa obat. Riset itu melibatkan pasien yang ingin berhenti merokok. "Tanpa obat pun sebetulnya bisa namun harus disertai kemauan yang kuat," tegasnya.

Apa yang dialami tubuh yang terbebas dari racun yang ada pada rokok? Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. "Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik."

Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. "Sistem aliran darah membaik, dan fungsi jantung dapat meningkat," tandas Aulia yang kerap menjadi pembicara seminar.

Tes Ketergantungan Nikotin
Pertanyaan
1. Berapa batang rokok yang Anda hisap setiap hari?
Jawaban
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3

2. Berapa lama setelah bangun tidur, Anda merokok?
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0

3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

5. Keinginan merokok pada saat kapan yang sulit ditahan dan dihilangkan?
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0

6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

Skor Ketergantungan
0-3 poin Ringan
4-6 poin Sedang
7-10 poin Tinggi

Keterangan:
Ringan: level ketergantungan Anda terhadap nikotin, rendah. Sebaiknya cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.

Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.

Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.

Sumber: Fargerstorm Tolerance Questionnaire. Br J Addict 1991

http://koran.republika.co.id/koran/105/112073/Berhenti_Merokok_tanpa_Obat
Read On 0 comments

Pemerintah Diminta Kaji Rencana Cabut Subsidi BBM

5:09:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 16:06 WIB

Sejumlah pengendara sepeda motor mengantri mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di salah satu SPBU di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (28/5). (ANTARA/Ismar Patrizki)
Kendari (ANTARA News) - Anggota DPR RI Andi Rahmat mengharapkan pemerintah mengkaji ulang dengan cermat rencananya untuk menyabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang masih dibutuhkan rakyat.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, Andi mengatakan, ada risiko yang harus diterima pemerintah dan rakyat apabila kebijakan itu benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat.

Hal itu bisa mengancam kelangsungan dunia industri.

"Saya yakin pemerintah tidak serta merta mencabut subdisi bahan bakar melainkan mempertimbangkan kelangsungan industri. Kebijakan pasar bebas menjadi ancaman serius," kata Andi Rahmat yang juga politisi Partai Demokrat.

Mengingat kemampuan rakyat Indonesia tidak merata, Andi Rahmat menyarankan pemerintah harus tetap membuka kebijakan untuk membantu rakyat miskin dalam hal mendapatkan bahan bakar karena menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagaimana pun rakyat tidak mampu harus dibantu. Pemerintah harus menyadari bahwa yang memakai bahan bakar bersubsidi adalah orang-orang mampu bahkan penjabat negara yang difasilitasi tunjangan harga bahan bakar dalam menjalankan tugas negara," katanya.

"Dengan menggunakan bahan bakar bersubsidi pun sudah sulit mendapatkan pendapatan yang layak. Apa lagi kalau subsidi dicabut pasti rakyat lebih menderita karena angsuran kendaraan tidak bisa dibayar," kata Rahim.

Solusi yang tepat untuk efesiensi dan efektifitas keuangan negara adalah optimalisasi penerimaan pajak, kata dia.

(T.S032/Y006/S026)

http://www.antaranews.com/berita/1275296761/pemerintah-diminta-kaji-rencana-cabut-subsidi-bbm
Read On 0 comments

2.828 penderita HIV/AIDS di Sumut

5:08:00 PM
Monday, 31 May 2010 12:59

MEDAN – Berdasarkan data dari beberapa Voluntary Counseling and Testin (VCT) hingga bulan Mei 2010, jumlah penderita HIV/AIDS di Sumatera Utara telah mencapai 2.828 penderita.

Project officer global found Dinkes Sumut, Andi Ilham Lubis, mengatakan saat ini di Sumatera Utara hingga April tercatat sudah ada 2828 penemuan kasus penderita AIDS.

“Jumlah penderita semakin tinggi, menunjukkan makin banyaknya layanan VCT yang sudah tersedia di beberapa rumah sakit di Sumatera yang berhasil mendata dan menjaring penderita baru,” katanya, siang ini.

Andi menambahkan, dari jumlah penderita sekitar 2.828 orang tersebut ada 2.417 pria dan 630 perempuan, 51 usia di bawah 14 tahun dan 353 orang diantaranya yang meninggal dunia.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat01/wol-mdn)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118759:2828-penderita-hivaids-di-sumut&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts