Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Menkes: Contohlah Padangpanjang

7:01:00 PM

Senin, 31 Mei 2010 21:41 WIB

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih.

Padangpanjang (ANTARA News) - Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, Kota Padangpanjang, Sumbar, patut menjadi contoh dalam mewujudkan kota sehat dan bersih, karena tak hanya berupaya menetapkan kawasan bebas asap rokok tetapi juga gencar mempromosikan tanaman organik.

"Kita mengimbau kabupaten dan kota lain di Indonesia untuk mencontoh Kota Padangpanjang, soal upaya menjadikan daerah bebas rokok dan mewujudkan kota sehat dan bersih," kata Menkes seusai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Lapangan Gunung Sejati, Padangpanjang, Senin.

Menurut Menkes, penerapan kawasan bebas asap rokok di daerah lain sangat tergantung pada komitmen kepala daerahnya dan jika bupati dan wali kota mempunyai komitmen terhadap kesehatan masyarakatnya, maka kendala bisa diatasi.

Menyinggung soal target, Menkes mengatakan, "Kita (pemerintah) hanya mengimbau karena untuk menjadikan kawasan bebas tembakau/rokok adalah wewenang pimpinan daerah."

Kendati demikian, apa yang telah dimulai Kota Padangpanjang dalam upaya mewujudkan sebagai kota sehat, bisa dicontoh dan diikuti daerah lain.

"Pemkot Padangpanjang sangat gencar juga mempromosikan dan pengembangan tanaman organik, sehingga daerah ini akan betul-betul bersih dan sehat," kata Menkes.

Pada kesempatan itu, Menkes menyerahkan bantuan kendaraan khusus Penyakit Tidak Menular sebagai media edukasi, deteksi dini faktor resiko PTM dan evakuasi korban untuk masyarakat Padangpanjang.

Peringatan HTTS 2010 dihadiri Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, bupati dan wali kota di Sumbar, serta pejabat dari Menkes serta utusan dari WHO dan Komisi Nasional Perlindungan Anak.(*)

KR-SA/H-KWR

http://www.antaranews.com/berita/1275316892/menkes-contohlah-padangpanjang
Read On 0 comments

Go Green, Seberapa 'Hijau' Diri Anda?

7:00:00 PM
Selasa, 01/06/2010 15:45 WIB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Jakarta, Dampak pemanasan global mendorong aktivis lingkungan hidup untuk menyerukan gerakan go green atau kembali ke alam. Mendukung go green juga semestinya tahu apa saja gerakan kembali ke alam itu.

Kampanye go green memunculkan berbagai istilah baru yang kadang tidak banyak dipahami, misalnya 'makanan organik'. Seberapa 'hijau' Anda memahami istilah-istilah go green?

Berikut ini adalah pengertian dari beberapa istilah yang banyak digunakan dalam kampanye go green, dikutip dari Discovery, Selasa (1/6/2010).

Sustainable Practices (praktik yang berkelanjutan)
Merupakan metode untuk mendapatkan bahan pangan dengan cara yang sehat dan ramah bagi konsumen, pekerja dan binatang, tidak membahayakan lingkungan, memberikan keuntungan yang adil bagi petani, serta mendukung pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Fair Trade (perdagangan yang adil)
Merupakan tawaran kerjasama yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi petani dan keluarganya, memungkinkan bagi petani untuk menyekolahkan anaknya lebih tinggi, dan mendapatkan bibit untuk pertanian. Sebagian keuntungan dari kerjasama fair trade digunakan untuk proyek komunitas, dan kadang-kadang untuk
memberikan pelatihan teknik pertanian organik.

Bahan makanan yang diberi label organik tidak boleh ditanam dengan pupuk buatan, kimia ataupun limbah pemukiman, tidak boleh dimodifikasi secara genetis maupun terpapar radiasi.

Daging atau unggas organik harus diberi makan dengan pakan organik, tidak boleh diberi antibiotik maupun hormon. Ternak harus diberi akses ke luar kandang, dan pemamah biak harus bisa menemukan padang rumput di sekitarnya.

Certified Organic (sertifikat organik)
Label ini menunjukkan bahwa suatu produk agrikultur telah diproses sesuai standar Departemen Agrikultur AS (USDA).

Free Range (lahan yang bebas)
Istilah ini digunakan untuk unggas yang tidak dikandangkan dan mendapat akses langsung ke lingkungan alami. USDA hanya memberikan sertifikat Free Range pada ternak dan produk yang dihasilkan (termasuk telur), sedangkan unggas liar tidak termasuk di dalamnya.

Antibiotic Free (bebas antibiotik)
Label ini diberikan pada ternak yang tidak pernah mendapat antibiotik selama hidupnya. Apabila ada yang sakit, ternak tersebut dipisahkan dari kumpulannya lalu dirawat, tetapi tidak boleh diberi label Antibiotic Free.

No Hormones Administered (Tanpa tambahan hormon)
Ternak yang mendapat label ini tumbuh normal tanpa diberi disuntik hormon apapun. Hukum di AS melarang pemberian hormon pada babi dan unggas.

Pesticides/Pesticide Residue (sisa pestisida)
Pestisida diperlukan untuk mengusir berbagai jenis hama yang ada di kandang ternak seperti kutu, kecoa, tikus. Hingga batas tertentu, residu pestisida pada produk unggas masih diperbolehkan.

Feng Shui
Merupakan praktik geomantik China yang bertujuan menyelaraskan diri dengan alam. Dalam Bahasa China, kata feng shui berarti angin dan air.

Acupuncture
Praktik pengobatan dari China dengan menusukkan jarum steril pada titik tertentu untuk meredakan penyakit maupun rasa nyeri.

Homeopathy
Merupakan praktik medis alternatif yang mengutamakan keselarasan dengan alam. Prinsipnya, suatu penyakit bisa disembuhkan dengan memberikan racun penyebab penyakit itu sendiri dalam dosis tertentu.

Naturopathy
Merupakan prosedur penanganan penyakit yang sebisa mungkin menghindari bedah dan obat-obatan. Media yang digunakan bisa berupa air, udara, sinar matahari maupun peralatan elektronik modern.

Osteopathy
Merupakan sistem pengobatan yang mendasarkan pada keutuhan integritas struktural. Rasa sakit bisa diperoleh ketika suatu bagian tubuh dimanipulasi oleh obat atau tindakan medis seperti pembedahan, sehingga harus dikembalikan seperti semula dengan pemijatan atau cara lain.

(up/ir)

http://health.detik.com/read/2010/06/01/154552/1367636/766/go-green-seberapa-hijau-diri-anda?l991101755
Read On 0 comments

10 Fakta Buruk Tembakau

6:59:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 18:01 WIB

World No Tobacco Day

Penulis : Ikarowina Tarigan

BERSAMAAN dengan Hari Bebas Tembakau Sedunia, CENTERS for Disease Control (CDC) mempublikasikan artikel di Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) edisi 28 Mei. Artikel terbut mengangkat isu gender dan penggunaan tembakau.

Artikel berjudul "Differences by Sex in Tobacco Use and Awareness of Tobacco Marketing—Bangladesh,Thailand, and Uruguay, 2009," ini menggunakan data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2009 untuk memeriksa perbedaan gender dalam penggunaan tembakau dan kesadaran pemasaran tembakau di Bangladesh, Thailand dan Uruguay.

GATS merupakan survei nasional yang dilakukan di kalangan partisipan berusia 15 atau lebih. Survei ini menggunakan kuesioner standar dan konsisten, disain sampel, kumpulan data dan protokol manajemen untuk memastikan perbandingan di negara-negara tersebut.

Artikel ini menemukan, meskipun penggunaan produk tembakau berasap di Bangladesh dan Thailand di kalangan perempuan lebih sedikit, penggunaan tembakau tanpa asap di kalangan perempuan lebih besar atau setara dengan lelaki.

Berikut beberapa fakta lain dari CDC:

1. Sekitar 200 juta perempuan adalah perokok dan 800 juta lelaki adalah perokok. Secara umum, sembilan persen perempuan merokok dibandingkan dengan 40 persen pada lelaki.

2. Pada lima puluh persen dari 151 negara, jumlah remaja perempuan yang merokok setara dengan jumlah remaja laki-laki.

3. Remaja laki-laki dan perempuan mulai menggunakan tembakau dengan alasan yang berbeda. Remaja perempuan cenderung merokok akibat keyakinan salah bahwa merokok merupakan cara yang bagus untuk mengontrol berat badan. Selain itu, remaja perempuan juga merokok akibat kurangnya rasa percaya diri.

4. Penggunaan tembakau membunuh sekitar 1,5 juta perempuan per tahun. Dari jumlah ini, sekitar 75 persen hidup di negara-negara berpenghasilan rendah hingga sedang. Berdasarkan perkiraan, penggunaan tembakau bisa membunuh 2,5 juta perempuan dan 5,5 juta lelaki.

5. Perempuan merupakan salah satu terget terbesar dari iklan industri tembakau yang mengaitkan penggunaan tembakau dengan konsep kecantikan, harga diri dan kebebasan.

6. Perempuan merupakan konsumen utama rokok ‘light’. Strategi pemasaran menyesatkan perempuan untuk meyakini bahwa 'light' berarti lebih aman. Mereka yang menghisap rokok 'light' seringkali menghirup asap rokok mereka lebih dalam dan lebih sering untuk mendapatkan jumlah nikotin yang diinginkan.

7. Penggunaan tembakau membahayakan perempuan dengan cara yang berbeda dari lelaki. Merokok selama kehamilan meningkatkan risiko melahirkan prematur, melahirkan bayi dalam keadan meninggal dan kematian saat lahir serta mengurangi jumlah air susu ibu. Selain itu, merokok juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker leher rahim, penyakit paru-paru dan jantung.

8. Asap dari perokok lain membunuh lebih banyak perempuan dibandingkan lelaki. Asap dari perokok lain membunuh 430.000 orang dewasa per tahun. Sekitar 64 persen di antaranya adalah perempuan.

9. Perempuan dan anak-anak seringkali kekurangan daya untuk melindungi rumah, tempat kerja dan area publik dari asap rokok orang lain.

10. Perempuan merupakan satu bagian penting dari target strategi kontrol tembakau. Lebih banyak perempuan yang buta huruf dibandingkan lelaki sehingga diperlukan upaya lebih besar untuk mencegah penggunaan tembakau di kalangan perempuan. (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/05/31/2648/2/10-Fakta-Buruk-Tembakau
Read On 0 comments

Warga Berjatuhan, Warga Sawah Besar Minta Fogging

6:58:00 PM
Selasa, 1 Juni 2010 - 17:20 WIB

GAMBIR (Pos Kota) – Warga RW 01 Kelurahan Kebon Kelapa, Sawah Besar, meminta Pemda Jakarta Pusat segera mengadakan pengasapan (fogging) di permukiman mereka. Permintaan itu sehubungan sudah jatuhnya korban penyakit demam berdarah dengue di wilayah itu.

“Setidaknya sudah empat orang warga di RW 01 Kebon Kelapa ini yang menderita penyakit demam berdarah. Maka, kalau tidak segera diadakan pengasapan, kemungkinan akan bertambah jumlah warga yang menderita penyakit itu,”ujar Budi, warga, Selasa (1/6).

Ia mengungkapkan, salah satu korban DBD di RW 01 Kebon Kelapa adalah keponakannya sendiri, dan sempat dirawat di RS Tarakan. “Maka, sebelum timbul korban lainnya, kami sebagai warga mengharapkan Pemda Jakarta Pusat, mengadakan pengasapan,”ujarnya.

Sebenarnya, warga telah berusaha meminta pihak RS Tarakan untuk mengadakan pengasapan di wilayah RW 01. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan dari RS Tarakan. “Ada warga kami yang sudah meminta pihak RS Tarakan mengadakan pengasapan, namun tidak mendapat tanggapan. Sehingga korban DBD bertambah terus,”katanya.

Penyakit DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti hingga kini masih menakutkan bagi warga Jakarta Pusat. Hal itu dapat dimaklumi, karena jumlah korban yang terus meningkat. Sejak Januari hingga Mei 2010 saja, tercatat sudah 958 kasus DBD di wilayah Jakpus, dengan kasus tertinggi terdapat di Kecamatan Kemayoran sejumlah 254 kasus. Pada bulan Mei lalu, tercatat 13 kasus DBD, dengan korban berusia 15 hingga 44 tahun.

Sementara itu Camat Gambir Syamsudin L, yang dihubungi terkait permintaan warga untuk diadakannya fogging guna mencegah lebih banyak lagi korban DBD di RW 01 Kebon Kelapa, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan jajaran Puskesmas Gambir.

“Saya akan sesegera mungkin memenuhi permintaan warga untuk diadakan pengasapan. Saya akan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas,”ujarnya. (bambang/dms)

http://www.poskota.co.id/metro/2010/06/01/warga-berjatuhan-warga-sawah-besar-minta-fogging
Read On 0 comments

Ratusan Ribu Keluarga di Banyuwangi Belum Menikmati Listrik

6:57:00 PM
Selasa, 01 Juni 2010 | 17:07 WIB

TEMPO Interaktif, Banyuwangi - Sebanyak 164.112 kepala keluarga atau sebesar 35 persen dari 473.575 KK di Banyuwangi, Jawa Timur, belum menikmati listrik.

Supervisor Pemasaran PLN Banyuwangi, Setyo Bhakti, mengatakan sebagian besar keluarga yang belum menikmati listrik tersebut berada di daerah pelosok yang sulit terjangkau. "Apalagi populasi mereka dalam satu dusun juga kecil," kata Setyo kepada wartawan, Selasa (1/6).

Kecamatan yang keluarganya banyak belum teraliri listrik yakni di Kecamatan Wongsorejo sebanyak 13.263 KK. Berikutnya, di Kecamatan Licin yakni 5.567 KK.

Tahun ini PLN akan membangun 30 gardu trafo sebagai bagian dari program listrik masuk desa. Program itu, kata dia, akan menjangkau 3 ribu pelanggan yang diprioritaskan di Kecamatan Wongsorejo dan Licin.

Setyo mengakui selama ini program listrik masuk desa belum maksimal karena PLN masih terkendala anggaran. Terlebih lagi, angka tunggakan pelanggan PLN juga cukup tinggi sehingga keuangan PLN Banyuwangi menjadi defisit.

Pada 2009, terdapat 25 ribu pelanggan rumah tangga dan 20 pelanggan industri yang menunggak dengan nilai tunggakan sebesar Rp 2,7 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Peni Handayani, mengatakan, pemerintah Banyuwangi tahun ini menghapus anggaran bantuan listrik untuk masyarakat. Padahal tahun lalu, anggaran bantuan listrik ini mencapai Rp 3 miliar.

Menurut Peni, anggaran listrik ditiadakan karena terbatasnya keuangan daerah. "Banyak anggaran lain juga dikurangi," ujarnya.

IKA NINGTYAS

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/06/01/brk,20100601-251903,id.html
Read On 0 comments

Drainase di Makassar Tercemar

6:56:00 PM
Selasa, 1 Juni 2010 | 08:06 WITA

Makassar, Tribun - Sejumlah titik drainase di Kota Makassar disinyalir telah tercemar limbah cair, terutama kotoran atau sisa lemak makanan dari hasil buangan sejumlah rumah makan dan restoran.

Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mencontohkan, sejumlah lokasi yang mengalami pencemaran antara lain di Jl Sulawesi, Jl Serui, Jl Timor, serta sejumlah sudut kota lainnya.
"Makassar harus dibebaskan dari sumbatan limbah kotoran dari sisa lemak makanan pada drainase-drainase," kata Ilham di sela-sela sosialisasi penggunaan alat penyaring kotoran dan sisa lemak makanan di Ruang Pola Balaikota, Makassar, Senin (31/5).
Untuk itu, Ilham mengatakan, pada tahun 2011nanti pemerintah kota akan membangun instalasi pengolahan air limbah yang didanai oleh APBN. Instalasi yang bernilai 50 Milyar ini nanti diharap mampu mengatasi permasalahan limbah di Makassar
Ilham menyebutkan regulasi untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap lingkungan hidup yang diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2010 menjelaskan bahwa setiap usaha atau kegiatan wajib memiliki izin lingkungan.
Apabila telah terjadi pencemaran, maka setiap orang atau usaha wajib melakukan penanggulangan dan pemulihan.
Bahkan pada pasal 98 sampai pasal 105 telah jelas memberikan denda antara Rp 1 milyar sampai Rp 3 milyar kepada pihak yang telah melakukan tindakan yang mengakibatkan terlampauinya baku mutu yang telah ditetapkan.
Selain denda, perusak lingkungan pun diberikan hukuman pidana serendah rendahnya penjara selama satu tahun.
Sosialisasi ini dihadiri sejumlah pemilik rumah makan, restoran, serta pengelola hotel. Turut hadir Direktur Marketing PT Indogreend, Jack Maulana.
Jack memperkenal salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh rumah makan dan perumahan dalam mengolah limbah cair rumah makan terutama penyaringan kotoran atau sisa lemak makanan.
Sementara Kepala Lingkungan Hidup Daerah Kota Makassar, H Kusayyeng, mengatakan, limbah-limbah yang ada di drainase telah melewati standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Kusayyeng menjelaskan, saat ini pemerintah kota Makassar tengah mengkaji rencana penerbitan perda tentang perlindungan dan pengolaan lingkungan hidup sebagai payung hukum dalam pelaksanaan pengawasan lingkungan di lapangan nanti.(nda/mam/cr8)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/108263/Drainase-di-Makassar-Tercemar
Read On 0 comments

Pembatasan BBM Subsidi Sepeda Motor Alternatif Terakhir

6:55:00 PM
Selasa, 1 Juni 2010 15:25 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah masih terus memantau pergerakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di masyarakat. Pemerintah juga membantah pembatasan konsumsi BBM subsidi bagi sepeda motor akan segera berlaku.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo, pantauan hingga Juli nanti akan menjadi dasar penerapan batasan konsumsi BBM bersubsidi. Evita mengatakan pembatasan konsumsi BBM subsidi bagi sepeda motor adalah alternatif terakhir yang ingin diambil pemerintah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, pemerintah masih mencari solusi terbaik agar subsidi BBM tidak terdistorsi dan sampai ke tangan yang tidak berhak. Hatta juga membantah bahwa pemerintah akan segera membatasi konsumsi BBM bersubsidi bagi sepeda motor.(DSY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/06/01/106357/Pembatasan-BBM-Subsidi-Sepeda-Motor-Alternatif-Terakhir
Read On 0 comments

Pemkot Gratiskan Biaya Pengobatan Dasar di Seluruh Puskesmas di Surabaya

6:52:00 PM
[ Selasa, 01 Juni 2010 ]

SURABAYA - Pemkot memanjakan warga metropolis dalam rangkaian ulang tahun ke-717 Kota Surabaya. Mulai hari ini (1/6), pemkot menggratiskan biaya pengobatan dasar di seluruh puskesmas di Surabaya.

Penggratisan itu dilakukan berdasar peraturan wali kota (perwali) pada 17 Mei lalu. Dengan aturan tersebut, warga miskin maupun nonmiskin bisa menikmati pelayanan pengobatan dasar di puskesmas. "Per 1 Juni besok (hari ini, Red), pengobatan dasar di puskesmas digratiskan," ujar Wali Kota Bambang Dwi Hartono dalam pidato peringatan ulang tahun ke-717 Surabaya di Taman Surya kemarin (31/5).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Esty Martiana Rahmie menjelaskan, penggratisan itu hanya berlaku untuk biaya pendaftaran dan pengobatan dasar yang selama ini retribusinya sebesar Rp 2.500. Retribusi tersebut selama ini ditarik untuk biaya pengganti pendaftaran, pemeriksaan, dan obat. "Itu yang kami gratiskan. Namun, untuk tindakan seperti pemeriksaan laboratorium atau pencabutan gigi, tetap ada biayanya," terang Esty.

Dia menambahkan, penggratisan dilakukan karena kesehatan merupakan hak dasar warga. Selain itu, bidang kesehatan tidak menjadi target pendapatan asli daerah (PAD). "Tapi untuk mempermudah akses pelayanan masyarakat," ungkap perempuan berjilbab tersebut.

Keputusan penggratisan itu juga tidak perlu mendapat persetujuan dewan. Sebab, wali kota memiliki kewenangan untuk menurunkan atau meniadakan retribusi. Selain itu, acuan penggratisan tersebut adalah perda lama tentang retribusi puskesmas. Bukan bagian dari retribusi pelayanan dasar puskesmas yang saat ini sedang diajukan dinkes kepada DPRD Surabaya.

Sebagaimana diberitakan, dinkes sebelumnya juga mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas. Salah satu isi raperda itu ialah menaikkan tarif pelayanan kesehatan dasar Rp 2.500 menjadi Rp 5.000.

Sempat terjadi silang pendapat di antara anggota pansus DPRD Surabaya yang membahas raperda tersebut. Ada yang minta digratiskan. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kenaikan tarif tetap diperlukan. "Namun, akhirnya tarif dasar digratiskan lewat perwali. Sebab, ini merupakan pelayanan dasar," ujar Esty.

Raperda itu juga mengatur kenaikan tarif pengobatan lain. Juga mengatur berbagai tindakan yang selama ini belum diatur dalam perda lama. Seperti pemeriksaan USG, hemoglobin, kadar gula darah, maupun kolesterol.

Selama ini, lanjut Esty, pemeriksaan tersebut masih berpedoman pada perda laboratorium dinkes. "Padahal, semua pemeriksaan itu sama-sama diberikan puskesmas. Itu yang kami atur," ungkapnya.

Karena itulah, bisa jadi tarif untuk berbagai tindakan lain dinaikkan. Namun, Esty memastikan bahwa kenaikan tarif tersebut sudah melalui survei dan penghitungan unit cost di puskesmas.

Esty menjelaskan, substansi pengajuan raperda itu sejatinya bukan persoalan kenaikan tarif. Melainkan mengakomodasi pelayanan yang selama ini sudah ada di puskesmas, tapi tarifnya belum punya payung hukum.

Selain menggratiskan biaya pengobatan di puskesmas, wali kota melakukan berbagai upaya untuk membangun kota ini. Terutama untuk pendidikan. Saat ini di Surabaya ada 1.070 kelompok bermain, 969 unit SD negeri-swasta, 342 unit SMP negeri-swasta, 266 unit SMA/SMK negeri-swasta, dan 60 PTN-PTS. Wali kota berjanji, pembangunan infrastruktur perkotaan juga terus ditingkatkan. (kit/c9/aww)

http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=137077
Read On 0 comments

Pembangunan Kebun Sawit Harus Ramah lingkungan

6:50:00 PM
Selasa, 01 Juni 2010 17:30 WIB

Penulis : Sulistiono

YOGYAKARTA--MI: Pembangunan perkebunan kepala sawit harus ramah lingkungan agar tidak lagi dituding sebagai industri perusak lingkungan.

Industri kelapa sawit berwawasan lingkungan harus dilaksanakan secara konsekuen, dimulai dari pemilihan lahan sampai pengelolaan produksi.

"Selama ini prestasi industri kepala sawit kerap menjadi sorotan negatif berbagai kalangan karena dituding sebagai perusak lingkungan. Kami harap kalangan industri menerapkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berwawasan lingkungan," kata Direktur Pusat Penelitian Kepala Sawit (PPKS) Witjaksana Darmosarkoro di Yogyakarta, Selasa (1/6).

PPKS adalah lembaga penelitian milik pemerintah yang berkonsentrasi khusus terhadap riset dan pengembangan industri minyak sawit dari hulu hingga hilir. Menurut Witjaksana, salah satu industri yang sudah melakukan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan adalah Bima Palma Grup.

CEO Bima Palma Grup Johnny G Plate mengungkapkan, dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, pihaknya memperhatikan beberapa aspek penting. Yaitu legalitas kepemilikan lahan, pembangunan ramah lingkungan, dan penerapan standar baku perkebunan secara baik dan benar.

"Dalam membangun perkebunan kita bermitra dengan masyarakat sekitar yang dihimpun dalam koperasi sebagai anggota petani plasma," katanya di sela-sela acara International Oil Palm Conference (IOPC) 2010 di Jogja Expo Center.

Ia menjelaskan, saat ini perusahaannya memiliki cadangan lahan yang luasnya mencapai sekitar 100.000 hektare. Sebanyak 30.000 hektare di antaranya sudah bersertifikat hak guna usaha (HGU). Sisanya, masih dalam proses dokumentasi legalitas lahan. (SO/OL-01)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/06/01/146354/21/2/Pembangunan-Kebun-Sawit-Harus-Ramah-lingkungan
Read On 0 comments

10 Penyakit Paling Langka

6:48:00 PM
Selasa, 01/06/2010 14:05 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Jakarta, Penyakit berat seperti diabetes, kanker, stroke atau jantung sudah banyak diketahui orang. Tapi sebenarnya masih ada penyakit lainnya yang terbilang langka. Penyakit apa saja itu?

Seperti dilansir dari DiscoveryHealth, Selasa (1/6/2010) berikut 10 penyakit
paling langka di dunia yang terbanyak berhubungan dengan saraf:

1. Progressive Multifocal Leukoencephalopathy (PML)

PML adalah gangguan saraf yang ditandai dengan penghancuran myelin, yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ini disebabkan oleh virus JC. Virus ini ditemukan pada 85 persen populasi dewasa pada umumnya, tapi virus ini tetap tidak aktif selama orang tetap sehat dan sistem kekebalan kuat. PML terjadi pada 1 dari 200.000 orang.

2. Paraneoplastic Neurologic Syndromes (PNS)

PNS adalah kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, yaitu otak, sumsum tulang belakang, saraf juga otot. Istilah 'paraneoplastic' berarti sindrom saraf tidak disebabkan oleh tumor sendiri, tapi oleh reaksi kekebalan tubuh yang menghasilkan tumor tersebut. Pada banyak pasien, respons imun dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf yang jauh melebihi kerusakan yang dilakukan tumor.

3. Penyakit Dercum

Penyakit dercum adalah gangguan yang jarang terjadi, ditandai dengan beberapa pertumbuhan jaringan lemak (lipoma) yang menyakitkan. Pertumbuhan ini biasanya terjadi di tangan, lengan atas, kaki bagian atas, juga di bawah kulit (subkutan).

Penyakit Dercum sering menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Dalam beberapa kasus, individu yang terkena mungkin juga mengalami kenaikan berat badan, depresi, kelesuan, dan kebingungan. Penyebab pasti dari penyakit Dercum yang tidak diketahui.

4. Penyakit Fahr

Penyakit Fahr merupakan gangguan saraf degeneratif yang jarang terjadi. Ini dicirikan dengan deposit kalsium abnormal (kalsifikasi) dan hilangnya sel yang terkait di daerah tertentu dari otak, seperti ganglia basal.

Penyakit Fahr dapat menyebabkan kerusakan kemampuan kognitif (demensia), hilangnya kemampuan motorik, kekakuan otot, kelumpuhan dan bahkan kebutaan.

5. Penyakit Devic

Penyakit Devic atau Neuromyelitis Optica adalah gangguan kronis jaringan saraf ditandai oleh peradangan pada saraf optik (optik neuritis) dan peradangan pada saraf tulang belakang (mielitis). Pada tahap awal, gejala penyakit Devic mungkin sama dengan multiple sclerosis.

6. Tardive Dyskinesia (TD)

TD adalah gangguan gerakan spontan saraf yang disebabkan oleh penggunaan obat reseptor dopamin untuk mengobati kondisi jiwa atau pencernaan tertentu. Jangka panjang penggunaan obat ini dapat menghasilkan kelainan biokimia di daerah otak yang dikenal sebagai striatum.

Distonia dyskinesia adalah bentuk yang lebih parah dari TD, yang mana gerakan berputar-putar lebih leher dan otot batang yang menonjol lebih lambat.

7. Landau Kleffner Syndrome (LKS)

LKS ditandai dengan hilangnya pemahaman dan ekspresi bahasa verbal (aphasia) yang bekerjasama dengan electroencephalic (EEG) yang abnormal, sehingga menyebabkan kejang.

8. Alpha-1-Antitrypsin Deficiency (A1AD)

A1AD merupakan kelainan turunan yang ditandai dengan rendahnya tingkat protein yang disebut alpha-1 antitrypsin (A1AT) yang ditemukan dalam darah.

Kekurangan A1AT memungkinkan zat-zat yang memecah protein (enzim proteolitik) untuk menyerang berbagai jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan perubahan yang merusak paru-paru (emfisema) dan juga dapat mempengaruhi hati dan kulit.

9. Sindrom muntah siklik atau Cyclic Vomiting Syndrome (CVS)

CVS adalah gangguan langka yang ditandai dengan mual dan muntah yang berulang. Biasanya mual dan muntah berlangsung selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Gejala lain adalah pucat, lesu, sakit perut dan sakit kepala. Penyebab pasti dari sindrom muntah siklik tidak diketahui.

10. Spinal Muscular Atrophy (SMA)

SMA sekelompok kelainan bawaan yang ditandai dengan hilangnya sel saraf tertentu yang disebut neuron motor. Neuron motor mengirimkan impuls saraf dari otak atau sumsum tulang belakang (batang otak) pada otot atau jaringan kelenjar.

Hilangnya neuron motor menyebabkan kelemahan otot yang progresif dan membuang otot (atrofi) pada otot seperti bahu, pinggul dan punggung. Otot ini diperlukan untuk merangkak, berjalan, duduk dan kontrol kepala. Jenis lebih berat dari SMA dapat mempengaruhi otot-otot yang terlibat dalam makan, menelan dan bernapas.

(mer/ir)

http://health.detik.com/read/2010/06/01/140507/1367516/763/10-penyakit-paling-langka?l991101755
Read On 0 comments

Suhu di Riau Meningkat 1,4 Persen

6:46:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 21:04 WIB

BENGKALIS, TRIBUN - Suhu di Provinsi Riau berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi yang dilakukan kalangan akademisi dalam 14 tahun terakhir meningkat 1,4 persen.
Persentase tersebut sudah mencapai posisi teratas, melebihi angka rata-rata nasional yang hanya satu persen, kata Zulfikar, seorang peneliti dari Universitas Riau (UR) kepada wartawan saat berkunjung ke Bengkalis, Riau, Minggu (30/5).
"Jika masyarakat Riau saat ini merasakan suhu panas yang luar biasa, itu cukup dimaklumi, karena ternyata suhu di wilayah Riau mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ujar Zulfikar.
Untuk mengantisipasi suhu yang kian meningkat, Zufikar menyarankan segera diambil langkah penetralisasi dengan cara menjaga lingkungan agar tetap ramah dan padat pepohonan. "Kami berjalan mengunjungi semua pemerintahan daerah, baik kota dan kabupaten yang ada di Riau untuk mengabarkan peningkatan suhu di Riau saat ini, sekaligus memberikan kiat bagaimana mengimbanginya," ucapnya.
Sementara itu, Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, yang dihubungi terpisah mengatakan, suhu udara dengan cuaca panas di Provinsi Riau kerap terjadi pada siang hari di sejumlah daerah seperti Kota Pekanbaru, Bengkalis, Dumai, dan Rokan Hilir.
Dalam sepekan terakhir, kata Marzuki, suhu udara keempat wilayah tersebut rata-rata mencapai sekitar 35 hingga 35,5 derajat celsius. "Kondisi ini meningkat dibandingkan pekan dan bulan sebelumnya," ujar Marzuki menerangkan.
Dia mengatakan, posisi matahari yang masih berada di dekat garis ekuator telah menjadi salah satu penyumbang teriknya kondisi cuaca di Riau, kendati provinsi itu sedang berada pada musim hujan.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis H Tengku Ilyas, menyatakan, suhu panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Riau telah menimbulkan kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk itu, kami melakukan peringatan dini terhadap sejumlah perusahaan agar menghentikan sementara perluasan lahan. Kepada masyarakat tani, kami minta tidak melakukan pembakaran lahan saat ingin bercocok tanam," ucapnya. (ant)

http://www.tribunpekanbaru.com/read/artikel/21273/suhu-di-riau-meningkat-14-persen
Read On 0 comments

AISI: 35 Juta Biker Masih Butuh BBM Subsidi

6:44:00 PM
Selasa, 01/06/2010 16:19 WIB

Bagja Pratama - detikOto

Jakarta - Rencana pemerintah untuk melarang sepeda motor memakai BBM subsidi menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Karena, sekitar 35 juta unit motor di jalan raya masih membutuhkan BBM bersubsidi.

"Makanya, pemerintah harus lihat dulu, siapa yang menggunakan sepeda motor di Indonesia," ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata ketika ditemui detikOto di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (1/6/2010)

Para pengguna sepeda motor di Indonesia, lanjut Gunadi, merupakan masyarakat menengah ke bawah, yang tidak punya pilihan alternatif transportasi yang murah, efisien, dan cepat seperti motor, karenanya, wajar kalau populasinya membengkak.

Berdasarkan data yang dimiliki AISI sampai akhir tahun 2009 lalu, total produksi sepeda motor mencapai 51 juta unit, dengan perkiraan yang masih beroperasi sebanyak 35 juta unit, dengan perkiraan konsumsi BBM sepeda motor sebanyak 8 juta liter per tahun.

"Dan kalau itu dilarang, jangan sampai berdampak terhadap kemampuan belanja mereka sehari-hari," tambahnya.

Memang secara jangka panjang, penghapusan subsidi sangat positif untuk perkembangan ekonomi Indonesia, tapi kalau sampai memberatkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, itu sama saja memaksakan diri, lanjut Gunadi.

"Masak, mereka sudah susah, pas mampu beli motor malah dipersulit lagi, apa harus jalan kaki?" tutup Gunadi.

( bgj / ddn )

http://oto.detik.com/read/2010/06/01/161956/1367677/648/aisi-35-juta-biker-masih-butuh-bbm-subsidi?o991102638
Read On 0 comments

Dinkes Akan Dirikan Desa Siaga di Baduy

6:43:00 PM
Selasa, 1 Juni 2010 13:33 WIB

Lebak (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak akan mendirikan desa siaga di kawasan Baduy untuk menekan angka kematian ibu dan bayi juga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat.

"Pembangunan desa siaga itu berlokasi di kampung Ciranji yakni perbatasan masyarakat adat Baduy dan warga luar," kata petugas bidan di kawasan Baduy, Eros Rosita (35), Selasa.

Eros mengatakan, pendirian desa siaga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat tradisional Baduy untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Selain itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mereka juga masih buruk dan perlu ditingkatkan.

Dengan pendirian desa siaga diharapkan dapat mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat Baduy, katanya.

Selama ini, kata dia, masyarakat Baduy sangat mendukung pembangunan desa siaga karena aparat pemerintahan desa, tetua adat dan lembaga agama tidak menolaknya.

"Saya kira pendirian desa siaga dapat direstui warga Baduy," katanya.

Menurut dia, pendirian desa siaga direncanakan dalam waktu dekat ini karena pemerintah telah menganggarkan dana untuk tujuan tersebut.

"Warga Baduy Luar dan Baduy Dalam sangat mendukung pembangunan desa siaga tersebut," katanya.

Bahkan, jelasnya, pihaknya sudah mengetahui persetujuan dari Kepala Desa Kanekes Dainah sebagai orang yang dipercaya kepala pemerintahan masyarakat Baduy.

"Saya yakin pendirian desa siaga tidak terjadi penolakan masyarakat tradisional Baduy, apalagi mereka banyak juga yang sudah berobat ke mantri, bidan, atau dokter," ujarnya.

Kepala Puskesmas Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, H Ohan Rohanda mengaku kawasan Baduy merupakan wilayah kerjanya sehingga bertanggung jawab untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dia menyatakan, pihaknya berkali-kali melaksanakan penyuluhan kesehatan dan pengobatan untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti campak, polio, prambusia dan lainya.

Karena itu, kata dia, dengan adanya desa siaga tentu tentu tahun 2010 ini ditargetkan cakupan imunisasi mencapai 100 persen.

"Kami optimistis cakupan ini bisa tercapai jika sudah berdiri pembangunan desa siaga," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Dainah mengaku selama ini tidak ada masalah rencana pembangunan desa siaga di kawasan Baduy.

Sejauh ini, lanjut dia, setiap bulan ibu hamil dan anaknya pergi ke posyandu untuk periksa kesehatan.

Karena itu, pihaknya sangat mendukung pembangunan desa siaga di kawasan Baduy.

"Saya berharap pembangunan desa siaga bisa direalisasikan tahun ini untuk melayani kesehatan warga Baduy," katanya.
(ANT/P003)

http://www.antaranews.com/berita/1275374023/dinkes-akan-dirikan-desa-siaga-di-baduy
Read On 0 comments

Harga BBM Eceran Mulai Turun

6:41:00 PM
Selasa, 1 Juni 2010 | 12:59 WITA

PANTAUAN di beberapa penjual eceran disepanjang Jalan A Yani, harga eceran mulai kembali normal setelah sempat menembus angka Rp 7500 perliter. Saat ini harga bensin eceran mulai kembali ke harga semula yakni Rp 5000 - 5500 perliter.

Ditempat terpisah,Arif, pengawas SPBU Jalan S Parman mengakui bahwa pasokan BBM dari Pertamina sudah mulai lancar sejak Senin (31/5) kemarin. "Kami sudah mendapat pasokan tiga tangki yang masing-masingnya berisi 10.000 liter premium," katanya.

Hanya saja antrian panjang masih terjadi terutama sepeda motor. Sementara untuk mobil sudah normal.


"Kemungkinan ada yang melangsir dengan sepeda motor, tapi dengan kondisi BBM lancar seperti ini, tindakan melangsir adalah pekerjaan sia-sia karena konsumen lebih memilih mengisi BBM di SPBU ketimbang di eceran," katanya.

(aspian)

http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/46192/harga-bbm-eceran-mulai-turun
Read On 0 comments

Pemerintah Bahas Dua Opsi Kenaikan TDL

6:39:00 PM
[ Selasa, 01 Juni 2010 ]

Untuk Golongan Rumah Tangga Kecil

JAKARTA - Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada 1 Juli nanti terus difinalkan. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan dua opsi kenaikan tarif setrum itu. Opsi pertama, TDL untuk daya 450-900 volt ampere (VA) dinaikkan dengan besaran di bawah 10 persen. Opsi kedua, TDL untuk golongan rumah tangga kecil tersebut tidak dinaikkan sama sekali.

''Sekarang sudah mengerucut tinggal dua opsi,'' ujar Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) J. Purwono kemarin (31/5). Menurut dia, jika TDL pelanggan golongan 450-900 VA tidak dinaikkan, berarti ada konsekuensi kepada pelanggan industri.

Perhitungan ESDM, TDL untuk pelanggan industri harus naik 10-12 persen. ''Industri bisa naik sekitar 10-12 persen. Itu adalah kompensasi tidak dinaikkannya TDL pelanggan 450-900 VA,'' ungkapnya.

Apa pun opsi yang diputuskan dan diajukan pemerintah, semuanya harus mendapat persetujuan DPR. Saat ini, opsi-opsi tersebut belum final dan masih perlu pembahasan. "Semuanya bisa berubah, bergantung pada dinamika pembahasan antara pemerintah dan DPR," kata dia.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir meminta agar kenaikan TDL dipandang secara lebih luas. ''Masyarakat kecil jelas harus menjadi prioritas subsidi pemerintah. Untuk industri, harus dilihat masing-masing industrinya. Jangan sampai justru menekan daya saing mereka,'' ungkapnya.

Dia khawatir industri akan membebankan kenaikan TDL terhadap harga barang. Padahal, sebenarnya permasalahan industri masih banyak. Belum tentu tarif listrik mengakibatkan biaya tinggi (high cost). ''Bisa jadi, seharusnya ada faktor lain yang bisa dihilangkan sehingga industri lebih efisien,'' tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Manajemen Bisnis dan Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin menyampaikan hasil survei yang dilakukan enam perguruan tinggi. Yaitu, UI, ITB, UGM, ITS, Undip, dan Unud yang menunjukkan kenaikan TDL tidak akan menurunkan daya saing industri di tanah air. ''Hanya industri semen dan tekstil yang daya saingnya diperkirakan menurun akibat kenaikan TDL,'' lanjutnya.

Konsorsium enam perguruan tinggi itu juga menyurvei kemampuan bayar pelanggan 450-900 VA. Hasil survei menyebutkan, rata-rata pelanggan 450 VA berpenghasilan Rp 741.569 per bulan dengan pengeluaran Rp 699.517 per bulan. Mereka rata-rata mengonsumsi listrik 90 kwh per bulan. Konsumen pada golongan itu memiliki kemampuan membayar Rp 562 per kwh, sedangkan yang dibayarkan saat ini Rp 414 per kwh.

Pelanggan 900 VA berpenghasilan Rp 1.440.828 per bulan dengan pengeluaran Rp 1.357.859 per bulan. Mereka rata-rata mengonsumsi listrik 148 kwh per bulan. Kosumen golongan itu memiliki kemampuan membayar Rp 600 per kwh dan yang dibayar saat ini Rp 603 per kwh. (wir/c6/oki)

http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=137176
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts