Sabtu, 27 Juni 2009 pukul 20:23:00
TERNATE -- Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) hanya memiliki satu guru bidang studi kimia, padahal di daerah itu 89 SMA sederajat yang membutuhkan guru bidang studi itu. "Memang ironis sekali. Satu kabupaten hanya memiliki satu guru bidang studi kimia, apalagi bidang studi ini merupakan salah satu bidang studi yang sangat penting dikuasai para siswa," kata Kasubdin Pendidikan Formal dan Informal Dinas Pendidikan Nasional Halsel Sarkani Tamimi di Ternate, Sabtu (27/6).
Sekolah yang tidak memiliki guru bidang studi kimia terpaksa memanfaatkan guru bidang studi fisika dan matematika untuk mengajarkan bidang studi itu., walaupun guru bidang studi fisika dan matematika di Halsel juga terbatas. Menurut Sarkani, pihaknya sudah berulangkali mengusulkan formasi pengangkatan guru kimia dalam setiap seleksi penerimaan CPNS di Halsel, tapi tidak ada yang mendaftar.
Karena itu, Pemkab Halsel melakukan terobosan dengan cara memberikan beasiswa kepada para guru-guru tamatan diploma untuk melanjutkan kuliah S-1 Jurusan Kimia.
"Tahun ini ada 20 guru diploma yang mendapat beasiswa dari Pemkab Halsel untuk melanjutkan kuliah S-1 bidang studi kimia di sejumlah perguruan tinggi di Jawa," katanya.
Selain itu, Pemkab Halsel memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa asal Halsel yang sedang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi dengan harapan mereka kembali mengabdi di Halsel.
Menurut dia , ke-20 mahasiswa tersebut semuanya kuliah di jurusan pendidikan dan keguruan. Mereka nantinya diharapkan akan mengajar di sejumlah sekolah di Halsel yang kekurangan tenaga guru. Pemkab Halsel selama ini memberikan perhatian serius pada sektor pendidikan yang diantaranya ditandai dengan mengalokasikan dana 20 persen dalam APBD untuk sektor pendidikan.ant/bur
http://www.republika.co.id/berita/58891/Halsel_Hanya_Miliki_Seorang_Guru_Kimia

Post a Comment