Minggu, 28 Juni 2009 05:52 WIB
JAMBI--MI: Kota Jambi kelebihan tenaga bidan. Walaun idealnya butuh 300 bidan, kota Jambi kini memiliki 500 bidan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Syahlian Lubis ketika ditemui di Jambi, Sabtu (27/6) menjelaskan, jumlah normal bidan di setiap Puskesmas antara 8 hingga 10 orang, namun rata-rata bidan yang ada di tiap Puskesmas saat ini mencapai 15 orang. Selain jumlah bidan yang berlebih, dokter pegawai tidak tetap (PTT) diperkirakan juga telah melebihi jumlah normal. "Banyaknya jumlah bidan justru malah membuat kerja menjadi tidak maksimal, sebab banyak yang menganggur di waktu kerja," ujarnya.
Syahlian memperkirakan, menumpuknya jumlah bidan dan dokter PTT di Kota Jambi disebabkan rasa keengganan para bidan untuk ditempatkan di daerah. "Ternyata walaupun daerah kekurangan bidan, justru banyak bidan yang pindah dari daerah ke Kota Jambi," katanya.
Rasa kesadaran bidan dan dokter PTT untuk mengabdi dan ditempatkan di daerah masih sangat kurang, mereka memilih pindah di kota apalagi dekat dengan keluarga. Karena itu, Syahlian berencana akan mengadakan pergantian dan pergeseran bidan di sejumlah Puskesmas di Kota Jambi, sebagian akan kembali dikirim ke daerah yang masih kekurangan bidan, seperti Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat.
"Di beberapa kabupaten banyak Puskesma di kecamatan yang masih terisolir tapi jumlah bidannya paling banyak hanya tiga orang dan itu juga tidak setiap hari ada," ujarnya.
Untuk mencegah pengajuan pindah dari bidan yang ada di daerah, ia berencana mengusulkan dibuat perjanjian bagi setiap bidan yang diangkat harus bisa ditempatkan di daerah minimal lima tahun. Berdasarkan data Dinkes Kota Jambi, jumlah bidan sekitar 550 orang, sedang dokter PTT 250 orang. Mereka tersebar di 18 Puskesmas di delapan kecamatan, sisanya ditempatkan di beberapa Poskesdes, rumah sakit dan klinik. (Ant/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82395/126/101/Kota-Jambi-Surplus-Bidan

Post a Comment