28 Juni 2009 10:30 WIB
Metrotvnews.com, Banjarmasin: Seringnya listrik padam sangat meresahkan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sekitarnya. "Lebih dari sebulan terakhir listrik di Banjarmasin dan sekitarnya padam. Pemadaman cukup lama dan bisa berulang kali," kata Asnah, ibu rumah tangga di Banjarmasin, Ahad (28/6).
Sejak dua pekan terakhir saat listrik padam di malam hari, warga was-was. Mereka takut terjadi kebakaran ataupun gangguan keamanan. Menurut Asnah, sebagian besar warga tidak mengetahui alasan listrik sering padam.
Akibat listrik padam, banyak warga menggunakan penerangan alternatif. Bagi warga yang mampu, biasanya menggunakan genset. Tapi bagi mereka yang hidup pas-pasan, terpaksa menggunakan lampu minyak atau lilin.
Begitu terjadi pemadamam listrik, warga biasanya langsung mengontak call centre 123. Namun jarang yang bisa tersambung karena secara otomatis terdengar jawaban "operator sedang sibuk, anda dalam antrean" atau "Terima kasih Anda telah menghubungi".
Kalaupun tersambung, petugas biasanya langsung mengatakan "tunggu saja petugas sedang melakukan perbaikan,". Meski demikian, mereka tidak menjelaskan kerusakannya dan butuh berapa lama perkiraan perbaikan untuk bisa menyala kembali.
Saking kesalnya, sejumlah ibu rumah tangga mengancam akan berunjuk rasa ke Perusahaan listrik Negara cabang Banjarmasin. Ini apabila terus saja terjadi pemadaman listrik tanpa ada kejelasan.
Sementara itu, Asmuni, karyawan di kawasan Kayu Tangi Banjarmasin pun mengaku kesal dengan pelayanan PLN terkait dengan penyediaan daya listrik. "Betapa tidak, hampir saban hari selalu saja terjadi pemadaman listrik dan itu terjadi berkali-kali," ujarnya ketus.
Selain menyulitkan pekerjaan di kantor, kejadian itu juga sering mengganggu bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan pada peralatan elektronik. Sebut saja komputer, televisi, lemari es dan alat pendingin (AC).
Kerusakan peralatan elektronik salah satunya dialami Kantor Imigrasi Banjarmasin. Lantaran rusaknya peralatan, pembuatan paspor sejumlah warga, yang ingin melaksanakan umrah dalam waktu dekat, kontan tertunda.
"PLN harus bertanggungjawab terhadap rusaknya peralatan karena gangguan listrik, di samping tentunya memperbaiki pelayanan kelistrikan di Banjarmasin dan Kalimantan secara umum. Jangan hanya Pulau Jawa saja, apalagi Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam sebagai sumber energi," kata Asmuni.(Ant/RAS)
http://www.metrotvnews.com/

Post a Comment