26/06/2009 16:26
Liputan6.com, Raleigh: Selama ini game selalu disalahkan lantaran pengaruh negatifnya pada anak. Mulai dari kekerasan hingga kegemukan. Tak aneh jika game kerap dimusuhi kalangan orang tua dan pakar pendidikan. Namun kini mulai ada perubahan. Beberapa perusahaan mulai tergerak mengembangkan game ramah yang menyehatkan. Seperti yang dilakukan Nintendo dengan game "Butt Kicker". Game ini mengajarkan pemainnya untuk menentang perilaku merokok. Demikian pula dengan game "Karate Bears" yang mengajarkan pemain untuk berlatih karate. Ada juga game "Re-Mission" yang mengajarkan para mahasiswa perawat untuk mengerti masalah kanker.
Michael Levine, Direktur Eksekutif Joan Ganz Cooney Center di Sesame Workshop yang meneliti inovasi dalam proses belajar anak, mengungkap sebuah laporan mengenai dampak baik game tertentu terhadap kesehatan dan pendidikan anak. Bahkan ia mendorong pemerintah Amerika Serikat agar tak ragu menggelontorkan dana untuk penelitian game.
Beruntung sekali, tema game yang menyehatkan mendapat perhatian cukup besar khususnya dari para investor dan pebisnis. Dalam sebuah forum tahunan Games for Health Conference di Boston, AS, baru-baru ini, minat mengembangkan game sehat ternyata disambut baik. Ini ditandai dengan naiknya jumlah peserta yang mengikuti konferensi. Tahun lalu peserta hanya berjumlah 100 orang. Namun kini peserta meningkat menjadi 390 orang yang terdiri dari para investor, pengembang dan pakar kesehatan. Bila game yang menyehatkan ini berhasil, nanti para orang tua tak perlu khawatir anak mereka akan saling pukul seperti selepas bermain game Smack Down.(Reuters/LUC)
http://gayahidup.liputan6.com/berita/200906/234944/Mari.Sambut.Game.Menyehatkan

Post a Comment