Rabu, 24 Juni 2009 19:10 WIB
BOJONEGORO-MI: Sedikitnya 1.800 kepala keluarga(KK) di Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan adanya pungutan liar(pungli)uang sebesar Rp2.000 setiap keluarga saat pembagian tabung elpiji dan kompor gas.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Media Indonesia, Rabu (24/6), pembagian elpiji beserta gasnya tersebut mulai berlangsung sejak Selasa(23/6). Proses pengambilannya dilakukan di Balai Desa setempat.
"Saat mengambil tabung dan gas tersebut, semua warga diharuskan membayar uang sebesar Rp2.000 setiap KK," kata Narto, warga setempat.
Menurut Narto, pihaknya tidak mengetahui untuk apa uang kutipan tersebut. Namun, kabarnya uang hasil pungutan tersebut diperuntukkan bagi ongkos pekerja dan kas desa. Padahal sepengetahuannya pembagian kompor dan tabung gas tersebut gratis.
"Kalau tidak membayar ya tidak dapat. Memang hanya Rp2.000 per keluarga. Tapi kalau jumlahnya sampai 1.800 keluarga, ya banyak," keluhnya.
Kepala Dinas Perdangangan dan Perindustrian Pemkab Bojonegoro, Gumantijo mengaku, kaget saat dikonfirmasi adanya kutipan tersebut. "Kami malah belum menerima laporan adanya pungutan tersebut," kilahnya.
Dia menegaskan, pendistribusian tabung dan kompor untuk 325.000 paket yang tersebar di 27 kecamatan di Bojonegoro ditanggani oleh konsultan yang terbagi dalam empat wilayah. Dan tugas konsultan adalah melakukan pendataan dan selanjutnya mengirimkan tabung dan kompor tersebut hingga ke balai desa masing-masing.
"Selanjutnya kita minta agar warga mengambil sendiri. Dan jika ada pungutan itu lepas dari tanggungjawab kami. Sebab, ini memang sebenarnya gratis," terangnya. (YK/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/81803/125/101/Pembagian-Tabung-Elipji-di-Bojonegoro-Dipungli

Post a Comment