Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

PLN Belum Pasok Listrik 80.000 RSH

Akibatnya, Banyak Proyek Perumahan Mangkrak

JAKARTA - Problem pengembang perumahan semakin menggunung. Setelah dibuat pusing oleh harga semen yang selangit dan bunga KPR yang belum kunjung turun, pengusaha penyedia perumahan itu kini harus menghadapi kenyataan langkanya suplai listrik. Akibatnya, banyak proyek perumahan yang sudah selesai dibangun tapi belum bisa dimanfaatkan karena belum ada aliran listriknya.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria mengungkapkan, kelangkaan pasokan listrik terjadi pada pembangunan perumahan tipe rumah sederhana sehat (RSH) di luar Jawa dan Bali. "Kami menerima banyak keluhan dari daerah. Antara lain dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua," ujarnya kemarin.

Keluhan para pengembang itu ditanggapi Kementerian Perumahan Rakyat. Deputi Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto mengakui pasokan listrik untuk perumahan belum maksimal. Hingga saat ini, dari sekitar 134 ribu rumah sederhana sehat (RSH) yang sudah berdiri, 60 persen diantaranya belum teraliri listrik. "Sebagian besar RSH yang kekurangan listrik berada di luar Jawa, Bali, dan Madura," ujar Zulfi usai rapat dengan Komisi V DPR.

Sedangkan kekurangan daya listrik perumahan sepanjang 2002 hingga 2009 diperkirakan mencapai 35 juta watt, terutama diluar Jawa. Data itu, kata Zulfi, diperoleh dari REI, Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Indonesia (APERSI), Perumnas, koperasi hingga pengembang rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dari Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. "Masalahnya karena kebutuhan besar, jaringan tidak menutup semua lokasi," terangnya.

Menurut dia, pihaknya sejak 2006 - 2007 telah berkomunikasi dengan instansi pemerintah terkait seperti Direktorat Jenderal Kelistrikan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Perusahaan Listrik Negara dan Kementerian BUMN yang membawahi PLN. "Kalaupun jaringan tidak mencukupi, setidaknya PLN memprioritaskan pasokan untuk masyarakat berpenghasilan rendah," cetusnya. (wir/kim)

http://www.jawapos.co.id/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts