02 Maret 2009 07:10:00 WIB
Oleh: I Novianingtyastuti
Budaya penghematan listrik yang dikampanyekan PLN yaitu matikan 2 titik pada pukul 17.00-22.00 sudah tidak asing di telinga kita akhir-akhir ini. Kampanye lewat berbagai media informasi, poster, gambar baik visual, auditory maupun dialog sudah sering kita temui juga.
Kini kita juga mendengar berita tentang tertundanya pelaksanaan proyek percepatan 10.000 MW akibat pengajuan syarat tambahan dari perbankan China. Sekalipun pekan lalu sebagian dana telah dikucurkan perbankan China, tersendatnya dana membuat krisis energi bisa berjalan lebih panjang dan menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi.
Tak ayal, manajemen PLN bukan hanya harus sibuk menyiapkan strategi pendanan baru agar krisis listrik bisa segera diatasi, tetapi lebih dari itu, harus kian memberi perhatian penting pada sosialisasi buaya hemat energi.
Terkait dengan upaya penghematan energi listrik itu, pengaruh rubrik Lentera Bisnis www.beritajatim.com, I Novianingtyastuti Partner dari Drs. J Tanzil & Associates melakukan wawancara khusus dengan Aries Dwianto, Manager Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Berikut hasil wawancaranya.
Di tengah seretnya pendanaan proyek percepatan 10.000 MW, gerakan hemat energi nampaknya harus digalakkan. Bagaimana hasil kampanye hemat energi di Jatim selama ini, sudah efektif atau belum?
Kampanye hemat energi sudah berhasil dengan baik. Lihat saja sekarang tidak ada pemadaman yang bergilir. Beban puncak tertinggi yang pernah terjadi di tahun 2008 bulan Oktober sebesar 3.461 MW sekarang pada bulan Januari turun menjadi 3.392 MW ( turun 5,87 % ). Ini semua hasil koordinasi untuk hemat energi di pelanggan maupun Industri.
Adakah cara lain yang manjur untuk menghemat energi di luar mematikan dua titik lampu pada jam 17.00 hingga 22.00?
Sebenarnya banyak cara hemat listrik. Caranya pun sangat mudah, siapapun bisa melakukan. Tapi yang utama adalah matikan pemakaian barang yang memerlukan energi listrik jika tidak dipakai. Hal yang paling sulit sebenarnya adalah mengubah kebiasaan untuk mengurangi mana yang tidak diperlukan.
Tapi kita lihat penjualan barang elektronik terus melaju, termasuk untuk konsumsi rumah tangga, misalnya pembelian PC atau laptop?
Kita memang tidak bisa melarang orang membeli peralatan elektronik baru yang membutuhkan energi listrik. Yang harus mereka ketahui, jika akhir-akhir ini kita banyak beli barang elektronik, jangan terburu untuk tambah daya, tapi sesuaikan mana yang tidak penting dikurangi pemakaiannya.
Banyak diantara warga heran, peralatan elektroniknya relatif sama, tetapi tagihan listriknya bisa beda. Mengapa bisa begitu?
Alat elektronik rumah tangga memang kurang lebih sama, tapi tagihan memang bisa beda. Salah satu penyebabnya, misalnya, ada alat rumah tangga kita yang los kontak atau bocor kabelnya, sehingga "makan strom" (listrik) lebih banyak. Ini yang perlu diperhatikan, selain juga karena berbahaya jika dibiarkan.
Nah, cara lainnya adalah dengan memilih alat rumah tangga yang sesuai kebutuhan. Misalnya, pilih lemari es dengan kapasitas yang sesuai. Kalau isi rumah hanya lima orang, ya jangan membeli kulkas ukuran yang sangat besar. Itu jelas pemborosan energi.
Secara teknis, ada tidak cara lain yang bisa menghemat energi secara signifikan?
Pada lemari es, misalnya, buka lemari es seperlunya. Setelah ditutup, pastikan benar-benar rapat. Kalau ada celah sedikit saja, pasti memboroskan listrik.
Masih ada lagi, isi lemari es secukupnya (tidak melebihi kapasitas), jangan memasukkan makanan/minuman yang masih panas, letakkan lemari es minimal 15 cm dari dinding/ tembok rumah
Yang juga penting, atur suhu lemari es sesuai kebutuhan karena semakin rendah / dingin temperatur, semakin banyak konsumsi energi listrik dan matikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.
Nah bagaimana dengan cara penggunaan pendingin ruangan (AC) yang hemat energi?
Yang terpenting, atur suhu AC secukupnya. Semakin dingin suhu yang dikehendaki semakin banyak energi listrik yang dibutuhkan. Nah jika malam hari, usahakan menggunakan fasilitas auto yang ada dalam remote.
Apa kegunaan auto itu?
Banyak memang yang tidak tahu manfaatnya. Asal dingin saja. Padahal, dengan menggunakan fasilitas auto memungkinkan AC akan mati ketika suhu yang dikehendaki sudah tercapai dan akan nyala kembali ketika udara menjadi lebih tinggi dari yang kita pasang. Tapi yang paling hemat tentu saja, matikan AC bila tidak digunakan.
Banyak iklan lampu hemat energi. Seberapa besar pengaruhnya dalam gerakan penghematan energi?
Pengaruh penggunaan lampu hemat energi tenu saja besar. Karena itu kami menyarankan agar semua rumah tangga, perkantoran, pabrik pusat perbelanjaan dan semuanya, menggunakan lampu hemat energi. Selain bisa menekan beban konsumen, penggunaan lampu hemat energi juga sangat membantu PLN dalam mengurangi beban daya, terutama saat beban puncak.
Namun dalam kenyataan, kita juga melihat banyak warga yang masih menggunakan lampu TL atau neon. Itu sebenarna tidak menjadi soal, artinya bebannya bisa dikurangi. Caranya, gunakan kondensor. Jangan gunakan travo lagi. Itu boros listrik.
Aliran PDAM sering kali tidak lancar, karena itu banyak yang menggunakan pompa air. Mengapa pompa air bisa mendongkrak beban pembayaran konsumen?
Sebenarnya pompa air jika dipergunakan secara benar tidak ada masalah. Tapi banyak yang mau gampangnya saja. Misalnya, pokoknya air berkurang, pompa menyala lagi untuk menyedot air. Kebiasaan seperti ini yang boros listrik.
Jika menggunakan pompa sebaiknya punya tandon atau bak penampungan. Nah nyalakan pompa air itu dalam bak penampungan itu habis. Akan lebih baik, jika menggunakan pelampung pemutus aliran listrik. Artinya, begitu bak penuh, listrik otomatis mati. Tidak harus menunggu orang.
Intinya, semakin sering pompa air "hidup mati", semakin besar energi listrik yang dipakai. Karena itu fungsi bak penampungan atau tandon sangat penting.
Rumus hemat energinya sudah relatif lengkap. Lantas bagaimana, masyarakat bisa lebih memperkirakan biaya pemakaian listrik selama sebulan? Kalau tahu, mereka pasti akan lebih cermat dalam menggunakan peralatan elektronik?
Sebenarnya gampang dan semua pelanggan bisa mempraktekkan menghitung simulasi dengan mengunjungi http://www.pkn-jati,.co.id. Pertama, cobalah untuk menghitung pemakaian peralatan listrik yang kita gunakan. Kurang lebihnya adalah seperti berikut :
1 pompa air 150 watt, 3 jam / hari : 0,45 Kwh / hari
1 Setrika 350 watt, 2 jam / hari : 0,70 Kwh / hari
1 pompa air 350, 2 jam / hari : 0,70 Kwh / hari
1 TV 20" 110 watt, 2 jam / hari : 0,66 Kwh / hari
1 rice cooker 300 watt, 2 jam / hari : 0,60 Kwh / hari
4 LHE 10 watt, 6 jam / hari : 0,24 Kwh / hari
1 Kulkas 100 watt, 24 jam / hari : 2,40 Kwh / hari
Jika sudah didapatkan jumlah kebutuhan listrik per hari seperti di atas, kalikan dengan jumlah hari dalam satu bulan, sehingga menjadi 30 hari X 5.75 Kwh = 172.5 Kwh. Lalu kalikan harga per Kwh-nya seperti yang tertera di tagihan rekening.
Nampaknya tidak terlalu sulit ya?
Betul. Selamat mencoba dan berhemat listrik. Itu untuk kepentingan kita semua. Konsumen lebih hemat, listrik tak byar pet, PLN senang.
Kalau gerakan hemat listrik ini tidak tercapai, kapan kita benar-benar menghadapi krisis listrik yang sulit teratasi?
Gerakan hemat energi, karena juga menguntungkan kepentingan konsumen, pastilah ada hasilnya. Lepas dari itu, PLN akan terus mengantisipasi untuk tidak sampai kekurangan daya PLN. Secara nasional (khususnya Jawa dan Bali), PLN melakukan monitoring pertumbuhan beban dan menahan laju permohonan baru, namun sekarang untuk permintaan pasang baru dan tambah daya tidak ada masalah.
Dengan program 10.000 MW di tahun 2009 akan beroperasi pembangkit PLTU Labuan Ratu 600 MW, PLTU Indramayu 330 MW, PLTU Rembang 315 MW beberapa proyek Pembangkit yang akan dikerjakan PLN sebagai penambahan daya (repowering 480 MW) untuk sistem Jawa Bali.
Selain memacu masyarakat hemat listrik, apa lagi yang dilakukan PLN Distribusi Jatim untuk menghemat energi?
PLN akan tetap melakukan sosialisasi hemat listrik baik untuk pelanggan maupun Industri di media masa maupun di media elektronik. Kami juga akan mengunjungi industri-industri untuk mendorong mereka bisa hemat energi listrik.(*)
http://www.beritajatim.com/lenterabisnis.php?newsid=448

Post a Comment